amsaLFoje -A Long Life Learner-


Tanggal 6 kemarin akhirnya saya menerima transferan dari Oriflame. Setelah ditunggu-tunggu karena lagi BU (Butuh Uang) banget. Heheheheh.

Kemarin malam saya ubek-ubek blog saya untuk mencari kesaksian tentang Wanita Bijak, tapi ternyata ga ketemu. Malah bongkar-bongkar blog.

Hasilnya?? Mewek gelap-gelapan. Sebelah suami nonton youtube dan ga ngeh air mata saya udah netes-netes. Kenapa mewek?? Iya, soalnya ngeliat ternyata Tuhan benar-benar ada disebelah saya sepanjang tahun-tahun di belakang saya.
Aku pernah cerita ga ya gimana baiknya Tuhan menjaga hidup aku?? Kalau belum, aku mau cerita lagi. Hehehhe.

Dari sejak lahir baru, entah kenapa Tuhan selalu membawa aku ke tempat dan orang-orang yang takut akan Dia. Mulai dari SMA, aku pisah dari teman gereja aku yang radikal. Tapi di SMA itu juga ketemu kakak kelas yang udah lulus tapi niat banget tiap minggu dateng buat membina persekutuan doa.

Waktu kuliah, aku pengen banget mandiri dan jauh dari orang tua supaya bebas ibadah di gereja mana pun aku mau. Makanya niat banget masuk UKRIDA. Tapi ternyata ga segampang itu nemuin gereja yang bisa menetap secara di Jakarta gerejanya ternyata gede-gede. Jemaatnya banyak. Tapi... Akhirnya bisa kecantol komsel. Cuma gara-gara nanya sahabat aku baru pulang dari mana, dia bilang komsel, aku langsung minta diajak.

Di komsel inilah awal kebangunan rohani aku. Dari orang Kristen yang ga ngerti gimana bebas dari dosa, menjadi orang Kristen yang ngerti dan tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang murid Kristus.
Kerennya lagi yaaa... Tuhan ga cuma jaga aku lewat komsel. Aku kuliah di jurusan psikologi yang memungkinkan orang tuh jadi ga percaya Tuhan, tapi dosen-dosen aku terutama Pembimbing Akademik yang juga Pembimbing Skripsiku adalah orang yang takut akan Tuhan. Bahkan dia mengajak aku buat ikut kelas penginjilan dan lewat dia aku bisa ngerti gimana bisa tahu seseorang udah benar-benar terima Yesus dan keselamatan atau belum.

Tumpahhh!! Tumpahhhh banget Tuhan banyak kasih di masa-masa kuliah.

Setelah lulus, aku jadi guru magang di sebuah pre school dan ternyata basicnya Kristen-Katolik. Tiap pagi ada saat teduh bareng. Anak-anak juga sebelum kelas selalu kumpul untuk dengar cerita Alkitab. Haiyaaa.... ke mana-aman ada Tuhan.

Keluar dari pre school aku masuk ke sekolah yang lebih besar dan menjadi admin. Awalnya sekolah ini ga ada basic agama sama sekali. Tapi... tahu-tahu setiap akhir atau awal semester saat anak-anak masih pada libur, guru dan staf harus ikut pembinaan iman sesuai agama masing-masing yang udah pasti aku masuk. Kebaktian gabungan Kristen - Katolik yang lebih sering dibawakan dengan cara kharismatik.
Bos pertama aku yang satu ruangan denganku juga tipe "galak" sama anak-anak alias tegas. Setiap pagi dia baca Alkitab.

Sekarang, saat kerja dengan Oriflame, aku ketemu dengan klub kecil yang baru dibentuk. Banyak tantangannya. Malah bisa dibilang sempet ngerasa salah klub karna ga naik-naik level. Tapiii... Tuhan ga pernah salah nempatin kita. Tahu-tahu ci Fany dan Ci Shierly bikin group pendalaman iman. Kita baca pasal sama-sama. Kesaksian dan bagiin apa yang didapet dari pasal hari ini.

Gimana yaa... Udaha ga bisa komentar banyak.
Tahun kemarin bisa dibilang kecewa sama hidup, ga bisa bebas berkomunitas kayak dulu. Apa-apa kebanyakan lewat socmed (ga nampol), mau ketemuan kehalang dana dan tanggung jawab. Tahu-tahu Tuhan kasih komunitas ini.

Tiap inget ini bawaan mau nangis. Bukan sedih, tapi bersyukur. Tuhan ga pernah tinggalin aku sendirian. Dia tahu apa yang aku butuh. Dia mengawasi dan mengamat-amati. Dia sudah lebih dulu merencanakan dan menyediakan bahkan sebelum aku mikirin.

Tuhan itu baik bangeettttt
Terlalu baik..
Dia benar-benar penjaga hidup
Ga akan ada yang bisa gantikan Dia

Serius


Hari ini dapet pinjeman HP dari sohibku Rina. Puji Tuhan berkat kebaikannya, saya bisa pake HP dengan aplikasi yang maksimal walau nomor lama masih belum bisa dipindah.

Semoga dengan HP hibahan ini bisnisku lebih lancar. Blogging juga.

Btw, pepatah selalu bilang lebih baik tangan di atas, tapi satu tahun ini Tuhan ajarin aku untuk buka kepalan tanganku yang ada di bawah. Belajar menerima kebaikan orang lain karena Tuhan sedang ingin memberkatimu.

Denger2an sama Tuhan. Supaya kita selektif, mana yang kebaikan memang dari Tuhan dan mana kebaikan yang mungkin mendatangkan jerat.

Biarkan Tuhan menolong kita lewat tangan orang lain.

Selamat Tiduurr!!

Seminggu ini saya mengatur ulang jadwal saya. Setelah melewati pergumulan yang panjang dan mencoba mencontoh jadwal orang lain, akhirnya Tuhan kasih hikmat untuk saya mengatur jadwal sesuai dengan kondisi fisik dan kebiasaan Gyan.

Jadi, beberapa hari ini mulai terbiasa bangun jam 3 pagi. Dari jam 3 pagi sampai jam 5 nyeterika, jam 5 saat teduh, setengah 6 sampai jam 7 belanja dan masak sarapan dan makan siang, jam 7.30 temenin Aki sarapan, jam 8 nyuci dan beres2 yang lain sampai jam 9. Pokoknya sampai jam 9 itu sudah harus mandi, kasih makan Gyan. Karena jam 9 sudah harus di depan komputer ngerjain Oriflame, terjemahan, dan shoponline. Kerja sampai jam 4, ajak Gyan keluar dan main. Jam 5 sudah harus di rumah beres-beres dan masak makan malam. Kalau rumah sudah beres tinggal duduk manis nyuapin Gyan sambil nonton drama Jepang hohoho sambil nunggu Aki pulang.

Selama ini saya ga sabaran. Ingin membereskannya dalam 1 waktu. Kunci jadwal yang saya buat kerjakan semuanya satu-satu. Jangan biarkan pikiran memikirkan semuanya bersamaan. Energi jadi terkuras di pikiran, bukan saat bekerja. Saya nurut aja dituntun seperti itu. Waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, ya tinggalkan HP. Waktu mengerjakan Oriflame dan yang lain, ya jangan mikirin pekerjaan rumah tangga yang lain.

Puji Tuhan banget dengan hal ini saya sangat tertolong. Yang tadinya pekerjaan kecil-kecil tidak beres-beres juga, akhirnya bisa dibereskan satu per satu. Kerjain pekerjaan rumah jadi lebih terasa ringan, kerjain Oriflame juga lebih fokus.

Saya juga jadi lebih disiplin untuk saat teduh. Walau ngantuk-ngantuk hahahhaha.

Buat orang lain mungkin mikirnya ya emang udah niat saya, tapi buat saya pribadi ini bener-bener pertolongan Tuhan. Tuhan kasih hikmat bagaimana saya seharusnya mengatur waktu saya.

Memang sih harus bergumul dan stress sampai rasanya mau gila dulu. Tapi, justru di situ Tuhan jadi kasih rhema, kalau waktu harus digunakan dengan efektif, bukan semau kita.

Waktu itu seperti uang, kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin malah akan memperbudak kita. Bahayanya lagi, uang bisa dicari, tapi waktu ga bisa. Waktu harus digunakan sebaik mungkin. Bukan cuma tentang momen-momen, tapi juga gimana waktu kita bisa untuk kita bertumbuh juga, memaksimal hidup kita dan juga orang lain.

Semoga Tuhan beri hikmat lebih lagi, supaya saya lebih berdisiplin lagi. Aminnn.

Semangat pagii!! Tadinya mau lanjutin kerjaan terjemahan, tapi tahu-tahu diingatkan tentang bikin daftar ucapan syukur.

Ada apa ya pakai perlu bikin daftar ucapan syukur??

Karena lagi ga bisa bersyukur. Hehehhe..

Tiga bulan ini jadi tiga bulan terberat buat saya. Terasa seperti diberi beban batu banyak sampai berton-ton. Mungkin kaki sudah terbenam di tanah dan sudah tidak bisa jalan.

Intinya sih ya, di masalah keuangan. Saya dan Aki memulai kehidupan rumah tangga dengan keuangan yang kurang OK. Ditambah saya berhenti bekerja dengan cepat, belum benar-benar aman keuangan Gyan udah dihadiahin.

Jadi kami babak belur untuk mengatasi keuangan.

Kerja dari rumah dengan Oriflame dan bisa naik level lalu dapet bonus, itu PUJI TUHAN BANGET. Itu kayak hadiah. Tuhan pelihara kami sebagian dari situ.

Lalu datang tawaran buat jadi translator, PUJI TUHAN LAGI kami dapet berkat lagi. Tuhan memang selalu cukupkan dari hal-hal yang ga kita duga.

Tapi, beberapa bulan ini saya ga bisa menysukuri semua itu. Amarah  menumpuk di hati saya. Saya memang bekerja di rumah, tapi bagaimana pun anak jadi prioritas. Tapi, di situ juga saya jadi stress sendiri dengan jaringan yang tidak terurus, pekerjaan terjemahan yang harus segera diselesaikan. Belum lagi pekerjaan rumah yang tidak habis-habis.

Titik puncak tekanannya, saat saya mulai memikirkan kematian dan ingin menyakiti diri sendiri. Ya, gimana ya. Saking sudah tidak tahan dengan tekanan, saya merasa kesakitan fisik bisa meredakan sesak di dada saya.

Puji Tuhan, Roh Kudus masih jaga. Istilahnya saya masih hitung-hitungan, kalau nanti bunuh diri ketemu Tuhan atau ga. Kalau saya masih menyakiti diri sendiri, akan memberi efek buruk buat Gyan. Pasti.

Akhirnya cari cara buat pulih, berdoa lagi, cerita ke orang, tapi ga lega 100%.

Selama tertekan itu saya menyalahkan Aki. Semua perasaan sesak saya, saya anggap karena Aki begini dan begitu. Tapi, waktu Aki melakukan apa yang saya inginkan, saya tetap tidak senang. Saya masih merasa marah. Bukan lagi sama Aki, tapi pada sesuatu yang saya tidak tahu apa. Rasanya mau membantingkan badan ke tembok karena tidak tahan dengan tekanan di dada.

Saya jadi mudah tersinggung, mudah marah, curigaan, pengennya marah-marah dan memaki. Sudah takut kena mood disorder. Hahahha...

Lalu, hari ini sahabat saya bertanya, apa kabarnya Las??
Pertanyaan yang buat saya sudah malas menjawabnya. Sudah males mendengarnya. Bahkan sudah pada kondisi muak dengan pertanyaan itu.

Entah bagaimana,  akhirnya saya balas juga. Saya tidak mau sahabat saya merasa dicuekin ahhaha..
Saya balas, " Lagi ga bagus, Mar. Lagi susah bersyukur. Sempet empet sama idup."

Dia ga bales banyak, cuma, " ooo iya. Jangan lupa bersyukur yaa."

Sempet keki dibales begitu saja, tapi ga tahu sepertinya dia berdoa buat saya, makanya saya jadi menulis ini.

Iya, saya mau menuliskan ucapan syukur saya.

- Lasma bersyukur hari ini masih bisa makan padahal kemarin-kemarin mikir mau makan apa.
- Lasma bersyukur Gyan masih ketawa, senyum lebar, walau Mamanya marah-marah dan ga bisa ajak main dengan bebas.
- Lasma bersyukur punya suami kayak Aki, yang mau belajar berubah, pengertian, ga penuntut, selalu menghibur... walau pun istrinya ini ga pinter masak dan beres rumah, lebih sering pasang muka mesam
- Lasma bersyukur dapet kerjaan yang bisa nambah penghasilan, walau ga seberapa. Dari situ bisa kasih perpuluhan dan ajak Gyan sekolah Minggu.
- Lasma bersyukur Opa Gyan bisa beli mobil bekas, dapet berkat dari pelanggannya. Gyan jadi bisa sekolah Minggu walau harus bangun pagi-pagi banget dan ga bisa diem waktu di kelas.
- Lasma bersyukur di tengah rasa tertekan dan putus asa, Tuhan masih jagain Lasma. Lasma jarang baca Firman, jarang berdoa, bahkan udah lama ga ibadah, tapi Tuhan jagain Lasma lewat bahan terjemahan. Betapa hanya lewat anugrah dan kasih karunia Tuhan saja Lasma bisa hidup benar, bisa hidup di dalam jalan-jalan-Nya. Cuma karena oleh kasih karunia Tuhan saja Lasma punya kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan, melakukan firman-firman-Nya. Bukan karena kuat dan gagah Lasma. Bukan pula karena hikmat Lasma sendiri. Sampai hari ini saat Lasma masih bilang mengampuni itu susah, bersyukur itu susah, bersukacita itu susah, Lasma ga ngerasa Tuhan ninggalin Lasma. Tuhan masih di situ, nungguin Lasma melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Makasih Tuhan Yesus. Ampuni Lasma, Tuhan. Terima kasih atas kasih setia-Mu.
- Lasma bersyukur bisa mengalami tekanan ini. Berkali-kali Tuhan ingatkan mereka yang mati bunuh diri atau membunuh anaknya karena himpitan ekonomi. Lasma jadi ngerti apa yang mereka rasain. Sakitnya kepala dan hati karena ga tahu harus gimana lagi. Ternyata masih banyak yang butuh Tuhan.
- Lasma bersyukur dengan tekanan ini, empati Lasma lebih kuat. Lasma juga bisa lebih mengasihi diri sendiri. Belajar memilah mana yang masuk telinga, mana yang tidak boleh masuk telinga.
- Lasma bersyukur walau pun sering bergadang, Lasma ga ada sakit. Gyan juga sehat walau lagi susah makan. Aki juga sehat walau sempat pilek.

Rasanya seperti Elia yang ciut karena dikejar-kejar mau dibunuh. Waktu bersyukur begini jadi ngerasa bodoh, tapi juga lega, tapi juga sukacita. Aku punya Allah yang hidup.

Siapa pun yang mendukung doa saya, Terima kasih. Saya tahu hari ini ada seseorang yang berdoa buat saya. Supaya saya ga jadi anak yang durhaka sama Tuhan.

Hari ini saya merasa bebas. Sesak di dada saya hilang. Saya merasa merdeka. Serius dehhh. Bukan promosi.

Mengampuni situasi. Mengampuni kelemahan dan ketidak mampuan saya. Mengampuni ketidaksempurnaan saya.

Sungguh, Tuhan itu baik. Tuhanlah yang menjaga keluar masukku. Dialah penjaga hidupku.

Ini sih pelajaran dari pengalaman saya menyusui. Saya sudah belajar dan banyak membaca tentang menyusui dan cukup percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif buat Gyan.

Tapi semuanya ga cukup. Kenapa? Saya tetap buta jika tanpa latihan. Saya buta juga karena ga bertanya riwayat menyusui ibu saya yang ternyata menurun pada saya.

Emang emak saya kenapa? ASI-nya kurang ok. Biasanya ASI kan ada dua. Pada saat awal proses menyusui yang keluar foremilk dulu. Foremilk warnanya lebih bening dan lebih encer. Seteleh foremilk di payudara habis, baru keluar hindmilk. Nah, hindmilk ini yang bikin bayi kenyang karena banyak mengandung lemak.

Yang jadi masalah. Emak saya hanya mengeluarkan foremilk dan ternyata kakak saya juga begitu.

Di bulan pertama Gyan menyusu bisa 30 menit lebih. Jauh dari batas normal menyusui. Dari yang saya pelajari, rata-rata bayi menyusui hanya sekitar 20 menit. Gyan ga, bisa lebih dari itu. Makanya di bulan pertama, saya sangat sangat sangat kurang tidur.

Emak saya sudah menyarankan supaya kami memberikan sufor pada Gyan. Saya tetap ngotot memberikan ASI. ASI eksklusif sudah jadi kerinduan saya bahkan dari sebelum hamil.

Suami dan ibu mertua sangat mendukung saya. Tapi, mereka juga keheranan karena ASI saya sangat sedikit. Bahkan payudara sudah bengkak, diperah dua-duanya pun tidak sampai menghasilkan 30 ml. Padahal sudah menyusui Gyan tiap 2 jam sekali.

Orang-orang yang datang dam bertamu pun semakin membuat saya tertekan karena mau tidak mau saya menjawab pertanyaan yang sama lagi dan itu-itu lagi. Diberi saran ini itu. Makan ini, makan itu. Jangan stress, jangan nangis.

Hahhahaha, udah kena baby blues sampai mau ninggalin Gyan sama bapaknya gara-gara tertekan. Nangis hampir tiap malam karena ga bisa bikin Gyan kenyang. Sedangkan katanya ASI lancar kalau ibunya santai dan senang. Nah loohh kan. Keki banget waktu itu.

Tahu dari mana ASI kurang? Selain dari waktu memerah, Gyan juga kuning. Beratnya ga bertambah. Kuningnya malah menjadi.

Dokter sudah wanti-wanti waktu awal datang ke dokter anak. Pemeriksaan setelah sebulan dokter malah mempertanyakan, kenapa beratnya ga naik. Sebelum ketemu dokter, lihat timbangan Gyan saja rasanya mau nangis.

"Anak gua kayak ga keurus. Mana dibilang kisut. Dibilang kecil banget sama orang." - mau kayak gimana lagi saya sebagai ibu? Ga mungkin kan saya kasih MPASI - gile ah.

Akhirnya dokter kasih ACC buat kami kasih sufor. Apalagi payudara kiri saya juga terkena mastitis.

Mastitis adalah infeksi pada payudara. Ciri-ciri payudara bengkak, memerah, dan jika sudah parah bernanah. Mastitis berawal dari peradangan dan bakteri. Ibu yang mengidap mastitis pasti mengalami demam.

Mastitis yang saya alami sudah sampai bernanah. Setiap mencoba menyusui Gi di payudara yang bengkak dan sakit itu, saya langsung demam.

Balik ke masalah Gyan, akhirnnya saya menurunkan sedikit cita-cita saya. Berharap setelah saya sembuh, Gyan bisa ASI eksklusif. Hancur hati waktu kasih sufor ke Gyan. Antara ga rela, tapi kasihan. Ya, demi kesehatan Gyan, saya nyerah (hikss masih sedih). Waktu liat dia tidur nyenyak setelah minum susu dan dia ga pernah senyenyak itu waktu ngASI, antara seneng dan patah hati. Kok, saya ibu ga bisa kasih yang terbaik buat anak.

Ya udah, akhirnya lanjut. Saya masih perah ASI saya. Kasih ke Gyan. Gyan juga masih tetap ngASI. ASI saya bertambah banyak, tapi tetap ga sampai 30 ml dan ga keluar hindmilk (ngenes banget kalau diingat lagi ... Sedih).

Terus deh pakai sufor sampai sekarang dan Gyan menyapih diri sendiri menjelang 6 bulan. Aku ditolakkk...Dia menolakku sambil ketawa-ketawa geli.

Jadi, maksud cerita saya ... Hahaha..

Karena makin banyak calon ibu, mau kasih masukan. Persiapkan proses menyusui sebaik mungkin. Ga ada salahnya belajar pakai boneka buat tahu posisi menyusui yang benar. Karena, kalau salah posisi, bakal sakiittt bangettt. Bahkan bisa mastitis itu.

Banyak nanya sama emak sendiri riwayat menyusui mereka. Kayak saya ini, saya udah pede  aja, tapi ternyata ada riwayat seperti itu yang menurun ke kakak saya juga. Kalau dari awal saya tahu, saya mungkin siap dan akan cari tahu solusinya supaya saya bisa tetap full ASI.

Jangan ambil pusing apa kata orang. Banyak orang akan memberi saran ini itu sampai kepala mau meledak. Bagus sih kalau kita ga masalah soal menyusui, kalau masalah, nah, siap-siapin hati. Semua orang punya niat baik, tapi ga harus kita turutin semua.

Taruh mimpi kita sebagai ibu di bawah kaki Tuhan. Mungkin Tuhan juga ijinin ini supaya saya ga jadi emak-emak yang sombong. Coba kalau saya berhasil ASI eksklusif, mungkin saya akan mengatai anak yang pakai sufor anak sapi. Akan menghakimi ibu mereka kurang usaha, males dll.

Tumpang tangan payudara kita juga salah satu hal yang terpikirkan oleh saya, seandainya ... Mungkin... Punya anak lagi. Mama saya bisa punya riwayat seperti itu ... Tapi, jika Tuhan berkenan ... Mungkin Ia mau berbaik hati pada saya dan mengabulkan kerinduan saya yang tidak tercapai saat menyusui Gyan.

Sudah dari minggu kemarin saya mau bagiin hal ini. Saya hanya tidak mau ada orang yang mengalami seperti saya lagi. Minimal ... Kalau ada yang baca ini dan menghadapi hal yang sama .. Bisa terhibur juga.

Para calon ibu, semangat yaaaa!! Melahirkan itu sakitnya ga seberapa. Mengurus anak sampai besar kesakitan yang paling kuat yang akan kita rasakan. Tapi, rasa sakit itu setimpal dengan semua pertumbuhan yang kita lihat pada anak-anak kita.

Semangatttt!!! Tuhan berkati kehamilannya \^^/

Ah, akhirnya nulis lagi. Gyan dan Papa Gi udah bobo. Saya sudah ngantuk, tapi mau beresin beberapa urusan Oriflame.

Sejak stress yang bikin mau mati itu, akhirnya semua bisa terkendali. Bukan karena TING tiba-tiba semua masalah beres, tapi karena seperti mendapat kekuatan baru.

Rasanya seperti Tuhan dukung saya untuk apa pun yang saya kerjakan. Tuhan mengajarkan saya untuk tidak berpikir terlalu jauh dari apa yang saya lihat dan dengar. Alias berhenti asumsi. Mulai mengungkapkan keinginan dengan santai dan melakukan 1 pekerjaan tanpa memikirkan pekerjaan lain.

Puji Tuhan, kesibukan sama seperti biasa, tapi hati lebih damai sejahtera, lebih bisa sabar dan sukacita. Tuhan menguatkan tangan saya untuk bekerja memberi yang terbaik. Tidak sempurna, tapi yang terbaik.

Saya selalu ingin menyelesaikan dengan sempurna, tapi tentus saja itu tidak mungkin. Ada situasi-situask yang tidak bisa kendalikan. Fokus pada apa yang bisa kita ubah daripada mengeluhkan hal-hal yang diluar kendali kita.

Mendisiplinkan pikiran dan perasaan memang tidak mudah, tapi hasilnya pasti akan membuat kita bersorak dan bersyukur pada Tuhan.



amsaLFoje via Blogaway

Hahahhaha, bukan berarti jangan nulis sama sekali.

Pendek aja saya ceritanya.

Waktu saya memilih topik tentang penderitaan untuk majalah Pearl, ga nyangka benar-benar Tuhan jungkir balikkan. Sampai pengen ngerasa mati. Saya serius waktu bilang mau mati. Walau pun masih mikir kalau beneran mati nanti Tuhan nerima saya ga yaaa... Tapi saat itu benar-benar ngerasain rasanya pengen selesai aja hidup ini.

Jadi ngerti perasaan mereka yang tertekan. Mereka yang terdesak dan ga tahu harus ngapain lagi. Ini saya masih punya Tuhan tempat ngadu dan terus ingetin Firman dan janji-Nya. Gimana dengan mereka yang ga kenal Tuhan? Gimana dengan mereka yang ga punya pegangan. Yang selalu sendiri dan jalanin semuanya benar-benar seperti robot?

Saya masih mikir mau mati aja sepertinya masih kelihatan hidup. Di luar sana banyak yang jalanin hidup hanya sekedar bertahan tanpa pengharapan. Mikir mati juga kayaknya udah ga bisa. Tidak ada motivasi sama sekali.

Puji Tuhan kalau kemarin-kemarin Tuhan kasih pelajaran. Saya jadi bisa ngerasain apa itu penderitaan sampai pada titik terendah. Walau pun masalah saya belum seberapa.

Saya tidak tahu apakah nanti artikel saya bisa menjawab kebutuhan. Ini pun masih diperiksa editor.

Pastinya, saya berdoa supaya setiap orang yang hari ini merasa putus asa dan sendirian, menemukan Yesus supaya mereka bisa datang pada Bapa dan menerima kelegaan. Amin.



Tuhanlah tempat aku berpulang
Tempat di mana selimut hangat melingkupiku di kala malam dingin menusuk tulangku
Tempat di mana aku melegakan dahagaku di kala terik panas siang menyedot kehidupanku

Tempat aku tertidur lelap dalam kasih tanpa syarat
Tempat aku tertawa lepas karena penerimaan yang tiada habis
Tempat aku menangis tanpa perlu kutakut dihakimi

Tuhan,
Adalah yang paling kubutuh
Dialah nafas dari hidupku

Aku mati tanpa-Mu.



amsaLFoje via Blogaway
Kalau mau jujur, kerja dari rumah dengan ngurus anak 9 bulan tanpa ada yang bantuin itu, GA ENAK. Hahahha.

Aku cerita pahit-pahitnya dulu deh. Hihihi...

Kenapa ga enak?? Karena untuk jadi ibu rumah tangga aja (tanpa ART), pekerjaan kita seperti tiada henti. Belum lagi kalau kita tipe yang ingin semua beres. Kalau tidak beres, pusiiinggg kepala Barbie...

Ditambah kerja dari rumah?? Weitsss, baru mau kerjain ini pas si kecil tidur, eh tahu-tahu sudah bangun. Apalagi kalau si kecil main, udah pasti ga mau main sendiri. Di tengah-tengah lagi main, saat iseng cek hp, ternyata ada downline yang butuh bantuan. Ih, pusing lagi kepala Barbie...

Terus, ya udah kerja kantoran aja Lasma. Duit langsung dapet, bisa bayar ART.




" Ka, aku ga berani dateng sama Tuhan karena hidup aku ga benar,"

Kalo nunggu hidup benar baru datang sama Tuhan, dijamin, sampai lo jadi debu & tanah pun lo ga akan bisa datang sama Tuhan.
Ga ada orang yang bisa membersihkan dirinya sendiri dari dosa. Bahkan gua yang tiap hari bagiin saat teduh tiap hari, tetap aja banyak dosa.
Justru di situ lo butuh Tuhan. Orang ga bisa hidup benar dari dirinya sendiri, kecuali lo kenal sama si Sumber Kebenaran. Bergaul karib, kenali hati-Nya. Apa benar Dia pengen lo hidup lempeng, tapi ga bisa mengasihi saudara lo sesama manusia? Gimana dengan hidup yang ga lempeng, tapi punya kasih?



Apa gunanya lo hidup lempeng tapi masih ngomong "Terima kasih Tuhan, aku berdoa tiap hari, bersyukur tiap hari, & tidak hidup seperti orang itu."

Justru lo harus datang kesadaran penuh bahwa lo orang berdosa yang butuh kasih karunia untuk bisa hidup benar. " Tuhan aku nih kotor! Kotor pikiran! Kotor perbuatan!! Tolong aku Tuhan, supaya aku bisa jalan dalam kebenaran-Mu!"

Trus dengan iman terima penebusan Tuhan atas hidup lo. Jangan sok jago dengan bilang " Ga bis mengampuni diri sendiri." Tuhan udah ampunin, mau bersihin dosa lo, lo malah masih pegang erat tuh dosa. Panteslah masih jatuh bangun.

Nih, gua ingetin lagi ya, Tuhan ga cari orang pinter, orang suci, orang kaya, atau apa pun yang diagungkan dunia. Tuhan cari lo yang utuh, apa adany lo, bagusnya lo, borokny lo, jijikny lo, semuanya yang dari lo. Supaya Dia bisa perbaiki lo jadi seperti sejak awal Dia nyiptain lo. Baik & mulia & Dia mengasihi lo.

Jangan tunggu hidup lo lempeng, justru saat hidup lo berantakan datang pada Tuhan, di situ lo akan mengerti artinya kasih karunia.

Dateng giihh!!

Pic: Rainer_Maiores
Perhelatan Pilpres 2014 sudah berakhir. Teeettt!!! Ternyata belum. Masih ada drama kelanjutannya. Yang sudah muak bersabar yaaa... Apalagi yang berperan kali ini Capres yang saya dukung. Jadi, pasti timeline FB saya juga bakal banyak bahas soal beliau lagi. Hehehhe...

Soal drama, bukan hanya kejadian kemarin yang bisa dikatakan drama demokrasi yang cukup mengguncang sekaligus membanggakan (negara  demokrasi mana yang bisa capresnya begitu?? Akakkaka.. *ngelesss), sebelumnya tanggal 9 Juli ada drama lain di rumah saya tercinta di Cilegon. 

Masih berhubungan dengan copras capres. Jadi begini ceritanya....

Tanggal 8 Juli 2014, saya dijemput orang tua supaya bisa pulang ke Cilegon dan melakukan pencoblosan Pilpres yang sangat kita nanti-nantikan. Tadinya beraaattt banget mau perginya. Yang dipikiran nanti Aki siapa yang ngurusin, nanti Aki makan apa, dan berjuta pikiran seorang istri yang kuatir soal penghidupan suaminya. Alesannya sih Aki tidak mau ditinggal, padahal saya yang tidak mau pisah. Akakkaka... 

Jaman saya masih kerja di TM, saya pernah mengalami moment tidak enak. Waktu itu saya sedang duduk, makan siang bersama beberapa staff TM. Seperti biasa, kami ngobrol sana dan sini. Mulai dari yang tidak penting sampai yang penting.

Akhirnya obrolan mengalir ke arah persiapan TMIS Cup yang sudah pasti semua orang bertanya kepada saya sebagai pembina OSIS bagaimana perkembangannya. Di tahun-tahun sebelum saya bekerja, biasanya euforianya sudah terasa, tapi saat itu tidak sama sekali. Teman-teman staff langsung bertanya, kenapa, ada apa, bintang tamu siapa. Bahkan mereka memanggil salah satu guru yang turut menjadi penanggung jawab acara ini.

Eh, udah 2014 yaaa... Selamat Tahun Baru!!! Pastinya udah pada banyak yang review tahun 2013 dan membuat resolusi 2014. Ya, saya mau ikutan dong dan ga mau ketinggaln *eeaaa..

Dari pada review saya lebih pengen bilang TERIMAS KASIH buat Bapaku di Surga Tercinta yang sudah kasih banyaaakkk kasih yang berlimpah untuk saya dan keluarga. Secara personal hati ini udah meluap-luap kayak orang mabuk. Hahahhaa....

Apa saja yang sudah Tuhan lakukan di tahun lalu??

Pertama sudah tentu pembentukan hati saya. Heheheh... Gimana Tuhan mengajarkan untuk saya mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah saya ambil (terutama soal pasangan hidup). Tuhan ajarkan kalau kasih itu tumbuh ga ada yang instan, semuanya dipupuk dan disirami. Makanya kasih harus selalu dipelihara.


Udah masuk Desember ya?? Hehehhe... Udah mau nambah umur dan jadi lebih tua dari Aki lagi. Huiksss...
Beberapa minggu lalu, saya minta hadiah sama Babe dan beberapa minggu sebelum-sebelumnya malah udah bilang ke Aki

" Give me a baby or give me a puppy or give me both.." 

Akkakakka... Bini ga sopan yaa. 
Entah kenapa pengen cepet-cepet punya jabang bayi *halah. Akhirnya pas waktu masuk bulan Desember, walaupun ga dalam posisi doa, lipat tangan dan tutup mata, saya bilang sama Babe dengan serius dan 'tatapan tajam'...

" Be, hadiah tahun ini testpack + yaa.."




Eeeaaa... Soal pacaran nehhhh... Soal PDKT neehhh... Jadi inget jaman dulu. Hohoho... Kalau soal ini sudah baca bukunya Cella belum?? Kalau belum, buka di blognya aja dan langsung download. Gratisss looohhh.. Hayoo jangan malas bacaa. Biar pengetahuan dan hikmat terus bertambah.
Saya kan ada cerita kalau saya yakin tadinya kemungkinan 'isi' bulan kemaren dan ternyata ga jadi. Nah, hari ini lagi ga masuk karena ga enak badan. Bosen karena ga ngapa-ngapain, iseng-iseng cari tahu tentang fertilisasi. Pengen tahu biar bisa jaga badan dan jaga kesehatan. Ketemu pideo ini dan AMAZE banget sama cara Tuhan membentuk seseorang. Tadinya saya cuma 2 sel berbeda yang menyatu dan menjadi seperti saya dan kalau nanti saya punya anak, seperti itu juga mereka. Anak adalah bukti kesatuan daging orang tuanya.


Teman-temanku yang terkasih. Terima kasih atas dukungan, doa, dan sumbangannya. Apa yang kalian kasih lewat kata-kata, doa yang mungkin tidak terdengar oleh saya dan Aki, dukungan yang ga ada hentinya benar-benar berarti buat kami. Perhatian kalian, kasih kalian , membuat pengharapan kami di dalam Tuhan tidak pernah padam.

Kadang-kadang mungkin saya menuliskan bahwa mukjizat itu dalam bentuk materi, diskon dkk, tapi sebenarnya kalian adalah mukjizat terbaik yang Tuhan berikan.

So,besok dua minggu saya sudah menjadi istri dan Aki jadi suami.. Hueehhehe.. Tenang saudara-saudara.. Saya tidak akan menghitung per minggu, bulan, atau tahun. Cuma mau share sedikit kehidupan pasutri baru ini.

Senin, 9 September – Selasa, 11 September 2013 saya dan Aki jalan-jalan ke Bali. Dengan modis (modal diskon) dari DisDus, kami bisa menginap di Inn Sandat Legian. Penginapannya tidak terlalu mewah, tapi Puji Tuhan yang tadinya kita pesan standard room dinaikan menjadi delux room oleh pihak penginapan (soal ini saya punya cerita lucunya.. nanti yaaa..).

Di kelas BPN, sebelum para pasangan akan menikah, biasanya tiga bulan sebelumnya diminta untuk menulis sebuah kesaksian selama mengikuti kelas BPN. Ci Lia juga posting sedikit di blog ini. Malahan dicetak di warta. Yah, jadi saya mau ikutan ci Lia untuk bagiin apa yang jadi kesaksian saya tentang kelas BPN. Intinya BPN itu investasi seumur hidup dalam pernikahan. Walaupun berkali-kali ikut, pasti akan ada rhema baru yang kita terima. So, ini sebagian kecil yang saya terima dari kelas BPN. :)


Awal masuk BPN, ada pemikiran dalam diri saya bahwa saya sudah tahu apa yang akan dibahas di dalam kelas-kelas BPN (sombonggg..), tapi ternyata saya SALAH BESAR!! Memang ada beberapa hal yang sudah saya ketahuai dari membaca buku tentang pra-nikah atau kelas Love Sex and Dating di SPK (Saya Pengikut Kristus), tapi itu hanya sepersekian bagian yang dibagikan di kelas BPN.
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates