amsaLFoje -A Long Life Learner-
Jangan berenti nulis. 

Itu aja yang ada di dalam otak sejak mulai bisnis. Jalanin bisnis & urus keluarga sekaligus, sudah pasti nyita waktu & pikiran. Kadang mau baca buku atau nulis kalau si ganteng.Jr udah bobo. Eh, malah ikutan bobo. Saya bobo duluan malah.

Nah, akhir-akhir ini Tuhan ingetin buat bikin jadwal. Jangan sampai tanggung jawab sebagai istri, tanggung jawab sebagai upline, & tanggung jawab sebagai pribadi tidak dijalankan dengan seimbang.

Istilahnya... JANGAN KEHILANGAN JATI DIRI

Iya, kamu sibuk urus anak. Urus suami. Urus rumah. Jalanin bisnis. Sampai lupa ada jati diri yang perlu dihidupin.

Apa sih maksud lo jati diri, Las??

Jati diri yang saya maksud, ya apa adanya diri kita. 

Kalau Lasma jati dirinya,
Suka nulis
Suka ngomongin yang rohani, yang sok bijak, yang sok membangun orang lain
Suka memimpin & mengajar
Suka baca-baca buku motivasi & kepemimpinan
Suka nonton
Dll

Nah, saya sering terjebak dalam tanggung jawab sebagai istri & ibu sampai melupakan apa yang saya sukai. Saya pikir sudah sepatutnya saya melepaskan itu semua.

Tapi, suatu hari saya nonton kotbah Philip Mantofa di youtube sambil setrika baju. Dia ad bilang " Suami-suami dukung istri untuk maksimal dalam panggilannya."
Berartiii, seharusnya saya tidak melupakan panggilan yang Tuhan taruh di hati. Suami sih ga larang ini itu, tapi saya mengikat kaki & tangan saya dalam tanggung jawab lalu melupakan panggilan saya.

Kok bisa?? Cuma gara-gara GA BISA BAGI WAKTU.

Seminggu ini Tuhan ingatkan saya untuk membuat jadwal & menaatinya. Berat bangetttt ternyataaa... Jatuh bangun. Tapi, tentunya ga boleh nyerah.

Sabtu-Minggu jadi hari saya ngeblog. Ga boleh ga nulis.

Semoga hikmat Tuhan terus mengalir. Biar saya benar-benar menyampaikan isi hati Tuhan, bukan hikmat saya sendiri.

Aminnn.
Hari ini ada satu kejadian yang membuat saya merenung.

Salah satu guru membuat saya dan seorang teman admin kesal karena beliau tidak membantu kami untuk anak-anak mengikuti peraturan sekolah yang sudah lama di tetapkan.

Lalu saat makan siang tadi saya dan teman saya bertanya pada salah satu guru yang kami percaya beliau orang yang netral. Sebenarnya bagaimana caranya membuat guru-guru bisa punya satu kesepakatan yang sama dalam mendidik anak-anak murid kami.
Waktu gathering Bimbingan Pra Nikah minggu lalu, tiap peserta mendapat profetik letter dari pembinanya. Berhubung kakak pembina kami orangnya tipe yang logis..Akakakka... practicallah ya bisa dibilang. Dia lebih memilih iman yang dalam bentuk tindakan daripada kata-kata, isi surat yang dia tulis jadinya hanya beberapa kalimat dan ayat.


Saya lupa ayatnya dimana, tapi ayat itu menohok-nohok hati saya. Apa sih isi ayatnya?? Jangan iri pada orang fasik...



Waktu dapat ayat itu saya merasa Tuhan sedang mengoperasi otak saya. Jauh di lubuk hati saya, saya sering merasa iri pada orang-orang yang mendapat berkat dengan mudah. Apa-apa ada.. (padahal mungkin sebelumnya mereka bergumul juga, cuma diceritain pas udah dapet berkat saja).
DP 1st trial exam tahun ini benar-benar luar biaasaaa… Saya banyak melakukan kesalahan. Bos saya juga, entah kenapa jadi ga konsen kayak biasanya. Beberapa hari emang sakit sih.

Dalam seminggu ini bener-bener seolah ga ada break. Saya usahakan datang lebih pagi biar bisa sarapan dengan tenang karena sebelum jam 7.30 saya sudah harus berada di tempat lain dan harus mulai awas. Jam 8.30 naik lagi ke lt. 4 siapin semua bahan ujian dan memastikan pengawas datang tepat waktu. Sebenarnya saya juga harus stanby di ruangan supaya kalau ada yang perlu ditanya di soal ujian, saya yang akan mencari guru mata pelajarannya.

Sudah memastikan pengawas ada dan soal ok2 saja. Turun ke perpustakan buat scan dokumen yang akan dikirim ke examiner IB. Kalau yang covernya doang sih oklah ya, tapi kalo yang semua tugas-tugasnya, sampe ngantuk-ngantuk ngerjainnya (temen kerja yang tiap liburan semester scan dokumen ratusan anak juga pasti ngantuknya lebih parah). Selesai scan, siapin buat exam besoknya dan lipetin lembar jawaban.

Anak-anak pulang sekolah, waktu jumat kudu meeting OSIS. Selesai meeting, masih siapin buat ujian besok biar ga dikejer-kejer.

Nah, hari ini saya ceroboh. Kemarin saya tidak mengingatkan Bapak yang biasa fotocopy lembar jawaban. Jadinya pagi-pagi pas tau ga ada lembar jawaban, saya sampai panik. Mau foto copy sendiri, mesinnya eror terus. Sedangkan jam 7.30 saya sudah harus turun dan stand by di pintu gerbang. Puji Tuhannya, si Pak tukang fotocopy datang dan langsung membantu.

Itu kerjaan rutin, tapi kadang-kadang ada perintilan tambahan. Ngawas kelas yang tidak ada gurunya, mencari murid yang perlu dipanggil, mencari guru yang sedang dicari, memastikan kertas buat print siswa tidak habis, bantu scan tugas anak-anak dsb.

Capeee?? Capee bangeeettt… apalagi waktu musim ujian seperti ini. Ga selalu selelah ini sih. Tapi ditengah-tengah kesibukan ini, dalam hati bersyukur kalau saya perempuan. Kalau di mapping, mungkin pekerjaan saya seperti bercabang-cabaaaaaaaangggg… Bukan konsen di satu hal. Yang berarti saya harus membagi pikiran saya ke beberapa bagian. Puji Tuhannya bisa dikerjakan dengan nyambil pekerjaan lain. Saya yakin, makhluk bernama pria, tidak bisa melakukannya (idung kembang kempis).

Yahhh..itulah kenapa saya stress waktu mendapat tugas baru. Saya seperti harus menambahkan cabang di lain di kepala saya, supaya tugas itu bisa saya kerjakan juga dengan baik.

Sempat stress juga waktu bayangin ntar udah nikah. Berarti banyak lagi yang harus saya pikirin. Beresin rumah, masak, dsb…Hueeee…Menenangkan diri dengan ‘kekuatiran hari ini cukuplah hari ini. Yang besok nanti saja.’

Di awal tahun saya kerja, load kerjanya sama persis dan saya stress luar biasa. Nangis-nangis dan jadi sensitif. Waktu itu bisa bertahan dengan pikiran, load seperti ini hanya sementara. Memang sementara sih karena musiman. Jadi saya tidak perlu merasa seperti orang tertindas.

Yang sekarang juga pasti sementara saja. Walau pun lebih stress karena mikirin persiapan pernikahan juga. Tapi kalau Tuhan bilang saya ga sanggup, saya ga akan bertahan juga sampai sekarang.



God bless me.



Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Pengkotbah 9:10




Hari ini tugas saya yang baru diumumkan ke seluruh guru secondary. Masih nyesek ternyata, tapi mulai bisa menerima. Prinsipnya Pray and Just do it.

Seharian ini kerjaan banyak karena harus nyiapin IB trial Exam for DP year 12. Dari pagis ampe sore pulang ga ada jeda. Bahkan ga makan siang ini juga. Belum lagi harus kirim Extandad  Extended Essay, scan covernya dsb.

Minggu depan juga ada ujian praktek buat kelas 9 yang otomatis harus bantuin bos saya yang satu lagi nyiapin ini itu. Ngebayanginnya kepala mau pecah. Minggu depan saya juga start tugas saya yang baru. Jadi polisi buat anak-anak yang telat. (sambil belajar peran galak).

“ Hidup itu ga adil.” Kata salah satu ketua OSIS yang pernah saya bina. Ia mengatakannya pada adik-adik juniornya yang akan menggantikan tugasnya. Entah kenapa kata-kata itu malah terngiang-ngiang di kepala saya, pembinanya.

Mungkin kalimat itu ada bagusnya kita pegang untuk membuat kita berbesar hati menerima hal-hal yang tidak kita sukai. Apalagi saat kita merasa tidak berdaya untuk mengubahnya.

Seperti hari ini, saat saya mendapat tugas tambahan di sekolah. Sejujurnya saya merasa ‘terhina’. Hati saya merasa ditusuk-tusuk dan merasa hidup ini ga adil.

Entah bagaimana perasaan terhina itu muncul lagi. Saya yang seorang S1 Psikologi harus mengerjakan yang tidak sesuai dengan titel saya. Bahkan sepertinya pekerjaan-pekerjaan saya ini tidak membutuhkan keahlian khusus.

Hari ini program pertama OSIS angkatan 2012-2013 dilaksanakan. Arghhhh!!! Gilaaa!! Panic attack! Kenapa? Soalnya di sekolah ada misa juga. Waktu yang kita buat dari jauh-jauh hari harus diubah lagi pagi ini. Sempet sensi dengan sistem sekolah dan sebel sama birokrasi (ahahhahha..), tapi Tuhan tegor kalau saya ini teladan. Kalau saya taat tapi ngedumel, walau pun anak-anak OSIS ga liat, gimana pun akan mempengaruhi mereka.
Suatu hari seorang siswa bertanya pada saya, “ Memangnya Ms. Lasma waktu kuliah jurusannya apa?”


Sambil cengengesan saya jawab, “ Psikologi.”

“ Loh kok, jadi sekertaris? Saya kirain Ms lulusan D3 gitu.”

“ Yah, begitulah. Tapi psikologi juga berguna buat jadi pembina OSIS, tauuu..” saya ngeles.

Sebelum saya bekerja di sekolah ini dan sebelum saya mengambil jurusan Psikologi di kuliah saya, saya telah memutuskan untuk menjadi seorang guru Bimbingan & Konseling. Selama saya kuliah dan sebelum saya bekerja pun saya sudah gembar gembor pada teman-teman saya kalau saya ingin menjadi guru Bimbingan & Konseling daripada menjadi seorang psikolog klinis atau HRD.

Saya baru saja memberikan kabar ga enak pada salah satu siswa. Dia salah satu siswa yang dekat dengan saya dan saya merasa mematahkan hati dia karena keputusan yang saya dan panitia pemilihan OSIS ambil.


Kenyataannya memang dalam organisasi kita ga bisa memakai perasaan. Sejak awal saya mengatakn bahwa hasil kerja dan komitmen anggota OSIS akan dievaluasi di akhir tahun dan penilaian tersebut yang menentukan apakah mereka akan diterima lagi atau tidak. Siswa saya ini setelah disimpulkan performanya kurang baik.

Rasanya ga enak dan sakit banget melihat dia menangis di depan saya. Seandainya boleh, saya ingin memaksakan dia masuk lagi ke OSIS, tapi peraturan adalah peraturan. Kesepakatan adalah kesepakatan. Suara saya bukan suara mutlak. Penilaian juga bukan berdasarkan penilaian saya seorang. Saya harus mengambil keputusan yang keras buat dia dan diri saya sendiri.

OMG. Ga suka banget sama perasaan kayak gini. Berat banget yang namanya belajar profesional dan tegas…T.T

I’m sorry, dear.

Dag Dig Dug..
Rasanya kayak gitu kali ya. Seminggu ini agak stress mikirin kerjaan, terutama yang berhubungan dengan


Enam belas bulan bekerja sebagai seorang pembina OSIS dan sebagai seorang karyawan saya belajar banyak hal. Sekalipun sebelumnya saya pun telah banyak berkecimpung di bidang organisasi (ga banyak2 amat sih), ternyata masih banyak hal yang tidak saya tahu di bidang organisasi.
Selama mempersiapkan dan melaksanakan acara TMIS Cup 2012 kemarin saya melihat dan belajar dari kelebihan dan kekurangan tim kami. Belajar apa aja sih?


Setelah berbulan-bulan anak-anak OSIS mempersiapkan TMIS Cup, akhirnya acara ini terlaksana dengan sangat baiiikk..Walau ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, tapi sejauh ini kami sangat puas dengan hasil yang kami capai. Mengingat inilah pertama kalinya anak-anak OSIS membuat acara ini tanpa bantuan EO, kecuali pada saat closing acara.

Untuk berbagi, inilah dokumentasi dari TMIS Cup 2012. Terima kasih atas doa dan dukungannya. Terutama anak-anak OSIS dan rekrut yang berlelah dan bersusah payah...Rocks!!!!


Persiapan sebelum hari H. Nyuci lapangan basket/tenis. Salut buat panitia yang sudah hadir dan mau berlelah-lelah bersama.
Eh, lagi heboh nulis something before 30 yaa... Hehehhehe... Pengen ikut tantangannya, tapi tiba-tiba kepikiran pengen nulis yang lain. Beberapa hal yang akhir-akhir ini saya pikirkan...

1. Saya beberapa kali berpikir ingin seperti Mother Teresa yang punya tangan 'besar'. Menolong orang-orang dengan segenap hati dia. Pernah denger cerita kalau orang-orang yang Mother Teresa tolong itu kebanyakan meninggal, tapi Mother Teresa tetap mau menolong. Waktu itu ada orang bertanya
 " Mengapa?" dan Mother Teresa menjawab bahwa setidaknya orang-orang itu meninggal tidak dalam kesepiaan dan rasa tidak berharga. Setidaknya saat mereka meninggal mereka tahu mereka tidak sendiri dan mereka di kasihi.... T.T... mau nangis waktu baca cerita itu. Kebayang gimana Mother Teresa terus setia dengan pelayanannya dengan keyakinan kalau setiap hal kecil yang ia lakukan adalah seruan pada orang-orang yang menderita bahwa mereka dikasihi dan mereka tidak sendirian. Dan dia berhasil menyerukannya... 


Kemaren malam, Puri Mall diguncang oleh puluhan bahkan ratusan anak muda yang bersatu hati ingin menyerukan identitas sekolah mereka dan acara besar yang akan diadakan setiap tahun (halahh)

Iyeee... Semalam siswa-siswa Tunas Muda mengadakan FlashMob di Mall Puri. Selama performance saya merinding melihat anak-anak yang begitu antusias menari bersama di tengah-tengah orang banyak. Dengan suara keras mereka menyerukan nama sekolah mereka dan tema TMIS Cup tahun ini. Sampai pengen nangis melihat mereka. They were awesomeee!!

Kok bisa sih pengen flashmob di mall?? Berawal dari kekhawatiran kami akan jumlah peserta yang tidak bertambah-tambah selama persiapan TMIS Cup 2012, Dea salah watu wakil ketua melemparkan ide untuk kami mengadakan flashmob di mall. Supaya acara kami lebih dikenal masyarakat luas. Ide itu disambut baik oleh principal kami. Saya sendiri awalnya pesimis dan tidak yakin ide itu bisa dilakukan, mengingat akses kita untuk perform di mall tidak banyak, tapi ide 'gila' ini tidak mungkin saya cut. Ide Dea itu positif dan patut dicoba, kalau pun akhirnya nanti ternyata tidak bisa, lain masalah.
Ini ngeluh atau bukan ya?? Pengen banget bilang cape. Bukan cape hati, tapi bener-bener cape badan dan pikiran karena harus konsentrasi terus + kurang tidur (tidur normalnya 12 jam :p). Mood udah mulai drop…


Iye, cape buat persiapan TMIS Cup.Seminggu full pulang sore banget dan tiap hari naik turun tangga 4 lantai buat kerjain ini itu. Plus hari minggu kemarin jaga pameran di TA. Pergi pulang jalan kaki yang lumayan gempor.
WOWW!! Tuhan itu baeeeee bangett. Masalah yang saya alami akhirnya selesai. Sebenarnya tidak benar-benar selesai, tapi bisa dibilang tidak perlu khawatir lagi. Berasanya cuma peace. Peace. Peace. Peace.

Minggu kemaren itu benar-benar masalah berattt banget, tapi memang Tuhan ajarin buat saya tidak jadi pengecut. Tidak pengecut, tapi tetap tenang juga dan tidak agresif/terburu-buru menyelesaikan masalah. Kalau tidak sabaran menyelesaikan masalah kuping bisa pekak dan ga denger-dengeran sama Tuhan, akhirnya mungkin malah tambah kacau..Ga bisa tenang dan jadi bisa lupa berdoa karena terlalu fokus sama masalah.

 Masalah itu sendiri memang masih berdampak pada orang lain dan masih ada ketakutan akan mempengaruhi acara besar sekolah kami.Tapi balik lagi mau belajar. Bener-bener belajar percaya sama Tuhan. Belajar untuk lebih kritisa lagi dalam melihat situasi...Fiuhhh... badai benar-benar berlalu.

TMIS Cup masih terus berjalan...Kekhawatiran akan adanya masalah dan acara yang tidak lancar masih ada, tapi mau belajar percaya..percaya..percaya dan percaya....

Hugs Babe!! Peluk..Peluk..Peluk!! Ngegelendott.


IB? Apaan tuh?? IB tuh International Baccalaureate. Salah satu bentuk kurikulum yang sekarang banyak diadopsi sekolah-sekolah berstandar internasional di Indonesia (selain dari Cambridge Curriculume). Lebih jelasnya bisa lihat di sini ajalah ya :p.

Kalau saya lanjutkan isi blog ini, harusnya IB bayar saya neh.Huehehhe...



Jujur, awal saya bekerja di sekolah ini agak skeptis dengan yang berbau-bau internasional (cinta Indonesia banget getooo)... Tapi makin saya mengenal kurikulum ini saya semakin jatuh cinta. Kenapa?? Karena cara belajar dan sekolah yang saya inginkan ada di sini semuaaaaaaaaaaa... T.T.
Cari sponsor, ngawasin kerja anak-anak, meeting dengan sponsorship, masalah kepercayaan dengan parents, bikin jadwal promosi, siapin latihan flashmob.... Di sela-sela kesibukan itu mikirin kerjaan yang printilan-printilan juga...

Arghhh!!! I'm going crazy. Sempet ga bisa makan gara-gara khawatir masalah dengan parents. Iya, saya melakukan kesalahan karena tidak menginformasikan hal penting pada parents yang akan mensponsori kegiatan kami. Beberapa hal lain juga yang sangat jelas menunjukkan kelemahan saya dalam hal komunikasi. Baik keluar dengan sponsor atau pun ke dalam dengan para staff.
Pengen posting soal ini merasa agak memalukan, tapi tahu banget penjelasan soal hal ini akan sangat membantu para cewe-cewe. Terutama dalam mengatasi problem emosionalnya.

Sebenarnya saya sudah menyadarinya satu tahun ini. Perubahan-perubahan hormonal yang mempengaruhi emosi saya pada saat sebelum dan sesudah masa menstruasi. 




Rata-rata perempuan akan berkata di masa-masa Pra Menstruasinya emosinya meledak-ledak dan menjadi mudah marah. Saya sepertinya salah satu dari antara perempuan-perempuan itu, tapi saya baru menyadarinya waktu saya sudah jalan bareng Aki.
Semangat anak muda...
Itulah yang akan selalu tertular saat kita bekerja di sekolah. Terutama saat kita berhadapan dengan remaja-remaja muda yang penuh dengan keantusiasan.

Saya baru saja selesai latihan menari dengan anak-anak OSIS dan beberapa siswa Tunas Muda yang mau ikut bergabung dalam pertunjukan kami. Luar biasa...Cuma bisa bilang itu. Kreativitas dan semangat terasa sekali mengalir dari anak-anak ini.

Entah kenapa saya seperti berkata pada diri sendiri, " Untuk inilah saya ingin bekerja di sekolah." Menolong anak-anak muda mencapai kemaksimalan diri mereka.
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates