[IMAN KRISTEN] Apakah Kau Mengasihi AKU?

November 14, 2018

Stocksnap


Hari itu aku dan suami beribadah seperti biasanya. Tidak, hari itu tidak biasa karena untuk kedua kalinya bocah kami mau ditinggalkan Sekolah Minggu sendirian. Jadi, aku bisa beribadah bersama suami (akhirnya).


Hanya saja, ada yang berbeda dalam diriku. Sesuatu yang samar sepertinya membuatku tidak bisa konsen beribadah. Aku sibuk memandang dan mengamati Worship Leader (WL) dan singer yang tampil lumayan mencolok hari itu. Atasan hijau muda dan bawahan putih. 


Terlintas dikepalaku komentar-komentar teman-teman socmedku tentang bagaimana gereja saat ini hanya menjadi ajang konser atau hiburan. Terlihat megah tapi kosong. Aku tidak pernah mengaminkan pernyataan itu tapi hari itu sepertinya aku mengaminkannya. Aku mulai sibuk menilai suara singer mana yang bagus bahkan menganggap WL kurang "ngeroh" karena tidak "mampu" membuatku merasakan hadirat Tuhan.

Aku sadar pikiranku salah dan berusaha untuk mulai fokus pada Tuhan, tapi tetap saja sulit untuk bisa fokus mengangkat pujian dan penyembahan. Aku mencari-cari, tapi tidak bisa "naik". Sampai Ps. J.J. Simkoputera naik ke atas mimbar dan mulai menyanyikan penyembahan.. Oke, aku mulai konsen dan lumayan bisa nyambung tapi tetap saja tidak seperti biasanya.

Kotbah hari itu membahas tentang saat pertemuan pribadi Simon Petrus dan Yesus setelah Ia bangkit dari kubur. Aku tidak terlalu ingat isi kotbah secara mendetail. Aku mendengarkan, tapi tidak mengunyahnya dengan seksama.

Sampai ayat itu dipampang di layar 

Yohanes 21:15-17 (TB) Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Bacalah lengkap Yohanes 21

Aku terpaku dan dada ini tiba-tiba terasa sesak. Aku seperti berada di posisi Petrus yang menyangkal Yesus 3 kali. 

Dulu, aku pikir Yesus menanyakan hal itu sampai tiga kali karena ingin memastikan isi hati Petrus. Ingin memastikan kasih Petrus kepada-Nya. Tapi, hari itu mataku terbuka. Tuhan Yesus tidak segitunya seolah memohon kasih Petrus pada-Nya. Bukan. Justru pertanyaan itu adalah tanda kasih-Nya pada Petrus.

Mengapa begitu??

Bayangkanlah kita adalah Petrus. Tiga kali menyangkal Yesus dan meninggalkan-Nya menderita sendirian di kayu salib. Bagaimana perasaan kita pada diri kita sendiri? Apa yang kita lihat pada diri kita sendiri?? Bukankah kita menganggap diri kita pengecut? Bukankah kita akan meragukan kasih kita kepada Yesus? Kita mengatakan mengasihi Dia, tapi di saat ada tekanan kita menyangkal Dia bahkan meninggalkan-Nya... Kasih macam apakah itu?? Bukankah kita menganggap diri kita seorang pecundang??

Tapi Dia tidak memandang Petrus sebagai pecundang. Dia tidak memandang Ia rendah. Bahkan dalam pertemuan itu Dia tidak bertanya, " Mengapa kamu menyangkal Aku?" atau " Mengapa kamu lari dan kembali menjadi nelayan?" Dia malahan menyuruh Petrus kembali menebar jala ke sebelah kanan untuk mendapatkan ikan dan membuatkan sarapan untuknya dan pertanyaan itu pun Ia tanyakan.

Apakah kau mengasihi Aku??

Dalam keraguan akan kasih kepada Kristus, pertanyaan " Apakah kau mengasihi Aku?" seperti pertanyaan yang menohok. Pertanyaan yang awalnya membuatku merasa tertuduh. Tapi, saat pertanyaan itu ditanyakan berulang, ada sesuatu yang bulat di dalam hati, " Iya, aku mengasihi Engkau, Tuhan." (sekalipun aku pernah menyangkalmu, tapi kasihku ini sungguh-sungguh).

Baca Juga TAAT MENABUR DAN MENYIRAM


Pertanyaan Yesus kepada Petrus bukanlah untuk meyakinkan Yesus bahwa Petrus mengasihi-Nya, tapi justru untuk meyakinkan Petrus bahwa ia mengasihi Yesus sekalipun ia menyangkal Yesus sampai 3 kali. 

Dadaku seperti dipukul saat menerima kebenaran ini. Seperti ada buku terbuka di hadapanku dan memperlihatkan semua kebenaran yang selama ini aku tidak tahu. 

Tuhan harus mengingatkan aku berkali-kali bahwa aku mengasihi Dia, supaya aku sanggup untuk bangkit dan berjalan lagi di dalam terang-Nya. Dia harus mengingatkan aku berkali-kali bahwa aku mengasihi Dia sekalipun banyak kegagalan yang aku lakukan. Sekalipun aku tidak sempurna. Sekalipun pelayananku tidak ada harganya.

Tuhan tidak perlu tahu apakah aku mengasihi Dia atau tidak karena Dia sendiri pasti tahu seberapa besar kasihku pada-Nya. Justru akulah yang harus tahu bahwa aku mengasihi Dia. Bisingnya dunia dan segala penuduhan membuat apa yang aku rasakan pada Tuhan menjadi seperti pudar dan buram. Kita menjadi takut menjadi seorang pelayan Tuhan dalam kebenaran. Kita menyembunyikan banyak hal di dalam hati kita... Tertuduh dan merasa busuk.

Tuhan tahu, Petrus tidak akan bisa dipakai menjadi penjala manusia yang dahsyat jika Petrus hidup dalam penuduhan. Karena itu, Dia bertanya sampai 3 kali. Sama seperti Petrus menyangkalnya 3 kali. Ia memulihkan Petrus dari segala macam penuduhan.

Aku tahu Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya tidak terkira. Tapi hari itu, aku melihat kasih Tuhan lebih besarrr dari yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku merasa merdeka, penuh, kenyang, dan sukacita. Hatiku penuh sampai meluap-luap. Kalau aku disebut gila karena percaya pada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, aku akan bersukacita karena aku gila.



You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)



recent posts