[ARTIKEL] Dia yang PHP atau Gw yang GeeRan??

November 22, 2018

Bess-Hamiti


Haaahhh...
Ayo streching dulu dan pemanasan sebelum mebahas topik ini. Topik ini bukan cuma untuk para wanita, tapi juga para pria yang suka salah paham sama wanita. Terutama buat kamu para singles.

Jadi, apa bedanya PHP sama GeeRan??
Kalau PHP biasanya orangnya yang ngasih umpan, kita kepancing, tapi ternyata ga dia tangkep.
Kalau GeeRan biasanya orangnya punya umpan tapi ga dia lempar, kitanya aja yang ngerasa itu umpan buat kita. Kita ngikutin dan saat ga dikasih, kita baper guling-guling.

Pernah ngalamin kayak gini dalam hal percintaan? Kayaknya hampir semua orang pernah. Mari saya ceritakan tentang saya yang pernah dekat dengan seorang teman pria dari social media. Waktu itu saya berkenalan lewat Friendster  dan saling bertukar nomor handphone. Itu jamannya android belum lahir. Mungkin masih jadi janin. Jadi, kami masih smsan. 

Dia cowo pertama yang sms-an secara intens dengan saya mulai bahas yang penting sampai sangat ga penting dan receh (dulu ada 1 yang e-mail2an...lohhh kok banyak yaa...hahahha). Saat itu saya belum pernah sama sekali dekat dengan yang namanya cowo. Sudah pasti akhirnya sms-an ini menimbulkan rasa senang. Berbunga-bunga?? Ngga sih. Cuma ada efek senang saja. Obrolan nyambung. Dia Kristen dan sepikiran dengan saya tentang jaga kekudusan.

Mikir kemungkinan buat jadian?? Naaahhh.... Dari saya, ada sedikit... Hahahha. Tapiii cuyyy, cowo sms kita setiap hari bukan berarti dia mau jadian sama kita. Bisa jadiii

Dia itu ekstrovert suka bertemu dengan orang baru
Bisa jadi dia orang sanguin yang lagi butuh teman ngobrol

Bisa juga dia ga punya teman dekat dan lagi cari teman dekat

Kenapa ya saya bilang begitu? Karena si cowo ini ga lama sms-an dengan saya, jadian dengan cewe yang hampir tiap hari dia ceritain. Iya, dia jadiin saya tempat curhat  ngebahas cewe gebetannya. Waktu cerita pada saya bahwa dia sudah jadian, saya agak kaget juga. Kok, cepet. Hahhaha. Ga berapa lama, saya minta dia ga sms lagi.  Saya pengen berenti sms-an terlalu sering dengan teman saya ini. Bukan karena saya kecewa, tapi karena saya menghormati si cewe. Sebagai cewe, saya ga suka kalau cowo  saya komunikasi dengan intens sama cewe lain. Jadi, saya mau jaga hati cewe itu.

Ada cerita lain lagi, kali ini bukan dari saya tapi cowo yang pernah "nembak", jadi cerita punya cerita, cowo yang nembak saya ini, suka saya karena saya baikin dan senyumin dia. PADAHAL, saya baik dan senyum ke banyak orang. Saya ga nabur apa pun ke hati dia. Saya cuma tahu kalau saya suka diperlakukan dengan baik makanya saya memperlakukan orang lain dengan cara yang baik pula. 

Catatan, saat kita suka sama orang dan sering saya katakan pada teman wanita saya kalau sedang curhat soal gebetannya, " Apakah dia memperlakukan semua orang sama?" Kadang kita suka sama satu pribadi karena kharisma dan "beberapa tindakan baiknya pada kita" padahal dia sebenarnya berbuat baik pada semua orang.

Yang bikin elus dada, saat kebaikan itu disalah pahami dan ternyata dia jadian dengan orang lain, kita melabel dia PHP. Kalau cewe, biasa dilabel jual mahal. Padahal memang ga tertarik. Biasa aja. Dia sendiri yang membangun harapan di kepalanya.

Duhh, gimana dong biar ga terjebak dalam PHP atau malah lebih parahnya GeeRan?


1. Analisa
Kalau dia banyak memuji dan berbuat baik pada kita pastikan lagi, benarkah dia memperlakukan kita dengan spesial atau memang itu kebiasaannya? Ada beberapa orang yang memang mulutnya manis. Bukan berarti mereka penjilat, tebar pesona, dll tapi bisa jadi memang sudah terbiasa begitu. Bisa jadi apa yang dia sampaikan benar-benar tulus dari hati.

Bedain dengan orang PHP gimana?? Agak susah dibedain, yang pasti jangan terlalu GR dulu saat ada orang begitu manis pada kita. Cukup balas responnya dengan baik pula, tapi jangan langsung membuat drama di dalam kepala tentang cerita antara kita dan dia. Ya, mungkin drama itu seketika muncul, SEGERA KENDALIKAN. Kita ga tahu dia tulus atau PHP. Jangan sampai kita kemakan umpan yang sebenarnya bukan untuk kita. 


2. Jangan Sirami! Jangan Sirami!
Kebiasaan kita saat ada orang yang kita sukai atau kelihatan suka pada kita (kita juga tertarik), kita membicarakannya siang dan malam. Tahu ga?? Ibarat memuji dan berdoa pada Tuhan membawa hubungan kita dekat pada Tuhan, begitu juga saat kita membicarakan seseorang. NO!! Bukannya kita jadi dekat, tapi secara emosional kita terikat para orang tersebut padahal orang tersebut belum tentu terikat secara emosional dengan kita. 

Saya yang ini pun ngalamin. Ngomongin siang malam. Direnungkan siang malam. Entah apa yang saya tangisi, makin saya bicarakan, saya semakin memikirkan dia. 

Saat saya sudah pacaran dengan suami, saya baru mengerti bahayanya terlalu sering membicarakan gebetan. Energi habis ga perlu. Otak ga bisa mikir dengan lurus, respon tiap ketemu pun tidak masuk akal. Kalau saya, antara kabur atau malah nunduk atau buang muka. Cuma karena sering bertemu pandang, ngerasanya "kayaknya dia tertarik juga" (padhal dia lagi liatin orang di belakang kita hehehhe)

Kurang-kurangi membicarakan gebetanmu sekedar untuk bersenang-senang. Yes, ngomongin gebetan itu UENAKKKK kayak makan coklat. Bikin hormon oksitosin mengalirr derasss. Tapiiii, kurangin yaaa. Kasihan hatimu. Dia harus menanggung hal-hal yang ga perlu dia rasakan. Biarkan dia bertumbuh dengan cara yang pas. Jika gebetanmu tertarik juga padamu, pasti dia akan datang mendekat atau membuka dirinya padamu. 

Daripada diobrolin sama teman segeng, mending dibawa dalam doa buat diuji, benarkah dia ada hati padaku? Benarkah kebaikannya menunjukkan ketertarikannya padaku??Kalau ternyata ga, mending dia cepet jadian sama orang lain atau menjauh dari pandanganku... hahahhah


3. Jangan Membuat Komitmen Yang Tidak Perlu
Karena kita pikir si gebetan suka balik sama kita, kita ga buka mata pada orang lain yang mendekati dan berkomitmen "cintaku hanya padamu". Drama satu cinta untuk selamanya itu 1 banding jutaaa  cerita. Ga perlu kita bikin drama dalam hidup sendiri. Jangan buang energi membangun imajinasi ga realistis di hidup kita, nanti malah sakit sendiri. Biarkan Tuhan yang menulis cerita cintamu. Jangan ngambil alih. 

Cerita yang Tuhan tulis saja udah penuh drama, apalagi kalau kita tambah-tambahin. Apa ga nyusahin diri??

Ga perlu komitmenlah sama 1 orang yang pacar juga ngga apalagi  suami/istri kita aja bukan. Ga perlu sama sekaliii.

Jadi sebenarnya masalah PHP dan GeeRan ini sebenarnya bisa kamu kendalikan. Jadilah bijak saat suka sama seseorang. Jangan terlalu terbawa perasaan karena nanti kita jatuh di lubang yang kita buat sendiri. 

Ngalir aja sama caranya Tuhan, sambil manfaatin masa kamu kesengsem ini buat lebih dekat sama Tuhan dan menjadi lebih dewasa dalam bertindak. Sampai waktunya kamu siap untuk menjadi pendamping seseorang, orang itu atau bukan, kamu pasti akan siap masuk ke dalam masa-masa mendebarkan itu.

Baca juga: YOU NEED TO BE WISE WHEN YOU ARE FALLING IN LOVE


Saya menulis ini bukannya ga pernah GeeR dan kena PHP. Pernah dua-duanya dan belajar dari situ. Namanya kalau sudah suka memang sulit untuk dikendalikan, tapi bukan berarti ga bisa. Ingatkan diri sendiri kalau asmara itu bukan segalanya. Pakai akal sehat kita untuk tetap menganalisa dan menjaga hati kita dari hal-hal yang ga perlu kita alami. Itu salah satu cara kita mengasihi diri sendiri juga lohh.

Jadi, silahkan jatuh cinta tapi jangan lupa untuk menjadi bijak 😊

Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru atau follow IG saya di @lasma_manullang2

You Might Also Like

3 komentar

  1. Saya rasa, orang yang Ge-Er-an itu sebetulnya orang yang kuper alias kurang pergaulan. Dia kurang berpengalaman dalam hidup sosial, jadi kalau lihat lawan jenisnya rada baik dikit, langsung dianggapnya naksir. Banyak-banyak bergaul akan menjadikan kita mahir menilai orang, sehingga nggak cepat GR, apalagi merasa di-PHP-in.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener juga sih mba. Makin pergaulan kita luas, makin cakap kita menilai apakah orang benar tertarik sama kita atau ga.

      Delete
  2. Duuuh mbak bener banget. Aku ngalamin juga lagi Deket sama cowok. Dia baaaaaik banget, aku udah kegeeran nih sampai nolak lamaran cowok. Ah, kayanya aku harus introfeksi diri. Makasih sharingnya mbak. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)



recent posts