amsaLFoje -A Long Life Learner-

Hari ini dapet pinjeman HP dari sohibku Rina. Puji Tuhan berkat kebaikannya, saya bisa pake HP dengan aplikasi yang maksimal walau nomor lama masih belum bisa dipindah.

Semoga dengan HP hibahan ini bisnisku lebih lancar. Blogging juga.

Btw, pepatah selalu bilang lebih baik tangan di atas, tapi satu tahun ini Tuhan ajarin aku untuk buka kepalan tanganku yang ada di bawah. Belajar menerima kebaikan orang lain karena Tuhan sedang ingin memberkatimu.

Denger2an sama Tuhan. Supaya kita selektif, mana yang kebaikan memang dari Tuhan dan mana kebaikan yang mungkin mendatangkan jerat.

Biarkan Tuhan menolong kita lewat tangan orang lain.

Selamat Tiduurr!!

Hi Dik, Kakak sudah baca suratmu yang terakhir. Kakak mengerti perasaanmu. Melakukan A tapi hatimu ingin melakukan B.

Udah lama ga isi blog. Kebanyakan nulis di FB sama IG. Hahahaha... Buat konsesn nulis panjang butuh waktu khusus yaaa. Ini Gyan juga lagi bobo.

Apa kabar temen-temen blog yang lain?? Aku liat rata-rata juga pada sibuk di socmed yang lain.

Kangen masa-masa bisa duduk tenang di depan komputer dengan hawa yang adem dan bisa nulis beberapa postingan dalam satu hari. Mungkin nanti kalau Gyan udah gedean. Waktu Mamanya sudah bisa punya Me Time lebih dari 15 menit.

Jadi inget postingan yang ditag soal penulis Kristen generasi baru.

Kalau di kita ada Cella ya. Gimana dengan yang lain? Echa udah nulis buku juga loohh. Aku cuka cerpen-cerpen Echa yang ga biasa kayak orangnya.

Proyek yang nulis kolaborasi pun akhirnya ga jadi-jadi. Hanya sebuah wacana. Hahahha.

Jadi pengen nulis dengan iman, disiplin yang aku bangun untuk jalanin Oriflame, semoga dibentuk supaya aku bisa disiplin menulis lagi. Mengejar mimpi bukan besok atau lusa. Tapi dimulai dari hari ini.

Semoga Tuhan beri kelimpahan hikmat. Supaya aku dan yang lainnya bisa terus menulis lagi, lagi dan lagi.

Aminn.
Seminggu ini saya mengatur ulang jadwal saya. Setelah melewati pergumulan yang panjang dan mencoba mencontoh jadwal orang lain, akhirnya Tuhan kasih hikmat untuk saya mengatur jadwal sesuai dengan kondisi fisik dan kebiasaan Gyan.

Jadi, beberapa hari ini mulai terbiasa bangun jam 3 pagi. Dari jam 3 pagi sampai jam 5 nyeterika, jam 5 saat teduh, setengah 6 sampai jam 7 belanja dan masak sarapan dan makan siang, jam 7.30 temenin Aki sarapan, jam 8 nyuci dan beres2 yang lain sampai jam 9. Pokoknya sampai jam 9 itu sudah harus mandi, kasih makan Gyan. Karena jam 9 sudah harus di depan komputer ngerjain Oriflame, terjemahan, dan shoponline. Kerja sampai jam 4, ajak Gyan keluar dan main. Jam 5 sudah harus di rumah beres-beres dan masak makan malam. Kalau rumah sudah beres tinggal duduk manis nyuapin Gyan sambil nonton drama Jepang hohoho sambil nunggu Aki pulang.

Selama ini saya ga sabaran. Ingin membereskannya dalam 1 waktu. Kunci jadwal yang saya buat kerjakan semuanya satu-satu. Jangan biarkan pikiran memikirkan semuanya bersamaan. Energi jadi terkuras di pikiran, bukan saat bekerja. Saya nurut aja dituntun seperti itu. Waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, ya tinggalkan HP. Waktu mengerjakan Oriflame dan yang lain, ya jangan mikirin pekerjaan rumah tangga yang lain.

Puji Tuhan banget dengan hal ini saya sangat tertolong. Yang tadinya pekerjaan kecil-kecil tidak beres-beres juga, akhirnya bisa dibereskan satu per satu. Kerjain pekerjaan rumah jadi lebih terasa ringan, kerjain Oriflame juga lebih fokus.

Saya juga jadi lebih disiplin untuk saat teduh. Walau ngantuk-ngantuk hahahhaha.

Buat orang lain mungkin mikirnya ya emang udah niat saya, tapi buat saya pribadi ini bener-bener pertolongan Tuhan. Tuhan kasih hikmat bagaimana saya seharusnya mengatur waktu saya.

Memang sih harus bergumul dan stress sampai rasanya mau gila dulu. Tapi, justru di situ Tuhan jadi kasih rhema, kalau waktu harus digunakan dengan efektif, bukan semau kita.

Waktu itu seperti uang, kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin malah akan memperbudak kita. Bahayanya lagi, uang bisa dicari, tapi waktu ga bisa. Waktu harus digunakan sebaik mungkin. Bukan cuma tentang momen-momen, tapi juga gimana waktu kita bisa untuk kita bertumbuh juga, memaksimal hidup kita dan juga orang lain.

Semoga Tuhan beri hikmat lebih lagi, supaya saya lebih berdisiplin lagi. Aminnn.


Jadi hari ini saya baca status seseorang tentang Yudas dan Petrus yang "sama-sama bertobat", tapi dapet perlakuan beda.
Saya sudah tulis komen di status tersebut kenapa Yudas dan Petrus sama-sama berkhianat, tapi dapet perlakuan beda.
Baru baca status seseorang tentang persepuluhan. Ayat tentang persepuluhan memang berasal dari Perjanjian Lama (Maleakhi 3:10) "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap- tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan." Tapi bukan berarti ga berlaku di jaman ini.
Perpuluhan bukan semata-mata bukan untuk memperkaya hamba Tuhan. Tapi sudah jelas tertulis supaya ada persediaan makanan di rumah Tuhan. Seorang hamba Tuhan apakah karena melayani lalu harus susah makan, tidak punya tempat tinggal dan tidak punya pakaian juga??
Kalau ada hamba Tuhan yang punya mobil, punya rumah, apakah mereka tidak boleh menerima berkat juga? Sekian banyak jemaatnya yang diurus, haruskah dia berjalan kaki dari rumah ke rumah? Iya, kalau lingkupnya masih desa. Nah, kalau dari kota ke kota lain bahkan bisa antar negara??
Ga menutup mata banyak hamba Tuhan yang menjadi komersil juga. Tapi itu urusan dia dengan Tuhan. Urusan kita hanya memberikan apa yang menjadi hak Allah. Rumah-Nya memerlukan dana untuk melakukan banyak pelayanan. Pelayanan orang sakit, sekolah Minggu, misi, pendidikan, kunjungan orang sakit, pemuda remaja. Bukan hal yang ga mungkin Allah menjatuhkan uang tiba-tiba supaya semuanya berjalan. Tapi Allah kita lebih suka melihat semua dana itu terkumpul karena anak-anak-Nya taat bukan??
‪#‎hanyasharing‬ ‪#‎numpanglemparopini‬
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates