amsaLFoje -A Long Life Learner-
Lipstick: Pure colour - Radiant Red
Sunglasses - pinjam punya gi


Huhuhu, siapa di sini IRT yang bau bawang?? Demen pakai daster? Rambut digelung ke atas, muka kusam berminyak hihihi...

Saya! Saya!! Bangga banget deehhh...
Tapi ga jarang IRT kayak saya juga pengen kelihatan gaya. Pengen kece. Pengen keliatan keren. Iya ga??

Sayangnya, kadang keinginan dan dompet tidak seiring sejalan. Apa daya, semua serba seadanya. Saya juga kalau ga jualan kosmetik mungkin ga bakal dandan. Disimpen duitnya baik-baik. Wakwakwak.
Ngenes bangetttt yaaa..

Weewewewew.... ternyata ga perlu sengenes itu juga kok. Buktinya ada tuh saudara saya yang gaya dan tetep modis. Modis, Modal Diskon. Yang dibeli ya barang diskonan. Hahhahah. Jadi ga perlu nangis kalau mau nyari kualitas bagus karena mikirin harganya pasti mahal.
Apalagi kayak saya ini. Suka males belanja. Karna tiap belanja, nemu barang yang disuka ehhhhhh harganya bikin nangis darah. Makanya ga terlalu antusias kalau diajak belanja fashion.

Dulu saya ga ngerti tuh belanja modis. Tapi saudara dan suami saya ternyata kalau belanja modal diskon banget. Mereka bisa dapet barang bagus dengan harga rendah.

Belajar dari situ kalau butuh apa-apa saya cari yang diskon. Hahhaha. 
Kayak dua bulan ini udah mikirin mau beli flatshoes tapi males banget belanja keluar. Nyoba ini itu melelahkan tahuuu. 
Udah diniatin dari jauh-jauh hari mau belanja online aja. 


Saya sendiri memang tipe yang lebih suka belanja online. Kenapa? Karena bisa liat tuh yang diskon-diskon dalam sekali sapuan mata aja. Ga perlu cek label harga, pas liat mahal langsung lepassss.... hahhaaha

Kalau belanja online bisa nyambil cari tips milih sepatu yang cocok buat kita kan abis itu banding-bandingin harga diskonnya. Pokoknya tinggal jempol yang kerja. Ga perlu pake pegel dan hemat ongkos. Ga perlu kejar-kejar Gi yang happy liat ruangan luas.

Tapiii, tetep yaaa kalau mau belanja online harus cari yang aman. Jangan yang abal-abal dan ga ada perlindungan konsumennya.

Kemarin-kemarin udah widow shopping di Zalora. Ada beberapa flatshoes dan wedges (lohhh kok), yang saya naksir. Hohoho.

Enaknya belanja di Zalora ini sih merknya udah kenal. Yang kemarin-kemarin sudah saya masukin ke keranjang merk standar yang sering saya pakai. Yongkie Komaladi. Udah percaya sama merk itu jadi ga ragu buat masukin keranjang.

Yang bikin happy, hahahha.... kabar gembira untuk kita semuaaa..
Ternyata ada diskon lebih dari 50% di tanggal 12 Desember di Zalora. Saya beruntung banget yaaaa (pasang alrm). Ya bukan saya doang sih.

Ternyata belanja online aja ada harinya. Untuk merayakan Hari Belanja Online Nasional itu, Zalora kasih diskon yang ga boleh dilewatin. Apalagi yang lagi cari baju Natal dan tahun baru wiiihhhh.
Ibu-ibu modis kayak saya udah pasti manfaatin momen Harbolnas ini. Kapan lagi kannn?? Mana tahu tadinya budget buat beli 1 sepatu bisa nambah 1 item lain. Ngarepppp pake bangettt.

Yang penting produknyan jelaslah. Bukan beli kucing dalam karung. Ga perlu desak-desakan dan senggol-senggolan sama orang juga. Yang penting koneksi internet lancar :D.

Masuk-masukin keranjang dulu ah produk incerannya. Mana tahu nanti diskonnya tambah bikin fly :D.

Kalau udah beli dan terima barangnya, pastinya nanti saya posting di bloggg ;)




If Jesus Never Born

Apakah sudah ada yang mendengar kidung-kidung Natal dinyanyikan?? Ga berasa udah mau akhir tahun yaaaa. Pasti udah pada sibuk persiapan ini itu buat perayaan Natal. Bayanginnya bikin kangen.

Ngomong-ngomong soal perayaan Natal, biasanya ga jauh-jauh dengan pertunjukan juga. Salah satunya drama. Iya kan? Iya kan? Siapa yang tahun ini ibadahnya ngadain drama??!! Unjuk tangannnn!!!!

Kalau sudah ngomongin drama saya selalu antusias. Beberapa tahun pelayanan di bidang drama banyak pelajaran yang saya dapat. Walau pun sudah ga pelayanan lagi, tetep pengen menjadi bagian dari pelayanan itu.

Jadi, membuat tips ini mungkin bisa membantu adik-adik yang mau membuat pertunjukan drama Natal atau drama lainnya yang berhubungan dengan ibadah gereja tapi bingung harus mulai dari mana. Dengan tips ini semoga bisa memberikan gambaran adik-adik, apa yang harus dilakukan.

If Jesus Never born
Saya sebagai oelayan Herodes dan Aki sebagai Herodes

Kalau yang udah lebih ekspert boleh deh baca postingan ini dan mungkin bisa nambahin poin-poin yang saya buat. Hehehehe.

Disimak yaaaa

1. Pastikan cerita sesuai tema
Jadi sebelum membuat naskah drama, pastikan dulu kita sudah tahu tema Natal yang diangkat. Ga cuma membantu kita lebih fokus tapi juga membantu membangun pesan natal lebih kuat disampaikan.


2. Pastikan kapan drama akan ditampilkan dan durasi

Kenapa harus tahu? Karena kadang-kadang ada drama yang ditampilkan sebagai pembuka kotbah dan ada juga yang ditampilkan setelah ibadah inti berakhir. Semacam penutup dan perayaan. Kalau drama yang ditampilkan ternyata adalah pembuka kotbah, kita harus lebih intens komunikasi dengan pembicara. Pesan apa yang ingin disampaikan si pembicara, si pembicara sendiri merasa lebih cocok dramanya seperti apa, dari cerita Alkitab atau keseharian saja.

Kadang malah ada pembicara yang sudah tahu yang dia mau dan ga perlu pakai ditanya, langsung menjelaskan. Ini malah lebih terbantu.

Sebagai murid Yesus. Entah siapa. Yang penting murid Yesus. hihihi. Gara2 kurang pemain cowo

Kalau tidak bisa komunikasi secara langsung dengan pembicara, minimal seksi acara atau EO ibadah.




Tanyakan sejelasnya apakah dramanya mau serius atau humor. Berapa lama waktu yang disediakan karna akan menentukan panjangnya naskah. Naskah yang pendek pastinya hanya butuh 2,3 pemain. Naskah yang panjang biasanya akan lebih banyak pemain, properti, dan alat pendukung.

Apa saja yang perlu ditekankan dalam drama? Misalnya penekanan pada rasa kekeluargaan atau rasa syukur atau mengampuni. Ada hal2 yang tidak boleh ditampilkankah? Misalnya tidak boleh ada pria yang kewanita2an atau bau-bau politik.

Kalau sudah tahu dicatat supaya saat kita membuat naskah lebih terarah.


3. Brain storming
Keluarkan semua ide yang dipunya di dalam tim. Tidak usah takut ide kita tidak terpakai karena kadang malahan ada ide yang dipakai hasil kombinasi beberapa pemikiran.

Jangan males mikir. Kalau mentok buka lagi alkitabnya, baca lagi tema dan pesan yang ingin disampaikan. Browsing dan baca buku juga bisa jadi alternatif. Amati juga peristiwa sehari-hari.

4. Buat draft sesegera mungkin
Namanya saja draft. Masih ide dasar. Ga perlu rapih-rapih amat. Tidak perlu menginginkan naskah yang sempurna di awal-awal. Yang penting kita tahu alur cerita dan penokohan dulu karen pada prakteknya naskah pasti akan banyak dirombak. Entah dikurangi atau ditambahkan.


5. Diskusikan naskah
Diskusikan lagi draft naskahnya untuk mematangkan naskah tersebut. Jika sudah ok, sampaikan pada EO atau pembicara. Jika mereka ok, bisa lanjut latihan.


6. Komitmen 
Kalau yang ini sudah masalah sikap ya. Seandainya kita sudah dipilih untuk menjadi bagian tim drama, berkomitmenlah untuk selalu datang latihan. Ini bukan cuma demi kelancaran persiapan, tapi juga sebagai sikap kalau kita serius mau melayani. Mau menyampaikan pesan Tuhan lewat drama. Bukan sekedar main drama.


7. Kesatuan hati
Ini hal yang paling sulit dibanguh. Apalagi kalau ada hal-hal yang tidak berkenan. Saya pernah menulis naskah dan akhirnya naskah saya tidak dipakai sama sekali. Gedeg, tapi Roh Kudus mengingatkan, pelayanan bukan tempat kita mengaktualisasikan diri. Pelayanan adalah tempat di mana kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan agar kasih dan anugrah Tuhan tersalurkan pada orang lain. Kita hanya pelayan. Titik. Pelayanan adalah suatu kehormatan bukan kebanggaan.

Che Ting. Menantu bawa chiong gara-gara shio buaya. hahahah

Jadikan pesan Tuhan tersampaikan dan tepat sasaran sebagai tujuan utama. Supaya kita bisa menganggap satu sama lain lebih penting.

8. Anggap penonton rumput yang bergoyang 
Baru pertama pelayanan drama dan grogi berat?? Anggaplah penonton rumput yang bergoyang. Hehehehe. Yang udah sering drama aja masih suka grogi.

Panggung itu daerah kekuasaanmu, sampaikan pesan Tuhan dengan lantang lewat peranmu. 

Tante Potti. Si Penggoda

Buat Tuhan tersenyum melihat pertunjukanmu dan 1 tim pelayananmu. Itu yang paling penting. 


Itu 7 tips dari saya. Kalau masih bingung cari tema drama natal, bisa intip cerpen buatan saya. Kalau mau buat naskah dari cerpen saya gpp. Hehehehe. Kepedean. Ga usah minta ijin. Saya menulis cerpen-cerpen itu karena terinspirasi dari naskah-naskah drama yang dibuat tim drama saya dulu.





Kami membuat naskah tentang bagaimana konflik batin Maria saat menerima kabar kehamilannya, tentang bagaimana kondisi murid-murid Yesus saat Yesus mati dan dikuburkan lalu bangkit pada hari yang ke 3, tentang Yusuf, tentang Abraham, dll.

Drama-drama itu tidak hanya memberi pesan pada jemaat, tapi pada saya juga. Sangat membekas.

Kangennn bangettt. Sebenernya lebih suka di belakang panggung juga. Bagian nulis naskah, properti, dan bantu makeup. Tapi karena sering kekurangan orang jadi harus ikut naik panggung juga walau cuma berdiri tanpa dialog jadi pelayan raja. Xixixixi.

Semangat buat persiapannyaaa!!! Segala kemuliaan hanya buat nama Tuhan!!







Councelling - pixabay

Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, mari kita melakukan sesuatu. Ambil secarik kertas dan alat tulis lalu mulailah menulis  hal-hal yang paling kita inginkan. Benar-benar paling kita inginkan yang mungkin kita doakan siang dan malam atau jika tidak kita mendapatkannya, kita mungkin ingin dunia berakhir saja.

Apakah itu kelulusan dari study kita? Pemulihan keluarga? Kesembuhan orang-orang yang kita cintai? Bebas dari hutang? Apa yang paling kita inginkan, tuliskanlah di kertas tersebut.

Oke, jika sudah menuliskannya, biarkan kertas itu berada di sisimu dan mari kita mulai membahas apa yang akan kita bahas. Saya akan mulai pembahasan ini dari beberapa cerita.

Cerita pertama, tentang saya yang pernah gagal dalam sidang skripsi. Sebuah hal yang memalukan dan menghancurkan hati saya. Sebelum sidang skripsi saya sudah membayangkan apa yang akan saya lakukan setelah sidang skripsi. Pekerjaan yang mapan, orang tua yang bangga pada saya, wisuda bersama teman-teman seangakatan. Tapi semua apa yang saya bayangkan hancur seketika saat dosen penguji saya menyatakan saya tidak lulus. Saya menangis di depan mereka. Saya bertanya-tanya pada Tuhan, apa yang salah?? Saya merasa Tuhan tidak adil. Sampai di akhir semester saya, saya selalu mendapat IPK yang baik. Teman-teman saya menganggap saya pintar, tapi kenapa saya malah tidak lulus? Saya sudah melayani Tuhan sampai kuliah saya terbengkalai. Apa yang salah? Kenapa Tuhan tidak bela saya?? Hancur hati dan sepertinya Tuhan sedang ‘memunggungi’ saya.

Pada kenyataannya, dari kegagalan saya ternyata Tuhan mengajarkan saya untuk melawan rasa takut gagal sekaligus menghancurkan setiap kesombongan saya. Di sidang yang kedua, sekalipun saya punya iman akan lulus, saat itu saya sudah siap untuk gagal yang kedua kali. Tuhan menguatkan dan meneguhkan hati saya untuk memiliki iman dan mengatakan “ Lulus atau tidak lulus, Kau tetap Allahku.” Apa pun keputusan Tuhan hari itu, saya akan tetap mengasihi Tuhan dan akan tetap ikut Dia. Hari itu titik di mana saya benar-benar mengerti apa artinya percaya kepada Tuhan.

Cerita yang lain adalah cerita dari kehidupan salah satu pembimbing rohani saya di Bimbingan Pra Nikah. Beliau orang yang sangat mencintai Tuhan dan sangat ingin memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Tentu saja sebagai pelayan Tuhan beliau berharap kehidupan keluarganya baik-baik saja. Tapi kenyataannya, tidak. Beliau harus bergumul dengan kondisi anaknya yang ‘unik’ yang orang katakan ‘bermasalah’ sementara ia sendiri mengatakannya sebagai cerdik. Satu hal yang terngiang-ngiang ditelinga saya saat beliau menguatkan kami anak-anak binaannya untuk terus berharap pada Tuhan. Tidak berhenti berdoa. Tidak berhenti berpengharapan. Tidak berhenti memiliki iman. Iman yang seperti apa? Iman yang di saat baik kita bersyukur, di saat buruk pun kita tetap bersyukur. Kata-katanya begitu menguatkan saya dan di situ saya semakin melihat bahwa beliau benar-benar mengasihi Tuhan dan berpengharapan pada Tuhan sekalipun beliau sendiri ciut dan takut akan masalahnya sendiri.

Dari dua cerita di atas apa yang sebenarnya ingin saya bagikan?? Apakah tentang pengharapan?? Lebih dari itu. Ini tentang sikap hati kita. Sikap hati kita saat berharap pada Tuhan dan meminta segala sesuatu yang kita inginkan.

Mari kita ingat-ingat sebentar, bagaimana selama ini cara kita berdoa dan meminta pada Tuhan? Apakah seperti yang saya lakukan dulu? Dengan penuh kegagahan dan kebanggan kita mengatakan, 

“ Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu untuk-Mu. Kau pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doaku, kan??” 

“ Bukankah Tuhan mengatakan akan membukakan pintu jika kita mengetuk dan akan memberi jika kita meminta??” 

“ Bukankah ada hukum tabur tuai? Aku sudah melakukan banyak hal baik sesuai dengan perintah Tuhan, aku melayani di gereja siang dan malam, sudah pasti Dia akan mendengar doaku dan memberikan apa yang aku inginkan.”

“ Tuhan berkata, asal kita meminta dan percaya, kita pasti akan menerima.”

Adakah kita pernah berpikir seperti itu? Sampai akhirnya kita menemukan bahwa kita tidak menerima apa pun atau malah lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. 

Keluarga kita semakin hancur, study kita tidak mengalami kemajuan, pekerjaan kita tidak menghasilkan hal yang berarti, pelayanan kita tidak membawa dampak dan perubahan. Padahal kita sudah berusaha melakukan bagian kita, kita sudah berdoa hingga berderai air mata, tapi kenapa malah yang kita terima malah lebih buruk. Apa memang orang Kristen harus selalu hidup susah?? Apakah Tuhan ingkar janji??

Bukankah hal yang mengecewakan jika akhirnya kita memilih ikut Kristus, tapi malahan hidup kita semakin sulit? Apa yang kita inginkan, yang katanya terjadi sesuai dengan imanmu, malahan terjadi sebaliknya, bukankah sangat mengecewakan?? Kenapa Tuhan tidak dipihak kita??

Pengharapan kita, iman kita rasanya jadi seperti angin yang berlalu begitu saja. Sia-sia. Doa-doa kita seperti menjadi bunyi yang kita teriakan lalu menghilang di telan udara dan kita mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan mengasihi saya? Apakah Tuhan mendengarkan doa saya? Mengapa begitu sulit untuk Tuhan melakukan apa yang saya harapkan? Doa saya tidak muluk-muluk. Doa saya bukan untuk saya sendiri, tapi untuk keluarga saya, untuk pelayanan, untuk pekerjaan yang semuanya akan mendatangkan kemuliaan Tuhan, tapi kenapa Tuhan tidak berpikir sama dengan saya??

Dari pengalaman kegagalan skripsi saya, saya mengerti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Kehidupan orang Kristen bukan hanya tentang doa yang terus menerus hingga berderai air mata. Bukan sekedar doa dan pengharapan yang akan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Tapi tentang hati kita kepada Tuhan. Tentang bagaimana kita menempatkan Tuhan di hati kita dan bagaimana kita memandang Dia sebagai bagian dari hidup kita.

Ada dua poin yang Tuhan ajarkan

Mengakui Kedaulatan Tuhan Dalam Hidup Kita
Ya, Dia mengangkat kita sebagai anak-Nya. Ya, Dia telah membebaskan kita dari budak dosa. Ya, kita sekarang adalah orang merdeka. Tapi kita perlu terus mengingat bahwa kedaulatan Tuhan atas hidup kita masih berlaku. Ia bisa memutar hidup kita ke kanan atau ke kiri seperti yang Ia mau. Ia bisa membuat kepala kita di kaki atau kaki di kepala tanpa perlu Ia meminta ijin dari kita. Dia Tuhan, Dia Raja. Dia bisa melakukan apa pun yang Ia mau. Dapatkan pemikiran kita membatasi apa yang akan Ia lakukan?? Dan jika kita mengatakan Yesus adalah Tuhan dan Raja dalam hidup kita, siapakah yang memerintah kehidupan kita? Kita sendiri? Pikiran kita sendiri? Keinginan kita sendiri? Idealisme kita sendiri? Standar-standar kita sendiri?? 


Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Roma 9:20

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Roma 16:18

Jangan pernah berhenti untuk mengingat bahwa kita adalah hamba, kita adalah debu yang tidak berarti apa-apa, tapi dengan perkenanan dan kasih karunia Tuhan, Ia mengangkat kita dan menjadikan kita mulia dan sempurna dimata-Nya. Bukan karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa yang telah Ia lakukan. Pikiran dan standar hidup kita tidak akan mampu membatasi kuasa-Nya.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Amsal 19:21


Percaya Akan Hati Tuhan

Kita mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup kita, kita mengakui kuasa-Nya dapat melakukan apa pun dalam hidup kita, tapi jika kita percaya hal itu saja, kita akan cenderung menjadi takut. Kita segan untuk meminta. Bagaimana kalau Tuhan tidak setuju? Bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkan doa kita karena Dia bisa menjawab Ya atau Tidak sekehendak hatinya. 

Jangan. Jangan berhenti hanya sampai mempercayai kedaulatan-Nya, tapi percayalah juga kepada hati-Nya. 


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7: 9-11

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Roma 11:29

Bapa bekerja tidak berhenti hanya untuk menunjukkan kedaulatan-Nya, tetapi juga kasih dan karunia-Nya. Jika kita menilik setiap janji yang Tuhan nyatakan dalam Firman-Nya, kita akan menemukan bagaimana hati Tuhan. Apa yang ada di kedalaman hati-Nya dan bagaimana Ia memandang kita. Di dalam Firman-Nya kita akan melihat hati Tuhan yang mengasihi kita lebih dari yang kita pikirkan. Jadi, apakah firman Tuhan berisi kebencian-kebencian Tuhan akan manusia? Bukankah firman Tuhan pernuh dengan pengampunan, penyertaan, kasih karunia dan belas kasihan Tuhan akan manusia. Lalu apakah pribadi yang mengasihi kita begitu dalam akan merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita?? Tidak bukan??

Dua hal ini, mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita membuat Tuhan bekerja dan berkarya dengan bebas dalam hidup kita. Mempercayai hati Tuhan membuat hati kita aman dan damai dalam firman-Nya karena kita tahu bahwa Bapa akan selalu memberi hal yang baik, bukan hal buruk sekalipun apa yang Dia berikan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. 

Yang terakhir, mari kita lihat apa yang telah kita tulis di atas kertas tadi. Bawalah setiap keinginan hati kita itu di bawah kaki salib Tuhan dengan doa yang pernah Tuhan Yesus ucapkan di saat-saat terberat-Nya.  Ia percaya sepenuhnya kepada Bapa dengan tidak takut-takut meminta, tetapi Ia juga dengan sepenuh hati menundukkan diri di bawah kedaulatan Bapa atas hidup-Nya. Biar kehendak Bapa yang terjadi.

Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 
Lukas 22:42

Ditulis untuk Majalah Pearl 2013











StockSnap - Pixabay

Mazmur 46:11

“ Matenglah!! Dipecat deh gua!!” itulauh jeritan hati saya saat pertama mendengar kabar dari teman kerja saya kalau namanya sudah mendapat kesan jelek di mata beberapa orang tua murid karena kecerobohan saya.


Panik. Takut. Stress. Merasa bersalah. Merasa tertuduh. Tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya mau menangis. Sudah minta maaf pada teman saya tersebut, tapi toh tidak mengubah keadaan. Belum lagi 1 informasi yang tidak saya sampaikan dengan benar pada salah satu orang tua. Kalau saya tidak menyampaikan informasi ini, nama teman saya akan semakin bertambah jelek di mata orang tua plus kepercayaan orang tua murid tersebut pada sekolah akan berkurang.

Leher tegang, kepala pusing. Berkali-kali saya telepon orang tua murid itu, tapi yang ada telepon saya tidak tersambung sama sekali. Dari pagi sampai malam saya telepon dan rasanya mau meledak karena sulitnya orang tua murid ini dihubungi. Saya ingin bertanggung jawab dengan kesalahan saya, saya sudah siap terima apa pun akibat dari kesalahan saya, tapi semakin lama telepon tidak dijawab, semakin tegang urat leher dan kepala saya.

Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?? Tunjuk tangan!!

Seberapa sering kita menemukan diri kita berkubang dalam masalah yang kita hadapi? Kita ingin cepat-cepat menyelesaikan segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Kita selalu ingin cepat-cepat berpindah dari satu situasi ke situasi lain. Apalagi kalau situasi itu menekan kita.

Ingat saat kita masih SD? Kita ingin cepat-cepat menjadi SMP. Saat kita SMP ingin cepat-cepat SMA. Duduk di bangku SMA kita ingin cepat-cepat kuliah. Di saat kuliah, kita ingin cepat-cepat bekerja.  Jika kita tidak menyelesaikannya tepat waktu, berarti kita dalam masalah. Ada masalah berarti harus diselesaikan. Tapi untuk menyelesaikannya ternyata tidak semudah yang kita kira. Keadaan tidak 100 % ada dalam kontrol kita sendiri.

Dosen pembimbing yang sulit ditemui sedangkan waktu mengumpulkan skripsi sudah dekat. 

Sudah 3 bulan lebih kita tidak mendapat pekerjaan padahal teman-teman yang lain sudah bekerja. 

Pekerjaan yang kita ambil ternyata load kerjanya sangat menekan sedangkan banyak pelayanan yang harus kita selesaikan juga.

Orang tua kita ternyata punya kriteria khusus untuk calon mantunya, sedangkan kita sedang dekat dengan seseorang yang sangat berbeda jauh dari yang orang tua kita harapkan. 

Calon pasangan kita ternyata buka tipe hamba Tuhan yang suka berlama-lama berada di gereja sedangkan pasangan teman kita seorang hamba Tuhan yang rajin beribadah dan ikut pertemuan. 
Anak-anak kita ternyata sampai di usianya tidak bisa bicara dengan lancar sedangkan anak lain sudah bisa bicara dengan lancar.

Lalu kita mulai mencari-cari cara untuk mengatasinya. Kita mencari jalan keluar dengan cara ini dan itu. Kita mulai panik dan ketakutan.  Ini gara-gara dia! Dia sih ga bisa dibilangin! Mereka tidak mengerti saya! Apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan?? Bagaimana saya harus membereskan masalah ini?? Bagaimana nanti kalau situasi ini tidak berubah?? Bagaimana? Bagaimana??!


Panic attack…

Sayangnya kecenderungan kita dalam menyelesaikan masalah di kondisi yang panik adalah menambah rusak keadaan. Mungkin bukan orang lain, tapi diri kita sendiri juga. Kita mulai mudah marah, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri, stress, dan mulai sakit-sakitan karena terlalu banyak yang kita pikirkan. Kita merusak hidup kita sendiri.


Terus apa dong yang harus kita lakukan dalam keadaan panik? Dalam keadaan luar biasa kusut. Pengen keluar dari kotak sempit dimana kita berdiri sekarang? Ke kanan salah, ke kiri salah. Harus bagaimana?

Dalam Mazmur 46: 11 Tuhan berkata pada kita,


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"


Diamlah yang dimaksud pemazmur bisa bermakna ganda. Bisa supaya kita berhenti bicara, bisa berhenti melakukan sesuatu, bisa juga berhenti berpikir. Diam sejenak. Tuhan ingin kita diam sejenak di tengah-tengah keadaan yang luar biasa kacau. Untuk apa? Untuk sekedar mengingat satu hal…

Kita punya Allah yang besar. Kita punya Allah pencipta langit dan bumi. Kita punya Allah yang dapat menjungkir balikan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata.

Ketika kita tenang, kita bisa memandang wajah Tuhan. Ketika kita memandang wajah Tuhan, kita bisa terbuka pada Tuhan. Ketika kita terbuka pada Tuhan, kita dapat berdoa dan mengungkapkan isi hati dan pengharapan kita pada-Nya. Ketika kita berdoa, kita melibatkan Dia dalam perkara kita. Ketika kita melibatkan Dia dalam perkara kita, kita memiliki pegangan. Ketika kita memiliki pegangan yang pasti dan kuat di dalam hidup kita, yaitu Tuhan, tidak ada lagi yang perlu kita takutkan.

Benar bukan?Apalagi yang kita perlu takutkan? Karena kita tahu pasti, apa yang Tuhan lakukan bukanlah rancangan kecelakaan dalam hidup kita, tapi rancangan yang terbaik dan penuh dengan harapan.

Yang pasti itulah yang saya rasakan saat saya menghadapi masalah yang saya ceritakan di atas. Waktu saya ingat kata-kata sahabat saya untuk saya tenang supaya bisa berdoa, saya sadari, saya sedang mengaduk-aduk masalah saya dan membuatnya menjadi lebih berantakan. Tapi, waktu saya berdiam, berhenti melihat ke kanan atau ke kiri, mengambil waktu untuk memandang wajah Tuhan. Hanya wajah Tuhan. Tuhan memberikan pengharapan yang baru.
 
Tuhan tidak bilang masalah saya akan dilupakan, tapi Dia memberikan damai sejahtera yang tidak bisa saya temukan dengan cara saya sendiri. Dia mengubah hati saya dan menyiramnya dengan air hidup. Ada iman yang baru. Iman yang mengatakan, tidak apa-apa Tuhan saya dipecat, tapi pasti Tuhan akan beri saya kekuatan. Tidak apa-apa saya dimaki, tapi pasti saya bertahan bersama Engkau. Tugas saya hanyalah mempertanggung jawabkan kesalahan saya dan menerima setiap resikonya. Sisanya biar Tuhan yang atur. Apakah saya akan dipecat atau dimaki. Saya tidak takut. Saya tidak gentar lagi. 

Masalah saya selesai tidak? Selesai. Orang tua murid tersebut membatalkan kerja samanya. Puji Tuhannya, tidak ada acara pemecatan dan tidak ada acara mencaci maki. Malahan orang tua murid tersebut berterima kasih karena kami sudah berkata jujur.

Terkadang setiap mengingat hal ini saya ingin menangis karena malu. Sering sekali saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri dengan isi kepala yang seperti benang kusut, padahal di samping saya Tuhan sudah mengulurkan tangannya untuk membantu saya. Bukankah itu menunjukkan ketidak percayaan saya pada Tuhan?


Hari-hari ini apa sih yang kita kuatirkan? Pekerjaan? Skripsi? Pelayanan? Anak? Pasangan hidup? Keluarga? Atau mungkin semuanya?? Semua masalah tertumpuk jadi satu di dalam kepala dan rasanya kita ingin berteriak. Ingin cepat-cepat semua beres. Ingin cepat-cepat semua berakhir. Bahkan ingin berteriak, “ Tuhan, jauhkanlah cawan ini daripadaku!”

Berdiam dirilah. Mungkin hanya setengah jam. Mungkin hanya 1 jam. Berdiam di kaki Tuhan, memandang wajah-Nya dan mengingat Dia Allah yang hidup. Tinggikan Dia dan besarkan nama-Nya, maka jiwa & roh kita pun akan bangkit. Iman kita akan bangkit. Kekuatan kita akan bangkit. Tubuh kita mendapat kekuatan baru. Mata kita melihat lebih jauh. Maka saat itu kita akan mengerti arti dari, masalahku tidak lebih besar dari Allahku.


...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu… Yesaya 30: 15
.
Ditulis untuk Majalah Pearl 2013





















Yippiiii!! Akhirnya bikin giveaway lagiii.

Siapa yang ga suka hadiah?? Hayoo! Hayoo!! Pasti suka kan???

Bulan ini saya mau berbaik hati berbagi dengan teman-teman hadiah yang bikin teman-teman ga cuma cantik tapi juga pinter. Ada 2 buku Menikah Adalah Bunuh Diri (kalau stok habis diganti dengan buku lain) dan 2 lipstik The ONE (merk saya pilihin boleh pilih warna) untuk 2 orang peserta yang menang. Syaratnya apa saja buat dapet hadiah di atas??

1. Buat review 1 produk Oriflame yang paling kamu suka. Semakin informatif review kamu semakin besar kemungkinan kamu bisa menang.

2. Follow account Instagram @lasma_manullang @lasma_makeup dan @double_g230

3. Share foto kamu bareng produk yang kamu review ke IG dan FB dengan hashtag #lasmagiveaway dan mention salah satu account IG yang tadi sudah kamu follow

4. Cantumkan kalimat pernyataan "Review ini dibuat dalam rangka mengikuti giveaway amsalfoje (masukan link giveaway)"  di bawah review yang kamu buat

5. Setelah semua syarat di atas sudah dilakukan, jangan lupa comment DONE di postingan blog ini beserta link ke postingan kamu dan juga alamat IG kamu.

Gampang kan??

Ditunggu sampai hari Jumat, 25 November 2016  pukul 18.00 WIB.

Pengumuman pemenang akan diposting di blog ini yaaa. Hari Rabu, 30 November 2016 pukul 21.00 WIB

Masing-masing pemenang akan saya hubungi lewat IG. Kalau dalam 3 hari tidak ada balasan, saya cari pemenang lain.

Barang dikirim selambatnya 2 minggu setelah pengumuman pemenang.

1 syarat aja tidak terpenuhi dianggap gugur yaaa ;)

Goodluck !!


Kalau kita sedang berada dalam kondisi seperti "dirajam", masalah bertubi-tubi seperti lemparan batu tiada henti, bukan hal yang aneh kita jadi sulit bersukacita.

Masalah lebih sering mendatangkan kesedihan. Kesedihan seperti lubang hasil tancapan paku yang sulit dihilangkan. Apalagi jika lubang yang sama ditancapkan lagi dan lagi. Sukacita jadi terasa jauh. Seperti tidak ada cahayanya.

Lebih tidak enak lagi, entah kenapa kesedihan lebih bertahan lama daripada kebahagiaan. Saat mengingat kesedihan mood kita bisa berubah banyak. Saat mengingat kebahagiaan efeknya tidak sehebat itu.

Mungkin itulah kenapa kebahagiaan lebih mahal harganya. Menurut hukum ekobomi juga begitu kan? Makin banyak permintaan, harga juga naik. Hehehe

Ya tapi daripada mengeluhkan kebahagiaan yang tidak bertahan lama efeknya, toh ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengawetkannya. Momen-momen menggembirakan tidak bisa terulang dua kali kan?

Bersyukurlah kita yang hidup di jaman digital ini. Teknologi bukan lagi barang mahal. Kita bebas merekam momen-momen penting hanya dengan sentuhan jari. Bisa lewat video, foto, bahkan blog ini.

Memang sih kebiasaan ini mungkin akan dianggap pamer atau sok ngartis, tapi seperti di film Into The Wild bilang, kebahagiaan hanya ada saat dibagikan.

Coba cek lagi foto-foto dan video socmed kita, berapa sering kita akan tertawa dan tersenyum lagi melihatnya?? Sepertinya hampir semua orang akan tersenyum dan tertawa berkali-kali. Bahkan FB sampai membuat aplikasi On This Day.

Jadi, karena saya sedang mumet beberapa hari ini, saya mau menuliskan hal-hal yang membuat saya bahagia. Salah satunya perkembangan Gi. Melihat dia tumbuh dan kejutan-kejutan kecil dari kelakuannya seperti mood booster buat saya.

Memang Gi sudah seperti apa di usia 2 tahun 4 bulan??

Fisik

Bisa dibilang Gi anak yang chubby. Gemuk tapi ga gendut. Saya betah berlama-lama memeluk dia mungkin karna badannya yang gempal. Puji Tuhan makannya lancar. Semua yang saya berikan pasti dia makan walau kadang tidak habis. Minum susu pun kuat.

Paling bersyukur, beberapa bulan ini jauh dari RS atau Puskesmas. Padahal biasanya bisa sebulan sekali.

Gi tipe anak yang sangat aktif. Bisa dibilang cerdas secara kinestetik. Dia percaya diri dengan segala gerakan fisiknya. Melompat, berlari, memanjat, naik turun tangga, meniti, menendang bola, jungkir balik. Tidak jarang emak sama bapaknya yang kewalahan mengimbangi geraknya yang lincah.

Kadang kami pikir akan jadi hal yang bagus membawa dia ke kelas gymnastic hehhehee.

Bahasa

Gi bukan anak yang cepat lancar bicara. Tapi saat masuk usia 2 tahun perbendaharaan katanya semakin banyak. Setiap kata-kata baru yang dia ucapkan membuat emaknya terbelalak senang.

Gi lebih banyak membeo akhir-akhir ini. Sebelum-sebelumnya tidak mau membeo sama sekali. Puji Tuhan dengan membeo itu dia belajar bicara juga kan.

Kata-kata apa saja yang sering diucapkan Gi..
- ee (ee atau pipis)
- oma
- pung (opung)
- aki (papa)
- boboi (sendalnya gambar karakter boboboy)
- bobo
- aduhh (kalau ada kejadian yg dia tidak suka)
- yah jatuh (kalau ada barang jatuh, tivi tiba-tiba mati dll).
- nmum (minum)
- apa (kalau minta sesuatu)
- duduk
- oiii (kalau manggil orang)
- ayeyuya (haleluya)
- shaoom (shalom)
- sosana (hosana)
- uah (udah)
- shiii (oishii - jepang, enak)
- kee (oke)
- mam papa (maaf papa)
- isii (permisi)
- aasjijin (awas licin)
- no (jangan/ga mau)
- ajatu (apa tuh?)
- hayoo
- sisang (pisang)
- duku
- hjan (hujan)
- jijak (cicak)
- miauw, puss (kucing)
- tatu, ua, tita, mpat, ma, nam, juh, pan, lan

Emaknya suka dengerin dan ketawa kalau dia ngoceh-ngoceh. Kadang mengikuti anchor berita.

Gi juga sudah bisa menyanyikan beberapa lagu yang biasa saya nyanyikan.
- cicak2 di dinding
- Yesus kuundang
- Yesus sayang pada Gi
- Bapa kudatang padaMu
- Hatiku penuh nyanyian
- Hompila hompimpa
- Satu-satu Gyan sayang Mama
- Dan beberapa lagu Hi5

Sosial

Gi ini salah satu anak yang cuek. Dia mencari orang buat berteman, tapi ga nyari-nyari amat. Entah kenapa kalau sama anak yang takut sama dia, dia malah makin bikin nangis. Ga jarang waktu temannya nangis, dia malah mengikuti suara tangisan temannya (tepok jidad). Kalau anak yang melawan dia, dia bisa lebih akrab.

Gi terlihat lebih antusias saat bermain dengan anak-anak yang lebih besar. Ada anak lain lari-lari, ga pakai babibu dia tertawa dan ikutan berlari.

Sama orang dewasa Gi selalu berusaha membuat dirinya terlihat (ikut sanggar aja kayaknya nih). Tapi dia juga tidak langsung mau digendong atau diajak. Dia akan langsung akrab dengan orang-orang yang mengajaknya bermain (semua anak sepertinya begitu).

Gi juga sudah bisa salim dan bilang dadah secara rutin. Papanya pagi-pagi berangkat sudah langsung bilang " Da Papa." Kadang kalau sedang pura-pura mau pergi juga dadah ke emaknya sambil bawa kotak bekal papanya.

Keterampilan Harian

Gi sudah bisa pup di kamar mandi. Masih bilang ee untuk pipis dan pup. Tapi kalau dia minta duduk berarti beneran mau ee. Kadang dia juga lebih suka cebok sendiri. Emaknya bagian pembersihan terakhir.

Kalau makan snack Gi sudah buang sampah sendiri. Piring atau cangkirnya sudah kosong dia taruh di dapur sendiri (kalau lagi mau). Kadang bantu emaknya masukin baju ke mesin cuci atau bantu taruh baju ke ember buat di jemur. Mencet tombol mesin cuci juga dia antusias. Ngepel Gi sudah bisa sedikit2. Lebih kayak main sih sebenernya, tapi lumayan kebantu emaknya hehhehe.

Kalau emaknya selesai nyeterika, dia sering mau bantu. Emaknya biasanya kasih baju-baju dia aja. Memang sih berantakan, tapi ya gpp. Anaknya seneng.

Kalau main berantakan, mama minta beresin Gi udah nurut walau kadang masih ogah-ogahan. Masih perlu lebih disiplin lagi. Makin gede kan harus makin tanggung jawab dengan barang sendiri ya Gi.

Tidur siang dan tidur malam Puji Tuhan Gi sudah berubah banyak. Biasanya masih suka loncat2, nangis kalau diajak bobo. Sekarang, Gi matiin tv sendiri, naik ke tempat tidur tanpa perlu emaknya paksa.

Masih banyak perkembangan Gi yang lain. Tapi yang paling Mama suka dan ga mau itu berubah kalau Gi datang sama Mama, minta peluk, pangku kayak bayi koala, kita liat-liatan sambil mainin alis dan ketawa-ketawa.

Kadang Mama jengkel kalau Gi bobo di atas dada Mama. Berattt. Tapi Mama juga sukaaa. Selagi Mama bisa, pengen peluk kamu terussss. Kalau udah gede mana bisa lagi tidur di badan Mama kayak bayi koala. Hehehe.

Masih ada 8 bulan lagi sampai Gi usia 3 tahun. Bakal lebih banyak tingkah Gi yang bakal bikin Emaknya berbunga-bunga.

Huhuhuhu

Amsal 17:6 (TB)  Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [KESEHATAN] Mood Swing PMS Yang Merusak
    Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates