amsaLFoje -A Long Life Learner-

Hari ini hari pertama bocah pulang sekolah naik angkutan umum sendirian. Hal yang sebenarnya ga perlu dibanggakan dibandingkan saya jaman gw SD. Dari jaman saya TK, saya sudah pulang pergi sekolah sendirian. Sampai kuliah apa-apa serba mandiri.

 

 
Beberapa minggu lalu bocah pulang sekolah sambil bawa brosur. Dengan muka kaku dan gigih dia bilang "Mama aku mau ikut lomba itu".

Gw yang liat lomba yang dia mau bengong. Dari sekian banyak lomba kenapa dia malah mau ikut lomba itu??

Dia yang mau ikut lomba, tapi gw yang ga pede. 🤣🤣🤣. Karna gw ga pernah ikut lomba yang dia pilih. Bapaknya juga ga pernah.

Tapi karena dia keliatan bertekad, gw sama bapaknya ga banyak komentar. Cuma nanyain tema yang udah dia pilih. Papanya langsungsemangat nyari kostumnya. Sementara gw masih loading... Ini gimana ceritanya bocah tiba-tiba pengen lomba ini.

Akhirnya gw pinggirin dulu rasa gugup gw. Yakinin diri, karena itu kemauan bocah, justru bagus buat pengalaman dia. Terutama dari segi persiapan.

Beberapa kali gw ngomel, "Kamu yang mau ikut lomba, kamu yang harus inisiatif siapin, bukan mama yang dorong-dorong lagi"

Puncaknya beberapa hari lalu karena dia masih keliatan santai nyiapin, gw ngomel "serius ga ikut lombanya? Kalau ga niat bilang, jadi buang-buang duit beli kostum". Julid banget pokoknya gw.

Karena gw paling gerah liat orang minta bantuan, orang lain yang riweh, yang minta tolong santai banget. Dari sini gw jadinya ngajarin bocah, jangan anggep enteng yang namanya persiapan.



==========



Minggu ini bocah ikut lomba yang udah dia nanti-nantikan dari minggu lalu. Dan gw sangat menahan lidah untuk tidak mematahkan motivasinya. Walaupun gw tahu dia ga akan menang dari cara dia mempersiapkan diri. Palingan ngomel karena dia ga konsisten dengan semangat awalnya. Padahal papa mamanya sudah mendukung dengan menyediakan keperluan lombanya. Gw meminta dia bertanggung jawab dengan apa yang dia minta.

Pas lagi kesal ini pun berusaha menahan lidah supaya ga mengeluarkan kata2 yang mematahkan semangatnya. Ada mindset di kepala gw yang kalau gw keluarkan walaupun benar secara realita, kemungkinan akan mematahkan semangatnya. Mungkin malah bakal membuat dia malas untuk mencoba lagi.

Puji Tuhan laki juga berespon sama. Gw tahu dia sangat berusaha menahan omongan untuk mempertahankan semangat bocah dalam mencoba sesuatu.

Kemarin gw ke sekolahnya untuk memberi dukungan. Ternyata pemenang udah diumumkan & dia tidak menang. Tapi dia menunjukkan rasa antusias karena teman-temannya mendukungnya untuk menang. Sepertinya dia menikmati perlombaannya bersama teman-teman.

Mendengar itu aja gw udah terhibur. Tadinya udah kuatir dia bakal kecewa banget karena kalah.

Pas gw tanya apakah dia akan tetap memilih lomba yang sama lagi kalau ada festival, dia bilang iya dengan persiapan yang lebih matang. Gw ketawa seneng denger dia ngomong gitu. Tanda dia belajar sesuatu dan ga kapok buat nyoba lagi. Kali ini otak gw ikut antusias buat bantu dia tanpa ada kekuatiran.


Mengajarkan anak tentang proses untuk sampai pada hasil.
Sering ga sih kita liat ortu lagi ngajarin anaknya lalu berespon
“Ya ampun, kasian amat sih. Udah beliin aja."
“Ngapain kayak gitu. Ribet. Langsung aja kasih.”

Satu hari laki gw marah ke bocah karena beberapa kali melanggar janji yang sudah dia buat. 

Laki lumayan marah sekali sampai bocah menangis. Kali ini laki ga langsung menerima permintaan maaf bocah karena bocah perlu belajar meminta maaf, menyesal bukan karena diminta tapi dari kesadaran pribadi.

Salah 1 hal sulit sebagai ortu dalam pengasuhan adalah.. 

Menjelaskan pada bocah bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang berbeda.

Bocah gw ajarin teratur sejak kecil. Pas liat temennya ga seteratur dia, dia nanya, komplain dll. 


Pic: lw.imaging

Halo teman-teman, setelah berkutat dengan berbagai hal dan ragu-ragu menulis tentang bagaimana cara gw mengatasi masalah perkembangan bahasa Indonesia yang agak lambat... Akhirnya gw meyakinkan diri buat menulis. 


Pic: lw.imaging


Mak, siapa sih yang ga bangga anaknya masih kecil sudah jago berbahasa Inggris dengan lancar? Si bocah ngomong sat set sat set pakai bahasa Inggris bahkan lebih baik dari orang tuanya. 


 

Mengajarkan anak-anak tentang kesehatan sudah pasti bisa dilakukan sejak kecil. Ga perlu menunggu mereka bisa baca tulis. Iyalah ya, semua orang tua pasti sudah tahu.

Dari nenek moyang kita pun anak-anak sudah diajarkan tentang kesehatan dari kegiatan harian. Misalnya, cuci tangan sebelum makan, mandi setelah bermain, makan tepat waktu, tidur yang cukup dan lain-lain. Semuanya dilakukan dalam aturan-aturan yang sebenarnya merujuk pada tujuan menjaga kesehatan. 


 
Anak bicara tidak lancar

Tahun ajaran baru sudah dimulai dan bocah sudah masuk SD. Bukan TK lagi. Di awal semester genap kemarin, sebenarnya gw ketar ketir ngeliat cara bicara bocah. Bocah lebih nyaman berbahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. 




Malam ini sebelum tidur gw nemenin bocah baca aplikasi Bible For Kidsnya. Kali ini ceritanya tentang orang lumpuh yang diturunkan teman-temannya dari atap rumah supaya bisa ditaruh di dekat Tuhan Yesus. Mereka melakukan itu karena sekeliling rumah padat oleh manusia yang mau dengar pengajaran Yesus.
Aplikasi Alkitab Anak


Wow wiw wow, sepertinya bulan ini rekor bisa bikin 2 postingan. Hahahhaha. Walaupun semuanya postingan review, semoga tetap memberi manfaat. 





Ini postingan saya di FB tahun 2017. Waktu baca-baca lagi, mengucap syukur banget gimana Tuhan kasih hikmat buat saya di saat-saat itu. Saya ingat sekali tahun 2017 itu saya banyak stress, nangis, mikir ga karuan. Gy juga hampir tiap bulan sakit. Saya harus ngurus keluarga tapi juga bisnis dan kondisi saya sendiri biar ga stress. Kalau saya sampai break down yang kena anak lagi. 

Hi, Gorgeous!
Hari ini tumben aku mau cerita tentang masalah kesehatan. Sebenarnya sih aku sudah beberapa kali membicarakan tentang kesehatan, tapi kali ini lebih detil karena menyangkut kesehatan si bocah yang lumayan bikin pusing.



Yesss, akhirnya nulis lagi...pasti ga ada yang nungguin postingan saya. Hehehhehe. Namanya juga blogger suka-suka. Ga ada target yang dikejar.

Bulan Juni kemarin mabok nyoret-nyoret karena, Puji Tuhan, banyak pesanan sketsa wajah. Walaupun kebanyakan pesan yang kecil-kecil, tapi lumayan untuk nambah-nambahin uang belanja dapur atau uang jajan mamah buat beli kosmetik. Hehehehe.

Ambil keputusan buat sabar ngadepin bocah itu ga mudah. Apalagi kalau banyak kerjaan, marah2 itu "nikmat" yang menyiksa. Tapi tentu saja kalau marah dengan alasan yang benar itu baik. Yang ga baik itu marah-marah.



Dulu pas single, emaknya dibilang "lemah lembut", gampang nerimo, gampang maafin, gampang lupain, murah senyum.. 

Udah punya anak.. Kayak singa kelaparan tiap ada yang ga beres, gampang keki kalau ada yang ga sesuai, mulut kayak senapan api 😂😂..





Tiga tahun lebih menjadi ibu, hal yang paling sulit dilakukan untuk bocah saya satu-satunya bukanlah memperjuangkan ASI (sempat baby blues karena ASI yang sedikit), tapi membangun karakternya. Sebagai orang tua saya dan suami harus terus menerus mengajarkan sikap yang baik dan memperbaiki sikap yang buruk. Berkali-kali memberi disiplin perilaku buruk yang sama sampai ia benar-benar mengerti dan mengimbanginya dengan memastikan selalu memberi pujian dan senyuman untuk setiap sikap baik yang ia tunjukkan.
Pixabay:mojpe



Hi Gorgeous!

Jumat Agung ini saya menulis kesaksian di FB tentang penyaliban Kristus. Seperti biasa, tulisan-tulisan seperti itu sebenarnya bentuk penyembahan saya. Lebih bisa mendekat dan jujur sama Tuhan lewat tulisan dan kadang menulis surat. Jadi, pas nulis kesaksian itu terbawalah dalam renungan lanjutan.



Hi Georgeous!!
Siapa di sini yang sudah ibu-ibu dan baru punya anak pertama yang usianya antara 2 sampai 4 tahun?? Tunjuk tangan!!

Sebelum saya menulis postingan ini, saya melihat gambar ini di FB dan langsung ngakak sambil manggut-manggut.


Baru jadi Emak, Mama, Bunda, Mimi, Mami, Mommy?? Baru ngerasain rasanya ngurusin urusan sekolah anak??

Ngerasain kayak saya ga?? Atau jangan-jangan saya saja yang jadi lemot seperti ini? Hahahha...
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Nivea Micellar Water 0% Alkohol
    Hi temans, Besok Gi, bocahku, libur jadi hari ini emak centil agak santai. Sambil nunggu jemuran kering supaya bisa langsung ...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • ISTRI Versus MERTUA
    http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca bera...
  • CURHATAN SI INTROVERT
    Baru-baru ini saya baca artikel tentang orang introvert yang waktu baca saya pengen teriak “ Itu gua bangeeeettt!!” Hahahhaha…. Sete...
  • Gandengan Tangan
    S ekalinya ngeblog langsung banyak yang diceritain neh.. Hehhehehe.. Secara kuota internet tau-tau habis gara-gara buka YouTube. Di ...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Support Me

Support Me
Traktir amsaLFoJe Amerikano supaya makin semangat nulis.

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Go_Blog

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates