amsaLFoje -A Long Life Learner-
Hal yang biasa dan wajar buat anak Tuhan punya kerinduan untuk bisa melayani di Rumah Tuhan, terutama bersama saudara seiman. Yang jadi masalah, saat kita mau, tapi kita tidak bisa.

Eh, ternyata banyak ya yang kayak begini. Bukan cuma saya yang ngalamin. Bahkan mereka yang single dan belum menikah.

Nah, yang sudah menikah apa kabar pelayanannya?? Saat sibuk mengurus anak karena mengurus sendiri dan banyak lagi kondisi yang membuat kaki tidak bisa melangkah.
Oiii!!! Akhirnya nulis lagii!! Babe lagj kasih rhema dan pengen bisa bagiin nih.

Udah pada tahu ya saya lagi terjun di bisnis Oriflame. Kenapa terjun ke situ? Biar bisa kerja di rumah. Hohoho. 
Semaleman bikin properti buat drama Natal tanggal 24 nanti. Baju sudah ada beberapa yang jadi, tapi banyak juga yang belum (si Mas Gondrong ga tepat waktu =.=). Karena mikirin takutnya waktu ga cukup, pulang komsel langsung kerjain apa yang bisa dikerjain. Pertama ikat pinggang Herodes.

Ikat pinggangnya itu bahan plastik, dapet beli dari Pasar Pagi (Ema yang cari). Batu manik-maniknya juga. Besarnya ikat pinggan tadinya dua kali yang ada di gambar. Digunting, bagi dua, lalu ditempelin manik-maniknya. Untuk bisa dipasang, bagian ban pinggang itu saya jaitkan "srak srek", apa itu namanya ya...yang kalau di buka tutup bunyinya seperti itu..hehehhe. Dipasang agak manjang supaya bisa disesuaikan dengan ukuran pinggang para pemain. Jadi deh ikat pinggangnya.
Murid Yesus yang ga kalah ganteng dengan yang lain


Frozen woman


Tante Potifar


Murid Yesus yang lain...


Paling Kanan jadi Michael Jacky

                               


Intinya, untuk pelayanan di PESRAN harus berani malu. Harus berani memerankan apa saja. Hehehhe..dan pelayanan ini adalah pelayanan paling menantang. Selain saya bisa maksimal di sini, orang-orangnya yang gokil juga sangat menghibur..Penuh imajinasi yang diluar batas manusia.. hueee...


Yang kali ini saya mau menunjukkan cara membuat pedang-pedangan untuk properti drama. Mungkin tidak sebagus kalau kita beli, tapi siapa tahu ada yang urgent butuh dan untuk mencari tidak tahu harus dimana.

Enaknya membuat properti drama sendiri, kita bisa membuatnya sesuai dengan kebutuhan. Saya sendiri masih perlu banyak belajar, terutama cara mengaplikasikan bahan atau memilih bahan yang tepat (jadi pengen banyak belajar tentang barang-barang kerajinan ).

Nah, ini proses membuatnya. Buat anak desain mungkin akan jadi lebih bagus, tapi karena ini yang buat cuma anak desain otodidak (Hahhaha..) hasilnya juga tidak seberapa. Tinggal dimodif sesuai keinginan dan kebutuhan deh.

Jadi, begini caranya..

Siapin bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti papan plastik impraboard (Thank you buat Ferry yang udah kasih tau namanya :D), pilok warna emas, silver dan pearlsilver, lem plastik, cutter, gunting, kertas, pensil, kain emas/coklat/hitam dan lem kertas.

Prosesnya seperti ini.

Siapin perlengkapan dan bahan.




Cari contoh dulu di internet



Cerita punya cerita kesulitan seorang aktor aktris, pemain film atau pun teater, selain menghapalkan naskah adalah menghayati peran dengan dalam dan kuat.

Yup, keberhasilan seorang aktris diukur dari seberapa kuat kesan yang diberikan dari peran yang mereka mainkan. Entahkah itu peran kecil atau peran besar.

Yang jadi masalah, bagaimana kita bisa memberikan peran yang kuat jika kita sendiri tidak mengerti bagaimana mengkhayati peran si tokoh dalam cerita. Itulah kenapa latar belakang si tokoh dalam naskah perlu digambarkan juga untuk mengerti situasi yang dihadapi si tokoh dan karakter yang menentukan bagaimana si tokoh bereaksi terhadap situasi-situasi dalam hidupnya.

Baru saja pulang dari latihan P-SRAN...Mengamati teman-teman yang mendapatkan peran penting saya gatal ingin memberikan saran pada mereka. Setelah memberikan saran saya masih berpikir apakah yang saya sampaikan telah menyamakan persepsi kami tentang peran yang ia lakoni??

Waktu itu saya menuliskan Empati menjadi kunci seorang aktor untuk dapat memerankan suatu tokoh dengan kuat, tapi sejak dari tadi saya berpikir dan menemukan bahwa empati itu tidak semua orang bisa melakukannya secara otomatis. Empati biasanya muncul karena adanya kesamaan perasaan, pikiran, dan pandangan.
wisata teater: penguatan karakter pemain/ aktor: Memperkuat karakter seorang aktor Seorang aktor tentu saja ingin setiap peran yang dia mainkan menjadi kuat dan ber"nas". Sutradara ...


Kalau orang bertanya tentang panggilan saya apa, saya pasti akan menjawab. Dunia pendidikan. Tapi kalau ditanya passion saya apa, saya akan katakan Dunia teater...Hehehhehe...



Apa bedanya, bu? Kalau di dunia pendidikan selain membuat saya terbakar, saya juga lebih sering merasa tidak mampu dan tidak berdaya. Halah...Ingin melakukan sesuatu dan do something yang membuat hati saya tergerak oleh belas kasihan.


Kalau Passion itu, saya lebih merasa terbakar. Saya seperti menjadi diri saya sendiri, bisa gift all tanpa saya merasa takut dan terbeban. Kalau pun ada rasa takut, rasa tertantang itu lebih besar lagi. Ada rasa ingin berkarya lebih lagi, aktualisasi diri, mengembangkan talenta.


Pertama kali kenal dunia teater waktu saya duduk di bangku TK. Peran pertama saya saat itu adalah menjadi seorang guruuuu...Yeayyy..Hehhehehe. Saya ingat sekali dialog singkat yang saya hapalkan.
Hari ini ngedrop abis. Ashma kumat ditengah kesibukan sekolah yang ribet dan puyeng. Kerja cuma setengah hari, ijin pulang lebih dulu. Nyampe kosan, makan, minum obat, tidur, tapi bangun-bangun kepala sakitnya amit-amit sampe nangis-nangis...Hueeehhh...

Tapi Thank You to My Lord Jesus...Mengirimkan malaikat penolonng. Heheheh..My best friend yang seorang dokter dan juga seorang asdos. Dia kasih beberapa obat dan kerokin badan. Puji Tuhan langsung enakan.

Sebenarnya dari jam 9 udah mau tidur, tapi mata melek terus. Mikirin kerjaan. Lebih tepatnya mikirin anak-anak OSIS. Kondisi mereka yang jauh dari memiliki pengalaman organisasi bikin mikir terus. Harus lakuin apa?? Apa yang harus diperbaikin?? Kapan waktu yang tepat untuk rapat evaluasi??What should I do for them??

Antara gelisah dan excited...Gelisah karena takut tidak bisa melakukan perubahan apa pun, tapi juga excited karena pekerjaan inilah yang benar-benar saya inginkan. Saya ingin memberikan pengertian, pengetahuan, dan banyak hal yang sudah pernah saya dapat dan saya ajarkan pada segelintir anak-anak ini. Yang saya harapkan bisa jadi history maker.

Saya tahu perubahan tidak bisa instant tapi setidaknya perubahan paradigma dapat merubah sebuah perilaku. Paradigma inilah yang menjadi sasaran saya. Saya ingin membuka pikiran mereka tentang banyak hal. Terutama dalam hubungan timbal balik antara manusia. Stimulus respon dan adanya proses kognitif...Halaahh...Psikologi banget..

Yang pasti saya punya kerinduan buat mereka. Kerinduan yang besar untuk setiap mereka secara pribadi...Supaya mereka bisa menjadi orang-orang yang membawa inspirasi bagi orang lain...Entahlahh..Saya merasa tidak sanggup untuk melakukan semuanya, tapi saya cuma bisa meletakkan di bawah kaki Bapa...

Dia yang meletakkan passion dan kerinduan ini, mimpi ini...Sekarang saya kembalikan lagi padaNya. Apa pun yang saya butuhkan pasti akan Dia sediakan, jika Dia berkenan, setiap rencana yang saya buat pasti akan berjalan....

Aku berserah..Aku berserah....Ini aku alatMu...Pakailah sesuai rencanaMu...Aku milikMu...
Matius 1:3-6


Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.

Saat Matius mengungkapkan tentang silsilah Yesus Kristus, tampak bagaimana kasih Tuhan yang begitu besar. Dari daftar nenek moyang Yesus, muncul beraneka ragam orang, mulai dari orang biasa, pahlawan yang cacat, pelacur dan juga raja-raja yang jahat. Namun yang menarik adalah saat menyoroti empat wanita di Perjanjian Lama yang menjadi garis keturunan langsung Yesus.

Dari sudut pandang manusia, mereka adalah wanita-wanita yang memalukan. Namun Tuhan tidak memandang mereka demikian.

Tamar, wanita yang di duga kuat adalah orang Kanaan ini menjanda dua kali karena ke dua anak Yehuda yang ia nikahi mati semua. Lelah menunggu anak Yehuda yang terakhir yang dijanjikan kepadanya, Tamar pura-pura menjadi pelacur dan tidur dengan sang ayah mertua. Meskipun tindakannya ini merupakan tindakan yang amoral, Tuhan mengijinkannya menjadi nenek moyang dari Sang Juru Selamat.

Sumber : Jawaban.Com
Waktu gladi bersih buat acara Natal tanggal 24, Ko Raymon baru ingetin kalau pedang buat memenggal para pemeran utama (boongan ini ya) belum ada...Saya langsung kebakaran jenggot. Mikir dengan keras, mau cari dimana. Kalau cari pasti tidak sempat lagi. Akhirnya memutuskan untuk bikin sendiri. Mau memmbuat sendiri pun bingung bahannya dari apa. Nah, waktu lagi pusing-pusing sambil latihan liat ada anak dekor yang potong-potong papan apa gitu. Langsung tanya itu papan apa dan beli dimana. Hehehhe...lupa namanya papan apa, tapi yang pasti carinya di Gramedia...Thanx God.


Besoknya saya sama Aki langsung cari di Gramedia. Beli 3 papan ukuran setengah meter beserta perlengkapan yang dibutuhin, seperti cutter, pilok, dan lem. Pulang dari belanja masih sempet ke KFC dulu makan malem bareng Aki huehehhe...Pas berangkat ga laper, pas pulang laper banget.
Pulang dari KFC langsung deh start buat bikin pedang. Ngerjainnya sampe jam 5 pagi dan bangun jam 7 pagi buat beli bahan lain. Waktu nunggu pilok pada kering, nyolong-nyolong waktu buat tidur. Lumayan nyenyaklah.

Sayangnya karena bikinnya terburu-buru, hasilnya juga ga perfect. Liatnya sedih. Waktu Aki bilang gpp karena ga ada yang perfect malah jadi mewek...Pengennya hasilnya seperti yang saya bayangkan, tapi ternyata materi dan stationery  dan cara yang saya pakai kurang pas. Seperti hasil pilok yang kurang kering jadi mudah terkelupas atau pedang yang sisi tajamnya tidak bisa ditajamkan karena bahannya memang tidak bisa ditajamkan.

Kalau pengen tahu cara buatnya bisa lihat di SINI
Tapi di situ belajar lagi menyerahkan jerih payah saya pada Tuhan. Untungnya juga saya tidak mendapat peran yang terlalu sulit. Cuma jadi juru minum tanpa dialog...Hahahhaha...



Raja Herodes Balik Mau Dipancung..Ahahahhahah. Kurang Ko Raymon nehh...(the director) n Script writter).


Pelayanan di dua ibadah, puas dengan hasil kerja tim kami. Walaupun sempet ada salah di sana sini, tapi masih bisa ditoleransi. Hehehheh...Pulang-pulang kecapean sampe ketiduran di motor!!! Hahahhaha. Biar capek tetap puas sih :p.

Thank You to Babe yang udah mau pake kami buat pelayanan ini. Semoga pelayanan kami kemarin bisa jadi berkat buat semua orang. Aminnnn...


Saya jadi juru minum dan Aki jadi Raja Herodes yang kejaaammm..





Kemaren ngerombak naskah buat natalan di Belleza, tapi ternyata malah jadi panjang banget. Malah ada kalimat-kalimat yang jayuss... ..Huehh..Pengen banget naskah yang saya bikin bisa bener-bener jadi karya di Pesran. Tapi yaa...itu...Pesran kan bukan punya saya sendiri. Hehehhe..Yang pasti seneng banget bisa balik lagi ke pelayanan ini.

Inget banget waktu saya pelayanan jadi singer malah tersiksa sampe bilang ke Tuhan ga mau lagi pelayanan. Berenti deh jadinya. Tiap mikirin mau pelayanan Pesran malah apengen nangis terus. Dunia seni peran atau dunia teater bener-bener pelayanan yang saya inginkan..DI situ saya benar-benar bisa give something...

Malah waktu itu sempet iri sama Aki gara-gara dia udah gabung di Pesran. Padahal saya lebih dulu di Pesran, tapi sempat vakum waktu itu. Saat Pesran bangkit lagi dan saat itu Aki gabung, saya malah lagi di pelayanan singer. Saat itu saya tidak bisa balik lagi ke Pesran karena saya tidak mau seperti orang serakah yang mengambil semua pelayanan. Saya ingin fokus dan hati saya terpaut di Pesran.

Sekarang saya benar-benar enjoy di pelayanan ini. Selain orang-orang yang bae, lucu, dan yang paling penting bener-bener sahabat, seperti keluarga...kita punya visi yang sama di dunia seni peran. Kita mau jadi berkat lewat akting kita. Pengen pesan yang kita sampaikan itu tertanam di hati jemaat.

Semoga Pesran bisa lebih baik lagi dan bener-bener bisa membawa kemuliaan buat Tuhan. God bless Pesran!!
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Cara Praktis Mencegah Anyang-Anyangan Dengan Uri-cran
    Hi teman-teman, balik lagi bareng saya L (sok aseek amat). Biar sok asik, yang penting postingan kali ini bisa bermanfaat buat teman...
  • ISTRI Versus MERTUA
    http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca bera...
  • [Review] Nivea Micellar Water 0% Alkohol
    Hi temans, Besok Gi, bocahku, libur jadi hari ini emak centil agak santai. Sambil nunggu jemuran kering supaya bisa langsung ...
  • [REVIEW] When The Weather Is Fine (Spoiler Allert!)
    Profile Drama : When the Weather is Fine (English title) / If the Weather Is Good, I’ll Find You (literal title) Director : Han Ji-Se...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Support Me

Support Me
Traktir amsaLFoJe Amerikano supaya makin semangat nulis.

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates