Thursday, August 20, 2015

Untuk Para Calon Ibu : Menyusui

Ini sih pelajaran dari pengalaman saya menyusui. Saya sudah belajar dan banyak membaca tentang menyusui dan cukup percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif buat Gyan.

Tapi semuanya ga cukup. Kenapa? Saya tetap buta jika tanpa latihan. Saya buta juga karena ga bertanya riwayat menyusui ibu saya yang ternyata menurun pada saya.

Emang emak saya kenapa? ASI-nya kurang ok. Biasanya ASI kan ada dua. Pada saat awal proses menyusui yang keluar foremilk dulu. Foremilk warnanya lebih bening dan lebih encer. Seteleh foremilk di payudara habis, baru keluar hindmilk. Nah, hindmilk ini yang bikin bayi kenyang karena banyak mengandung lemak.

Yang jadi masalah. Emak saya hanya mengeluarkan foremilk dan ternyata kakak saya juga begitu.

Di bulan pertama Gyan menyusu bisa 30 menit lebih. Jauh dari batas normal menyusui. Dari yang saya pelajari, rata-rata bayi menyusui hanya sekitar 20 menit. Gyan ga, bisa lebih dari itu. Makanya di bulan pertama, saya sangat sangat sangat kurang tidur.

Emak saya sudah menyarankan supaya kami memberikan sufor pada Gyan. Saya tetap ngotot memberikan ASI. ASI eksklusif sudah jadi kerinduan saya bahkan dari sebelum hamil.

Suami dan ibu mertua sangat mendukung saya. Tapi, mereka juga keheranan karena ASI saya sangat sedikit. Bahkan payudara sudah bengkak, diperah dua-duanya pun tidak sampai menghasilkan 30 ml. Padahal sudah menyusui Gyan tiap 2 jam sekali.

Orang-orang yang datang dam bertamu pun semakin membuat saya tertekan karena mau tidak mau saya menjawab pertanyaan yang sama lagi dan itu-itu lagi. Diberi saran ini itu. Makan ini, makan itu. Jangan stress, jangan nangis.

Hahhahaha, udah kena baby blues sampai mau ninggalin Gyan sama bapaknya gara-gara tertekan. Nangis hampir tiap malam karena ga bisa bikin Gyan kenyang. Sedangkan katanya ASI lancar kalau ibunya santai dan senang. Nah loohh kan. Keki banget waktu itu.

Tahu dari mana ASI kurang? Selain dari waktu memerah, Gyan juga kuning. Beratnya ga bertambah. Kuningnya malah menjadi.

Dokter sudah wanti-wanti waktu awal datang ke dokter anak. Pemeriksaan setelah sebulan dokter malah mempertanyakan, kenapa beratnya ga naik. Sebelum ketemu dokter, lihat timbangan Gyan saja rasanya mau nangis.

"Anak gua kayak ga keurus. Mana dibilang kisut. Dibilang kecil banget sama orang." - mau kayak gimana lagi saya sebagai ibu? Ga mungkin kan saya kasih MPASI - gile ah.

Akhirnya dokter kasih ACC buat kami kasih sufor. Apalagi payudara kiri saya juga terkena mastitis.

Mastitis adalah infeksi pada payudara. Ciri-ciri payudara bengkak, memerah, dan jika sudah parah bernanah. Mastitis berawal dari peradangan dan bakteri. Ibu yang mengidap mastitis pasti mengalami demam.

Mastitis yang saya alami sudah sampai bernanah. Setiap mencoba menyusui Gi di payudara yang bengkak dan sakit itu, saya langsung demam.

Balik ke masalah Gyan, akhirnnya saya menurunkan sedikit cita-cita saya. Berharap setelah saya sembuh, Gyan bisa ASI eksklusif. Hancur hati waktu kasih sufor ke Gyan. Antara ga rela, tapi kasihan. Ya, demi kesehatan Gyan, saya nyerah (hikss masih sedih). Waktu liat dia tidur nyenyak setelah minum susu dan dia ga pernah senyenyak itu waktu ngASI, antara seneng dan patah hati. Kok, saya ibu ga bisa kasih yang terbaik buat anak.

Ya udah, akhirnya lanjut. Saya masih perah ASI saya. Kasih ke Gyan. Gyan juga masih tetap ngASI. ASI saya bertambah banyak, tapi tetap ga sampai 30 ml dan ga keluar hindmilk (ngenes banget kalau diingat lagi ... Sedih).

Terus deh pakai sufor sampai sekarang dan Gyan menyapih diri sendiri menjelang 6 bulan. Aku ditolakkk...Dia menolakku sambil ketawa-ketawa geli.

Jadi, maksud cerita saya ... Hahaha..

Karena makin banyak calon ibu, mau kasih masukan. Persiapkan proses menyusui sebaik mungkin. Ga ada salahnya belajar pakai boneka buat tahu posisi menyusui yang benar. Karena, kalau salah posisi, bakal sakiittt bangettt. Bahkan bisa mastitis itu.

Banyak nanya sama emak sendiri riwayat menyusui mereka. Kayak saya ini, saya udah pede  aja, tapi ternyata ada riwayat seperti itu yang menurun ke kakak saya juga. Kalau dari awal saya tahu, saya mungkin siap dan akan cari tahu solusinya supaya saya bisa tetap full ASI.

Jangan ambil pusing apa kata orang. Banyak orang akan memberi saran ini itu sampai kepala mau meledak. Bagus sih kalau kita ga masalah soal menyusui, kalau masalah, nah, siap-siapin hati. Semua orang punya niat baik, tapi ga harus kita turutin semua.

Taruh mimpi kita sebagai ibu di bawah kaki Tuhan. Mungkin Tuhan juga ijinin ini supaya saya ga jadi emak-emak yang sombong. Coba kalau saya berhasil ASI eksklusif, mungkin saya akan mengatai anak yang pakai sufor anak sapi. Akan menghakimi ibu mereka kurang usaha, males dll.

Tumpang tangan payudara kita juga salah satu hal yang terpikirkan oleh saya, seandainya ... Mungkin... Punya anak lagi. Mama saya bisa punya riwayat seperti itu ... Tapi, jika Tuhan berkenan ... Mungkin Ia mau berbaik hati pada saya dan mengabulkan kerinduan saya yang tidak tercapai saat menyusui Gyan.

Sudah dari minggu kemarin saya mau bagiin hal ini. Saya hanya tidak mau ada orang yang mengalami seperti saya lagi. Minimal ... Kalau ada yang baca ini dan menghadapi hal yang sama .. Bisa terhibur juga.

Para calon ibu, semangat yaaaa!! Melahirkan itu sakitnya ga seberapa. Mengurus anak sampai besar kesakitan yang paling kuat yang akan kita rasakan. Tapi, rasa sakit itu setimpal dengan semua pertumbuhan yang kita lihat pada anak-anak kita.

Semangatttt!!! Tuhan berkati kehamilannya \^^/

Tuesday, August 11, 2015

Wanita, Menunggulah Dengan Benar

Apa maksudnya judul di atas?

Sehubungan dengan masalah pasangan hidup hahahha. Karena saya sedang menyeterika, saya nulis cepat dan langsung aja dah.

Ada beberapa hal yang membuat wanita rajin menunggu pasangan hidup, tapi tidak siap juga dipertemukan dengan PH.

Hampir semua wanita memimpikan sebuah pernikahan. Kita bisa saja langsung menikah dengan siapa saja yang datang pada kita, tapi tentu saja kita yang mengenal kebenaran tidak melakukan itu. Kita wanita diajarkan untuk menunggu, tapi apakah kita menunggu dengan benar? Apakah kita menunggu hanya sekedar menunggu?

Memangnya kita harus melakukan apa selama menunggu?

1. Membangun diri

Banyak dari kita menunggu dengan baik dan berharap pria pilihan Bapa datang melamar kita, tapi tidak sedikit juga yang menunggu dalam diam. Diam yang seperti apa? Tidak ada usaha untuk membangun karakter-karakter yang dibutuhkan untuk menjadi isteri dan ibu yang ilahi. Mungkin kita sudah banyak membaca buku tentang membangun hubungan, tapi apakah kita sudah membaca buku bagaimana menjadi wanita-Nya Allah? Sudah? Apakah sudah dipraktekkan?

Yang perlu kita ketahui, menjadi seorang isteri lebih sulit dari yang kita lihat. Kita harus berani memgkonfrontasi kesalahan suami kita tanpa mengurangi rasa hormat dan tunduk. Kita harus taat pada keputusan suami pada saat keinginan hati kita yang paling dalam harus dikorbankan. Kita harus menjadi isteri yang lemah lembut saat suami bersikap menyebalkan. Kita harus tetap mengutamakan cinta pada pasangan daripada anak, sekali pun suami lupa bersikap mesra.

Susah sekali? Ya, kalau kita tidak pernah membangun karakter-karakter yang kita butuhkan untuk menjadi isteri dan ibu yang ilahi.

Memiliki iman untuk menikah? Bangunlah karakter wanita ilahi. Lebih dari itu, bangunlah karakter itu untuk memuliakan nama Tuhan. Wanita yang mengikat hatinya pada Tuhan akan terus membangun karakter itu sekalipun tidak akan ada yang mengikat dirinya dengan cincin.

