Hari ini mempertimbangkan kembali saran untuk kembali bekerja kantoran sampai "marsak" (gelisah). Tanya Aki, Aki maunya Oma kerja atau ga? Ga langsung dijawab. Katanya pas di rumah aja.
Waktu di rumah dibahas, malah dilempar pertanyaan lagi, "Ya, Oma damai sejahtera ga?".Mulut manyun daaahh. Eh, ditambahin lagi, "Kita pasti kan mikirin si bocah. Mengurus bocah itu tanggung jawab kita orang tuanya, bukan orang lain."
Tuiiiinggg!!! Langsung damai sejahtera.
Laki gua emang agak belok-belok kelakuannya, Puji Tuhan hatinya lurus :p
Luph u so muchhh Akikuuu
Satu hari saya main kerumah Aki sepulang dari kerja. Waktu itu sudah sangat larut karena saya harus mengawasi anak-anak OSIS yang masih ada di sekolah sampai jam 7 malam.
Waktu saya tiba di rumah Aki, ada Om dan Tante yang sedang mengobrol dengan seorang tamu. Saat saya masuk dan menyapa mereka, entah kenapa saya merasa tatapan mereka aneh. Ajleb..jlebbb…Hahahha..Perasaan saya saja sepertinya.
Aki di taruh di mesbah persembahan, siapin pisau belati dan kayu bakar...Hhahahha...Emangnya Isak. Bukan gitulah. Yang pasti ini cerita tentang kekhilafan saya karena terlalu cepat-cepat jadian sama Aki sampaui lupa bayar nazar.
Jadi setelah saya jadian sama Aki dan memasuki masa-masa dunia hanya milik berdua, sisanya ngekos...(lebai) Saya sangat menikmati masa-masa bangun hubungan. Walaupun ga ada yang bimbing kita secara langsung, entah kenapa saya merasa Tuhan jaga kita banget. Entah lewat komunitas dan sebagainya. Tapi jangan dicontoh ya, karena gimana pun kita butuh pembimbing buat bantuin lurusin jalan kita.
Hari ini daripada nulis lagi suka baca. Hahahha..Dari tadi otak atik blog orang. Terus inget kalau banyak notes Aki yang bagus. Terus ambil yang ini. Ga tau apa hubungannya Bersolek Saat Terjun Payung sama isi tema tulisan huehehhe..
*Harusnya Aki lebih banyak nulis. Aakkakakkaka...
"For all the greatest thing You've done to me, especially created me as a Man.."
Judul yang aneh saat g buat tulisan ini, yah memang.. Tulisan ini dibuat supaya ada temen2 terbuka matanya melihat suatu fenomena yang saat ini "menggerogoti" kemaksimalan hidup kita. Mungkin nanti ada beberapa temen yang ga setuju dengan tulisan ini, it's okay, i appreciate your opinion guys, coz my point if view is based on truth, the truth that will set us free, not just good or better.