Entah waktu yang semakin cepat bergulir atau kita yang semakin sibuk. Satu tahun dari 2025 menuju 2026 rasanya kaya cepet banget.
Mungkin karena terlalu banyak peristiwa.
Mungkin karena terlalu banyak tanggung jawab.
Mungkin terlalu banyak masalah.
Ah. negatif amat kedengarannya.
Iya, semuanya benar kok, tapi gw masih ngerasain penyertaan Tuhan.
Semua goal yang gw rencanakan gagal. Tapi cara Tuhan memberkati selalu ada aja caranya. Goal yang tercapai atau tidak bukanlah ukuran mutlak Tuhan ga berjalan dengan kita. Tapi mungkin memang jadi tanda ada hal-hal yang harus dievaluasi.
Tapi gw mau mengucap syukur untuk beberapa hal
1. Penyakit crohn Aki stabil dan obat sudah dikurangi.
Beberapa tahun ini Aki jalanin pengobatan rutin karena ternyata di ususnya ada radang yang lumayan, yang ternyata selama ini menjadi sumber utama masalah pencernaannya.
Penyakit Crohn adalah salah satu jenis penyakit radang usus kronis. Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh bagian saluran pencernaan. Peradangan akibat Crohn dapat menyebabkan luka pada dinding usus. Gejala yang muncul bervariasi, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. (sumber: google)
Berhubung penyakit crohn ini genetik dan karena dari autoimune, Aki ga boleh berenti minum obat supaya tetap stabil. Kalau ga, radangnya bisa berkembang jadi kanker.
Kami takut ga? Ya takutlaaah. Tapi bersyukur banget ketahuannya sekarang. Jadi kami bisa mengusahakan yang terbaik supaya Aki tetap sehat sampai tua. Ketauannya bukan pas udah parah.
Terakhir kontrol dokter gastronya juga mengurangi dosis obat dan menyarankan Aki untuk kontrol 2 bulan sekali saja. Sudah tidak perlu sebulan sekali.
Kami senang sekali dengar kabar ini. Sambil terus jaga gaya hidup.
2. Katup Jantung Aki yang Bocor Ditambal Dengan Aman
Beberapa bulan lalu Aki mendapat tindakan untuk katup jantungnya yang bocor. Dipasangi semacam payung balon, jadi aliran darah di jantung tidak bercampur antara O2 dan CO2.
Regurgitasi katup disebut juga dengan katup bocor, yaitu kondisi ketika katup tidak dapat menutup penuh. Semakin besar lubangnya, maka semakin banyak darah yang bocor, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah yang berlebih. (sumber: google)
Transcatheter PDA closure adalah teknik medis yang digunakan untuk mengobati patent ductus arteriosus (PDA), suatu kelainan jantung bawaan yang ditandai dengan adanya saluran yang tidak menutup setelah lahir. (source google)
Dengan tindakan medis ini Aki ga perlu operasi besar. Cukup dengan kateter aja. Sebagian besar operasi berhasil. Aki mendapat tindakan penanganan di RS Pelni oleh dokter Damba.
Sebenarnya kami tahu kondisi Aki ini sudah dari awal menikah, tapi baru bisa kami tindak lanjuti setahun kemarin. Itu juga karena Aki ada aritmia yang sampai membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang. Waktu awal tahu juga BPJS belum secanggih sekarang.
Tindakan medis kemarin kami tidak bayar biaya sama sekali.
Minggu lalu Aki bilang, dia merasa lebih leluasa bernafas saat berlari sejak tindakan medis tersebut. Gw senang banget dengarnya. Tidur dia juga jadi lebih pulas.
3. Cicilan Rumah Lunas
Puji Tuhan, tahun 2025 cicilan rumah lunas. Kami langsung urus surat-suratnya. Walaupun kami belum langsung tempati, setidaknya sudah punya rumah sendiri.
Papa mertua juga gercep langsung renov dan perbaiki sana sini. Nambahin ruangan dan lain-lain. Sekarang masih dalam proses pembangunan. Kalau sudah jadi, akan kami anggap sebagai vila tempat pelarian dulu. Haahahahha.
Sebenarnya masih banyak lagi yang Tuhan kasih di tahun lalu. Tuhan proses dan ajar.
Seperti gw yang akhirnya berani buka kelas menggambar untuk anak-anak dan ga lama langsung dapet 4 anak murid.
Atau saat gw harus mengampuni orang yang gw hormati dengan susah payah. Waktu itu gw ga tahu caranya mengampuni. Buntu saking marahnya, sakit hati. Bertanya-tanya, "Tuhan, gimana cara supaya gw mengampuni dan tetap menghormati orang ini?" rasanya sesak banget. Rasanya sakit banget tiap ingat yang dia lakukan.
Tapi saat gw di kamar mandi, Tuhan cuma nyuruh ampuni. Ucapkan dengan mulut, sebut namanya, sebut apa yang dia lakukan, ambil keputusan untuk mengampuni. Kalau gw masih mau punya hubungan yang baik dengan Tuhan, ampuni dengan segera. Sebelum hati gw jadi busuk dan membatu.
Nangis bombay di kamar mandi, nahan tenggorokan biar ga teriak. Ini toh rasanya yang penyair bilang, sakit bagai dihujam sembilu.
Gw taat sama Tuhan. Minta Tuhan beri kekuatan. Beri hati yang lemah lembut. Tuhan bilang, liat Tuhan aja. Jangan liat yang lain. Akhirnya gw bisa nyebut orangnya, apa yang dia lakukan, dan gw memutuskan mengampuni dan mengucapkan berkat atas orang itu.
Sekarang gw bisa bersikap tetap hormat dan mengasihi orang itu. Gw masih ingat apa yang dia lakukan tapi rasanya udah ga sakit kaya dulu. Tapi gw tahu ada yang ngebekas di hati gw dan sudah tidak perih lagi.
Tahun 2025 gw semakin menyadari kalau hidup ga akan lepas dari masalah. Tinggal kita mau merespon dengan cara apa masalah itu.
Banyak keinginan duniawi yang pengen gw raih, tapi sulit buat diraih. Hahahaha. Tuhan tahu apa yang gw butuhkan. Saat gw fokus pada orang-orang yang gw kasihi, semua dia sediakan.
Gw masih suka takut salah, takut gagal, tapi gw juga masih ga gampang nyerah. Coba lagi dan lagi.
Salah satunya nurunin berat badan. Wakwakwak. Mungkin Tuhan belum berkenan. Berat gw malah nambah tahun 2025. Tapi, ya udahlah. Tetap kita coba lagi di 2026.
Semoga gw bisa lebih bisa ngajarin banyak hal buat anak-anak murid gw. Juga mimpi-mimpi gw yang lain. Tuhan tahu yang terbaik. Kalau Tuhan berkenan, Tuhan akan berikan imannya.
2026 apakah akan lebih baik?? Kalau liat negara dan dunia sih gw pesimis hahahaha. Tapi terus berdoa semoga dengan kekacauan yang ada makin banyak orang mencari Tuhan. Semoga dengan kegilaan yang ada semakin banyak orang menyadari mereka butuh Tuhan.
Dengan kengerian yang ada, semoga semakin banyak orang mengenal siapa Tuhan. Kasih-Nya, Keadilan-Nya.

0 Comments