THE GREATEST BOSS IN THE WORLD

Lagi tidak ada ide..Hari ini saya mau bicara tentang pengangguran. Jangan ada yang protes yaa..Karena sekarang saya menjadi pengangguran dan saya mulai mencintai profesi ini..*GAWAT!!

Iya, semua ini di mulai dari saat saya menerima kata LULUS dari dosen sidang skripsi saya. Antara senang, terharu, dan tersadar...Status saya sekarang S.Psi..Profesi Pengangguran...OMG...Tiba-tiba kata 'pengangguran' menjadi begitu mengerikan buat saya.

Saya memang paling tidak suka duduk diam dan tidak produktif...Yeaahh..Hidup ini terlalu mahal jika dihabiskan hanya untuk ongkang-ongkang kaki...Minimal saya harus menulis..Menggambar..atau apa pun yang membuat otak saya 'jalan'.

Sebenarnya, bulan April saya diterima bekerja menjadi asisten teacher di salah satu preshool di jakarta utara. Selama bekerja saya enjoy, tapi lama kelamaan saya mulai merasakan saya mengalami psikosomatis. Saya enjoy bermain dengan anak-anak murid, tapi saya stressfull dengan jobdesk yang mengharuskan saya memaksa mereka duduk diam, menjadikan saya pemaksa, dan yang pasti memasang wajah kaku dan seram...Semua itu membuat saya kelelahan...(Tapi setidaknya saya belajar menjadi lebih tegas).

Belum lagi nasehat orang tua yang mengatakan kalau pekerjaan saya tidak cocok dengan title saya...yeahh...title itu tidak penting, Pa. Yang penting itu pengalaman..

Akhirnya saya berhenti di awal Juni..Saya stress memutuskan untuk berhenti. Seminggu saya terus mau menangis setiap kali mengingat anak-anak murid...Hueeehh...

Ya...Tidak mudah memutuskannya. Tapi saya belajar melepaskan.

Dan inilah saya...Seorang pengagguran. Menantikan pekerjaan yang tepat. Masih bingung harus menjadi HRD staff atau Guru BK...

Ada ketakutan dalam dri saya tidak bisa menangani anak-anak kalau saya menjadi seorang guru...Tapi kalau saya masuk HRD pun saya tidak punya pengalaman...

Saya semakin stress dengan standar yang saya patok di atas kepala saya.." Umur 25 tahun baru lulus dan belum bekerja. Shame on you, Lasma.."

Setiap kali saya mengingat itu saya malu pada diri saya sendiri, malu pada orang tua saya...Iya. Saya mengukur keberhargaan diri saya berdasarkan ketepatan waktu...ketepatan waktu kalau saya harus lulus 4 tahun..tapi saya lulus 7 tahun...saya harus segera mendapatkan pekerjaan, ternyata tidak cepat dapat...

Waktu amat berharga buat saya..Karena saya selalu merasakan kalau saya tidak punya banyak waktu. Masih banyak hal yang harus saya kerjakan...Pekerjaan saya masih banyaakk..sementara waktu saya sedikit..(padahal apa sih pekerjaan pengangguran??akakka...maksud saya pekerjaan Kerajaan Allah).

Dan hari Minggu kemarin...Saat semua firman tidak menggoncangkan hati saya...saat saya merasa hati saya sudah mengeras menjadi batu...Saat saya pikir saya sudah tawar hati dan jauh dari Tuhan..

Tuhan menarik patok yang saya tancapkan di kepala saya sendiri (Hiii...seperti kuntilanak..huee)..
Patok tentang standar saya..Standar yang menggambarkan seharusnya saya seperti apa...

Iya...Ia mencabutnya dan mengajarkan saya untuk berserah. Untuk tidak memberhalakan mimpi saya..Untuk belajar mengikuti langkah dan waktunya...

Dia mengajarkan saya kata SANTAI...RELAX...DON'T WORRY JUST ENJOY YOUR TIME...JANGAN TEBURU-BURU...

Huehehhe...Saya menyadari betapa kakunya saya...Padahal Tuhan pun ingin saya menikmati hidup saya..waktu saya..Dia tidak mau melihat anaknya bekerja dengan penuh tekanan dan stress..Dia mau saya menikmati setiap waktu yang Dia berikan..Setiap moment dalam hidup saya...

Heeeyy....He is THE GREATEST BOSS IN THE WORLD...

Thk You, Lord....I forgive my self and my failed...Luph You Soo...BIG HUGSSS>.

0 Comments