Kadang-kadang saat bangun di pagi hari, aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Meninggalkan rutinitas dan mengejar hal-hal yang dapat membuat adrenalin mengalir deras..Hal yang menantang dan menghibur.
Yang terlintas dikepalaku...Traveling tanpa jasa travel. Pergi tanpa kendaraan selain bekal pakaian dan uang secukupnya di tas punggung..Lalu keliling Indonesia. Menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah aku injak.
Bali?? Tidak... Yogya?? Juga tidak...
Aku ingin melihat hutan kalimantan atau Papua...Daerah pedalaman dan bagaimana suku-suku terbelakang hidup. Apa yang mereka percaya, apa yang mereka yakini...
Yah, tapi itu cuma sedikit mimpi yang menurut aku tidak masuk akal.. Mungkin ada yang lebih masuk akal. Misalnya, melakukan pertunjukan teater di tengah kerumunan. Seperti sebuah flash mob tapi dalam bentuk teater.
Ah, mungkin tidak mungkin juga. Bagaimana kalau melakukan hal lain. Melukis, menjahit, atau hanya bernyanyi riang.
Enaknya hari ini malas-malasan di kosan. Abis Sate langsung OL dan nulis komen di Jawaban.com. Kamar masih berantakan, tapi ga mikir buar beres-beres. Akakakka… Seminggu ini kerjaan full loadnya dan kalau udah pulang cuapeeee buanget. Hari ini mau santai dulu dan segerin otak. Siang baru kita obrak-abrik kamarnya.
Sabtu ga malam mingguan?? Ngga deh, biar hibernasi dulu. Aki juga lagi pilek jadi butuh banyak istirahat. Dia juga lagi pengen nonton bola klub kesayangannya Juventussss…Si belang-belang.
Beberapa hari ini kepikiran memindahkan semua blog saya ke satu blog. Ngurusin 2 blog sekaligus ternyata ga enak. Setia ke yang satu, yang lain terbengkalai. Jadi, saya pindahkan saja semua. Manfaatin program yang bisa bagi-bagi page, biar orang gampang carinya. :D
“ Saya orang yang suka mendendam.” Seseorang berkata begitu pada saya dan saya mengerti apa maksudnya. Maksud saya, saya orang yang bertipe sama seperti dia, ya tapi mungkin dengan cara yang berbeda.
Kepercayaan adalah hal yang penting buat saya. Sekali seseorang mengecewakan saya sampai bikin saya marah (marah maksudnya benar-benar marah – ada api di kepala..bukan sekedar kecewa atau sedih, tapi maraaaahhh… Antara campur aduk pengen ngegampar orang + nangis bombay + meratap :p), saya akan ingat perkara itu lamaaaaaaaaaaaaa sekali. Mungkin saya tidak akan balas dendam, tapi saya akan sulit percaya pada orang tersebut. Ga akan musuhin, tapi jadi ada yang berubah.
Kenapa ya, tiap denger kabar orang susah, saya suka ga betah. Gatel pengen bantuin, gatel pengen hibur (padahal aslinya saya tidak sebaik itu). Seolah-olah saya bertanggung jawab atas semua kebahagiaan orang... =.= ... Mungkin ini yang dinamakan narsistik tingkat tinggi.
Sabtu dua minggu yang lalu, akhirnya saya dan Aki konseling awal sebelum masuk kelas Bimbingan Pra Nikah. Jam 10 pagi agak telat setengah jam karena saya dan Aki makan siomay dulu (hehehe), kita ketemu Ka Keng Keng. Awalnya saya agak risau membayangkan apa yang akan Ka Keng Keng tanyakan. Heheheh... Gereja tempat kami beribadah memang sangat menjaga dan concern soal hubungan Pra-Nikah, sedangkan saya dan Aki tipe yang lebih fleksibel selama tidak melanggar apa yang tertulis di Bible.
Ka Keng Keng tanya banyak hal mulai dari bagaimana kami bisa jadian yang menurut beliau termasuk alami dan tidak aneh. Sedangkan menurut saya cukup aneh :D. Beliau juga tanya target menikah, jaga kekudusannya bagaimana, kenapa mau menikah dan kenapa harus dengan orang ini?(pertanyaan yang sering saya tanya pada Tuhan =.=).
Target menikah dan soal jaga kekudusan kami lancar saja menjawabnya karena memang sudah kami pikirkan jauh sebelum Ka Keng Keng bertanya. Yang susah waktu ditanya Kenapa mau menikah dan kenapa harus menikah dengan orang ini?? Hahahha...Saya sempat stress dengan pertanyaan itu. Pertanyaan itu jadi Peer + komitmen tentang jaga kekudusan, yang sebenarnya sudah kami laksanakan dari awal kami jadian.