amsaLFoje -A Long Life Learner-
Lasma ngapain sih sibuk banget nulis-nulis status sok rohani di FB?? Mending ada yang baca. (Tudahan setan dalam pikiran)

Sori yee kalau gua suka sok kotbah & sok suci di medsoc. Hidup juga belum tentu bener.

Tapi, gua punya kerinduan melayani Tuhan. Sayangnya, keadaan gua ga memungkinkan untuk melakukannya di luar rumah. Gua juga udah mewek-mewek sama Tuhan karena rindu pelayanan (rindu Tuhan atau pelayanan sih? -_-)

Terus, kalau gua mewek terus memang bisa ngubah keadaan? Ga. Ya gua fokus sama apa yang bisa gua lakukan buat Tuhan. Gua suka nulis, kata teman-teman tulisan gua lumayan, gua punya socmed, gua punya hp canggih. Ini yang gua punya buat melayani Tuhan. Kalau gua fokus sama apa yang ga gua punya, pengen kejayaan masa single, gua ga akan pernah melayani karena gua fokus sama yang ga gua punya.

Ini cara gua membagi apa yang sudah Tuhan kasih buat gua. Berkat itu bukan buat kita sendiri. Jangan biarkan cawan kita luber dengan anggur. Nanti anggur itu tumpah terbuang sia-sia. Dengan berbagi lewat socmed, gua menjaga cawan gua terus terisi anggur yang baru. Dengan cara itu juga gua melayani Tuhan

Mau dibilang pencitraan atau apa terserah. Pikiran orang tanggung jawab masing-masing, tugasku menjaga hati nuraniku tetap bersih. Dengan dikendalikan rasa takut dinilai, nama Tuhan ga akan dipermuliakan. Ga akan ada kesaksian, ga ada yang dikuatkan, ga ada yang ditegur, ga ada yang diberi tahu jalan yang benar.

Badan gua dibatasi rumah kontrakan kami, tapi kesaksian tentang Kristus ga boleh dihentikan oleh apa pun & siapa pun.

#melawanintimidasiiblis
Jebakan pernikahan yang sering kita pikir benar;

- mentingin anak dari pada pasangan
- mentingin pekerjaan daripada keluarga dengan alasan demi keluarga
- mentingin keluarga sendiri dari pada pasangan
- mentingin diri sendiri daripada pasangan dengan alasan yang penting sudah melakukan kewajiban
- berhenti memaafkan & memberi karena merasa selalu mengalah & yang paling berusaha

Hati-hati buat pasangan baru, apa yang kelihatan benar belum tentu benar. Rumah tangga retak bukan cuma karena ada pria atau wanita idaman lain. Keterpusatan pada diri sendirilah yang pertama kali memberi retakan kecil. Retakan kecil bisa menjadi retakkan besar.

Berpegang pada Firman Tuhan, kunci terbaik untuk berespon dengan BENAR dalam situasi yang SALAH.

- istri tunduk & hormat pada suami karena suami kepala atas istri & kepala suami adalah Kristus
- suami sayangi istri
- perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan
- KASIH
1 Korintus 13:4-8

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap..

#mengoreksidiri


Bacaan: Yohanes 4:1-15
NATS: Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? (Yohanes 4:9)

Dalam Yohanes 4:1-15, kita membaca bahwa Yesus lelah, lapar, dan haus. Sebagai Putra Allah, Dia dapat memenuhi semua kebutuhan jasmaninya sendiri. Semestinya Dia mudah mendapatkan makanan dan minuman. Namun Yesus tidak bersikeras untuk memenuhi semua kebutuhan-Nya sendiri.

Waktu itu, murid-murid-Nya pergi ke kota untuk membeli makanan. Sementara itu Dia duduk di pinggir sumur Yakub untuk beristirahat dan menunggu. Kemudian, saat seorang perempuan Samaria yang moralitasnya diragukan datang untuk menimba air, Dia melakukan hal yang mungkin enggan dilakukan oleh sebagian besar dari kita: Dia meminta minum dari perempuan itu.

Selama bertahun-tahun saya melewatkan suatu pelajaran penting tentang kemanusiaan Tuhan, sampai Dia mengajar saya tentang egoisme terselubung karena sikap saya yang tidak mau mengizinkan orang lain menolong saya. Suatu hari seorang teman berusaha berbuat baik kepada saya, tetapi seperti biasanya saya menolak. Dalam kekecewaannya ia berkata, "Kamu tahu nggak? Kamu tuh terlalu pelit untuk menerima!"

Seketika saya sadar! Benar, saya selalu berusaha menjalankan firman, "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima" (Kisah Para Rasul 20:35). Masalahnya, dalam usaha saya untuk tidak egois, saya selalu merasa harus menjadi Pemberi.

Orang lain juga rindu untuk mengalami berkat dalam memberi. Sayang kita sering kali mengecewakan mereka dengan menolak bantuan mereka. Marilah kita belajar menjadi penerima yang murah hati, seperti Yesus -JEY


BERMURAH HATILAH UNTUK MENERIMA
SAMA SEPERTI KETIKA KITA MEMBERI

Ih ga telatlah ya bikin Dream Board bulan ini. Masih ada 8 bulan ke depan untuk mewujudkan. Hehehhe

Ini keinginan-keinginan kecil yang sebenarnya ga terlalu gimana. Tapi sudah bisik-bisik sama Babe mau ini itu. Ga tahu nanti akan dikasih dengan cara apa atau malah ga dikasih. Yang saya tahu minta dulu aja sama Bos Besar.

1. Smartphone dengan kapasitas RAM lebih besar.

Kerjaan saya sebagai marketing independen nuntut saya punya banyak aplikasi massenger. Hp ini yang sekarang ga cukup untuk itu. Sering low memory dan jadi lambat. Belum lagi aplikasi editor foto & social media.

Tuhan tahulah kebutuhan saya ini. Hehehhe. Yang diotak pengen banget I-phone. Tapi balik lagi ke Babe, mau kasih atau ga :D.

2. Buku MODERN MAMA (wake up.fight.repeat)

Baca testimoni Neng Bohay - Maya Septha tentang buku ini & langsung pengen banget baca. Ternyata ga cuma saya yang bergumul dengan keinginan untuk jadi diri sendiri & mengembangkan diri - tapi juga ga mau ninggalin tanggung jawab sebagai istri & ibu.

Sepertinya kalau saya baca buku ini saya akan mendapat lebih banyak inspirasi, motivasi, & bayangan bagaimana caranya tetap menjadi istri & ibu tanpa kehilangan jati diri. Moga-moga bisa beli bulan depan. Aminn.

3. True Perfection Serum

Bukan promosi, tapi aku memang jatuh cinta banget sama serum ini. Bisa dipakai siang & malam. Jatuh lebih hemat kan hahahha.

Karena saya konsultan Oriflame, sudah pasti saya harus pakai produknya juga supaya bisa memberi gambaran pada pelanggan. Bukan berarti semua produk dipakai juga.

Beberapa bulan ini mikirin produk mana yang cocok buat saya. Waktu itu pernah coba satu, tapi ga cocok. Kulit sedang bermasalah juga. Buat cuci muka sih sudah cocok dengan Pure Skin. Ga mau pindah ke lain lagi.

Lalu munculah tester True Perfection ini. Saya pakai serumnya saja & ternyata cocok. Ga berat, langsung menyerap & kulit juga terasa sehat. Jatuh cintaaa & mupeeenggg. Sayangnya harganya belum cocok di kantong saya yg masih manager 12%. Bisa sih pakai bonus yang ada, tapi saya cari duit kan buat keperluan rumah tangga juga hehehhe. Akhirnya nahan diri.

Cuma bisa minta ke Babe & berharap bisa beli bulan ini. Biasa bisa tahan 2 bulan 1 botol. Ga ada yang mustahil. Kalau Babe berkenan, pasti Babe sediakan. Ga tau gimana caranya. Minta aja dulu sambil setia bekerja.


Sisanya... keinginan-keinginan besar tahun ini.

- Level Senior Manager!!
- Tandanya dapet Honda Beat Gratiss
- Jalan-jalan ke Jogja
- Bisa naik kereta - seumur hidup belum pernah naik kereta
- Bisa bayar Asisten Rumah Tangga dari bonus Oriflame buat nyeterika. Punya bayi, nyeterika jadi pekerjaan terberat.

Itu semua keinginan hati saya di tahun ini. Kok ga ada yang berbau rohani?? Ga ada karena hal rohani itu harus & wajib ditingkatkan & diasah setiap hari. Keinginan saya di atas ga terlepas dari hal rohani juga.

Mintalah maka akan diberi. Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Carilah maka akan menemukan.

Kalau meminta hal duniawi masih kita anggap hal fana, ya terserah sih. Yang saya tahu, waktu saya meminta hal duniawi atau pun spiritual - ada hubungan yang baik antara saya & Tuhan. Ada kepercayaan penuh kepada Tuhan. Keinginan saya ga perlu terkabul, tapi minimal saya punya keberanian meminta pada Bapa (dulu saya ga suka minta karena ngerasa ga sepantasnya kita minta-minta sama Tuhan - kasian banget gua dulu).

Okeyyy. Biar kehendak Tuhan yang jadiiii. Semoga Tuhan setuju dengan keinginan hati saya. Aminn. Hahahha.
Mengampuni itu berat
Mengampuni itu sulit
Mengampuni itu menyesakkan

Bagaimana kalau dia mengulangnya lagi?
Bagaimana kalau dia menyakiti lagi?
Bagaimana kalau aku terluka lagi?
Bagaimana kalau aku direndahkan lagi?

Aku harus tetap mengampuni
Sekali pun aku terluka lagi
Aku harus terus mengampuni
Walau sesak di dadaku berulang kali
Aku tidak boleh berhenti mengampuni
Meski aku merasa bodoh & rendah

Aku harus mengampuni karena aku telah diampuni
Aku ingin mengampuni karena aku ingin mengasihi
Aku memutuskan untuk mengampuni lagi karena aku selalu mendapat pengampunan

Mengampuni itu sakit
Tapi aku mau
Karena aku
Telah diampuni


Merawat anak sendiri, sudah pasti menjadi impian semua ibu. Termasuk saya, makanya saya memilih bekerja di rumah. 

Tumbuh kembang anak di 5 tahun pertama sangat penting & sangat perlu diperhatikan. Lima tahun pertama itu tidak akan bisa terulang lagi.

Lalu, bagaimana dengan ibu yang bekerja? Apakah mereka salah??

Okeyyy teman-teman!! Selama ini saya sering menemukan pandangan seperti ini;

- Ih, anak lo ga full ASI? Awas obesitas lo. Males banget jadi ibu ga mau kasih ASI (kagak tahu dia kalau kasih sufor lebih ribet & repot, jadi sebenarnya kami lebih rajin hahhahaha *ngeles)

- Ih, lo di rumah doang? Terus buat apa lo sekolah tinggi-tinggi? Ngurus anak doang?

- Ih, anak kok ditinggal-tinggal kerja. Uang tuh bisa dicari. Tapi, anak siapa yang bisa ganti?

- Ih, kerja siang malem. Hasilnya juga ga keliatan.

- Ih, kerja siang malem demi duit. Iya, sih uangnya banyak, tapi pasti penyakitan & keluarganya ga keurus.

- dan ih lainnya yang bikin kita ingin menyumpal mulut orang yang bicara.
(Lasma kasaarrr)

Maksud saya di sini, kita bukan HAKIM atas hidup orang lain & pilihan yang mereka ambil. Hari ini kita bisa memberi ASI penuh buat anak kita bersyukurlah & berempatilah pada mereka yang tidak bisa. Bukan mencibirnya, bukan mempertanyakannya, bukan menyindirnya (anak sapi minum susu sapi, anak manusia masa minum susu sapi).

Kalau hari ini kita memilih menjadi IRT, jangan mencibir ibu yang memilih bekerja. Kapasitas ibu yang memilih jadi IRT dengan yang bekerja itu beda. Mereka punya pertimbangan masing-masing. 

Kenapa ya Lasma milih jadi IRT saja?? Tiga bulan pertama saya menikah, tertekan & kelelahan luar biasa. Di situ saya menemukan tidak bisa memberikan waktu yang terbaik, mood yang terbaik, tenaga yang terbaik buat suami saya. Berkali-kali saya menangis tanpa sebab karena stress & kelelahan. Kebayang kalau sudah punya anak lalu tetap bekerja?? 

Sekarang, waktu saya memutuskan bekerja dari rumah, pemasukan memang tidak tetap. Tidak bisa langsung menerima "jebrettt" sekian juta. Pelan-pelan saya harus membangunnya sendiri. Tapi, saya punya tenaga yang terbaik, waktu yang terbaik dari diri saya untuk keluarga saya. Waktu yang fleksibel, uang yang pelan-pelan diraih. Itu pilihan saya. Saya sudah mempertimbangkannya & mau menerima resikonya.

Bagaimana dengan ibu yang bekerja? Apakah mereka bisa memberi waktu yang terbaik buat keluarga? 

Tentu saja bisaaaa. Hanya saja mereka harus lebih bekerja ekstra untuk melakukannya. Banyak ibu bekerja yang berhasil mendidik anaknya dengan baik.

Ibu yang bekerja dari rumah menggunakan kreatifitasnya untuk mendapat uang lebih. Sedangkan mereka yang bekerja kantoran menggunakan kreatifitasnya untuk mendapatkan waktu yang berkualitas.

Setiap hal punya resiko. Mana yang kita pilih, kita harus siap menerima ketidaknyamanannya. Pasti akan selalu ada harga yang kita bayar.

Yang jadi masalah, kalau kita menyalahkan kondisi orang lain untuk membenarkan pilihan kita sendiri.

Misalnya. Saya sudah memilih menjadi seorang ibu yang bekerja di rumah, lalu saya katakan.

" Gua sih ga mau anak gua di asuh orang lain. Nanti anak gua blablabla...."

Atau si A melihat orang kerja siang malam, lalu mengagakan

" Ngapain kerja siang malam cari uang, tapi ga bahagia. Gua sih bersyukur dengan hidup gua." Di dalam hati mengingat seseorang.

Ccckkcckkk, pilihan kita sudah benar, tapi pilihan orang lain juga ga salah. 

Saya membagikan ini bukannya tidak pernah berpikir seperti itu. Justru saya sering menemukan pikiran saya melakukan hal demikian. Menyalahkan kondisi orang lain untuk membenarkan kondisi sendiri.

Padahal tidak bisa seperti itu. Cerita saya ya cerita saya. Cerita mereka ya cerita mereka. Kita tidak bisa memaksakan cerita hidup kita pada orang lain. Apalagi kalau hanya untuk membenarkan diri.

Lagipula, kalau kita membenarkan diri, sebenarnya ada sisi hati kita yang terusik & terganggu. Di situ kita mungkin perlu minta Tuhan selidiki isi hati kita.

Ocehan yang ngalur ngidul. Cuma nulis dari hp. Karena komit buat nulis seminggu sekali, ya harus tetap nulis.

Semoga bisa jadi berkat yaaaa 😁😁😁
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates