amsaLFoje -A Long Life Learner-


Tanggal 6 kemarin akhirnya saya menerima transferan dari Oriflame. Setelah ditunggu-tunggu karena lagi BU (Butuh Uang) banget. Heheheheh.

Kemarin malam saya ubek-ubek blog saya untuk mencari kesaksian tentang Wanita Bijak, tapi ternyata ga ketemu. Malah bongkar-bongkar blog.

Hasilnya?? Mewek gelap-gelapan. Sebelah suami nonton youtube dan ga ngeh air mata saya udah netes-netes. Kenapa mewek?? Iya, soalnya ngeliat ternyata Tuhan benar-benar ada disebelah saya sepanjang tahun-tahun di belakang saya.
Aku pernah cerita ga ya gimana baiknya Tuhan menjaga hidup aku?? Kalau belum, aku mau cerita lagi. Hehehhe.

Dari sejak lahir baru, entah kenapa Tuhan selalu membawa aku ke tempat dan orang-orang yang takut akan Dia. Mulai dari SMA, aku pisah dari teman gereja aku yang radikal. Tapi di SMA itu juga ketemu kakak kelas yang udah lulus tapi niat banget tiap minggu dateng buat membina persekutuan doa.

Waktu kuliah, aku pengen banget mandiri dan jauh dari orang tua supaya bebas ibadah di gereja mana pun aku mau. Makanya niat banget masuk UKRIDA. Tapi ternyata ga segampang itu nemuin gereja yang bisa menetap secara di Jakarta gerejanya ternyata gede-gede. Jemaatnya banyak. Tapi... Akhirnya bisa kecantol komsel. Cuma gara-gara nanya sahabat aku baru pulang dari mana, dia bilang komsel, aku langsung minta diajak.

Di komsel inilah awal kebangunan rohani aku. Dari orang Kristen yang ga ngerti gimana bebas dari dosa, menjadi orang Kristen yang ngerti dan tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang murid Kristus.
Kerennya lagi yaaa... Tuhan ga cuma jaga aku lewat komsel. Aku kuliah di jurusan psikologi yang memungkinkan orang tuh jadi ga percaya Tuhan, tapi dosen-dosen aku terutama Pembimbing Akademik yang juga Pembimbing Skripsiku adalah orang yang takut akan Tuhan. Bahkan dia mengajak aku buat ikut kelas penginjilan dan lewat dia aku bisa ngerti gimana bisa tahu seseorang udah benar-benar terima Yesus dan keselamatan atau belum.

Tumpahhh!! Tumpahhhh banget Tuhan banyak kasih di masa-masa kuliah.

Setelah lulus, aku jadi guru magang di sebuah pre school dan ternyata basicnya Kristen-Katolik. Tiap pagi ada saat teduh bareng. Anak-anak juga sebelum kelas selalu kumpul untuk dengar cerita Alkitab. Haiyaaa.... ke mana-aman ada Tuhan.

Keluar dari pre school aku masuk ke sekolah yang lebih besar dan menjadi admin. Awalnya sekolah ini ga ada basic agama sama sekali. Tapi... tahu-tahu setiap akhir atau awal semester saat anak-anak masih pada libur, guru dan staf harus ikut pembinaan iman sesuai agama masing-masing yang udah pasti aku masuk. Kebaktian gabungan Kristen - Katolik yang lebih sering dibawakan dengan cara kharismatik.
Bos pertama aku yang satu ruangan denganku juga tipe "galak" sama anak-anak alias tegas. Setiap pagi dia baca Alkitab.

Sekarang, saat kerja dengan Oriflame, aku ketemu dengan klub kecil yang baru dibentuk. Banyak tantangannya. Malah bisa dibilang sempet ngerasa salah klub karna ga naik-naik level. Tapiii... Tuhan ga pernah salah nempatin kita. Tahu-tahu ci Fany dan Ci Shierly bikin group pendalaman iman. Kita baca pasal sama-sama. Kesaksian dan bagiin apa yang didapet dari pasal hari ini.

Gimana yaa... Udaha ga bisa komentar banyak.
Tahun kemarin bisa dibilang kecewa sama hidup, ga bisa bebas berkomunitas kayak dulu. Apa-apa kebanyakan lewat socmed (ga nampol), mau ketemuan kehalang dana dan tanggung jawab. Tahu-tahu Tuhan kasih komunitas ini.

Tiap inget ini bawaan mau nangis. Bukan sedih, tapi bersyukur. Tuhan ga pernah tinggalin aku sendirian. Dia tahu apa yang aku butuh. Dia mengawasi dan mengamat-amati. Dia sudah lebih dulu merencanakan dan menyediakan bahkan sebelum aku mikirin.

Tuhan itu baik bangeettttt
Terlalu baik..
Dia benar-benar penjaga hidup
Ga akan ada yang bisa gantikan Dia

Serius


Hari ini dapet pinjeman HP dari sohibku Rina. Puji Tuhan berkat kebaikannya, saya bisa pake HP dengan aplikasi yang maksimal walau nomor lama masih belum bisa dipindah.

Semoga dengan HP hibahan ini bisnisku lebih lancar. Blogging juga.

Btw, pepatah selalu bilang lebih baik tangan di atas, tapi satu tahun ini Tuhan ajarin aku untuk buka kepalan tanganku yang ada di bawah. Belajar menerima kebaikan orang lain karena Tuhan sedang ingin memberkatimu.

Denger2an sama Tuhan. Supaya kita selektif, mana yang kebaikan memang dari Tuhan dan mana kebaikan yang mungkin mendatangkan jerat.

Biarkan Tuhan menolong kita lewat tangan orang lain.

Selamat Tiduurr!!

Seminggu ini saya mengatur ulang jadwal saya. Setelah melewati pergumulan yang panjang dan mencoba mencontoh jadwal orang lain, akhirnya Tuhan kasih hikmat untuk saya mengatur jadwal sesuai dengan kondisi fisik dan kebiasaan Gyan.

Jadi, beberapa hari ini mulai terbiasa bangun jam 3 pagi. Dari jam 3 pagi sampai jam 5 nyeterika, jam 5 saat teduh, setengah 6 sampai jam 7 belanja dan masak sarapan dan makan siang, jam 7.30 temenin Aki sarapan, jam 8 nyuci dan beres2 yang lain sampai jam 9. Pokoknya sampai jam 9 itu sudah harus mandi, kasih makan Gyan. Karena jam 9 sudah harus di depan komputer ngerjain Oriflame, terjemahan, dan shoponline. Kerja sampai jam 4, ajak Gyan keluar dan main. Jam 5 sudah harus di rumah beres-beres dan masak makan malam. Kalau rumah sudah beres tinggal duduk manis nyuapin Gyan sambil nonton drama Jepang hohoho sambil nunggu Aki pulang.

Selama ini saya ga sabaran. Ingin membereskannya dalam 1 waktu. Kunci jadwal yang saya buat kerjakan semuanya satu-satu. Jangan biarkan pikiran memikirkan semuanya bersamaan. Energi jadi terkuras di pikiran, bukan saat bekerja. Saya nurut aja dituntun seperti itu. Waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, ya tinggalkan HP. Waktu mengerjakan Oriflame dan yang lain, ya jangan mikirin pekerjaan rumah tangga yang lain.

Puji Tuhan banget dengan hal ini saya sangat tertolong. Yang tadinya pekerjaan kecil-kecil tidak beres-beres juga, akhirnya bisa dibereskan satu per satu. Kerjain pekerjaan rumah jadi lebih terasa ringan, kerjain Oriflame juga lebih fokus.

Saya juga jadi lebih disiplin untuk saat teduh. Walau ngantuk-ngantuk hahahhaha.

Buat orang lain mungkin mikirnya ya emang udah niat saya, tapi buat saya pribadi ini bener-bener pertolongan Tuhan. Tuhan kasih hikmat bagaimana saya seharusnya mengatur waktu saya.

Memang sih harus bergumul dan stress sampai rasanya mau gila dulu. Tapi, justru di situ Tuhan jadi kasih rhema, kalau waktu harus digunakan dengan efektif, bukan semau kita.

Waktu itu seperti uang, kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin malah akan memperbudak kita. Bahayanya lagi, uang bisa dicari, tapi waktu ga bisa. Waktu harus digunakan sebaik mungkin. Bukan cuma tentang momen-momen, tapi juga gimana waktu kita bisa untuk kita bertumbuh juga, memaksimal hidup kita dan juga orang lain.

Semoga Tuhan beri hikmat lebih lagi, supaya saya lebih berdisiplin lagi. Aminnn.

Semangat pagii!! Tadinya mau lanjutin kerjaan terjemahan, tapi tahu-tahu diingatkan tentang bikin daftar ucapan syukur.

Ada apa ya pakai perlu bikin daftar ucapan syukur??

Karena lagi ga bisa bersyukur. Hehehhe..

Tiga bulan ini jadi tiga bulan terberat buat saya. Terasa seperti diberi beban batu banyak sampai berton-ton. Mungkin kaki sudah terbenam di tanah dan sudah tidak bisa jalan.

Intinya sih ya, di masalah keuangan. Saya dan Aki memulai kehidupan rumah tangga dengan keuangan yang kurang OK. Ditambah saya berhenti bekerja dengan cepat, belum benar-benar aman keuangan Gyan udah dihadiahin.

Jadi kami babak belur untuk mengatasi keuangan.

Kerja dari rumah dengan Oriflame dan bisa naik level lalu dapet bonus, itu PUJI TUHAN BANGET. Itu kayak hadiah. Tuhan pelihara kami sebagian dari situ.

Lalu datang tawaran buat jadi translator, PUJI TUHAN LAGI kami dapet berkat lagi. Tuhan memang selalu cukupkan dari hal-hal yang ga kita duga.

Tapi, beberapa bulan ini saya ga bisa menysukuri semua itu. Amarah  menumpuk di hati saya. Saya memang bekerja di rumah, tapi bagaimana pun anak jadi prioritas. Tapi, di situ juga saya jadi stress sendiri dengan jaringan yang tidak terurus, pekerjaan terjemahan yang harus segera diselesaikan. Belum lagi pekerjaan rumah yang tidak habis-habis.

Titik puncak tekanannya, saat saya mulai memikirkan kematian dan ingin menyakiti diri sendiri. Ya, gimana ya. Saking sudah tidak tahan dengan tekanan, saya merasa kesakitan fisik bisa meredakan sesak di dada saya.

Puji Tuhan, Roh Kudus masih jaga. Istilahnya saya masih hitung-hitungan, kalau nanti bunuh diri ketemu Tuhan atau ga. Kalau saya masih menyakiti diri sendiri, akan memberi efek buruk buat Gyan. Pasti.

Akhirnya cari cara buat pulih, berdoa lagi, cerita ke orang, tapi ga lega 100%.

Selama tertekan itu saya menyalahkan Aki. Semua perasaan sesak saya, saya anggap karena Aki begini dan begitu. Tapi, waktu Aki melakukan apa yang saya inginkan, saya tetap tidak senang. Saya masih merasa marah. Bukan lagi sama Aki, tapi pada sesuatu yang saya tidak tahu apa. Rasanya mau membantingkan badan ke tembok karena tidak tahan dengan tekanan di dada.

Saya jadi mudah tersinggung, mudah marah, curigaan, pengennya marah-marah dan memaki. Sudah takut kena mood disorder. Hahahha...

Lalu, hari ini sahabat saya bertanya, apa kabarnya Las??
Pertanyaan yang buat saya sudah malas menjawabnya. Sudah males mendengarnya. Bahkan sudah pada kondisi muak dengan pertanyaan itu.

Entah bagaimana,  akhirnya saya balas juga. Saya tidak mau sahabat saya merasa dicuekin ahhaha..
Saya balas, " Lagi ga bagus, Mar. Lagi susah bersyukur. Sempet empet sama idup."

Dia ga bales banyak, cuma, " ooo iya. Jangan lupa bersyukur yaa."

Sempet keki dibales begitu saja, tapi ga tahu sepertinya dia berdoa buat saya, makanya saya jadi menulis ini.

Iya, saya mau menuliskan ucapan syukur saya.

- Lasma bersyukur hari ini masih bisa makan padahal kemarin-kemarin mikir mau makan apa.
- Lasma bersyukur Gyan masih ketawa, senyum lebar, walau Mamanya marah-marah dan ga bisa ajak main dengan bebas.
- Lasma bersyukur punya suami kayak Aki, yang mau belajar berubah, pengertian, ga penuntut, selalu menghibur... walau pun istrinya ini ga pinter masak dan beres rumah, lebih sering pasang muka mesam
- Lasma bersyukur dapet kerjaan yang bisa nambah penghasilan, walau ga seberapa. Dari situ bisa kasih perpuluhan dan ajak Gyan sekolah Minggu.
- Lasma bersyukur Opa Gyan bisa beli mobil bekas, dapet berkat dari pelanggannya. Gyan jadi bisa sekolah Minggu walau harus bangun pagi-pagi banget dan ga bisa diem waktu di kelas.
- Lasma bersyukur di tengah rasa tertekan dan putus asa, Tuhan masih jagain Lasma. Lasma jarang baca Firman, jarang berdoa, bahkan udah lama ga ibadah, tapi Tuhan jagain Lasma lewat bahan terjemahan. Betapa hanya lewat anugrah dan kasih karunia Tuhan saja Lasma bisa hidup benar, bisa hidup di dalam jalan-jalan-Nya. Cuma karena oleh kasih karunia Tuhan saja Lasma punya kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan, melakukan firman-firman-Nya. Bukan karena kuat dan gagah Lasma. Bukan pula karena hikmat Lasma sendiri. Sampai hari ini saat Lasma masih bilang mengampuni itu susah, bersyukur itu susah, bersukacita itu susah, Lasma ga ngerasa Tuhan ninggalin Lasma. Tuhan masih di situ, nungguin Lasma melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Makasih Tuhan Yesus. Ampuni Lasma, Tuhan. Terima kasih atas kasih setia-Mu.
- Lasma bersyukur bisa mengalami tekanan ini. Berkali-kali Tuhan ingatkan mereka yang mati bunuh diri atau membunuh anaknya karena himpitan ekonomi. Lasma jadi ngerti apa yang mereka rasain. Sakitnya kepala dan hati karena ga tahu harus gimana lagi. Ternyata masih banyak yang butuh Tuhan.
- Lasma bersyukur dengan tekanan ini, empati Lasma lebih kuat. Lasma juga bisa lebih mengasihi diri sendiri. Belajar memilah mana yang masuk telinga, mana yang tidak boleh masuk telinga.
- Lasma bersyukur walau pun sering bergadang, Lasma ga ada sakit. Gyan juga sehat walau lagi susah makan. Aki juga sehat walau sempat pilek.

Rasanya seperti Elia yang ciut karena dikejar-kejar mau dibunuh. Waktu bersyukur begini jadi ngerasa bodoh, tapi juga lega, tapi juga sukacita. Aku punya Allah yang hidup.

Siapa pun yang mendukung doa saya, Terima kasih. Saya tahu hari ini ada seseorang yang berdoa buat saya. Supaya saya ga jadi anak yang durhaka sama Tuhan.

Hari ini saya merasa bebas. Sesak di dada saya hilang. Saya merasa merdeka. Serius dehhh. Bukan promosi.

Mengampuni situasi. Mengampuni kelemahan dan ketidak mampuan saya. Mengampuni ketidaksempurnaan saya.

Sungguh, Tuhan itu baik. Tuhanlah yang menjaga keluar masukku. Dialah penjaga hidupku.
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates