[IMAN KRISTEN] Artis A Adegan Ciuman, Saya Unfollow Aja dah

June 21, 2018




Pagi ini saya mendapat notifikasi berita tentang artis A yang melakukan adegan ciuman dengan artis CB. Saya yang lumayan ngefans sama A buru-buru cek IGnya untuk memastikan itu cuma isu dan berharap cuma adegan yang kelihatannya ciuman.




Sayangnya, harapan saya kandas hahha. Yes, dia beneran ciuman dengan artis CB. Antara patah hati, nyesek. Saya langsung meninggalkan komentar sedih dan rasa kesal saya lalu unfollow. Lebay kali yaa. Mau gimana dong, saya ga mau jadi menghakimi berkali-kali ya udah unfollow aja. 😂😂

Saya terlalu berekspetasi tinggi pada sosok A ini. Hampir di setiap penghargaan dia bersaksi tentang Tuhan Yesus, tadinya saya pikir dia punya standar tinggi soal hubungan lawan jenis. Sebenarnya sih harusnya saya sudah bisa menduga dari cara kontak fisiknya dengan pacarnya yang dulu. Tapi ga tahu kenapa sepertinya saya nutup mata soal itu.

Di video klip yang ia berperan seperti ratu pun ada adegan yang membuat saya waswas.. Kok gitu, tapi ya saya ga ambil pusing lagi.

Waktu lihat teaser video klip terakhir ini saya patah hati total. Iya, saya terlalu berekspetasi tinggi. Cukuplah saya mengagumi prestasinya, tapi jangan sampai saya menganggap dia orang suci yang ga punya kelemahan. Tapi ya saya udah ga mau ngikutin lagi. 

Kekesalan saya ini melihat artis Kristen melakukan adegan ciuman lebih dari biasanya karena di saat yang sama orang terdekat saya sedang bergumul menjaga kemurnian pikiran dan tindakannya. Ia berusaha menjaga kekudusan sampai hari pernikahannya. Ga gampang lohhh berusaha punya hubungan yang tanpa ciuman di tengah jaman kayak sekarang. Jaman dulu pun sebenarnya ada, cuma ga keliatan saja. Kebayang kan betapa susahnya jaga kekudusan pranikah di tengah label "ciuman itu biasa".



Saya juga jadi mengingat bagaimana pemimpin-pemimpin di gereja saya dulu menggaungkan moto " My first Kiss is My Wedding Kiss". Bukan karena sok kudus, sok suci, tapi karena kita tahu akibat-akibat dari intimasi secara fisik sebelum waktunya. Sekarang, saya seperti terbangun, betapa beratnya PR para pemimpin gereja untuk membimbing anak-anak Tuhan untuk benar-benar hidup kudus. Jadi murid Kristus.

Belum lagi masih ada yang nyinyirin pendeta terkenal sedangkan mereka harus meredam gelombang pengaruh para artis yang menunjukkan gaya hidup yang %:&() =_=  You knowlah. Kebayang ga kalau pendeta ga terkenal, gimana mau kasih pengaruh?? Minimal harus ada beberapa pendeta terkenallah yang menyampaikan kebenaran. Kalau dia jatoh, ya udah ga usah ikutan jatuh. Masa liat orang jatuh mau ikut-ikutan jatuh. Yang penting kebenaran itu disampaikan dulu, ditanam, disiram.

Emang kenapa ga boleh ciuman?? Kalau ada yang nanya kayak gini, saya tanya balik deh, lo yakin ga akan mabuk karena sebuah ciuman? Ciuman dari orang yang lo cintai loohh. Lo yakin ga pengen memberi lebih??



Saya yang sudah menikah tahu rasanya mabuk karena dicium orang yang saya cintai (yang pasti suami saya), tapi karena saya melakukannya dalam pernikahan saya ga perlu takut memberi lebih. Saya ga perlu takut apakah setelah saya memberi tubuh saya, suami saya akan mencampakkan saya? Saya ga takut dihakimi, saya ga takut dengan murka Tuhan, saya ga takut digrebek (hehheh) karena dia suami saya. Saya melakukannya dengan merdeka.

Tapi coba, kalau saya melakukannya saat saya belum menikah. Takut ketahuan, takut dinilai orang, takut dihukum Tuhan, gimana nanti kalau dia ninggalin saya, gimana kalau saya hamil. Catatan paling penting Iblis akan pakai itu untuk menuduh kita berkali-kali dan berkali-kali untuk mengoyak harga diri kita dan membuat kita merasa ga layak. Terutama kita perempuan.

Belum lagi resiko-resiko yang harus kita terima saat sudah menikah. Entah suami yang jadi ga romantis lagi, kalau ada mantan bisa banding-bandingin.

Jaman saya kuliah dosen saya pun membenarkan kalau pernikahan yang dimulai dengan sex bebas cenderung akan lebih bermasalah dibanding pernikahan yang menjaga sex pranikah. Bukan berarti yang sebelumnya sex bebas ga bisa punya pernikahan yang baik. Saya percaya selama ada pertobatan, mengandalkan Tuhan, praktek kasih, kerendahan hati dan saling menghormati, pernikahan itu akan bisa menjadi pernikahan yang diberkati. Tapi kalau kita bisa punya masa pranikah yang damai sejahtera dan hati nurani bersih, kenapa harus pilih yang "berdarah-darah"?

Bahkan majalah Tempo menjelaskan dampak negatif dari seks pranikah. Tanpa embel-embel rohani yaa.

Saya kutip di sini

Dampak # 1
Bercinta dapat membuat atau menghancurkan hubungan. Ya, itu dapat mengubah seluruh persamaan. Ada beberapa pasangan yang bercinta segera setelah pertunangan dan beberapa hari sebelum pernikahan.
Ketika gairah seksual mereka cocok, semuanya akan baik-baik saja. Tapi bagaimana jika tidak? Ada begitu banyak pasangan yang putus hubungan hanya sehari sebelum menikah.

Dampak # 2
Ada beberapa orang yang segera bosan setelah mereka bercinta dengan seseorang. Keluhan mereka sepele: kehilangan rasa ketertarikan.
Mereka dengan cepat mulai mencari alasan untuk membatalkan pernikahan. Mereka mulai mencari kesalahan untuk melarikan diri dari itu.

Dampak # 3
Ada beberapa orang yang kecanduan bercinta dengan seseorang. Ini bisa jadi tetangga, teman, atau bahkan seseorang yang sudah menikah.
Sebelum Anda menikah, jika Anda mencoba berpetualang cinta dengan seseorang dan terjebak di sana secara emosional, hidup Anda mungkin akan berantakan.

Baca lengkapnya di sini



*tarik napas buang....

Hadiah Pernikahan Paling Joss (wakwakwak)
Keliatannya aja kalem, padahal udah berasa aneh -_-'


Intinya sih...
Yaa...Buat kamu yang sedang berjuang untuk bisa punya pernikahan kudus. Pertahankan. Percaya deh, pernikahan kudus itu layak diperjuangkan. Saat mengucapkan janji nikah dihadapan Allah, pasangan, dan jemaat, rasanya kayak dapet kemenangan besar. Tuhan beri kepercayaan baru. Bukan berarti pernikahan akan jadi lebih gampang. Tapi jadi sebuah bukti kita udah lulus, kita naik kelas. Berhasil tahan uji. Dalam pernikahan ujiannya bukan lagi soal boleh ciuman atau ga, tapi gimana kesetiaan dan komitmen tetap dijaga sekalipun kondisi bikin kita mau lari. Gimana tetap menghormati suami walau suami nyebelin. Bukan cuma hormat secara tindakan, tapi juga pikiran dan hati. Gimana tetap mengasihi dan terus mengampuni. Gimana tetap memelihara cinta supaya tumbuh dan tidak mati.

Jaga kekudusan pranikah itu hanya setitik hal yang kalau kita bisa memenangkannya, bisa menjadi pondasi saat dalam pernikahan. Tetap mengandalkan Tuhan, punya Roh takut akan Tuhan, pasti bisa menang.

Jadikan masa pranikah yang kudus hadiah terbaikmu buat Tuhan di hari pernikahan.

Dunia bisa tunjukan pada kita gaya hidup di luar standar Tuhan. Ok kalau pada bilang itu biasa. Tapi pakai prinsip pak polisi lalin yaa,

Biasakan yang benar bukan benarkan yang biasa.


*mewek

 Maya Septha malah sudah merangkumnya dengan jelas di IGnya. Saya share di sini ya.




Status keren Neng Maya
mayaseptha7 Saya mau share keuntungan dari tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah untuk pernikahanmu 😊



1. Kamu hidup tanpa kekhawatiran saat pacaran. Ga perlu takut hamil, takut aborsi, takut kena penyakit seksual, takut dosa, takut kalo nanti putus, takut ketahuan dsb dsb dsb. Hidupmu damai.

2. Saat menikah kamu ngga punya perbandingan si a lebih ini si b lebih itu scr seksual. Pasanganmu adalah yg terbaik. Ini baik utk psikologis 😊
3. Kamu mengkomunikasikan kpd pasanganmu bahwa kamu bisa mengendalikan diri. Artinya kamu bisa dipercaya. Ngga sembarangan. Setelah menikah banyak saat dimana kamu ngga bisa berhubungan seks (nifas, hamil muda dsb) di saat saat seperti itu kamu ngga perlu degdegan karena tau pasanganmu seperti apa selama berpacaran ☺
4. Gaada masalah kepercayaan karena tau sblm menikah ga sembarangan.
5. Ga perlu risih atau khawatir sama sejarah seksual masing2.
6. Gapunya perbandingan seks sebelum sama sesudah menikah. Kalo kamu bilang lebih seru waktu pacaran, siapa yg suruh? Hahah. Setelah menikah banyak tanggungjawab dan rutinitas. Ya pasti lah beda sama waktu pacaran. Makanya mendingan gaada bandingannya kan 😊
7. Orang yang mencintaimu akan menghargai prinsipmu. Orang yang menghargaimu akan menunggu. Dan ngga akan mementingkan keinginannya sendiri 😊
8. Hargamu mahaaaaal karena kamu taat perintah Tuhan dan menjaga dirimu untuk pasanganmu 😂 Hubungan seksmu diberkati Tuhan. Pernikahanmu diberkati.
9. Ngga perlu ada anak anak hasil dari hubungan yang ngga siap. Anak di kandungan merasakan perasaan ibunya. Dan kemungkinan besar lahir ke dunia tanpa kestabilan, korban ketidaksiapan orangtuanya.
10. Kamu tau dia menikahimu karena dia mencintaimu. Bukan karena bertanggungjawab secara seksual atasmu.



Seks itu hadiah Tuhan untuk pernikahanmu. Kalau hadiahnya udah kamu ambil duluan, nanti sisanya apa? Tinggal kewajibannya aja.



Kalo udah telanjur, kamu masih bisa berhenti sekarang dan menunggu sampai setelah diberkati Tuhan dalam pernikahan.

Percaya deh, Tuhan membuat aturan untuk kebaikanmu 😊😊😊


pic: Pixabay
StockSnap
Pardaleone
Personal Pic
Maya Septha


Jangan lupa subscribe blog ini ya buat dapet info postingan terbaru 


Enter your email address:


Delivered by FeedBurner

atau follow IG
saya di @lasma_manullang



You Might Also Like

4 komentar

  1. Sebetulnya semua ajaran agama itu sama ya mbak, nggak boleh melakukan yang aneh2 dulu sebelum menikah :D tapi ya masih banyak aja orang yang mencederai mksd ciuman sblm nikah itu sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyup. Banyak orang yang salah kaprah menganggap nafsu sebagai cinta. Padahal cinta itu sabar, ga egois, menghormati, ga mentingin diri sendiri dan tidak melakukan yang tidak sopan.

      Jebakan betmen banget kalau memakai sex sebagai tanda cinta. Sekali kejebak bakal sulit buat bangkit.

      Delete
  2. Quote-nya Maya yang nomor 10: mantaps!

    Ga usah yang ciuman deh mbak, saya lihat di IG ponakan saya pacarannya pakai pelukan segala aja udah mumet. Pingin bilang, "Kok gitu???" tapi ga jadi. Alhamdulillaah itu anak2 udah pada nikah sekarang.

    Beda zaman, ya, mbak. Zaman saya muda dulu ga berani main sama anak laki. Kalo sekarang malah runtang-runtung rombongan laki-perempuan. Dan model runtang-runtung ini juga ada di zaman orang tua saya. Nah lho. Muter deh ya trennya.

    Semoga nanti anak-anak saya ga pada pacaran dan menikah dengan selamat. Aaamiiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Anak sekarang bikin aku elus dada. Semoga bisa jaga anak-anak kita punya hubungan yang bisa jadi teladan buat orang lain.

      Delete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komentarmu yaa. Saya juga akan mampir ke blogmu ;)



recent posts

Your Ads Here

Follow Lasma on Facebook

ads