2. Perlakukan saudara seiman pria sebagaimana mereka harus diperlakukan

Masih suka memandang rendah teman pria yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik? Merasa mereka ga mungkin mereka menjadi pasanganmu? Sikapmu berbeda pada satu saudara seiman dengan saudara seiman yang lain?

Mari dicek, murnikah hati kita pada mereka? Murni bukan cuma bicara suka-sukaan atau rasa simpati, tapi pandangan rendah dan menghakimi yang sering muncul di dalam hati kita, itu pun tanda ketidak murnian.

Tuhan menegur saya tentang hal ini sebelum saya mulai dekat dengan Aki. Saya sering memandang rendah para pria yang hidup di bawah standar hidup saya. Di pikiran saya, saya berkata, "Mereka ga sepadan dengan saya." Perkataan yang angkuh dan sombong. Secara perilaku mungkin saya tidaj melakukan yang melecehkan, tapi sikap hati saya.. Tuhan tidak berkenan akan hal itu.

Hormati dan pandang sebagai pemimpin siapa pun dan seperti apa pun teman pria kita. Dengan cara ini kita membangun karakter hormat pada suami tanpa syarat.

Buang jauh-jauh pandangan dan filosofi semua pria sama. Mulai memakai kacamata Tuhan.

3. Buatlah standar pasangan hidup, tapi jangan lupa evaluasi diri

Pengen punya pasangan yang rajin doa? Kita rajin doa ga? Pengen punya pasangan yang rajin muji dan nyembah Tuhan? Kita rajin muji dan nyembah Tuhan ga? Pengen punya pasangan yang berani kabartin Injil, kita berani ga?

Jangan sampai waktu sama kita, PH kita bukannya malah maksimal, tapi malah terhambat.

4. Seriuslah berdoa

Gimana Tuhan mau pertemukan kita dengan calon PH kalo kita sendiri tidak menganggap perkara PH sebagai perkara yang serius? Sudahkah kita berdoa untuk kesiapan diri kita? Sudahkah kita berpuasa untuk membangun roh kita?

Sama seperti kerjaan di kantor ya, kalo kita ga serius melakukan bagian kita pada saat training, jabatan yang kita inginkan pasti akan diberikan pada orang lain.

Tidak perlu malu berdoa tentang pasangan hidup. Tuhan sudah tahu isi hati kita, apa yang mau dimaluin lagi?

Jadi, serius ya berdoanya.

5. Bukalah pergaulan seluas mungkin

Saudara seiman ga selalu di gereja yang sama loohh. Bangunlah pergaulan dengan saudara seiman seluas mungkin. Bergabung di forum, group, atau apa pun yang membangun iman dan karkter.

Jauhkan dulu pikiran meluaskan pergaulan supaya dapat jodoh, tapj miliki motivasi dengan banyak bergaul, kita semakin banyak belajar. Semakin mendengar banyak cerita orang. Semakin banyak mengerti cara Tuhan bekerja dalam hidup orang lain.

Jangan batasi diri. Bergaul ga harus banyak bicara, menjadi pendengar yang baik, kita sudah bisa punya banyak teman.

Itu 5 hal yang terlintas di dini hari ini. Dari 5 hal itu paling penting fokus pada membangun diri untuk memuliakan nama Tuhan. Jangan batasi diri dengan pemikiran dan keinginan kita.

Pakai pikiran dan perasaan Kristus, nanti otomatis kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Yaaaaa.... Itu ajahhh. Semangatttt!! Tuhan itu baikkk. Sungguhh!

Saturday, August 08, 2015

MENYATAKAN IMAN PADA DIRI SENDIRI

Kadang, bukan menyatakan iman pada orang lain yang susah, tapi menyatakan iman pada diri sendiri.

Terbiasa melihaf apa adanya, apa yang ada di depan mata, menjadi sebuah kerja keras saat harus melihat segala sesuatu melampaui akal. Melihat kapasitas sendiri, rasanya ga mungkin untuk mengalami hal yang lebih dari yang dilihat dan dirasa.

Tapi kan Firman Tuhan bicara lain...
Tapi kan kenyataannya bla bla bla bla...
Tapi kan Tuhan janji ini dan itu
Tapi kan kamu sendiri bla bla bla...

Bukan yang diluar daging kita yang menjadi musuh kita, tapi apa yang ada di dalam kepala dan apa yang ada di dalam dada. Apa yang kita rasa-rasa dan apa yang kita hitung-hitung.

Itu kenapa, sering-seringlah membicarakan Firman atau minimal menuliskannya kalau kita jarang bicara. Kenapa? Supaya suara Roh Kudus lebih keras dari pada suara pikiran manusia kita, perasaan manusiawi kita. Dengan begitu, roh kita juga menjadi kuat untuk mengambil keputusan dan melakukan apa yang benar.

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...