Salah 1 hal sulit sebagai ortu dalam pengasuhan adalah..
Menjelaskan pada bocah bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang berbeda.
Bocah gw ajarin teratur sejak kecil. Pas liat temennya ga seteratur dia, dia nanya, komplain dll.
Salah 1 hal sulit sebagai ortu dalam pengasuhan adalah..
Menjelaskan pada bocah bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang berbeda.
Bocah gw ajarin teratur sejak kecil. Pas liat temennya ga seteratur dia, dia nanya, komplain dll.
![]() |
| Pic: lw.imaging |
Halo teman-teman, setelah berkutat dengan berbagai hal dan ragu-ragu menulis tentang bagaimana cara gw mengatasi masalah perkembangan bahasa Indonesia yang agak lambat... Akhirnya gw meyakinkan diri buat menulis.
Udah lama ga ngomongin si bocah. Gyan udah 8 tahun dan makin ke sini perkembangan sikap baby ke sikap remaja mulai kelihatan.
Cara dia membicarakan banyak hal juga mulai berbeda. Yang biasanya cuek dan asyik sendiri, dia mulai mengamati dan ingin tahu tentang orang lain. Yang biasanya nanya "apa itu?" sekarang lebih banyak nanya "kenapa?"
![]() |
| StockSnap |
Kalau kita sedang berada dalam kondisi seperti "dirajam", masalah bertubi-tubi seperti lemparan batu tiada henti, bukan hal yang aneh kita jadi sulit bersukacita.
Masalah lebih sering mendatangkan kesedihan. Kesedihan seperti lubang hasil tancapan paku yang sulit dihilangkan. Apalagi jika lubang yang sama ditancapkan lagi dan lagi. Sukacita jadi terasa jauh. Seperti tidak ada cahayanya.
Lebih tidak enak lagi, entah kenapa kesedihan lebih bertahan lama daripada kebahagiaan. Saat mengingat kesedihan mood kita bisa berubah banyak. Saat mengingat kebahagiaan efeknya tidak sehebat itu.
Mungkin itulah kenapa kebahagiaan lebih mahal harganya. Menurut hukum ekobomi juga begitu kan? Makin banyak permintaan, harga juga naik. Hehehe
Ya tapi daripada mengeluhkan kebahagiaan yang tidak bertahan lama efeknya, toh ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengawetkannya. Momen-momen menggembirakan tidak bisa terulang dua kali kan?
Bersyukurlah kita yang hidup di jaman digital ini. Teknologi bukan lagi barang mahal. Kita bebas merekam momen-momen penting hanya dengan sentuhan jari. Bisa lewat video, foto, bahkan blog ini.
Memang sih kebiasaan ini mungkin akan dianggap pamer atau sok ngartis, tapi seperti di film Into The Wild bilang, kebahagiaan hanya ada saat dibagikan.
Coba cek lagi foto-foto dan video socmed kita, berapa sering kita akan tertawa dan tersenyum lagi melihatnya?? Sepertinya hampir semua orang akan tersenyum dan tertawa berkali-kali. Bahkan FB sampai membuat aplikasi On This Day.
Jadi, karena saya sedang mumet beberapa hari ini, saya mau menuliskan hal-hal yang membuat saya bahagia. Salah satunya perkembangan Gi. Melihat dia tumbuh dan kejutan-kejutan kecil dari kelakuannya seperti mood booster buat saya.
Memang Gi sudah seperti apa di usia 2 tahun 4 bulan??
Fisik
Bisa dibilang Gi anak yang chubby. Gemuk tapi ga gendut. Saya betah berlama-lama memeluk dia mungkin karna badannya yang gempal. Puji Tuhan makannya lancar. Semua yang saya berikan pasti dia makan walau kadang tidak habis. Minum susu pun kuat.
Paling bersyukur, beberapa bulan ini jauh dari RS atau Puskesmas. Padahal biasanya bisa sebulan sekali.
Gi tipe anak yang sangat aktif. Bisa dibilang cerdas secara kinestetik. Dia percaya diri dengan segala gerakan fisiknya. Melompat, berlari, memanjat, naik turun tangga, meniti, menendang bola, jungkir balik. Tidak jarang emak sama bapaknya yang kewalahan mengimbangi geraknya yang lincah.
Kadang kami pikir akan jadi hal yang bagus membawa dia ke kelas gymnastic hehhehee.
Bahasa
Gi bukan anak yang cepat lancar bicara. Tapi saat masuk usia 2 tahun perbendaharaan katanya semakin banyak. Setiap kata-kata baru yang dia ucapkan membuat emaknya terbelalak senang.
Gi lebih banyak membeo akhir-akhir ini. Sebelum-sebelumnya tidak mau membeo sama sekali. Puji Tuhan dengan membeo itu dia belajar bicara juga kan.
Kata-kata apa saja yang sering diucapkan Gi..
- ee (ee atau pipis)
- oma
- pung (opung)
- aki (papa)
- boboi (sendalnya gambar karakter boboboy)
- bobo
- aduhh (kalau ada kejadian yg dia tidak suka)
- yah jatuh (kalau ada barang jatuh, tivi tiba-tiba mati dll).
- nmum (minum)
- apa (kalau minta sesuatu)
- duduk
- oiii (kalau manggil orang)
- ayeyuya (haleluya)
- shaoom (shalom)
- sosana (hosana)
- uah (udah)
- shiii (oishii - jepang, enak)
- kee (oke)
- mam papa (maaf papa)
- isii (permisi)
- aasjijin (awas licin)
- no (jangan/ga mau)
- ajatu (apa tuh?)
- hayoo
- sisang (pisang)
- duku
- hjan (hujan)
- jijak (cicak)
- miauw, puss (kucing)
- tatu, ua, tita, mpat, ma, nam, juh, pan, lan
Emaknya suka dengerin dan ketawa kalau dia ngoceh-ngoceh. Kadang mengikuti anchor berita.
Gi juga sudah bisa menyanyikan beberapa lagu yang biasa saya nyanyikan.
- cicak2 di dinding
- Yesus kuundang
- Yesus sayang pada Gi
- Bapa kudatang padaMu
- Hatiku penuh nyanyian
- Hompila hompimpa
- Satu-satu Gyan sayang Mama
- Dan beberapa lagu Hi5
Sosial
Gi ini salah satu anak yang cuek. Dia mencari orang buat berteman, tapi ga nyari-nyari amat. Entah kenapa kalau sama anak yang takut sama dia, dia malah makin bikin nangis. Ga jarang waktu temannya nangis, dia malah mengikuti suara tangisan temannya (tepok jidad). Kalau anak yang melawan dia, dia bisa lebih akrab.
Gi terlihat lebih antusias saat bermain dengan anak-anak yang lebih besar. Ada anak lain lari-lari, ga pakai babibu dia tertawa dan ikutan berlari.
Sama orang dewasa Gi selalu berusaha membuat dirinya terlihat (ikut sanggar aja kayaknya nih). Tapi dia juga tidak langsung mau digendong atau diajak. Dia akan langsung akrab dengan orang-orang yang mengajaknya bermain (semua anak sepertinya begitu).
Gi juga sudah bisa salim dan bilang dadah secara rutin. Papanya pagi-pagi berangkat sudah langsung bilang " Da Papa." Kadang kalau sedang pura-pura mau pergi juga dadah ke emaknya sambil bawa kotak bekal papanya.
Keterampilan Harian
Gi sudah bisa pup di kamar mandi. Masih bilang ee untuk pipis dan pup. Tapi kalau dia minta duduk berarti beneran mau ee. Kadang dia juga lebih suka cebok sendiri. Emaknya bagian pembersihan terakhir.
Kalau makan snack Gi sudah buang sampah sendiri. Piring atau cangkirnya sudah kosong dia taruh di dapur sendiri (kalau lagi mau). Kadang bantu emaknya masukin baju ke mesin cuci atau bantu taruh baju ke ember buat di jemur. Mencet tombol mesin cuci juga dia antusias. Ngepel Gi sudah bisa sedikit2. Lebih kayak main sih sebenernya, tapi lumayan kebantu emaknya hehhehe.
Kalau emaknya selesai nyeterika, dia sering mau bantu. Emaknya biasanya kasih baju-baju dia aja. Memang sih berantakan, tapi ya gpp. Anaknya seneng.
Kalau main berantakan, mama minta beresin Gi udah nurut walau kadang masih ogah-ogahan. Masih perlu lebih disiplin lagi. Makin gede kan harus makin tanggung jawab dengan barang sendiri ya Gi.
Tidur siang dan tidur malam Puji Tuhan Gi sudah berubah banyak. Biasanya masih suka loncat2, nangis kalau diajak bobo. Sekarang, Gi matiin tv sendiri, naik ke tempat tidur tanpa perlu emaknya paksa.
Masih banyak perkembangan Gi yang lain. Tapi yang paling Mama suka dan ga mau itu berubah kalau Gi datang sama Mama, minta peluk, pangku kayak bayi koala, kita liat-liatan sambil mainin alis dan ketawa-ketawa.
Kadang Mama jengkel kalau Gi bobo di atas dada Mama. Berattt. Tapi Mama juga sukaaa. Selagi Mama bisa, pengen peluk kamu terussss. Kalau udah gede mana bisa lagi tidur di badan Mama kayak bayi koala. Hehehe.
Masih ada 8 bulan lagi sampai Gi usia 3 tahun. Bakal lebih banyak tingkah Gi yang bakal bikin Emaknya berbunga-bunga.
Huhuhuhu
Amsal 17:6 (TB) Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.
Satu minggu ini sukacita banget. Akhirnya Gi bisa pup di toilet. Ga ada paksaan atau target yang gimana. Memang saya sebagai emaknya yang harus sabar.
Awal-awal, saya dan papanya membiarkannya pup di celana kalau tidak mau ke kamar mandi. Tapi sebisa mungkin waktu dia sudah ambil posisi, kami langsung gendong dia ke toilet.
Sayangnya, lebih sering kejadian, sudah digendong ke toilet, duduk rapih, eh dia batal pup. Ujung-ujungnya pup di celana.
Tapi sejak minggu lalu, dia bilang ee, saya bawa ke toilet ternyata ga pipis. Saya dudukkan di toilet dan menunggu sambil nemenin main air, akhirnya pup juga. Awalnya makan waktu lama, sekarang cuma nunggu 5-10 menit, akhirnya pupnya lancar.
Gi ada sempat melihat saya juga duduk di toilet dan dia tertawa melihat emaknya duduk di toilet. Sepertinya dari situ dia mulai merasa santai.
Setiap kali dia mengeluarkan feses, saya beri pujian dan tepukan tangan. Dari pujian itu, Gi jadi lebih santai duduk di toilet. Puji Tuhan.
Sudah lolos di step ini. Tadinya saya pikir bakal susah banget, tapi ternyata tidak. Tuhan beri banyak hikmat.
Lanjut ke training berikutnya. Supaya Gi bisa bobo malem tanpa perlu popok. Untuk yang ini saya belum siap. Masih meraba-raba kesiapan Gi dibangunkan tengah malam. Akan ada waktunyaa ^^
| Main Playdogh, dari yang serius sampe jadi main india-indiaan. Ga pake popok tetep aktif yee |
Tiga hari ini aku sama Aki mulai ajarin Gi bobo lebih awal. Dulu dia jam 9 udah tidur. Kayaknya kami kelepasan sekarang jadi jam 11 malem baru tidur.
Menjadwal ulang tidur anak seumur Gyan itu super syusah. Harus sabar. Karna dia stress. Mau main tapi ngantuk. Ngantuk tapi masih mau main.
Salahnya kami sebelum2nya bawa gadget ke tempat tidur. Jadi mungkin di pikiran Gi, kalo Papa Mama masih urusan sama hp, berarti belum waktunya bobo.
Ga ada obrolan serius soal ini antara aku sama Aki, tapi tahu2 ngalir gitu aja. Jam 9 matiin lampu ruang tamu, ga bawa hp ke tempat tidur. Aku sama Aki jg temenin dia tidur. Kalau mau kerjain yang lain nunggu dia benar-benar lelap.
Hari pertama luar biasa nguras emosi karna Gi lari-lari di atas tempat tidur. Lempar badannya ke Papa Mamanya. Hadeehhh... remuk badan ini.
Tiap kali dia mau berdiri buat main, kami tarik. Begitu terus. Nangisnya ga karuan.
Tapi gimana yaaa. Harus tega. Mikirin kalau dia sudah besarnya.
Makin ke sini Gi mulai ngerti. Matiin lampu berarti bobo. Dia udah ga protes kayak kemarin.
Cuma bilang "Yahhh.." kalau lampu udah dimatiin.
Semoga Tuhan beri hikmat dan kesabaran buat aku dan Aki.
Banyak kesenangan kami yang harus dikorbankan "cuma" demi Gi bobo lebih awal. Tapi ini investasi masa depan buat Gi.
Aku sama Aki tipe yang bukan disiplin luar biasa dan benar-benar cambuk diri sendiri.
Tuhan beserta. Aminnn.
Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates