amsaLFoje -A Long Life Learner-
Hari ini mempertimbangkan kembali saran untuk kembali bekerja kantoran sampai "marsak" (gelisah). Tanya Aki, Aki maunya Oma kerja atau ga? Ga langsung dijawab. Katanya pas di rumah aja.

Waktu di rumah dibahas, malah dilempar pertanyaan lagi, "Ya, Oma damai sejahtera ga?".Mulut manyun daaahh. Eh, ditambahin lagi, "Kita pasti kan mikirin si bocah. Mengurus bocah itu tanggung jawab kita orang tuanya, bukan orang lain."

Tuiiiinggg!!! Langsung damai sejahtera.

Laki gua emang agak belok-belok kelakuannya, Puji Tuhan hatinya lurus :p

Luph u so muchhh Akikuuu
Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.


Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.

Sabtu kemaren, saya dan Aki seharian jalan dari ujung ke ujung Jakarta. Awalnya cuma mau Technical Meeting buat foto prewed Jumat minggu depan. Tau-taunya jadi kemana-mana.

Sebelum berangkat ke bridal di daerah Mediterania Gajah Mada nongkrong dulu di Kuningan City, Axa Tower. Nemenin Aki nyelesain beberapa polis. Ini candid photo. Ga nyadar die lagi di foto. Akakakkaka....

Dari Kuningan City makan Mie Laiker dulu sampe begaaahhh. Gara-gara diet, lambung udah ga kuat nampung banyak makanan.
Sudah punya calon PH yang ditunjukin sama Tuhan ternyata bukan berarti jalannya mulus-mulus saja. Beneran..serius..dan percayalah..(pasti percaya).

Tuhan sudah ingetin soal ini sebelum saya komitmen sama Aki dan beberapa bulan ini di uji lagi.

Berawal dari pemberesan sepele dan terlalu sensitif, saya kecewa dengan reaksi Aki atas pernyataan isi hati saya tentang kata-katanya. Sebenarnya kata-katanya benar, tapi saya tidak mengharapkan ia bereaksi seperti itu.Saya begitu terluka dengan reaksinya samapai saya merasa tidak yakin untuk menikah. Nahhh loohhh..



Sekalinya ngeblog langsung banyak yang diceritain neh.. Hehhehehe.. Secara kuota internet tau-tau habis gara-gara buka YouTube. Di kantor juga beberapa minggu ini kerjanya ga di depan komputer, jadi sekalian deh puasa ngeblogging (sekalian biar ngeblognya ga jadi berhala :p).

Saya mau sharing pergumulan saya beberapa hari lalu soal hubungan pria wanita. Seperti yang pernah saya tulis di salah satu blog saya soal batasan touching antara saya dan Aki. Kemarin pagi saya minta sama Aki lagi buat rekomitmen soal hal ini.

Awalnya kami memang komit boleh pegangan tangan, tapi ga boleh hugging, ga boleh kissing dan yang lebih dari itu. Kami bisa jaga komit itu dan ga pernah keluar dari garis yang udah kita buat bareng-bareng, tapiiii... ternyata saya ga damai sejahtera dengan komitmen itu.

Sumber: Weddingtips Blog

Semalam, pulang dari latihan P-Sran, sebelum Aki say goodnight, tiba-tiba sms.. " Oma, Aki bingung neh. Mau merit mulainya dari mana :p :p..."

Jiahahha... Sama-sama bingung sebenarnya. Maklum sama-sama belum pernah merit. Kalo udah pernah, 'kan gawat :p.

Dari situ ngalir deh obrolan pengennya acara merit kita kayak apa. Haikkk...haikkk...dari kemaren kagak diobrolin sama sekali. Cuma ngobrol sama ortu dan pengen tahu pengennya mereka, sampe lupa mikirin pengennya kita kayak apa.
Ada pertanyaan dari Veryani, kenapa saya empet sama Aki waktu sebelum jadia. Hahahah..Jadi pengen bernostagila..

Jadi begini ceritanya…
Saya dan Aki pertama kenal waktu di komsel. Waktu itu saya baru kuliah di semester dan baru bergabung dengan komsel. Aki sendiri baru pindah ibadah dari ibadah youth ke ibadah mahasiswa dan bergabunglah dia di komsel Ka Cilla-Ka Stevi dimana saya berkomsel.

Waktu pertama ketemu itu saya kira dia baru masuk Abbalove, ternyata dia dedengkot Abbalove. Hahhahah…Dari jaman Abbaloph masih cupu sampe sekarang dia ibadah di tempat yang sama. Lebih sesepuh dari Pemimpin Komsel malahan. Hahahha…

Satu hari saya main kerumah Aki sepulang dari kerja. Waktu itu sudah sangat larut karena saya harus mengawasi anak-anak OSIS yang masih ada di sekolah sampai jam 7 malam.


Waktu saya tiba di rumah Aki, ada Om dan Tante yang sedang mengobrol dengan seorang tamu. Saat saya masuk dan menyapa mereka, entah kenapa saya merasa tatapan mereka aneh. Ajleb..jlebbb…Hahahha..Perasaan saya saja sepertinya.
Aki di taruh di mesbah persembahan, siapin pisau belati dan kayu bakar...Hhahahha...Emangnya Isak. Bukan gitulah. Yang pasti ini cerita tentang kekhilafan saya karena terlalu cepat-cepat jadian sama Aki sampaui lupa bayar nazar.

Jadi setelah saya jadian sama Aki dan memasuki masa-masa dunia hanya milik berdua, sisanya ngekos...(lebai) Saya sangat menikmati masa-masa bangun hubungan. Walaupun ga ada yang bimbing kita secara langsung, entah kenapa saya merasa Tuhan jaga kita banget. Entah lewat komunitas dan sebagainya. Tapi jangan dicontoh ya, karena gimana pun kita butuh pembimbing buat bantuin lurusin jalan kita.
Hari ini daripada nulis lagi suka baca. Hahahha..Dari tadi otak atik blog orang. Terus inget kalau banyak notes Aki yang bagus. Terus ambil yang ini. Ga tau apa hubungannya Bersolek Saat Terjun Payung sama isi tema tulisan huehehhe..

*Harusnya Aki lebih banyak nulis. Aakkakakkaka...


"For all the greatest thing You've done to me, especially created me as a Man.."


Judul yang aneh saat g buat tulisan ini, yah memang.. Tulisan ini dibuat supaya ada temen2 terbuka matanya melihat suatu fenomena yang saat ini "menggerogoti" kemaksimalan hidup kita. Mungkin nanti ada beberapa temen yang ga setuju dengan tulisan ini, it's okay, i appreciate your opinion guys, coz my point if view is based on truth, the truth that will set us free, not just good or better.


Tadi pagi lagi-lagi saya bergumul tentang pernikahan. Entah kenapa saya merasakan ada sesuatu yang sulit saya tinggalkan jika saya memilih menikah. Apakah itu?? My dream, my vision...

Bukan benar-benar saya tinggalkan sih, tapi saya tidak bisa bermimpi sama seperti di masa single saya. Mimpi setinggi mungkin, melayani sepuasnya, pelayanan ini itu...Berat?? Antara ya dan tidak. Ya, karena untuk menyesuaikan diri menjadi orang yang apa-apa harus laporan, apa-apa harus didiskusikan dulu itu tidak mudah. Sejak kecil saya anak yang terbiasa ditinggal sendiri secara psikologis, karena itu kehadiran orang yang benar-benar signifikan AKA calon PH adalah penyesuaian yang besar-besaran. Apalagi kalau nanti sudah menikah.

Jadi selama di perjalanan ke sekolah saya merenung..Tuhan, apakah saya benar-benar ingin menikah?? Apakah Tuhan ingin saya menikah??



Weleh, kenapa saya harus pajang-pajang ini foto?? Hayo kenapa? Hahahha..Ini sharing tidak penting tentang kebiasaan saya nonton sinetron di RCTI hari-hari ini (ibu-ibu banget). Jadi di salah satu sinetron RCTI yang judulnya DEWA ada Dude-nya. Gara-gara ada dia, saya jadi sering nongkrong di depan televisi. Suka sama Dudenya? Bukan tuh, tapi karena Dude mirip seseorang...Akakkaka..Blush..Blushh
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Support Me

Support Me
Traktir amsaLFoJe Amerikano supaya makin semangat nulis.

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates