amsaLFoje -A Long Life Learner-


Rasanya masih belum terlambat ya kalau saya menuliskan ucapan syukur 2019 baru di hari ke 14 di tahun 2020. Padahal saya sudah memikirkannya dari akhir tahun 2019,tapi jiwa pengecut saya masih betah manahan tangan dan pikiran saya untuk bebas berkarya.


Kalau ngomongin 2019, sudah pasti tahun itu ga akan ada tanpa melewati tahun 2018...

Tahun 2018 buat saya tahun dimana Tuhan banyak mengajar saya dan Aki. Jadi ingat kalau dulu kakak pembina kami di Bimbingan Pra Nikah pernah bilang,

" Tema yang kalian tentukan pada saat  pemberkatan nikah, tema itu yang akan banyak Tuhan kerjakan dalam keluarga kalian."


Waktu kami menikah, kami memakai tema " Iman, Pengharapan, Kasih" dan memang selama  kami menikah tiga hal itu terus diproses. Walau sebenarnyaaa dalam iman Kristen ya memang tiga hal itu yang akan terus Tuhan godok sampai mati. Hehehhe. Tapi saat menjadikan 3 hal itu sebagai tema pemberkatan nikah kami, setiap ada masalah selalu teringat dan  menguatkan lagi.

Lalu hal-hal signifikan apa saja yang mau saya catat dalam blog ini? Ini dia beberapa hal yang membuat saya diteguhkan setiap hari.


1. Lunas Hutang

Cr: Nikolay F. 


Sejujurnya, walaupun kami menikah tanpa meninggalkan hutang, tapi kekurang cakapan saya dan Aki mengatur keuangan cukup memporak porandakan keuangan kami. Sebenarnya pun kami bukan yang boros-boros amat. Hedon pun tidak, tapi memang banyak hal perintilan yang kami pikir ga masalah, ternyata bisa jadi masalah.

Kami sempat menggunakan kartu kredit dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Tentu saja denga melunasi hutang yang tersisa. Kami belajar menghidupi diri dengan gaji yang kami terima. Puji Tuhan, hutang kartu kredit sudah lunas. 

Di awal tahun ini kami masih sempat memiliki hutang pembelian handphone secara kredit. Ini pun beli karena handphone benar-benar sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Parahnya handphone saya dan Aki rusak di waktu yang berdekatan. 

Di sekitar bulan Oktober, akhirnya kami bisa melunasi pembayaran kredit handphone. Kami tidak punya hutang lagi selain KPR. Buat saya  hal ini kemenangan besar. Heheheh. Setelah beberapa tahun sebelumnya berjuang melunasi semua tanggung jawab.

Puji Tuhan usaha sketsa wajah pun Tuhan lancarkan, bisa untuk menjadi tambahan dompet dapur kami.

Terkadang saya ngelus dada setiap Aki dan saya ingin pergi nonton atau kongkow, kami harus mikir berkali-kali, uang kami cukup atau tidak. Ada rasa bersalah terselip setiap kali melihat Aki juga harus menurunkan standar kesenangannya supaya kami bisa mencukupi hidup. Dia sudah bekerja keras selama sebulan penuh, tapi ga bisa menikmati hasil kerjanya sendiri dengan bebas...huksss.. Di sini binik cuma bisa berdoa supaya Tuhan lipat gandakan berkat untuk suamiku supaya dia bisa menikmati hasil keringatnya tanpa perlu banyak pertimbangan.

Yah, biar begitu toh masa-masa kejepit itu membawa kami pada pendewasaan. Bukan cuma bijak dalam menggunakan uang, tapi juga kerendahan hati dalam menerima bantuan.

Dalam kondisi-kondisi terjepit, ga jarang kami meminta bantuan, tapi ga jarang juga orang-orang terdekat kami memberikan berkat tanpa diminta. Harga diri ini teriris-iris, rasanya seperti tertuduh dengan tagline

"Lebih baik tangan di atas."


Maunya kami, kami yang bisa membantu orang lain
Maunya kami, kami yang menolong orang yang susah
Ga perlulah kami nerima bantuan..

Tapi Tuhan tegor...

Di gereja dulu kami diajarkan " Setia menerima, setia memberi."  Kami terlalu fokus pada konsep  memberi, seolah-olah memberi adalah tindakan yang paling baik. Kami lupa kalau setia menerima sama pentingnya untuk menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri pada pekerjaan tangan Tuhan.

Baca juga: Jangan Menikah Kalau...


Waktu saya dan Aki membicarakan hal ini, saya tertegun, ternyata saya dan Aki punya watak yang sama, punya harga diri yang tinggi. Sedangkan untuk bisa melihat kemuliaan Tuhan kita ga bisa mempertahankan harga diri yang ditakar lewat pikiran manusia.

Bersyukur lewat proses yang sudah kami lewati dan pastinya masih terus diproses. Gimana cara Tuhan prosesnya, akan kami lihat nanti.


2. Keputusan Gyan Tetap Di TK A



Sewaktu saya dan Aki memutuskan untuk membiarkan Gi tetap di TK A, sebenarnya ada ketakutan di dalam hati saya. Gimana kalau nanti Gi jadi minder? Gimana nanti kalau dia ga bisa gaul sama teman-temannya? Gimana kalau nanti dia merasa berbeda karena teman-teman sekelasnya sudah naik ke TK B.

Puji Tuhan, guru-guru Gi pintar menjelaskan pada anak-anak muridnya. Dengan cara yang menyenangkan Ibu Kepsek menjelaskan pada Gi, dia harus tetap di TK A karena kedua gurunya membutuhkan bantuannya di kelas. Dengan semangat pula Gi menerima tugas itu.

Baca juga:  Mama Papa Harus Berani Sabar


Di pembagian rapot semester 1 kemarin, saya menjadi lega. Kedua guru Gi menjelaskan kalau keputusan saya dan Aki membiarkan Gi tetap di TK A sudah tepat. Gi lebih percaya diri, dia lebih tenang di kelas, lebih antusias mengerjakan tugas. Dari hasil observasi pun menunjukkan  hasil yang baik. Di tahun sebelumnya Gi tidak mengisi jawaban semua pertanyaan tentang membaca, tahun ini dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


3. Pekerjaan baru Aki



Karena satu dan lain hal, Aki akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor lama. Puji Tuhannya karena kantor lama sedang dalam perombakan besar-besaran, niat Aki buat resign ga pake sembunyi-sembunyi. Atasannya memberi dispensasi Aki keluar kantor untuk wawancara kerja. 

Biar begitu, tetap saja ada kesulitan yang Aki lewati. Aki memasukan lamaran ke beberapa lowongan mulai dari website loker sampai info dari teman sejawat atau tawaran langsung, tapi sampai beberapa bulan belum juga ada panggilan. Sempat sampai menanyakan list gaji, tapi lagi-lagi ga keterima. 

Beberapa kali liat wajah Aki yang bilang hasil wawancaranya ditolak lagi, bikin saya patah hati. Wawancara kerja sampai 10 kali dari yang ngarep sampai ya udahlah dijalanin aja, pastilah melelahkan. Saya sudah bersiap mencari lowongan kerja untuk kembali kerja kantoran kalau kalau Aki sampai tidak dapat kerja juga (itu saja belum tentu bisa segera dapet karena hiatsu yang panjang)

Baca juga: Keluar Dari Kotak Untuk Kotak Yang Baru


Syukurlah, di akhir tahun, Tuhan beri hadiah. Akhirnya Aki diterima bekerja di satu perusahaan. Walaupun harus bergeser dikit dari bidang pekerjaannya yang dulu, kami benar-benar mengucap syukur.

Aki meninggalkan kantor lama dengan baik dan membawa pelajaran yang membuatnya lebih dewasa sebagai seorang profesional. 


4. Buah Manis Pernikahan


Ada teori yang bilang kalau 5 tahun pertama adalah masa bulan madu dan setelahnya kemungkinan krisis pernikahan. Beberapa hari lalu seorang artis menceritakan bahwa 5 tahun pernikahannya adalah siksaan dan setelahnya baru merasakan kenikmatan. 

Waktu itu saya menonton wawancara itu bersama Aki dan langsung mengiyakan kata-kata artis tersebut. Aki langsung pause videonya dan kami ngobrol panjang lebar soal hal itu. 

Iya, 5 tahun pertama adalah masa adaptasi yang menyiksa. Bukan cuma saya, tapi Aki juga walau dia ga bilang, tapi mukanya ngomong banyak. 😬😬😬

Di tahun ke 6 pernikahan kami baru benar-benar ngerti, ngedong apa itu satu hati, satu jiwa, satu pikiran. Seperti menemukan soulmate lagi dan lagi. Segala macama kata-kata romantis yang ada di drakor, saya baru mengerti maknanya di tahun ke 6 pernikahan. "Everything I'll do. I do it for you." semacam itu.

Bukan lagi soal kewajiban, istri harusnya begini, begitu, atau suami harusnya melakukan a atau b. Tapi lebih ke

"aku melakukan ini karena aku mengasihimu. Aku mau melakukan yang terbaik untukmu."


Hi temans, makasih yang masih mampir ke blog ini dan masih nyimak ocehan saya yang kadang ga karuan, emosional, bahkan gaje. Saya cuma mau berbagi sih dan berdasarkan pengalaman sendiri bukan penelitian tertentu. Kalau memang bawa pencerahan, Puji Tuhan. Kalau ga setuju, boleh dibantah. Kalau ga suka, boleh hpnya lempar ke saya (wakwakwak). 




Kalau kamu nikah cuma untuk menghalalkan hubungan badan alias ngesex, mending ga usah nikah. Beneran deh, pernikahan itu bukan sekedar untuk menghalalkan persetubuhan,pegangan tangan, dll. 


Baru-baru ini saya membaca sebuah curhat dari salah satu klien Cermin Lelaki yang menceritakan kondisi keluarganya. Si Bapak ini bekerja yang mengharuskan dia pindah-pindah kota selama berbulan-bulan yang berarti pisah dari istri dan anak-anak. Setiap beberapa bulan pindah, beberapa bulan kemudian pindah lagi. Kondisi ini membuat si Bapak tidak bisa memenuhi kebutuhannya sebagai seorang pria. Iyalah ya, istri jauh gitu. Ga ada yang ngelonin. 
StockSnap


Hi Gorgeous yang sudah menikah...
Kapan nih terakhir meluk dan cium pasangan??

Seminggu ini menyadari 1 hal, sesibuk2nya sama kerjaan rumah dan anak jangan lupa bermanja-manja sama suami. Manjanya bukan minta beliin ini itu ya, tapi beri pelukan dan ciuman pada suami atau memberikan rayuan-rayuan kecil seperti colekan di perutanya atau kecupan kecil di bibir saat sambil lewat ke dapur.





Hi Gorgeous!!
Sudah lama tidak nyampah di sini. Berhubung anak udah mulai aktif Kegiatan Belajar Mengajar dan emaknya sibuk jalanin bisnis ilustrasi, blog ini jadi agak berdebu (tiup kenceng.. Fuhhh... Ohok.. Ohok)


Pernikahan didasarkan cinta. Bukankah itu indah? Tentu saja indah. Tapi, anehnya setelah beberapa tahun, pernikahan tidak lagi terasa indah. Malah seperti neraka.

Alasannya? Banyak. Mulai dari keuangan, keluarga pasangan, cara pandang dan nilai-nilai yang berbeda, gaya hidup, bahkan pendidikan.


Satu tahun lalu, saya membaca pernyataan A di media tentang anaknya yang tidak keberatan dirinya tidak ikut merayakan wisuda anaknya. Dalam hati saya berkata "Hati-hati, Pak"



Tarik napas, buang..
Tarik napas, buang..

Hari ini saya menghadiri pernikahan seorang teman di Gereja Katedral. Yang namanya pernikahan biasanya yang paling dinantikan melihat kecantikan pengantin wanitanya. Iya ga??

Tapi, hari ini agak shock melihat pengantin wanita didandanin "seadanya". Bukan karna mau pengantinnya, tapi karena Make up artistnya kurang memberi yang terbaik.

Iyalah yaa. Masa make up kakaknya (sahabat saya) lebih bagus dari pengantinnya. Itu juga karena sahabat saya itu minta pakai primer dan foundation Giordani. Sementara pengantin dipakaikan alat makeup yang standarnya tengah-tengah.

Waktu saya lihat makeup pengantin lebih dekat, bulu mata palsunya lepas. Eyelinernya beleberan. OMG. Masih bagusan kakak saya yang make upin.

Sahabat saya cerita kalau MUAnya ini ngaku sudah pengalaman puluhan tahun. Tapiii.. Pake beuty blendder ga bisa. Bikin alis orang tua pengantin model jaman 90an.

Parahnya lagi, waktu pengantin memakai gaunnya, bagian lengannya sobek. Makin greget denger ceritanya. Mau ga mau pengantin wanitanya pakai gaun lain yang sama sekali ga difitting. Gaunnya kebesaran. Keliatan banget.

Mau nangis dah tiap inget ini. Saya tahu susah payahnya cari bridal yang bisa dipercaya. Pengennya kan keliatan menawan.

Kepala saya makin nyut-nyutan waktu sahabat saya cerita, bridalnya akan kasih semua foto pre wedding asal kasih review yang bagus. Ajee gile kan. Udah hasil kayak gitu, malah minta review bagus.

Gara-gara masalah ini jadi pengen kasih tips juga buat persiapan pernikahan biar ga dapet kucing dalem karung.


1. Berdoa sebelum mencari

Yaelah, Las.. Pake berdoa segala.

Iya, saya suruh doa dulu soalnya perempuan kalau udah ngurus kayak beginian problem emosinya keluar semua. Ga sabaran, perfeksionis, ragu-ragu, ga percayaan, lebih nuntut juga iya.

Makanya berdoa dulu, biar pas mempersiapkan semuanya dengan roh lemah lembut dan tentram. Ada kata sepakat dengan calon pasangan.

Persiapan pernikahan kayak gini malah bisa jadi tempat kita belajar mengatasi masalah, cari solusi bareng pasangan. Karena.. Namanya nikah, masalahnya lebih ruwet dari sekedar cari vendor.



2. Rajin Cari Info

Jangan pernah males cari info. Pertama cari info soal harga,  isi paket yang ditawarkan dan lain-lain. Pilih beberapa bridal supaya buat jadi perbandingan. Kalau kamu punya duit berlimpah ruah, ga perlu mikir, pilih aja yang memang terbaik. Tapi kalau duit kamu terbatas, pilih beberapa bridal yang sesuai budget.

Perlu tahu nih ya, biasanya bridal-bridal besar yang sudah punya nama, ada anak perusahaannya yang menawarkan harga lebih murah tapi kualitas ga terlalu jauh beda. Palingan beda di gaun dan MUAnya. Gaunnya biasanya bukan model terbaru (bukan berarti ga bagus), MUAnya mungkin bukan MUA terkenal tapi hasil kerja tetap ok.

Nah, bisa cari-cari tuh anak perusahaan kayak gitu.

Kalau dulu saya nikah anak perusahaannya Yohanes Bridal. Lupa nama bridalnya White Bridal kalo ga salah, nyatu dengan DeCaption. Buat retouch makeup malam saya pakai jasa teman Beauty Nissi (sekalian bantu promo karena mereka kasih pelayanan bagus)

Wedding gown by White Bridal
Location: Royal Jade Restaurant
Atas referensi mertua karena makanan enak
Dan memang enak banget. 


Make up and gown by White Bridal
Pic by FE ART SHOOTER

Foto pre wedding by De Caption

Retouch Makeup dan aksesoris rambut
by Beauty Nissi





3. Survey lewat review dan testimonie

Jangan males buka website seputar persiapan pengantin. Ikutin forumnya. Di situ testimoni berlimpah ruah. Bahkan suka ada info mana-mana WO, bridal, atau vendor yang kualitas pelayanannya bagus tapi murah atau buruk. Paling parah sampai nipu dan bawa kabur uang pengantin.

Website yang dulu rajin saya santorin weddingku. Website yang udah banyak dipercaya buat nyari vendor-vendor. Forumnya juga ramai dan aktif.

Dari website masih kurang greget?? Tanya temen. Rajin-rajinlah ke kondangan. Kalau ada makeup atau baju pengantin temen yang kamu naksir, gedung dan dekor yang kece, makanan atau entertainer yang enak, bisa tanya-tanya mereka waktu mereka sudah pulang bulan madu (ya.. Ya.. Yaa biar ga ganggu yaa).




4. Kunjungi pameran

Jangan males kunjungin pameran. Kalau udah punya list bridal yang kamu naksir. Testimoninya juga ok, coba kejar mereka di pameran buat cek harga. Biasanya di pameran harga paketan akan lebih murah jauh dari hari biasa. Kalau kamu booking min setahun sebelum hari H malah akan lebih murah daripada booking beberapa bulan sebelum hari H.

Selama pameran itu bisa juga tanya kerja sama dengan vendor lain ga. Gedung mana. WO apa. Kalau ternyata bisa 1 paket, kenapa ga? Ga pake ribet lagi kan?? Tapi balik lagi, rajin-rajin cari info vendor rekanan mereka.




5. Komunikasikan apa yang kita mau dengan rasa hormat

Maksud saya bukan ngejilat yaa. Kita memang bayar mereka, tapi tetap harus punya rasa hormat. Jangan pelit senyum. Ngobrol tanya-tanya soal kerjaan atau kehidupannya juga boleh. Biar apa?? Biar dia juga enak dan ga segan kasih yang bagus ke kamu.

Bawelin boleh deh. Tapi dengan rasa hormat.

Maksudnya apa sih??

Iya, kasih tahu kita maunya apa dan ga mau apa. Tapi dengan kalimat yang baik. Air muka yang baik. Tunjukin kalau kita sudah memberi kepercayaan.

Misalnya, " Mba, aku maunya rambut diangkat aja ya. Makeupnya pakai lipstik yang peach aja."

Hindari kalimat, " Mba jangan kayak gini, aku ga suka. Duh, kok ga bagus ya. Kok ininya kayak gitu??" dan kalimat-kalimat abstrak lainnya.

Kamu harus tahu maunya kamu kayak apa, infokan ke vendor dengan detail, akan sangat membantu dibanding kita bilang ga suka tapi ga jelas ga sukanya di mana.

Kalau ternyata si vendor tidak bisa memberikan yang tepat seperti kamu mau, minta alternatif yang mereka punya dan mungkin kamu akan suka.

Komunikatif. Jangan terserah. Apalagi pake moodyan. Lagi berantem sama pasangan, vendornya kecipratan asem juga. .

Kalau vendor kerjanya jadi ga beres gara-gara kelakuan kita bikin ga mood, kan repot juga.

Baca juga

Jangan Menikah Kalau....
[Artikel] 3 Cara Mencintai Pasangan




6. Belajar percaya, dengarkan masukan.

Sudah liat info, testimoni, lalu deal... Nah, sudah harus belajar mempercayakan sambil terus menyampaikan keinginan kamu. Kenapa kudu bawel infokan yang kamu mau?? Biar kamu ga ngedumel di akhir. Biar kamu malah jadi ga puas belakangan. Kalau kamu komunikasi udah baik tapi vendor masih bikin kesalahan.. Amit2 yaaaa

Jangan ragu juga buat nerima masukan dari vendor yang sudah kamu percaya. Mereka punya pengalaman, jadi pasti penilaian mereka juga ok.

Seperti waktu saya mau pilih gaun pemberkatan, susah minta ampun. Awalnya mau gaun sederhana. Long dress, bukan ballgown yang saya pakai di pernikahan. Lebih seperti maxi dress dengan payet-payet. Tapi Aki (suami) bilang terlalu biasa. Konsultan gaunnya juga bilang kurang wah. Banyak gaun saya coba. Semua gaun kekecilan. Ada yang kebesaran. Saya butuh gaun yang pakai tali di belakang untuk mengencangkan. Sudah mulai endut soalnya - _-.

Beberapa bulan bolak balik ke bridal, masih ga dapet gaun yang pas. Mba Eni, konsultan bridal, janji ke saya akan cari gaun yang paling pas. Tapi second, model lama. Dia mastiin lagi apakah saya ga masalah? Saya ga masalah.

Dan akhirnya beberapa bulan sebelum hari H, dia kasih saya coba gaun yang ga tahu turun dari mana. Bener-bener pas di saya. Muka Aki juga puas banget pas lihat saya pakai gaun itu. Ketemu deh jodoh saya.

Saya sempat tanya juga kalau nambah bolero berapa harganya. Mba Eny cuma bilang, tenang aja dan pas hari H dia bawain bolero yang pas banget sama gaun. Dia bilang itu free (Yippiee!! makasih yaa mbaa).

Kritis harus, tapi juga harus percaya... Bingung kan lo.






7. Ingat, ga ada pernikahan yang sempurna

Sebelum kamu merusak hubunganmu dengan banyak orang demi pernikahan yang sempurna.. Ingat-ingat, upacara dan perayaannya cuma sehari, tapi hubungan itu setiap hari. Apalah artinya makanan enak, gaun sempurna, kalau pengantinnya malah pusing mikirin detail pesta, ngomel-ngomel kanan kiri.

Nikmati hari itu, bersyukur dan pasang senyum selebar mungkin. Pestanya cuma sekali, buat orang mengingatnya dengan cara yang hangat, bukan sekedar seremonial dan dekorasi waahhh.

Tapi tetep yaaa... Hati-hati milih vendor.. Tetep harus pakai hikmat. Jangan asal comot.

Pesta pernikahan itu sebenarnya sederhana. Kitanya aja yang suka bikin ruwet. Bikin pesta ala kita sendiri pun sebenernya bisa kan?? Nikah sambil barbeque ga ada yang larang kan??

Itu 7 tips saya pada masa persiapan nikah. Semoga bisa membantu dan apa yang terjadi pada teman saya ini tidak akan terjadi pada calon-calon pengantin lainnya. Amiinn.

  






Selama beberapa tahun ini banyak sekali pengetahuan dan informasi bagaimana pria dan wanita sebenarnya amatlah sangat berbeda. Pria dari Mars dan wanita dari Venus. Atau pria adalah wafle dan wanita adalah spagheti.

Hari ini mengingat lagi bagaimana kejadian aneh-aneh itu terjadi.

Bawa Aki ke pernikahan ka epa dan 1 keluarga langsung heboh karna Oma ga pernah bawa temen cowo. Baru jadi teman dekat, tapi Papa Mama udah kurang setuju.

Ujian pertama: Oma kasih tahu hal ini sama Aki buat liat Aki akan terus maju atau akan mundur. Aki lulus yeaayyy.


Ujian ke dua: Kita sering pegi bedua dengan alasan2 tertentu dan Oma tahu itu modus hahah. Oma mau diajak pergi karna Oma pengen Aki tahu kalau Oma buka hati. Ga mau main tarik ulur. Sering nahan2 diri ga bales sms dll pun buat jaga hati biar ga jadi kecanduan sama Aki . Sampai 1 hari hati nurani Oma ga tenang. Dalam pikiran sampai kapan mau pergi berdua tanpa status?? Orang2 ngeliat lohh. Anak komsel liat loohh. Hari itu waktu Aki minta diajak ke PB, Oma memutuskan hari terakhir pergi berdua sama Aki. Tapi tahu2 di hari itu juga Aki bilang isi hati Aki. Walau pun akhirnya nunggu 1 bulan buat bener2 memantapkan hati dan bener2 jadian, Oma tahu hari itu Tuhan ada diantara kita. Ujian ke dua ini kita lulus 

Ujian ke tiga: Satu bulan Aki nunggu jawaban, Oma malah minta Aki nunggu lagi sampai Papa Mama setuju. Ga nyangka Aki beneran mau nunggu. Kita doain dan puasain, percaya kalau kita satu hati, Tuhan akan lembutkan hati Papa Mama. Kirain mah bakal 2, 3 tahun dapet restunya, tahunya cuma 7 bulan dan dengan cara yang kita ga pernah duga. Ujian ketiga kita lulus lagi dan langsung pasang status di FB. Eksissss.

Ujian ke empat: Kali ini Oma yang diuji. Waktu ada masalah Oma pernah bilang ragu sama Aki. Oma inget banget muka aki saat itu. Kecewa. Ada rasanya menyesal udah ngomong ke Aki, tapi juga lega. Setelah itu Tuhan "tampar" Oma. Apa cuma saat senang aja Oma yakin sama Aki giliran lagi konflik ngerasa ga yakin. Tuhan bilang kasih Oma ke Aki dangkal banget kalau kayak gitu.

Gimana lucunya Tuhan proses kita. Tuhan ada di tengah kita kemarin, hari ini dan esok juga.

Lucu deh,
Di saat saya ribut-ribut soal LGBT, tahu-tahu Tuhan tarik saya lagi untuk lebih banyak diskusi dengan Dia. Diskusi tentang Gyan. Tentang kerjaan saya di Oriflame.

Beberapa minggu ini saya tahu saya melakukan kesalahan dalam mengasuh Gyan. Katanya kan emosi seorang ibu mempengaruhi watak anak yaa. Aku lihat Gyan pemarah. Emosional. Aku bercermin pada dia.



Mari kita hitung, sudah berapa lama saya menikah?? Enam bulan dan Tuhan sudah tunjukkan banyak sekali apa itu suka dan apa itu duka dalam pernikahan.  Sebelumnya saya pernah menulis tentang apa enaknya menikah, tapi kali ini saya akan membocorkan apa tidak enaknya menikah. Supaya yang mau nikah bisa berpikir ulang dan kalau masih tetap mau menikah bisa menyiapkan diri.

Jadi, setelah saya menikah, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Keputusan saya ini otomatis membuat kami memiliki pendapatan dari gaji Aki saja. Awalnya sih kami bisa melewatinya. Waktu kami tahu kami Tuhan beri kepercayaan untuk punya bocah, mau tidak mau kami harus pindah dan semuanya berawal dari kepindahan kami ke kontrakan.



Jangan menikah kalau...

Kamu masih berpikir waktu menikah kamu bisa ditemani pasanganmu setiap saat, dimana saja dan kapan saja. 

Karena kenyataannya, kamu akan punya kesibukan sendiri, begitu pun dia. Yang perlu kamu ingat saat menikah justru yang perlu kita ingat, sekalipun terpisah jarak (jauh, sedang, atau pun dekat), kamu dan pasanganmu adalah satu jiwa, satu hati, satu roh, dan satu daging di dalam Tuhan. 

Pasanganmu bukan bodyguardmu yang harus menemani kita 24 jam. Dia bukan hp-mu atau dompetmu yang harus setiap saat ada di tasmu. Dengan melakukan atau pergi sendiri selagi kita bisa, kita menghormatinya dan mengasihinya dengan tulus. 

So, kalau masih berpikir pasanganmu adalah malaikat penjagamu, pikirkan baik-baik apakah kamu benar-benar mau menikah??

Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates