Saturday, February 09, 2019

[PARENTING] Targetin Gyan Suka Baca




Hi Gorgeous!!

Tahu kan yahh kalau di jaman sekarang ini orang tua fokus banget merhatiin tumbuh kembang anak. Mulai dari fisik, kognitif, karakter, dan skill. Orang tua yang up date dengan info seputar pola asuh, bisa lakuin apa aja demi tumbuh kembang yang baik buat anaknya.


Saya bukan salah satunya. Hehehhe... Iya, saya salah satu yang kudet soal perkembangan informasi dunia pola asuh. Yaaa, update tapi samar-samar. Sebatas tahu tanpa konsen untuk praktek. Waktu habis buat nyari duit πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ ( it's all about the money.. It's all about dam dam daradamdam... I don'y think it's funny... Yang bacanya nyanyi tuak).

Mungkin karena saya sibuk nyari duit, bocah jadi kurang keurus. Secara fisik dia ok, tapi perkembangan bahasanya lambat. Bocah kurang diberi stimulus. Apa sebabnya? Di rumah ga ada yang bawel. Emak cenderung pendiem. Kalau lagi ngomong panjang lebar biasanya pas marah-marah, makanya kalimat-kalimat yang jelas dia ucapkan ya kalimat pas saya marah-marah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Papanya juga bukan tipe bawel... Tenang saja, keluarga kami ga sesunyi itu. Kami tetap berusaha mendorong bocah buat bercerita. Nanya teman-temannya, nanya sekolahnya... Tapi ga sering πŸ˜‚πŸ˜‚. Bercanda pun kami lebih banyak fisik. Bukan pukul-pukulan, tapi gemes-gemesan. Makanya bocah banyak menambah perbendaharaan kata kalau pulang dari rumah Oma atau Opungnya. Di sana banyak yang ajak bicara.

Jadi, karena sadar akan hal ini saya dan suami sepakat untuk membantu perkembangan bahasa bocah dengan membacakan buku. Selain untuk perkembangan bahasanya, kami menargetkan supaya bocah punya hobi membaca. Bukan buat gaya-gayaan tapi karena emak bapaknya sudah merasakan manfaat dari membaca buku. Mulai dari komik sampai buku-buku nonfiksi.





Setelah diskusi singkat, sekilas, dan sekadarnya, saya & bapake memutuskan mencari buku bacaan untuk pemula. Dulu kami pernah membelikan buku dongeng sebelum tidur yang lumayan tebal. Isi cerita sekitar 500 - 1000 kata tiap cerita. Bocah ga konsen. Saya jelaskan pada suami kalau saya maunya bocah mulai membaca dari buku dengan bacaan yang singkat dan sederhana.

Nemu di tokopedia tuh buku-buku model kayak gitu, murah pula, tapi sepertiny ga jodoh. Duit yang sudah disiapkan akhirnya untuk membeli buku bacaan anak dari BIP yang memang khusus dibuat untuk para pembaca pemula.




Ada lembar kegiatan juga.
 Bisa nambah2 perbendaharaan kata bocah





Bisa dilihat penjelasan tentang buku bahwa buku ini benar-benar konsen untuk pembaca pemula macam si bocah. Asiknya, buku ini punya beberapa judul dengan cerita berbeda. Bahkan BIP menyediakan buku-buku berdasarkan level pembaca menyerap cerita. Jadi, kalau nanti bocah sudah menyelesaikan 4 buku level 1, bisa baca yang level 2 dan seterusnya. Berasa banget kebutuhan dijawab lewat buku ini.




Bocah suka ga?? Suka banget. Sampai harus saya baca berulang dan bosan hahhaha. Bahkan bocah sekarang sudah mulai menceritakan sendiri isi dari buku walau bahasanya masih ga karuan.





 Harganya?? Di Gramedia 30ribuan tapi di Tokopedia bisa dapat lebih murah. Teman saya malah menjual cerita lain. Harganya lebih murah kalau beli sepaket dan sudah saya keker dari jauh-jauh hari. Dari penerbit yang sama tapi beda cerita. 




Tips receh membaca bersama anak

Udah punya niat mau bacain buku, bukunya sudah dibeli seabrek, tapi kok bocah ga ada minat buat dibacakan yaa??? Saya kasih tips membaca buku yang seru bersama bocah ya. Ga banyak sih. Tapi ini yang sering saya lakukan bersama si unyil. 

1. Posisi PeWe Yang Intim
Cari posisi uenak untuk membaca cerita bersama si kecil. Kalau saya, biasanya mencari posisi yang membuat bocah merasa intim dengan emaknya. Kalau ga di pangku, sambil tiduran, bahu saya akan menjadi bantal kepalanya. Jadi, kami bisa melihat buku bersama-sama dengan leluasa. 

Kenapa saya fokus dengan intimacy?? Untuk membangun kenangan yang menyenangkan di kepala si bocah kalau membaca buku itu asyik. Perasaan nyaman yang ditimbulkan dari intimacy itu membuat dia lebih mudah akrab dengan kegiatan membaca buku. 

Apakah teori saya benar?? Ga tahu. Ahahhaha. Yang saya tahu saat suatu kejadian menyenangkan dilakukan berulang, akan saya ingat terus dan cenderung akan melakukannya lagi. 

2. Nada Suara Yang Seru
Jangan membaca buku dengan datar ya ibu-ibu. Bacakan dengan penuh keseruan dan ekspresi yang lebay. Anak-anak suka yang serba drama πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Supaya lebih mudah mereka serap isi ceritanya. 

Kalau bingung nada ceritanya seperti apa, bisa sering-sering nonton Hi5! atau channel youtube Bobo atau Mombi atau Shimanjiro. Ikuti gaya bicara tokoh-tokoh kartun dan naratornya. Anggap saja sedang menjadi dubber. Bocah pasti suka. Apalagi kalau ada tokoh yang berbeda dibuat suara yang berbeda. 

Bisa liat juga cara saya bercerita pada bocah di sini





3. Ibu/Ayah Ikut Nikmati Bacaannya
Jangan sekedar membaca. Walaupun hanya buku anak-anak, kita orang tua tetap bisa menikmati bacaan anak kan?? 

Bocahku bisa minta ulang 10 x lebih dan di situ saya tetap berusaha menikmati setiap proses membaca seolah-olah sedang bergosip tentang motor yang dipreteli dengan tangan kosong. 😁😁😁 Kalau saya tidak menikmatinya, sulit untuk membacakan buku dengan penuh ekspresi, drama, dan hiperbola lainnya. 

Itu aja sih tips unfaedah dari saya. Semoga bisa membantu. Selamat membacaaaa. 


Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru atau follow IG saya di @lasma_manullang





1 comment:

  1. Orangtua emang kudu cerewet biar anaknya bisa ngobrol cepet. waktu anakku masih dalam kandungan sdh kuajak ngobrol, cerita dll emang akhirnya dia jd cerewet bngt,��

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...