amsaLFoje -A Long Life Learner-
Oiii!!! Akhirnya nulis lagii!! Babe lagj kasih rhema dan pengen bisa bagiin nih.

Udah pada tahu ya saya lagi terjun di bisnis Oriflame. Kenapa terjun ke situ? Biar bisa kerja di rumah. Hohoho. 
Lasma, gimana kalau seandainya mimpi lo ga pernah terwujud lewat bisnis ini?

Minimal gua udah berusaha. Gua cuma ga mau nunggu berkat Tuhan datang. Gua mau bekerja sama dengan Tuhan untuk menerima berkat itu. Karena bisnis ini bukan cuma tentang hasilnya, tapi proses yang gua alami. Wktu-waktu yang gua jalani bersama Tuhan & bergantung pada Dia sepenuhnya. Bekerja sama dengan Tuhan & menyerahkan total hasilnya pada Dia.

Ini bukan sekedar bisnis. Ini bisnis yang gua rindu, orang lain lihat kalaub Tuhan benar-benar bekerja bagi orang yang berharap pada Dia. Bisnis ini adalah kesaksian hidup.

Kalau akhirnya gagal, minimal orang melihat Tuhan ga ninggalin gua waktu gua gagal. Akakkakaka.

#NyonyaDasterBaagia
Kalau sampai hari ini kita belum pernah melihat mukjizat Tuhan, mungkin perlu cek di sini

Yeeaay, menulis lagi. Babe mengingatkan saya terus supaya terus menulis walau ujungnya bukan penulis profesional.

Tuhan suruh nulis, Tuhan juga yang beri hikmat untuk menulis apa.

Tadi, waktu siap-siap makan siang, Roh Kudus mengingatkan tentang cara bersyukur. Iya, bersyukur ada caranya juga ya.

Selama ini kita selalu belajar bersyukur dalam segala situasi. Bagus sekali bukan?? Tapi, ternyata ada ucapan syukur yang bukan jadi berkat malah bisa jadi batu sandungan buat orang lain.

Ucapan syukur yang seperti apa? Ucapan syukur yang membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sering tidak kita bersyukur seperti ini??
Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.


Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.
Orang udah pada tahulah ya beberapa bulan ini gua ama laki bikin ribut di socmed. Debat ga karuan soal copras capres (sebenernya kami ga pernah bermaksud pengen debat).

Yang terakhir soal opini dan pertanyaan gw yg ternyata menyulut perdebatan lagi. Dari situ ternyata banyak yang terganggu (maaf sebesar2nya), sampai salah satu sesepuh majalah pearl negur gw.

Ya, dr teguran dia gw bljar nahan diri buat komentar sekalipun gw resah seresah resahnya juga dengan pemerintahan yg baru. Gw putusin buat komentar ke orangnya langsung lewat twitter. Memang seharusnya begitu.

Yang bikin hati ini nyat nyit nyut waktu baca status orang yang entah kenapa kayak nyindir gw. Kalau beneran, kamu berhasil *tepok tangan. Tapi juga kecewa. Kalau benar itu nyindir gua, kenapa ga ngomong langsung?? Kata2 dia semua benar.

Gw berharap dia ngomong langsung sebagai saudara. Tapi, ya udinlah yaaa... gw tahu selama perdebatan itu orang pada salah paham sama gw n suami. Dikira kami sangat membela si ini, dikira kami sangat membenci si itu. Sampai kami merasa disuruh diam secara tidak langsung.

Hanya beberapa orang yang benar-benar bertanya apa yang gw pikirkan.      Sisanya, dengan semangat silang pendapat ama gw 😄

Gw ga tau apa yg salah dgn mengkritik pemerintahan karena selama ini toh orang melakukannya. Benar gw berpendapat dgn emosi, di waktu yg ga tepat, dan bahasa yg ga tepat. Mungkin ini yg jadi masalah.

Ya, intinya gw mau hati-hati nulis. Jangan sampe malah orang2 yg gw sayang kecipratan kebodohan gw.

Buat yg akhirnya nyindir gua, terima kasih buat hikmatnya. Tapi gw juga harus lepasin pengampunan karena gw udh terlanjur kecewa (sakitnya tuh di sini). Semoga orang itu semakin diberi hikmat oleh Tuhan.

*Pantesan gw sering ngefans sama orang yg omongannya pedes tapi bener. Selalu ngerasa aman sama org kyk gini (salah satunya Aki 😄😄😄).


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates