Thursday, January 26, 2017

Memilih Dengan Hati Nurani Yang Bersih

Inifakta


Yeayyy, 15 Februari sebentar lagii. Pesta demokrasi buat warga Jakarta. Saya sudah jadi warga Jakarta doonggg. Bisa memilih gubernur yang pas di hati.

Tapii, jujur saya ini salah satu swing voter. Masih bingung mau pilih yang mana. Paslon nya buat saya sendiri ok2 dibanding jaman dulu ya. Sekarang muda-muda dan punya inofasi.

Saking bimbangnya saya sampai bawa doa. Harus milih yang mana?? Udah kayak milih pasangan hidup. Wakwakwak..

Sampai Tuhan ingetin buat milih sesuai dengan hati saya. Bukan karena ikut-ikutan, bukan karena apa kata orang. Tapi sesuai nilai dan kerinduan yang saya pegang buat Jakart. Masalah orangnya menang atau ga itu urusan Tuhan.

Berasa plonggg karena jujur saya takut salah milih. Hahahhaha... Saya tipe yang takut menyesal. Tapi diingetin soal ini jadi lega.

Memilih dengan hati yang bersih. Bukan karena sebel sama kelakuan pendukungnya jadi ga milih. Atau karena latar belakang keluarganya yang menurut kita ga banget. Atau karena isu-isu tidak bertanggung jawab. Memilih dengan hati yang bersih dengan melihat visi dan misi serta rekam jejaknya tanpa menghakimi.

Akhirnya saya sudah condong ke dua paslon sejak menonton debat yang pertama. Jumat, tanggal 27 januari ini ada debat yang ke 2. Bener-bener ngosongin hati dan pikiran biar bisa menilai bukan berdasarkan isu dan hoax. Murni liat hasil debat dan visi misi yang diusung.

Pada akhirnya siapa pun yang menang nanti, itu pilihan Tuhan. Semoga bisa membawa Jakarta lebih baik dari hari ini. Aminnn.

Wednesday, January 25, 2017

Suamiku Ga Sempurna, So??

" Ishh, laki gua tuh gitu banget orangnya. Diem mulu. Susah komunikasi. Ga pernah romantis."

" Masih mending lo. Laki lo rajin pelayanan, rajin gereja. Lah, laki gua ngurusin motor mulu. Duit abis ke motor. Itu motor istri pertama. Gua istri ke dua."

" Mendinglah laki lo cuma hobi motor. Lah, laki gua udah kayak lokomotif. Mulutnya keluar asep mulu. Gua udah cape ingetin. Takut gua jadi janda kembang."


Istri... Oh istri... Begitulah kalau istri cerita tentang suami. Siapa sih istri yang ga pernah ngeluh soal suami??

Ekspetasi yang tinggi di awal pernikahan, tiba-tiba ambruk melihat aslinya lelaki pujaan kita. Iya apa iya??? Ngakuu...

Sama sih, saya juga ngalamin. Pengen suami kayak A, B, C, D yang dulu saya tulis semasa single. Giliran udah nikah ternyata ga seperti yang diharapkan.

Salah ga sih harapan kita??? Gaaaa. Yang salah kalau kita ga kasih waktu suami kita buat belajar.

Saya ingat sekali tahun lalu saya berharap pada suami tanpa diiringi sikap hati yang benar. Eits, apa maksudny ya?? Saya berharap suami bisa lebih inisiatif tapi dengan sikap hati menuntut bukan percaya. Hasilnya?? Frustasi berat. Stress sendiri. Ngerasa benar sendiri. Merasa jadi korban. Padahal suami ga salah apa-apa (kasian laki gua).

Tapi kegagalan itu membuat saya belajar juga. Tuhan ingetin buat saya berkaca..

" Lasma, memangnya kamu udah sempurna?"

Jlebbb.. Gimana saya bisa nuntut suami saya sempurna kalau saya sendiri ga sempurna??

Dari situ saya pelan-pelan belajar menghargai setiap bagian dari diri suami saya. Hobinya, nilai-nilainya, imannya, cara ia mengasihi saya dan Gi....

Saat melihat semua hal yang suami saya punya dengan kacamata kasih, yang tadinya sekeliling saya terasa gelap, menjadi terang benderang.

Kenapa saya harus mencari-cari hal yang tidak suami saya punya?? Lihatlah dia... Sejak dulu selalu lucu, terkesan tidak pernah serius, tapi saat dihadapkan pada masalah, integritasnya mencengangkan saya. Lihatlah dia, yang tidak pernah menunjukkan imannya dengan gamblang, tapi ternyata mendengarkan setiap pesan Tuhan lewat masalah-masalah yang kami alami. Lihatlah dia yang kadang asbun, tapi punya hati yang lemah lembut mau berubah...

*mewek....

Suami saya memang tidak sempurna, tapi kasihnya pada saya dan Gi begitu sempurna. Terima kasih pada Tuhan yang membukakan saya akan hal ini. Yang memotivasi saya untuk terus belajar menjadi istri yang baik. Istri yang bijak, yang menyenangkan hati suaminya.

Suami saya memang tidak sempurna, lalu kenapa? Dia hadiah terindah dalam hidup saya.

Blush! Blush! Blush!


Amsal 31:12, 30 (TB)  Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.


Review: Film Arrival






Judul Film: Arrival
Pemain: Amy Adams, Jeremy Rener, Forest Whitaker
Director: Denis Villeneuve
Writers: Eric Heisserer (screenplay), Ted Chiang (based on the story "Story of Your Life" written by)

Jadiiii...
Saya dan suami nonton film ini dua minggu lalu. Saya nonton iklannya dan melihat pemainnya, langsung mikir kayaknya bagus nih. Ditambah dengan screenplay yang apik, makin pengen nonton. Itu sih masih di otak doang. Tahu-tahu besoknya laki ajak nonton dan langsunglah saya info soal film ini.

Seperti biasa kalau kami nonton biasanya lihat ratingnya dulu. Pertama di IMDB, kedua di Rotten. IMDB biasanya direview banyak orang sedangkan di Rotten rata-rata kritikus film. Nilai tinggi di IMDB belum tentu tinggi di Rotten. Nah, ternyata Arrival ini dapet nilai tinggi di kedua situs film ini. Makin pengen nontonlah jadinya.

Gimana kesannya setelah nonton??
Saya ga akan ceritain seluruh jalan ceritanya, tapi saya mau kasih nilai 9!

Alur cerita,
Bumi kedatangan 12 benda asing berbentuk batu kali (hahahha). Sudah dipastikan semua orang menyimpulkan benda asing itu adalah alien. Anehnya benda asing itu tidak melakukan apa-apa. Tapi seluruh dunia sudah mengeluarkan status darurat yang malah mengakibatkan kekacauan di seluruh dunia. Dengan ketakutan semua orang, banyak negara berlomba berkomunikasi dengan alien itu dan mencoba mencari tahu apa yang mereka mau. Di situlah sang ahli bahasa dipanggil. Dengan menggunakan keahliannya, diharapkan mereka bisa berkomunikasi dengan alien dan tahu apa yang mereka mau. Proses untuk mengenal bahasa alien inilah yang penuh kejutan dan tidak pernah kita sangka-sangka.



Puas banget nonton film ini. Sepanjang pulang pun saya dan suami ngobrolin film ini dengan semangat. Sudah lama ga nonton film yang bikin mikir hahahhahaha.

Buat temen-temen yang suka film-film action mungkin bakal banyak kecewa sama film ini karena memang ga ada action sama sekali. Yang ada banyakan adegan-adegan yang bikin ngernyit dahi dan kalau kelewat satu adegan bisa bingung.

Terus apa dong yang bikin film ini dapet angka 9 dari saya?

1. Akting Adams yang buat saya ok banget. Saya bukan penggemar Amy Adams, tapi di film ini saya memujanya hahhaha. Kenapa?? Dia berhasil "ngomong" lewat ekspresi-ekspresinya. Mikro-mikro ekspresi yang bikin kita mikir dia lagi ngerasain apa. Kadang-kadang emosi dan perasaan cukup terlihat lewat bahasa tubuh kan??

2. Ide soal alien yang jauh dari bayangan. Jujur pas liat aliennya saya takut. Takut tiba-tiba nyerang 2 tokoh utama. Akhirnya mereka nyerang ga?? Nonton aja deh ahhaha.

3. Ide soal bahasa alien. Buat saya pribadi ide soal bahasa ini brilian banget. Jadi engeh kalau bahasa itu memang berpola. Seperti matematika. Bahasa tingkat tinggi tuh punya kerumitan tersendiri macam huruf mandarin atau kanji.

4. Alur cerita yang mengejutkan. Tadinya kami pikir film ini alurnya maju mundur, tapi ternyata...... Di akhir film inilah yang menjadi kejutan.

5. Efek suara yang keren, bikin makin tegang. Visualisasi yang bikin pengen ke lokasi hahaha. Dan pesawat alien yang bikin pengen ngeraba. Bentuknya pun ga kayak pesawat alien pendahulunya.

6. Pesan moral dari cerita tentang bagaimana perdamaian dunia ga bisa diraih kalau cuma mikirin kepentingan masing-masing.

Film ini patut ditonton. Walau memang masih ada kekurangannya, tapi asli film ini bikin pemikiran kita soal alien tiba-tiba "pecah" dan berubah drastis.

Buat kamu yang suka film penuh kejutan, kudu nonton. Tapi kalau kamu ga suka film yang kurang meledak-ledak, yaaa kudu sabar nontonnya hehhehe.

Segitu ajaahh ya. Selamat menontonnn!



Posted via Blogaway

Wednesday, January 11, 2017

Hati Yang Keras

Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi menciutkan kelompok orang lainnya. Saat ada hal yang tidak mendukung pemikiran, perasaan, dan kondisi saya, saya memasang tembok pertahanan dan membenarkan diri.

Itu berulang-ulang terjadi tanpa saya sadari dan saat saya terbangun, hati saya yang dulu pernah lemah lembut, menjadi keras. Tembok yang saya bangun ternyata sudah sangat tabal...

Untungnya Tuhan membawa saya jauh dari medan peperangan itu dan membawa saya memandang wajah-Nya lagi...

Tuhan mengingatkan saya berkali-kali mereka yang menuliskan kalimat-kalimat yang kadang juga mendukakan hati Tuhan itu adalah manusia juga. Bukan komputer.

Ya, mungkin mereka seperti patut dirajam. Dibungkam atau dijahit mulutnya, tapi bukan itu yang Tuhan mau.

Saat peristiwa demo saudara muslim, social media panas bukan kepalang. Saya sendiri ikut panas, sesak, mewek iyaaa... Masih terus bertanya-tanya kok kayak begini?? Bahkan mungkin saya marah pada saudara seiman saya.

Tapi Tuhan tegur lagi. Ayoo Lasma, jadi pembawa damai. Berani Tampil Beda. Bahkan saat untuk menjadi pembawa damai pun, rasanya menyesakkan. Iya, menyesakkan karena harus berhadapan dengan saudara seiman dan mengingatkan mereka tentang kasih..

Bukan kasih yang hanya dalam mulut, tapi hati dan pikiran juga...

Sepertinya, hal itu juga yang membuat saya kecewa bersamaan. Mengingatkan, lalu kecewa... Melupakan ayat ini... Huhuhu...

Galatia 6:1 (TB)  Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Yah, tapi setidaknya Tuhan sudah memulangkan saya... Minggu kemarin Roh Kudus mengingatkan saya untuk membuang segala pikiran cemooh. Entah itu pada pemimpin yang saya tidak suka atau pun pada tubuh Kristus yang tidak satu pandangan dengan saya.

Jadi lemah lembut... Itu yang Tuhan mau...

Matius 5:5 (TB)  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Efesus 4:2 (TB)  Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 


Monday, January 09, 2017

[Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas

Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga kesampaian.

Waktu Sabtu kemarin saya dan keluarga ke tempat mertua untuk bawa bocah ketemu Omanya yang super kangen, tahu-tahu sahabat saya mengingatkan tentang pijat refleksi yang dia janjikan. Ia menawarkan diri menjaga Gi sementara saya dan suami pergi ke tempat pijat.

Antara senang dan ragu, tapi akhirnya saya terima. Gi tetap sama Oma opanya jadi sahabat saya juga tidak perlu repot-repot menjaganya.

Puji Tuhan ga menyesal menerima berkat itu. Badan saya memang remuk redam. Sebulan bisa migrain beberapa kali. Saat refleksi, semua badan dipijat dan direnggangkan rasanya luarrr biasa enteng. Tegang leher saya benar-benar hilang.

Nah, saya mau review pengalaman saya di tempat refleksi kemarin. Namanya Nano Healthy Family.

Pijat refleksi keluarga ini sudah memiliki banyak cabang. Yang di PX Puri ternyata sudah 5 tahun berdiri (hasil tanya mas yang mijit). Suami sudah tahu kalau tempat pijat itu ada sudah lama, tapi ia pikir harganya akan mahal.

Ternyata ga loooh. Satu setengah jam pijatan refleksi ternyata cuma 80rbuan. Jauh lebih murah dari harga di tempat-tempat yang pernah kami kunjungi.

Daftar harga Nano Healthy Family


Selain itu tempatnya nyaman dan sangat bersih. Pelayanan yang diberikan juga memuaskan walau kasirnya agak kurang ramah (mungkin karena lagi ramai).

Awal-awal masuk agak kagok. Mungkin karena tampilan yang mewah. Saya merasa agak kampungan dan norak awalnya hahaha.





Untuk mendapatkan pelayanan pijat pertama kita mendaftarkan diri di kasir. Kita bisa memilih mau dipijat pemijat pria atau wanita. Sepertinya untuk wanita mereka masih kurang staff. Kemarin saya juga akhirnya memilih pijat pria agar bisa segera masuk. Males nunggu antrian. Cuma refleksi toh.

Sebelum masuk ke ruangan kami diberi kunci loker. Loker wanita dan pria pastinya dipisah. Di dalam loker sudah ada sendal untuk dipakai di ruang pijat.

Kalau celana kita panjang dan terlalu ketat dan agak mengganggu saat dipijat, kita bisa pinjam celana di meja kasir. Tenang saja, celananya baru dan yang sudah dipakai dipisahkan di keranjang yang berbeda.

Dari ruang loker ada pintu tembus ke ruangan untuk mencuci kaki. Ruangannya seperti ruangan spa. Wastafel berderet di lantai dan di depan setiap wastafel ada kursi untuk pelanggan duduk. Di wastafel itu   pelanggan menaruh kakinya untuk di cuci. Praktis. Jadi peminatnya ga perlu bawa-bawa ember.






Setelah mencuci kaki dan mengeringkannya, kami dituntun ke ruangan yang luas dan remang. Sofa-sofa malas berjejer sepanjang ruangan.

Sebelum kami duduk, sofa diberi alas selimut dan bantal. Kami juga diberi selimut agar tidak kedinginan.



Pijatannyaa?? Sejauh ini saya puas. Badan ga jadi sakit. Terkadang di tempat lain ada yang setelah pijat badan malah sakit. Kalau di Nano ini benar-benar lepassss... hehehehe

Hebatnya, mereka yang dipijat banyak yang tertidur sambil selimutan. Malah ada yang mendengkur keras.

Setelah pijat selesai kami dihidangkan secangkir kecil sari jahe panas. Panasss sampai pedasss.

Satu setengah jam yang melegakan dan diakhiri dengan pembayaran di kasir.

Oh ya... setiap kali datang kita mendapat cap. Kalau bisa mengumpulkan sampai 20 cap, bisa massage gratiiissss.

Mupeeengg ga sihhh.

Kalau ada yang mau pijat refleksi, aku rekomendasi banget Nano Healthy Family. Untuk lokasi-lokasi tersebar di Jakarta. Bisa Googling deh. Hihihi.

Makasih Rinaaa buat traktirannyaaa. Tuhan balas berkali lipat yaaaa.


Friday, January 06, 2017

Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira

Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat.

Walau pun ga mempermasalahkan saya tetap sangat senang mendapat ucapan dan doa. Yaa... karena memang menantikannya. Tahun kemarin ulang tahun cuma dapet ucapan kurang dari 10 orang. Sedih? Agak. Mana suami juga di hari itu harus bawa papa mertua ke rumahnya sakit dan nginep buat jaga beliau di rumahnya. Mama mertua lagi pulang kampung mengurus adik ipar di Manado yang lagi sakit juga.

Nelangsaaa? Iya... agak. Tapi udah belajar banyak untuk tidak melebih-lebihkan keadaan dalam sebuah drama. Belajar menikmati kesempatan apa yang Tuhan kasih saat itu.

Balik ke teman saya yang inbox saya...

Seperti yang saya ceritakan kemarin-kemarin, Smartphone saya rusak dan hanya bisa menggunakan HP jaman 90an. Cuma bisa telepon dan SMS maksudnya.

Nah, saat sahabat saya menghubungi, tahu-tahu dia bilang mau kasih hadiah hp. Mau hp apa?

Dia bilang dia sudah mau memberikan dari saat hp saya sebelumnya yang dikasih sahabat saya yang lain, rusak...

Oh, Tuhan... entah kenapa saya masih suka mengeluh. Padahal ada orang-orang baik di sisi saya.

Lanjut...
Woww.. dapet kabar itu saya antara ga percaya dan senang. Dia tanya merk apa, saya ga bisa jawab. Saya cuma bisa info saya butuh hp dengan kapasitas 2 RAM.

Hari ini hp ini tiba dan langsung saya pakai...

Apa yang mau saya bilang...

Cuma bisa berdoa Tuhan makin nyata dalam hidup dan kesehariannya. Lebih lagi saya memohon pada Tuhan untuk bisa membalas kebaikannya.

Minggu sebelumnya, ada kebaikan lain yang saya terima..

Kesannya sepele tapi sangat berarti buat saya. Salah satu sahabat saya yang meminjamkan hpnya dulu (sampai akhirnya benar2 rusak), memesan Oriflame pada saya. Tadinya saya pikir tidak mungkin saya bisa mendapat orderan dengan hp jadul ini. Tapi Tuhan bicara lain kan...

Hati saya lebih terasa hangat waktu dia bilang supaya bisa tutup poin. Supaya bisa dapet hadiah pisau warna warni gratis.

*Mewekkk...

Banyak kebaikan Tuhan nyatakan lewat orang-orang terdekat saya yang kadang saya lupakan. Pinggirkan karena terlalu fokus pada masalah-masalah yang seperti tidak mau berhenti.

Saat saya pikir mungkin saya sudah dilupakan, Tuhan hibur saya lewat mereka.

Di akhir tahun kemarin saya mau bilang "God is enough." Tapi ga bisa... hahahaha... Saya membutuhkan seseorang (selain suami dan anak saya) untuk saya memberikan dan juga menerima kasih. God is not enough... Kalau saya mendapat kasih Tuhan, bagaimana saya bisa menyalurkannya? God is not enough.

Tuhan telah mengasihi saya, untuk itu saya ingin orang lain bisa merasakannya.

Seperti itu...

Semoga Tuhan kasih kesempatan untuk membalas kebaikan mereka. Aminnn


Monday, January 02, 2017

Mendengarkan Orang Tua

Awal tahun ini ayat Amsal ini menusuk-nusuk punggung dan dada saya.

Amsal 1:8  Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

Deñgarkanlah! Kata Amsal...

Kalau diingat-ingat seberapa banyak saya mendengarkan ayah dan ibu saya?

Ya, saya gadis kecil yang penurut dulu. Menjelang dewasa saat merasa mulai banyak tahu, saya mulai menunjukkan diri saya yang sebenarnya.

Saya penurut, tapi saya tidak mendengarkan... Saya penurut hanya karena takut dihukum. Saya penurut hanya karena sadar karena sudah banyak menyusahkan dengan penyakit saya. Dengan jadi penurut, saya setidaknya mengurangi masalah orang tua saya.

Tapi otak dan kepala saya keras. Hati saya batu. Saya tidak ingat kapan benar-benar jadi penurut karena rasa hormat dan tunduk yang tulus. Selalu ada teguran dari Tuhan lebih dulu.

Saya tidak pernah melakukan 1 hal pun untuk benar-benar menyenangkan hati mereka.... Oh, pernah.... saat saya baru lahir baru....  Saya melakukan apa pun melayani orang tua saya supaya mereka merasakan kasih Kristus. Supaya mereka menerima Kristus. Kemana perasaan itu ya?

Ya, tapi saya tidak benar-benar mendengarkan nasehat mereka juga...

Apa yang mereka pikirkan dan sampaikan tidak pernah bisa selaras dengan keinginan dan hati saya. Melelahkan, makanya saya lebih banyak menurut.

Di tahun 2016, titik terendah dalam hidup saya... saya banyak menyalahkan orang tua saya juga. Apa yang mereka lakukan pada saya dan apa yang tidak mereka lakukan. Tidak jarang saya melakukan banyak hal hanya karena tidak ingin seperti mereka... Padahal orang tua saya baik. Entah kenapa yang teringat hanya hal-hal buruk.

Di saat yang sama saya frustasi karena tidak bisa melakukan banyak hal buat mereka. Tidak bisa membanggakan malah cenderung masih menyusahkan. Waktu saya, tenaga saya, tidak lagi seperti dulu yang bisa saya berikan dengan bebas.

Bisa dibilang agak merasa terbuang.... Tentunya bukan mereka yang melakukan, tapi situasi-situasi yang ada membuat merasa demikian.

Mungkin ada bagusnya Tuhan membuat jarak ini...
Membuat saya lebih peka pada ayat di atas...
Kapan pernah benar-benar mendengarkan Papa dan Mama, Lasma?
Mereka memang bukan orang tua yang sempurna, begitu juga dirimu, anak yang tidak sempurna...
Ingatlah 10 perintah Allah tentang orang tua, Lasma...
Mendengarkan dengan hormat mungkin satu-satunya hal yang terbaik yang bisa dilakukan saat saya tidak bisa memberikan apa-apa untuk orang tua saya....

Melembutkan hati untuk orang tua saya, supaya saya tidak menyesal kemudian....

Tidak ada kata pensiun untuk orang tua dan anak bukan???


[ARTIKEL] Dia yang PHP atau Gw yang GeeRan??

Bess-Hamiti Haaahhh... Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi jug...