Friday, October 28, 2011

I think I am alone

Aku memandang wajahMu


Dan aku tahu Kau bersungguh-sungguh atas hidupku

Perjalananku yang telah kulewati

Menguras darah dan dagingku

Lelahku kurasakan..

BukanNya karena Engkau tinggal diam

Karena Engkau ingin aku mengerti sebuah penyerahan



Kupikul setiap bagian hidupku dan tanggung jawabku

Berharap Kau mengerjakan bagianMu sesuai dengan usahaku

Tapi semua seperti menjaring angin

Sia-sia belaka..

Karena Kau ingin aku tidak berusaha sendirian



Kupikir aku sendiri

Kupikir aku bukan siapa-siapa

Tapi ternyata aku hanya lupa

Lupa pada keberadaanMu
Yang setiap waktu memperhatikan setiap perkerjaan tanganku


Mungkin terkadang Engkau diam..

Diam menunggu aku menyerahkan semua yang sudah aku porak porandakan

Agar Engkau perbaiki menjadi lebih baik…



Tuhan,

Aku sendirian..

Tapi aku tahu Kau tidak pernah tinggalkanku..

Tuhan, temani langkahku..

Sebab hanya karena dengan mengingat Kau ada disisiku

Aaku tidak takut apa pun

Thursday, October 27, 2011

Saputra Story | sebuah catatan konyol dari pelajar culun: Hari Blogger Nasional #25

Saputra Story | sebuah catatan konyol dari pelajar culun: Hari Blogger Nasional #25: Gue barusan aja tau kalau hari ini adalah "Hari Blogger Nasional", ketika itu gue lagi ngesearch di internet tentang isi Sumpah Pemuda buat ...


Hahahhaha..Baru tahu hari ini hari Blogger Nasionalll

Wednesday, October 26, 2011

My Mama is a Gentle Warrior..ROcksss. Mam!!

Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang Mama, tapi tertunda terus dan akhirnya menemukan Kontes Cerita Ibu Tercinta (Please Look After Mom) keinginan menulis semakin kuat. Hehehhe..Semoga bisa menang…\^.^/..Karena Mamaku memang mama paling hebat di dunia (Yes, of course. She is the only one my mother..hahahaha).


The best parents in teh world!!

Kasma Booty Hutagalung, lahir di Sibolga, 12 Agustus 1960. Anak pertama dari tiga bersaudara dan satu-satunya perempuan. Sejak kecil dia terlihat berbeda dari anak-anak lainnya karena kulitnya yang putih dan tubuhnya yang mungil. Beranjak dewasa Beliau menajdi kembang desa di kampungnya. Setiap ia pulang dari pancuran untuk mencuci, pasti ada saja pemuda-pemuda menggodanya. Bahkan katanya ada yang tidak segan-segan menariknya saat ia pulang sekolah (Hihiii…coba kalau sekarang..oopss..)

Kesenangan Mama sejak kecil ternyata bersih-bersih rumah dan itu menjadi kebiasaannya sampai sekarang. Mama pernah cerita, kalau Opung sampai mengomel karena Mama terlalu sering bersih-bersih “ Hilang nanti itu lantai kalau kamu bersihkan terus!” omel Opung. Hahahha…Ternyata orang seangkatan Opung pun sudah lebai. Tapi kebiasaan dan kesenangan Mama ini pun membuat rumah kami terjaga menjadi bersih dan rapih :D (sayangnya anak-anaknya lebih sering berantakan).

Mama menikah dengan Papa di usia 21 tahun sedangkan Papa 24 tahun. Mereka menikah dikarenakan perjodohan. Papa tertarik lebih dulu dengan Mama. Surat cinta Papa tidak dibalas-balas Karena penasaran, akhirnya Papa datang langsung dengan membawa orang tuanya dan langsung terjadi lamaran (Huiiihihi..!!). Keluarga Papa dan keluarga Mama memang masih termasuk keluarga dekat. Mama dan Papa pariban yang tidak terlalu jauh garis keluarganya.

Kata Papa, Mama adalah wanita dalam hidupnya yang paling alim. Jika digoda tidak merespon, makanya Papa penasaran. Sedangkan Papa salah satu cowo yang paling banyak di kejar-kejar wanita.Papa sudah mulai tertarik pada Mama pada saat ia masih duduk di bangku sekolah, hanya saja beliau tidak berani untuk mendekati. Mama datang ke rumah untuk mengantarkan kue saja, Papa langsung sembunyi dan mengintip-intip untuk melihat (Hahhaha…lucu banget dah).

Ternyata Mama sendiri memang tidak mau dijodohkan Waktu Papa datang ke rumah Mama, Mama langsung kabur ke kebun singkong. Di sana ia merenung sampai tertidur. Warga kampong sampai panic mencarinya karena dicari kemana-mana tidak ketemu. Selama di kebun singkong itu Mama berpikir apakah menerima atau tidak lamaran itu. Ia teringat akan firman Tuhan yang ada di Alkitab yang memerintahkan anak-anak untuk selalu menghormati orang tua. Mama adalah anak yang baik dan takut pada Tuhan, akhirnya ia memutuskan untuk menerima lamaran itu. Ia tidak mau melawan orang tua.

Terima kasih Tuhan, akhirnya Mama mau memutuskan untuk menikah. Karena l\kalau tidak, saya dan adik-adik saya tidak akan lahir hahahha…

Akhirnya menikahlah Papa dan Mamaku tersayaaangg…And They live happily ever after!!...

EITSSS!! Ternyata tidak tuhh!!.

Mama dibawa merantau oleh Papa ke Serang, Banten. Mereka tinggal di Komplek Kopasus karena Papa bertugas di situ (ngomong-ngomong Papa saya pensiunan KOPASUS loohh..*bangga). Menikah dengan Papa ternyata tidak membuat kehidupan Mama lebih baik. Papa masih menjadi tentara dengan bayaran tidak terlalu tinggi. Uang tidak pernah cukup untuk makan berdua (Papa benar-benar nekad nikahin Mama tanpa modal..Akakkak). Padahal di kampung, keluarga Mama termasuk keluarga yang berekonomi lumayan dibandingkan warga lain. Tapi kondisi seperti itu tidak membuat Mama mengeluh. Sebagai istri beliau tetap melakukan yang terbaik.

Sering kali saat beras sudah habis dan tidak cukup, Mama makan nasi dicampur dengan air dan garam. Beliau hanya makan itu saja. Mie instan satu-satunya ia simpan supaya Papa bisa makan enak. Papa tidak tahu kondisi Mama yang seperti ini hingga kadang-kadang Papa marah karena Mama tidak mau makan bersamanya. Padahal Mama menahan diri supaya Papa bisa makan enak. Makanya dulu Mama kurus sekali.

Beberapa tahun setelah menikah, akhirnya Mama bisa bekerja menjadi seorang guru. Walupun jauh dari tempat tinggal, Mama tetap pergi mengajar dengan giat. Saya tahu Mama adalah guru yang luar biasa. Terkadang dia mengeluh tentang pekerjaannya, tapi setiap kali ia membicarakan murid-muridnya, suaranya terdengar penuh kasih sayang dan matanya memancarkan bahwa murid-murid yang beliaru ajar amat berharga bagi Beliau.


Mama adalah wanita yang lembut sekaligus kuat. Di saat Papa harus tugas ke luar kota, bahkan luar pulau, Beliau merawat saya dan saudara-saudara saya sambil tetap bekerja. Memang ada saudara yang membantu, tapi Beliau tetap tidak pernah lupa merawat kami dan menemani kami belajar.

Terkadang karena terlalu banyak yang diurus, Mama bisa hilang konsentrasi. Beliau pernah lupa dengan nama saya pada saat mau berobat ke rumah sakit. Atau adik saya terluka karena Mama tidak melihat ada benda yang berbahaya di dekat adik saya.

Biarpun keadaan seperti itu, Mama masih menerima keluarga kami dari kampung untuk tinggal di rumah. Ia mengurus semua orang yang datang. Uang keluarga kami tidak cukup untuk member makan 8 orang di rumah. Karena itu, Beliau menjatah setiap makanan agar semua orang kebagian. Beliau tidak pernah menolak orang yang datang dan tinggal di rumah. Yang dia percaya, saat ada orang datang dan tinggal di rumah kami, mereka membawa berkat buat keluarga kami. Padahal tidak jarang ada saja orang yang membuat beliau repot dan pergi dari rumah kami dengan membawa barang-barang kami.

Mama sangat telaten merawat anak-anaknya. Kami selalu dirawat dan diberikan pakaian yang baik, makanan yang baik, sekolah di sekolah yang baik walaupun uang kami tidak terlalu banyak. Saya yang punya penyakit asma pun serinng menjadi perhatian utamanya. Di saat asma saya kambuh, tidak jarang beliau bangun di tengah malam hanya untuk memastikan saya tidur dengan nyenyak. Entah memberikan saya teh hangat, mengoleskan minyak angin ke punggung saya, atau sekedar membetulkan selimut saya supaya saya tetap hangat.

Mama sering sekali mengomel dengan kenakalan anak-anaknya. Dia ibu yang rapih, tapi anak-anaknya berantakan. Hahahhaha…Mama paling banyak mengomel tentang hal ini. Berali-kali Beliau menyuruh kami membereskan kamar kami sendiri, tapi ujung-ujungnya Beliaulah yang turun tangan membereskannya. Saya sendiri memang masih belum terlalu rapih, tapi setidaknya saya belajar merapihkan kamar dari Mama saya tersayang :D.

Mama adalah Ibu yang bisa tertawa. Saat mendengar cerita anak-anaknya atau keluarganya, beliau tertawa dengan lepas. Tidak jarang anak-anaknya menggodanya sampai tawanya tak bersuara. Mama adalah korban kami saat kami sedang iseng. Kepolosannya dan keluguannya menjadi kelebihannya. Beliau tidak marah jika kami sering meledek beliau ‘gaptek’, tidak gaul, atau saat kami merasa gemas karena beliau tidak mengerti dengan yang apa kami jelaskan. Hahahha…Tapi di situlah ‘lovely’-nya Mama. Kami selalu tertawa meledeknya tapi beliau juga ikutan tertawa karena itu cara kami bersenang-senang dan menunjukkan rasa sayang.

Mama pernah menangis. Saat anaknya membuat kesalahan dan memalukan nama keluarga, beliau menangis dan marah besar. Beliau menangis memikirkan masa depan anaknya, Beliau marah karena merasa bersalah karena tidak tahu cara mengasuh anak dengan benar. Hatinya hancur memikirkan bagaimana nanti kalau anaknya sudah menikah? Bagaimana nanti kalau anaknya mengasuh anaknya sendiri? Bagaimana dan bagaimana?

Mama menangis saat hubungannya dengan Papa rusak. Berkali-kali hatinya dikecewakan Papa, berkali-kali pula Beliau bertahan dan mengampuni. Ia menyimpan semuanya sendiri, tapi tetap saja pengampunan dan kasih ia berikan pada Papa. Ia tetap memperhatikan, merawat, dan menjaga Papa. Ia tidak pernah mau bercerai. Tidak pernah terlintas dipikirannya untuk bercerai.

Mama pernah kecewa. Beliau kecewa saat anak-anaknya tidak memenuhi apa yang menjadi kerinduannya. Pilihan pasangan hidup dan profesi anak-anaknya tidak seperti yang Beliau impikan. Anak-anaknya bekerja sebagai pegawai swasta, sedangkan Beliau ingin kami menjadi pegawai negeri supaya hari tua kami terjamin. Beliau ingin kami menikah dengan orang Batak untuk menjaga kami dalam lingkup keluarga dan ada yang menjaga kami. Tapi dua anaknya termasuk saya, memilih pasangan hidup dari luar suku kami. Tentu saja beliau kecewa, tapi kasih sayangnya tidak pernah berhenti melimpah atas kami.

Mama adalah gambaran kasih paling sempurna yang pernah saya lihat. Gereja mengajarkan kasih dan pengampunan pada saya sejak kecil, tapi contoh paling sempurna yang menunjukkan kasih dan pengampunan pada saya adalah Mama. Beliau tidak mengatakannya dengan gamblang, tapi Beliau melakukannya.

Mama adalah teladan dan panutan hidup saya. Tidak ada Mama lain seperti Beliau. Saya sangat mengharapkan kesehatannya, umur panjangnya. Kehadirannya di masa-masa saya akan menjadi seorang wanita dewasa, seorang istri, seorang ibu akan sangat berarti buat saya. Dialah wanita yang paling berpengaruh dalam hidup saya. My beloved Mother…Hugs and kisses for you, Mama..

Bahkan buah duren sebanyak apa pun tidak akan bisa membayar kasih sayang Mama…:D



Tuesday, October 25, 2011

Type A PERSON

Hari ini saya seperti tidak konsentrasi dengan pekerjaan saya (mungkin karena asik ngeblog. BERTOBATLAAAHHH!!). Saya banyak melupakan beberapa hal yang seharusnya saya kerjakan. Untungnya tidak urgent.

Tadi siang saya menemukan bahwa saya membuat kesalahan lagi. Saya punya tanggung jawab yang harus saya penuhi tapi saya tidak tahu dan alhasil saya tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya salah satu teman kerja saya memberi tahu dan saya pun keringat dingin. Saya takut sekali membuat kesalahan, apa lagi ini dengan atasan...Arghh!! Badan saya langsung terasa tidak enak. Seperti habis makan cabai dan pedasnya tidak hilang-hilang. Reaksi tubuh saya seperti itu. Menggoyang-goyangkan kaki dan meremas-remas tangan.

Puji Tuhan, Tuhan memang baik, atasan saya itu mengerti dengan penjelasan saya. Saya beritahukan ketidak tahuan saya. Dia malah bilang tidak apa-apa. Dia mengerti kalau saya juga sibuk dengan kegiatan Cup di sekolah (ngomong-ngomong saya belum cerita tentang cup di sekolah, nanti yaaa...:D). Saya bisa menarik napas lega. Tapi ada 1 masalah lagi. Bos saya meminta membuat janji bertemu dengan orang tua jam 2 siang, tapi sampai setengah empat orang tua murid yang dimaksud tidak kunjung datang. Saya takut sekali kalau sampai terjadi miss komunikasi. Puji Tuhan, Bos saya katakan tidak apa-apa, toh salah satu bos saya yang lain juga tidak hadir, jadi tidak enak juga dibicarakan tanpa beliau. Fiuuu....I am so Blessed.

Dari kejadian itu saya langsung berpikir, saya ternyata orang yang cukup kaku dan agak perfeksionis terhadap diri sendiri. Saya tidak mau salah dan takut gagal. Menurut bahasa Hippocratesnya saya ini melankolis, mudah tersinggung dan mudah khawatir. Tapi kali ini saya ingin menjabarkannya berdasarkan cerita Friedman & Ulmer (1984) (dalam Kepribadian Anda Tipe A atau Tipe B?).






Ciri-ciri ini ada di diri saya neh
  • Terobsesi berkompetisi hampir di semua aktivitas, meskipun hanya hal-hal kecil 
  • Kurang rela kalah meskipun pada anak kecil 
  • Ingin mendominasi dalam situasi sosial maupun bisnis 
  • Mudah tersinggung dan tidak sabaran pada orang lain, terutama orang yang kontra 
  • Memiliki opini yang tidak berubah 
  • Mudah tersinggung hanya oleh kesalahan kecil yang dilakukan orang lain 
  • Berkonsentrasi pada hal-hal yang salah dan hal-hal yang bisa menjadi salah 
  • Tidak mampu menertawakan diri sendiri atau orang lain 
  • Sangat bangga dengan diri sendiri 
  • Berpikir bahwa orang lain tidak bisa dipercaya dan memiliki motif tersembunyi 
  • Merasa kurang menyukai orang lain 
  • Melakukan gerakan-gerakan dengan cepat 
  • Tidak sabaran 
  • Sulit untuk duduk diam tanpa melakukan apa-apa 
  • Tidak nyaman untuk terus duduk di meja setelah selesai makan semua makanan 
  • Mencoba berpikir atau melakukan lebih dari satu hal pada saat yang sama 

Nah, yang ini Tipe B....

  • Sabar 
  • Pendengar yang baik 
  • Menghargai kenyamanan dan keindahan 
  • Tidak asyik sendiri dengan pencapaian-pencapaiannya 
  • Bersifat gampangan atau easy going 
  • Tidak kompetitif 
  • Membagikan tugas dengan nyaman 
  • Mengalokasikan waktu khusus untuk memikirkan suatu hal secara khusus 
  • Bergaya kasual 
  • Melakukan satu hal pada satu waktu 
  • Menikmati keberhasilan yang diraih baik oleh diri sendiri maupun orang lain 
  • Pembicara yang pelan 
  • Tidak membiarkan diri merasa terburu-buru 
  • Menikmati hadiah-hadiah 
  • Senang dengan bersantai 
  • Mengekspresikan kasih secara terbuka 
Ngomong-ngmong, kayaknya penulisnya tipe A. Kenapa tipe A ditulis cenderung negatifff?? (ga terimaa)... Yang pasti coba aja buka link di atas dan ukur kamu tipe A atau tipe B. Saya merasakan bahwa saya tipe A saat dipekerjaan. Benar-benar task oriented dan mudah stress kalau pekerjaan tidak segera beres.

Sekarang-sekarang ini belajar percaya sama Babe, kalau apa pun yang terjadi ada Babe yang bela hidup saya. Yang perlu saya lakukan adalah beri yang terbaik di mana pun saya ditempatkan. Kesalahan pasti ada, tapi berusaha untuk menimalkannya...So ga akan banyak orang dirugikan :D.

Yah, setidaknya saya masih ada sisi tipe B-nya hahhaha...seimbang itu memang baik.

lebih dari sekedar manusia: Orang baik (tidak) selalu mendapatkan pasangan yan...

lebih dari sekedar manusia: Orang baik (tidak) selalu mendapatkan pasangan yan...: Bila kita tak membaca tulisan di dalam kurung, bisa dipastikan kalimat yang tertulis pada judul ini sering kita dengar. Saya yakin anda akan...

Penyesalan selalu datang terlambat. Karena itu, berhati-hatilah dalam membuat pilihan. :D

Forgiveness...Forgive your friends!!


Efesus 4:26-27

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Tadi pagi baca renungan ini Jebakan Amarah di Jawaban.com. Ketemplak bangettt. Beberapa bulan terakhir saya banyak menyimpan amarah. Bertubi-tubi bahkan mungkin di hari yang sama bisa kecewa pada beberapa orang. Saya belum sempat mengampuni yang satu sudah ada orang lain lagi yang membuat saya kecewa. Saya tidak segera mengampuni, akibatnya saya banyak menumpuk amarah yang membuat saya menjadi keras hati dan sensitif.

Waktu saya ngambek sama aki, seperti yang saya ceritakan di sini, Tuhan mengingatkan saya tentang ayat di atas terus menerus. Tapi beberapa kali saya berkeras hati tidak mau mengampuni. Yang saya pikirkan, kalau saya mengampuni, nanti saya lupa kalau saya pernah disakiti. Kalau saya lupa pada rasa sakit itu, saya nanti akan merasa sakit lagi karena berharap. Logikanya masuk akal, tapi jauh dilubuk hati saya, saya tahu, kalau saya mengampuni, justru saya tidak akan mudah terluka lagi.

Somehow, ternyata iblis benar-benar bisa menyamar menjadi malaikat terang. Apa yang kita yakini benar, kadang-kadang malah hanya jadi batu sandungan untuk menjatuhkan iman kita.

Thank You banget sama Tuhan Yesus yang masih bentuk saya dalam hal ini. Saya dan saudara seiman saya bukan manusia super yang bisa langsung mengampuni seperti memutar telapak tangan. Mengampuni adalah proses, sampai saya benar-benar mengampuni dengan otomatis.

Yeaaayyy!!! :p


Monday, October 24, 2011

Agora-Mendamprat Diriku Sebagai Orang Kristen


Agora adalah 2009 Spanyol drama film sejarah yang disutradarai oleh Alejandro Amenábar dan ditulis oleh Amenábar dan Mateo Gil. Bintang-bintang film biografi Rachel Weisz sebagai Hypatia, seorang matematikawan perempuan, filsuf dan astronom di abad ke-4 Masehi Romawi Mesir yang menyelidiki kelemahan sistem geosentris Ptolemeus dan model heliosentris yang menantang itu. Dikelilingi oleh kekacauan agama dan kerusuhan sosial, Hypatia perjuangan untuk menyimpan pengetahuan kuno klasik dari kehancuran. Max Minghella co-bintang sebagai Davus, budak Hypatia, dan Oscar Isaac sebagai mahasiswa Orestes Hypatia's, prefek dari Alexandria.Cerita fiksi sejarah menggunakan untuk menyoroti hubungan antara agama dan sains di tengah penurunan politeisme Yunani-Romawi dan Kristenisasi kekaisaran Romawi. Judul film ini mendapatkan namanya dari agora, tempat berkumpulnya di Yunani kuno, mirip dengan forum Romawi. Film ini diproduksi oleh Fernando Bovaira dan ditembak di pulau Malta dari Maret sampai Juni 2008. Justin Pollard, co-penulis The Rise and Fall of Alexandria (2007), adalah penasehat sejarah untuk film ini.Agora telah diputar di luar kompetisi pada Festival Film Cannes 2009 pada bulan Mei, dan dibuka di Spanyol pada tanggal 9 Oktober 2009 dan menjadi film terlaris tahun tertinggi untuk negara itu. Meskipun film itu kesulitan menemukan distribusi, itu dirilis di seluruh negara menurut negara akhir 2009 dan awal 2010. Film ini mendapat persetujuan 54% rating dari Rotten Tomatoes keseluruhan. Agora memenangkan tujuh Penghargaan Goya di Spanyol, termasuk Best Original Screenplay.

Dari film ini saya belajar satu hal, apa yang kamu percaya tanpa kamu hidupi dengan benar akan menjadi hal yang mengerikan. Saya sebagai orang Kristen memiliki kepercayaan bahwa orang Kristen akan sering di tindas dan di siksa, tapi pada kenyataannya, meski pun ini sebuah film, ada masa-masa di mana orang-orang Kristen menjadi pelaku kekerasan bahkan menjadi pihak yang ditakuti karena kekerasan dan kejahatannya.

Tidak ada Kristus, tidak ada kasih, tidak ada mukjizat...yang dirasakan orang yang tidak mengenal Kristus adalah orang Kristen itu kejam dan jahat...

Film ini menjadi evaluasi bagi diri saya sendiri, orang Kristen yang seperti apakah saya. Sudahkan Kristus terlihat dalam kehidupan saya? Sudahkah orang lain mengatakan " Ada Kristus di dalam hidupnya."?...

Itu kerinduan terbesar saya, saat orang bisa melihat bahwa Tuhan yang saya sembah adalah Tuhan yang hidup...only by His Grace..

The Theory (Theory Makes You Stuck In The BOX)

Beberapa minggu belakang, entah kenapa saya diperhadapkan dengan obrolan tentang TEORY. Seperti yang orang banyak tahu, teori karena adanya perkiraan terhadap suatu hal, yang biasanya disebut dengan asumsi. Asumsi hanya akan menjadi asumsi kalau asumsi tersebut tidak dibuktikan.



Satu hari saya sedang mengobrol dengan sahabat saya di dalam kamar, sedangkan di luar kamar ada teman-teman satu gereja yang sedang komsel. Pembicaraan mereka sangat seru sampai mencuri perhatian saya. Salah satu dari teman saya itu membicarakan tentang bagaimana seorang Kristen yang semakin banyak tahu malah semakin menyebalkan di mata orang banyak.

Misalnya, larangan menggunakan adat waktu menikah yang sering disebut dengan menyembah berhala. Semua orang Kristen yang punya kepercayaan seperti ini akan terlihat aneh di mata orang lain dan saat mereka mempertahankan iman mereka dengan tidak mau melakukan adat akan terlihat menyebalkan (believe me it happened...) Saya bertanya-tanya benarkah iman orang seperti ini, karena pada akhirnya teman saya melihat hal tersebut sebagai batu sandungan, bukan berkat...Jadi??

Di pembicaraan yang lain, saya sedang ngobrol dengan salah satu sahabat saya. Ia menceritakan bagaimana ia memandag gereja tempat ia beribadah sebagai gereja yang munafik karena apa yang diajarkannya tidak masuk akal dan tidak masuk rasionya. Seperti misalnya 'pacaran' yang dianggap tidak alkitabiah. Ia menjabarkan arti dari pacaran dari kamus bahasa Indonesia dan bagaimana dulu tidak ada istilah pendeta tetapi sekarang ada dan berbagai macam istilah lainnya. Yang maksudnya adalah jaman sudah berubah, suatu hal yang wajar kalau gereja bisa menyesuaikan diri dengan istilah-istilah tanpa mengeneralisasikannya dengan cara negatif.

Waktu itu saya hanya bisa menjelaskan bahwa kita tidak bisa berpikir di dalam kotak dan melihat satu sisi sebuah masalah. Jika kita memakai satu teori atau asumsi pada satu hal, teori itu bisa saja salah. Yang bisa dilakukan hanyalah dengan melakukan pembuktian. Pembuktian dengan cara?? Bertanya lebih lanjut dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Jika tidak mau melakukannya lebih baik diam dan berhenti menilai.

Maksud saya di situ, kita tidak selalu benar. Apa yang kita nilai dan kita patok tidak selalu benar. Tuhanlah hakim dari semuanya. Jika ada satu atau beberapa hal tidak sesuai dengan hati nurani kita, bukan berarti mereka salah. Lebih baik ambil jarak dan katakan kita tidak sependapat dan tidak bisa mengikuti cara mereka.

Yang paling penting, BERTANYA PADA TUHAN, benarkah penilaian kita? Benarkah hati nurani kita yang sedang bicara atau hanya ketakutan akan standar dan ideliesme yang kita bangun akan runtuh, yang sebenarnya berdasarkan pengertian sendiri dan kita bangun dibawah dasar kesombongan, bukan kasih  ??

Back to our own opinion...We are not always right, but He is.


My Lovely Nephewww....

Kakak saya beberapa waktu lalu mengupload video ponakan saya ke youtube. Dia sedang pup sambil diajak bernyanyi. Senang sekali melihatnya. Sudah besaaarr >.<...

Dulu dia masih seperti ini ...

Sekarang sudah seperti iniiii...


Anak-anak cepat besar yaaa...Apa yang kita omongin mereka ikutin. Apa yang kita lakukan mereka juga ikutin...So cute..tapi juga harus hati-hati supaya mereka ga salah modeling...akakka

Yang pasti saya sangat sayang pada ponakan saya satu ini..dan yang satu lagii...hehehhe..They are so cutee and sweeett.

Luna and Obey

Yang pasti sekarang lebiih gede dari yang di foto. Suka menari dan menyanyii..>Arghhh....Miss them so mucchhh 

Talk About Love



                                                               •Subjective Love VS Objective Love

Saat anda mula menyukai seseorang, cobalah untuk berfokus untuk membahagiakan orang yang kita cintai. Berkorbanlah sesuatu untuk orang yang kita sukai, jangan pernah berfikir untuk menyenangkan diri sendiri, karena hal itu akan menguras tenaga dari pasangan kita, dan membuat mereka lelah.


•Envious Love VS Jealous Love

Pernahkah anda menyadari bahwa kecemburuan yang kita miliki ternyata kecemburuan yang tidak sehat? sebenarnya cemburu boleh-boleh saja, tapi apakah cemburu itu karena hal yang masuk akal, atau hanya cemburu buta semata yang membuat pasangan kita merasa terkekang dan lelah untuk menuruti semua kemauan kita. Berhati-hatilah saat kita mulai terlalu sering cemburu pada hal-hal kecil yang dilakukan oleh pasangan kita.


Romantic Love VS Real Love

Saat anda mulai menjalani hubungan dengan pasangan anda, janganlah terus berfokus pada hal-hal yang dapat membuat kalian terus menerus berada pada bayangan semu alias screensaver dari cinta. Anda harus manyadari realita yang ada. Karena kita bukan hidup hanya berdasarkan khayalan cinta. Saat kita menikah, maka kita akan membutuhkan banyak hal,terutama materi.



•Activity Center VS Dialog Center
Jangan pernah takut untuk berbeda pendapat dengan pasangan kita, karena dari perbedaan itu kita dapat saling mengenal karakter pasangan kita masing-masing. jangan terus menerus berfokus pada kegiatan kita berdua, tetapi cobalah untuk mengerti kemauan pasangan kita masing-masing lewat percakapan yang berkualitas.


Sexual Oriented VS Personal Oriented

Apakah anda menyukai pasangan anda hanya karena fisiknya yang mungkin sempurna bagi anda? jika iya, maka putuslah sekarang sebelum semuanya terlanjur jauh terperosok ke arah sexual oriented, dimana kalian berdua akan terjerumus pada dosa seks. Cobalah untuk berganti fokus pada personal oriented, agar kalian dapat lebih saling mengerti karakter kalian masing-masing saat mengalami berbagai suasana. Coba anda pikirkan hal ini : "saat anda terjerumus pada dosa seks, anda tidak malu-malu untuk melakukannya, tetapi mengapa saat hamil di luar nikah, kalian ingin cepat-cepat dinikahkan sebelum perut sang wanita mulai membuncit?? bukankah sangat luar biasa saat anda lebih berani mengambil keputusan untuk mengikuti bimbingan pra nikah yang memang sudah di anjurkan dan akhirnya bertobat lalu menikah tanpa harus malu walaupun perut sang wanita sudah membuncit??"

Sumber: Hikmat Tuhan

Love him so much, Lord. Love You too \>.



Merujuk pada masalah emosional saya, akhirnya saya dan aki membuat rules baru buat masalah touching. Kita membuat garis baru yang berdasarkan kebutuhan kita, bukan idealisme kita. Kenapa saya bilang kebutuhan karena saya termasuk dalam orang yang bahasa kasihnya physical touch.

Bersyukur banget Tuhan jagain dan tegur soal ini. Kalau sebelumnya kita banyak touching tetep masih ngerasain itu karena sayangnya Aki. Tapi Tuhan lebih jauh ga pengen hubungan dan rasa kasih itu jadi ga murni. Kalau kita terusin untuk langgar rule itu, pasti nanti akan ada kompromi-kompromi yang lain. I love Him so much..and I love him so much too...

Saya tidak mau kehilangan hubungan dengan Tuhan Yesus, tapi saya juga mau tetap jadi bagian dari hidup Aki. Orang yang Babe tempatin di sisi saya.


Waktu mau bicarain masalah ini sempat takut juga, tapi waktu saya mau mengatakannya Tuhan ingetin lagi tentang kerpercayaan pada Aki, kalau Aki pasti ngerti. Akhirnya ngomong dan seneng dengan reaksi aki yang setuju. Memang ternyata apa yang sering Aki lakuin ke saya, sama seperti pada adiknya. That's the way he show his love (so sweet).

Dan kita komit lagi buat simpen semua sebanyak mungkin sampai di merit. Pernikahan kudus yang memang kita rindukan...Love him so much, Lord. Love You too..(BIG HUGSSSS HUGSSS)

Why I'm so emotional These Dayss...

Hari ini saya buka blognya ci Lia lagi tentang Emotional Dependency dan batasan dalam pacaran. Nemplak banget. Jadi realize kalau saya sudah banyak kompromi dengan hubungan saya.

Pertama emotional dependency. Pengakuan dosa, saya mencari kenyamanan dan rasa tenang saya bukan lagi kepada Tuhan Yesus Kristus/ Bapa di surga....Saya mencarinya dari Aki. Saya melimpahkan kasih sayang saya, perhatian saya pada dia. Wajar saja saya menjadi penuntut dan tidak tenang. Roh tentram dan lemah lembut itu seperti lari dari diri saya. Nyesek banget waktu menyadari hal ini. Saya menduakan Tuhan... T.T

Kedua, saya menginginkan Aki lebih dari seharusnya. Beberapa kali Tuhan ingetin bahwa Aki milik Dia dan bukan milik saya. Saya milik uhan dan bukan milik Aki. Saya keluar dari batasan yang saya buat. Batasan supaya saya tidak terluka dan melukai orang lain. Saya tidak punya hak apa pun untuk menuntut dia. Banyak kompromi  yang saya lakukan yang membuat saya ketergantungan pada dia. Saya lupa pada janji saya untuk menjaga dia dan diri saya sendiri, terutama soal psychal touch. Walaupun ga gimana-gimana, bagaimana pun kami melanggar komitmen yang sudah kami buat..

T.T...Mungkin buat orang biasa itu bukan dosa, tapi buat saya sendiri saya merasa gagal menjaga Aki. Gimana pun, yang saya ingat saya ingin menyayangi dia seperti Tuhan menyayangi dia...I'm so sorry, Lord. I'm so sorry, Lord....

My Aki B'day--so complicated

Dari awal bulan sudah nunggu-nunggu banget ultah Aki. Udah mikirin mau kasih kado apa, bahkan voucher metro aku pilih daripada voucher Carefour supaya bisa beli sesuatu buat Aki. Hueeehh...Kalo saya baca lagi kalimat ini sepertinya saya sedang mabuk..

Sepertinya memang begitu karena di hari ulang tahun Aki suasana malah tidak enak seperti yang saya harapkan.
Pagi-pagi saya langsung sms dia untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan saya minta ia datang ke kosan setelah pulang latihan teater di gereja. Tapi dia tidak mau karena mau merenung di hari ulang tahunnya. Ingin mengingat kalau dia sudah lebih dewasa dan tidak boleh main-main.

Sebagai cewenya harusnya saya merasa bangga dengan niat Aki, tapi tidak tahu mengapa saya merasa sakit sekali. Apa yang saya siapkan dari minggu-minggu lalu (walaupun hanya sekedar kado) seperti tidak dihargai dan sia-sia. Jujur sekali hati saya sakiit minta ampun, saya sendiri tidak tahu kenapa bisa merasa seperti itu.

Friday, October 21, 2011

lincip: Hidup ini sederhana

lincip: Hidup ini sederhana: Ada email dari temen nich, aku share di blog ya, smoga bermanfaat. Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke d...


Baguss neeehhh. Kudu dibacaaa...very goooddd

Every One’s a Shining Star


Every One’s a Shining Star
(Tunas Muda’s School Song)



Proud are we to be

In sekolah Tunas Muda

Where we strive to learn wholeheartedly

Of the world both near and far



Courage is the key

We dare to open every door

We shall ask and seek the answers

And never tire to learn much more



CHORUS

To be the best that we can be

Reach further that the sea

As we nurture growth together

The seeds of victory



For everyone’s a shining star

No matter where we are

We’ll achieve the most

out of every post in life

At Sekolah Tunas Muda



Pride is in our hearts

We hold the nation in our hands

We embrace the folds of humankind

And the speech of other lands



Leaders with a soul

For we proclaim humility

Our respect for all is foremost

For we are one big family



BRIDGE

Not a scale to weigh our wisdom

Not a rope to scale our dream

Not a fence to mark the boundaries

Of our wolrd





Finally I decided To Choose

Jadi masalah gua yang INI akhirnya saya ambil keputusan untuk memilih keluarga dan kelas CB. Thank you buat Nara yang aduk-aduk otak saya. Diputer-puter seperti tali laso sampai bingung sebenarnya kami sedang membicarakan apa. Tapi akhirnya dapet peneguhan juga..

Saya tahu kalau saya PKS dan harus bertanggung jawab dengan anak-anak komsel saya. Tapi saya sendiri punya kapasitas dan sedang dalam titik dimana saya sedang tidak bisa memberikan apa-apa lagi pada orang lain. Hati dan pikiran saya butuh istirahat. Penghiburan saya (selain Tuhan), yang paling berpengaruh adalah di dekat keluarga saya. I can be my self  (like a jerk) when I am with my family.

I am so sorry for my komsel friend. Bukannya aku ga peduli, bukannya aku ga care, bukannya aku ga mikirin...Tapi kalau aku maksain diri, aku takut meledak dan malah kamu yang kena efeknya. Maaf ya... T.T

Yang saya percaya, siapa pun yang nanti membina teman komsel saya tersebut, dia adalah orang yang tepat yang sudah Tuhan tentukan. God bless you my sister... >.<...

Saking pusingnya mikirin masalah ini, sampai punya pikiran jelek kayak masalah gereja . Memang ya...perasaan n emosi itu bisa lebaaayy luar biasa.

"Anda berhak melayani sejauh Anda bersedia melayani"--ESC

The Church Will not Pay me For my Service

" Kalau capek kerja masih dibayar, kalau pelayanan dapet apa coba?"
Tiba-tiba kalimat itu terlontar dari mulut saya sendiri. Mulut yang selalu saya biasakan untuk mengatakan kata-kata berkat pada orang lain. Apakah saya khilaf? Tidak saya mengatakannya dengan penuh kesadaran dan sejujurnya itu jeritan hati saya.

Apakah artinya saya ingin gereja membayara saya? Tidak. Apakah saya ingin gereja menghargai saya? Tidak. Itu adalah jeritan hati saya kalau saya sudah sampai di titik puncak dimana mungkin sebentar lagi saya akan jatuh dan burn out dengan pelayanan saya.

I'm not blaming the church. Saya tahu semua yang saya rasakan itu adalah akibat dari perbuatan saya sendiri. Mengambil 3 pelayanan sekaligus. Pemimpin komsel, kakak pembimbing anak jalanan, dan pelayanan seni peran (sebelumnya saya masih mengikuti les bahasa Inggris dan mengajar les, tapi sudah berhenti).

Saya merasa terjebak dengan kebodohan saya sendiri. Pelayanan menjadi seperti rantai belenggu  yang membuat saya tidak bisa bergerak. Pelayanan bukan lagi seperti kasih karunia dan kehormatan, tapi menjadi kutukan (walaupun sebenarnya bukan).

Kalau mau jujur-jujuran, all I need is support. Support from my komsel friends. I want they take a part for this komsel. Bukan cuma saya atau sari (partner komsel)...Bisa dibilang saya kelelahan dan kewalahan. Seperti memberi daging saya pada orang lain tapi saya sendiri tidak makan apa pun. Mungkin orang tidak melihat saya kurus secara roh (karena saya berisi secara fisik LOL)...

Saya tidak bisa bilang gereja munafik karena saya bagian dari gereja...dan sebenarnya saya pun orang munafik. Saya tidak bisa marah pada gereja karena saya belum benar-benar memberikan yang terbaik gereja. Yang saya bisa lakukan hanya marah pada diri sendiri karena tidak mati-matian memberi yang terbaik untuk komsel saya.

Apakah saya akan memberi lebih lagi? Tidak, saya tidak bisa. All I can say.. ENOUGH...I need to stop. Saya tidak mau membuat semuanya semakin berantakan. Semakin saya berusha bertahan, hati saya semakin pahit dan tawar. Semakin pahit dan tawar hati saya, akan semakin banyak orang yang terluka...I want to STOP...

Saya akan berhenti menjadi pahlawan. Saya bukan manusia super.

HELP ME!!

I think I'm going crazy...I want to cry. I don't know what to say...
My friend informed me that she didn't find anyone to mentor my Komsel friend in Champion Gathering. It's breaking me down. All this day I just want to cry.

As a Komsel leader I want to give my time to be her mentor. But....Yesterday was my Father Birthday. I am going to go home to celebrate his birthday. Beside, this sunday I have to teach in Chracter Building Class. But in the other hand I am afraid that I will make a mistake if I don't mentor my Komsel friend. There are so many person will be disappointed.


I don't know...My family is so important to me. The Character Building class too...My komsel friend too...What should I do..I'm just hoping  my Lord will send me a helper...A helper who will give her time to mentor my friend...It's so complicated.

God help me please,..Help me please....Please, help me Lord....

Thursday, October 20, 2011

HAPPY B'DAY My FATHER.. ^^

Happy B'day to My Father. Opung ni Nathanael!!


Sekarang umur Beliau sudah 54 tahun..Woooww...Panjang umur buat Papa tersayang. Sehat selalu sampai liat cicit Amiiinnn...

Udah banyak cerita nano-nano tentang Papa dari pait, seneng, bangga semua udah dialamin. Bangga jadi anaknya Papa. Dengan segala kekurangan dan kelebihan Beliau, Beliau adalah teladan dalam hidup gua tentang berjuang untuk hidup, untuk keluarga, ga menyerah sama keadaan, ga tinggal diam terhadap situasi yang ga baik. Take a part for every situation...Kepedulian itu penting terhadap orang lain. Tidak apa orang lain tidak menghargai kita, yang penting kita harus respek pada orang lain. I am so proud of him. God bless my Father always..

Gift For Aki.. -^^-

 
Waktu liat ini langsung jatuh cintrong.
Liat-liat yang lain tetep sreg yang ini
 
Yeaayyy hari ini jadi beli kado ulang tahun buat aki. Tadinya bingung mau kasih apaan. Takut uang ga cukup juga. Sebenarnya sudah beli EDT dari Oriflame, tapi berasanya kurang. Jadinya ke rencana awal buat beli sesuatu dari METRO. Begitu masuk ke METRO langsung liat blazer ini dan langsung suka, harganya juga pas. Happy bangeettt. Udah lama juga Aki lagi cari blazer yang semi formal. Yang ini keren banget. Sebenarnya ada yang warna hitam tapi karena terlalu biasa pilih yang abu-abu. Harganya lumayan, untungnya sekolah kasih voucher METRO yang lumayan dan memang sudah rencana dari jauh hari buat dipake beli kado buat Aki.

Tampak depan dan tampak dalam


Sudah dapet kadonya langsung cari kertas kado di GRAMEDIA. Cepet juga nemunya di sini. Ketemu kertas kado garis-garis warna hijau biru, suka banget liat warnanya. Udah dapet kertas kado langsung cari kartu. Yang ini agak susah. Suka kartu yang agak polos dengan kata-kata yang ga terlalu gompret. Ternyata susah banget nyarinya. Terus Daniel nemu satu kartu gambar sepeda yang ada kado timbul gitu. Bagusss banget. Langsung suka. Langsung pilih itu, tapi waktu dikasih notanya ternyata harganya mahal bangeeett. Ga nyangka harganya segitu. Batalin deh dan pilih kartu yang lebih murah, walaupun itungannya lebih mahal. Ini dia kartunyaaa.

Di kartu di tulis lagi ucapan dan doa buat aki + ayat dari Mazmur 37: 25

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua,
Tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti..
 
Tadaaaaaa

 Doa buat aki kalau hidupnya akan selalu diberkati dan dia akan selalu jadi orang yang dibenarkan oleh Tuhan. Udah ditulis kartunya, dibungkus deh kadonya. Ga dimacem-macemin, simple aja. Yang penting isinya. Hehhee…So happy..

 
Padahal besok juga Bokap ultah, tapi dompetku keburu tongpes. Rencananya sih patungan sama ade2 saya buat beliin sesuatu buat Bokap. Semoga uangnya cukup. Hehhehhe. Dua pria terpenting dalam hidup gua ulang tahun di bulan Oktober. Bulan yang baikk deh yaaa…






Wednesday, October 19, 2011

The 365 Day with God Project: Day 59 - Pemimpin yang Tidak Sempurna

The 365 Day with God Project: Day 59 - Pemimpin yang Tidak Sempurna: Beberapa hari ini, saya disadarkan satu hal, kalau pemimpin itu ga selamanya perfect.. malah most of the time, yang ga perfect yang jadi pem...

Kicau Anak Jalanan: Ordinary Teacher with a Great Heart

Kicau Anak Jalanan: Ordinary Teacher with a Great Heart: Hmm..Yang ini mungkin tidak ada sangkut pautnya dengan adik-adik bimbingan, tapi cewe ini sangat luar biasa dan bisa jadi inspirasi buat sia...

I left my handphone!! How could I !!??



Hari ini kayaknya saya benar-benar ngantuk berat. Handphone yang sangat penting SONYERICSON kesayangan saya itu, saya tinggalkan di kamarrrr...Bagaimana saya bisa SMS-an sama Aki?? Hiksss....Belum lagi hari ini ada janjian sama teman. Bagaimana cara kasih tahu mau ketemuan dimana...Kacauuuuu...

Waktu itu ketinggalan dompet, sekarang ketinggalan Hp...hueeh...jangan sampai terulang lagi.

Get Well Soon, Sir.

Kemaren bos saya tidak masuk, hari ini juga dia tidak masuk. Antara senang dan tidak senang. Senang karena bisa kerja tanpa tekanan (padahal bos saya orang yang baik, tapi namany bos memang auranya berbeda). Tidak senang karena saya tahu sakit itu tidak enak dan kemungkinan besar sakit beliau karena stress.

Beberapa hari yang lalu beliau curhat tentang jam kerjanya yang bisa dibilang overload. Selain menjadi koordinator matematika beliau juga harus jadi koordinator Diploma Program + mengajar matematika untuk secondary yang jam kerjanya hampir sama jumlah jam mengajarnya seperti teacher tanpa tanggung jawab lebih.

Kalau seandainya beliau sakit karena stress, saya rasa itu normal. Bayangkan saja, waktu libur beliau datang ke sekolah untuk bekerja dan dia bilang di rumah dia tidak bisa bekerja. Saya cuma berpikir " Liburan 'kan harusanya main sama anak, Pak."....Yeah, tapi orang tipe taskoriented seperti beliau pasti orang yang tidak betah kalau pekerjaannya belum selesai. Waktu liburan dia pakai untuk menyiapkan bahan pelajaran. Erghhh...membayangkan load kerjanya saja saya sudah pusing dan stress...

Yah, yang pasti Get weel soon buat bos saya.

Tuesday, October 18, 2011

Kicau Anak Jalanan

Saya baru saja membuat 1 blog baru untuk catatan saya tentang bimbingan yang saya dan teman-teman berikan untuk adik-adik marginal. Terutama adik-adik SMP dan SMA. Semoga catatan saya ini bisa menjadi evaluasi bagi saya, bisa jadi input dan sumber informasi buat orang-orang yang membutuhkan juga.

Aminnn...
Blognya bisa dibuka di sini yaa Kicau Anak Jalanan

My Love Language


Bahasa Kasih, apaan tuh? Sering ga menemukan diri kita mentok bagaimana caranya membuat orang yang kita sayang bahwa kita benar-benar sayang sama dia, tapi orang tersebut tidak mengerti-mengerti juga. Itu bukan berarti orang tersebut keras kepala, tapi ternyata cara kita yang salah menyampaikan kasih kita pada orang tersebut. Kenapa? Karena tiap-tiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menyayangi dan disayangi (bahkan untuk hal ini Tuhan membuat orang beda-beda. Babe terlalu kreatif :p)
Pembahasan tentang bahasa kasih sendiri sebenarnya sudah banyak. Coba searching di google dan kita pasti menemukan berbagai artikel tentang bahasa kasih dari A-Z. Orang yang memperkenalkan tentang bahasa kasih itu sendiri namanya Gary Chapman (sejujur-jujurnya saya belum pernah membaca buku beliau).

He said that there are 5 Love Language. Buat tahu bahasa kasih kamu apa bisa test di alat ukur ini.

     1. Kata-kata

 Orang akan merasa disayang dan diperhatikan saat sayang itu benar-benar diucapkan. Bisa juga lewat pujian dan penghargaan seperti, terima kasih, good job!, kamu cantik sekali hari ini dan sebagainya. Orang yang bahasa kasihnya kata-kata  biasanya akan banyak menunjukkan kasih sayangnya pun lewat kata-kata. Jadi pasti tidak sulit untuk mengenalinya.




2. Quality Time

Orang dengan tipe seperti ini biasanya akan merasa sangat diacuhkan kalau orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk dan tidak mau menemaninya melakukan sesuatu atau sekedar mengobrol. Waktu yang dihabiskan pun bukan sekedar hahaha hihihi tetapi berbagi informasi dan curhat dari hati ke hati. Orang yang memiliki bahasa kasih seperti ini pasti dia akan menunjukkan kasihnya dengan bersedia menemani kita kemana pun kita minta. Saat kita curhat dia akan mendengarkan dengan serius dan tidak mempedulikan yang lain. Saat itu dia benar-benar memberikan waktunya hanya untuk kita.


3. Receiving Gifts


Heheheh...Orang yang seperti ini memang agak mahal dan sering dibilang matre karena akan merasa disayang bila mendapat pemberian atau hadiah. Tapiii...Orang yang bahasa kasihnya seperti ini pun biasanya akan melimpahkan banyak hadiah dan pemberian pada orang-orang yang disayang. Kadang-kadang malah tidak hitung-hitungan.


4. Acts of Service

Enak banget deh yang sekelilingnya banyak orang dengan bahasa kasih ini, pasti kita akan sering dilayani dan dibantu. Iya, orang dengan bahasa kasih act of service  biasanya akan merasa disayangi pada saat mereka dibantu dan ditolong. Apalagi pertolongan itu datang tanpa diminta. Jadi untuk menunjukkan kasih sayang pada orang seperti ini pun bisa dengan memberikan pertolongan dan bantuan, apalagi kalau kita melihat orang tersebut sedang dalam kesulitan.





5. Physical Touch

Nah, kalau yang ini pasti lebih mudah dilihat juga. Orang yang kalau bicara sering menyetuh dan terkesan manja (mengelayut seperti monyet..:p) biasanya orang yang memiliki bahasa kasih physical Touch. Mereka sendiri pun akan banyak menyentuh orang lain untuk menunjukkan perhatian dan kepeduliannya. Kadang-kadang orang seperti ini tidak perlu diberi hadiah, cukup dengan tepukan di bahu atau kepala sudah sangat merasa disayang (just like me).


Itu tadi 5 Love Language  yang terkenal dan sudah tersebar ke seantero dunia dan sepertinya sudah banyak digunakan teorinya oleh banyak orang untuk meningkatkan kualitas hubungan mereka.

Saya sendiri ternyata adalah orang yang bertipe 1 dan 5. Saya suka memotivasi dan mendukung orang lain. Memberikan apresiasi, tapi saat apresiasi tidak bisa saya gunakan, saya akan memberikan sentuhan untuk memberikan dukungan saya.

Ini hasil saya. Tadaaaa!!


Yang sulit saat dalam membangun hubungan dengan calon PH (Pasangan Hidup) saya. Saya sering bingung harus melakukan apa untuk menunjukkan rasa sayang dan kepedulian saya. Awalnya saya benar-benar tidak berani menyentuh karena saya sendiri memang tidak terbiasa menyentuh teman-teman lawan jenis saya. Tapi pelan-pelan saya belajar memberanikan sentuhan kecil tapi berarti, seperti menepuk bahu atau sekedar menggenggam tangannya sebentar untuk menunjukkan kepedulian dan dukungan saya.

Setelah saya banding-bandingkan ternyata saya melakukan hal yang sama pada keluarga saya dan sahabat-sahabat saya. Saya merasa sangat nyaman saat bisa memberikan sentuhan yang aman buat mereka. Seperti sedang mentransferkan kekuatan yang besar pada mereka pada saat mereka sedang sedih. Atau sebagai pengganti kata ' I love u' saat saya tidak bisa mengucapkannya (saya tidak biasa mengucapkan kata-kata itu pada orang-orang yang saya sayang :D).

Yah, sentuhan tangan buat saya memang sangat penting. Mungkin karena bahasa kasih saya tersebut. Saya tidak akan menyentuh seseorang jika tidak benar-benar ingin menyentuhnya. Begitu pula dengan kata-kata. Saya tidak akan memberikan dukungan pada orang lain jika saya tidak benar-benar ingin melakukannya.

Mungkin orang dengan bahasa kasih yang lain akan berpikiran berbeda dengan saya, tetapi dengan konsep yang sama. Waktu itu penting sekali, hadiah itu penting sekali atau membantu orang lain itu penting sekali. Itu sebabnya kita perlu tahu bahasa kasih kita sendiri dan orang-orang yang kita sayang. Supaya tidak  misskom.

sumber : Terang Dunia , Arsel

Monday, October 17, 2011

I want to STILL

Sudah seminggu lebih ini saya mengalami beberapa hal yang mengaduk-aduk emosi saya. Mulai dari masalah hubungan saya dengan Aki, pelayanan saya yang keteteran dan pekerjaan yang mengharuskan saya lembur. Saya seperti kelelahan luar biasa. Walaupun masih ada tenaga.


Saya merasa bodoh dengan semua keputusan yang saya ambil. Sering kali saya merasa seperti dimanfaatkan. Saat saya berusaha dengan maksimal, orang sepertinya tidak mau memberikan kontribusi yang sama besar dengan saya (hanya asumsi). Seolah-olah semua orang menumpahkan semua tanggung jawab dan persoalan kepada saya.

Lelah, cape, berbeban berat. Badan ini seperti ditumbuk ke bumi dan saya tidak bisa kemana-mana. Rasanya seperti semua orang menumpahkan semua tanggung jawab lalu pergi. Mereka mengatakan "kita satu tim", tapi yang saya rasakan, mereka pergi dan meninggalkan tanggung jawab itu pada saya. Saya tidak tahu apakah yang saya rasakan benar atau tidak. Saya hanya merasakannya...


Apakah saya terlalu baik? Bahkan saya tidak sanggup menulis apa yang mereka lakukan pada saya supaya orang tidak menilai mereka buruk karena masalah itu memang hanya antara aku dan mereka. Yah, tetap sih saya menceritakannya waktu saya memuntahkan isi hati saya pada sahabat-sahabat saya yang saya percaya.

Sebenarnya saya sering menemukan diri saya terjebak dalam kondisi ini dan yang saya rasakan cuma satu, ingin tinggal tenang di dalam Tuhan. Bersembunyi di balik ketiaknya. Tidur tenang dan membiarkan Dia yang bekerja setelah saya mengacaukan segalanya.

Iya, semua pelayanan yang saya ambil menjadi berantakan karena ketidak fokusan saya. Saya tidak mempertimbangkan kapasitas saya dalam membagi waktu. Sekarang pelayanan-pelayanan ini keteteran. Saya seperti membuat banyak orang yang bergantung pada saya terombang ambing, bertahan sendirian. Apakah semua tanggung jawab saya sepenuhnya? Sekalipun tidak sepenuhnya tanggung jawab saya, saya merasakan melalaikan bagian saya....Saya benar-benar membenci kegagalan...=.=


Rasanya mau nyanyiin lagu ini keras-keras..



Hide me now

Under Your wings

Cover me

Within Your mighty hand

When the oceans rise and thunders roar

I will soar with You above the storm

Father you are King over the flood

I will be still and know You are God

[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/h/hillsong_united/still.html ]


Find rest my soul

In Christ alone

Know His power

In quietness and trust

When the oceans rise and thunders roar

I will soar with You above the storm

Father You are king over the flood

I will be still and know You are God









Thursday, October 13, 2011

Ingin Peranan Yang Lebih Besar...OMG...Could I??

Hari ini salah satu bos saya meminta saya untuk memilah-milah mana dari project CAS anak murid yang paling bagus untuk displayed di papan CAS. Beliau membukakan website yang bisa saya gunakan untuk mendapatkan sumber informasi yang banyak.






Dari website tersebut ternyata saya bisa mendapatkan informasi kegiatan anak-anak murid untuk memenuhi kriteria CAS. Waktu saya membuka-buka dan membaca saya merasakan hati saya terbakar. Saya merasakan passion untuk bisa terlibat dalam perkembangan pendidikan mereka. Bisa dibilang api ambisi saya di dunia pendidikan dan pembangunan karakter semakin terbakar.

Entahlah, apakah Tuhan akan beri saya kepercayaan untuk benar-benar mengajar anak-anak murid, atau cukup dengan hanya menjadi pembimbing OSIS dan sekretaris yang bekerja di belakang meja. Saat ini saya bersyukur dengan pekerjaan yang Tuhan percayakan, tapi kalau boleh, saya ingin terjun lebih dalam ke dunia pendidikan.

Yang pasti saya merasakan kalau Tuhan memang ingin saya berada di sini. Entahlah, semenyebalkan murid-murid, saya tidak bisa marah. Saya cuma bisa memikirkan bagaimana caranya menyampaikan apa yang baik dan benar tanpa membuat mereka merasa dilabel atau dicap atau apa pun. Tapi tetap memang saya tidak bisa menghindari situasi yang memungkinkan murid-murid akan kesal pada saya. Yahh…Bagaimana pun keteladanan tetap menjadi hal yang penting.

Saya berharap anak-anak yang pernah saya ajak bicara, saya tepuk bahunya, saya tegur atau apa pun, bisa menjadi pribadi yang unik. Mimpi terbesar saya, mereka bisa menjadi history maker dimana pun mereka berada.

I hope so..I hope so..I hope so…

Wednesday, October 12, 2011

Pelikan Yang Gemuk

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung, tetapi di kota Montereya-California hal seperti ini tidak terjadi.Di kota ini burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan karena banyak sekali pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan yang berserakan. Hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis dan pabrik pengalengan mulai tutup, burung tersebut mengalami kesulitan.


Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati. Para pecinta lingkungan hidup berusaha keras menyelamatkan mereka, berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan setempat, hasilnya luar biasa pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya. Perlahan pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga, akhirnya pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.
Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia, menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari panca inderanya: 1% dari rasa, 1½ % dari sentuhan, 3½ % dari penciuman, 11% dari pendengaran dan 83% dari penglihatan.
John C. Maxwel, seorang pakar kepemimpinan, dalam sebuah surveinya membuktikan bahwa : “Bagaimana seorang menjadi pemimpin?” 5% akibat dari sebuah krisis, 10% adalah karunia alami dan 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.
Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah dengan bergaul dengan orang yang berprestasi yang bisa Anda temui. Perhatikan cara mereka bekerja, teladani hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan penting dalam hidupnya.
 
Sumber : HIkmat Tuhan

Tuesday, October 11, 2011

Kenapa Saya Memaksa Orang Menuliss?!!

Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita. Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya.
(sumber: Baca tulisan Niahidayati)

Hmmm...Baru baca sedikit dari manfaat menulis saja sudah membuat orang ingin menulis kan?
Setiap kali saya bertukar pikiran dengan seseorang, sering kali saya mengatakan pada orang tersebut untuk menulis, menulis, menulis dan menulis. Menulis apa pun yang dia bisa. Tidak perlu sebuah artikel atau karangan, cukup dengan menuliskan pemikiran, perasaan, rencana, cita-cita dan ide yang muncul. Kenapa saya menyarankan seseorang untuk menulis? (bahkan saya cenderung memaksa orang untuk menulis) Salah satunya adalah karena hal di atas dan berbagai manfaat lain yang sudah saya rasakan.

Beberapa manfaat yang saya rasakan dari menulis seperti;



1. Bisa menjadi Tong Sampah
Saya tidak bisa berbicara dan curhat pada teman saya semau saya. Mereka bisa sibuk, bisa punya masalah masing-masing, tapi saya juga tidak bisa menahan emosi negatif atau positif yang muncul di dalam diri saya. Kalau saya menahan emosi-emosi tersebut, emosi itu akan tertimbun di alam bawah sadar saya dan malahan akan menjadi masalah yang menumpuk dan menumpuk tahu-tahu meledak. Dengan menulis saya bisa membuang sebagian emosi negatif di dalam diri saya sebelum saya bisa menceritakannya kepada orang lain.

2. Bercermin
Saat kita menulis, kita menulis berdasarkan sudut pandang kita sendiri. Kita menikmatinya dan mengangap semua yang kita tulis adalah benar adanya. Nah, saat kita membaca kembali tulisan kita, kita bisa melihat cara berpikir kita dari sudut pandang orang lain. Kita bisa berkaca, apakah apa yang kita pikirkan dan rasakan itu benar atau hanya emosi sesaat yang meluap-luap. Saat itu kita bisa mengoreksi diri kita sendiri tanpa perlu tersinggung. Saya sendiri banyak berubah dan belajar dari menulis. Saya melihat apa yang menjadi kelemahan saya dan memperbaikinya karena saya menulis dan membaca tulisan saya sendiri.

3. Mengasah Otak
Saat kita menulis otomatis otak kita bekerja, kemampuan berbahasa kita dikembangkan. Jika kita banyak membaca kemampuan ini akan lebih maksimal. Selain itu, menulis seperti berbicara. Saat kita banyak menulis, kemampuan verbal juga meningkat karena banyak kata-kata yang sering kita gunakan.

4. Jadi diri sendiri
Akan ada orang yang tidak suka dengan tulisan kita, tapi ada juga yang suka. Tapi siapa yang peduli saat kita menulis untuk diri kita sendiri. Saat kita menulis, kita merasakan kita bisa menjadi diri kita apa adanya. Tapi yang lebih dari itu, kadang-kadang tulisan kita sendiri menegur dan mengajar diri kita sendiri.

Masih banyak manfaat lain yang dari tulisan. Nanti akan saya lanjutkan. Kerja duluuu...:D

Friday, October 07, 2011

Anak Jaman Sekarang-Pegang2 Jadi Berbadan Dua

Judul di atas emang kenyataan. Sudah banyak kasus anak usia sekolah tau-tau berbadan dua.



Waktu itu sedang ngobrol dengan beberapa teacher tentang pergaulan anak jaman sekarang dan kami membandingkannya dengan pergaulan kami di masa SMP dan SMA. Jaman mereka SMP suka-sukaan sama lawan jenis Cuma bisa lihat dari jauh, tapi kalau di jaman saya, anak SMP sudah mengerti yang namanya sex. Belajar dari mana? Dari film warna biru. Salah satu teman saya juga ada yang sudah menikah saat duduk di bangku SMP karena tekdung sebelum waktunya.


Itu jaman SMP, bagaimana dengan jaman SMA? Senior-senior saya bercerita kalau di jaman mereka SMA sudah biasa teman-temannya bercerita tentang kissing , pegang yang tidak boleh dipegang, atau bahasa gaolnya digrepe-grepe. Yang parah setelah bercerita, yang cerita itu bisa putus, lalu cowonya sudah sama cewe lain. Menangislah si wanita dan menceritakan semuanya. Menyesal sudah terlambat. Walaupun mungkin masih ‘perawan’, tetap saja malu tidak ketulungan karena ternyata cowonya pindah ke lain hati. Harga diri seperti dicabik-cabik bukan?

Lalu bagaimana di jaman saya SMA? Tidak jauh berbeda, tapi bersyukur karena saya bergaul di tengah-tengah teman-teman yang sangat menjaga diri. Membicarakan hal seperti itu saja sudah membuat kami malu. Istilahnya sih saya orang yang naïf bergaul dengan orang naïf. Ingin punya pacar tapi berpikir berkali-kali setiap kali ada yang datang menawarkan diri, jadinya tidak jadi pacaran..Hahahha…

Tapi di angkatan saya pun tetap ada yang tekdung sebelum waktunya. Bahkan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri perut teman saya yang membulat. Saya senang dengan kehamilannya, tapi tidak senang dengan waktunya.

Miris melihat jaman ini. Hubungan pria dan wanita menjadi seperti sesuatu yang gampangan. Karena semua orang pacaran, kita juga harus pacaran. Kissing itu biasa, pegang ini itu biasa…Sebegitu hebatnya hormon menguasai saat seseorang lagi mabuk kepayang.

Yang lebih parah bukan Cuma salah hormon lagi, tapi juga apa yang dilihat. Media membuat semua masalah besar menjadi masalah kecil. Dulu berduaan di tempat gelap jadi masalah. Sekarang, sudah biasa. Dulu pelukan dengan lawan jenis dianggap masalah dan memalukan, sekarang dianggap wajar dan seharusnya seperti itu..kalau tidak, kita disebut terlalu naif dan sok suci…

Yang membuat saya lebih ngeri kesadaran akan jaman ini memang sudah mulai menggila dan semakin jahat. Saya sendiri sampai takut terbawa (kasih karunia Tuhan cukup bagiku)

Kecebur atau tidak ke masalah seperti bukan cuma benar atau salah sih , yang penting kesadaran kita sendiri untuk memperhitungkan akibat dari perbuatan kita. Perempuan harus lebih aware dan menyadari harganya yang mahal. Bukan jual mahal ya, tapi kesadaran penuh bahwa diri sendiri itu berharga dan tidak akan menyerahkan hidupnya pada sesuatu yang keliatan nikmat tapi menjerat. Mengetri fungsinya sebagai perempuan untuk menjaga dirinya sehingga tidak menjadi 'konsumsi' publik...(you know what I meant...Watch what you wear).

Kalo pria, sudah pasti harus memiliki kesadaran yang sama. Pria yang menganggap dirinya berharga bisa menghormati orang lain, bisa menghargai masa depannya, dia tahu bagaimana memperlakukan orang lain sama seperti ia ingin diperlakukan. Tindakannya bukan hanya dikendalikan dari keinginan mata, tapi kerja sama antara hati nurani dan pikiran untuk mengendalikan keinginan.

Yang pasti hal ini harus diajarkan dari sejak mereka anak-anak, bukan cuma saat mereka sedang menghadapi LSD. Berikan mimpi tentang pernikahan kudus dan anak-anak pasti akan menjaganya.

[ARTIKEL] Dia yang PHP atau Gw yang GeeRan??

Bess-Hamiti Haaahhh... Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi jug...