Thursday, February 27, 2014

Masak Itu-Itu Lagi

Hari ini makan malam sayur bayem dan tahu goreng lagi + tempe orek. Eeaaa... Ini menu yang hampir tiap hari saya masak. Yang saya bilang 'yang masak aja bosen, apalagi yang makan'. Tapi Aki baik dah, kagak ngeluh...tahu aja bininya ga terlalu bisa masak.
Waktu masih ngekos, menunya ini-ini juga. Lebih bosen daahhh...Impian buat kasih Aki gizi yang bae kayak terbenam *halah.
Sebenarnya kendalanya cuma satu, saya tidak bisa menyimpan banyak macam makanan dan bumbu sekaligus. Itu karena kami belum punya kulkas. Tiap belanja saya mikir juga kalau beli bumbu. Sering dipakai atau tidak? Tahan lama atau tidak? Kalau jawabannya tidak, ya tidak dibeli. :p
Setelah pindah kontrakan terasa lebih baik. Menu bisa agak berubah. Kadang saya hanya masak kentang goreng + nutrigel. Hahahah...tapi Aki doyan dan pencernaan dia juga ga terganggu. Perut Aki emang agak sensitif, dia ada mag, dan gampang mules kalau minum susu.
Pernah saya masak sayur asam dan ikan mujair. Itu makanan favorit saya, tapi waktu itu perut Aki ternyata sedang masalah. Ikannya juga banyak durinya. Ngerasa bersalah banget. Jadinya beli sate di luar. Kalau ga gitu, ga tau juga kalau satenya ternyata enak dan murah. Ahahaha...
Kemarin, saya tidak masak dan beli lauk di luar seasuai budged kalau saya belanja ke pasar. Enak sih, tapi asinnn bangettt. Kami sudah biasa makan dengan sedikit sekali garam, jadi kalau makan diluar dan rasanya keasinan atau banyak msg-nya, lidah langsung peka. Paling cuma komentar " Hmmm enak..Mecinnn."
Akhirnya balik lagi masak sendiri. Tadi ke pasar mikirin menu apa yang enak, tapi ga bikin perut Aki bermasalah. Sampai di pasar ngeblank. Kamus resep masakan saya masih sedikit sekali. T.T ... Kalau ada resep yang ok pun, ga berani coba karena bahannya yang jarang saya gunakan atau mahal.
Mikirin terus gimana caranya biar menunya tidak membosankan. Langsung ingat waktu itu kesaksian Ci Lia soal makanan. Di situ Ci Lia ada bilang kalau beliau biasanya bikin daftar menu 1 atau 2 minggu dan belanja seauai menu. Bisa bikin begitu juga kan ya. Bedanya, saya belanja tiap hari. Hahahha... *sekalian bumil olahraga.
Mungkin temen-temen juga punya resep enak, tapi mudah dengan hanya bahan-bahan dasar. Tentunya juga muyahhh....*teteuppp..

amsaLFoje via Blogaway

Wednesday, February 26, 2014

Bukan Kebanggaanmu

Aku menggenggam erat piala ditanganku dan memandang wajah lelah dihadapanku dengan memelas. Aku berharap ia melihat untuk sekali ini saja apa yang ada di tanganku. Merasakan apa yang aku rasakan. Kebanggaan.

Mulutnya masih terkunci. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menopang badannya dengan tongkat kayu berkepala elang. Matanya yang menunjukkan betapa ia telah melihat kejamnya dunia, memandangku lurus dan dingin.

" Eyang tidur duluan." Hanya itu yang ia ucapkan. Ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya.

Langkahnya yang begitu pelan sering kali membuatku datang padanya dengam segera, hanya untuk menuntunnya. Tapi kali ini tidak. Ditengah-tengah sesaknya napasku mendapatkan reaksi Eyang, aku tidak bersimpati pada ketidak berdayaannya.

Piala yang ada ditanganku tidak bisa membanggakannya. Piala yang kubanggakan tidak bisa menyenangkan hatinya. Ia ingin aku berhenti mencintai musik, tapi aku tidak bisa. Nyanyian hatiku tidak bisa kuhentikan.

Eyang, satu-satunya keluargaku, sampai hari ini pun aku masih seperti anakmu, tidak bisa berhenti mencintai musik. Maaf Eyang... aku tidak bisa jadi seperti yang Eyang mau.

Kuletakkan piala di tanganku di atas meja tamu. Esok pagi Eyang akan melihatnya dan terserah beliau akan diapakan simbol kebangganku itu.


amsaLFoje via Blogaway

Tuesday, February 25, 2014

Untuk Adik-Adikku: Hormati Mereka Yang Lebih Tua Darimu


 Hi, Dik!

Lama tidak menulis surat untukmu. Maaf kalau aku membalas terlalu lama. Semakin banyak yang harus aku pikirkan dan kerjakan. Tentu saja itu tidak bisa menjadi alasan untuk aku tetap selalu mendukungmu.
Di suratmu kemarin kau menceritakan tentang masalahmu dengan pemimpinmu. Pemimpin yang jauh lebih tua darimu. Memang kau tidak bermasalah secara tidak langsung tentangnya, tapi dari tulisan-tulisanmu, aku melihat bahwa kau memang kurang sependapat dengan pandangan-pandangannya.

[MARRIEGE] Beratnya Hidup Dalam Pernikahan




Mari kita hitung, sudah berapa lama saya menikah?? Enam bulan dan Tuhan sudah tunjukkan banyak sekali apa itu suka dan apa itu duka dalam pernikahan.  Sebelumnya saya pernah menulis tentang apa enaknya menikah, tapi kali ini saya akan membocorkan apa tidak enaknya menikah. Supaya yang mau nikah bisa berpikir ulang dan kalau masih tetap mau menikah bisa menyiapkan diri.

Jadi, setelah saya menikah, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Keputusan saya ini otomatis membuat kami memiliki pendapatan dari gaji Aki saja. Awalnya sih kami bisa melewatinya. Waktu kami tahu kami Tuhan beri kepercayaan untuk punya bocah, mau tidak mau kami harus pindah dan semuanya berawal dari kepindahan kami ke kontrakan.

Wednesday, February 19, 2014

Pembaca Yang Rakus???

Dulu saya pikir saya orang yang paling hobi baca (tertawakanlah akyuu..). Di keluarga memang saya yang paling banyak baca setelah itu adik saya yang paling bungsu. Di sekitar teman-teman saya, saya juga termasuk yang suka membaca. Tapi, waktu kenal beberapa teman blog dan lihat account goodreads mereka...OMG!! Gua cupu bangettt!! 

Apalagi waktu lihat account Dhieta dan Echa. Jadi, mikir " Gile, lo makan apaan sampe baca buku sebanyak itu?" Ahahahha....

Menghadapi Dunia Tanpa Amarah

Hari ini kita baca berita tentang pembunuhan, besok tentang korupsi, lusa tentang perang, tiga hari kemudian tentang perceraian, seminggu kemudian tentang penipuan. Sering kali kita disuguhi dengan berita-berita yang mengiris hati sampai pada akhirnya timbul amarah dalam hati kita. Kita yang menjadi penonton, terkadang bisa menjadi lebih marah daripada para korban.

Saya sendiri tekadang ingin menutup mata terhadap berita-berita seperti ini, tapi mau bagaimana? Ini bagian dari hidup kita. Terjadi di sekeliling kita. Dunia memang sudah menjadi jahat saat perintah Allah yang pertama kali diturunkan, dilanggar.

Monday, February 10, 2014

Saat Tidak Punya Kakak Rohani

Beberapa  hari lalu saya membaca postingan Fanny tentang pergumulan dia supaya dapat partner rohani dan Tuhan langsung jawab doa dia. Waktu baca kesaksian dia ini, yang ada di kepala saya adalah kakak rohani atau pembina. 

Jujur, saya ini orang yang masih bergumul soal pembina. Waktu pertama masuk ke Abbalove, saya punya pembina dan ternyata memang beliau tidak bisa concern 100% dengan hidup saya. Waktu saya jadi Pemimpin Kelompok Sel ada Pengawas Area yang bisa jadi pembina kita, itu pun akhirnya beliau harus pergi buat koas. Setelah itu ada lagi yang menggantikan dan akhirnya dia harus pindah ibadah Giliran saya di Bimbingan Pra Nikah, pembina saya tidak bisa selalu bersama istrinya.

Kenapa Pilih Aki??

Sebelum nikah, saya pernah bertanya pada diri sendiri. Kenapa saya kudu pilih Aki? Apa yang membuat saya sayang sama dia?? Dulu saya ga tahu jawabannya. Ahahahha... Cuma bisa bilang, nyaman dan nyambung.
Setelah saya renungkan saat sudah menikah, saya menemukan beberapa hal yang akhirnya membuat saya mau kena ‘jebakan’ Aki dengan sukarela.
Ooopsss... Tapi yang perlu saya luruskan dulu di sini, saya dan Aki membangun hubungan tidak ‘sekudus’ yang kelihatannya. Hubungan kami terbangun mengalir sama seperti orang normal kebanyakan, HANYA saja kami tetap melibatkan Tuhan dalam prosesnya.
Jadi, Aki itu, pada masa PDKT..

Saturday, February 01, 2014

Cara membuat cloth diaper

Selain makanan bergizi, si kecil yang belum genap berusia 4 tahun masih membutuhkan popok yang harus selalu dipakai selama 24 jam dalam sehari. Popok sekali pakai sering menjadi pilihan para ibu karena memang lebih praktis. Popok jenis ini memang tidak membuat Anda ribet, namun tahukah Anda bahwa popok dengan bahan plastik di dalamnya lebih bisa membuat kulit bayi teriritasi dan lecet? Cobalah untuk mengurangi intensitas penggunaan popok sekali pakai dengan menggunakan alternatif popok kain.

Popok kain juga banyak dijual di pasaran. Tapi, Anda pun bisa membuatpopok kain sendiri dengan menggunakan bahan-bahan kain yang ada di rumah. Membuat popok kain ini terbilang cukup mudah karena bentuknya yang simpel. Anda bisa menggunakan kain katun yang lembut dan kain handuk yang tipis. Siapkan juga beberapa pita dengan panjang kurang lebih 40 cm atau perekat kain. Lebarkan kain tersebut di atas meja potong dan buatlah pola seperti angka 8. Angka 8 memiliki sisi dan lebar yang sama. Untuk popok kain, buatlah sisi atas dari pola angka 8 tersebut lebih lebar hingga berukuran lebih besar dari lingkar pinggang si kecil. Jika dipandang sekilas, popok kain ini akan terlihat seperti corong. Buatlah beberapa helaipola karena 1 popok kain membutuhkan paling tidak 2 layer.

Setelah memotong kain sesuai dengan pola di atas, pasangkan masing-masing kain katun dengan kain handuk. Ingat, bagian yang dijahit adalah bagian dalam dari popok, jangan bagian luar. Posisikan kain yang bagus di bagian dalam menghadap ke potongan kain yang lain. Jahit sisi samping popok dan sisakan 15-20 cm agar memudahkan Anda untuk membalik kain tersebut. Setelah dibalik, jahit lagi bagian pinggir popok agar tidak melembung dan bergeser.

Setelah selesai menjahit semua popok kain, potong pita sepanjang 40 cm tadi menjadi 2 bagian. Jahit pita di sisi popok yang berukuran lebih lebar. Begitu pula di sisi yang lain. Buatlah kolong di sisi kain katun popok. Cara menggunakan popok ini adalah sisi yang lebih besar untuk bagian belakang dan sisi lebih kecil untuk bagian depan. Ikat pita di bagian depan dengan memasukkannya ke dalam kolong terlebih dahulu agar tidak mudah lepas. Jika Anda memilih perekat, jahit perekat pada bagian kanan dan kiri polapopok yang lebih lebar; jahit perekat ini pada kain handuk. Untuk bagian depannya, jahit perekat pada bagian depan di sisi kain katun. Popok kaindengan perekat memang lebih efisien untuk dipakai namun akan membuat popok terasa lebih kaku dan membuat si kecil sedikit tidak nyaman pada bagian perutnya.


amsaLFoje via Blogaway

[ARTIKEL] Dia yang PHP atau Gw yang GeeRan??

Bess-Hamiti Haaahhh... Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi jug...