[Artikel] Cinderella, Bukan Hanya Tentang Bahagia Selamanya

March 11, 2018


Pic: ig @lasma_works



Hi temans, 
Pernah baca status-status orang tentang ga seharusnya orang tua menceritakan tentang putri-putri Disney pada anak-anak perempuan kita dengan alasan nanti anak-anak kita jadi tukang mimpi dan terlalu fokus nyari pangeran tampan kaya raya?? Hmm.. Awalnya saya setuju sih dengan pandangan di atas. Tapi
kalau dipikir-pikir, saya sering baca cerita tentang putri tapi ga gitu-gitu amat mikirin pangeran, nikah sama orang kaya lalu happily ever after. Jadi, sebenarnya tergantung dari orang tua menarik perhatian anak-anak ke arah mana dari isi film atau sebuah cerita. 



Dengan kisah-kisah dongeng ini atau film atau cerita lainnya alangkah baiknya membawa anak mengerti lebih dalam makna dari cerita dibanding fokus pada hal-hal yang terlihat dangkal. Bukankah kita diajarkan untuk tidak menilai buku dari sampulnya?? Tidak perlu juga kita serba anti nonton atau baca buku tertentu atau melakukan sesuatu. Anggep saja kita lagi mau masak pakai santan. Peras kelapanya, ambil santannya, buang ampasnya. 

Sudut pandang saya berubah pada cerita-cerita putri ini waktu menonton film Cinderella keluaran tahun 2015 di tivi. Saya tidak punya ekspetasi tinggi pada film ini. Yaaa.. Film putri kayak apa sih?? Wanita cantik yang akhirnya diboyong pangeran... Bla.. Blaa... Seperti yang ditanamkan beberapa orang kesannya putri-putri ini hanya bermodal kecantikan. Padahal kalau kita ikuti ceritanya ya ga juga. Awalnya saya tidak terlalu simpatik dengan aktris pemeran Cinderella, Lily James, entahlah... Saya tidak suka cara tersenyumnya. Terlalu banyak senyum atau apa... Hahhaha. 

Tapi semakin mengikuti cerita, saya semakin percaya dia adalah Cinderella. Saya jatuh hati pada kebaikan hati, kesabaran, keberanian, dan kelembutan hatinya. 

Kalau saya punya anak perempuan, saya malah mau dia nonton film itu. 

Cinderella versi baru ini cantik luar dalam. Apa saja sih kualitas karakter Ella yang bisa kita pelajari dan ajarkan pada anak-anak? 


1. Menyimpan dan mempraktekkan nasihat baik orang tuanya



" Be Courage and kind" jadi kalimat pamungkas ibu Ella yang Ella ingat sampai kapan pun. Dengan memegang kata-kata itu Ella tetap bisa bersikap baik pada Ibu Tiri dan Saudari Tirinya. 

Ya, mungkin karena Ibu Ella juga wanita yang baik pasti Ella mewarisi kebaikan hati ibunya. Pernah nyapnyap ga ya dia?? Hehehehe..

Yang pasti karakter Ella ini patut dicontoh. Dia bukan cuma mendengarkan tapi juga menyimpan di dalam hati dan melakukan nasihat baik orang tuanya.

Mendengarkan nasehat orang tua bukan berarti kita harus selalu sependapat dengan orang tua. Pasti ada saatnya anak ingin mengambil keputusan sendiri. Tapi mendengarkan nasehat dan ajaran yang baik dari orang tua adalah bekal yang baik buat anak-anak saat mereka berada di luar rumah, jauh dari orang tua. 



Benar kan?? 


2. Selalu berharap hal baik

Ih Ella baik banget sih. Dibully sejahat itu tetap saja mau tinggal di rumah itu. 

Tapi kenyataannya Ella manusia juga kan? Ada di satu titik dia merasa lelah dan kabur dengan menaiki kuda (lalu bertemu Kit Kat) yang akhirnya dia tetap pulang lagi ke rumah. Dia masih berpikir ibunya akan berubah walau kenyataannya tidak. Ia masih melayani lagi, dibully lagi... 

Hebatnya Ella masih bisa senyum. Bukan senyum terpaksa, tapi benar-benar senyum dari dalam hati. Terutama saat bersama teman-teman kecilnya... Ya walau ada masanya dia menangis juga. Kasihan Ella.. 

Demikian dengan anak kita bukan?? Dalam situasi yang buruk, kita ingin anak kita bisa terus berharap akan ada hal baik terjadi dikemudian hari. Tak apa menangis sebentar, tapi jangan berhenti beraharap. 






3. Pemberani




Kenapa Ella saya sebut pemberani?? Pemberani karena masih mau tinggal di rumah orang tuanya sedangkan kelakuan ibu dan saudari tirinya benar-benar keterlaluan. Tidak banyak orang berani tinggal dalam ketidak nyamanan demi mempertahankan yang ia cintai dalam hal ini rumah dan kenangan bersama kedua orang tuanya. 

Ella juga menunjukkan keberaniannya dengan berani karena menyatakan sikapnya tanpa ragu saat Kit akan berburu rusa. Seberapa banyak sih orang yang mau menegur orang asing yang membawa senjata?? Kebanyakan orang lebih suka diam. Ga mau cari gara-gara dan bilang "bukan urusanku". 

Keberanian Ella lainnya saat ia menolak penawaran ibu tirinya untuk menjadi boneka. Ibunya akan membebaskannya, membiarkannya menikah dengan pangeran asal Ella mau membuat Kit mengikuti apa yang menjadi keinginan ibu tirinya. Ella menolak dengan tegas dan memilih tetap terkurung di loteng.... 

Keberanian adalah salah satu hal yang saya inginkan ada dalam diri anak-anak saya. Mengatakan apa yang benar, berani mengambil resiko, dan berani berdiri di pihak yang benar walau mungkin dirugikan. Saya pribadi, bukan orang yang punya keberanian besar seperti Ella. Tipe yang cari aman, maunya jauh dari masalah. Itu kenapa saya mengagumi karakter Ella di film ini. 


4. Menikmati hari ini dan berharap hal baik di masa akan datang tanpa berpikir terlalu jauh

Karakter Ella ini terlihat sekali saat dia dikurung di loteng bersama para tikus. Dia tidak memusingkan  keadaannya malah menikmati waktunya dengan para tikus sambil bernyanyi. Dan berkat nyanyiannya, ia mendapat kesempatan mencoba sepatu kaca. 

Coba jika dia menghabiskan waktu dengan menangis... Mungkin pangeran dan para prajurit malah ketakutan hehhehe.. 

Mungkin ini yang perlu kita tekankan pada anak-anak. Daripada kita mengkhayal terlalu tinggi tanpa usaha apa pun. Lebih baik menikmati hari ini dan berfokus pada apa yang bisa dikerjakan sekarang lalu tahu-tahu mimpimu menjadi hal yang nyata. 


5. Menjadi penengah antara Kit dan Raja

Ini sempat saya sebutkan di atas. Ella masih sempat-sempatnya memikirkan hubungan Kit dan ayahnya saat dia terburu-buru harus pulang. 

Berkat kepeduliannya ini Raja tidak melakukan keputusan yang salah diakhir hidupnya. Ia tidak perlu memaksa anaknya menikah dengan orang yang tidak dicintai karena ia mengasihi Kit, anaknya. 

Akhirnya Kit dan Raja bisa berpisah dengan cara yang indah... *terhura. 

Bukankah kita ingin punya anak yang seperti itu? Begitu peduli pada orang lain. Kit tidak menceritakan secara gamblang bagaimana isi hati Kit tentang ayahnya, tapi Ella bisa memaknainya dengan baik dan menjelaskan pada raja dengan cara yang singkat, padat, dan jelas serta tepat sasaran. 

Hanya orang yang benar-benar peka, peduli, yang bisa menyampaikan isi hati orang lain yang tak terungkapkan. 



6. Mengampuni



Kalimat keren saat Ella meninggalkan rumah. Ia menatap Ibu Tirinya yang berdiri di tangga dan ia berkata "I forgive you..." 

Hwoooww!! 

Bayangkan kalau Ella meninggalkan rumah dengan hati penuh dendam dan amarah, sepertinya ia tidak akan bisa menikmati pernikahannya dengan Kit.

Mungkin mengampuni menjadi mudah saat keadaan telah menjadi baik... Tapi kalau pun masih buruk.. Harus tetap mengampuni. Kalau kita tidak mengampuni yang ada bukan karakter Ella nanti yang kita hasilkan tapi karakter si Ibu Tiri. 


7. Penyayang

Tidak usah ditanya ya penyayang dari mananya. Dia memperlakukan semua orang dengan baik, orang tuanya, para pelayan, bahkan hewan dan juga tikuussss. Tikusnya mungkin masih layak dipelihara dibandingkan tikus metropolitan berwarna hitam dan sama besarnya dengan kucing. 

Karakter Ella juga terlihat saat ia menangis meratap karena tidak diijinkan ikut pesta dansa. Tiba-tiba seorang nenek tua minta semangkuk susu padanya. Nenek itu ternyata si Ibu Peri. Jika orang biasa yang mengalami mungkin sudah kaget tahu-tahu ada nenek-nenek lusuh minta susu. Nongol dari mana pula?? Gimana kalau maling?? 

Tapi Ella tidak bertanya, dia bersegera memberikan apa yang dibutuhkan nenek itu dan karena dia berbuat baik tanpa syarat, keajaiban itupun datang padanya. 

Jangan jemu-jemu berbuat baik dan bermurah hati karena orang yang murah hati akan mendapatkan kemurahan. 





8. Rendah hati




Rendah hati sekalii. Bayangkan rumah sebesar itu, punya banyak pembantu, tapi masih mau membantu di dapur, mengurus ternak dll. Ayahnya pedagang yang lumayan berada tapi permintaannya tidak muluk-muluk. Hanya ranting yang pertama ditemukan ayahnya. Terlihat sekali kalau bagi Ella harta yang paling berharga adalah keluarga (please jangan nyanyi). 

Saat ke pesta, ia sudah puas dengan gaun lama ibunya. Dia tidak menuntut banyak malah memberi banyak. Tidak ada rasa iri sama sekali dalam hatinya. 

Hatinya cantik luar biasa. Kelembutan yang dibalut dalam kesederhanaan. 

Itulah kenapa saya betah menonton film ini lagi dan lagi. Bukan karena menjual mimpinya, tapi justru kecantikan hati Ella yang memikat hati orang lain. 

Itu tadi hal-hal yang bisa kita pelajari dari Cinderella (setidaknya oleh saya sendiri). Walaupun ini hanya cerita fiksi, saya percaya karakter Ella tetap bisa ada di dunia nyata. Beneran adaaa... Walau mungkin jarang yang 1 paket seperti dia. 

Kamu sependapat dengan saya?? Atau ga?? 

Share di komen yaa. Jangan lupa subscribe dan share ke socmed kamu 



Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru 


Enter your email address:


Delivered by FeedBurner

atau follow IG
saya di @lasma_manullang



You Might Also Like

10 komentar

  1. Saya kurang setuju kalau ada yang bilang anak perempuan kalau nonton disney princess jadi tukang mimpi dan fokus nyari pangeran tampan kaya raya. Karena di setiap film disney princess banyak banget perbuatan baik yang bisa ditiru, seperti Cinderella yang mbak ceritakan ini ^^ ada pula Mulan, penyelamat Cina yang menggambarkan kalau sebagai perempuan juga harus berani menghadapi tantangan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulan salah satu tokoh favorit saya juga. Setelah Belle. Putri2 Disney ini malah jadi contoh yang baik tentang kasih sayang dan berkorban untuk orang lain yaaa. ^^

      Delete
  2. Waahh.. Iya, Mbak, bener banget. Aku juga suka film ini.. 😄

    ReplyDelete
  3. menurut aku sih yang komentar kalau dongeng disney itu gak berguna cuma tipikal hater yang suka liat satu hal dari segi hitam dan putih aja sekaligus doyan nyinyir. :P hehehe.

    walaupun aku bukan tipe orang yang suka sama dongeng putri2an dan belum ada rencana punya anak sama sekali, tapi aku tetep bakal encourage anak aku nanti buat baca dongeng putri2an karena masih banyak nilai positif yang bisa diambil.

    sedikit becanda, aku pernah ngobrol sama temen aku, dan emang itu salah satu niatan aku klo punya anak nanti. aku gak akan cuma fokus sama dongeng putri2 disney, tapi aku juga bakal encourage mereka baca cerita2 yang lebih 'dark'. kaya roald dahl, dengan tujuan supaya mereka tau klo hidup gak selamanya manis dan kadang hidup tuh ketemu banyak sama orang bengis. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Roald Dahl itu siapa ya?? Boleh tahu judul bukunya? Ehhehe. .Dongeng nusantara juga banyak banget pesannya. Walau kebanyakan cerita ironi atau tragis. Hehehehehe

      Delete
  4. cinderella stories ini bagus, tapi kadang menjual mimpi walaupun banyak pesan moralnya Tapi kan nggak semua anak bisa memikirkan pesan moralnya, krn yang ada dipikiran kita kadang2, pengen kayak cinderella, cantik, tapi nggak pengen disiksa, dapet cowok ganteng tajir wahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah pentingnya bimbingan orang tua. Kalau dari sejak kecil anak2 dituntun berfokus pada kecantikan karakter, mau dijejelin film glamour kayak apa pun pasti yang dia maknai apa yang baik yang bisa dia tangkap. Kalau anak jatuh tersandung batu, kan kita ga bisa bilang salah batunya. Mau sampai kapan orang tua mau menyingkirkan batu supaya anak tidak terjatuh? Nah, ortu tugasnya mengajarkan anak supaya nanti kalau ada batu tidak tersandung lagi. Berarti jalan harus hati-hati. Begitu kira-kira.

      Delete
  5. Menurutku sih Cinderella story bagus, banyak hal yang bisa dipelajari, pesan moralnya juga ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Kalau dilist lebih banyak lagi sih pesan moralnya.

      Delete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)



recent posts