Wednesday, October 31, 2012

Pikir Baik-Baik Sebelum Menegur

Hari ini bisa ketemu dua malaikat kecil kesayangan saya, hehhehe. Nathan dan Luna...sooo love them. Ya, tapi hari ini bukan mau sharing tentang mereka. Malahan mau sharing sesuatu yang agak berat.

Jadi, beberapa hari ini saya 'makan roti' yang agak keras. Seperti ditampar bolak balik. Setelah sekian lama tidak menyediakan waktu secara khusus buat baca firman, saya mulai bertobat dan memulainya lagi di minggu ini. Demi membulatkan tekad, saya beli deh satu buku renungan harian.

Ternyata eh ternyata buku renungan harian ini tidak seperti kebanyakan buku renungan. Selain sebenarnya buku itu buat bulan November, ternyata renungannya membahas per kitab dan renungan tersebut sedang membahas kitab Ayub.

Tuesday, October 30, 2012

Bola Mukjizat Yang Retak 2


Add caption



Mau kasih cerita mukjizat lain lagi. Kali ini retakan bola mukjizatnya semakin melebar. Hehhehe.
Jadi, hari Minggu kemarin saya dan Aki pergi ke Wedding Expo di daerah PRJ. Tadinya sudah ogah-ogahan pergi, tapi waktu teman komsel bilang di pameran bisa dapet harga jauh lebih murah, kita putuskan untuk berangkat.

Sebenarnya pameran itu diadakan selama tiga hari, tapi kami baru datang di hari terakhir. Tiket harga 10.000 buat tiga hari. Murahhhh bangeeettt… (maniak barang murah meriah).

Tadinya kita mau cari catering nasi kotak dan bridal, tapi pas liat kateringnya ternyata lebih fokus ke paket untuk prasmanan (kita mau sediain nasi kotak yang sedap saja untuk pemberkatan), kita jadi lebih fokus ke bridal dan apa saja yang bisa di- DP saat itu juga.

Monday, October 29, 2012

Lebih Baik Kuatir

Saya pernah nulis tentang NIKAH GA PUNYA UANG ITU IMAN dan itu memang bener ya. Kemarin akhirnya booking ini itu sama Aki. Tabungan yang seiprit itu amblassss dalam sekejap. Dalam hati langsung panik, cukup ga ya gaji kita buat nutupin utang-utang ini??

Sebenarnya saya mau pamer vendor-vendor apa saja yang sudah kita booking, tapi ga penting ya. Hahhaha. Soalnya kita aja ga tahu hasil kerjanya kayak apa. Baru booking doang.

Saya cuma mau cerita sesuatu yang ada dipikiran saya pagi ini. Entah kenapa kalimat ini terlintas di kepala saya.

Lebih baik saya banyak kuatir dari pada lebih banyak nyaman.

Monday, October 22, 2012

Happy B'day Papa!!


20 Oktober 2012, hari ultah Papa yang ke 55. Mama mengajak anak-anaknya membuat acara kejutan. Adik saya merencanakannya dan mengontak kakak dan adik saya yang paling kecil. Pokoknya seksi sibuknya deh dia.

Waktu adik saya mengungkapkan rencana ini saya sempat bergumul karena di sekolah sedang ada Open Day yang berarti saya harus datang ke sekolah. Sempat berpikir untuk bolos datang Open Day, tapi setelah dipertimbangkan tidak tepat juga. Tugas saya untuk membuat displayed board juga belum selesai sampai hari Jumat.

Akhirnya saya putuskan untuk tetap datang Open Day. Waktu Open Day saya kira akan selesai di jam 12, tapi ternyata masih ada tamu-tamu yang membutuhkan banyak informasi. Akhirnya mau tidak mau saya meminta ijin untuk pulang lebih dulu. Ga enak sih pulang di saat orang masih pada sibuk, tapi saya juga tidak mau terlambat ke acara ulang tahun Papa.


Tuesday, October 16, 2012

Bola Mukjizat Yang Retak



Kemarin saya membuat puisi yang judulnya BOLA MUKJIZAT. Sejujurnya kukatakan...halahhh..Saya benar-benar sedang mengharapkan sebuah mukjizat dari Tuhan. Mukjizat buat apaan ya?? Orang mati bangkit lagi? Orang sakit cantengan tiba-tiba sembua? Atau membuat indomie dari 1 mangkok tiba-tiba jadi satu kuali??...

Monday, October 15, 2012

Cahaya Hati




Aku melihat cahaya putih... 
Terang namun lembut dan hangat 
Ada dii tengah-tengah hati manusia

Cahaya yang tampak begitu terang
 Di hati bayi-bayi kecil yang baru lahir
Cahaya itu menunjukkan bahwa seseorang hidup. 

Tapi seiring berjalannya waktu..
Cahaya itu pelan-pelan memudar..
Terkadang tiba-tiba mati dan padam.
Seolah kegelapan menelannya...
Seolah kehidupan telah hilang...

Bola Mukjizat




Aku menunggu sebuah bola mukjizat pecah dalam genggamanku
Tapi entah kenapa
Aku tidak menggunakannya
Aku tidak mampu melihat ke dalamnya
Aku hanya melihat asap yang bergelung
Perlahan
Sangat pelan

Kutatap bola besar di depanku
Masalah yang besar
Hitam dan kelam
Seolah siap menggilingku dan melindasku hingga remuk redam

Hatiku  berkata
Mungkinkah?
Dapatkah?
Apa bisa?

Tuesday, October 09, 2012

Kita Tidak Bisa Memberi Apa yang Tidak Kita Punya

Bayangkan satu hari seorang teman menitipkan sebuah donat padamu dan dia harus pergi ke toilet untuk melakukan "hajat". Lalu kamu bertemu dengan temanmu yang lain yang terlihat sangat lelah dan lemas karena kelaparan. Dia melihat donat yang ada ditanganmu, dengan memohon ia meminta padamu. Apa kamu akan memberikannya??


Sepanjang hidup saya, Tuhan paling sering menempatkan saya di sekeliling orang yang sering berkata "saya tidak bisa apa-apa untuk melayani Tuhan". Berbagai firman Tuhan tentang visi dan talenta dikotbahkan yang terkadang malah membuat orang jadi tertuduh karena tidak punya visi dan talenta (bukan salah pendeta yang kotbah..namanya juga hidup) :p.


Yang jadi masalah sebenarnya mungkin orang-orang yang punya masalah ini (termasuk saya) berpikir kejauhan. Untuk melayani Tuhan dan punya visi harus tahu kemampuannya apa dulu. Harus bisa ini itu dulu. Tapi pada kenyataannya ternyata bukan bisa atau tidak tapi mau atau tidak.

Jika kita memikirkan untuk memberi apa yang tidak kita punya pada Tuhan, akhirnya kita tidak akan membrikan apa-apa. Mulailah dengan memberi dari apa yang kita punya. Waktu, uang, tenaga, telinga kita, mulut kita...lakukan hal-hal sederhana karena kasih kepada Tuhan dan sesama.

Kita tidak akan pernah tahu kapan hal kecil yang kita lakukan bisa mengubah hidup orang lain. Tidak akan pernah tahu, tapi selalu ada kemungkinan. Karena itu, lakukan apa pun itu dengan segenap hati. Berikan apa yang kita punya, bukan apa yang tidak kita punya.


PENGHARAPAN

Pengharapan dari Hati

Apakah Anda mempunyai ide yang tak terbayangkan, menakutkan, dan benar-benar ide yang luar biasa sehingga Anda tidak bisa tidur? Itulah yang terjadi dengan impian…terutama jika Allah ada di dalamnya. Semua impian itu tampak gila (memang gila!). jika dipadankan dengan segitigas logika, biaya, dan penentuan waktu, impian tidak pernah sama dan sebangun. Mereka tidak akan terbang jika Anda menguji mereka dengan gravitasi kenyataan. Dan bagian yang paling aneh dari semuanya : semakin mereka dibilang “tidak bisa”, semakin mereka menggetarkan kata “bisa”, “akan”, dan “harus”.


Apa yang ada di balik pencapaian besar? Tentu saja, orang-orang besar. Namun apa yang ada di dalam diri “orang-orang besar” itu yang membuat mereka berbeda? Tentu bukan usia, jenis kelamin, atau etnis, atau warisan, atau lingkungan mereka. Tidak, pastia ada sesuatu di dalam kepala mereka. Mereka adalah orang-orang yang berpikir berbeda. Orang-orang yang berbagai idenya terjalin menjadi pola yang penuh makna di baying-bayang impian, yang tersusun dengan benang-benang imajinasi dan kreativitas berwarna-warni, bahkan sentuhan fantasi.

Berilah ruang bagi impian Anda. Tetaplah siap menghadapi apa pun. Dan yang saya maksudkan memang apa pun! – The Quest for Character.






Pengharapan Menjaga Impian Kita Tetap Hidup

Apakah Anda mempunyai impian seumur hidup? Perjalanan petualangan yang ingin Anda ikuti..penemuan yang rindu Anda ciptakan..perusahaan yang diam-diam Anda bayangkan?

Apakah Anda bermimpi menulis artikel atau buku? Menulislah! Anda bertanya-tanya apakah semua pekerjaan mengurus anak-anak itu berharga? Tentu saja berharga. Teruslah mengerjakannya. Ingin kembali ke sekolah dan menyelesaikan gelar itu? Kembalilah dan lakukan niat itu…bayarlah harganya, bahkan meskipun diperlukan bertahun-tahun! Anda sedang mencoba menguasai suatu keahlian yang memerlukan waktu, kesabaran, dan tenaga (dan tentu saja uang)? Teruslah mencoba! Ingin terjun dalam bisnis sendiri? Mengapa tidak? Adalah sulit menemukan kepuasan sejati di tengah-tengah jenjang karier di perusahaan orang lain.

Tanpa impian dan tekad untuk memenuhi impian itu, kehidupan dengan cepat berkurang menjadi hitam yang suram dan putih yang pucat, menu makanan yang terlalu lunak untuk membuat orang dapat bangun dari tempat tidur di pagi hari. Kejarlah pencarian yang membakar api Anda. – Quest for Character


Copied From: The Strengths of Character by Charles R. Swindoll

Yang Pernah Terpikirkan

Kadang-kadang saat bangun di pagi hari, aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Meninggalkan rutinitas dan mengejar hal-hal yang dapat membuat adrenalin mengalir deras..Hal yang menantang dan menghibur.

Yang terlintas dikepalaku...Traveling tanpa jasa travel. Pergi tanpa kendaraan selain bekal pakaian dan uang secukupnya di tas punggung..Lalu keliling Indonesia. Menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah aku injak.

Bali?? Tidak... Yogya?? Juga tidak...
Aku ingin melihat hutan kalimantan atau Papua...Daerah pedalaman dan bagaimana suku-suku terbelakang hidup. Apa yang mereka percaya, apa yang mereka yakini...

Yah, tapi itu cuma sedikit mimpi yang menurut aku tidak masuk akal.. Mungkin ada yang lebih masuk akal. Misalnya, melakukan pertunjukan teater di tengah kerumunan. Seperti sebuah flash mob tapi dalam bentuk teater.

Ah, mungkin tidak mungkin juga. Bagaimana kalau melakukan hal lain. Melukis, menjahit, atau hanya bernyanyi riang. 

5 Things Before 30


Akhirnyaaa nulis something before 30...Hehhehe..Jaman kuliah saya bisa menulis banyak keinginan saya yang terlintas di kepala. Tapi sejak makin berumur keinginan saya mulai banyak yang tereliminasi. Jadi saya hanya akan menulis 5 hal yang benar-benar sedang dalam perencanaan saya untuk sampau usia 30 tahun.

1. Sudah Punya Keluarga Sendiri.

Yang ini mah memang sedang dalam perencanaan ya. Sedang dilaksanakan. Kadang ada kepikiran kemungkinan untuk batal dan akhirnya saya jadi selibat. Hahahhaha...(pikiran yang aneh). Dalam hati cuma percaya, single atau pun double.. Saya percaya kasih karunia Tuhan selalu sertai. Kasih yang Tuhan berikan pada saya bisa saya berikan pada orang lain walaupun saya tidak punya keluarga sendiri. Tapi kalau Tuhan percayakan saya untuk membentuk sebuah keluarga, saya mau belajar jadi ibu dan istri yang baik yang ada di Amsal 31. Malahan kepikiran untuk berhenti bekerja buat ngurus anak-anak dan bapaknya. Tapi itu baru jadi wacana..(kayak pejabat). Belum dibicarakan lagi dengan Aki :p.

Pembelajaran Tentang BerOrganisasi



Enam belas bulan bekerja sebagai seorang pembina OSIS dan sebagai seorang karyawan saya belajar banyak hal. Sekalipun sebelumnya saya pun telah banyak berkecimpung di bidang organisasi (ga banyak2 amat sih), ternyata masih banyak hal yang tidak saya tahu di bidang organisasi.
Selama mempersiapkan dan melaksanakan acara TMIS Cup 2012 kemarin saya melihat dan belajar dari kelebihan dan kekurangan tim kami. Belajar apa aja sih?

TMIS Cup 2012! LUAR BIASA!!


Setelah berbulan-bulan anak-anak OSIS mempersiapkan TMIS Cup, akhirnya acara ini terlaksana dengan sangat baiiikk..Walau ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, tapi sejauh ini kami sangat puas dengan hasil yang kami capai. Mengingat inilah pertama kalinya anak-anak OSIS membuat acara ini tanpa bantuan EO, kecuali pada saat closing acara.

Untuk berbagi, inilah dokumentasi dari TMIS Cup 2012. Terima kasih atas doa dan dukungannya. Terutama anak-anak OSIS dan rekrut yang berlelah dan bersusah payah...Rocks!!!!


Persiapan sebelum hari H. Nyuci lapangan basket/tenis. Salut buat panitia yang sudah hadir dan mau berlelah-lelah bersama.

Friday, October 05, 2012

Hal-Hal Yang Sering Terlintas

Eh, lagi heboh nulis something before 30 yaa... Hehehhehe... Pengen ikut tantangannya, tapi tiba-tiba kepikiran pengen nulis yang lain. Beberapa hal yang akhir-akhir ini saya pikirkan...

1. Saya beberapa kali berpikir ingin seperti Mother Teresa yang punya tangan 'besar'. Menolong orang-orang dengan segenap hati dia. Pernah denger cerita kalau orang-orang yang Mother Teresa tolong itu kebanyakan meninggal, tapi Mother Teresa tetap mau menolong. Waktu itu ada orang bertanya
 " Mengapa?" dan Mother Teresa menjawab bahwa setidaknya orang-orang itu meninggal tidak dalam kesepiaan dan rasa tidak berharga. Setidaknya saat mereka meninggal mereka tahu mereka tidak sendiri dan mereka di kasihi.... T.T... mau nangis waktu baca cerita itu. Kebayang gimana Mother Teresa terus setia dengan pelayanannya dengan keyakinan kalau setiap hal kecil yang ia lakukan adalah seruan pada orang-orang yang menderita bahwa mereka dikasihi dan mereka tidak sendirian. Dan dia berhasil menyerukannya... 

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...