amsaLFoje -A Long Life Learner-

 


Hai kamu yang suka ga enakan!! 

Sini merapat! Gw mau cerita. Sebenarnya ini pengingat buat diri gw sendiri juga sebagai mantan manusia yang ga enakan. Biar pun mantan, rasa ga enakan itu pun masih suka menguasai sikap gw di kehidupan sehari-hari. 

 


Perjuangan perempuan (kebanyakan) membangun keberhargaannya lewat hal wajah, body, prestasi, popularitas dll. Bahkan buat gw yang udah usia 30an, punya suami, punya anak memperjuangkan keberhargaan diri masih dilakukan tiap hari.

Bulan ini gw buka pesenan gambar lagi. Setelah beberapa bulan sebelumnya gw tutup pesenan. Gw bilang ke Aki kalau gw ga sanggup ngurus kerjaan rumah sambil terima pesenan gambar. Tiap gambar tuh gw butuh fokus berjam-jam. Ga bisa nyambi masak, nyuci kayak jaman gw ikut MLM. Selesai gambar gw pasti udah teler dan liat kerjaan rumah langsung pengen jambak-jambak rambut. 


Kemarin, gw sama laki muterin area rumah, nyariin si bocah.

Gw minta bocah beli nasi di warteg. Biasanya ga sampai 15 menit, dia udah balik. Perasaan gw ga enak pas bapaknya udah selesai mandi, dia belum balik-balik juga.


"Rasanya tiap hari kayak dikejar-kejar waktu," curhat Papa Gi beberapa hari lalu.

Sejak mulai rutin ke kantor, walaupun cuma 3 x seminggu, Papa Gi memilih berangkat pagi-pagi sekali supaya bisa pulang sekitar jam 4. Jadi, saat dia pulang, dia tidak perlu rebutan naik Transjakarta dengan penumpang lain. Tidak perlu kena macet juga. Terutama di jam-jam pulang kantor sekitar jam 5 ke atas.


Udah lama ga ngomongin si bocah. Gyan udah 8 tahun dan makin ke sini perkembangan sikap baby ke sikap remaja mulai kelihatan.

Cara dia membicarakan banyak hal juga mulai berbeda. Yang biasanya cuek dan asyik sendiri, dia mulai mengamati dan ingin tahu tentang orang lain. Yang biasanya nanya "apa itu?" sekarang lebih banyak nanya "kenapa?"


Udah beberapa minggu ini gw berdebat sama Tuhan. Gw ngerasa Tuhan ga adil. Hahhahaha.

How dare you, Lasma??

Iyaa, berani-beraninya gw ya. Tapi, beneran itu yang gw rasain dan gw ga bisa pura-pura baik-baik saja di depan Tuhan.


Ih, udah lama ga nulis di blog. Apa kabar semua?? 🤭🤭

Ibu-ibu masih pada waras kan walaupun BBM naik?? Kalau gw, berusaha waras aja dulu. Sambil mikirin nyari duit tambahan dari mana. Semua dijabanin, asal halal.


Tanggal 17 Agustus kemarin selain merayakan hari Kemerdekaan Indonesia, adalah hari ulang tahun almarhum Paman alias Tulang gw, adik dari ibu gw.


Setelah sekian purnama, udah lama sesak napas ga kumat, 3 hari kemarin asma gw kumat.

Berawal dari bocah dulu yang bapil, nyusul bapaknya, lanjut ke gw. Puji Tuhan ga ada yang demam. Cuma meler-meler. Nafsu makan masih pada lancarrrr. Bocah malah tambah gembil. 



Hai teman-teman, udah pernah ngalamin anak kena cacar? Bocahku sudah, gw ceritain dikit yaa. 

Hari ini di daerah rumah gw mati lampu. Gardu tempat distribusi listrik di daerah kami kebakaran. Aki yang butuh listrik buat charge hp dan laptop, mau ga mau cari tempat ngecas. Akhirnya kami ngungsi ke mall dekat rumah supaya bisa dapet listrik dan buang hajat tanpa takut kehabisan air 😅😅

Puji Tuhan masa hype covid sudah lewat ya. Semoga seterusnya juga dan segera kembali normal.

Bocah ikut ngungsi? Pastinya. Kan ga mungkin ditinggal di rumah. 😁.

Syukurnya bocah udah sembuh dari cacarnya. Tahu kan cacar? Kue dari tepung beras dan gula merah. Hehehhe. Bercanda.

Melewati masalah hidup beruntun

Dear Temans,
Apa kabar semua? Semoga sehat selalu. Masih dalam suasana pandemic, apakah masih betah di rumah? Saya yang anak rumahan, mulai gatel pengen jalan-jalan jauh. Kangen suasana Taman Safari yang adem, kangen bau keringet Emak di kampung halaman, kangen nonton bioskop, dan kangen Me TIME!!



Sebagai seorang introvert*, waktu mendapat kabar sekolah diliburkan dan kantor diberlakukan work from home (WFH), saya salah satu si introvert yang bergembira. Berati waktu saya di rumah akan lebih banyak. Saya tidak perlu keluar bertemu orang dan berbasa basi. Padahal selama ini juga memang jarang di luar. Sebagai ibu rumah tangga sebagian besar waktu saya tentu saja saya habiskan di rumah. Entah kenapa pemberlakuan WFH ini tetap membuat saya senang... saat itu.


Rasanya masih belum terlambat ya kalau saya menuliskan ucapan syukur 2019 baru di hari ke 14 di tahun 2020. Padahal saya sudah memikirkannya dari akhir tahun 2019,tapi jiwa pengecut saya masih betah manahan tangan dan pikiran saya untuk bebas berkarya.


Kalau ngomongin 2019, sudah pasti tahun itu ga akan ada tanpa melewati tahun 2018...

Tahun 2018 buat saya tahun dimana Tuhan banyak mengajar saya dan Aki. Jadi ingat kalau dulu kakak pembina kami di Bimbingan Pra Nikah pernah bilang,

" Tema yang kalian tentukan pada saat  pemberkatan nikah, tema itu yang akan banyak Tuhan kerjakan dalam keluarga kalian."


Waktu kami menikah, kami memakai tema " Iman, Pengharapan, Kasih" dan memang selama  kami menikah tiga hal itu terus diproses. Walau sebenarnyaaa dalam iman Kristen ya memang tiga hal itu yang akan terus Tuhan godok sampai mati. Hehehhe. Tapi saat menjadikan 3 hal itu sebagai tema pemberkatan nikah kami, setiap ada masalah selalu teringat dan  menguatkan lagi.

Lalu hal-hal signifikan apa saja yang mau saya catat dalam blog ini? Ini dia beberapa hal yang membuat saya diteguhkan setiap hari.


1. Lunas Hutang

Cr: Nikolay F. 


Sejujurnya, walaupun kami menikah tanpa meninggalkan hutang, tapi kekurang cakapan saya dan Aki mengatur keuangan cukup memporak porandakan keuangan kami. Sebenarnya pun kami bukan yang boros-boros amat. Hedon pun tidak, tapi memang banyak hal perintilan yang kami pikir ga masalah, ternyata bisa jadi masalah.

Kami sempat menggunakan kartu kredit dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Tentu saja denga melunasi hutang yang tersisa. Kami belajar menghidupi diri dengan gaji yang kami terima. Puji Tuhan, hutang kartu kredit sudah lunas. 

Di awal tahun ini kami masih sempat memiliki hutang pembelian handphone secara kredit. Ini pun beli karena handphone benar-benar sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Parahnya handphone saya dan Aki rusak di waktu yang berdekatan. 

Di sekitar bulan Oktober, akhirnya kami bisa melunasi pembayaran kredit handphone. Kami tidak punya hutang lagi selain KPR. Buat saya  hal ini kemenangan besar. Heheheh. Setelah beberapa tahun sebelumnya berjuang melunasi semua tanggung jawab.

Puji Tuhan usaha sketsa wajah pun Tuhan lancarkan, bisa untuk menjadi tambahan dompet dapur kami.

Terkadang saya ngelus dada setiap Aki dan saya ingin pergi nonton atau kongkow, kami harus mikir berkali-kali, uang kami cukup atau tidak. Ada rasa bersalah terselip setiap kali melihat Aki juga harus menurunkan standar kesenangannya supaya kami bisa mencukupi hidup. Dia sudah bekerja keras selama sebulan penuh, tapi ga bisa menikmati hasil kerjanya sendiri dengan bebas...huksss.. Di sini binik cuma bisa berdoa supaya Tuhan lipat gandakan berkat untuk suamiku supaya dia bisa menikmati hasil keringatnya tanpa perlu banyak pertimbangan.

Yah, biar begitu toh masa-masa kejepit itu membawa kami pada pendewasaan. Bukan cuma bijak dalam menggunakan uang, tapi juga kerendahan hati dalam menerima bantuan.

Dalam kondisi-kondisi terjepit, ga jarang kami meminta bantuan, tapi ga jarang juga orang-orang terdekat kami memberikan berkat tanpa diminta. Harga diri ini teriris-iris, rasanya seperti tertuduh dengan tagline

"Lebih baik tangan di atas."


Maunya kami, kami yang bisa membantu orang lain
Maunya kami, kami yang menolong orang yang susah
Ga perlulah kami nerima bantuan..

Tapi Tuhan tegor...

Di gereja dulu kami diajarkan " Setia menerima, setia memberi."  Kami terlalu fokus pada konsep  memberi, seolah-olah memberi adalah tindakan yang paling baik. Kami lupa kalau setia menerima sama pentingnya untuk menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri pada pekerjaan tangan Tuhan.

Baca juga: Jangan Menikah Kalau...


Waktu saya dan Aki membicarakan hal ini, saya tertegun, ternyata saya dan Aki punya watak yang sama, punya harga diri yang tinggi. Sedangkan untuk bisa melihat kemuliaan Tuhan kita ga bisa mempertahankan harga diri yang ditakar lewat pikiran manusia.

Bersyukur lewat proses yang sudah kami lewati dan pastinya masih terus diproses. Gimana cara Tuhan prosesnya, akan kami lihat nanti.


2. Keputusan Gyan Tetap Di TK A



Sewaktu saya dan Aki memutuskan untuk membiarkan Gi tetap di TK A, sebenarnya ada ketakutan di dalam hati saya. Gimana kalau nanti Gi jadi minder? Gimana nanti kalau dia ga bisa gaul sama teman-temannya? Gimana kalau nanti dia merasa berbeda karena teman-teman sekelasnya sudah naik ke TK B.

Puji Tuhan, guru-guru Gi pintar menjelaskan pada anak-anak muridnya. Dengan cara yang menyenangkan Ibu Kepsek menjelaskan pada Gi, dia harus tetap di TK A karena kedua gurunya membutuhkan bantuannya di kelas. Dengan semangat pula Gi menerima tugas itu.

Baca juga:  Mama Papa Harus Berani Sabar


Di pembagian rapot semester 1 kemarin, saya menjadi lega. Kedua guru Gi menjelaskan kalau keputusan saya dan Aki membiarkan Gi tetap di TK A sudah tepat. Gi lebih percaya diri, dia lebih tenang di kelas, lebih antusias mengerjakan tugas. Dari hasil observasi pun menunjukkan  hasil yang baik. Di tahun sebelumnya Gi tidak mengisi jawaban semua pertanyaan tentang membaca, tahun ini dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


3. Pekerjaan baru Aki



Karena satu dan lain hal, Aki akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor lama. Puji Tuhannya karena kantor lama sedang dalam perombakan besar-besaran, niat Aki buat resign ga pake sembunyi-sembunyi. Atasannya memberi dispensasi Aki keluar kantor untuk wawancara kerja. 

Biar begitu, tetap saja ada kesulitan yang Aki lewati. Aki memasukan lamaran ke beberapa lowongan mulai dari website loker sampai info dari teman sejawat atau tawaran langsung, tapi sampai beberapa bulan belum juga ada panggilan. Sempat sampai menanyakan list gaji, tapi lagi-lagi ga keterima. 

Beberapa kali liat wajah Aki yang bilang hasil wawancaranya ditolak lagi, bikin saya patah hati. Wawancara kerja sampai 10 kali dari yang ngarep sampai ya udahlah dijalanin aja, pastilah melelahkan. Saya sudah bersiap mencari lowongan kerja untuk kembali kerja kantoran kalau kalau Aki sampai tidak dapat kerja juga (itu saja belum tentu bisa segera dapet karena hiatsu yang panjang)

Baca juga: Keluar Dari Kotak Untuk Kotak Yang Baru


Syukurlah, di akhir tahun, Tuhan beri hadiah. Akhirnya Aki diterima bekerja di satu perusahaan. Walaupun harus bergeser dikit dari bidang pekerjaannya yang dulu, kami benar-benar mengucap syukur.

Aki meninggalkan kantor lama dengan baik dan membawa pelajaran yang membuatnya lebih dewasa sebagai seorang profesional. 


4. Buah Manis Pernikahan


Ada teori yang bilang kalau 5 tahun pertama adalah masa bulan madu dan setelahnya kemungkinan krisis pernikahan. Beberapa hari lalu seorang artis menceritakan bahwa 5 tahun pernikahannya adalah siksaan dan setelahnya baru merasakan kenikmatan. 

Waktu itu saya menonton wawancara itu bersama Aki dan langsung mengiyakan kata-kata artis tersebut. Aki langsung pause videonya dan kami ngobrol panjang lebar soal hal itu. 

Iya, 5 tahun pertama adalah masa adaptasi yang menyiksa. Bukan cuma saya, tapi Aki juga walau dia ga bilang, tapi mukanya ngomong banyak. 😬😬😬

Di tahun ke 6 pernikahan kami baru benar-benar ngerti, ngedong apa itu satu hati, satu jiwa, satu pikiran. Seperti menemukan soulmate lagi dan lagi. Segala macama kata-kata romantis yang ada di drakor, saya baru mengerti maknanya di tahun ke 6 pernikahan. "Everything I'll do. I do it for you." semacam itu.

Bukan lagi soal kewajiban, istri harusnya begini, begitu, atau suami harusnya melakukan a atau b. Tapi lebih ke

"aku melakukan ini karena aku mengasihimu. Aku mau melakukan yang terbaik untukmu."


Iya, tahun baru udah di depan mata
Biasanya orang-orang mulai bikin resolusi untuk tahun yang baru. Apakah resolusi ini adalah resolusi latahan? Ikut-ikutan atau sekedar trend? Ya kalau itu biar waktu yang menjawab. Mau ikut-ikutan atau ga bukan masalah.
Hi temans, 
Buat kamu yang tahu-tahu baca postingan ini, maafkanlah sampah-sampah ini. Kamu bisa langsung tutup postingan ini dan kembali dengan kesibukan. Karena postingan ini hanyalah sebuah postingan tempat buang sampah seorang perempuan biar waras lagi. 


pic: DarkWorX



Wihh, ga berasa ya sudah di tengah tahun. Kayaknya baru kemarin memasuki tahun 2019 yang kami rayakan dengan tidak terlalu antusias. Ahahha... Mungkin karena saya dan laki tipe yang ga suka hiphip hore, ya ada perayaan apa pun biasa aja. Kecuali, Natal. Suami paling antusias dah.


Sejak menekuni coret mencoret, gw sering nonton video proses-proses pembuatan karya seni. Bukan hanya lukisan tapi juga pembuatan karya seni kayu, kaca, keramik dll.



Ini postingan tahun 2011. Tadi tahu-tahu ditag sama salah satu sohibku. Ga tahu kok bisa nulis ini hahhaha. Tapi pas baca lagi mewek sendiri. Jadi inget sahabat-sahabatku. Aku share di sini buat berbagi.

Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates