amsaLFoje -A Long Life Learner-


Pic: lw.imaging

Halo teman-teman, setelah berkutat dengan berbagai hal dan ragu-ragu menulis tentang bagaimana cara gw mengatasi masalah perkembangan bahasa Indonesia yang agak lambat... Akhirnya gw meyakinkan diri buat menulis. 


Pic: lw.imaging


Mak, siapa sih yang ga bangga anaknya masih kecil sudah jago berbahasa Inggris dengan lancar? Si bocah ngomong sat set sat set pakai bahasa Inggris bahkan lebih baik dari orang tuanya. 



Memulai usaha menjual karya seni atau kerajinan tangan sebenarnya tidak terlalu susah. Namanya aja mulai, lain soal banyaknya penjualan. Hehehe. Modal utamanya pasti niat. Sisanya bisa kita akali dengan keadaan yang seadanya.

 

Mengajarkan anak-anak tentang kesehatan sudah pasti bisa dilakukan sejak kecil. Ga perlu menunggu mereka bisa baca tulis. Iyalah ya, semua orang tua pasti sudah tahu.

Dari nenek moyang kita pun anak-anak sudah diajarkan tentang kesehatan dari kegiatan harian. Misalnya, cuci tangan sebelum makan, mandi setelah bermain, makan tepat waktu, tidur yang cukup dan lain-lain. Semuanya dilakukan dalam aturan-aturan yang sebenarnya merujuk pada tujuan menjaga kesehatan. 
Ke Gereja, deket. Jalan kaki ajaaa.


Halo teman-teman, amankah keadaanmu hari ini? Beberapa hari ini apakah ada yang merasakan cuaca panas ekstrim yang membuat banjir keringat. Geser dikit, berkeringat. Goyang dikit, berkeringat. Badan bercucuran keringat seperti diguyur petugas pemadam kebakaran biar badan segera dingin.

 

Bermuka dua atau apa adanya? 

Sering ga sih kita dengar, manusia jaman sekarang bilang

"Gw tuh lebih suka sama orang yang apa adanya."

"Gw tuh ya emang orangnya kayak gini. Apa adanya."


Nyari duit dari rumah

Hai temans, sudah di bulan ke 4 di tahun 2020 saja nih. Gimana resolusinya? Sudah mulai dikejar? Atau belum disentuh sama sekali? Wakwakwak. Apa pun itu semangat terus untuk perubahan yang lebih baik ya.



Hi temans, kamu tahu kan sebulan ini dunia pecinta film sedang diguncang dengan adanya berita situs indoxxi akan sudah diblokir oleh pemerintah. 

Hi temans, makasih yang masih mampir ke blog ini dan masih nyimak ocehan saya yang kadang ga karuan, emosional, bahkan gaje. Saya cuma mau berbagi sih dan berdasarkan pengalaman sendiri bukan penelitian tertentu. Kalau memang bawa pencerahan, Puji Tuhan. Kalau ga setuju, boleh dibantah. Kalau ga suka, boleh hpnya lempar ke saya (wakwakwak). 




Kalau kamu nikah cuma untuk menghalalkan hubungan badan alias ngesex, mending ga usah nikah. Beneran deh, pernikahan itu bukan sekedar untuk menghalalkan persetubuhan,pegangan tangan, dll. 


Baru-baru ini saya membaca sebuah curhat dari salah satu klien Cermin Lelaki yang menceritakan kondisi keluarganya. Si Bapak ini bekerja yang mengharuskan dia pindah-pindah kota selama berbulan-bulan yang berarti pisah dari istri dan anak-anak. Setiap beberapa bulan pindah, beberapa bulan kemudian pindah lagi. Kondisi ini membuat si Bapak tidak bisa memenuhi kebutuhannya sebagai seorang pria. Iyalah ya, istri jauh gitu. Ga ada yang ngelonin. 

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau semua orang menjadi sukses dengan cara yang sama?? Semuanya itu jadi ga berharga karna semua orang bisa mencapainya.
Bess-Hamiti


Haaahhh...
Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi juga para pria yang suka salah paham sama wanita. Terutama buat kamu para singles.

Jadi, apa bedanya PHP sama GeeRan??
Kalau PHP biasanya orangnya yang ngasih umpan, kita kepancing, tapi ternyata ga dia tangkep.
Kalau GeeRan biasanya orangnya punya umpan tapi ga dia lempar, kitanya aja yang ngerasa itu umpan buat kita. Kita ngikutin dan saat ga dikasih, kita baper guling-guling.




Hi Gorgeous!!
Pernah ga sih kamu punya masalah sama seseorang dan tahu kamu salah. Tapi entah bagaimana masalahnya akhirnya selesai begitu saja tanpa ada pembicaraan penting.

Pic: ig @lasma_works



Hi temans, 
Pernah baca status-status orang tentang ga seharusnya orang tua menceritakan tentang putri-putri Disney pada anak-anak perempuan kita dengan alasan nanti anak-anak kita jadi tukang mimpi dan terlalu fokus nyari pangeran tampan kaya raya?? Hmm.. Awalnya saya setuju sih dengan pandangan di atas. Tapi
kalau dipikir-pikir, saya sering baca cerita tentang putri tapi ga gitu-gitu amat mikirin pangeran, nikah sama orang kaya lalu happily ever after. Jadi, sebenarnya tergantung dari orang tua menarik perhatian anak-anak ke arah mana dari isi film atau sebuah cerita. 


Pernikahan didasarkan cinta. Bukankah itu indah? Tentu saja indah. Tapi, anehnya setelah beberapa tahun, pernikahan tidak lagi terasa indah. Malah seperti neraka.

Alasannya? Banyak. Mulai dari keuangan, keluarga pasangan, cara pandang dan nilai-nilai yang berbeda, gaya hidup, bahkan pendidikan.
Pic: freepik

Pernahkah kita bertemu dua orang yang berbeda jauh? Secara fisik satu orang tampak begitu menarik yang lainnya biasa saja. Tapi pada saat bicara, kita lebih betah berbincang dengan dia yang memiliki penampilan biasa.

Apa yang membedakan mereka berdua?? Kecerdasan?? Bukan. Kemampuan bersosialisasi? Ya, mungkin sebagian besar. Tapi ada hal lebih spesifik yang membuat seseorang jadi menarik saat berbicara, Kemampuan Komunikasi.

Selama beberapa tahun ini banyak sekali pengetahuan dan informasi bagaimana pria dan wanita sebenarnya amatlah sangat berbeda. Pria dari Mars dan wanita dari Venus. Atau pria adalah wafle dan wanita adalah spagheti.
Councelling - pixabay

Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, mari kita melakukan sesuatu. Ambil secarik kertas dan alat tulis lalu mulailah menulis  hal-hal yang paling kita inginkan. Benar-benar paling kita inginkan yang mungkin kita doakan siang dan malam atau jika tidak kita mendapatkannya, kita mungkin ingin dunia berakhir saja.

Apakah itu kelulusan dari study kita? Pemulihan keluarga? Kesembuhan orang-orang yang kita cintai? Bebas dari hutang? Apa yang paling kita inginkan, tuliskanlah di kertas tersebut.

Oke, jika sudah menuliskannya, biarkan kertas itu berada di sisimu dan mari kita mulai membahas apa yang akan kita bahas. Saya akan mulai pembahasan ini dari beberapa cerita.

Cerita pertama, tentang saya yang pernah gagal dalam sidang skripsi. Sebuah hal yang memalukan dan menghancurkan hati saya. Sebelum sidang skripsi saya sudah membayangkan apa yang akan saya lakukan setelah sidang skripsi. Pekerjaan yang mapan, orang tua yang bangga pada saya, wisuda bersama teman-teman seangakatan. Tapi semua apa yang saya bayangkan hancur seketika saat dosen penguji saya menyatakan saya tidak lulus. Saya menangis di depan mereka. Saya bertanya-tanya pada Tuhan, apa yang salah?? Saya merasa Tuhan tidak adil. Sampai di akhir semester saya, saya selalu mendapat IPK yang baik. Teman-teman saya menganggap saya pintar, tapi kenapa saya malah tidak lulus? Saya sudah melayani Tuhan sampai kuliah saya terbengkalai. Apa yang salah? Kenapa Tuhan tidak bela saya?? Hancur hati dan sepertinya Tuhan sedang ‘memunggungi’ saya.

Pada kenyataannya, dari kegagalan saya ternyata Tuhan mengajarkan saya untuk melawan rasa takut gagal sekaligus menghancurkan setiap kesombongan saya. Di sidang yang kedua, sekalipun saya punya iman akan lulus, saat itu saya sudah siap untuk gagal yang kedua kali. Tuhan menguatkan dan meneguhkan hati saya untuk memiliki iman dan mengatakan “ Lulus atau tidak lulus, Kau tetap Allahku.” Apa pun keputusan Tuhan hari itu, saya akan tetap mengasihi Tuhan dan akan tetap ikut Dia. Hari itu titik di mana saya benar-benar mengerti apa artinya percaya kepada Tuhan.

Cerita yang lain adalah cerita dari kehidupan salah satu pembimbing rohani saya di Bimbingan Pra Nikah. Beliau orang yang sangat mencintai Tuhan dan sangat ingin memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Tentu saja sebagai pelayan Tuhan beliau berharap kehidupan keluarganya baik-baik saja. Tapi kenyataannya, tidak. Beliau harus bergumul dengan kondisi anaknya yang ‘unik’ yang orang katakan ‘bermasalah’ sementara ia sendiri mengatakannya sebagai cerdik. Satu hal yang terngiang-ngiang ditelinga saya saat beliau menguatkan kami anak-anak binaannya untuk terus berharap pada Tuhan. Tidak berhenti berdoa. Tidak berhenti berpengharapan. Tidak berhenti memiliki iman. Iman yang seperti apa? Iman yang di saat baik kita bersyukur, di saat buruk pun kita tetap bersyukur. Kata-katanya begitu menguatkan saya dan di situ saya semakin melihat bahwa beliau benar-benar mengasihi Tuhan dan berpengharapan pada Tuhan sekalipun beliau sendiri ciut dan takut akan masalahnya sendiri.

Dari dua cerita di atas apa yang sebenarnya ingin saya bagikan?? Apakah tentang pengharapan?? Lebih dari itu. Ini tentang sikap hati kita. Sikap hati kita saat berharap pada Tuhan dan meminta segala sesuatu yang kita inginkan.

Mari kita ingat-ingat sebentar, bagaimana selama ini cara kita berdoa dan meminta pada Tuhan? Apakah seperti yang saya lakukan dulu? Dengan penuh kegagahan dan kebanggan kita mengatakan, 

“ Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu untuk-Mu. Kau pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doaku, kan??” 

“ Bukankah Tuhan mengatakan akan membukakan pintu jika kita mengetuk dan akan memberi jika kita meminta??” 

“ Bukankah ada hukum tabur tuai? Aku sudah melakukan banyak hal baik sesuai dengan perintah Tuhan, aku melayani di gereja siang dan malam, sudah pasti Dia akan mendengar doaku dan memberikan apa yang aku inginkan.”

“ Tuhan berkata, asal kita meminta dan percaya, kita pasti akan menerima.”

Adakah kita pernah berpikir seperti itu? Sampai akhirnya kita menemukan bahwa kita tidak menerima apa pun atau malah lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. 

Keluarga kita semakin hancur, study kita tidak mengalami kemajuan, pekerjaan kita tidak menghasilkan hal yang berarti, pelayanan kita tidak membawa dampak dan perubahan. Padahal kita sudah berusaha melakukan bagian kita, kita sudah berdoa hingga berderai air mata, tapi kenapa malah yang kita terima malah lebih buruk. Apa memang orang Kristen harus selalu hidup susah?? Apakah Tuhan ingkar janji??

Bukankah hal yang mengecewakan jika akhirnya kita memilih ikut Kristus, tapi malahan hidup kita semakin sulit? Apa yang kita inginkan, yang katanya terjadi sesuai dengan imanmu, malahan terjadi sebaliknya, bukankah sangat mengecewakan?? Kenapa Tuhan tidak dipihak kita??

Pengharapan kita, iman kita rasanya jadi seperti angin yang berlalu begitu saja. Sia-sia. Doa-doa kita seperti menjadi bunyi yang kita teriakan lalu menghilang di telan udara dan kita mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan mengasihi saya? Apakah Tuhan mendengarkan doa saya? Mengapa begitu sulit untuk Tuhan melakukan apa yang saya harapkan? Doa saya tidak muluk-muluk. Doa saya bukan untuk saya sendiri, tapi untuk keluarga saya, untuk pelayanan, untuk pekerjaan yang semuanya akan mendatangkan kemuliaan Tuhan, tapi kenapa Tuhan tidak berpikir sama dengan saya??

Dari pengalaman kegagalan skripsi saya, saya mengerti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Kehidupan orang Kristen bukan hanya tentang doa yang terus menerus hingga berderai air mata. Bukan sekedar doa dan pengharapan yang akan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Tapi tentang hati kita kepada Tuhan. Tentang bagaimana kita menempatkan Tuhan di hati kita dan bagaimana kita memandang Dia sebagai bagian dari hidup kita.

Ada dua poin yang Tuhan ajarkan

Mengakui Kedaulatan Tuhan Dalam Hidup Kita
Ya, Dia mengangkat kita sebagai anak-Nya. Ya, Dia telah membebaskan kita dari budak dosa. Ya, kita sekarang adalah orang merdeka. Tapi kita perlu terus mengingat bahwa kedaulatan Tuhan atas hidup kita masih berlaku. Ia bisa memutar hidup kita ke kanan atau ke kiri seperti yang Ia mau. Ia bisa membuat kepala kita di kaki atau kaki di kepala tanpa perlu Ia meminta ijin dari kita. Dia Tuhan, Dia Raja. Dia bisa melakukan apa pun yang Ia mau. Dapatkan pemikiran kita membatasi apa yang akan Ia lakukan?? Dan jika kita mengatakan Yesus adalah Tuhan dan Raja dalam hidup kita, siapakah yang memerintah kehidupan kita? Kita sendiri? Pikiran kita sendiri? Keinginan kita sendiri? Idealisme kita sendiri? Standar-standar kita sendiri?? 


Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Roma 9:20

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Roma 16:18

Jangan pernah berhenti untuk mengingat bahwa kita adalah hamba, kita adalah debu yang tidak berarti apa-apa, tapi dengan perkenanan dan kasih karunia Tuhan, Ia mengangkat kita dan menjadikan kita mulia dan sempurna dimata-Nya. Bukan karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa yang telah Ia lakukan. Pikiran dan standar hidup kita tidak akan mampu membatasi kuasa-Nya.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Amsal 19:21


Percaya Akan Hati Tuhan

Kita mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup kita, kita mengakui kuasa-Nya dapat melakukan apa pun dalam hidup kita, tapi jika kita percaya hal itu saja, kita akan cenderung menjadi takut. Kita segan untuk meminta. Bagaimana kalau Tuhan tidak setuju? Bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkan doa kita karena Dia bisa menjawab Ya atau Tidak sekehendak hatinya. 

Jangan. Jangan berhenti hanya sampai mempercayai kedaulatan-Nya, tapi percayalah juga kepada hati-Nya. 


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7: 9-11

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Roma 11:29

Bapa bekerja tidak berhenti hanya untuk menunjukkan kedaulatan-Nya, tetapi juga kasih dan karunia-Nya. Jika kita menilik setiap janji yang Tuhan nyatakan dalam Firman-Nya, kita akan menemukan bagaimana hati Tuhan. Apa yang ada di kedalaman hati-Nya dan bagaimana Ia memandang kita. Di dalam Firman-Nya kita akan melihat hati Tuhan yang mengasihi kita lebih dari yang kita pikirkan. Jadi, apakah firman Tuhan berisi kebencian-kebencian Tuhan akan manusia? Bukankah firman Tuhan pernuh dengan pengampunan, penyertaan, kasih karunia dan belas kasihan Tuhan akan manusia. Lalu apakah pribadi yang mengasihi kita begitu dalam akan merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita?? Tidak bukan??

Dua hal ini, mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita membuat Tuhan bekerja dan berkarya dengan bebas dalam hidup kita. Mempercayai hati Tuhan membuat hati kita aman dan damai dalam firman-Nya karena kita tahu bahwa Bapa akan selalu memberi hal yang baik, bukan hal buruk sekalipun apa yang Dia berikan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. 

Yang terakhir, mari kita lihat apa yang telah kita tulis di atas kertas tadi. Bawalah setiap keinginan hati kita itu di bawah kaki salib Tuhan dengan doa yang pernah Tuhan Yesus ucapkan di saat-saat terberat-Nya.  Ia percaya sepenuhnya kepada Bapa dengan tidak takut-takut meminta, tetapi Ia juga dengan sepenuh hati menundukkan diri di bawah kedaulatan Bapa atas hidup-Nya. Biar kehendak Bapa yang terjadi.

Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 
Lukas 22:42

Ditulis untuk Majalah Pearl 2013











StockSnap - Pixabay

Mazmur 46:11

“ Matenglah!! Dipecat deh gua!!” itulauh jeritan hati saya saat pertama mendengar kabar dari teman kerja saya kalau namanya sudah mendapat kesan jelek di mata beberapa orang tua murid karena kecerobohan saya.


Panik. Takut. Stress. Merasa bersalah. Merasa tertuduh. Tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya mau menangis. Sudah minta maaf pada teman saya tersebut, tapi toh tidak mengubah keadaan. Belum lagi 1 informasi yang tidak saya sampaikan dengan benar pada salah satu orang tua. Kalau saya tidak menyampaikan informasi ini, nama teman saya akan semakin bertambah jelek di mata orang tua plus kepercayaan orang tua murid tersebut pada sekolah akan berkurang.

Leher tegang, kepala pusing. Berkali-kali saya telepon orang tua murid itu, tapi yang ada telepon saya tidak tersambung sama sekali. Dari pagi sampai malam saya telepon dan rasanya mau meledak karena sulitnya orang tua murid ini dihubungi. Saya ingin bertanggung jawab dengan kesalahan saya, saya sudah siap terima apa pun akibat dari kesalahan saya, tapi semakin lama telepon tidak dijawab, semakin tegang urat leher dan kepala saya.

Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?? Tunjuk tangan!!

Seberapa sering kita menemukan diri kita berkubang dalam masalah yang kita hadapi? Kita ingin cepat-cepat menyelesaikan segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Kita selalu ingin cepat-cepat berpindah dari satu situasi ke situasi lain. Apalagi kalau situasi itu menekan kita.

Ingat saat kita masih SD? Kita ingin cepat-cepat menjadi SMP. Saat kita SMP ingin cepat-cepat SMA. Duduk di bangku SMA kita ingin cepat-cepat kuliah. Di saat kuliah, kita ingin cepat-cepat bekerja.  Jika kita tidak menyelesaikannya tepat waktu, berarti kita dalam masalah. Ada masalah berarti harus diselesaikan. Tapi untuk menyelesaikannya ternyata tidak semudah yang kita kira. Keadaan tidak 100 % ada dalam kontrol kita sendiri.

Dosen pembimbing yang sulit ditemui sedangkan waktu mengumpulkan skripsi sudah dekat. 

Sudah 3 bulan lebih kita tidak mendapat pekerjaan padahal teman-teman yang lain sudah bekerja. 

Pekerjaan yang kita ambil ternyata load kerjanya sangat menekan sedangkan banyak pelayanan yang harus kita selesaikan juga.

Orang tua kita ternyata punya kriteria khusus untuk calon mantunya, sedangkan kita sedang dekat dengan seseorang yang sangat berbeda jauh dari yang orang tua kita harapkan. 

Calon pasangan kita ternyata buka tipe hamba Tuhan yang suka berlama-lama berada di gereja sedangkan pasangan teman kita seorang hamba Tuhan yang rajin beribadah dan ikut pertemuan. 
Anak-anak kita ternyata sampai di usianya tidak bisa bicara dengan lancar sedangkan anak lain sudah bisa bicara dengan lancar.

Lalu kita mulai mencari-cari cara untuk mengatasinya. Kita mencari jalan keluar dengan cara ini dan itu. Kita mulai panik dan ketakutan.  Ini gara-gara dia! Dia sih ga bisa dibilangin! Mereka tidak mengerti saya! Apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan?? Bagaimana saya harus membereskan masalah ini?? Bagaimana nanti kalau situasi ini tidak berubah?? Bagaimana? Bagaimana??!


Panic attack…

Sayangnya kecenderungan kita dalam menyelesaikan masalah di kondisi yang panik adalah menambah rusak keadaan. Mungkin bukan orang lain, tapi diri kita sendiri juga. Kita mulai mudah marah, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri, stress, dan mulai sakit-sakitan karena terlalu banyak yang kita pikirkan. Kita merusak hidup kita sendiri.


Terus apa dong yang harus kita lakukan dalam keadaan panik? Dalam keadaan luar biasa kusut. Pengen keluar dari kotak sempit dimana kita berdiri sekarang? Ke kanan salah, ke kiri salah. Harus bagaimana?

Dalam Mazmur 46: 11 Tuhan berkata pada kita,


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"


Diamlah yang dimaksud pemazmur bisa bermakna ganda. Bisa supaya kita berhenti bicara, bisa berhenti melakukan sesuatu, bisa juga berhenti berpikir. Diam sejenak. Tuhan ingin kita diam sejenak di tengah-tengah keadaan yang luar biasa kacau. Untuk apa? Untuk sekedar mengingat satu hal…

Kita punya Allah yang besar. Kita punya Allah pencipta langit dan bumi. Kita punya Allah yang dapat menjungkir balikan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata.

Ketika kita tenang, kita bisa memandang wajah Tuhan. Ketika kita memandang wajah Tuhan, kita bisa terbuka pada Tuhan. Ketika kita terbuka pada Tuhan, kita dapat berdoa dan mengungkapkan isi hati dan pengharapan kita pada-Nya. Ketika kita berdoa, kita melibatkan Dia dalam perkara kita. Ketika kita melibatkan Dia dalam perkara kita, kita memiliki pegangan. Ketika kita memiliki pegangan yang pasti dan kuat di dalam hidup kita, yaitu Tuhan, tidak ada lagi yang perlu kita takutkan.

Benar bukan?Apalagi yang kita perlu takutkan? Karena kita tahu pasti, apa yang Tuhan lakukan bukanlah rancangan kecelakaan dalam hidup kita, tapi rancangan yang terbaik dan penuh dengan harapan.

Yang pasti itulah yang saya rasakan saat saya menghadapi masalah yang saya ceritakan di atas. Waktu saya ingat kata-kata sahabat saya untuk saya tenang supaya bisa berdoa, saya sadari, saya sedang mengaduk-aduk masalah saya dan membuatnya menjadi lebih berantakan. Tapi, waktu saya berdiam, berhenti melihat ke kanan atau ke kiri, mengambil waktu untuk memandang wajah Tuhan. Hanya wajah Tuhan. Tuhan memberikan pengharapan yang baru.
 
Tuhan tidak bilang masalah saya akan dilupakan, tapi Dia memberikan damai sejahtera yang tidak bisa saya temukan dengan cara saya sendiri. Dia mengubah hati saya dan menyiramnya dengan air hidup. Ada iman yang baru. Iman yang mengatakan, tidak apa-apa Tuhan saya dipecat, tapi pasti Tuhan akan beri saya kekuatan. Tidak apa-apa saya dimaki, tapi pasti saya bertahan bersama Engkau. Tugas saya hanyalah mempertanggung jawabkan kesalahan saya dan menerima setiap resikonya. Sisanya biar Tuhan yang atur. Apakah saya akan dipecat atau dimaki. Saya tidak takut. Saya tidak gentar lagi. 

Masalah saya selesai tidak? Selesai. Orang tua murid tersebut membatalkan kerja samanya. Puji Tuhannya, tidak ada acara pemecatan dan tidak ada acara mencaci maki. Malahan orang tua murid tersebut berterima kasih karena kami sudah berkata jujur.

Terkadang setiap mengingat hal ini saya ingin menangis karena malu. Sering sekali saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri dengan isi kepala yang seperti benang kusut, padahal di samping saya Tuhan sudah mengulurkan tangannya untuk membantu saya. Bukankah itu menunjukkan ketidak percayaan saya pada Tuhan?


Hari-hari ini apa sih yang kita kuatirkan? Pekerjaan? Skripsi? Pelayanan? Anak? Pasangan hidup? Keluarga? Atau mungkin semuanya?? Semua masalah tertumpuk jadi satu di dalam kepala dan rasanya kita ingin berteriak. Ingin cepat-cepat semua beres. Ingin cepat-cepat semua berakhir. Bahkan ingin berteriak, “ Tuhan, jauhkanlah cawan ini daripadaku!”

Berdiam dirilah. Mungkin hanya setengah jam. Mungkin hanya 1 jam. Berdiam di kaki Tuhan, memandang wajah-Nya dan mengingat Dia Allah yang hidup. Tinggikan Dia dan besarkan nama-Nya, maka jiwa & roh kita pun akan bangkit. Iman kita akan bangkit. Kekuatan kita akan bangkit. Tubuh kita mendapat kekuatan baru. Mata kita melihat lebih jauh. Maka saat itu kita akan mengerti arti dari, masalahku tidak lebih besar dari Allahku.


...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu… Yesaya 30: 15
.
Ditulis untuk Majalah Pearl 2013




















Pixel 2013 - pixabay



Kata orang cinta itu buta.Dari jaman g smp, g ga setuju dengan statemen ini. Yang g tau orang dibutakan oleh cinta..tapi setelah bertambah umur dan baca buku ini itu,g tahu bahwa orang bukan dibutakan oleh cinta, tapi nafsu. huehehhe..yang klo kata kedokteran gara2 hormon.
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates