Daftar isi P3K Yang Harus Ada Di Rumah


Bulan lalu, gw baca kasus balita kejang-kejang karena demam tinggi. Demamnya sudah beberapa hari tapi ga dikasih obat sama sekali oleh ortunya. Setelah 5 hari baru dibawa ke RS. 

Gw agak elus dada baca kabar kayak gitu. Gw ga akan komentarin ortunya. Tapi apa pun prinsip orang tua, perhatikan juga gimana perasaan anak pas sakit. Jangan sampai saking antinya dan takut sama obat, kita malah ga ngasih obat yang diperlukan. Apalagi setelah segala usaha sudah dicoba. 

Obat ga seburuk itu kok. Yang penting konsultasi ke dokter dan tahu riwayat kesehatan keluarga supaya ga asal minum obat. 

Coba cek di rumah teman-teman, apakah ada kotak P3K yang ok untuk membantu teman-teman dan keluarga saat darurat?? 

Isi P3K tiap keluarga biasanya akan berbeda tergantung kondisi kesehatan anggotanya. Tapi ada beberapa barang yang sebaiknya selalu siap sedia ada di dalam P3K. Kalau perlu, distock tiap bulan dan dicek secara berkala untuk membuang obat-obat yang sudah kedaluarsa. 

Barang-barangnya apa saja ya? Ini dia isi kotak P3K keluarga gw. 


1. Termometer

Jangan anggap remeh demam. Demam aslinya tuh bukan penyakit, tapi gejala yang ditunjukkan badan saat melawan penyakit. Penyakit apa, bisa apa saja. Demam hanyalah alarm untuk menyampaikan ada ketidak beresan dalam tubuh kita.

Kita bisa anggep enteng demam saat badan hangat tapi masih bisa melakukan ini itu. Jangan yaaa, lebih baik segera cek suhu badan saat merasa tubuh terasa hangat.

Di sinilah gunanya termometer. Dari hasil pengukuran termometer, kita bisa melakukan pencegahan agar suhu tubuh tidak bertambah naik.

Bisa dengan kompres hangat, banyak minum dll. Kalau demamnya tidak menunjukkan membaik baru bisa lanjut minum obat sebagai pertolongan awal.


Klik gambar untuk belanja



2. Paracetamol

Jaman sekarang banyak ortu yang sangat anti dengan obat. Tapi seanti-antinya sama obat, sediainlah paracetamol di rumah.

Kadang ada 1 masa, orang di rumah demam, dikompres hangat tetap demam, dibalur bawang tetap demam, mentok kasihlah paracetamol. Jangan sampai panasnya malah makin tinggi.

Paracetamol juga membantu mengurangi rasa sakit pada cidera otot yang tak tertahankan. Kalau benar-benar sudah ga tahan ya.

Kalau sering sakit gigi, paracetamol pun bisa jadi solusi. Tapi yaaa lebih baik sih tetap cari sumber utama sakitnya ya dan bereskan. Supaya badan juga lebih nyaman dan ga perlu sering-sering minum obat.

Jangan lupa baca keterangan indikasi pada obat. Lihat juga riwayat dalam keluarga ada alergi atau tidak.


Klik gambar untuk belanja



3. Obat alergi

Gw dalam 1 rumah bertiga punya alergi tertentu. Selain dengan menaikan imun dengan makan sehat, gw sediain obat alergi yang biasa dokter resepin di rumah.

Bocah di awal alerginya ketahuan, wajah, matanya bengkak. Hidung, mata, dan mulutnya terus berair. Gw ga bisa ngadepin situasi kayak gitu lagi. Jadi, gw selalu jaga-jaga.

Puji Tuhan sih, udah beberapa tahun ini ga sering minum obat alergi. Menjauhi pencetus, makan sehat adalah solusi utamanya.

Klik gambar untuk cek produk



4. Antiseptik, plester luka

Antiseptik untuk luka, kudu, wajib, harus juga ya. Emak-emak kadang kan ngiris tangan sendiri. Bocah kadang kalau main, jatuh, pulang-pulang bawa oleh-oleh luka.

Klik gambar untuk belanja



5. Koyo

Buat ibu-ibu, bapak-bapak yang suka pegal-pegal, koyo harus ada di kotak obat untuk meredakan nyeri otot. Apalagi yang rutin olahraga beban. 

Pake koyo dulu kalau ngerasa ada salah urat. Kalau ga tertahankan, gw baru minum parasetamol.


Klik gambar untuk belanja



6. Minyak angin, minyak pijat. 

Minyak kayu putih, minyak aroma terapi atau apa saja yang bisa dipakai untuk memijat dan memberi rasa hangat. Di rumah gw nyetok minimal 3 macam, minyak kayu putih, kutus kutus dan safecare. 

Minyak kayu putih biasanya buat bocah gw yang habis mandi atau kena gigitan serangga. 

Kutus Kutus untuk saat kondisi badan terasa ga enak. Alternatif lain dari koyo saat badan pegal-pegal. Kalau bocah lagi sakit, dia lebih suka dipijat dengan Kutus Kutus. Aroma dan hangatnya bikin dia merasa nyaman. 

Safe Care minyak angin khusus buat gw sendiri. Biasanya gw pakai pas lagi pusing atau migren. Efek minyak anginnya tidak meninggalkan rasa dingin. Makanya gw suka banget sama minyak angin ini. 


Klik gambar untuk belanja



7. Masker

Masker sekarang mah udah jadi kebutuhan ya. Walaupun pandemi sudah berakhir dan kita diperbolehkan keluar tanpa masker, masker tetap harus punya untuk situasi-situasi tertentu.

Misalnya anggota keluarga ada yang flu, langsung deh suruh pake masker biar ga member get member. Repot kan kalau 1 rumah tertular.

Kalau gw, biasa pakai masker waktu membersihkan rumah dari debu. Jangan sampe maunya rumah beres, malah jadi sakit karena debu.


Klik gambar untuk belanja



8. Obat khusus

Obat khusus ini biasanya untuk anggota keluarga yang punya penyakit tertentu. Misalnya darah tinggi, diabetes, yang sudah harus rutin minum obat.

Atau juga obat khusus yang sewaktu-waktu diperlukan saat tiba-tiba kumat. Misalnya, obat asma, obat mag dll. 


9. Alat ukur gula darah, asam urat, kolesterol dan alat ukur tekanan darah

Yang ada manula atau keluarganya punya riwayat penyakit berhubungan dengan hal di atas, kudu wajib punya.

Tentunya untuk membantu mengontrol kondisi kesehatan.

Kalau pun misalnya tidak punya, bisa lakukan kontrol rutin ke puskesmas. Gratis!


Klik gambar untuk belanja



10. Gel Kompres

Gel kompres yang gw punya bisa untuk kompres panas dan dingin. Tapi gw lebih banyak pakai untuk kompres dingin. Gel kompres ini gw pake biasanya waktu kaki Aki bengkak karena kebanyakan berdiri di Transjakarta. Atau misalnya mengalami cidera ringan.

Sedangkan untuk kompres hangat pada saat demam, gw lebih suka pakai handuk kecil yang dibasahi dengan air hangat.

Klik gambar untuk belanja


Itu dia 10 barang yang ada di kotak P3K keluarga gw. Barang-barang yang cenderung mahal, kami beli satu-satu. Sedangkan sebagian lagi gw stok setiap bulan. Seperti, koyo, paracetamol, minyak angin, dll.

Kira-kira adakah yang terlewat dari isi kotak P3K kami?? 

0 Comments