Kalau sampai hari ini kita belum pernah melihat mukjizat Tuhan, mungkin perlu cek di sini
Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.
Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.
Yang mengikuti blog saya sudah lama, mu ngkin menyadari ada beberapa perubahan yang terjadi dalam saya menulis. Awalnya saya memang menulis dengan sekenanya saja dengan bahasa yang biasa saya gunakan sehari-hari. Tapi, suatu saat, di waktu yang berdekatan, saya mengalami hal yang berkesan dan membaca beberapa hal yang membuat saya memutuskan untuk belajar menggunakan bahasa baku dalam menulis.
Semua berawal dari keprihatinan saya saat saya menemukan anak murid tempat saya bekerja dulu, tidak tahu bagaimana mengarang dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya, wajar sih karena sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah internasional dan buku yang digunakan sudah pasti sebagian besar adalah buku berbahasa Inggris. Yang membuat saya miris, waktu saya menyarankan ia untuk lebih banyak membaca buku berbahasa Indonesia supaya kemampuan Bahasa Indonesianya lebih baik, ia menjawab kalau buku berbahasa Indonesia sulit ia pahami. Saya sampai terbengong saat itu.
Eh, selama Pilpres ini (ih, masih soal Pilpresss??!!) saya banyak tulisa status-status yang minta tementemen FB saya menulis hal-hal yang baik. Mulai dari menggunakan kalimat yang tenang, sampai kalimat yang akhirnya lumayan 'ga asik' (sahabat saya sampai menegur akakkaka). Dari yang tadinya saya tenang saja, sampai jadi ikut-ikutan 'nyebelin' (apakah seperti itu? Saya merasa tertular virusnya hihihi). Dari yang tadinya saya abaikan, sampai saya unfollow beberapa teman yang saya sudah tidak tahan dengan kalimat-kalimat menjatuhkannya.
Mungkin kesannya saya merasa paling benar, tapi bener kan ya?? Kita harus menjaga perkataan kita? (cari teman). Selama ini kita selalu bikin hastag PrayForIndonesia, tapi kalau perkataan kita sendiri menjatuhkan tanah air kita dan lebih sering menceritakan 'dosa' orang lain, bukankah kita sedang menabur doa juga??
Tadi baru baca status teman FB yang mengajak Golput. Waktu beberapa bulan lalu juga baca kaskus yang penulis threadnya bilang tahun ini lebih milih jadi Golput.
Golput atau ga sebenarnya hak setiap orang, tapi sayang sekali kalau kita memilih golput. Kenapa? Saya sering berpikir satu tindakan kecil kita atau suara kita akan menentukan baik atau tidaknya negeri ini ke depannya. Seandainya karena satu suara golput akhirnya orang yang tidak tepat duduk di bangku kepemimpinan, bukankah sayang sekali? Apalagi kalau yang golput ratusan ribu orang.
Kalau mau bilang, kita pilih golput kemungkinan oranga yang salah kemungkinan besar akan terpilih. Kalau kita pakai suara kita, kemungkinan ada dua. Suara kita akan membantu terpilihnya orang yang tepat atau tetap dengan ada kemungkinan lain orang yang tidak tepat juga terpilih.
Tapi... Sekarang ini kan sudah ada website dari KPU yang menolong masyarakat untuk menilai dan mempelajari latar belakang para caleg. Kalau memang kita tidak ingin suara kita sia-sia, ya website ini harusnya kita manfaatkan. Dengan cari tahu latar belakang caleg, kita bisa jadi pemilih yang cerdas.
Kita juga bisa menilai kinerja caleg dari periode kepemimpinan tahun lalu. Kalau menurut kita buruk, ya jangan pilih dia lagi.
Jadi, pilih golput atau tidak itu terserah tiap orang. Tapi, jika kita ingin memajukan bangsa ini, kenapa kita harus golput dan tidak berani ambil resiko mempercayakan kepemimpinan di tangan orang-orang yang memang mau memimpin?
Jangan marah ya, tapi menurut saya golput itu seperti memilih kondisi aman supaya tidak kecewa. Giliran pemimpin yang terpilih tidak benar, golput bisa dengan bebas mengkritik dan membenarkan keputusan tidak memilih. Padahal orang yang golput menurut saya tidak berhak menuntut pada pemerintah. Kenapa? Karena mereka tidak memilih. Tidak ada satu pun pemimpin di pemerintahan yang mewakili golput. Mereka hanya mewakili orang-orang yang memilih mereka. Itu menurut saya...
Mau golput atau tidak? Terserah anda :D.
amsaLFoje via Blogaway
amsaLFoje via Blogaway
Dulu saya pikir saya orang yang paling hobi baca (tertawakanlah akyuu..). Di keluarga memang saya yang paling banyak baca setelah itu adik saya yang paling bungsu. Di sekitar teman-teman saya, saya juga termasuk yang suka membaca. Tapi, waktu kenal beberapa teman blog dan lihat account goodreads mereka...OMG!! Gua cupu bangettt!!
Apalagi waktu lihat account Dhieta dan Echa. Jadi, mikir " Gile, lo makan apaan sampe baca buku sebanyak itu?" Ahahahha....
Hari ini kita baca berita tentang pembunuhan, besok tentang korupsi, lusa
tentang perang, tiga hari kemudian tentang perceraian, seminggu kemudian
tentang penipuan. Sering kali kita disuguhi dengan berita-berita yang mengiris
hati sampai pada akhirnya timbul amarah dalam hati kita. Kita yang menjadi
penonton, terkadang bisa menjadi lebih marah daripada para korban.
Saya sendiri tekadang ingin menutup mata terhadap berita-berita seperti
ini, tapi mau bagaimana? Ini bagian dari hidup kita. Terjadi di sekeliling
kita. Dunia memang sudah menjadi jahat saat perintah Allah yang pertama kali
diturunkan, dilanggar.
Beberapa hari lalu saya membaca postingan Fanny tentang pergumulan dia supaya dapat partner rohani dan Tuhan langsung jawab doa dia. Waktu baca kesaksian dia ini, yang ada di kepala saya adalah kakak rohani atau pembina.
Jujur, saya ini orang yang masih bergumul soal pembina. Waktu pertama masuk ke Abbalove, saya punya pembina dan ternyata memang beliau tidak bisa concern 100% dengan hidup saya. Waktu saya jadi Pemimpin Kelompok Sel ada Pengawas Area yang bisa jadi pembina kita, itu pun akhirnya beliau harus pergi buat koas. Setelah itu ada lagi yang menggantikan dan akhirnya dia harus pindah ibadah Giliran saya di Bimbingan Pra Nikah, pembina saya tidak bisa selalu bersama istrinya.
Akhir-akhir ini sedang heboh berita artis muda Asmirandah pindah agama dari Islam ke Kristen. Saya tidak tahu kebenarannya dan tidak tahu juga apakah dia benar-benar terima Tuhan atau tidak, tapi berita ini memunculkan lagi perang antara saudara seayah beda ibu. Ishak dan Ismael.
Waktu baca komentar-komentar yang nyinyir, mengutuk dsb-nya, saya tidak terlalu peduli, tapi waktu mulai dibawa ke perdebatan soal iman, kitab palsu, kenapa Tuhan tidak menyelamatkan dirinya bla.bla.bla... Agak panas juga. Jadi inget jaman mahasiswa suka debat soal beginian. Sayangnya dasar literatur saya kurang. Baca Alkitab saja belum pernah seleai.
Sudah masuk 2014.
Bagaimana refleksi pribadimu dan resolusi untuk tahun ini?? Apakah kamu membuat
resolusi yang baru?? Jika ada, bagikan pada kakak ya. Siapa tahu kakak akan
terinspirasi dari resolusimu.
Kakak sendiri tidak
membuat resolusi secara tertulis. Ya, mungkin kakak sudah harus mulai
menuliskannya supaya tidak lupa. Resolusi kakak tidak akan banyak. Hanya
berusaha menjadi istri yang lebih baik. Tentu saja kakak akan menuliskannya
secara detail. Tapi, mungkin itu nanti saja (semoga aku tidak akan menundanya
terlalu lama).
Hai Dik,
Apa kabarmu?? Bagaimana pelayananmu?? Kakak sudah menerima balasan suratmu
dan kakak senang dengan responmu yang lemah lembut. Bukankah suatu hal yang
menyenangkan bisa menjadi berkat bukan hanya di gereja, tetapi juga di rumah dan
dimana pun kamu berada? J Kita sama-sama berjuang di dalam iman kita ya,
Dik. Sama-sama belajar bertumbuh di dalam Tuhan J.
Ngomong-ngomong, di suratmu kau menulis tentang mimpi dan visimu lagi.
Mungkin kau bingung karena sampai hari ini kau tidak tahu apa yang kau inginkan
dan apa yang kau kejar. Tidak perlu merasa ciut, Adikku. Setiap orang diciptakan
berbeda-beda. Ada yang diberi Tuhan melihat sesuatu dengan pandangan yang besar
sehingga dia dianggap seorang yang visioner, tetapi ada juga orang yang
memandang sesuatu dengan begitu detail dan cermat sehingga dia dianggap sebagai
seorang yang praktis. Mana yang lebih baik?? Tidak ada yang lebih baik. Seorang
yang visioner harus belajar untuk memiliki pandangan yang praktis agar bisa
mencapai visinya dan seorang yang praktis harus belajar untuk melihat gambaran
besar agar bisa melangkah lebih jauh.
Hi, Dik!!
Apa kabar?? Aku senang sekali saat mendengar kabar darimu bahwa kau telah
menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan JuruSelamat dalam hidupmu. Kakak
bersukacita sekali dan bersyukur atas belas kasihan dan anugrah yang Tuhan beri
di atas kepalamu.
Terus semangat bertumbuh di dalam Tuhan, ya Dik. Terus bersaksi dan
ceritakan kebaikan Tuhan pada orang-orang di sekelilingmu. Kesalamatan yang Tuhan berikan itu bukan
untuk kita sendiri, tetapi juga untuk keluarga kita dan saudara-saudara kita
bahkan teman-teman kita yang belum mengenal Dia.
Rasanya ingin mengatakan kalimat itu saat membaca berita akhir-akhir ini dan semua orang pasti setuju dengan kalimat ini, "tidak ada yang bisa dipercaya". Jaman berubah, watak manusia berubah. Semakin banyak yang kita tahu, semakin mudah kita menghakimi.
Hai Adikku,
Sibukkah dirimu hari ini? Adakah yang kau
pikirkan tentang hidup akhir-akhir ini??
Hari ini aku mengingatmu. Mengingat hari-hari
dimana kau masih begitu kecil dan banyak bermain. Kau begitu lucu dan menghibur hati. Itu dulu,
beberapa tahun yang lalu dan aku menyadari betapa waktu telah banyak berlalu.
Kau telah dewasa dan menjadi pria yang dewasa.
Adikku, berapa pun umurmu, bagiku kau
tetaplah adikku, tempat dimana aku selalu merentangkan tanganku untuk
melindungimu. Bukan karena kau kuanggap anak-anak, tapi hanya karena hatiku
adalah hati seorang kakak.
Beberapa bulan sebelum menikah, saya terngiang-ngiang kalimat ini -- Jatuh cinta itu karena hormon cinta dan hormon itu hanya bertahan 3 bulan. Sama seperti di awal-awal pernikahan, keromantisan biasanya hanya akan terasa manis selama 3 bulan dan selanjutnya akan terlihat jelas borok-borok pasangan. ---
![]() |
| http://www.colourbox.com/preview/1269948-119406-romantic-couple-enjoying-walk-in-park.jpg |
Ok, saya setuju dengan kalimat itu walau tidak pernah membuktikan teori tersebut. Waktu teringat kalimat itu saya berdoa pada Tuhan,
Tuhan, saya tidak mau perasaan kasih saya pada suami saya nanti karena hormon. Karena zat kimia yang sebenarnya bisa saya kendalikan dengan pikiran saya. Tuhan, saya mau hormon itu ada di dalam diri saya sampai kematian memisahkan kami.
Tadi masuk ke group di FB dan ada yang posting gambar ini
Yang sudah kita tahu kalau akhir-akhir ini para saudara kita yang bekerja sebagai buruh lagi pada demo supaya gaji mereka dinaikan jadi 3,7 juta. Waktu pertama denger sampa shock dan tidak terima juga sih. Saya saja S1 gaji setelah beberapa tahun kerja baru segitu.
Baca-baca berita makin prihatin juga.Kalau gaji para buruh sampai dinaikan segitu, kemungkinan besar pengusaha 'mungkin' bisa merugi.
Hmmm... Namanya bangun hubungan - mau nikah, restu orang tua itu pasti yang paling utama. Betul tohhh?? Udah suka sama suka neh, bahkan sudah mau ke pelaminan, bakalan kayak sayur ga pake kuah dan garam kalau restu orang tua ga diturunkan.
Tenang saudara-saudara, saya juga mengalaminya. Bukan hanya kamu sendirian. Jadi, jangan histeris dan frustasi. Bumi masih berputar, langit masih biru, Jakarta masih macet, dan Bali masih ada di Indonesia.
Begini, kenapa saya ingin temen-temen ga panik?? Karena saya pengen mengajak teman-teman belajar berpikir keluar dari kotak SINETRON dan DRAMA QUEEN, yang membuat pikiran kita perempuan suka mengarang cerita dan melebih-lebihkan masalah.
Beberapa bulan lagi merit dan kami berencana pindah ke Cibubur (jika Tuhan menginginkan). Saya sendiri sudah memberi surat resign pada HRD. Hari ini sambil scanning dokumen, saya otak atik web buat cari kerjaan yang memungkinkan.
Sampailah saya di web sebuah sekolah terkemuka. Sebenarnya daerah sekolah tersebut kejauhan semua dari Cibubur. Lowongan yang ada juga tidak sesuai dengan kapasitas saya, tapi iseng-iseng saya download form aplikasinya.
Waktu saya baca, saya kaget dan langsung mabok. Persyaratannya banyak sekali. Karena sedang chatting dengan teman, saya tunjukkan beberapa persyaratan itu dan dia juga setuju persyaratannya luar biasa ketat dan detail.
Lagi pengen ngomongin makanan neh.
Hehehhe… Saya dari kecil bukan orang yang pemilih dalam makan, tapi buat punya menu favorite hanya ada beberapa saja. Makanya ga terlalu suka wisata kuliner juga. Dalam seminggu bisa betah makan itu-itu aja.
Nah, ini beberapa menu favorit saya.
Ayam penyet.
Kenapa doyan ini ya? Saya juga ga tahu, tapi doyan aja. Apalagi kalau dilengkapi sayur asam, tahu, dan tempe goreng.
Sampai sekarang Cuma 2 tempat makanan ayam penyet yang paling saya suka. Yang ada di Apartemen Belleza dan Ayam Penyet Ibu Kris.
Yang di Apartemen Belleza tempatnya nyaman banget dan yang pasti enak juga. Pertama kali ke sana waktu lagi pelayanan P-Sran untuk ibadah umum. Laper banget dan makan di sana… Enaaaaakkk bangettt… Sampai sekarang kalau ke Belleza pasti makan di situ.
Kalau Ayam Penyet Ibu Kris itu saya paling suka sayur asamnya. Sayur asam pakai kangkung baru rasain dan enaaaaaakk bangettt. Baru dua kali makan, tapi tetep aja bayanginnya ngiler-ngiler. Aki waktu saya ajak ke sana juga bilang enak (dia orang yang lidahnya susah bilang enak..akakka).
Blogging
Bodycare
Bola Mukjizat
Buku
Curhat
Iman Kristen
Kesehatan
MakeUp
MyFatherHasDone
MyLoveStory
Resep
Review Produk
Skincare
SuratUntukADik
Tips
artikel
cerpen
free download
friendship
ilustrasi
keluarga
kumpulan cerpen
movie
parenting
perempuan
pranikah
printable
psikologi
tumbuh kembang anak
-
Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih. Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
-
Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
-
Hi temans, Besok Gi, bocahku, libur jadi hari ini emak centil agak santai. Sambil nunggu jemuran kering supaya bisa langsung ...
-
http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca bera...
-
Baru-baru ini saya baca artikel tentang orang introvert yang waktu baca saya pengen teriak “ Itu gua bangeeeettt!!” Hahahhaha…. Sete...
-
S ekalinya ngeblog langsung banyak yang diceritain neh.. Hehhehehe.. Secara kuota internet tau-tau habis gara-gara buka YouTube. Di ...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku.
Mulai dari
- cerita keseharian,
- opini,
- fiksi,
- ilustrasi,
- printable stuff dll.
Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.






