amsaLFoje -A Long Life Learner-


Berapa banyak dari kita, wanita, sering merasa menjadi korban dari sebuah situasi. Merasa terjebak dalam sebuah keadaan yang sepertinya salah. Pekerjaan yang salah, pasanggan yang salah, keputusan yang salah, lingkungan yang salah, dan situasi yang salah lainnya.

Saya salah satu orang yang bisa menyebutkan berbagai hal yang menyebabkan saya merasa berada di situasi yang salah. Merasa menjadi si pemeran utama yang selalu menjadi korban dan si penerima penderitaan.

Dengan sifat yang melankolis, hal ini bisa menjadi hal yang sangat menyiksa. Dengan segala macam detail kesalahan yang "tidak seharusnya" saya alami, saya merasa seluruh dunia membenci dan memusuhi saya.

Haiii, mungkin saya tidak sendirian. Ada banyak orang lainnya yang merasakan apa yang saya rasakan. Di sini saya hanya ingin mengatakan, benar-benar menyenangkan saat berpikir bahwa kita adalah pusat dari sebuah cerita.

Tapi tahukah kamu, dengan berpikir bahwa kita adalah pusat dari sebuah cerita, pusat dari dunia, kita sedang membohongi dan merusak diri sendiri. Kita percaya bahwa cerita dirancang hanya untuk mewarnai hidup kita.

"Lihat aku! Aku sedih! Aku terluka! Seharusnya kalian mengerti!"
" Hari ini aku sangat senang! Tidak seharusnya kalian merusam kesenanganku!"

Tapi, kita harus sedikit keluar dari lingkaran "kenarsisan" kita dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kita melihat apa yang terjadi dalam hidup orang-orang sekeliling kita?

Ya, mereka punya cerita mereka masing-masing. Mereka punya masalah yang mereka bawa sendiri-sendiri. Ada yang terlihat lebih ringan, ada yang lebih berat.

Ada orang yang datang ke hidup orang lain untuk membantu mengangkat beban, padahal ia sendiri sudah membawa bebannya sendiri. Ada yang datang meletakkan bebannya pada orang lain, lalu pergi meninggalkan orang itu sendiri. Ada pula yang memilih mengangkat bebannya sendiri tanpa melibatkan siapa pun dan ia sendiri pun tidak mau dilibatkan dengan beban orang lain.

Anehnya, ada yang mengangkat dan menerim beban dari orang banyak, tetapi senyumnya tetap lebar dan hidup. Ada yang bebannya ringan, tapi membawanya seperti bertontonn.

Mengapa begitu? Karena semuanya bergantung pada siapa pemeran utamanya.

Saat kita menyadari segala reaksi, respon, dan tindakan kita mempengaruhi cerita dari hidup orang lain. Kita akan lebih berhati-hati. Cerita apa yanb ingin kita bangun, cerita bahagia untuk semua orang atau cerita bahagia untuk kita sendiri?

Semuanya terserah kita.

#NyonyaDasterBahagia #amsalfoje

Gambar: answeritsa.wordpress

Ah, akhirnya nulis lagi. Gyan dan Papa Gi udah bobo. Saya sudah ngantuk, tapi mau beresin beberapa urusan Oriflame.

Sejak stress yang bikin mau mati itu, akhirnya semua bisa terkendali. Bukan karena TING tiba-tiba semua masalah beres, tapi karena seperti mendapat kekuatan baru.

Rasanya seperti Tuhan dukung saya untuk apa pun yang saya kerjakan. Tuhan mengajarkan saya untuk tidak berpikir terlalu jauh dari apa yang saya lihat dan dengar. Alias berhenti asumsi. Mulai mengungkapkan keinginan dengan santai dan melakukan 1 pekerjaan tanpa memikirkan pekerjaan lain.

Puji Tuhan, kesibukan sama seperti biasa, tapi hati lebih damai sejahtera, lebih bisa sabar dan sukacita. Tuhan menguatkan tangan saya untuk bekerja memberi yang terbaik. Tidak sempurna, tapi yang terbaik.

Saya selalu ingin menyelesaikan dengan sempurna, tapi tentus saja itu tidak mungkin. Ada situasi-situask yang tidak bisa kendalikan. Fokus pada apa yang bisa kita ubah daripada mengeluhkan hal-hal yang diluar kendali kita.

Mendisiplinkan pikiran dan perasaan memang tidak mudah, tapi hasilnya pasti akan membuat kita bersorak dan bersyukur pada Tuhan.



amsaLFoje via Blogaway

Waktu kita memilih hidup yang bertentangan dengan Firman Tuhan
Jangan marah jika kita dihakimi masuk neraka
Karena memang itu yang dikatakan Firman Tuhan

Waktu kita memilih hidup di luar Tuhan
Jangan marah kalau orang menyebut perbuatan dosa kita sebagai DOSA
Karena memang itu kenyataannya

Kita memilih hidup di dalam atau di luar Tuhan
Memilih hidup di dalam dosa atau lepas dari dosa
Kita tahu pasti apa resikonya
Jangan marah jika orang lain mengingatkannya

Berbagai spekulasi dan teori
Menolak surga dan neraka
Semua terasa benar karena hati tak perlu dituduh lagi
Lalu merasa tenang dengan hidup yang bebas

Tapi saat kamu dihadapkan dengan kematian
Kamu kembali berpikir
Apakah hidupku sudah benar?
Apakah keyakinanku benar?
Apakah surga dan neraka benar-benar tidak ada?
Bagaimana kalau ada?

Seribu kebaikan kita lakukan
Tetap tidak membuat kita merasa menjadi orang benar

Kebenaran
Sudahkah kita benar-benar tinggal di dalamnya?

Jangan marah kalau kamu hidup dalam kegelisahaan
Karena kamu sendiri yang memilihnya



amsaLFoje via Blogaway

Hahahhaha, bukan berarti jangan nulis sama sekali.

Pendek aja saya ceritanya.

Waktu saya memilih topik tentang penderitaan untuk majalah Pearl, ga nyangka benar-benar Tuhan jungkir balikkan. Sampai pengen ngerasa mati. Saya serius waktu bilang mau mati. Walau pun masih mikir kalau beneran mati nanti Tuhan nerima saya ga yaaa... Tapi saat itu benar-benar ngerasain rasanya pengen selesai aja hidup ini.

Jadi ngerti perasaan mereka yang tertekan. Mereka yang terdesak dan ga tahu harus ngapain lagi. Ini saya masih punya Tuhan tempat ngadu dan terus ingetin Firman dan janji-Nya. Gimana dengan mereka yang ga kenal Tuhan? Gimana dengan mereka yang ga punya pegangan. Yang selalu sendiri dan jalanin semuanya benar-benar seperti robot?

Saya masih mikir mau mati aja sepertinya masih kelihatan hidup. Di luar sana banyak yang jalanin hidup hanya sekedar bertahan tanpa pengharapan. Mikir mati juga kayaknya udah ga bisa. Tidak ada motivasi sama sekali.

Puji Tuhan kalau kemarin-kemarin Tuhan kasih pelajaran. Saya jadi bisa ngerasain apa itu penderitaan sampai pada titik terendah. Walau pun masalah saya belum seberapa.

Saya tidak tahu apakah nanti artikel saya bisa menjawab kebutuhan. Ini pun masih diperiksa editor.

Pastinya, saya berdoa supaya setiap orang yang hari ini merasa putus asa dan sendirian, menemukan Yesus supaya mereka bisa datang pada Bapa dan menerima kelegaan. Amin.



Tuhanlah tempat aku berpulang
Tempat di mana selimut hangat melingkupiku di kala malam dingin menusuk tulangku
Tempat di mana aku melegakan dahagaku di kala terik panas siang menyedot kehidupanku

Tempat aku tertidur lelap dalam kasih tanpa syarat
Tempat aku tertawa lepas karena penerimaan yang tiada habis
Tempat aku menangis tanpa perlu kutakut dihakimi

Tuhan,
Adalah yang paling kubutuh
Dialah nafas dari hidupku

Aku mati tanpa-Mu.



amsaLFoje via Blogaway

Hari ini saya menemukan gigi saya bergeser dan mengalami perubahan. Ada ruang yang lebih lebar di antara gigi bawah karena semasa SMA saya mencabut gigi geraham saya yang bolong. Sekarang baru terlihat efeknya. Gigi bawah saya seolah bergeser untuk mengisi ruang gusi yang kosong.

Lucunya, saya yang sudah ibu-ibu ini merasa gusar dengan perubahan ini. Saya takut menjadi jelek dengan gigi-gigi yang bergeser. Takut menjadi terlihat lebih tua dari usia saya yang sebenarnya.

Sayq mencoba mengabaikannya tanpa berusaha memperbaiki cara berpikir saya yang saya tahu itu tidak benar. Sampai tadi saya membaca training tentang skin care #oriflame, pikiran saya dibukakan lagi.

Saya diingatkan tentang wanita terjelek di dunia. Saya tidak akan menyangkal kalau dia memang sangat jelek secara fisik. Ada rasa ingin tahu bagaimana orang bisa hidup dengan wajah yang seperti itu.

Lizzie mengatakan bahwa siapa diri kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan, kesuksesan kita dll. Bukan oleh apa yang orang katakan.

Tapi saya tidak meyakini itu. Karena saat kita gagal, apakah kita menjadi tidak berharga? Saat kita mengikuti nasehat orang tua, apakah kita tidak menjadi diri sendiri? Saat kita ingin menyenangkan orang yang kita cintai apakah kita sedang menjadi orang lain?

Tidak. Keberhargaan dan siapa diri kita bukan ditentukan apa yang sudah kita lakukan karena jika itu menjadi dasarnya, akhirnya jatuh pad penilaian orang lain lagi. Keberhargaan dan siapa diri kita yang sejati bergantung pada apa yang dikatakan Pencipta kita

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Yesaya 43:4

Jika apa yang kita lakukan tidak bisa menjadi penentu keberhargaan kita, apalagi fisik kita.

Keberhargaan kita tidak ditentukan oleh kulit putih tanpa jerawat atau noda jerawat, rambut panjang lurus hitam tanpa uban, hidung mancung ramping sempurna, atau gigi rata putih tanpa lubang dan ompong. Tidak bukan itu.

Sejak Tuhan memikirkan bentuk, rupa, karakter, nama, siapa orang tua kita, kapan kita akan lahir, bagaimana cerita hidup kita... Sejak itulah kita berharga di mata Tuhan. Kita adalah buah hasil pikiran-Nya, kerinduan-Nya, kasih-Nya ....

Jadi, tak apalah gigi ini sedikit bergeser karena saat saya tahu saya berharga, saat itu pula saya tahu saya cantik apa adanya.

Terus, ga perlu pakai kosmetik dong Las?? Tetap perlulahh. Namanya kerja jualan kosmetik. Hahahha. Kalau kita menghargai diri sendiri, kita tahu bagaimana memperlakukan tubuh kita sendiri. Kosmetik perlu atau ga? Silahkan jawab sendiri ;).



amsaLFoje via Blogaway

WARNING!!! Tulisan ini mungkin akan membuat orang jadi tidak mau menikah karena ketakutan. Jadi, berdoalah sebelum membaca.


Dua bulan ini, entah kenapa saya jadi lebih banyak mengeluh. Jadi lebih banyak kuatir dan sulit bersyukur. Ya, sebenarnya saya tahu pasti sebabnya.

Saya menginginkan kehidupan orang lain.

Saya ingin bisa mengurus rumah dengan baik, mengurus anak dengan baik, tidak punya masalah keuangan, bisa melayani di gereja dengan bebas, bisa punya pekerjaan dengan gaji yang lumayan, bisa punya kebebasan melakukan hobi saya tanpa diganggu apa pun.

Wowww! Saya benar-benar menginginkan kehidupan yang sempurna. Namanya keinginan sudah pasti belum dimiliki dan hampir setiap hari saya mengeluhkan kondisi kehidupan saya.

Jujur, saya belum pernah semengeluh ini dalam hidup. Saya merasa seperti anak remaja yang labil dan menginginkan kehidupan orang lain.

Saya menginginkan kebebasan saya.

Aneh ya, padahal saya tidak dikekang dan dilarang ini itu. Rasa tanggung jawab dan komitmenlah yang membuat saya harus meletakkan kebebasan saya.

Jadi ibu rumah tangga tidak lagi menjadi sebuah sukacita. Yes, masih ketawa ketiwi, bahagia liat anak dan suami, tapi hasrat saya menginginkan kebebasan di masa lalu saya.

Kenapa saya menginginkan kebebasan masa lalu? Saya katakan ini ya, waktu kita perempuan menjadi istri lalu menjadi ibu, hampir tidak ada ruang di pikiranmu untuk memikirkan dirimu sendiri. Hampir setiap detik kamu memikirkan apa yang harus kamu bereskan dan lakukan, apakah kebutuhan suami sudah oke semua, bagaimana dengan kebutuhan anak? Saat kamu baru mau mengangkat kaki untuk istirahat, anak mulai rewel karena pup. Saat kamu baru membuat segelas teh hangat untuk sedikit menyegarkan pikiran,  anak tiba-tiba sudah bangun dan minta digendong.

Kamu akan sulit menemukan waktu untuk dirimu sendiri. Bahkan saya belum pernah ke salon untuk potong rambut dari sejak saya melahirkan.


Gilaa ya Las. Kok kamu ngeluh terus. Harusnya kamu bersyukur. Punya suami yang baik, punya anak yang sehat.

Sebenarnya, saya harus mengatakan yang tidak manis-manis ini sebelum saya menceritakan kelanjutannya.

Jadi, setelah masak MPASI Gi, saya buka aplikasi  blog saya dan langsung muncul tulisn Fany tentang bagaimana dia bergumul dengan kemalasannya mengurus rumah. Fany bilang dia bersyukur dengan teladan dari Ci Lia, ci Grace, dan Ci Shinta. Ibu-ibu yang sibuk dengan bocah-bocahnyaa, tapj masih bisa maksimal untuk melayani di blog dan homeschool.

Ketamparrrr. Iya, saya ketampar.

Saya GA SENDIRIAN! Di dunia ini banyak wanita-wanita yang menyerahkan potensi terbaiknya, kecantikan masa mudanya, dan kebebasan masa lajangnya demi, mengurus pria yang baru dikenalnya beberapa tahun dan manusia-manusia mungil yang entah muncul  dari mana.

Kenapa ya mereka mau begitu? Ada yang alasannya sama seperti saya, tanggung jawab dan komitmen. Jadi, walau pun sudah berdarah-darah mereka tetap bertahan. Tapiiiii, sama seperti saya sekarang, tidak ada sukacita, tidak ada ucapan syukur, mereka menuntut lebih dari suami, mereka mulai menginginkan suami menjadi seperti suami orang lain, mereka mengharapkan ada ini, itu, ono dan anu, berpikir dengan itu semua hidup mereka lebih bahagia.

Tapi ada juga yang punya alasan lain.
Karena Kristus. Bukan cuma karena sebuah perintah untuk istri mengurus rumah tangganya, tetapi karena ingin menyenangkan hati Tuhan. Suami adalah kepala keluarga dan kepala suamii adalah Kristus. Jadi, menyenangkan suami sama dengan menyenangkan Kristus.

Saya lupa akan hal ini. Saat saya sedang melayani suami, saya sedang melayani Kristus. Saya tidak perlu mencari-cari pelayanan di luar karena melayani suami saya berarti melayani Kristus.

Maluuuu sekali waktu saya membaca lagi beberapa blog lain. Blog Mega, tapi saya lupa yang mana.

Intinya saya diingatkan... Mulut saya mungkin tidak mengeluarkan keluhan. Tapi saat saya menekuk wajah saya dan berkata-kata tidak baik dipikiran saya, saya sama seperti perempuan yang suka mencari perdebatan.

Saya mungkin tidak merendahkan suami dengan kata-kata, tapi saat saya meremehkan dalam pikiran, saya sudah tidak menghormati dia. Tidak menghormati suami sama dengan tidak menghormati Kristus.

Dua bulan ini saya merasa menjadi manusia paling buruk di dunia. Hati saya penuh amarah dan kekuatiran. Sulit mengampuni dan sulit bersyukur.

Ubahkan hatiku Tuhan
Sama seperti saat dulu Kau ubahkan hatiku

Kuatkan kakiku Tuhan
Sama seperti saat dulu Kau menguatkan langkahku

Lembutkan hatiku Tuhan
Sama seperti saat dulu Kau lembutkan hatiku dengan kasihMu

Jangan jauh-jauh dariku Tuhan
Karena hanya Engkau yang jadi peganganku
Tempat penghiburanku
Sumber hikmatku
Dan alasanku untuk hidup

Biarlah orang-orang mencari kebahagiaannya di tempat lain
Tapi aku, Tuhan
Hanya Engkau yanh menyukakan hatiku

Selidiki hatiku Tuhan
Apakah aku sungguh mengasihi Engkau
Apakah hatiku murni mengikut Engkau

Biarlah semua orang mencemooh aku
Tapi jangan Engkau jauh-jauh dariku

Tetap di sisiku, Tuhan
Karena hanya Engkau rumah tempatku pulang



amsaLFoje via Blogaway


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates