amsaLFoje -A Long Life Learner-
Yeeaay, menulis lagi. Babe mengingatkan saya terus supaya terus menulis walau ujungnya bukan penulis profesional.

Tuhan suruh nulis, Tuhan juga yang beri hikmat untuk menulis apa.

Tadi, waktu siap-siap makan siang, Roh Kudus mengingatkan tentang cara bersyukur. Iya, bersyukur ada caranya juga ya.

Selama ini kita selalu belajar bersyukur dalam segala situasi. Bagus sekali bukan?? Tapi, ternyata ada ucapan syukur yang bukan jadi berkat malah bisa jadi batu sandungan buat orang lain.

Ucapan syukur yang seperti apa? Ucapan syukur yang membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sering tidak kita bersyukur seperti ini??
Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.


Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.
Orang udah pada tahulah ya beberapa bulan ini gua ama laki bikin ribut di socmed. Debat ga karuan soal copras capres (sebenernya kami ga pernah bermaksud pengen debat).

Yang terakhir soal opini dan pertanyaan gw yg ternyata menyulut perdebatan lagi. Dari situ ternyata banyak yang terganggu (maaf sebesar2nya), sampai salah satu sesepuh majalah pearl negur gw.

Ya, dr teguran dia gw bljar nahan diri buat komentar sekalipun gw resah seresah resahnya juga dengan pemerintahan yg baru. Gw putusin buat komentar ke orangnya langsung lewat twitter. Memang seharusnya begitu.

Yang bikin hati ini nyat nyit nyut waktu baca status orang yang entah kenapa kayak nyindir gw. Kalau beneran, kamu berhasil *tepok tangan. Tapi juga kecewa. Kalau benar itu nyindir gua, kenapa ga ngomong langsung?? Kata2 dia semua benar.

Gw berharap dia ngomong langsung sebagai saudara. Tapi, ya udinlah yaaa... gw tahu selama perdebatan itu orang pada salah paham sama gw n suami. Dikira kami sangat membela si ini, dikira kami sangat membenci si itu. Sampai kami merasa disuruh diam secara tidak langsung.

Hanya beberapa orang yang benar-benar bertanya apa yang gw pikirkan.      Sisanya, dengan semangat silang pendapat ama gw 😄

Gw ga tau apa yg salah dgn mengkritik pemerintahan karena selama ini toh orang melakukannya. Benar gw berpendapat dgn emosi, di waktu yg ga tepat, dan bahasa yg ga tepat. Mungkin ini yg jadi masalah.

Ya, intinya gw mau hati-hati nulis. Jangan sampe malah orang2 yg gw sayang kecipratan kebodohan gw.

Buat yg akhirnya nyindir gua, terima kasih buat hikmatnya. Tapi gw juga harus lepasin pengampunan karena gw udh terlanjur kecewa (sakitnya tuh di sini). Semoga orang itu semakin diberi hikmat oleh Tuhan.

*Pantesan gw sering ngefans sama orang yg omongannya pedes tapi bener. Selalu ngerasa aman sama org kyk gini (salah satunya Aki 😄😄😄).


Selamat Ulang Tahun

Akiku-Papa Gi-Gerry Adrianus Sewow

Panjang umur sehat selalu. Makin ganteng maksimal. Makin jadi inspirasi buat Oma dan Gi. Karirnya makin sukses. Rejekinya makin tokcer.
Menjadi seorang ibu
Kata mereka adalah naluri
Tapi tidak bagiku

Menjadi seorang ibu
Sama seperti saat aku memilih
Menjadi seorang istri

Memutuskan untuk mengasihimu setiap hari
Sama seperti aku memutuskan mencintai ayahmu setiap waktu

Aku memilih bersabar saat tak mengerti maumu
Sama seperti aku selalu bersabar menghadapi kelemahan ayahmu

Kasihku tidak otomatis, Nak
Kasihku tumbuh perlahan
Seiring kuberikan waktuku
Tenagaku, hidupku
Agar kau tumbuh dengan baik
Sama seperti cintaku pada ayahmu
Bertumbuh perlahan
Bukan muncul seketika

Menjadi ibu bukan naluri, Nak
Bukan pula tentang hubungan darah dan daging
Menjadi ibu adalah sebuah komitmen
Sebuah pilihan
Dan aku memilih menjadi
Ibumu



*nguap tiga kali
*ngulet sepuasnya
*rebahan cari posisi ueeenaaak

Ok, Gi akhirnya kamu sudah 2 bulan 8 hari. Makin hari tangan Mama lebih gampang pegal menggondong kamu. Itu tandanya kamu tambah besar dan sehat, Nak. Puji Tuhan.

Kamu bukan anak yang rewel. Asal kenyang, kamu pasti tidur dan main dengan tenang.

Papa Mama antusias sekali melihat pertumbuhanmu. Kamu mulai banyak mengeksplorasi sekelilingmu dengan tatapan ingin tahu. Tangisan hausmu saja bisa membuat kami tertawa senang.

Walau begitu, ada saat-saat di mana kami frustasi karena kami tidak mengerti apa yang kamu mau. Kamu hanya menangis dan menangis. Seperti waktu "pabrik" Mama mampet sebelah, kamu lebih banyak menangis. Berbagai macam dugaan kami kira-kira. Berbagai macam cara kami lakukan supaya tidurmu nyenyak. Kami tidak tahu kenapa udaha kami lebih banyak gagal. Setelah dari dokter kami baru mengerti, kamu kurang kenyang.

Waktu mendengar hal itu, Mama merasa sesak karena Mama merasa gagal menjadi ibu. Keputusan memberikanmu susu formula kami ambil dengan berat hati.

Tapi, melihatmu seperti sekarang,sehat, kuat, aktif, kami menjadi tidak menyesal. Bagaimana pun kesehatanmu lebih penting dari pada idealisme kami.

Kadang-kadang kita menang harus meletakkan idealisme kita demi orang lain, Nak. Bukan berarti kita menjadi orang lain, tapi artinya mengagungkan sebuah idealisme yang sebenarnya pun bukan hal terikat di firman Tuhan dan membiarkan orang yang kita sayang kesusahan (kecuali hal itu hal prinsipil dari firman Tuhan).

Waktu Mama hamil, mama sudah berpikir mau melakukan ini itu buat kamu. Seperti teman-teman Mama yang sudah punya anak, tapi lagi-lagi Mama menyerah. Mama tidak bisa jadi seperti mereka. Bukan berarti Mama berhenti melakukan yang terbaik, hanya saja... Kamu ya kamu, bukan anak lain. Mama ingin perlakukan dan didik kamu sebagaimana Tuhan menciptakanmu. Teman-teman Mama bisa jadi contoh dan inspirasi, tapi bukan menjadi dasar untuk melakukan ini atau itu terhadapmu.

Memang akhirnya Mama menemukan kesenangan tersendiri saat mengenalmu lebih lagi. Orang bilang nanti "bau tangan". Mama bilang itu cara membuat ikatan denganmu. Orang bilang ini dan itu, tapi Mama melihat apa pun yg Mama lakukan, sudah ada karakter khusus yang Tuhan letakkan di dalam dirimu. Mau Mama dan Papa jungkir balikan seperti apa pun, karaktermu akan seperti itu. Karakter yg menjadi dasar kamu untuk meresponi segala sesuatu.

Sekarang tugas kami adalah mengajarkanmu kebiasaan baik yang menjadi prinsip hidupmu nanti. Tugas yg lumayan berat, mengingat Mama dan Papa bukan tipe yang konsisten dan mudah bosan.

Apa pun itu, tetap semangat bertumbuh ya Gi. Semangag belajar dan mengeksplorasi duniamu.

Ingat selalu, di antara semua orang yang menyayangimu, Tuhan Yesuslah yang paling sayang padamu.

Papa sayang Gi
Mama sayang Gi

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates