Saturday, December 30, 2017

[Review] Mustika Ratu Peel Off Mask Lemon









Demi...
Demi blog ini tetap eksis. Hidup. Napas. Saya rajin-rajin isi dengan review yaa hehehe.

Kayak hari ini. Jam 1 dini hari malah nulis review buat masker yang baru saya coba.

Ceritanya waktu itu lagi belanja ke Alf***** dan lihat-lihat ke bagian sabun muka. Nyari face scrub buat peeling karena scrub Essential Fairnessku sudah habis. Mau order  ya males kalau scrub doang. Plus lagi centil juga mau nyoba produk lain di luar Oriflame.

Nyoba?? Padahal belinya produk yang dulu dipake pas jaman mahasiswa. Udah pasti cocok. Terlalu cemen saya mah buat nyoba-nyoba "lagi". 

Eh, tapi emang dasar suka penasaran yaa. Liat masker Mustika Ratu Peeling Off Mask Lemon ini di rak. Yang kebaca sama saya harganya 18.000 (tadi liat struk  belanja ternyata 33rbuan T.T.. Mie apa.. Mata gua berani nipu gua... T^T). Gara-gara liat harga murah (tapi boong) itu dan memang lagi nyari masker peeling gitu, akhirnya ambil aja. 

Terus gimana rasanya? Hasilnya? Reviewnya?? 

Cerita sedikit soal masker ini sudah ada dari tahun 2016, tapi baru muncul di depan saya tahun 2017. Kemana aja kamuuhh??



Masker ini juga ternyata ada 2 varian, Lemon dan GreenTea. Di mini market kemarin cuma ada Lemon, jadi samber yang ada aja. Waktu saya googling ternyata dia ada peel gelnya. Sayangnya ga dijual di mini market. Kalau ga, pasti beli 1 paket ( dan masih ngarep harganya 18rbu/produk).

Cek juga


Untuk varian Lemon ini klaimnya bisa mengencangkan dan mencerahkan kulit. Liat aja nanti setelah beberapa kali pakai yaa. 

Lanjut review yaa. Mulai dari kemasan yaa. Maskernya dikemas dalam tube berwarna putih dengan tutup kuning. Di belakang kemasan ada penjelasan tentang produk dan cara pakainya. Secara kasat mata kemasannya ya gitulah. Mustika Ratu banget. Bukan buat gaya-gayaan. Yang penting fungsi maskernya. 

Beratnya cuma 60 gram. Bisa dibawa kemana-mana. Angkutlah buat liburan. 

Gimana dengan isinya?? Isinya bening. Pas dicoel ke jari, teksturnya kayak lem UH* (tapi jangan nyoba maskeran pakai lem ya). Pas dioles ke wajah langsung berasa ademmm seger disertai aroma alkohol dan lemon yang kuat. Kalau ga suka wangi yang tajam, mungkin ini akan mengganggu. Kalau saya sih ga masalah. Olesinnya pun dikit-dikit dulu baru lapis berapa kali biar enak pas peelingnya. 




Gimana cara pakainya?? Seperti masker peel off lainnya, olesin ke wajah kecuali mata dan mulut. Biarkan sampai kering, lalu kupas dehhh. 

Dan hasilnyaaa... 
Secara kasat mata ga terlalu keliatan sih buat saya. Ga kayak masker pencerah yang pernah saya pakai. Sekali pakai kulit langsung cerah. Tapi setelah pakai masker ini kulit jadi lembut dan kencanggg yaa. Pas lepasin maskernya juga ga sakit. Muka saya kan banyak bulu halusnya dan mereka aman-aman saja. Setelah terkelupas semua maskernya, saya pakai toner Love Nature Tea Tree dan Even Out Night Cream. Hebatnya, pas pagi, kulit saya ga berminyak kayak hari biasa. Bikin pengen make tiap hari  wakwakwak.. 


Masker masih basah
Sudah siap dikelupas

Kupas tuntasss


Terkupas totalllll.. 
Setelah toner dan krim malam



Secara keseluruhan sih suka sama masker ini. Selain sheet masker, saya memang lebih suka pakai yang peeling off. Lebih praktis kan pakainya. Ga perlu cuci muka. Apalagi kalau harga murah (walau kena tipu mata sendiri). Harga 33rbu udah lumayan murahlah yaa. 

Karen masker peeling itu susah didapat, nemu Mustika Ratu Peel Off Mask Lemon ini kayak nemu jodoh di tengah hutan (horor gitu yaa...). Saya rekomen buat produk satu ini.



Harga: sekitar 33.000


BahanAscorbic Acid, Glycerin, Hexylene Glycol, Propylene Glycol, PEG 40 Hydrogenated Castor Oil, Butylene Glycol, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Water, Imidazolidinyl Urea, Triethanolamine, Fructose, Glucose, Allantoin, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Fragrance, Polysorbate 80, Urea, Bisabalol, Dextrin, Sucrose, Alanine, Aspartic Acid, Glutomic Acid, Hexyl Nicotinate
Kelebihan: harga terjangkau, ga sakit pas dikelupas, kulit lembut, mengontrol minyak di wajah. 
Kekurangan: aroma alkoholnya kuat banget
Nilai4 dari 5

RepurchaseYes



Sunday, December 24, 2017

[IMAN] Kado Natal Dari Tuhan

Tanggal 24, besok udah Natalan lagi. Ini Natalan ke berapa ya dari sejak lahir?? 31 pastinya, sesuai umur yaa.

Bosen ga sih Natalan?? Padahal perayaannya gitu-gitu aja. Ceritanya itu-itu aja. Ga ada yang berubah.. Iya ga??

Monday, December 18, 2017

[Artikel] 3 Cara Mencintai Pasangan


Selama beberapa tahun ini banyak sekali pengetahuan dan informasi bagaimana pria dan wanita sebenarnya amatlah sangat berbeda. Pria dari Mars dan wanita dari Venus. Atau pria adalah wafle dan wanita adalah spagheti.

Friday, December 15, 2017

[Review] Tony Moly I'm Real Aloe Mask Sheet Moisturizing



Hi, hi apa kabar? Masih ada yang suka ngintip blog ini? Hehhehe...
Udah lama nih ga review produk. Kali ini saya mau review masker dari Korea yang kayaknya lumayan terkenal. Tony Moly I'm Real.

Tuesday, October 31, 2017

[PARENTING] Hati Maria Kepada Yesus


Seminggu ini nonton film Band of Brother dan tahu-tahu Tuhan ngomong banyak dari film itu.

Liat banyak orang mati di medan perang, dari yang kelihatan seperti pahlawan sampai yang mati konyol. Hati keiris-iris ngebayangin keluarga yang ditinggalkan mendengar berita kematian mereka.

Tuesday, October 24, 2017

[Review] Wanita Yang Meninggalkan Karier - Larry Burket







Awal saya membeli buku ini sebenarnya saya sedang mencari buku tentang "bagaimana menjadi ibu yang baik menurut Firman Tuhan". Beberapa buku sudah saya masukan ke dalam keranjang sebagai pilihan, tapi begitu melihat buku ini dan ringkasan isinya, saya langsung membelinya dan menyingkirkan buku lainnya. Kalau saja budget saya  lebih besar, mungkin saya akan membeli semua. Untungnya budgetnya sedikit jadi saya tidak perlu membeli buku yang tidak akan saya baca.

Monday, October 23, 2017

[IMAN] Kritik Terhadap Gereja



Hmm... Ehmmm... Tes 1, 2, 3...

Liat judul di atas, saya bukan mau kritik soal gereja yaa. Saya cuma mau menyampaikan isi hati tentang tulisan-tulisan teman-teman saya yang mengkritik gereja saat ini.

Saturday, October 21, 2017

[Tips] Make up Tanpa Foundation - Show Your Spot!!



Punya banyak bintik hitam di wajah??? Suka malu sama orang karena bintik wajahmu?? Ga usah malu. Itu cuma bintik, bukan aib. Masih bisa dihilangkan dengan skincare yang tepat kan?? Kalau pun tanda lahir ya bagus buat nandain kamu anak Papa Mama *loohhh

Mau makeup tapi lelah karena harus nutupin dengan ini itu. Makan waktu dan kulit terasa lelah.

Ini gw punya tips supaya tetap bisa tampil menarik dengan bintikmu tanpa perlu ditutupi karna owner pun punya BUANYAK bintik hitam.

A. Percaya diri. Modal utamanya buat kamu tampil menarik ya cintai bintik hitammu, tapi jangan dipelihara. Nikmati aja kulitmu yang ga sempurna. Ada saatnya nanti mulus, kamu akan bersukacita. Eeaaa

B. Nah mulai rawat kulit dengan benar. Pakai pembersih, toner, krim wajah. Scrubing min 1 kali seminggu dan maskeran. Supaya bintik hitam cepet dadah byebye.

C. Kita mulai makeup tanpa foundationnya yaa.



1. Setelah menggunakan skincare, teman2 bisa memakai concealer untuk daerah mata yg gelap, jidad, hidung, dagu sebagai high light.
Di sini gw pakai THE ONE Iluskin Concealer

2. Untuk mencerahkan pipi, gw pakai THE ONE  Lip Sensation Matte Mousse - Satin Rose. Enaknya lip cream kayak gini bisa dipakai jadi perona pipi juga hehehe. Buat titik seperti digambar lalu baurkan sepanjang tulang pipi saja.

3. Supaya hidung tampak lebih terdefinisi (apa ini maksudnya), gw memakai THE ONE Eyebrow kit warna paling terang untuk contouring.

4. Masih dengan THE ONE Eyebrow kit, gw memakai warna yang paling terang lagi untuk membentuk alis. Jangan lupa aplikasikan waxnya lebih dulu ke seluruh alis.



5. Gw menggunakan Pure Colour Press Powder - Light/Medium untuk menyerap minyak di wajah.

6. Gunakan THE ONE Iluskin Concealer lagi pada bibir agar lipstik lebih tahan lama. Gw juga memakai concealer sebagai dasar supaya bisa membuat warna lipstik gradasi ala Korea.

7. Aplikasikan THE ONE  Lip Sensation Matte Mousse - Satin Rose pada bagian dalam bibir, lalu tepuk-tepuk ke arah luar. Pastikan warna bagian dalam bibir lebih terang dari pada yang luar untuk efek bibir merona ala Korea

8. Bingkai mata dengan stylo eyeliner. Buat garis eyeliner tebal pada kelopak mata supaya kesuluruhan makeup terfokus pada mata.

9. Lentikkan bulu mata dengan THE ONE Volume Blast Mascara. Ini gw ga pakai penjepit bulu mata, udah kece hasilnya.

Selesaiiii! Gampang kan??? Selamat mencoba yaa.



Yuk cek diskon produk2 yang gw pakai di sini 👉 KLIK

Wednesday, October 18, 2017

Tuhan, Sakittt

[Tuhan, Sakitt..]

Aku duduk di sisi-Nya
Tidak ada suara
Tidak ada kata
Hanya aku dan Dia

Ucapan tak lagi sanggup menjelaskan
Isi hati yang terdalam
Tapi aku tahu Dia tahu
Dia merasakan yang kurasa

Dia menangis bersamaku
Mengerti lukaku
Ia tidak memihakku untuk membenarkan diri
Tapi Dia mengerti lukaku

Dia duduk bersamaku
Dalam keheningan Dia mendengarkan sayatan hatiku
Dalam kesunyiaan Dia mengerti sesakku

Saat aku menangis
Aku melihat luka yang kurasakan di matanya
Ia mengerti
Lebih mengerti dari yang kubayangkan

Sakit....
Sakit...
Sakit...

Lalu rasa perih itu memudar
Rasa sesak itu menjadi samar
Ia menunjukkan janji-Nya
Ia memberikanku pengertian yang tak pernah kukira

Dia buka mataku
Melihat apa yang Ia lihat
Mengerti apa yang menjadi pikiran-Nya

Saat aku tersadar lukaku telah Ia pulihkan
Masih ada goresan di sana
Tapi Ia menjadikannya hiasan
Agar aku menjadi lebih dewasa

Dan saat aku melihat wajah-Nya
Semuanya jadi terasa mungkin
Mungkin untuk aku bisa mengampuni
Mungkin untuk aku bisa berjalan lagi

Saat aku melihat wajah-Nya
Aku merasa sanggup
Untuk hidup kembali

------------------------
*Teruntuk kamu orang2 yg kukasihi yang sedang terluka...
Karna aku ga tahu cara menghibur yg baik, mengajar yang baik...
Aku cuma tahu Tuhan selalu bersama mu, sekalipun kamu sendirian...
Aku pun pernah terluka..
Dan beginilah cara Ia memulihkanku
Aku berdoa...
Supaya Tuhan mengalirkan kasih karunia-Nya dan kamu menjadi pulih juga...
Hidumu dalam tangan-Nya

Pic: Om google


Tuesday, October 17, 2017

Benci Menguras Jiwa

Kalau udah benci, semua pujian pun akan dianggap jarum dan kotoran. Ga mau melihat dan mendengar lebih dekat. Ga mau lebih jauh mengerti, semua dianggap manipulasi.Kalau udah benci ya benci. Jadi, sebenarnya hatinya siapa yang harus dibersihkan??? Orang yg dibenci jalan santai, kitanya udah keburu rusak oleh amarah.

Jadi, siapa yang harus dibersihkan??

Luapkan amarah ke hadapan sosial, lalu sama2 marah dan menghujat. Apakah itu yang memang kita mau?? Puaskan saja marah kalau itu bisa memperbaiki keadaan.

Apa kita ga bisa belajar dari masa lalu?? Segitu besar dan pentingnyakah harga diri kita hingga tidak sanggup melakukan apa yang benar?? Mengampuni dan mengasihi??

Kita tahu kok kalau dunia ini kotor, ga adil, kenapa harus begitu marah dan merugikan diri sendiri?? Percaya deh, pelan2 kamu bisa mati kalau kamu pelihara marahmu. Lepaskan hakmu untuk menghakimi, itu bukan bagianmu. Jangan lempar damai sejahtera yang Tuhan kasih cuma demi pembuktian diri bahwa kamu benar dan mereka salah.

Kalau kamu benar, biar Tuhan yang buktikan. Kalau mereka salah, biar Tuhan yang buktikan.


[IMAN] Banyak Minta Ampun Saat Kecewa

Eh, ga salah tuh judul?? Ga. Bener kok. Waktu kita dikecewakan, banyak-banyak minta ampun.

Eh, mungkin orang lain ga berlaku. Tapi ini berlaku buat saya.

Wednesday, October 11, 2017

Dua Bulan Diet

 Hiiiii blog!! Apa kabar?? Panen jamur ya kelamaan ga diisi. Mumpung batre hp masih ada, saya mau update kehidupan saya yang gitu2 aja bagai katak dalam tempurung. Ya ga peduli orang suka atau ga, saya nulis aja. Buat muntahin kebutuhan ngomong saya sebagai seorang wanita. Daripada mojok, ngomong sendiri.. Sudah 2 bulan ini saya menjalankan diet. Wihhhh... Berhasil?? Ga tahu berhasil atau ga. Minimal sih berhasil mendisiplinkan kebiasaan makan saya yang suka ngemil. Diet kali ini lebih berhasil daripada dulu yang ga jaga makan. Minat saya buat ngemil jauh berkurang. Lebih milih makan buah atau minum air putih (saya orang yang males minum). Terus udah turun berapa kilo?? Pertama kali nimbang berat saya 76,8 kg hari ini 74,4. Dikit banget turunnyaaa!! Iyee gw tahuuu... Sempet keki juga liat angka yang turunnya sedikit2. Tapi di sini diajarin sabar juga. Karena saya ga memakai suplemen apa pun, ya saya harus sabar-sabar. Baca-baca info di google juga bilangnya, orang yang pernah rajin olahraga, lebih susah nurunin berat badan. Ya kaaannn.... Gw dari mahasiswa suka olahraga ga jelas di kamar. Belum lagi target saya lebih ke ilangin lemak tubuh, bukan nurunin berat badan. Jadi, bisa aja berat sama tapi keliatan ramping karena otot yang padat dan kencang. Saya juga memang ga mau buru2 nurunin berat badan karena ini badan udah keburu goyor2 di mana2. Kalau tiba2 kurus, kebayang ga tuh kulit kayak apa. Om Google bilang juga, penurunan berat badan ideal itu 0,5  - 1 kg/minggu. Kerja keras banget kayaknya. Tapi ya itu demi tetap jaga kesehatan dan menghindari resiko kena penyakit akibat diet ekstrem. Yang pasti jangan puas dengan berat yang turun seiprit yaa. Saya tipe yang cepet puas soalnya...huhuhu... Kenapa sih ngotot mau langsing?? Semoga yang nanya ini bukan orang yang ga pernah gemuk. Karna kalau ga pernah gemuk ga pernah ngerasain badan berat mau kerjain ini itu, mau pakai baju ini itu pada ga muat, mau beli baru ya ampun susahnya cari yang pas. Kecuali kamu si kurus yang harus cari baju XXS. Sama susahnya yaa. Jadi, saya mau punya berat ideal biar saya punya banyak pilihan, bukan ga punya pilihan. Jadinya apa-apa serba terpaksa. Dikendalikan situasi. Gitchuuu saudara2. Ya sudah. Semoga niat baik ini Tuhan restui dan dukung yaa. Aminnnn.


Friday, September 22, 2017

Kubur

Gelap itu masih nyata
Malah semakin menyesakkan

Timbunan beban mematikan rasa
Membekukan jiwa juga raga

Kemana aku berjalan
Jika kakiku begitu berat
Kemana aku menggapai
Jika tanganku terikat

Kubur
Jadi tempatku
Tak mampu aku meraih keluar

Kubur
Terbenam
Mati perlahan
Walau aku masih ingin keluar

Haruskah aku melawan
Haruskan aku berontak

Aku hanya ingin menjadi aku
Aku ingin kau melihatku sebagai aku

Kubur aku lebih dalam
Dan aku akan lebih memilih mati sekalian

Mati hatiku
Mati ragaku
Kubayangakan
Terasa akan lebih melegakan


Tuesday, September 19, 2017

Silk Beauty Solusi Biang Keringat Gi


Biang keringat, kayaknya udah akrab banget deh sama penyakit kulit satu ini ya. Bintik-bintik merah yang bikin gatal. Apalagi kalau cuaca lagi sangat panas dan lembab.

Beberapa bulan lalu Gi ngalamin biang keringat parah. Sampai setiap gatal, dia garukin badan ke tembok atau pintu. Bener-bener kayak beruang.

Waktu itu putus asa juga sih mau nyembuhinnya gimana. Soalnya Gi anaknya aktif, ga bisa diem, dilarang main di luar pun ga mungkin.

Pas kebeneran waktu itu saya beli sabun Silk Beauty yang lagi diskon. Niatnya mau hilangin belang badan bekas berenang di Water Bom. Karena mau berhemat, ya akhirnya sabunnya pake bareng Gi.

Di luar dugaan, baru 2 - 3 hari pakai biang keringat Gi ilang. Yang di punggung, di leher yang ga ilang2 udah lama pun akhirnya hilang juga. Takjubbb... Hahhaha.

Entah kenapa bisa begitu. Saya pakein sabun bayi dan sabun Oriflame lainnya ga segitu keren hasilnya. Terutama yang di lehernya. Saya tadinya udah pasrah aja tuh ruam ga ilang-ilang. Ternyata pakai Silk Beauty ga pakai lama ilangnya. 

Dari hasil googling di internet baru ngerti kenapa biang keringat Gi bisa hilang dengan Silk Beauty. Ternyata kunci menghilangkan biang keringat ya kulit yang lembab ternutrisi. 

Nah, emang tiap abis pakai sabun Silk ini jadi halus banget kulit si bocah. Saya aja demen pegang2nya. Lembut dan kenyal. 

Paling seneng pegang punggungnya yang jadi liciiinn, halus. Papanya pun ngakuin efek Silk yang cepet banget ilangin ruam Gi. 

Kandungan Silk Protein dan Bunga Anggrek yang bikin sabun ini beda. Beneran lembab. Paling penting deterjennya ga banyak-banyak amat. Justru kalau banyak deterjen bikin kulit kering kan. 

Bulan september ini kan cuma 50ribu tuh. Saya langsung nyetok buat 3 bulan. Biar cukup sampe diskon berikutnya hehehhe. 


Harga: 109.000 (Rp. 50.000 September 2017)


BahanAQUA, GLYCERIN, ISOPROPYL PALMITATE, CETYL ALCOHOL, STEARYL ALCOHOL, GLYCERYL STEARATE SE, HYDROXYPROPYL STARCH PHOSPHATE, CYCLOPENTASILOXANE, CETEARETH-20, BUTYROSPERMUM PARKII BUTTER, PENTAERYTHRITYL DISTEARATE, IMIDAZOLIDINYL UREA, CYCLOHEXASILOXANE, SODIUM BENZOATE, METHYLPARABEN, PARFUM, PROPYLPARABEN, XANTHAN GUM, CITRIC ACID, MORUS ALBA EXTRACT, PROPYLENE GLYCOL, SILK AMINO ACIDS, SODIUM CHLORIDE, PRUNUS SERRULATA FLOWER EXTRACT, PHENOXYETHANOL, SODIUM CITRATE, BENZOIC ACID
Kelebihanlembut, wangi, hilangin biang keringat gi
Kekuranganga cocok buat emaknya. Hiksss
Nilai4 dari 5

RepurchaseYes
Kamu mau beli produk ini? Bisa pesan ke saya. Cek diskonnya di sini 

Saturday, September 02, 2017

[Review Lagu] I Don't Want To Be Sad - Simple Plan

Lagi seneng nulis review deh. Apa aja nanti saya nanti bikin reviewnya. Mau film, buku, lagu, apa aja. Bahkan yang udah lama saya baca. Mungkin demi mengeluarkan ribuan kata sedangkan saya bukan tipe yang suka ngomel. Mending buang di blog yaaa hehehehhe.

Balik ke topik utama.

Beberapa hari lalu saya "bertemu" dengan stress saya lagi. Kelelahan emosional. Kalau mau divisualkan mungkin cawan saya kosong. Kering. Bukan ngerasa Tuhan ga peduli. Masih berasa deh Tuhan selalu liatin, tapi sebatas liatin. Kayaknya saya malah tutup kuping sama kata2 Tuhan. Lagi keras hati banget.

Bahasa kerennya mungkin kurang piknik.

Ngerti banget deh kenapa emak2 suka pada marah2. Yes, emak2 emang ga punya tempat buat lari. Kalo kerja di luar rumah, lo masih bisa lari dari kerjaan kantor dengan ambil cuti, urus rumah, urus anak. Atau cape sama suasana rumah, bisa di kantor ngobrol sama teman sejawat hahah hihi dari A sampe balik ke A.

Tapi kalau kamu IRT 24 jam 7 hari seminggu, 5 minggu sebulan, 12 bulan setahun... Ga bisa lari kemana2. Apalagi kalau ga ada tempat buat nitip anak walau sejenak. Bersyukur saya tinggal dekat mertua. Kadang2 mertua bawa bocah main seharian di tempat dia. Kalau udah kayak gitu bahagia banget bisa kerjain kerjaan rumah dengan bebas.

Bukan berarti bocahku adalah beban. Bukan ya Giii... Catat dan dengarkanlah. Ada saatnya seorang Mama butuh mengisi cangkirnya. Entah dengan doa, hobi, istirahat, obrolan ringan dan obrolan berkualitas sesama orang dewasa. Semata2 supaya kami emak2 ini ga "kehilangan" diri sendiri. Kami emak2 ini sadar diri banget, untuk memberi kami sendiri harus terisi penuh, gimaba mau memberi kalau cawan kami kosong??

Cawan kosong karena fokus sama diri sendiri?? Kalau yang ini cawan kosong karena kebanyakan dituang, udah kering malah dipaksa ngisi terus. Gimana ga rusak cawannya? Terkikis.

Bahkan Tuhan Yesus kabur dari orang banyak supaya bisa punya waktu sendiri buat berdoa. Cuma mikirin dirinya dan Bapa. Itu kenapa rasul Paulus bilang kalau mau maksimal pelayanan ga usah nikah. Yes, pernikahan mendewasakan tapi juga mengurasa tenaga dan pikiran. Berbahagia mereka yang sudah menikah dan punya anak tapi tetap setia melayani. Jangan bermegah yaa, serius semua itu anugerah. Bersyukurlah.

Terus apa hubungannya sama lagu Simple Plan ini??

Balik ke masalah awal, minggu-minggu ini ngerasa seperti adonan roti, melempem. Lembek. Ga berdaya. Mental illness itu muncul lagi. Tapi ga separah tahun lalu. Berusaha buat bahagia, tapi luar biasa sulitnya. Berbagai cara saya coba buat selalu positif. Mentalll.

Saya ga nutup mata dari kebaikan Tuhan dan pemeliharaannya, tapi jiwa saya terus2an merasa menderita. Seolah-olah mau menggenapi ayat  " ada waktunya berduka".... Apa iya???

Apa pun itu alasannya, lagu ini membangkitkan semangat saya lagi. Inget-inget lagi kalau saya ga sendirian menghadapi kondisi mental breakdown kayak gini. Ada banyak orang di luar sana mengalami hal lebih buruk dari saya dan mereka berjuang.

Mereka pilih buat bahagia.

Saya pun pilih buat berbahagia. Mulai menyusun ulang prioritas saya. Prioritas saya adalah mengisi cawan saya supaya saya bisa mengalirkan air yang bersih untuk anak dan suami saya... Saya mulai mengeliminasi mimpi2 saya. Fokus pada tujuan utama saya, melihat anak dan suami jadi maksimal dalam Tuhan.


Lirik lagu ini bikin saya terhibur. Semua cara saya lakukan, tapi kebahagiaan seolah bukan buat saya. Tapi mau gimana pun keadaan besok mungkin akan buruk, tapi saya ga mau sedih lagi. Saya mau pilih berbahagia.

Ngomong2 soal Simple Plan, saya tahu mereka cuma yang Perfect sama Untitled. Lagu ini pun rilis 2016 lalu. Tuhan seolah ngomong sama saya lewat lagu ini. Ayo pilih berbahagia.

Apa pun itu, makasih sama Tuhan yang sodorin lagu ini di kuping saya. Bikin saya semangat lagi buat fokus cari Dia.

Yang penasaran sama lagunya, bisa cari di Joox yaaa hehhehe.

Saya mendengarkan " I Don't Wanna Be Sad-Simple Plan ". Nikmati musik di JOOX! http://www.joox.com/common_redirect.html?page=playsong&songid=Hgo5kla_F_1I4FoouOXWig==&appshare=android&backend_country=id&lang=id&ksongid=0 (#JOOX)

Thursday, August 24, 2017

Kebiasaan Tidak Menyelesaikan

Tahun ini, saya makin sadar kebiasaan buruk saya yang cukup membuat saya ga maksimal adalah memulai tapi sering tidak menyelesaikan dengan baik.

Banyak hal-hal yang saya targetkan, tapi tidak pernah menunjukkan hasil karena saya tidak mengakhiri dengan baik. Cukup frustasi dengan masalah ini.

Akarnya dimana? Saya sering mengerjakan segala sesuatu berdasarkan mood. Kalau saya ga suka atau capek atau bosen, saya tinggalkan. Jadwal saya banyak berantakan dan tidak konsisten.

Bahkan usaha-usaha saya membangun kebiasaan baik sering berhenti di tengah jalan. Bisa dibilang, saya membenci diri saya yang seperti ini.

Banyak pekerjaan yang tak selesai. *nangis di pojok

Yah, orang bilang jangan fokus pada kelemahan, tapi kalau di analisa.. Ya saya banyak ga maksimal karena kebiasaan saya ini. Bahkan usaha untuk memperbaiki kebiasaan ini terhalang kebiasaan yang sama... *pusing kan lo..

Makin sedih lagi setiap kali saya berpikir, anak saya harus lebih baik dari saya. Tapi kalau saya sendiri tidak punya disiplin diri yang baik, bagaimana anak saya bisa belajar??

Dalam hati saya sangat menginginkan hidup yang stabil bagai jalan tol. Tapi ternyata makin tua, hidup makin seperti jalan di lereng-lereng gunung. Harus makin hati-hati. Harus makin penuh pertimbangan.

Terus kalau sudah seperti ini, seharusnya bagaimana?? Selalu balik ke Tuhan... Biasanya Tuhan suruh saya belajar dari buku, artikel dan lain-lain. Yang penting sikap hati dulu dibenerin. Gambar diri dulu dipulihkan, biar respon yang keluar jadi berkat bukan batu sandungan 😂😂😂.

Mama Gi semangat!!! Proses, itu yang utama!!


Sunday, August 20, 2017

Oh, Break Out!


Hai, hai... 

Akhirnya posting lagiii.

Sebenernya udah lama mau posting hal ini, tapi berhubung saya sendiri lagi menunggu hasil yang maksimal, akhirnya baru hari ini saya posting. 

Hasil apaan sih bo?? Hasil penyembuhan masa paling mengerikan wajah saya mengalami break out.

Sunday, August 06, 2017

[Review] Love Nature Shampoo & Shower Gel







Hai, hai.. Sudah lama pengen bikin review produk Oriflame lagi, tapi baru bener-bener niat nih gara-gara ada produk baru dari Oriflame.

Produk apa tuhh??

Friday, August 04, 2017

Toilet Re-Training



Apalah pula itu toilet re-training?? Bukan apa-apa. Cuma bahasa saya sendiri yang buat hahahha. 

Saya pakai istilah itu untuk proses mengajarkan ulang gi untuk ke BAB di toilet, BAK di toilet. 

Loh, kok bisa?? 

Jadi, ceritanya suatu hari di saat bulan puasa 2017, Gi tiba-tiba BAB di celana. Kotorannya sampai ke lantai. Jangan dibayangin ya kalau jijik. Hehehe. 

Gi sendiri  jijik dan lumayan trauma. Sejak itu dia sering nahan BABnya. Yang keluar sedikit-sedikit. Saya sendiri juga bingung. Padahal makan lumayan banyak. Tapi keluar sedikit-sedikit. Ternyata karena dia tahan. Dia ga mau ngalamin BAB di celana lagi. 

Saya dan Papa Gi stress dong. Takut dia sembelit. Tiap mau BAB dia cuma lari keliling kayak orang ketakutan.  Mau ga mau kami angkat dia  ke kamar mandi dan dudukan di toilet. Kalau udah kayak gitu, ga jarang jadi drama. Dia ketakutan setiap kali harus duduk di toilet.

Aneh yaa. Padahal sebelum kejadian BAB di celana itu kalau mau ke toilet, Gi pasti bilang. Mau "ee" walau pun akhirnya cuma pipis. 

Saya yang sudah senang dia bisa komunikasikan kalau mau buang air kecil jadi stress liat Gi tiba2 sering BAB atau BAK di celana. Belum lagi ngompol kalau tidur.

Stress karena ga lama lagi dia harus sekolah. Ga mungkin kan kalau mau buang air nanti di kelas malah muter2. Sedangkan dia juga sudah ga mau pakai popok. 

Gara-gara stress itu saya jadi sering emosi juga kalau dia mau buang malah cuma muter2. Saya tahu ga boleh nekan anak, tapi udah frustasi juga kasih tahu dia kalau buang jangan ditahan. Harus bilang biar ditemenin ke toilet. 

Stress liat Gi begitu, stress juga karena ga bisa nahan emosi. Ya, ampun... Emak2 serba salah banget dah. 

Tiap hari berdoa dalam hati tanya Tuhan kenapa. Kenapa Gi kayak gitu? Apa bener cuma karena trauma? Apa gara2 saya? Banyak lagi penuduhan dan rasa bersalah ga bisa didik anak dengan baik. 

Daripada nanya2 doang, saya putuskan buat cari tahu di google kenapa anak tiba2 jadi suka nahan buang air. Ternyata ada banyak faktor, kurang perhatian, trauma, dll. Lebih ke psikologis. 

Saya langsung ambil kesimpulan, mungkin Gi butuh perhatian lebih. Karna saya sibuk urus rumah sambil kerjain bisnis juga. Kepala penuh dengan to do list yang kadang ga semuanya bisa beres. Ngadepin Gi jadi dengan sisa-sisa tenaga.

Dari situ minta ampun sama Tuhan. Saya lalai. Perbaikin lagi jadwal saya. Perbaikin lagi cara ajarin Gi ke toilet. Ngingetin diri sendiri buat selalu sabar.. Sabar... Gi cuma anak-anak yang belum bisa menyampaikan isi hatinya dengan gamblang. Jadi, harus saya yang tahu perubahan perilakunya dan analisa lalu cari solusi. Harus saya yang lebih dulu mengerti dia. Saya harus mendengar kebutuhan dia dari perilakunya. 

Makasih Tuhan kasih saya hikmat, saya jadi lebih fokus buat ajarkan Gi toilet training lagi. Targetnya sebelum masuk sekolah sudah harus bisa balik seperti sebelum dia BAB di celana. 

Mau ga mau saya mendisiplin emosi saya. Saya tunggu dia dengan sabar saat duduk di toilet. Kalau dia ga mau, ga saya paksa. Kalau dia kelepasan, saya berusaha berespon dengan tenang. Memang kerja lebih banyak. Waktu lebih kebuang. Tapi demi anak kan yaa. 

Setiap mules itu datang, Gi langsung stress. Kalau dia ga mau ke toilet saya angkat. Kalau dia duduk lama sambil nangis, berarti benar mau BAB. Saya peluk sambil bilang "ga papa.. Ga papa.." lalu pijat2 bagian atas tulang ekornya. 

Beberapa hari masih keluar sedikit2, biar begitu saya beri pujian dan tepuk tangan lalu bilang "Tuh, ga papa kan?" 

Lama-lama Gi bilang kalau mau BAB walau masih ketakutan saat mulas itu datang. Beberapa hari malah masih harus saya peluk dan motivasi. Jika dia berhasil BAB, selalu diberi pujian dan tepuk tangan. 

Puji Tuhan, sebelum masuk sekolah Gi sudah kembali bilang kalau mau buang air. Sudah ga takut lagi. Malah sekarang sudah bisa BAK sendiri tanpa perlu ditemani. 

Hari ini malah Gi bisa BAB, naik ke toilet sendiri. Kadang dia juga cebok sendiri. Mama cuma cebokin ulang memastikan sudah bersih. 

Puji Tuhan juga Gi sudah ga ngompol di kasur mau tidur siang atau pun malam. Kalau pun bablas paling sekali sebulan. 

Eh, jadi mewek kalau inget stressnya saat itu. Puji Tuhan laki bisa sabar juga ngadepin situasinya. Tetep ada marahnya juga sih kalau liat Gi nahan2. Dia takut banget Gi sembelit. Tapi dia bener-bener mau temenin Gi kalau buang air, ingetin Gi berkali-kali buat bilang kalau mau buang air. 

Kalau ditulis kayak gini jadi keliatan nyata gimana Tuhan berserta kami. Hahahha. Makanya lebih sering nulis Mama Gi!! *getok kepala sendiri. 

So, emak2, mami2, bunda2.. Mungkin ada yang ngalamin kayak saya. Jangan nyerah yaaa. Anak kita lebih pintar dari yang kita duga. Tinggal kitanya yang sabar narik potensi dia keluar buat belajar. 

Oh iya.. Rajin2 puji anak2 kita. Dia makin cepet belajarnya. Semangattt!!!


Follow IG saya yaa @lasma_manullang

Thursday, August 03, 2017

Tabungan Untuk Gi


Dari  penjualan motor  Blade, Papa Gi dapet duit lumayan. Sebagian akhirnya kita putuskan buat bikin tabungan buat Gi. Ga gede2 amat karna memang belum bisa nabung kayak Paman Gober. Minimal sudah memulai. 

Tadinya pertimbangin nabung di beberapa bank yang setoran awalnya murah. B**, Ma****... Tapi kami beberapa kali dengar dan ngalamin kejadian buruk dengan bank bersangkutan. Akhirnya kami putuskan nabung di BCA saja dengan menggunakan nama saya. 

Sebenarnya sudah datang di hari Selasa. Tapi ternyata saya tidak bisa membuka tabungan Tahapan. Entah alasannya apa. Ga tertarik juga mau tahu. 

Customer Servicenya sarankan membuka Tabunganku dengan menggunakan perwalian. Karena Gi masih usia 3 tahun, syaratnya gampang. 

1. Akte kelahiran asli dan fotocopy
2. Kartu Keluarga asli dan fotocopy
3. KTP salah satu orang tua dan fotocopy
4. Foto anak ukuran 3x4
5. Materai 6000
6. Uang setoran awal minimal 20.000

Waktu dengar syarat-syaratnya semangat banget. Ga susah. Tinggal lengkapin ini itu. 

Jadilah hari ini saya bolak balik naik angkot cari tempat fotocopy dan beli materai sementara Gi sekolah. Berharap banget gara-gara ini berat badan turun. *ehhh

Setelah semua lengkap, saya jemput Gi. Tunggu dia main sebentar. Setelah itu kami langsung ke bank. Puji Tuhan deket. Jalan dikit, lalu nyebrang. 

Riwehhh.. Riwehhh...awalnya memang maunya bikin tabungannya pas Gi masih di kelas biar ga riweh. Tapi ada kendala saat mau fotocopy, jadi harus jemput anaknya dulu. Ga mungkin nunggu tabungan jadi dulu, takut Gi keburu pulang dan nunggu lama di sekolah. 

Tapi ya udahlah ya.. Biar Gi makin akrab. Apa itu bank (permen di meja di customer service habis sama dia -. -) 

Nunggu beberapa nomor saja buat menapat giliran kami. Salaman, perkenalan, diminta deh dokumen yang dibutuhkan tapi jengjeng.. Saya malah bawa akte kelahiran saya sendiri. Gubraaxx.. 

Untungnya, ternyata, saya masih bisa buka Tabunganku atas nama saya. Proses ga lama. Cuma butuh KTP. 

Kelebihan tabungan ini dibanding Tahapan BCA, rekening saya yang satu lagi..

1. Setoran awal murceee min cuma 20.000
2. Setoran berikutnya lebih murce min 10.000
3. Ga bisa buat belanja online karna ga disediakan e-banking atau mobile banking. Aman banget kalau mata jelalatan liat shoponline. 
4. Setoran harus melalui teller. Biar gaul dikit yaa. Ga ada salahnya ketemu teller cantik dan ganteng. Tapi bisa juga sih ditransfer dr rekening lain buat diisi.
5. Ada batas max transaksi tiap bulan sebanyak 4 x. Kalau lebih ada biaya admin.
6. Tarik tunai hanya bisa di ATM BCA. 

Eh, kok ya ribet?? Kalau niatnya memang buat nabung emang mending ribet biar ga tergoda buat make.

Apalagi kalau harus setor langsung ke teller, maksa orang tuanya bawa anak ke bank dan belajar proses menabung. Pengen banget ajarin Gi hal ini. Biar ga mikirin jajan aja. 

Kenapa setoran awalnya murah?? Ternyata memang ini program dari pemerintah untuk semua bank menyediakan jasa tabungan untuk masyarakat. Makanya dipersulit tuh buat ambil2 dan pakai belanja, tapi dipermudah dalam hal setoran dengan nilai minimal setoran yang terjangkau. 

Kalau ada yang mau buka Tabunganku buat anak2nya, lumayan nih. Langsung aja ke kantor BCA terdekat. Jangan lupa bawa syarat-syarat yang ada di atas. 

Moga-moga Gi bisa cinta menabung, begitu pun emak dan bapaknya. Amin..

Follow IGku yaa @lasma_manullang 

Jual Motor (Bye bye Blade)




Hari Minggu lalu, akhirnya Papa Gi jual motor pacar pertamanya. Motor pertamanya yang dijual dari hasil keringat sendiri. 

Lohhh, kenapa dijual?? 

Iyupp.. 

Karena si Honda Blade ini sudah tua. Sudah 5 tahun lebih umurnya. Daripada habisin duit kebanyakan diservice ya dijual. 

Selain itu Papa Gi sudah ga pernah naik motor sendiri ke kantor. Dia lebih pilih naik ojek online disambung naik Trans Jakarta. Ongkosnya lebih gede, tapi dia lebih sehat. 

Dulu jaman masih naik motor, bisa 2 jam di jalan karena terjebak macet. Posisi duduk yang gitu2 aja dan bahu yang terus memegang stang motor, bikin badan dia gampang pegel, kaku. Dan kalau udah kayak gitu, Papa Gi ga semangat buat berangkat kerja bayangin capeknya di jalan. 

Sekarang sejak naik mobil umum, mukanya lebih happy. Pegal2 ada, tapi ga kayak waktu naik motor. Di jalan juga tetap lama, tapi dia lebih sehat. 

Siapa sih yang ga mau liat laki sehat?? Apalagi kan kalau naik mobil umum mau ga mau Papa Gi harus jalan kaki. Berarti bakar lemak. Bagus juga buat jantung. Perutnya juga mulai kecilan. Moga2 ntar lagi celana yang lama pada muat yaaa... Hehhehe.. 



Terus ada rencana beli kendaraan pribadi ga ya?? Tiap kali diskusi hal ini, yang kebayang mendingan uang buat beli kendaraan dipake buat bayar renovasi rumah. 

Kami jarang keluar rumah. Jadi ga terlalu butuh kendaraan pribadi saat ini. Kendaraan umum dan transportasi online sudah sangat membantu. 

Punya kendaraan pribadi bayangin kejebak macet sudah bikin kepala muter-muter. Kan lebih enak disupirin. Bisa tidur kalau macet. Pas sampai tinggal bayar dan kasih tips. Jangan lupa bilang terima kasih dengan tulus. 

Uang dari penjualan motor akhirnya bisa dipakai buat buka tabungan Gi. Lumayan. Nanti saya bahas Gi pakai tabungan apa dan segala macam tetek bengeknya ya hehhe. 

Byebye Blade. Sudah jadi saksi bisu kerja keras Papa Gi, masa2 kami pacaran, nikah, dan punya anak. Huhuhuhu.. Kok jadi terhura. 

Foto: google/kaskus 2013

Tuesday, July 25, 2017

Orang di depan kita

Berbicaralah dengan hati2. Ada nyawa dalam setiap perkataan. Entahkah itu untuk menghidupkan atau malah mencabutnya

Marahlah dengan pengendalian
Bukan dengan ledakkan
Karna terkadang marah yang tepat membawa kebaikan

Dengarlah sebelum bicara
Karena selalu ada cerita lainnya di balik sebuah peristiwa
Terkadang orang hanya ingin didengar..

Lihatlah lebih jelas...
Kebutuhan yang tak terucapkan
Kerinduan yang tertahan..
Karena tidak semua hal mudah disampaikan..
Hanya karena takut mengorbankan orang lain..

Dengarkan baik-baik..
Ada orang di hadapan kita...
Apa yang dia alami hari ini?
Dengarkan dia...
Dengarkan matanya
Dengarkan wajahnya
Dengarkan bahasa tubuhnya..
Terkadang mulutnya bercerita dengan gembira..
Tapi tubuhnya berbicara tentang luka..

Kita tidak perlu jadi pahlawan untuk semua orang
Cukup lihat ada orang di depan kita..
Apa yang dialaminya hari ini..


Wednesday, July 05, 2017

Sedikit Cerita Tentang Menjadi Mama

Kalau lagi dapet gini, bawaan melankolis jungkir balik. Puji Tuhan ga meledak2 kayak bulan2 sebelumnya.

Masih bisa sabar sama Gi. Walau tetep ada marah kalau dia lagi susah dibilangin, ga sampai meledak2 kayak biasanya.

Jadi Mama itu perjuangan lahir batin. Iya... Jadi inget emak di rumah huhuhuh.

Nyiksa?? Iya
Sakit? Iya
Capek? Iya

Sepadan ga sih??
Kalau mau hitung2an untung rugi. Ga. Ga sepadan sama sekali. Lebih enak single. Jalan2 sepuasnya. Pakai uang sendiri buat foya2. Nikmatin hidup tanpa tanggung jawab.

Bener toohhh??

Tapiii...
Aku hidup bukan lagi aku yang hidup... Hehhehee.

Jauh sebelum saya nikah, sebelum hamilnya Gi, sebelum Gi lahir.. Saya sudah menyerahkan hidup saya dan semua hak saya sama Tuhan.

Jalan2, nikmatin gaji sendiri, beli ini itu jadi ga begitu menarik lagi.

Waktu saya memutuskan untuk mengambil bagian dalam rencana Tuhan buat menikah..
Saya menyerahkan 1 lagi hak saya pada Tuhan tentang kebebasan bersenang2 sendirian.

Waktu saya meminta Tuhan menumbuhkan benih di rahim saya yang akhirnya menjadi Gi, saya meletakkan hak saya yang lain yaitu kenyamanan.

Tadinya saya pikir akan menyenangkan, mudah, bagai di taman bunga. Tapi ternyata banyak lembah kelamnya.

Iya, pernikahan dan memiliki anak itu seperti lembah kelam. Tapi suami dan anak saya adalah bunga2 yang mewarnainya. Setiap melihat mereka berbahagia, saya lupa sedang berada di mana.

Saya lelah, saya capek, sakit dan kewalahan, tapi saya puas dan merasa penuh. Ya, anehnya pada saat saya berusaha memuaskan diri saya sendiri dengan motivasi yang cenderung egois penuh amarah, saya merasa kosong dan semakin lapar.

Aneh yaaa... Mungkin karna Roh Kudus ga suka. Hahhaha.

Akhirnya memenuhi kebutuhan sendiri dengan motivasi ujung2nya jangan sampai sakit baik fisik dan mental karena kalau saya sakit, siapa yang urus Gi dan Papanya. Papa Gi udah cukup lelah dengan pekerjaan. Jangan sampai nambahin kekuatiran dia. Kalau pun emang harus sakit biar karena Tuhan yang ijinin, bukan karena kelalaian saya.

Ga boleh kurang tidur, ga boleh telat makan, kalau udah kewalahan istirahat. Baca buku, nonton, ngemil, atau apa saja. Pokoknya jangan sampai stress parah. Pikirkan hal yang baik, mulia, bukan hal2 berdasarkan asumsi yang melumpuhkan.

Pas nulis dan membayangkannya saja melelahkan. Apalagi buat tipe pleghmatis melankolis kayak saya. Maunya serba santai, serba ngeflow... Makanya susah disiplin...

Masih bolong2 buat disiplin pikiran, perasaan dan waktu... Tapi sejauh ini saya sanggup karna terasa sekali, Tuhan ga pernah tinggalin. Ga pernah sedikit pun tinggalin.

Bahkan disemangatin terus. Pasti bisa.
Tuhan ingetin setiap keberhasilan yang pernah saya raih. Dan iya, itu saat2 Tuhan beri saya iman yang bulat penuh. Ga ada takut. Ga ada kuatir. Cuma percaya pasti bisa kalau saya melakukan bagian saya yang A, B, C, D... Tuhan pasti kasih. Dan Dia kasih.

Rasa sanggup yang benar2 karena iman percaya. Bukan karena ngerasa bisa, ngegampangin atau kesombongan lainnya.

Sampai hari ini masih jadi emak2 yang kewalahan.. Terutama pas lagi PMS... Tapi dalam kewalahan itu ada ketenangan yang ga bisa saya dapat di tempat lain. Tangan Tuhan yang menjaga dan memelihara.


Tuesday, June 27, 2017

Taat Menabur dan Menyiram



Beberapa hari ini saya merenung tentang mengambil apa yang kita inginkan dalam hidup.

Jujur, beberapa tahun lalu saya sering terjebak dalam kata "Waktunya Tuhan". Tapi saya lebih sering merasakan mengatakan  "Waktunya Tuhan" karena didorong kemalasan untuk berusaha.

Beberapa kali saya gagal dalam beberapa hal-- sebenarnya memang belum waktunya Tuhan, tapi saya pun ambil bagian mengapa waktu itu sampai tertunda. Ya karena saya sering menunda.

Saya menunda menyelesaikan skripsi saya. Saya menunda belajar mendisiplinkan diri. Dan banyak hal-hal kecil yang saya tunda, akhirnya saya rasakan akibatnya hari ini.

Beberapa hari ini saya teringat bagaimana  Tuhan proses hidup saya dengan pekerjaan tanganNya.

Di awal saya mengalami perubahan hidup, saya begitu menggebu-gebu menceritakan kasih Tuhan. Saya mengimani dan memegang janji Tuhan bahwa jika 1 orang diselamatkan maka seisi rumah diselamatkan.

Selesai Champion Gathering pembicara sering memberikan instruksi apa yang harus kami lakukan untuk pemulihan keluarga. Apa yang tidak pernah kami lakukan harus mulai kami lakukan. Apa yang buruk yang biasa kami lakukan, mulai hentikan.

Pulang dari Champion Gathering, dengan iman menggebu-gebu ingin melihat keluarga saya dipulihkan dan mengenal Kristus, saya mulai melakukan instruksi mengirim sms minta maaf pada orang tua saya dan menyampaikan rasa sayang saya pada mereka. Grogi dan berdebar-debar luar biasa. Saya tahu orang tua saya merasa aneh. Tapi saat saya menerima balasan dari orang tua saya, mereka menerima permintaan maaf saya dan mengatakan berkat buat saya, saya merasakan sukacita yang besar. Seperti sebuah kemerdekaan.

Pada saat saya pulang ke rumah, saya mulai mengubah kebiasaan lama saya. Dulu saya suka berbetah-betah di dalam kamar. Buat saya pulang ke rumah adalah istirahat dan liburan. Tapi demi menggenapi janji Tuhan dalam hidup saya, saya mengikuti instruksi pembicara di CG. Berhenti melakukan hal buruk dan mulai melakukan kebiasaan baik. Beberapa hal saya lakukan. Diantaranya memberi diri untuk mendengarkan ibu saya, membantu Mama membereskan rumah atau duduk2 dengan orang tua bergabung dalam obrolan mereka di meja makan. Di tengah2 obrolan itu dengan antusias saya menceritakan karya Tuhan dan kesaksian-kesaksian saudara seiman. Hal lain lagi yang untuk saya pribadi cukup nekad dan malu saat melakukannya adalah memeluk orang tua saya dan mencium pipi mereka dengan sungguh2. Buat orang lain mungkin itu hal biasa, tapi buat saya saat itu seperti merobohkan tembok yang saya bangun antara saya dan orang tua saya. Saat itu saya benar-benar merasa dicintai.

Hal lain yang saya lakukan tanpa berpikir, hanya dengan keyakinan, tanpa ragu saya mengambil hari untuk puasa dan saat tidak ada orang di rumah, saya berdoa supaya Tuhan jadi penguasa tunggal keluarga kami. Mungkin seperti adegan  film War Room. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati saya. Saya menginginkan keluarga saya mengenal Kristus, mengalami Kristus, bukan sekedar tahu.

Bukan hanya dengan orang tua saya. Saya juga belajar berbicara dengan baik dengan adik dan kakak saya. Saya ingin mereka meraskan kasih Kristus juga lewat hidup saya. Dulu saya begitu cuek dan tidak peduli kehidupan mereka, tapi Tuhan ubah hati saya dan menggerakkan saya untuk membangun hubungan dan mengikatkan diri dengan mereka di dalam Kristus.

Tidak butuh waktu lama untuk saya melihat Tuhan menggenapi janji-Nya. Beberapa bulan sejak saya pulang dari Champion Gathering, Mama menerima tantangan saya untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, sekalipun dia sendiri sudah menjadi seorang Kristen. Keluarga saya melihat dan merasakan bagaimana Tuhan Yesus mengubah hidup saya. Bahkan Mama jadi sering mengingatkan saya dan meminta saya untuk berdoa tumpang tangan jika dia sakit. Dia tahu Tuhan memberikan hidup yang tidak pernah saya terima sebelumnya karena itu, Mama akan tahu kalau api saya meredup.

Di hari-hari api saya meredup, saya malah melihat adik perempuan saya berapi-api buat Tuhan. Padahal dulu dia tidak mengerti bagaimana mencintai Tuhan sungguh2. Di kampusnya akhirnya dia bisa benar2 mengenal Tuhan secara pribadi. Saya mulai iri pada apinya yang berkobar-kobar, rasa iri itu setidaknya membuat saya mencari cara kembali berapi-api.

Disusul dengan adik bungsu saya dan kakak saya yang kembali aktif pelayanan. Mama Papa semakin aktif pelayanan di gereja dan tidak pernah absen. Mereka juga belajar memberikan perpuluhan dari penghasilan mereka.

Bahkan sampai hari ini saya masih melihat bagaimana Tuhan bekerja di keluarga kami. Keluarga yang dulu terasa dingin buat saya, menjadi tempat mengadu dan menghangatkan diri yang selalu saya rindukan. Masalah masih datang silih berganti, tapi ikatan kami dalam Kristus dan iman kami tidak pernah mati.

Hari ini saya diingatkan lagi akan hal itu. Tuhan punya waktu-Nya sendiri, tapi waktu itu akan terlambat datang jika kita sendiri menunda-nunda bagian kita untuk taat menanam dan menyiram. Saat itu saya hanya punya keyakinan dan iman, keselamatan saya bukan untuk saya sendiri. Kebaikan Tuhan bukan untuk saya sendiri. Saya mau keluarga saya menerimanya juga. Tanpa pikir panjang, tanpa takut malu, tanpa ragu-ragu... Saya mengambil janji Tuhan, saya meminta Dia menggenapi janjiNya. Dalam setiap tindakan saya, ada doa yang menggebu-gebu. Saya tahu Tuhan akan genapi janji-Nya, tidak tahu kapan, tapi pasti. Dan Dia benar-benar menggenapinya.

Saya masih punya mimpi tentang keluarga besar saya, keluarga kecil saya, anak saya, dan iman saya...

Mungkin ketaatan saya belum sempurna, tapi menunda untuk taat dan menyiram pun bukanlah sebuah pilihan. Saat saya meminta janji Tuhan terjadi dalam hidup saya, yang perlu saya lakukan hanya bergiat taat melakulan bagian saya. Tanpa takut, tanpa ragu, bergerak sambil menunggu waktunya Tuhan.

Bertobat lagi untuk hal ini, tidak bersembunyi dalam frase  "Waktunya Tuhan" untuk menyembunyikan kemalasan saya dalam menabur. Tapi bergerak dalam iman kepada Tuhan yang tidak pernah ingkar janji


Saturday, June 03, 2017

Fashion Modest Di Mana Carinya??



Hmmm ngomongin soal fashion, ada ga sih yang kayak saya, suka susah cari pakaian yang ok?? Ok kayak gimana?? Ok menurut Lasma itu pakaian yang ga terlalu mencolok. Ga ketat banget, ga pendek banget, pokoknya badan dibungkus dan merasa aman hehhehe.. 

Wednesday, May 31, 2017

Keluar Dari Kotak Untuk Kotak Yang Baru





Tulisan di note FB, 31 Mei 2009. Pas baca lagi ngerasa Tuhan ngomong banyak. 
Aku tulis di blog biar disimpen dan buat ngingetin lagi hehhehe. Warisan buat Gi. 

Ini bukan notes yang ngebahas panjang, lebar dan tinggi sebuah kotak. Ini notes lebih tertuju pada perubahan.

Thursday, May 25, 2017

[Curhat] Aku Bersyukur Pernah Menjadi Korban Pelecehan




"Kalau Anda berani menyentuh wanita, otomatis sudah anda menunjukkan padanya kalau Anda tidak terintimidasi oleh kecantikannya." 

Cuitan yang mengajarkan bagaimana bisa menjadi cowo yang Ok ini menarik perhatian saya dan membuat saya memutar memori saya ke masa lalu. 

Wednesday, May 24, 2017

.. Jakarta..

Kata apa yang pas untuk menggambarkan isi hati ini yaaa...
Ga tahu lagi, Tuhan...

Udah sampai titik lelah liat kondisi Jakarta..
Iya, Lasma baperan...
Ga tahu ini rasa apa...

Sedih?? Iya...
Sesak dada ini...

Berharap Tuhan lakukan sesuatu..
Tapi memang Tuhan sedang lakukan sesuatu...
Tapi liatnya ga tahan...

Kuatkan kami, Bapa
Kuatkan kami Yesus...
Biar kami jadi orang-orang yang ga berenti berharap hal-hal baik akan terjadi..

Kalau pun akhirnya memang ini waktunya kau menggoncang agar tinggal yang tak tergoncang..
Biar kami saling menguatkan..
Biar kami saling mengingatkan..
Biar kami saling mendoakan..

Bapa, ampuni kami Tuhan
Kuduskanlah hati kami
Jalan-jalan kami

Berikan lagi kami hatimu
Berikan lagi kami pikiranMu
Biar kami melihat apa yang Kau lihat
Biar kami mendengar apa yang Kau dengar

Buat kami mengerti setiap hal yang terjadi
Ada tangan kuasaMu yang tidak tinggal diam

Allahku
Bapaku
Rajaku..

Pimpin kami..
Luruskan jalan kami...
Pakai kami..
Urapi kami Tuhan..
Urapi lidah bibir kami..
Ini kami...
Biar kami jadi jawaban
Biar kami jadi pintu
Biar kami jadi saksiMu...

Bapa..
Ini kami..
Ini kami..
Pulihkan kami
Kuatkan kami
Tuntunlah kami..
Bapa...
Nyatakanlah kuasaMu
KerajaanMu datanglah
KehendakMu jadilah
Di bumi seperti di surga...

Tuesday, May 23, 2017

Mengapa Kita Ga Perlu Marah Dengan Yang Tidak Seiman??




Sepertinya bukan suatu hal yang aneh lagi sekarang melihat berita politik berseliweran seputar agama dll. 

Lelah ga sih?? Lelahhh.. Hahha. Udah banyak saya hide sih. Bukan ga peduli, tapi saya orang yang bersusah payah hidup dengan pandangan yang manis dan mulia. Jadi ga mau ngeracunin diri dengan opini-opini orang di socmed yang sebenarnya ucapan akibat emosi sesaat (yang bisa jadi problem emosi berkepanjangan). 

Sunday, May 21, 2017

Gi Toilette Training 4



Weekend.. Weekend... Enaknya nulis. Hehehe. 

Dan memutuskan menulis tentang kelanjutan toilet training Gi. Buat kenang-kenangan dan mungkin ada mahmud2 yang lagi berjuang buat bocah2nya buat lebih mandiri. 

Tuesday, May 16, 2017

Perkara Sekolah Si Bocah



Dari beberapa hari yang lalu rasa-rasa pengen nulis. Tapi belum dapet mau nulis topik apa. Akhirnya mau mencurahkan kekuatiran saya tentang sekolah Gi. 

Thursday, April 27, 2017

Nyinyir







Nyinyir = penyakit yang timbul pada masa2 pemilihan kepala pemerintahan. Sekali menyerang, akan sulit disembuhkan bahkan saat pemilihan sudah berakhir. Tidak peduli jagoannya menang atau kalah. Nyinyir menjadi penyakit yang dinikmati penderitanya dan penderitaan bagi orang sekelilingnya. 


Nyinyir timbul dari dalam dada naik ke tenggorokan dan keluar dari mulut dalam bentuk kata-kata. Dijaman ini nyinyir mengalir lewat dua ibu jari yang mengetikkan kata-kata serta kalimat lewat social media. 

Para penderita nyinyir mengharapkan kata-kata mereka memberikan kenikmatan, rasa bangga, rasa lebih, dan rasa benar bagi diri mereka sendiri serta menunjukkan kelemahan, kekurangan, dan kebodohan orang lain.

Penyakit nyinyir berbahaya karena terkesan memberi perasaan positif  padahal perasaan itu hanya sementara dan akan menggerogoti setiap bagian hati si penderita. Sampai pada titik puncaknya mereka akan marah pada banyak hal, sulit percaya pada orang, bahkan diri sendiri. 




Bagaimana menyembuhkan nyinyir? Nyinyir tidak dapat disembuhkan jika penderita tinggal dan berkumpul sesama orang nyinyir. Mereka harus diasingkan diberikan pikiran-pikiran baru tentang hal-hal baik, pemikiran optimis dan positif. 



Apakah penderita nyinyir bisa disembuhkan tanpa perlu diasingkan dari kelompoknya? Bisa. Selama penderita menyadari bahwa ia sakit dan butuh disembuhkan. Penderita tinggal melepaskan apa yang sedang penderita pertahankan. Jika dia sudah sadar dan mau sembuh, tidak akan lama dia akan segera sembuh. 


Apakah nyinyir bisa kambuh? Bisa kapan saja. Tapi selama penderita menyadari bahwa nyinyir adalah penyakit dan kunci kesembuhannya adalah pada diri sendiri, penderita bisa lekas sembuh kembali. Selama penderita sendiri mau sembuh dari penyakit ini. 

Kunci kesembuhan penderita adalah pada dirinya sendiri. Jika dia tidak merasakan bahwa nyinyirnya bukanlah penyakit, dia tidak akan bisa disembuhkan.








Tuesday, April 25, 2017

Kebiasaan Tak Menyelesaikan




Tahun ini, saya makin sadar kebiasaan buruk saya yang cukup membuat saya ga maksimal adalah memulai tapi sering tidak menyelesaikan dengan baik. 

Banyak hal-hal yang saya targetkan, tapi tidak pernah menunjukkan hasil karena saya tidak mengakhiri dengan baik. Cukup frustasi dengan masalah ini. 

Friday, April 21, 2017

Isu SARA Ada Pada Semua Orang

Sebagai orang yang merasakan namanya jadi orang minoritas, saya prihatin sekali dengan isu SARA yang menyeruak sekarang-sekarang ini. Bikin gerah. Bikin sesak napas.

Iyaaahh. Lelah liat orang saling jatuhin. Bilangnya cinta perbedaan, tapi saling tunjuk waktu ga sama. Merasa pilihannya paling benar.

Saya ga membela kaum minoritas atau pun mayoritas karena keduanya ambil bagian dalam masalah ini.

Oh yaaa??
Iyaaa

Dari kecil saya tahu rasanya sebagai orang minoritas di tengah-tengah mayoritas. Dianggap darahnya halal pun sudah pernah dengar di kuping saya langsung. Di depan mata saya. Walau pada akhirnya main bareng juga.

Tapiii...
Ternyata ga sedikit di sekeliling saya pun (bahkan saya sendiri) punya stereotype terhadap kaum mayoritas.

Hayoo ngakuu, pasti kita pernah ngomong "Suku ini begini, suku itu begitu, agama ini begini, agama itu begitu."

Kalo ga pernah saya acungin jempol.

Sadar ga sadar obrolan santai tapi tertanam dalam otak inilah yang mempengaruhi sikap kita. Ga jarang orang-orang tua menanamkan jangan terlalu dekat sama orang A, mereka begini begitu. Orang B begini begitu. Harus menikah satu suku. Giliran anaknya menikah dengan suku lain kebakaran jenggot.

Seee...
SARA itu isu harian. Kalau sampai naik ke pemerintahan wajar. Karena sudah tertanam di alam bawah sadar.

Saya bukan orang rasis?? Saya ga rasis tapi saya punya isu SARA. Saya tidak mau menikah dengan yang beda agama. Buat mereka yang bilangnya "mencintai perbedaan" saya salah. Tapi buat saya ga. Pernikahan masalah iman, hubungan saya dengan Tuhan. Terserah orang mau bilang saya bodoh atau apa (itu kenapa sedikit banyak saya mengerti perasaan mereka yang memilih seagama, terlepas isu tersebut ditunggangi politikus atau tidak).

Lalu apa isu SARA ini dibiarkan saja? Apalagi sampai pada tindakan diskriminasi? Tentu saja tidak boleh.

Kalau kita mencintai perbedaan. Sungguh-sungguh mencintai perbedaan, ya kita mulai dari diri sendiri. Berhenti mengatakan saudara kita yang beda suku dan agama dengan segala macam stereotaip. Jangan mewariskannya pada anak-anak kita. Jika pun ada dalam pikiran kita ingin melabel orang-orang tertentu, jangan diberi makan. Kita tahu pasti faktanya bahwa tidak semua orang seperti yang kita pikirkan. Jangan menyebar racun.

Jangan paksakan orang lain mengerti iman kita
Sementara kita tidak mau mengerti iman orang lain
Jangan paksa orang lain mengucapkan hari raya dan memakai segala macam atributnya kalau iman mereka memang mengatakan tidak boleh. Ya kita rayakan apa yang jadi hari raya kita.

Segala macam isu tidak benar yang ditujukan pada kita, ya cukup tanggapi dengan kepala dingin. Tidak perlu kita katai dan cemooh. Berikan penjelasan. Jika mereka tidak puas, urusan mereka. Mereka cemooh? Urusan mereka. Saling melempar lumpur tidak akan menyelesaikan masalah. Jangan buang waktu dengan hal-hal yang tidak membangun. Tetap berbuat baik. Tetap berteman.

Adakah tindakan diskriminasi kita rasakan?? Saya cuma percaya, kalau Tuhan dipihak kita siapa lawan kita? Selama hidup kita lurus sejalan Firman-Nya dan mengandalkan Dia, ga ada yang bisa melawan kita. Tapii ingatlahhh... Tetap jadi pembawa damai bukan perbantahan.

Filipi 2:14-15 (TB)  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Notes: Dada saya sakit saat Pak Ahok didemo berjilid-jilid. Bukan kasian sama Pak Ahok. Saya tahu dia akan kuat menghadapai hal seperti itu.

Sakitnya tuh saat melihat para "penuai" menginjak-injak "tuaian" dengan cemooh dan amarah. Rasanya mau teriak, "Kalian sedang apa?!!"


Friday, April 14, 2017

Jadi Penulis Kontributor

Sebulan yang lalu EQ Trainer Kak Josua Iwan Wahyudi, penulis buku Menikah Adalah Bunuh Diri pasang pengumuman untuk orang-orang yang suka menulis seputar bidang psikologi dan pengembangan karakter. Ia sedang mencari penulis kontributor untuk website barunya  kepribadianmu.com  

Website apa sih tuh? Kepribadianmu.com adalah website seputar hal-hal psikologi dan pengembangan karakter. Tapi bukan cuma itu saja, di situ juga ada alat tes semiformal. Maksudnya, terlihat casual tapi cukup akurat untuk menganalisa sisi-sisi psikologis kita. Bahkan menganalisa seperti apa kira-kira pasangan hidup idaman kita (hayooo jomblo langsung melipirrr).

Waktu Kak Iwan pasang iklan itu, entah kenapa tanpa pikir panjang saya langsung inbox beliau dan menanyakan syarat-syaratnya. Cuma pengen tahu. Tapi, ternyata Ka Iwan berlanjut ingin membaca tulisan-tulisan saya.

Saya sendiri pernah menjadi penulis kontributor di  Majalah Pearl, majalah rohani wanita yang diterbitkan secara online. Saya berhenti menjadi kontributor sekitar tahun 2015 karena merasa tidak bisa memenuhi komitmen lagi. Ya, akhirnya saya berikan tulisan-tulisan saya yang pernah dimuat.

Beberapa hari kemudian saya dihubungi admin dan dinyatakan lolos menjadi kontributor 😂😂😂. Antara senang dan kaget.

Senang karena bisa mengembangkan kemampuan menulis saya lagi. Kaget karena ini keputusan yang sangat spontan. Tuhan seperti tidak ijinkan saya untuk berpikir dan menimbang.

Waktu para kontributor mulai menerbitkan tulisan-tulisan mereka pun saya mulai ciut. Mereka orang-orang yang benar-benar terjun di bidang psikologi. Para praktisi. Sementara saya hanya IRT lulusan psikologi yang ga pernah sempat memakai ilmunya di dunia profesional.

Bersyukur juga sih jalanin Oriflame, di bisnis ini saya digembleng. Tuhan "jitak" saya, bukan masalah bisa ga bisa, tapi mau atau ga.

Seperti dijorogin harus nulis lagi biar kemampuan nulis saya berkembang lagi. Sejak tidak pernah menulis yang berat-berat, kemampuan menulis saya jadi berantakan. Saya terlalu banyak menulis singkat-singkat di status Facebook.

Dengan menjadi kontributor kepribadianmu.com, kemampuan otak dan menulis saya dipertajam, terlebih lagi apa yang Tuhan ajarkan pada saya, bisa dibagikan juga pada orang banyak.

Semoga benar-benar semakin berkembang dan jadi berkat. Mampirrr yaaa. Banyak artikel dari teman-teman yang bagus juga. Jangan lupa coba alat tesnya 😊😊


[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...