Tuesday, March 29, 2016

Tuhan,
Mulutku memanggil namaMu

Seperti orang yang mabuk akan anggur
Aku mencariMu
Aku membutuhkanMu

Tuhan,
Hatiku mencariMu

Seperti bayi yang merindukan susu air ibunya
Aku lapar dan haus akan Engkau

Bisakah sedikit aku tinggalkan kesibukan ini
Aku ingin duduk di kakiMu
Aku ingin mendengarkan FirmanMu

Tuhan,
Seperti tanah kering yang merindukan air
Seperti mulut yang kering haus dan dahaga

Aku mau duduk diam
Aku mau dekatMu
Aku mau mendengarMu berkata-kata

Tuhan
Aku lapar
Aku haus
Aku kedinginan
Aku lemah dan letih

Aku perlu Kau Tuhan
Aku butuh FirmanMu
Aku butuh tinggal dalam mezbahMu

Tuhan
Aku memujaMu sampai mati
Sampai mati aku memujaMu

Semua orang boleh meninggalkanku
Tapi jangan Kau yang tinggalkan aku

Tuhan
Ini tanganku
Ini tangaku
Ini tanganku
Ini hatiku

Jangan lepaskan aku
Berapa lama lagi ya Tuhan
Berapa lama lagi?

Aku menghitung hari-hariku
Berharap segera kupulang ke pangkuanMu

Ya Tuhanku,
Berapa lama lagi
Ketaatan menjadi begitu menyakitkan bagiku
Aku ingin lari
Tapi aku tak bisa menjauh dariMu

Berapa lama lagi Tuhan
Berapa lama lagi aku harus bertahan
Lihatlah siksa yang kurasa
Kasihanilah aku

Lihatlah hatiku Tuhan
Lihatlah jiwaku
Tengoklah sedikit
Biarkan aku merasakan penghiburanMu

Aku berharap padaMu
Hanya kepadaMu aku berharap

Aku tidak bisa menutup mulutku atas deritaku
Aku ingin Kau mendengarkanku
Sebab hanya Engkau yang bertelinga

Tuhan berapa lama lagi
Berapa lama lagi

Jika masih panjang umurku
Berikanlah aku pengharapan
Genggamlah hatiku dalam tanganMu
Jangan biarkan kakiku goyah
Aku berseru kepadaMu

Tuhan tolong aku
Dengarkanlah seruan hatiku
Tuhan...
Dengarkanlah aku
Dengarlah Tuhan
Tolong aku...

Sunday, March 20, 2016

Bernostalgia Dengan Tuhan

Kemarin malam saya ubek-ubek blog saya untuk mencari kesaksian tentang Wanita Bijak, tapi ternyata ga ketemu. Malah bongkar-bongkar blog.

Hasilnya?? Mewek gelap-gelapan. Sebelah suami nonton youtube dan ga ngeh air mata saya udah netes-netes. Kenapa mewek?? Iya, soalnya ngeliat ternyata Tuhan benar-benar ada disebelah saya sepanjang tahun-tahun di belakang saya.

Thursday, March 10, 2016

PreSchool atau Langsung TK?

Beberapa hari ini mikirin dan mulai cari-cari PreSchool buat Gi. Tadi juga nanya temen anaknya preschool atau ga. Ternyata masih belum.

Entah kenapa tiap mikirin masalah ini jadi banyak kekuatiran.

- Biayanya gimana
- Tepat ga ya Gi masuk PreSchool?
- Kalau ga, Mama Gi ga pinter kasih homeschooling juga
- Masuk sekolah nasional biasa aja atau internasional?
- Mama Gi tetap mau kasih yang terbaik tapi kalau keungan ga cukup gimana?
- Sekolahnya bisa dipercaya ga ya, mengingat banyak anak2 sekarang jadi korban bully dan yang aneh2.

Dan banyak kekuatiran lainnya. Sebenernya udah tahu ya ayatnya,

Matius 6:27, 34 (TB)  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Tapi masih aja mikirin " Tapi kan harus disiapkan dari sekarang..blablabla..."

Mungkin harus tumpang tangan biar pikiran sia2 jauh-jauh. Hahaha.



Lasma WA 08170878531 BBM 6Y4N63 LINE amsalfoje

Wednesday, March 09, 2016

Kemerdekaan Sejati

Aku pernah berada di titik terendah hingga menginginkan sebuah kematian.
Semuanya karna merasa kehilangan jati diri, hak yang tak mampu diraih, dan harga diri yang terluka.

Lalu aku belajar sekali lagi
Kemerdekaan
Kebebasan
Kebahagiaan sejati bukan karna aku mendapatkan itu semua

Meletakkan setiap keinginan, hak dan harga diri di bawah kaki Kristus, itulah kemerdekaan dan kelegaan sejati.

Mengosongkan diri dan membiarkan Kristus mengambil alih.
Menaladani hidup-Nya yang tidak menganggap kemuliaan-Nya sebagai sesuatu yang patut dipertahankan
Merendahkan diri-Nya menjadi manusia
Bahkan mati di kayu salib sebagai orang yang dikutuk padahal Ia tidak berdosa

Iya,
Kemerdekaan sejati adalah saat meletakkan semuanya di bawah kaki Tuhan
Dan saat itu juga kita tidak diperhamba oleh apa pun
Dan kita menjadi hidup

#GodisGood #hak #freedom #right #kosong #Kristus #salib


Tuesday, March 08, 2016

Makeup Artist?


Udah pada tahulah ya aku jalanin bisnis Oriflame. Bisnis ini bikin aku makin kecanduan praktek makeup. Beberapa minggu ini juga banyak belajar berbagai macam makeup. Seneng bikinnya, tapi ga terlalu PD kalo buat keluar hahha.

Pengen banget bisa dandanin berbagai bentuk wajah. Bukan dipermak habis, tapi maksimalin kecantikannya. Dari tadi mikirin, siapa yang bersedia jadi korban.

Trus, tadi tahu-tahu Aki nanyain minat jadi makeup artist atau makeup karakter?? Dua-duanya!! Tantangan banget buat jadi makeup artist bikin orang cantik tanpa membuat kecantikan aslinya ketutup terlalu banyak. Tapi kalau makeup karakter, justru sebaliknya. Tantangan terbesarnya membuat seseorang kelihatan sesuai perannya atau berbeda jauh dari kehidupan sehari-harinya. Latar belakang saya pelayanan drama pengaruh juga selalu antusias kalau soal ini.

Yah, tadi sih cuma sebatas obrolan. Aku juga cuma berandai-andai. Ga bayar kan kalo berandai-andai.

Masih mau jalanin hobi ini?? Masihh dooonggg secara beli kosmetiknya juga malah hasilin duit hahhaha. Sama kayak hobi lainnya. Masihhh mau jalanin.

Tuhan Itu Terlalu Baik

Aku pernah cerita ga ya gimana baiknya Tuhan menjaga hidup aku?? Kalau belum, aku mau cerita lagi. Hehehhe.

Dari sejak lahir baru, entah kenapa Tuhan selalu membawa aku ke tempat dan orang-orang yang takut akan Dia. Mulai dari SMA, aku pisah dari teman gereja aku yang radikal. Tapi di SMA itu juga ketemu kakak kelas yang udah lulus tapi niat banget tiap minggu dateng buat membina persekutuan doa.

Waktu kuliah, aku pengen banget mandiri dan jauh dari orang tua supaya bebas ibadah di gereja mana pun aku mau. Makanya niat banget masuk UKRIDA. Tapi ternyata ga segampang itu nemuin gereja yang bisa menetap secara di Jakarta gerejanya ternyata gede-gede. Jemaatnya banyak. Tapi... Akhirnya bisa kecantol komsel. Cuma gara-gara nanya sahabat aku baru pulang dari mana, dia bilang komsel, aku langsung minta diajak.

Di komsel inilah awal kebangunan rohani aku. Dari orang Kristen yang ga ngerti gimana bebas dari dosa, menjadi orang Kristen yang ngerti dan tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang murid Kristus.
Kerennya lagi yaaa... Tuhan ga cuma jaga aku lewat komsel. Aku kuliah di jurusan psikologi yang memungkinkan orang tuh jadi ga percaya Tuhan, tapi dosen-dosen aku terutama Pembimbing Akademik yang juga Pembimbing Skripsiku adalah orang yang takut akan Tuhan. Bahkan dia mengajak aku buat ikut kelas penginjilan dan lewat dia aku bisa ngerti gimana bisa tahu seseorang udah benar-benar terima Yesus dan keselamatan atau belum.

Tumpahhh!! Tumpahhhh banget Tuhan banyak kasih di masa-masa kuliah.

Setelah lulus, aku jadi guru magang di sebuah pre school dan ternyata basicnya Kristen-Katolik. Tiap pagi ada saat teduh bareng. Anak-anak juga sebelum kelas selalu kumpul untuk dengar cerita Alkitab. Haiyaaa.... ke mana-aman ada Tuhan.

Keluar dari pre school aku masuk ke sekolah yang lebih besar dan menjadi admin. Awalnya sekolah ini ga ada basic agama sama sekali. Tapi... tahu-tahu setiap akhir atau awal semester saat anak-anak masih pada libur, guru dan staf harus ikut pembinaan iman sesuai agama masing-masing yang udah pasti aku masuk. Kebaktian gabungan Kristen - Katolik yang lebih sering dibawakan dengan cara kharismatik.
Bos pertama aku yang satu ruangan denganku juga tipe "galak" sama anak-anak alias tegas. Setiap pagi dia baca Alkitab.

Sekarang, saat kerja dengan Oriflame, aku ketemu dengan klub kecil yang baru dibentuk. Banyak tantangannya. Malah bisa dibilang sempet ngerasa salah klub karna ga naik-naik level. Tapiii... Tuhan ga pernah salah nempatin kita. Tahu-tahu ci Fany dan Ci Shierly bikin group pendalaman iman. Kita baca pasal sama-sama. Kesaksian dan bagiin apa yang didapet dari pasal hari ini.

Gimana yaa... Udaha ga bisa komentar banyak.
Tahun kemarin bisa dibilang kecewa sama hidup, ga bisa bebas berkomunitas kayak dulu. Apa-apa kebanyakan lewat socmed (ga nampol), mau ketemuan kehalang dana dan tanggung jawab. Tahu-tahu Tuhan kasih komunitas ini.

Tiap inget ini bawaan mau nangis. Bukan sedih, tapi bersyukur. Tuhan ga pernah tinggalin aku sendirian. Dia tahu apa yang aku butuh. Dia mengawasi dan mengamat-amati. Dia sudah lebih dulu merencanakan dan menyediakan bahkan sebelum aku mikirin.

Tuhan itu baik bangeettttt
Terlalu baik..
Dia benar-benar penjaga hidup
Ga akan ada yang bisa gantikan Dia

Serius


[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...