Friday, January 25, 2019

[Curhat] Dear My Best Friends




Ini postingan tahun 2011. Tadi tahu-tahu ditag sama salah satu sohibku. Ga tahu kok bisa nulis ini hahhaha. Tapi pas baca lagi mewek sendiri. Jadi inget sahabat-sahabatku. Aku share di sini buat berbagi.




Pertama mengenalmu tidak ada kesan yang berarti. Yang ada dibenakku hanya, siapa kamu, apa latar belakangmu, mengapa dirimu menatapku seperti itu, mengapa kamu begitu cerewet, mengapa tertawamu terdengar mengerikan, mengapa kamu punya begitu banyak cerita, mengapa kamu diam saja sementara yang lain berebutan bicara.…Semakin aku cermati, kau aneh dimataku.

Lalu waktu berlalu dan berbagai kebersamaan kita lalui. Kita mulai merasakan ikatan satu sama lain. Aku tahu semua kebiasan baikmu, aku juga tahu kebiasaan burukmu dari yang terkecil hingga yang terbesar…Aku tahu pasti bahasamu saat mengirim pesan..Aku tahu pasti suaramu saat ditelepon..Aku tahu pasti bau keringatmu walaupun kau memakai berbagai macam wewangian…Aku tahu bau kentutmu diantara bau yang lain…Aku tahu kebiasaan-kebiasaan burukmu yang terkadang membuat aku jijik, tetapi aku hanya bisa tertawa karena aku tahu itu dirimu dan bagian darimu…

Betapa menyenangkan saat kita memiliki kesukaan yang sama, kegiatan yang sama, lagu kesukaan yang sama, makanan kesukaan yang sama, film kesukaan yang sama, pengalaman yang sama…Seolah-olah kita diciptakan sedemikian rupa untuk selalu bersama…

Aku menceritakan semua hal terkecil dari bagian hidupku…Dari yang membuat aku melonjak bahagia..Hingga terpuruk menangis karena kecewa…Rasa amarah dan bersalah, tidak ada yang kusembunyikan darimu…Kau tahu seluruh isi hatiku melebihi siapa pun.

Demikian juga dirimu..Saat kau tertawa aku bisa merasakan hatiku ikut penuh dan hangat merasakan kebahagiaanmu..Saat kau menangis dan terluka, aku juga merasakan sesak di dadaku yang membuat aku tidak dapat menahan tangisku…

Aku selalu berpikir bahwa tidak akan ada yang bisa memisahkan persahabatan kita..Bahkan mungkin Tuhan tidak…Tapi ternyata tidak…Tuhan menantang diriku…Ia menantang diriku..Sejauh mana aku mengasihimu..

Dia mengijinkan banyak hal yang membuat aku mulai melihat kekurangan-kekuranganmu sebagai hal yang mengganggu. Aku mulai menyimpan kecewaku terhadap dirimu di dalam hatiku. Kecewa yang terus kusimpan dan ternyata aku sedang menabung…Menabung sampah di dalam hatiku..

Aku mulai menuntut dirimu untuk mengerti keadaanku. Tapi semakin aku menutut dirimu di dalam hatiku, aku melihat dirimu semakin tidak mengerti dan aku semakin kecewa. Kita mulai jarang bicara..kita mulai jarang berbagi cerita…Aku terluka dan kusadari kau pun terluka…

Dalam lukaku aku bertanya pada Tuhan..Apa yang harus aku lakukan?? Seperti inikah batas sebuah persahabatan?? Diam saja, jika tidak ingin terluka..

Tapi ternyata tidak..Tuhan menantangku..Ia menantangku untuk mengutarakan kecewaku..Tuhan ingin aku mengungkapkan isi hatiku..Tentu saja itu bukan hal yang mudah. Jika aku mengatakan semua isi hatiku..Apakah mungkin kamu akan menerimanya? Apakah mungkin kamu akan mengerti dan kita berbaikan kembali??

Dan Ia membuka mataku…Kasih tidak takut akan apa pun…Kasih berarti mempercayai bahwa kau menerima diriku apa adanya..Kasih tidak menyimpan luka di dalam hati…Lalu aku mengerti. Aku mengasihimu dan aku tidak mau kehilangan persahabatan ini hanya karena egoku yang kekanakan..

Aku pun mengungkapkan isi hatiku. Hatiku berdebar menunggu reaksimu. Aku takut melihat wajahmu. Aku takut melihat binary kecewa di matamu…Dan, Ya..Aku melihat binary kecewa itu di matamu. Hatiku teriris karena telah melukaimu..Tetapi aku merasa merdeka karena bisa membuang semua kecewaku.

Aku terenyuh saat mendengarkan setiap isi hatimu. Kecewamu, usahamu untuk mengerti diriku, yang aku sendiri tidak menyadarinya…Betapa egoisnya diriku…Lalu aku mengerti bagaimana Tuhan membentuk persahabatan ini..Ikatan persahabatan ini semakin kuat saat kita saling memaafkan…saling mengerti kembali dan berpelukan..Ini hanya salah paham…salah paham yang tidak cepat diselesaikan..

Kita menertawakan kebodohan kita sendiri, tetapi kita mengerti, Tuhan tidak ingin kita terpisah. Tuhan membentuk diriku lewat dirimu dan Tuhan membentuk dirimu lewat diriku.

Ujian itu belum selesai. Tuhan membawa persahabatan kita ke arah yang lebih dewasa…
Aku menjadi cheerleader terbaik bagimu…
Menjadi supporter terheboh dalam hidupmu..
Tapi Tuhan menantangku kembali..
Apakah aku mau menjadi pengkritik terbaik dalam hidupmu…

Tantangan Tuhan begitu beraat. Aku harus mengungkapkan ketidak setujuanku dengan jalanmu. Lagi-lagi aku berani melukai perasaanmu…Tetapi Dia memberiku pengertian..Apalah artinya sahabat jika hanya membuatmu tertawa..Apa artinya aku menjadi sahabat jika aku hanya bisa menjadi penghibur bagimu, tanpa memberikan kebenaran yang kita pegang bersama?

Mengenalmu hanya membutuhkan senyuman manis dan sapaan ramah..
Bersenang-senang bersamamu membutuhkan banyak kesamaan di berbagai hal..
Menjadi sahabatmu membutuhkan banyak keterbukaan dan pengertian..
Tetapi menjadi sahabat sejatimu adalah hal terberat dalam hidupku karena aku harus berani mengecewakanmu dan kehilangan senyuman dari wajahmu..

Aku mengasihimu sahabatku.


Persahabatan tidak dapat ditunggu, tetapi harus dicari dan diperjuangkan... Let's make a best friends :)

Untuk semua orang yang mengasihi sahabatnya.. :)

Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru atau follow IG saya di @lasma_manullang

2 comments:

  1. dalem banget mbaak, jadi kangen jugaa sama sahabat-sahabat di tanah air. Sahabat yang udah berasa seperti keluarga sendiri, selalu ada kapanpun saat duka ataupun bahagia :') nice post mbak :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)

[ARTIKEL] Dia yang PHP atau Gw yang GeeRan??

Bess-Hamiti Haaahhh... Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi jug...