Monday, March 24, 2014

Kurusan Tanpa Diet

Beberapa hari ini liat Aki mulai kurusan. Hohoho..Puji Tuhan. Padahal fitnesnya sedang tidak teratur. Beberapa kali membicarakan hal ini dan kami mengambil kesimpulan kalau gaya hidup (makan) kami yang membuat Aki kurusan.

Jadi, dari dulu Mama mertua memang selalu membiasakan masak dengan garam yang minim, gula yang minim, banyak makan sayur, dan mengurangi daging. Kebiasaan ini juga dikarenakan Mama mertua ada darah tinggi dan mau tidak mau seluruh keluarga ikut terbawa karena beliau yanng masak... hehehe...
Aki banyak cerita tentang kebiasaan ini sejak kami pacaran. Dari situ saya tahu kalau Aki tidak suka makanan yang terlalu asin. Dia lebih memilih makanan yang enak karena banyaknya bumbu dan rempah-rempah daripada enak karena penyedap (garam dan MSG).

Wednesday, March 19, 2014

[Tags] Rendah Hati


Jaman saya masih kerja di TM, saya pernah mengalami moment tidak enak. Waktu itu saya sedang duduk, makan siang bersama beberapa staff TM. Seperti biasa, kami ngobrol sana dan sini. Mulai dari yang tidak penting sampai yang penting.

Akhirnya obrolan mengalir ke arah persiapan TMIS Cup yang sudah pasti semua orang bertanya kepada saya sebagai pembina OSIS bagaimana perkembangannya. Di tahun-tahun sebelum saya bekerja, biasanya euforianya sudah terasa, tapi saat itu tidak sama sekali. Teman-teman staff langsung bertanya, kenapa, ada apa, bintang tamu siapa. Bahkan mereka memanggil salah satu guru yang turut menjadi penanggung jawab acara ini.

Thursday, March 13, 2014

............

Tuhan adalah tempat penghiburanku
Tempat aku mengadu dan mengeluh

Dia mendengarkan amarahku
Dia menampung air mataku
Dia menghitung jerih lelahku

Dalam jalan gelap
Tak dibiarkan-Nya aku berjalan sendiri
Tak dibiarkan-Nya aku melangkah dalam sepi

Tuhan tempat aku berpulang
Di mana aku merasa aman
Dalam pelukan dan kasih-Nya

Tujuh puluh tahun usiaku
Dan jika aku kuat 80 tahun
Maka saat itu kunantikan Tuhanku
Untuk membawaku pulang
Ke rumah yang kekal


Tuesday, March 11, 2014

Perubahan Rutinitas Setelah Menikah

Setelah menikah, sudah pasti banyak perubahan yang kita alami. Betul apa betul?? Seperti rutinitas, tanggung jawab, bahkan karakter dan kondisi emosional kita.
Awal-awal bulan pernikahan saya dan Aki, saya tidak terlalu merasa kesulitan untuk soal rutinitas dan tanggung jawab. Karena dulu ngekos dan setelah menikah juga ngekos, tidak ada yang berubah banyak selain saya kudu masak untuk dua orang dan tidak kebablasan lembur.
Nah, yang lumayan terasa tentu saja perubahan karakter. Pulang kerja saya biasanya bisa teler. Tidak jarang Aki malah sudah duluan ada dibkosan karena saya terjebak macet. Kalau sudah begitu, mood saya bisa langsung drop. Antara merasa lelah, rasa bersalah, dan ingin diperhatikan.
Kalau sudah tidak tertahankan itu beban yang ada dibahu, ya saya bisa nangis bombay tidak jelas. Aki akhirnya cuma peluk dan usap-usap punggung saya sampai saya puas menangis. Puji Tuhannya bahasa kasih saya memang sentuhan, jadi Aki memang tidak perlu bicara banyak untuk membuat saya lega.
Tapi, masalah tertekan itu memang tidak bisa berlarut-larut. Saya berpikir kalau saya terus bekerja, suatu saat tekanan ini tidak akan saya bisa atasi dan bisa menjalar ke pertengkaran dengan Aki. Kenapa? Karena pada saya tertekan saya akan banyak menuntut. Bahkan rasa bersalah bisa berubah menjadi menyalahkan orang lain karena tidak bisa mengatasi masalahnya.
Akhirnya saya putuskan berhenti dan mencoba mencari pekerjaan lain yang tidak menguras tenaga, emosi, dan pikiran (apalagi habis wakti di jalan). Tapi, ya begitu, Babe keburu mermbentuk Gi di perut saya dan anehnya sampai hari ini tidak ada panggilam tes atau wawancara kerja dari lowongan-lowongan yang saya apply. Sepertinya memang harus berhenti totalll.
Setelah berhenti total, terbentuklah rutinitas baru. Sebenarnya tidak benar-benar rutinitas. Apalagi waktu sudah tinggal di kontrakkan. Kadang bisa tergantung kondisi fisik saya saat terbangun. Hahahaha...kalau sedang fit luar biasa, bisa beresin semua-semuanya. Tapi kalau sudah sedang merasa tidak enak badan, bisa hanya mengerjakan beberapa hal yang tidak terlalu berat.
Yang pasti rutinitas yang paling saya suka menunggu Aki pulang. Akakakak... Saya dan Aki jarang komunikasi selama jam kerja. Saya berusaha tidak mengganggu, tapi ada sesekali mengirimkan gambar-gambar cute. Apalagi kalau sedang rindu berat.
Load kerja Aki hampir setiap hari banyak dan biasanya kalau di depan pintu wajahnya sudah terlihat lelah. Pertanyaan yang akan saya tanyakan setiap hari, " Lapar tak? Mau makan?" .. Kalau Aki mau, langsung saya siapkan. Kalau, belum saya akan tunggu. Kalau saya lapar sekali, mau tidak mau makan duluan. (Sejak merit kalau makan sendirian, makan jadi sedikitt alias ga nafsu.. :( ..)
Setelah makan, saya akan biarkan Aki 'me time' sepuasnya. Entah browsing youtube, main game, atau browsing. Kalau dia main game atau browsing, saya akan sibuk baca atau browsing juga (setelah itu tukar-tukaran informasi...halahhhh).. Tapi paling seru ya browsing youtube sambil ketawa-ketawa tidak jelas. Dari youtube bisa nonton video dari OVJ, NigaHiga, How Act Like Indonesian, lagu tembang kenangan, liat video anjing (bisa piara anjing seperti mimpi di siang bolong), atau nonton info pengetahuan yang kita sedang tertarik. Itu nonton bisa sambil ketawa-ketawa dan tahu-tahu Aki bisa tarik tangan saya, minta punggungnya digarukin. Akakakak...
Lucunya, kebiasaan Aki minta digaruk ini bisa membuat saya mengantuk. Setiap saya menggaruk Aki, pasti saya langsung menguap. Agak aneh memang hehehe...
Sebelum menikah, saya pernah baca kalau pelukan dan sentuhan bisa meningkatkan sistem imun tubuh dan mengurangi stres. Waktu tahu itu, saya berjanji pada diri sendiri untuk sering-sering memeluk Aki kalau kami sudan menikah. Ya, komitmen ini tidak sulit dijalankan karena bahasa kasih saya sentuhan. Dalam kesempatan apa pun, saya sebisa mungkin menyentuh Aki. Entah mengusap punggung, wajah, atau memberika  pelukan gemas.
Sejak ada kebiasaan ini, saya jadi terbawa juga pada sahabat-sahabat dan keluarga saya. Pelukan, menyentuh, dan kecupan sayang (pada orang yang tepat) terasa menyenangkan. Tidak terasa kaku lagi. Kalau dulu, saya merasa tidak terlalu bebas melakukannya. Setiap melakukannya merasa berlimpah kasih sayang. Hahahaha...
Sekarang, kebiasaan itu masih berlanjut dan saya berusaha mengingatkan diri sendiri untuk melakukannya pada Aki. Bahkan kalau nanti Gi sudah lahir, saya tidak boleh berhenti melakukannya. Gi buah hati saya, tapi Aki adalah belahan jiwa saya. Gi suatu saat akan membangun keluarga sendiri, tapi saya dan Aki akan bersama sampai maut memisahkan. Karena itu, rutinitas kecil ini jangan sampai saya lupakan, rutinitas kecil untuk menunjukkan kalau dia teramat berarti buat saya (Amin ya Tuhannn).

amsaLFoje via Blogaway

Monday, March 10, 2014

Jualan Lagi..Ngga Pede

Huihh.. Pengeluaran rumah tangga bakal lebih banyak setelah Gi bakal lahir. Gaji Aki sih udah pasti naik, tapi saya sendiri ingin sekali membantu mendapatkan uang  tambahan. Terutama untuk mempersiapkan dana pendidikan atau apalah nantinya buat Gi atau mungkin akan ada adiknya nanti (eeeaa...bocah belum lahir udah ngomongin adik).

Thursday, March 06, 2014

Diari Kehhamilan 18 Minggu

Sudah 18 minggu loh, Nak! Minggu lalu waktu kita periksa ke dokter ternyata kamu seorang pria!!
Jadi, karena kami sudah menyiapkan namamu, kami akan memanggilmu Gi. Sama seperti Papa yang waktu kecil dipanggil Ge ^^.

Kami lihat perkembangan kamu lewat USG dan senang sekali karena kamu anak laki-laki yang sehat. Tuhan menepati janji ya, Nak? Walaupun Mama makan sederhana dan itu-itu saja, kamu tetap tumbuh sehat. Jangan lupa bilang terima kasih pada Tuhan ya, Gi.

Sayangnya berat badan Mama tidak bertambah. Sudah empat bulan, tapi berat Mama hanya naik 2 kg. Mama tidak tahu akan mempengaruhi apa nantinya, tapi sejauh ini Mama merasa sehat-sehat saja. Yah, walau sekarang perut Mama semakin buncit dan gerakan Mama semakin terbatas ^^.

Semakin dekat waktu kelahiranmu, Mama Papa juga mulai kuatir tentang biaya persalinan. Rumah sakit sudah kami tentukan dan sudah pasti Mama ingin melahirkan kamu dengan cara normal. Kalau bisa, Mama ingin langsung memberikan ASI padamu begitu kamu ada dalam pelukan Mama... Semoga Tuhan berkenan dengan impian Mama ini. Hehehe...

Soal biaya, yahh...selalu ada kekuatiran, Gi. Selalu ada. Uang dari mana dan bagaimana kalau nanti ada kebutuhan lebih? Tapi lagi-lagi Tuhan selalu katakan, jangan kuatirkan yang untuk esok hari. Kesusahan hari ini cukup hari ini. Percaya dan percaya!

Iya, Gi... Mama Papa bukan orang kaya secara harta, tapi kami punya iman dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus yang membuat kami menjadi merasa kaya. Kuatir selalu ada, tapi Tuhan mengajarkan kami untuk dikuasai iman dan harapan, bukan kekuatiran dan ketakutan (itulah yang membuat kami tetap bisa bersukacita ^^).

Gi, Mama ada rencana membantu keuangan keluarga dengan usaha kecil-kecilan. Sampai saat ini baru rencana. Jika Tuhan berkenan, maka semua jalan akan dibuka. Tentu saja Mama tetap mau fokus utama adalah melayani Papa dan mengurusmu sampai kau punya keluargamu sendiri nanti ^^.

Satu lagi, semoga nanti Mama bisa memberimu ASI sampai usia 2 tahun ya, Gi? Itu cita-cita Mama. Bukan cuma karena ingin berhemat, tapi juga supaya kamu mendapat nutrisi terbaik ^^. Tapi lagi-lagi, semuanya jika Tuhan berkenan, biar Tuhan yang atur jalan kita nanti akan kemana. Ok??

Masih beberapa bulan lagi, Gi. Nikmati masa-masamu di perut Mama, sementara Papa dan Mama puas-puasin pacaran tanpa pecah fokus. Hehehe... Doakan supaya Papa dan Mama terus mesra dan kayak orang pacaran yaakk... Mama sayang Papamu lohhh, Gi. Mama sudah janji pada diri sendiri untuk tidak menomor duakan dia kalau kamu sudah lahir. Papamu adalah belahan jiwa Mama, jadi...jangan cemburu yaaa... hahahaha...

Kami mengasihimu Gi. Tuhan Yesus mengasihimu. Kau adalah milik Tuham yang dititipkan pada kami, semoga kami bisa menjadi orang tua yang terbaik untukmu. Aminn.

amsaLFoje via Blogaway

Monday, March 03, 2014

Golput atau Tidak?

Tadi baru baca status teman FB yang mengajak Golput. Waktu beberapa bulan lalu juga baca kaskus yang penulis threadnya bilang tahun ini lebih milih jadi Golput.
Golput atau ga sebenarnya hak setiap orang, tapi sayang sekali kalau kita memilih golput. Kenapa? Saya sering berpikir satu tindakan kecil kita atau suara kita akan menentukan baik atau tidaknya negeri ini ke depannya. Seandainya karena satu suara golput akhirnya orang yang tidak tepat duduk di bangku kepemimpinan, bukankah sayang sekali? Apalagi kalau yang golput ratusan ribu orang.
Kalau mau bilang, kita pilih golput kemungkinan oranga yang salah kemungkinan besar akan terpilih. Kalau kita pakai suara kita, kemungkinan ada dua. Suara kita akan membantu terpilihnya orang yang tepat atau tetap dengan ada kemungkinan lain orang yang tidak tepat juga terpilih.
Tapi... Sekarang ini kan sudah ada website dari KPU yang menolong masyarakat untuk menilai dan mempelajari latar belakang para caleg. Kalau memang kita tidak ingin suara kita sia-sia, ya website ini harusnya kita manfaatkan. Dengan cari tahu latar belakang caleg, kita bisa jadi pemilih yang cerdas.
Kita juga bisa menilai kinerja caleg dari periode kepemimpinan tahun lalu. Kalau menurut kita buruk, ya jangan pilih dia lagi.
Jadi, pilih golput atau tidak itu terserah tiap orang. Tapi, jika kita ingin memajukan bangsa ini, kenapa kita harus golput dan tidak berani ambil resiko mempercayakan kepemimpinan di tangan orang-orang yang memang mau memimpin?
Jangan marah ya, tapi menurut saya golput itu seperti memilih kondisi aman supaya tidak kecewa. Giliran pemimpin yang terpilih tidak benar, golput bisa dengan bebas mengkritik dan membenarkan keputusan tidak memilih. Padahal orang yang golput menurut saya tidak berhak menuntut pada pemerintah. Kenapa? Karena mereka tidak memilih. Tidak ada satu pun pemimpin di pemerintahan yang mewakili golput. Mereka hanya mewakili orang-orang yang memilih mereka. Itu menurut saya...
Mau golput atau tidak? Terserah anda :D.
amsaLFoje via Blogaway

amsaLFoje via Blogaway

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...