amsaLFoje -A Long Life Learner-
Waktu gathering Bimbingan Pra Nikah minggu lalu, tiap peserta mendapat profetik letter dari pembinanya. Berhubung kakak pembina kami orangnya tipe yang logis..Akakakka... practicallah ya bisa dibilang. Dia lebih memilih iman yang dalam bentuk tindakan daripada kata-kata, isi surat yang dia tulis jadinya hanya beberapa kalimat dan ayat.


Saya lupa ayatnya dimana, tapi ayat itu menohok-nohok hati saya. Apa sih isi ayatnya?? Jangan iri pada orang fasik...



Waktu dapat ayat itu saya merasa Tuhan sedang mengoperasi otak saya. Jauh di lubuk hati saya, saya sering merasa iri pada orang-orang yang mendapat berkat dengan mudah. Apa-apa ada.. (padahal mungkin sebelumnya mereka bergumul juga, cuma diceritain pas udah dapet berkat saja).
DP 1st trial exam tahun ini benar-benar luar biaasaaa… Saya banyak melakukan kesalahan. Bos saya juga, entah kenapa jadi ga konsen kayak biasanya. Beberapa hari emang sakit sih.

Dalam seminggu ini bener-bener seolah ga ada break. Saya usahakan datang lebih pagi biar bisa sarapan dengan tenang karena sebelum jam 7.30 saya sudah harus berada di tempat lain dan harus mulai awas. Jam 8.30 naik lagi ke lt. 4 siapin semua bahan ujian dan memastikan pengawas datang tepat waktu. Sebenarnya saya juga harus stanby di ruangan supaya kalau ada yang perlu ditanya di soal ujian, saya yang akan mencari guru mata pelajarannya.

Sudah memastikan pengawas ada dan soal ok2 saja. Turun ke perpustakan buat scan dokumen yang akan dikirim ke examiner IB. Kalau yang covernya doang sih oklah ya, tapi kalo yang semua tugas-tugasnya, sampe ngantuk-ngantuk ngerjainnya (temen kerja yang tiap liburan semester scan dokumen ratusan anak juga pasti ngantuknya lebih parah). Selesai scan, siapin buat exam besoknya dan lipetin lembar jawaban.

Anak-anak pulang sekolah, waktu jumat kudu meeting OSIS. Selesai meeting, masih siapin buat ujian besok biar ga dikejer-kejer.

Nah, hari ini saya ceroboh. Kemarin saya tidak mengingatkan Bapak yang biasa fotocopy lembar jawaban. Jadinya pagi-pagi pas tau ga ada lembar jawaban, saya sampai panik. Mau foto copy sendiri, mesinnya eror terus. Sedangkan jam 7.30 saya sudah harus turun dan stand by di pintu gerbang. Puji Tuhannya, si Pak tukang fotocopy datang dan langsung membantu.

Itu kerjaan rutin, tapi kadang-kadang ada perintilan tambahan. Ngawas kelas yang tidak ada gurunya, mencari murid yang perlu dipanggil, mencari guru yang sedang dicari, memastikan kertas buat print siswa tidak habis, bantu scan tugas anak-anak dsb.

Capeee?? Capee bangeeettt… apalagi waktu musim ujian seperti ini. Ga selalu selelah ini sih. Tapi ditengah-tengah kesibukan ini, dalam hati bersyukur kalau saya perempuan. Kalau di mapping, mungkin pekerjaan saya seperti bercabang-cabaaaaaaaangggg… Bukan konsen di satu hal. Yang berarti saya harus membagi pikiran saya ke beberapa bagian. Puji Tuhannya bisa dikerjakan dengan nyambil pekerjaan lain. Saya yakin, makhluk bernama pria, tidak bisa melakukannya (idung kembang kempis).

Yahhh..itulah kenapa saya stress waktu mendapat tugas baru. Saya seperti harus menambahkan cabang di lain di kepala saya, supaya tugas itu bisa saya kerjakan juga dengan baik.

Sempat stress juga waktu bayangin ntar udah nikah. Berarti banyak lagi yang harus saya pikirin. Beresin rumah, masak, dsb…Hueeee…Menenangkan diri dengan ‘kekuatiran hari ini cukuplah hari ini. Yang besok nanti saja.’

Di awal tahun saya kerja, load kerjanya sama persis dan saya stress luar biasa. Nangis-nangis dan jadi sensitif. Waktu itu bisa bertahan dengan pikiran, load seperti ini hanya sementara. Memang sementara sih karena musiman. Jadi saya tidak perlu merasa seperti orang tertindas.

Yang sekarang juga pasti sementara saja. Walau pun lebih stress karena mikirin persiapan pernikahan juga. Tapi kalau Tuhan bilang saya ga sanggup, saya ga akan bertahan juga sampai sekarang.



God bless me.



Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Pengkotbah 9:10




Hari ini tugas saya yang baru diumumkan ke seluruh guru secondary. Masih nyesek ternyata, tapi mulai bisa menerima. Prinsipnya Pray and Just do it.

Seharian ini kerjaan banyak karena harus nyiapin IB trial Exam for DP year 12. Dari pagis ampe sore pulang ga ada jeda. Bahkan ga makan siang ini juga. Belum lagi harus kirim Extandad  Extended Essay, scan covernya dsb.

Minggu depan juga ada ujian praktek buat kelas 9 yang otomatis harus bantuin bos saya yang satu lagi nyiapin ini itu. Ngebayanginnya kepala mau pecah. Minggu depan saya juga start tugas saya yang baru. Jadi polisi buat anak-anak yang telat. (sambil belajar peran galak).

Saya baru saja memberikan kabar ga enak pada salah satu siswa. Dia salah satu siswa yang dekat dengan saya dan saya merasa mematahkan hati dia karena keputusan yang saya dan panitia pemilihan OSIS ambil.


Kenyataannya memang dalam organisasi kita ga bisa memakai perasaan. Sejak awal saya mengatakn bahwa hasil kerja dan komitmen anggota OSIS akan dievaluasi di akhir tahun dan penilaian tersebut yang menentukan apakah mereka akan diterima lagi atau tidak. Siswa saya ini setelah disimpulkan performanya kurang baik.

Rasanya ga enak dan sakit banget melihat dia menangis di depan saya. Seandainya boleh, saya ingin memaksakan dia masuk lagi ke OSIS, tapi peraturan adalah peraturan. Kesepakatan adalah kesepakatan. Suara saya bukan suara mutlak. Penilaian juga bukan berdasarkan penilaian saya seorang. Saya harus mengambil keputusan yang keras buat dia dan diri saya sendiri.

OMG. Ga suka banget sama perasaan kayak gini. Berat banget yang namanya belajar profesional dan tegas…T.T

I’m sorry, dear.

Dag Dig Dug..
Rasanya kayak gitu kali ya. Seminggu ini agak stress mikirin kerjaan, terutama yang berhubungan dengan


Enam belas bulan bekerja sebagai seorang pembina OSIS dan sebagai seorang karyawan saya belajar banyak hal. Sekalipun sebelumnya saya pun telah banyak berkecimpung di bidang organisasi (ga banyak2 amat sih), ternyata masih banyak hal yang tidak saya tahu di bidang organisasi.
Selama mempersiapkan dan melaksanakan acara TMIS Cup 2012 kemarin saya melihat dan belajar dari kelebihan dan kekurangan tim kami. Belajar apa aja sih?


Setelah berbulan-bulan anak-anak OSIS mempersiapkan TMIS Cup, akhirnya acara ini terlaksana dengan sangat baiiikk..Walau ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, tapi sejauh ini kami sangat puas dengan hasil yang kami capai. Mengingat inilah pertama kalinya anak-anak OSIS membuat acara ini tanpa bantuan EO, kecuali pada saat closing acara.

Untuk berbagi, inilah dokumentasi dari TMIS Cup 2012. Terima kasih atas doa dan dukungannya. Terutama anak-anak OSIS dan rekrut yang berlelah dan bersusah payah...Rocks!!!!


Persiapan sebelum hari H. Nyuci lapangan basket/tenis. Salut buat panitia yang sudah hadir dan mau berlelah-lelah bersama.
Eh, lagi heboh nulis something before 30 yaa... Hehehhehe... Pengen ikut tantangannya, tapi tiba-tiba kepikiran pengen nulis yang lain. Beberapa hal yang akhir-akhir ini saya pikirkan...

1. Saya beberapa kali berpikir ingin seperti Mother Teresa yang punya tangan 'besar'. Menolong orang-orang dengan segenap hati dia. Pernah denger cerita kalau orang-orang yang Mother Teresa tolong itu kebanyakan meninggal, tapi Mother Teresa tetap mau menolong. Waktu itu ada orang bertanya
 " Mengapa?" dan Mother Teresa menjawab bahwa setidaknya orang-orang itu meninggal tidak dalam kesepiaan dan rasa tidak berharga. Setidaknya saat mereka meninggal mereka tahu mereka tidak sendiri dan mereka di kasihi.... T.T... mau nangis waktu baca cerita itu. Kebayang gimana Mother Teresa terus setia dengan pelayanannya dengan keyakinan kalau setiap hal kecil yang ia lakukan adalah seruan pada orang-orang yang menderita bahwa mereka dikasihi dan mereka tidak sendirian. Dan dia berhasil menyerukannya... 


Kemaren malam, Puri Mall diguncang oleh puluhan bahkan ratusan anak muda yang bersatu hati ingin menyerukan identitas sekolah mereka dan acara besar yang akan diadakan setiap tahun (halahh)

Iyeee... Semalam siswa-siswa Tunas Muda mengadakan FlashMob di Mall Puri. Selama performance saya merinding melihat anak-anak yang begitu antusias menari bersama di tengah-tengah orang banyak. Dengan suara keras mereka menyerukan nama sekolah mereka dan tema TMIS Cup tahun ini. Sampai pengen nangis melihat mereka. They were awesomeee!!

Kok bisa sih pengen flashmob di mall?? Berawal dari kekhawatiran kami akan jumlah peserta yang tidak bertambah-tambah selama persiapan TMIS Cup 2012, Dea salah watu wakil ketua melemparkan ide untuk kami mengadakan flashmob di mall. Supaya acara kami lebih dikenal masyarakat luas. Ide itu disambut baik oleh principal kami. Saya sendiri awalnya pesimis dan tidak yakin ide itu bisa dilakukan, mengingat akses kita untuk perform di mall tidak banyak, tapi ide 'gila' ini tidak mungkin saya cut. Ide Dea itu positif dan patut dicoba, kalau pun akhirnya nanti ternyata tidak bisa, lain masalah.
Ini ngeluh atau bukan ya?? Pengen banget bilang cape. Bukan cape hati, tapi bener-bener cape badan dan pikiran karena harus konsentrasi terus + kurang tidur (tidur normalnya 12 jam :p). Mood udah mulai drop…


Iye, cape buat persiapan TMIS Cup.Seminggu full pulang sore banget dan tiap hari naik turun tangga 4 lantai buat kerjain ini itu. Plus hari minggu kemarin jaga pameran di TA. Pergi pulang jalan kaki yang lumayan gempor.
WOWW!! Tuhan itu baeeeee bangett. Masalah yang saya alami akhirnya selesai. Sebenarnya tidak benar-benar selesai, tapi bisa dibilang tidak perlu khawatir lagi. Berasanya cuma peace. Peace. Peace. Peace.

Minggu kemaren itu benar-benar masalah berattt banget, tapi memang Tuhan ajarin buat saya tidak jadi pengecut. Tidak pengecut, tapi tetap tenang juga dan tidak agresif/terburu-buru menyelesaikan masalah. Kalau tidak sabaran menyelesaikan masalah kuping bisa pekak dan ga denger-dengeran sama Tuhan, akhirnya mungkin malah tambah kacau..Ga bisa tenang dan jadi bisa lupa berdoa karena terlalu fokus sama masalah.

 Masalah itu sendiri memang masih berdampak pada orang lain dan masih ada ketakutan akan mempengaruhi acara besar sekolah kami.Tapi balik lagi mau belajar. Bener-bener belajar percaya sama Tuhan. Belajar untuk lebih kritisa lagi dalam melihat situasi...Fiuhhh... badai benar-benar berlalu.

TMIS Cup masih terus berjalan...Kekhawatiran akan adanya masalah dan acara yang tidak lancar masih ada, tapi mau belajar percaya..percaya..percaya dan percaya....

Hugs Babe!! Peluk..Peluk..Peluk!! Ngegelendott.


IB? Apaan tuh?? IB tuh International Baccalaureate. Salah satu bentuk kurikulum yang sekarang banyak diadopsi sekolah-sekolah berstandar internasional di Indonesia (selain dari Cambridge Curriculume). Lebih jelasnya bisa lihat di sini ajalah ya :p.

Kalau saya lanjutkan isi blog ini, harusnya IB bayar saya neh.Huehehhe...



Jujur, awal saya bekerja di sekolah ini agak skeptis dengan yang berbau-bau internasional (cinta Indonesia banget getooo)... Tapi makin saya mengenal kurikulum ini saya semakin jatuh cinta. Kenapa?? Karena cara belajar dan sekolah yang saya inginkan ada di sini semuaaaaaaaaaaa... T.T.
Cari sponsor, ngawasin kerja anak-anak, meeting dengan sponsorship, masalah kepercayaan dengan parents, bikin jadwal promosi, siapin latihan flashmob.... Di sela-sela kesibukan itu mikirin kerjaan yang printilan-printilan juga...

Arghhh!!! I'm going crazy. Sempet ga bisa makan gara-gara khawatir masalah dengan parents. Iya, saya melakukan kesalahan karena tidak menginformasikan hal penting pada parents yang akan mensponsori kegiatan kami. Beberapa hal lain juga yang sangat jelas menunjukkan kelemahan saya dalam hal komunikasi. Baik keluar dengan sponsor atau pun ke dalam dengan para staff.
Pengen posting soal ini merasa agak memalukan, tapi tahu banget penjelasan soal hal ini akan sangat membantu para cewe-cewe. Terutama dalam mengatasi problem emosionalnya.

Sebenarnya saya sudah menyadarinya satu tahun ini. Perubahan-perubahan hormonal yang mempengaruhi emosi saya pada saat sebelum dan sesudah masa menstruasi. 




Rata-rata perempuan akan berkata di masa-masa Pra Menstruasinya emosinya meledak-ledak dan menjadi mudah marah. Saya sepertinya salah satu dari antara perempuan-perempuan itu, tapi saya baru menyadarinya waktu saya sudah jalan bareng Aki.
Huaaa…Rasanya pengen nyopot kepala. Menjelang acara besar yang diadakan OSIS, saya dan anak-anak OSIS jadi super sibuk. Saya rasanya bukan saya saja yang merasakan kepala penuh. Alvin dan kawan-kawan pun pasti begitu. Sebagai siswa tugas-tugas belajar mereka lumayan banyak juga.
Sudah punya calon PH yang ditunjukin sama Tuhan ternyata bukan berarti jalannya mulus-mulus saja. Beneran..serius..dan percayalah..(pasti percaya).

Tuhan sudah ingetin soal ini sebelum saya komitmen sama Aki dan beberapa bulan ini di uji lagi.

Berawal dari pemberesan sepele dan terlalu sensitif, saya kecewa dengan reaksi Aki atas pernyataan isi hati saya tentang kata-katanya. Sebenarnya kata-katanya benar, tapi saya tidak mengharapkan ia bereaksi seperti itu.Saya begitu terluka dengan reaksinya samapai saya merasa tidak yakin untuk menikah. Nahhh loohhh..


Oleh : Ubaydillah, AN
Jakarta, 10 Juni 2010

Mengetahui definsi pendidikan mungkin cukup kita ketahui sekali atau sekali-sekali. Tetapi, menyadari peranan kita sebagai pendidik, butuh kita perbarui setiap kali. Sebab, jika tidak, segera posisi kita bergeser, dari pencipta dalam proses pendidikan menjadi sekedar alat. Ini karena jiwa kita akan sulit mengembangkan proses-proses kreatif atau reflektif dengan hanya mengetahui saja, menjalani saja, atau mengetahui dan menjalani saja. Jiwa kita butuh digunakan untuk menyadari. Kesadaranlah yang mengubah tindakan. Mirip seperti ibadah, katakanlah sholat atau puasa. Mestinya, setiap kali mau melakukannya, butuh kesadaran baru. Sebab kalau tidak, jiwa dan raga kita hanya akan menjadi buruh kewajiban, bukan menjadi kreator proses pencerahan. Karena itu, orang shalat pun masih dibilang celaka bila jiwanya alpa.


Hari ini baca forum obrolan di weddingku.com lagi dan masih tetap menghela napas karena tercenung… Inikah dunia nyata???


Kalau ngeliat pemikiran orang dunia yang di luar komunitas dan gereja, suka pengen nangis dan miris. Saya anak perempuan yang aman berada di dalam rumah dan melihat keluar dari jendela… anak-anak perempuan lain sedang saling menyakiti atau menyakiti diri sendiri.. Mereka bertempur habis-habisan untuk melindungi diri dan mengenyangkan perut.. Padahal di rumah saya banyak makanan. Ah, ya Bapa saya sudah mengundang mereka masuk.. Tapi mereka pikir Bapa saya ada maunya. Mereka takut diperbudak setelah mereka makan dengan kenyang di rumah saya. Mereka menolak kenyamanan yang Bapa saya berikan dan lebih memilih hidup di luar, hidup dalam segala kejahatan. Entah mereka pelakunya, entah mereka korbannya…
BOSAN!!

Kata yang selalu tabu buat saya katakan. Hidup ini tidak pernah membosankan. Mau dijalanan macet, atau menunggu sampai berjam-jam... Ga ada alasan untuk berkata BOSAN.

Tapi beberapa hari ini saya merasa bosan. Bukan karena tidak ada kerjaan atau kurang hiburan, tapi karena saya kehilangan 'SASARAN'...

Akhir-akhir ini sudah malas melakukan yang terbaik. Sudah malas kasih effort yang lebih. Bawaannya mikirin kenyamanan sendiri, sampai saya menemukan bahwa EGO saya bertambah BESAR.

Saya pikir KENAPA???

Saya berusaha berkata-kata dengan hati-hati untuk kemuliaan Tuhan.
Saya berusaha melakukan segala sesuatu dengan hati-hati demi kemuliaan Tuhan
Melakukan ini dan itu demi kemuliaan Tuhan.

Tapi rasanya seperti dimasukan dalam kotak. Saya seperti punya sayap, tapi tidak bisa terbang.

Pertanyaan KENAPA itu bukannya saya tidak tahu jawabannya, tapi karena saya tidak mau menetapkan jawabannya. Apa jawabannya??

Seperti yang saya tulis di atas... saya butuh SASARAN.

Melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan?? Yup, SETUJU!! Tapi Tuhan juga ga kasih anak panah ke tangan kita untuk ditembakkan sembarangan. Yang harusnya kita pakai untuk menaklukan musuh jangan-jangan malah kita pakai untuk memanah burung supaya bisa kita panggang lalu dimakan.

Jaman saya masih kuliah dan berapi-api... Api itu terbakar karena saya menetapkan sasaran KELUARGA SAYA HARUS PULIH!! Puasa, doa, puasa ,doa.. rajin pulang, kesaksian sama Mama, tantang Mama buat terima Yesus secara pribadi bukan karena agama.. Yang biasanya tukang tidur, bangun lebih pagi dan rajin bantuin Mama. Kalau ada yang bikin salah, langsung mengampuni. Doain orang yang menyakiti saya supaya dia bertobat dan dipulihkan.. doa, puasa, doa puasa..

Di saat-saat itu juga saya fokus pada satu jiwa yaitu sahabat saya. Puasa, doa, puasa doa,...dia sih ga tau dipuasain. Bela-belain langsung dateng waktu dia ada masalah. Nginep di kosan dia, bantuin dia belajar. Kemana-mana bareng dia.. doa, puasa, doa, puasa,...Nangis sampai keluar dari hidung juga...

Dua hal di atas membuat saya berapi-api. Pengen lihat keluarga pulih, pengen lihat sahabat saya mengenal kebenaran. Waktu dua-duanya sudah dimenangkan... BLASSSSHH... saya seperti kehilangan arah.

Saya jadi orang yang bimbang dan dikendalikan apa kata orang....

Saya punya gambaran besar tentang mimpi untuk hidup saya, tapi saya lupa potongan-potongan puzzle untuk menyusun gambar itu pun perlu di cari. Potongan puzzle itu bukan bicara tentang apa yang saya lakukan, apa yang sudah saya hasilkan, apa yang sudah saya korbankan.. Potongan puzzle itu bicara tentang seberapa banyak saya menaruh hati saya pada apa yang sedang saya lakukan saat ini.

Saya tidak cuma ingin menabur, tapi saya juga ingin melihat hasil. Terkesan ambisius, tapi kalau saya tidak bicara seperti itu, saya hanya akan menjadi seorang medioker yang menunggu dan menunggu.

Saya ingin membangun mimpi lagi untuk tempat saya bekerja, pelayanan saya, orang-orang di sekeliling saya. Saya mungkin akan kecewa, tapi kalau Tuhan kasih iman untuk melihat sesuatu yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan lewat itu semua... Saya pasti tidak akan menyerah. Kecewa akan saya tinggalkan di belakang dan melakukan sebaik mungkin apa yang bisa saya lakukan.

Bosan??

Saya tidak bosan. Saya hanya butuh SASARAN. Hidup ini tidak pernah membosankan. Sungguh!!

Ramah...
Sudah sering dengar kata ini dong. Atau memang makanan sehari-hari? Setiap ke kanan atau ke kiri, orang akan bilang kita orang yang ramah. Bangga ga sih dibilang ramah sama semua orang?? Bangga donggg!!

Tapi ternyata oh ternyata, menjadi ramah itu bisa sulit buat beberapa orang. Apalagi kalau harus ramah pada supir angkot yang ngetem berjam-jam, atau ngebut sembarangan (dendam kesumat sama sopir angkot, dendam tapi butuh)..

Yang pasti ramah itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau untuk orang-orang sanguin mungkin bertindak ramah adalah hal yang mudah, tapi ternyataaa tidak gampang juga. Orang sanguin bisa ramah pada siapa saja, tapi belum tentu pada orang-orang yang mereka sebel banget.



Ramah yang bener itu ramah yang kayak gimana??


Titus 3 : 2
Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.


Ramah pada semua orangg booo!! Tidak ada kecualinya. Mau waitress kagak ada senyum-senyum acan, mau supir angkot ngoper sembarangan, atau kasir kerjanya lelet...Kita tetap harus ramah pada orang-orang tersebut...
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Kesaksian] Kemenangan Atas Wanita Berjubah Hitam
    Suamik cuma infoin kalau pulsa listrik harus ditambah dan dalam sekejap saya tersedot dalam pemikiran yang hampir membuat saya jadi ora...
  • Cara Praktis Mencegah Anyang-Anyangan Dengan Uri-cran
    Hi teman-teman, balik lagi bareng saya L (sok aseek amat). Biar sok asik, yang penting postingan kali ini bisa bermanfaat buat teman...
  • CURHATAN SI INTROVERT
    Baru-baru ini saya baca artikel tentang orang introvert yang waktu baca saya pengen teriak “ Itu gua bangeeeettt!!” Hahahhaha…. Sete...
  • ISTRI Versus MERTUA
    http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca bera...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Support Me

Support Me
Traktir amsaLFoJe Amerikano supaya makin semangat nulis.

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates