amsaLFoje -A Long Life Learner-



Hari Minggu lalu, akhirnya Papa Gi jual motor pacar pertamanya. Motor pertamanya yang dijual dari hasil keringat sendiri. 

Lohhh, kenapa dijual?? 

Iyupp.. 

Karena si Honda Blade ini sudah tua. Sudah 5 tahun lebih umurnya. Daripada habisin duit kebanyakan diservice ya dijual. 

Selain itu Papa Gi sudah ga pernah naik motor sendiri ke kantor. Dia lebih pilih naik ojek online disambung naik Trans Jakarta. Ongkosnya lebih gede, tapi dia lebih sehat. 

Dulu jaman masih naik motor, bisa 2 jam di jalan karena terjebak macet. Posisi duduk yang gitu2 aja dan bahu yang terus memegang stang motor, bikin badan dia gampang pegel, kaku. Dan kalau udah kayak gitu, Papa Gi ga semangat buat berangkat kerja bayangin capeknya di jalan. 

Sekarang sejak naik mobil umum, mukanya lebih happy. Pegal2 ada, tapi ga kayak waktu naik motor. Di jalan juga tetap lama, tapi dia lebih sehat. 

Siapa sih yang ga mau liat laki sehat?? Apalagi kan kalau naik mobil umum mau ga mau Papa Gi harus jalan kaki. Berarti bakar lemak. Bagus juga buat jantung. Perutnya juga mulai kecilan. Moga2 ntar lagi celana yang lama pada muat yaaa... Hehhehe.. 



Terus ada rencana beli kendaraan pribadi ga ya?? Tiap kali diskusi hal ini, yang kebayang mendingan uang buat beli kendaraan dipake buat bayar renovasi rumah. 

Kami jarang keluar rumah. Jadi ga terlalu butuh kendaraan pribadi saat ini. Kendaraan umum dan transportasi online sudah sangat membantu. 

Punya kendaraan pribadi bayangin kejebak macet sudah bikin kepala muter-muter. Kan lebih enak disupirin. Bisa tidur kalau macet. Pas sampai tinggal bayar dan kasih tips. Jangan lupa bilang terima kasih dengan tulus. 

Uang dari penjualan motor akhirnya bisa dipakai buat buka tabungan Gi. Lumayan. Nanti saya bahas Gi pakai tabungan apa dan segala macam tetek bengeknya ya hehhe. 

Byebye Blade. Sudah jadi saksi bisu kerja keras Papa Gi, masa2 kami pacaran, nikah, dan punya anak. Huhuhuhu.. Kok jadi terhura. 

Foto: google/kaskus 2013





Berbicaralah dengan hati2. Ada nyawa dalam setiap perkataan. Entahkah itu untuk menghidupkan atau malah mencabutnya

Marahlah dengan pengendalian
Bukan dengan ledakkan
Karna terkadang marah yang tepat membawa kebaikan

Dengarlah sebelum bicara
Karena selalu ada cerita lainnya di balik sebuah peristiwa
Terkadang orang hanya ingin didengar..

Lihatlah lebih jelas...
Kebutuhan yang tak terucapkan
Kerinduan yang tertahan..
Karena tidak semua hal mudah disampaikan..
Hanya karena takut mengorbankan orang lain..

Dengarkan baik-baik..
Ada orang di hadapan kita...
Apa yang dia alami hari ini?
Dengarkan dia...
Dengarkan matanya
Dengarkan wajahnya
Dengarkan bahasa tubuhnya..
Terkadang mulutnya bercerita dengan gembira..
Tapi tubuhnya berbicara tentang luka..

Kita tidak perlu jadi pahlawan untuk semua orang
Cukup lihat ada orang di depan kita..
Apa yang dialaminya hari ini..


Kalau lagi dapet gini, bawaan melankolis jungkir balik. Puji Tuhan ga meledak2 kayak bulan2 sebelumnya.

Masih bisa sabar sama Gi. Walau tetep ada marah kalau dia lagi susah dibilangin, ga sampai meledak2 kayak biasanya.

Jadi Mama itu perjuangan lahir batin. Iya... Jadi inget emak di rumah huhuhuh.

Nyiksa?? Iya
Sakit? Iya
Capek? Iya

Sepadan ga sih??
Kalau mau hitung2an untung rugi. Ga. Ga sepadan sama sekali. Lebih enak single. Jalan2 sepuasnya. Pakai uang sendiri buat foya2. Nikmatin hidup tanpa tanggung jawab.

Bener toohhh??

Tapiii...
Aku hidup bukan lagi aku yang hidup... Hehhehee.

Jauh sebelum saya nikah, sebelum hamilnya Gi, sebelum Gi lahir.. Saya sudah menyerahkan hidup saya dan semua hak saya sama Tuhan.

Jalan2, nikmatin gaji sendiri, beli ini itu jadi ga begitu menarik lagi.

Waktu saya memutuskan untuk mengambil bagian dalam rencana Tuhan buat menikah..
Saya menyerahkan 1 lagi hak saya pada Tuhan tentang kebebasan bersenang2 sendirian.

Waktu saya meminta Tuhan menumbuhkan benih di rahim saya yang akhirnya menjadi Gi, saya meletakkan hak saya yang lain yaitu kenyamanan.

Tadinya saya pikir akan menyenangkan, mudah, bagai di taman bunga. Tapi ternyata banyak lembah kelamnya.

Iya, pernikahan dan memiliki anak itu seperti lembah kelam. Tapi suami dan anak saya adalah bunga2 yang mewarnainya. Setiap melihat mereka berbahagia, saya lupa sedang berada di mana.

Saya lelah, saya capek, sakit dan kewalahan, tapi saya puas dan merasa penuh. Ya, anehnya pada saat saya berusaha memuaskan diri saya sendiri dengan motivasi yang cenderung egois penuh amarah, saya merasa kosong dan semakin lapar.

Aneh yaaa... Mungkin karna Roh Kudus ga suka. Hahhaha.

Akhirnya memenuhi kebutuhan sendiri dengan motivasi ujung2nya jangan sampai sakit baik fisik dan mental karena kalau saya sakit, siapa yang urus Gi dan Papanya. Papa Gi udah cukup lelah dengan pekerjaan. Jangan sampai nambahin kekuatiran dia. Kalau pun emang harus sakit biar karena Tuhan yang ijinin, bukan karena kelalaian saya.

Ga boleh kurang tidur, ga boleh telat makan, kalau udah kewalahan istirahat. Baca buku, nonton, ngemil, atau apa saja. Pokoknya jangan sampai stress parah. Pikirkan hal yang baik, mulia, bukan hal2 berdasarkan asumsi yang melumpuhkan.

Pas nulis dan membayangkannya saja melelahkan. Apalagi buat tipe pleghmatis melankolis kayak saya. Maunya serba santai, serba ngeflow... Makanya susah disiplin...

Masih bolong2 buat disiplin pikiran, perasaan dan waktu... Tapi sejauh ini saya sanggup karna terasa sekali, Tuhan ga pernah tinggalin. Ga pernah sedikit pun tinggalin.

Bahkan disemangatin terus. Pasti bisa.
Tuhan ingetin setiap keberhasilan yang pernah saya raih. Dan iya, itu saat2 Tuhan beri saya iman yang bulat penuh. Ga ada takut. Ga ada kuatir. Cuma percaya pasti bisa kalau saya melakukan bagian saya yang A, B, C, D... Tuhan pasti kasih. Dan Dia kasih.

Rasa sanggup yang benar2 karena iman percaya. Bukan karena ngerasa bisa, ngegampangin atau kesombongan lainnya.

Sampai hari ini masih jadi emak2 yang kewalahan.. Terutama pas lagi PMS... Tapi dalam kewalahan itu ada ketenangan yang ga bisa saya dapat di tempat lain. Tangan Tuhan yang menjaga dan memelihara.




Beberapa hari ini saya merenung tentang mengambil apa yang kita inginkan dalam hidup.

Jujur, beberapa tahun lalu saya sering terjebak dalam kata "Waktunya Tuhan". Tapi saya lebih sering merasakan mengatakan  "Waktunya Tuhan" karena didorong kemalasan untuk berusaha.

Beberapa kali saya gagal dalam beberapa hal-- sebenarnya memang belum waktunya Tuhan, tapi saya pun ambil bagian mengapa waktu itu sampai tertunda. Ya karena saya sering menunda.

Saya menunda menyelesaikan skripsi saya. Saya menunda belajar mendisiplinkan diri. Dan banyak hal-hal kecil yang saya tunda, akhirnya saya rasakan akibatnya hari ini.

Beberapa hari ini saya teringat bagaimana  Tuhan proses hidup saya dengan pekerjaan tanganNya.

Di awal saya mengalami perubahan hidup, saya begitu menggebu-gebu menceritakan kasih Tuhan. Saya mengimani dan memegang janji Tuhan bahwa jika 1 orang diselamatkan maka seisi rumah diselamatkan.

Selesai Champion Gathering pembicara sering memberikan instruksi apa yang harus kami lakukan untuk pemulihan keluarga. Apa yang tidak pernah kami lakukan harus mulai kami lakukan. Apa yang buruk yang biasa kami lakukan, mulai hentikan.

Pulang dari Champion Gathering, dengan iman menggebu-gebu ingin melihat keluarga saya dipulihkan dan mengenal Kristus, saya mulai melakukan instruksi mengirim sms minta maaf pada orang tua saya dan menyampaikan rasa sayang saya pada mereka. Grogi dan berdebar-debar luar biasa. Saya tahu orang tua saya merasa aneh. Tapi saat saya menerima balasan dari orang tua saya, mereka menerima permintaan maaf saya dan mengatakan berkat buat saya, saya merasakan sukacita yang besar. Seperti sebuah kemerdekaan.

Pada saat saya pulang ke rumah, saya mulai mengubah kebiasaan lama saya. Dulu saya suka berbetah-betah di dalam kamar. Buat saya pulang ke rumah adalah istirahat dan liburan. Tapi demi menggenapi janji Tuhan dalam hidup saya, saya mengikuti instruksi pembicara di CG. Berhenti melakukan hal buruk dan mulai melakukan kebiasaan baik. Beberapa hal saya lakukan. Diantaranya memberi diri untuk mendengarkan ibu saya, membantu Mama membereskan rumah atau duduk2 dengan orang tua bergabung dalam obrolan mereka di meja makan. Di tengah2 obrolan itu dengan antusias saya menceritakan karya Tuhan dan kesaksian-kesaksian saudara seiman. Hal lain lagi yang untuk saya pribadi cukup nekad dan malu saat melakukannya adalah memeluk orang tua saya dan mencium pipi mereka dengan sungguh2. Buat orang lain mungkin itu hal biasa, tapi buat saya saat itu seperti merobohkan tembok yang saya bangun antara saya dan orang tua saya. Saat itu saya benar-benar merasa dicintai.

Hal lain yang saya lakukan tanpa berpikir, hanya dengan keyakinan, tanpa ragu saya mengambil hari untuk puasa dan saat tidak ada orang di rumah, saya berdoa supaya Tuhan jadi penguasa tunggal keluarga kami. Mungkin seperti adegan  film War Room. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati saya. Saya menginginkan keluarga saya mengenal Kristus, mengalami Kristus, bukan sekedar tahu.

Bukan hanya dengan orang tua saya. Saya juga belajar berbicara dengan baik dengan adik dan kakak saya. Saya ingin mereka meraskan kasih Kristus juga lewat hidup saya. Dulu saya begitu cuek dan tidak peduli kehidupan mereka, tapi Tuhan ubah hati saya dan menggerakkan saya untuk membangun hubungan dan mengikatkan diri dengan mereka di dalam Kristus.

Tidak butuh waktu lama untuk saya melihat Tuhan menggenapi janji-Nya. Beberapa bulan sejak saya pulang dari Champion Gathering, Mama menerima tantangan saya untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, sekalipun dia sendiri sudah menjadi seorang Kristen. Keluarga saya melihat dan merasakan bagaimana Tuhan Yesus mengubah hidup saya. Bahkan Mama jadi sering mengingatkan saya dan meminta saya untuk berdoa tumpang tangan jika dia sakit. Dia tahu Tuhan memberikan hidup yang tidak pernah saya terima sebelumnya karena itu, Mama akan tahu kalau api saya meredup.

Di hari-hari api saya meredup, saya malah melihat adik perempuan saya berapi-api buat Tuhan. Padahal dulu dia tidak mengerti bagaimana mencintai Tuhan sungguh2. Di kampusnya akhirnya dia bisa benar2 mengenal Tuhan secara pribadi. Saya mulai iri pada apinya yang berkobar-kobar, rasa iri itu setidaknya membuat saya mencari cara kembali berapi-api.

Disusul dengan adik bungsu saya dan kakak saya yang kembali aktif pelayanan. Mama Papa semakin aktif pelayanan di gereja dan tidak pernah absen. Mereka juga belajar memberikan perpuluhan dari penghasilan mereka.

Bahkan sampai hari ini saya masih melihat bagaimana Tuhan bekerja di keluarga kami. Keluarga yang dulu terasa dingin buat saya, menjadi tempat mengadu dan menghangatkan diri yang selalu saya rindukan. Masalah masih datang silih berganti, tapi ikatan kami dalam Kristus dan iman kami tidak pernah mati.

Hari ini saya diingatkan lagi akan hal itu. Tuhan punya waktu-Nya sendiri, tapi waktu itu akan terlambat datang jika kita sendiri menunda-nunda bagian kita untuk taat menanam dan menyiram. Saat itu saya hanya punya keyakinan dan iman, keselamatan saya bukan untuk saya sendiri. Kebaikan Tuhan bukan untuk saya sendiri. Saya mau keluarga saya menerimanya juga. Tanpa pikir panjang, tanpa takut malu, tanpa ragu-ragu... Saya mengambil janji Tuhan, saya meminta Dia menggenapi janjiNya. Dalam setiap tindakan saya, ada doa yang menggebu-gebu. Saya tahu Tuhan akan genapi janji-Nya, tidak tahu kapan, tapi pasti. Dan Dia benar-benar menggenapinya.

Saya masih punya mimpi tentang keluarga besar saya, keluarga kecil saya, anak saya, dan iman saya...

Mungkin ketaatan saya belum sempurna, tapi menunda untuk taat dan menyiram pun bukanlah sebuah pilihan. Saat saya meminta janji Tuhan terjadi dalam hidup saya, yang perlu saya lakukan hanya bergiat taat melakulan bagian saya. Tanpa takut, tanpa ragu, bergerak sambil menunggu waktunya Tuhan.

Bertobat lagi untuk hal ini, tidak bersembunyi dalam frase  "Waktunya Tuhan" untuk menyembunyikan kemalasan saya dalam menabur. Tapi bergerak dalam iman kepada Tuhan yang tidak pernah ingkar janji




Hmmm ngomongin soal fashion, ada ga sih yang kayak saya, suka susah cari pakaian yang ok?? Ok kayak gimana?? Ok menurut Lasma itu pakaian yang ga terlalu mencolok. Ga ketat banget, ga pendek banget, pokoknya badan dibungkus dan merasa aman hehhehe.. 




Tulisan di note FB, 31 Mei 2009. Pas baca lagi ngerasa Tuhan ngomong banyak. 
Aku tulis di blog biar disimpen dan buat ngingetin lagi hehhehe. Warisan buat Gi. 

Ini bukan notes yang ngebahas panjang, lebar dan tinggi sebuah kotak. Ini notes lebih tertuju pada perubahan.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [KESEHATAN] Mood Swing PMS Yang Merusak
    Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates