[CURHAT] Perkembangan Resolusi Ngasal


pic: DarkWorX



Wihh, ga berasa ya sudah di tengah tahun. Kayaknya baru kemarin memasuki tahun 2019 yang kami rayakan dengan tidak terlalu antusias. Ahahha... Mungkin karena saya dan laki tipe yang ga suka hiphip hore, ya ada perayaan apa pun biasa aja. Kecuali, Natal. Suami paling antusias dah.






Biar pun kami tidak merayakan pergantian tahun, tapi saya sendiri sempat membuat resolusi di awal tahun. Resolusi iseng yang ga terlalu ngebet diwujudkan tapi jauh di dalam hati memang rindu. Lebih dari sekedar pengen.

Waktu itu nulisnya ga banyak karena katanya sih... Bikin resolusi jangan terlalu banyak karena dari sekian banyak resolusi yang orang biasa bikin, palingan hanya 3 yang benar-benar terwujud. Kemarin, saat saya buat resolusi hanya ada 4 yang saya buat.

Baca juga Resolusi Ngasal 2019


1. Berat Badan Normal

Beberapa bulan lalu berat badan saya sempat berada di angka 78 kg dengan tinggi 155 cm. Secara IBM, saya sudah termasuk dalam obesitas tingkat satu. Hiksss. Beneran sih berat banget badannya, susah dibawa gerak dan gampang engap.

Dua bulan ini sudah menjalankan target berat badan normal ini dengan serius. Awalnya suami yang jalanin karena dia sudah merasakan lemak diperut sudah sangat mengganggu. Dia mulai mempelajari berbagai diet dan olahraga.

Akhirnya dia putuskan memakai diet defisit kalori. Fokus dietnya menghitung kalori yang masuk. Diet ini bisa dijalankan tanpa olahraga, tapi kalau mau cepat ya tambahin olahraga angkat beban atau kardio.

Untuk menjalankan diet ini suami menggunakan aplikasi FastSecret untuk membantunya mengontrol kalori yang masuk. Di awal mendaftarkan diri di aplikasi akan dihitung kalori yang dibutuhkan sesuai tujuan dietnya. Misalnya menurunkan berat badan atau menaikkan berat badan dan disesuaikan dengan seberapa aktif kegiatan kita sehari-hari. Nanti akan muncul kebutuhan kalori yang dibutuhkan tiap harinya untuk mencapai berat target yang kita inginkan.

Sejauh ini saya memakai aplikasi ini sangat terbantu. Selain makanan lebih terkontrol, saya juga jadi tidak takut-takut untuk ngemil. Ya ngemil juga jadinya ga terlalu sering sih karena perut dan mulut jadi teratur.

Menu yang biasa saya siapkan di rumah ga banyak varian. Pagi biasanya Oatmeal + madu + pisang + susu kacang. Itu sudah terpenuhi kira-kira 450 kalori dan bisa kenyang sampai makan siang. Siangnya nasi 1 cup, sayur 1 cup, 1 dada ayam, dan protein tambahan lain. Untuk ngemil terserah, yang penting tetap menjaga kalori yang masuk dan menyisakan "slot" sekitar 200 - 300an kalori untuk makan malam. Biasanya kalau siang dan sore saya kebablasan makan, malam saya makan hanya pisang atau sayur + protein tanpa nasi.

Untuk olahraga kami akhirnya mendaftarkan diri di gym dekat rumah. Puji Tuhan ada paket biaya untuk couple jadi bisa hemat. Sebenarnya yang paling banyak ke gym suami setiap pulang kantor. Saya lebih banyak olahraga di rumah. Calistenik atau Yoga. Suami juga sudah belikan matras modal diskon. Wakwakwak. Jadi, bisa olahraga sambil jaga anak di rumah. Waktunya juga cuma max 30 menit sudah bisa bakar 250 kalori. Kalau si gym saya hanya threadmill dalam 45 menit baru bisa bakar 250 kalori ahaha.

Channel Youtube yang biasa pakai dua ini saja sih Fitnes Blendder dan SKWAD Fitness






Rutinitas olahraga saya biasanya

Senin : Full body work out strength
Selasa: Full body work out kardio/kardio threadmill
Rabu: Istirahat
Kamis: yoga
Jumat: Full body Work out strength
Sabtu: Kardio
Minggu: Istirahat

Kalau laki biasa sih selang seling satu hari yang fokusnya angkat beban. Tapi kalau sedang tidak sempat ke gym dia akan olahraga di rumah dengan mengikuti gerakan dari channel Fitness Blendder.

Setelah hampir 3 bulan suami saya jalanin diet dan olahraga, saya 2 bulan jalanin hal yang sama, suami saya berhasil menurunkan berat badannya 8 kilo. Saya baru sekitar 2 kilo. Paling berasa juga masalah pencernaan saya yang suka susah BAB. Sekarang lancar dan ga perlu ngeden susah payah. Heheheheh.



2. Meja gambar

Puji Tuhan usaha jasa sketsa wajah saya LASMA WORKS berjalan lancar. Awalnya saya bekerja dengan peralatan seadaanya, seperti meja lipat dan meja sterikaan. Walau agak pegel karena harus melipat kaki dengan badan endut. Jadi sering kesemutan dan sakit punggung. Pengen punya meja gambar yang bisa dimiringkan jadi resolusi saya di awal tahun kemarin, tapi ternyata suami malah beliin yang lebih dari yang saya bayangkan.

Awalnya mau meja seperti ini

Suami malah beliin meja kerja dari IKEA ditambah dengan lampu kerja. Eh, rejeki anak soleh, dapet kursi kerja juga dari sohib suami karna kantornya mau renovasi.



Saya rasa meja itu adalah hadiah terbaik yang saya terima di tahun ini heheheh.


3. Belajar melukis cat air

Passion saya memang di dunia seni gambar. Pokoknya hal yang berbau visual. Yang berhubungan dengan warna. Entah itu monochrome atau fullcolour. Tapi, yang paling bikin saya menggebu-gebu adalah membuat ilustrasi. Bercerita lewat gambar dan membuat orang merasa hangat cerita yang ada di dalamnya, walau tidak ada kata-kata.

Sayangnya, saya tidak terlalu terasah dalam hal menggunakan warna. Palingan pensil warna, tapi saya sangat tertarik dengan cat air, akrilik, dan digital. Dulu pernah mencoba dengan cat air, tapi ga puas, ngerasa hasilnya buruk.

Di tahun ini saya mengamati para seniman ilustator cerita anak. Bikin iri. Bikin pengen buat sesuatu yang dari imajinasi saya sendiri. Paskah kemarin akhirnya saya membulatkan tekad membuat karya saya sendiri. Walau ga sempurna, setidaknya sudah mencoba dan akan mencoba lagi.




Tadi malam saya menyelesaikan 1 karya digital yang saya buat dalam bentuk wallpaper. Hasilnya bisa didownload di Free Download




4. Mengisi channel Youtube dengan proses gambar

Resolusi yang satu ini sudah dijalankan, tapi masih sangat minim saya kerjakan. Hambatannya karena saya membutuhkan kamera untuk merekam proses gambar, sedangkan saya hanya punya 1 hp. Saya ada pocket camera, tapi tidak memadai untuk merekam proses gambar. Jadi, terpaksa saya merekam dan upload seadanya. Bisa dibilang tidak banyak membantu jika ada orang yang ingin belajar menggambar dan melihat video saya.

Semoga nanti benar-benar bisa terwujud ya.



Yah, gitu deh perkembangan resolusi 2019 saya. Memang kalau resolusinya hal yang memang benar-benar mau kita jalanin, akhirnya jalan juga. Walau pun ini masih ada beberapa yang masih jadi peer saya, setidaknya saya menemukan kalau saya benar-benar bertindak. Bukan omdo.

Pas nulis blog ini pun, saya semakin semangat untuk mewujudkan resolusi yang masih tanggung-tanggung.

Semangaaattttt.

Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru atau follow IG saya di @lasma_manullang2