Sunday, December 14, 2014

Ucapan Syukur Yang Jadi Batu Sandungan

Yeeaay, menulis lagi. Babe mengingatkan saya terus supaya terus menulis walau ujungnya bukan penulis profesional.

Tuhan suruh nulis, Tuhan juga yang beri hikmat untuk menulis apa.

Tadi, waktu siap-siap makan siang, Roh Kudus mengingatkan tentang cara bersyukur. Iya, bersyukur ada caranya juga ya.

Selama ini kita selalu belajar bersyukur dalam segala situasi. Bagus sekali bukan?? Tapi, ternyata ada ucapan syukur yang bukan jadi berkat malah bisa jadi batu sandungan buat orang lain.

Ucapan syukur yang seperti apa? Ucapan syukur yang membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sering tidak kita bersyukur seperti ini??

Sunday, December 07, 2014

Gengsi Jadi Supir Taksi??

Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.


Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.

Saturday, October 25, 2014

Gw Kesindir

Orang udah pada tahulah ya beberapa bulan ini gua ama laki bikin ribut di socmed. Debat ga karuan soal copras capres (sebenernya kami ga pernah bermaksud pengen debat).

Yang terakhir soal opini dan pertanyaan gw yg ternyata menyulut perdebatan lagi. Dari situ ternyata banyak yang terganggu (maaf sebesar2nya), sampai salah satu sesepuh majalah pearl negur gw.

Ya, dr teguran dia gw bljar nahan diri buat komentar sekalipun gw resah seresah resahnya juga dengan pemerintahan yg baru. Gw putusin buat komentar ke orangnya langsung lewat twitter. Memang seharusnya begitu.

Yang bikin hati ini nyat nyit nyut waktu baca status orang yang entah kenapa kayak nyindir gw. Kalau beneran, kamu berhasil *tepok tangan. Tapi juga kecewa. Kalau benar itu nyindir gua, kenapa ga ngomong langsung?? Kata2 dia semua benar.

Gw berharap dia ngomong langsung sebagai saudara. Tapi, ya udinlah yaaa... gw tahu selama perdebatan itu orang pada salah paham sama gw n suami. Dikira kami sangat membela si ini, dikira kami sangat membenci si itu. Sampai kami merasa disuruh diam secara tidak langsung.

Hanya beberapa orang yang benar-benar bertanya apa yang gw pikirkan.      Sisanya, dengan semangat silang pendapat ama gw πŸ˜„

Gw ga tau apa yg salah dgn mengkritik pemerintahan karena selama ini toh orang melakukannya. Benar gw berpendapat dgn emosi, di waktu yg ga tepat, dan bahasa yg ga tepat. Mungkin ini yg jadi masalah.

Ya, intinya gw mau hati-hati nulis. Jangan sampe malah orang2 yg gw sayang kecipratan kebodohan gw.

Buat yg akhirnya nyindir gua, terima kasih buat hikmatnya. Tapi gw juga harus lepasin pengampunan karena gw udh terlanjur kecewa (sakitnya tuh di sini). Semoga orang itu semakin diberi hikmat oleh Tuhan.

*Pantesan gw sering ngefans sama orang yg omongannya pedes tapi bener. Selalu ngerasa aman sama org kyk gini (salah satunya Aki πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„).


Thursday, October 23, 2014

Selamat Ulang Tahun Akiku-Papa Gi

Selamat Ulang Tahun

Akiku-Papa Gi-Gerry Adrianus Sewow

Panjang umur sehat selalu. Makin ganteng maksimal. Makin jadi inspirasi buat Oma dan Gi. Karirnya makin sukses. Rejekinya makin tokcer.

Thursday, October 16, 2014

Menjadi Ibumu

Menjadi seorang ibu
Kata mereka adalah naluri
Tapi tidak bagiku

Menjadi seorang ibu
Sama seperti saat aku memilih
Menjadi seorang istri

Memutuskan untuk mengasihimu setiap hari
Sama seperti aku memutuskan mencintai ayahmu setiap waktu

Aku memilih bersabar saat tak mengerti maumu
Sama seperti aku selalu bersabar menghadapi kelemahan ayahmu

Kasihku tidak otomatis, Nak
Kasihku tumbuh perlahan
Seiring kuberikan waktuku
Tenagaku, hidupku
Agar kau tumbuh dengan baik
Sama seperti cintaku pada ayahmu
Bertumbuh perlahan
Bukan muncul seketika

Menjadi ibu bukan naluri, Nak
Bukan pula tentang hubungan darah dan daging
Menjadi ibu adalah sebuah komitmen
Sebuah pilihan
Dan aku memilih menjadi
Ibumu

Wednesday, October 08, 2014

Surat Untuk Gi (2 bulan)



*nguap tiga kali
*ngulet sepuasnya
*rebahan cari posisi ueeenaaak

Ok, Gi akhirnya kamu sudah 2 bulan 8 hari. Makin hari tangan Mama lebih gampang pegal menggondong kamu. Itu tandanya kamu tambah besar dan sehat, Nak. Puji Tuhan.

Kamu bukan anak yang rewel. Asal kenyang, kamu pasti tidur dan main dengan tenang.

Papa Mama antusias sekali melihat pertumbuhanmu. Kamu mulai banyak mengeksplorasi sekelilingmu dengan tatapan ingin tahu. Tangisan hausmu saja bisa membuat kami tertawa senang.

Walau begitu, ada saat-saat di mana kami frustasi karena kami tidak mengerti apa yang kamu mau. Kamu hanya menangis dan menangis. Seperti waktu "pabrik" Mama mampet sebelah, kamu lebih banyak menangis. Berbagai macam dugaan kami kira-kira. Berbagai macam cara kami lakukan supaya tidurmu nyenyak. Kami tidak tahu kenapa udaha kami lebih banyak gagal. Setelah dari dokter kami baru mengerti, kamu kurang kenyang.

Waktu mendengar hal itu, Mama merasa sesak karena Mama merasa gagal menjadi ibu. Keputusan memberikanmu susu formula kami ambil dengan berat hati.

Tapi, melihatmu seperti sekarang,sehat, kuat, aktif, kami menjadi tidak menyesal. Bagaimana pun kesehatanmu lebih penting dari pada idealisme kami.

Kadang-kadang kita menang harus meletakkan idealisme kita demi orang lain, Nak. Bukan berarti kita menjadi orang lain, tapi artinya mengagungkan sebuah idealisme yang sebenarnya pun bukan hal terikat di firman Tuhan dan membiarkan orang yang kita sayang kesusahan (kecuali hal itu hal prinsipil dari firman Tuhan).

Waktu Mama hamil, mama sudah berpikir mau melakukan ini itu buat kamu. Seperti teman-teman Mama yang sudah punya anak, tapi lagi-lagi Mama menyerah. Mama tidak bisa jadi seperti mereka. Bukan berarti Mama berhenti melakukan yang terbaik, hanya saja... Kamu ya kamu, bukan anak lain. Mama ingin perlakukan dan didik kamu sebagaimana Tuhan menciptakanmu. Teman-teman Mama bisa jadi contoh dan inspirasi, tapi bukan menjadi dasar untuk melakukan ini atau itu terhadapmu.

Memang akhirnya Mama menemukan kesenangan tersendiri saat mengenalmu lebih lagi. Orang bilang nanti "bau tangan". Mama bilang itu cara membuat ikatan denganmu. Orang bilang ini dan itu, tapi Mama melihat apa pun yg Mama lakukan, sudah ada karakter khusus yang Tuhan letakkan di dalam dirimu. Mau Mama dan Papa jungkir balikan seperti apa pun, karaktermu akan seperti itu. Karakter yg menjadi dasar kamu untuk meresponi segala sesuatu.

Sekarang tugas kami adalah mengajarkanmu kebiasaan baik yang menjadi prinsip hidupmu nanti. Tugas yg lumayan berat, mengingat Mama dan Papa bukan tipe yang konsisten dan mudah bosan.

Apa pun itu, tetap semangat bertumbuh ya Gi. Semangag belajar dan mengeksplorasi duniamu.

Ingat selalu, di antara semua orang yang menyayangimu, Tuhan Yesuslah yang paling sayang padamu.

Papa sayang Gi
Mama sayang Gi

Wednesday, September 03, 2014

Jadi Ibu Itu Ternyata...

Perjuangan melahirkan ternyata bukan akhir dari kesakitan dan penderitaan menjadi ibu. Saya berkata jujur saja ya.. Wanita-wanita, kalau kau ingin jadi ibu, cari tahu penderitaannya dulu supaya waktu kau menghadapinya, kau sudah siap dan menjadi kuat ( selain mendapat kekuatan dari Tuhan tentunya ).

Monday, September 01, 2014

Bukaan 2 - Brojol (Gi Menuju Kelahiran)



Sudah sebulan ya sejak Gi lahir. Sudah lama ingin menulis tentang proses kelahiranntya untuk pengingat hehe. Ini sambil menyusui, sambil menulis di memo handphone. Hehehe.
Jadi, kelanjutan cerita Bukaan 1, dari hari itu saya sempat frustasi juga. Sudah bukaan 1 dan sudah flek kenapa belum kontraksi juga. Dalam hati berdoa terus supaya kontraksi cepat datang, jadi tidak perlu lama-lama menunggu Gi lahir.

Tuesday, July 29, 2014

Bukaan 1 (Gi Menuju Kelahiran)

Hari Sabtu, tanggal 26 Agustus (salah nih, harusnya 26 Juli :p ) pagi, saya bangun seperti biasa. Aki sudah bangun duluan dan sedang tidur-tiduran di ruang tamu. Layaknya kebiasaan kita bangin tidur, pasti pengen pipis kan? Begitu pula saya. Tapi pagi itu tidak seperti biasanya. Saya agak kaget melihat ada flek darah di pakaian dalam saya.
Saya tidak panik atau bagaimana, yang ada dipikiran hanya beri tahu Aki atau tidak. Saya tidak mau dia khawatir. Toh, saya tidak merasakan sakit apa-apa.
Tapi, Tuhan 'menggetok' kepala saya, mengingatkan kalau Gi bukan anak saya sendiri. Apa pun yang terjadi, enteng atau berat, Aki harus tahu.
Akhirnya dengan ekspresi plegmatis, saya beri tahukan kalau ada flek di pakaian dalam saya. Benar, Aki langsung kaget. Dia bertanya ini itu, googling ciri-ciri menjelang kelahiran, dsb. Kami menelepon ke dokter kandungan kami (Dr.Soedirmanto), tapi tidak diangkat-angkat. Daripada menunggu lama, kami putuskan untuk ke rumah sakit. Sebelum siap-siap saya sms dokter menjelaskan kondisi saya. Siapa tahu dibalas.
Eh, benar. Selesai beres-beres sms saya sudah dibalas. Kami diajak ketemu diklinik saja. Untungnya kami belum berangkat ke rumah sakit.
Jadilah kami berangkat ke klinik. Sambil diskusi tanda-tanda kelahiran. Mama saya telepon, disuruh langsung ke rumah sakit, Mama mertua bilang banyak jalan. Aki cerita ke teman kerjanya, ternyata istrinya flek juga dan sudah bukaan 4, tapi tidak merasa mulas sama sekali.
Di klinik, setelah menunggu giliran, seperti biasa periksa berat badan dan tekanan darah. Dokter tidak banyak mengatakan apa-apa. Hanya ditenangkan supaya tidak terlalu kuatir. Dari hasil USG kondisi Gi juga baik dan sudah masuk jalan lahir. Kami disarankan menunggu di rumah saja sampai kontraksi meningkat karena kalau menunggu di rumah sakit malah akan membuat kondisi psikologis ibu tertekan.
Setelah konsultasi dan merasa tenang, kami pulang. Lebih tepatnya ke mall dulu akakakak. Supaya saya bisa jalan-jalan.
Sepertinya memang waktunya lahir sudah dekat. Saya yang biasanya bisa jalan betjam-jam, waktu itu jalan 1 jam saja sudah lelah sekali. Belum lagi rasa eneg yang muncul seperti waktu awal kehamilan.
Di rumah saya langsung istirahat. Aki masih sibuk googling tanda-tanda kelahiran. Berkali-kali ia bertanya fleknya bagaimana? Warna apa?? Kelehitan sekali paniknya. Hehehe. Berkali-kali ia katakan deg-degan.
Waktu setelah makan malam dan saya pijat pinggang Aki karena sedang sakit perut, Aki doa dan tumpang tangan perut saya yang buncit. Setelah kami berdoa, Aki kelihatan lebih tenang, tapi waktu mau tidur tetap saja Aki tidak bisa tidur. Hehehehe. Sudah saya garuki punggungnya pun sepertinya masih belum bisa meredekan kegelisahannya.
Aki tetap tidur, tapi saya tetap bisa merasakan tidurnya tidak senyenyak seperti biasanya. Saya sendiri juga tidak terlalu bisa tidur. Saat saya sudah tertidur dengan masih merasakan rasa tidak nyaman di pinggang dan perut saya, tiba-tiba pinggang kanan saya terasa sakit sekali. Seperti ditumbuk dengan keras.
Saya beri tahu Aki yang langsung terbangun (biasanya Aki bukan tipe yang langsung bangun..akakak). Kami putuskan segera ke rumah sakit. Saya siap-siap sementara Aki memesan taksi.
Sekitar jam setengah 2 pagi kami sampai di RS Harapan Kita. Pinggang saya sudah tidak terlalu sakit, tapi kami juga tidak mau mengambil resiko dengan menunggu di rumah. Setelah beres mendaftar kami langsung pergi menuju tempat rawat inap untuk ibu hamil. Sempat kesasar, tapi tidak jauh. Sampai di tempat yang kami tuju, kami menyerahkan kertas pendaftaran yang diberikan dari UGD. Suster jaga langsung mengantar kami ke kamar rawat inap, memberikan baju khusus persalinan, dan memonitor detak jantung Gi. Yang paling membuat ngilu dan nyeri adalah saat periksa dalam. Sakiitttt!! Tapi, ya ditahan-tahan. Ternyata baru bukaan 1. Agak kecewa karena katanya bukaan satu bisa lama bisa sebentar.
Suster akhirnya menunggu sampai siang untuk memonitor perkembangannya. Flek yang terus menerus keluar dan melihat Aki tidak bisa tidur karena dingin dan bunyi mengorok suami pasien sebelah, saya jadi tambah tidak nyaman. Benar kata dokter, lebih baik tunggu di rumah.
Ah, iya ternyata pasien yang satu ruangan saya sudah 24 jam di RS dan sudah bukaan 4. Herannya dia belum merasakan kontraksi sama sekali. Saya jadi bingung. Sementara istri teman kantor Aki sudah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Lihat fotonya di WA jadi ikut senang dan terharu sekaligus degdegan ngarep dan cemas.
Hari Minggu siang, jantung Gi dimonitor lagi. Sehat dan tidak ada tanda-tanda kontraksi. Suster menyarankan kami menunggu di rumah saja dan saya mengiyakan penuh semangat. Sebelum kami pulang, seorang asisten dokter memeriksa bukaan saya dulu dan ternyata masih bukaan 1 juga. Hiks. Semakin bulat memutuskan untuk pulang.
Sekarang, sudah hari ke - 4 sejak flek. Hari ke-3 sejak pembukaan 1 dan belum ada kontraksi yang berarti. Gi masih bergerak lincah di perut dan sepertinya senang-senang saja. Sementara saya harap-harap cemas. Mengharapkan ada tanda kontraksi yang semakin sering sebagai tanda kami akan segera bertemu Gi.
*lapkeringat, tapi mencoba bersabar saja. Aki ingatkan terus supaya tetap happy supaya dan Gi tetap sehat. Kakak saya malah lebih ketakutan dan menyarankan saya untuk sesar. Saya sempat mempertimbangkannya, tapi saya tidak mendapatkan iman untuk melalukan operasi sesar. Sejak awal kehamilan saya mendapat iman untuk melahirkan normal dan kami mendapatkan konfirmasi dari hasil tes, pemeriksaan, dan pernyataan dokter. Sampai hari ini saya masih mengimani bisa melahirkan Gi dengan normal. Tapi kalau kehendak Tuhan berbeda, Tuhan pasti akan tunjukkan.
Ah, ya sambil menulis ini pinggang mulai terasa sakitnya. Semoga tanda-tanda kontraksi. Hehehehe..
Tetap happy, tetap bersyukur, tetap berharap, Tuhan pasti jagain Mama, Papa, dan Gi. Aminn.

Friday, July 25, 2014

Berbahasa Satu Bahasa Indonesia





Yang mengikuti blog saya sudah lama, mu ngkin menyadari ada beberapa perubahan yang terjadi dalam saya menulis. Awalnya saya memang menulis dengan sekenanya saja dengan bahasa yang biasa saya gunakan sehari-hari. Tapi, suatu saat, di waktu yang berdekatan, saya mengalami hal yang berkesan dan membaca beberapa hal yang membuat saya memutuskan untuk belajar menggunakan bahasa baku dalam menulis.

Semua berawal dari keprihatinan saya saat saya menemukan anak murid tempat saya bekerja dulu, tidak tahu bagaimana mengarang dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya, wajar sih karena sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah internasional dan buku yang digunakan sudah pasti sebagian besar adalah buku berbahasa Inggris. Yang membuat saya miris, waktu saya menyarankan ia untuk lebih banyak membaca buku berbahasa Indonesia supaya kemampuan Bahasa Indonesianya lebih baik, ia menjawab kalau buku berbahasa Indonesia sulit ia pahami. Saya sampai terbengong saat itu. 

Thursday, July 24, 2014

Legowo Wo!

Pak Prabowo menyatakan tidak menerima hasil rekapitulasi KPU, reaksi orang bermacam-macam. Saya salah satu pendukungnya yang sedang asyik menggosok baju, langsung terbengong-bengong menyaksikan pidato beliau di layar tivi. Saya mendengarkan dengan seksama pidato beliau untuk menyerap setiap detail kata-kata beliau. Sampai di penutupan pidato, saya cuma bisa senyum-senyum mengerti dan membayangkan drama yang akan terjadi. Timeline facebook saya pasti akan penuh dengan status mempertanyakan keputusan beliau. Dari yang waras sampai menghinadina.

Tapi, saya tidak mau membicarakan atau membela Pak Prabowo. Saya hanya ingin menceritakan sisi di mana saya melihat dari kacamata beliau. Mengapa Pak Prabowo tidak legowo??

Semua orang mengatakan bahwa beliau tidak bisa menerima kekalahan, tapi saya tidak melihat hal itu. Yang saya lihat beliau tidak bisa menerima kecurangan. Kalau apa yang beliau tuduhkan pada KPU ternyata terbukti benar, berarti hampir setengah rakyat Indonesia dicurangi. Tentunya ini bukan hal yang bisa dianggap enteng.

Buat orang-orang seperti saya dan orang-orang lain yang meminta beliau bersikap "ksatria", mungkin akan dengan mudah menerima kecurangan tersebut. Ya, kalau dipikir, buat apa sih bersusah payah?? Udahlah terima saja dan duduk tenang di rumah dan nikmati masa tuamu. Enak toh? Tidak perlu ada ribut-ribut.

Tapi... saya teringat saat-saat saya berhadapan dengan orang tua saya karena masalah restu. Saya ingat bagaimana hati saya berkobar ingin menyatakan bahwa cara berpikir orang tua saya tidak sesuai kebenaran. Terlalu banyak asumsi dan penuduhan. Waktu itu cara saya menyampaikan pemikiran saya memang salah, tidak tunduk dan cenderung berontak. Cara saya salah, tapi tentang kebenaran tidak boleh ditawar-tawar. Dari situ saya belajar bagaimana menyampaikan kebenaran dengan benar tanpa mengurangi rasa hormat pada semua orang (tetap masih perlu banyak belajar).

Ada lagi saat di waktu yang berdekatan Aki dan salah satu sahabat saya mengatakan kalau saya terlalu berusaha keras. Terlalu sungguh-sungguh. Waktu itu saya cukup stress mendengar pendapat mereka. Saya tidak mengerti mengapa menjadi sungguh-sungguh bisa seperti menjadi sebuah kesalahan. Tentu saja sebenarnya maksud mereka baik, supaya jangan sampai tindakan-tindakan saya merugikan diri sendiri. Saya mengerti maksud baik mereka, tapi tidak bisa melepaskan nilai-nilai yang saya pegang. Sampai akhirnya bergumul dan berdoa, Tuhan ingatkan kalau Tuhan tidak pernah meminta saya menjadi orang lain. Tuhan hanya ingatkan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang saya ambil pasti ada resikonya dan salah satunya mungkin merugikan diri saya sendiri. Tuhan ingin saya belajar menerima setiap konsekuensi dan tidak menyalahkan orang lain atas apa yang saya alami. Setelah itu, saya tidak ambil pusing apakah saya terlalu banyak memberi atau tidak. Yang saya tahu, jika seseorang mempercayakan 1 hal pada saya, saya harus memberikan yang maksimal dan terbaik
(melakukan seperti untuk Tuhan dan bukan manusia, bukankah begitu?).

Saya melihat Pak Prabowo dari sudut yang sama. Ada satu nilai yang kita pegang kuat dan kita akan "ngotot" habis-habisan untuk menegakkannya. Seribu orang datang untuk menggoyahkan kita pun sepertinya tidak akan berhasil. Nilai-nilai ini berbeda pada setiap orang. Tergantung pribadi, pengalaman, dan lingkungan di mana kita bertumbuh.

Ada orang yang mati-matian menjaga perdamaian dan mentolerir kesalahan. Ada yang mati-matian menegakkan kebenaran, sekalipun harus ribut. Ada yang mati-matian membawa perubahan, ada yang mati-matian menjaga tradisi.

Tidak ada yang benar atau salah karena semuanya mempunyai fungsinya masing-masing.

Lalu bagaimana dengan Pak Prabowo? Saya melihat beliau sebagai salah satu orang yang habis-habisan melawan kecurangan. Tidak salah bukan? Beliau juga melakukan di jalur yang benar. Bukan dengan kekerasan, tetapi mempercayakannya lewat hukum.

Ditambah dengan cerita Papa tentang beliau saat masih menjadi pimpinan di Group 1 Kopassus, apa yang beliau putuskan dengan beberapa poin alasannya, saya tidak heran. Pak Prabowo memang paling anti kecurangan. Anak buahnya dicurangi, dia yang akan maju ke depan untuk membela hak-hak mereka. Saat atasan lain memotong jatah para prajurit, beliau memberikan yang terbaik untuk kemakmuran bawahannya. Papa bilang beliau selalu adil. Dia akan memakmurkan bawahannya (kalau perlu dari dompet sendiri), tapi beliau juga akan tuntut mereka habis-habisan untuk bekerja maksimal buat rakyat. Kalau tidak bisa bekerja maksimal, lebih baik mundur. Tidak ada kata setengah-setengah.

Jadi, mungkin kita bisa melihat dari sudut yang berbeda fenomena drama politik ini. Kita percayakan semuanya pada pemerintahan. Akan seperti apa hasilnya, kita tidak tahu. Yang penting kepala kita dingin dan tetap belajar melihat segala sesuatu dari berbagai sudut. Bukan hanya karena asumsi dan pelabelan yang kita miliki pada suatu hal.

Salam 3 jari!! Indonesia penuh kemuliaanNya!


Wednesday, July 23, 2014

Memperkatakan Yang Baik

Eh, selama Pilpres ini (ih, masih soal Pilpresss??!!) saya banyak tulisa status-status yang minta tementemen FB saya menulis hal-hal yang baik. Mulai dari menggunakan kalimat yang tenang, sampai kalimat yang akhirnya lumayan 'ga asik' (sahabat saya sampai menegur akakkaka). Dari yang tadinya saya tenang saja, sampai jadi ikut-ikutan 'nyebelin' (apakah seperti itu? Saya merasa tertular virusnya hihihi). Dari yang tadinya saya abaikan, sampai saya unfollow beberapa teman yang saya sudah tidak tahan dengan kalimat-kalimat menjatuhkannya.

Mungkin kesannya saya merasa paling benar, tapi bener kan ya?? Kita harus menjaga perkataan kita? (cari teman). Selama ini kita selalu bikin hastag PrayForIndonesia, tapi kalau perkataan kita sendiri menjatuhkan tanah air kita dan lebih sering menceritakan 'dosa' orang lain, bukankah kita sedang menabur doa juga??

Drama Pilpres di Rumah

Perhelatan Pilpres 2014 sudah berakhir. Teeettt!!! Ternyata belum. Masih ada drama kelanjutannya. Yang sudah muak bersabar yaaa... Apalagi yang berperan kali ini Capres yang saya dukung. Jadi, pasti timeline FB saya juga bakal banyak bahas soal beliau lagi. Hehehhe...

Soal drama, bukan hanya kejadian kemarin yang bisa dikatakan drama demokrasi yang cukup mengguncang sekaligus membanggakan (negara  demokrasi mana yang bisa capresnya begitu?? Akakkaka.. *ngelesss), sebelumnya tanggal 9 Juli ada drama lain di rumah saya tercinta di Cilegon. 

Masih berhubungan dengan copras capres. Jadi begini ceritanya....

Tanggal 8 Juli 2014, saya dijemput orang tua supaya bisa pulang ke Cilegon dan melakukan pencoblosan Pilpres yang sangat kita nanti-nantikan. Tadinya beraaattt banget mau perginya. Yang dipikiran nanti Aki siapa yang ngurusin, nanti Aki makan apa, dan berjuta pikiran seorang istri yang kuatir soal penghidupan suaminya. Alesannya sih Aki tidak mau ditinggal, padahal saya yang tidak mau pisah. Akakkaka... 

Thursday, July 03, 2014

I Want To know You More (Mega)

Dipaksa Mega jawab pertanyaan-pertanyaan ini. Hahahhaha.. ga ding. Sukarela mau nulis karena udah lama ga nulis santai juga. Ini jawaban saya!!

High salary or job satisfaction?

Kalo sekarang mikirnya sih gaji gede. Hahahhaha.. yang dipikirin bukan mimpi lagi, tapi pemenuhan kebutuhan keluarga. Saya bahagia kalau keluarga saya bahagia. Yang di otak saya itu terus sekarang.

Describe yourself. What do you think about yourself, and do you think people perceive you in the same way?
Apa yaaa.. saya ga banyak maunya, tapi kalau sudah mau 1 hal bisa kekeh dan keras kepala ga akan berubah. Kalau pun berubah biasanya karena Tuhan tegor. Akakkaak.. yg bener2 tahu kerasnya saya ini ya ortu. Temen malah kebanyakan bilangnya saya sabar (hahahaha), tp ada yg bilang jg terlalu berusaha keras. Dlu ga terima dibilang begiti, tp sekarang ya anggep aja pujian. Gigih itu ga salah, asal ga sakit hati klo hasilnya ga sesuai atau ga dihargai :D. Karena memang itu dedikasi.

Which is your most favorite book ever?

Kalau baca, yang bisa saya baca berulang-ulanh itu komik dan buku-bukunya John C. maxwell hehehhe

Which is the one television character that you simply adore?
Ga ada tokoh televisi karena lebih banyak nonton film. Saya ngefans banget sama Bruce Wyne Batman dan Andy di Shaw Shank Redemption (bener ga ya judulnya).

Bruce itu mau berkorban apa aja buat kota yang dicintai ayahnya. Sekali pun orang lebih banyak salah paham sama dia, dia tetap jalan. Tujuan dia buat jaga kota Gotham ga dipengaruhi pendapat orang banyak.

Kalau Andy, sekalipun dia masuk penjara karena fitnah, dia ga membiarkan dinding penjara mengambil pengharapan hidupnya. Saat narapidana lain sudah berenti berharap akan masa depan, dia ga berhenti bermimpi. Bahkan membawa perubahan luar biasa untuk lingkungan penjara dan teman-temannya.

What kind of music do you like?

Musik apa aja yang enak di dengar. Dari dangdut sampe rock juga ok. Tp emanh paling demen lagu2 jaman 90an. Hehehe

Which is your favorite genre of movies? (Comedy/Romance/Suspense/Action/Horror)

Semua film ok. Tp paling bahagia kalau abis nonton bisa mikirin filmnya sampe besok-besoknya lagi. Atau dijadiin bahan diskusi ama Aki. Kalau kita abis nonton ga banyak ngomongin filmnya, berarti buat kami filmnya ga terlalu istimewa. Ekekekek.. film terakhir yg bikin kita diskusi lama itu filmnya Tom Cruise yg baru The Edge of Tomorow. Kita suka cerita dan plotnya walau pun akting Tom Cruise seperti biasa ga greget2 amat.

What do you do when you feel very sad or depressed?

Doa dan nangis bombay. Hehehe

What makes you angry? Are you short-tempered? How do you overcome your anger?
Kalo liat orang bertindak tidak dipikir dulu bahwa tindakannya bisa menyeret dan menyusahkan orang lain.
Kalo liat orang suka merendahkan orang lain dan diri sendiri. Bukan rendah hati ya.
Kalo liat orang udah keluarin kata-kata pesimis tanpa ada alasan yang masum akal. Hanya berdasarkan pemikiran karena stereotype atau labeling pada satu situasi atw seseorang.
Saya bukan short-tempered, tapi kalau ketemu tiga situasi di atas, kata-kata saya bisa tajam dan menyerang. Tentu saja bukan menyerang orangnya, tapi pola pikirnya.

Which is the best vacation you've ever had?
Waktu honeymoon akakka. Itu pertama kalinya bener-bener liburan, tanpa pelayanan atau ngikutin jadwal orang lain. Bener-bener having fun sama Aki.

If you could have a luncheon with any three people (real or fictitious/from any time period/dead or alive), which three people would you choose and why?
Tiga aja neh?? Boleh 5 ga? Udah lama ga kumpul keluarga. Hahahaha

Which is your most cherished childhood memory? What kind of kid were you, naughty or nice?

Apa ya. Mungkin waktu saya dikeluarkan dari kelompok Pramuka karena 1 teman belum dapet kelompok. Waktu itu ada teman saya yang marah melihat saya diperlakukan seperti itu. Akhirnya dia keluar juga. Ujungnya kita jadi ga ikut pramuka akakak. Itu pertana kalinya ngerasain ada orang yang benar-benar peduli sama saya. Hehehehe
Waktu kecil saya orangnya adem ayem aja. Banyak diminta bantu ini itu sama teman, tapi diri sendiri ga dipikirin. Ga jadi masalah sih. Sukarela soalnya. Tp di rumah saya sangat mualeeass hahahhaha.

What would you pick? Love or money?
Saya butuh uang, tapi uang tanpa kasih itu bagai garam tanpa sayur. Cuma bikin darah tinggi. Akakaka

If given complete freedom to start afresh, what profession would you choose and why?
Guru dan penulis. Akakaka

What is your idea of fun? If given a chance to skip work for a day, how would you spend the entire day?
Skip jd ibu RT?? Hahahah.. massage kali ya nyambil nyalon dan makan es krim :p

Which is your favorite time of the day?
Aki pulang kerja. Akakakka

Are you a morning person or a night person?
Night person. Lebih semangat kerjain ini itu kalai malam.

What is the craziest thing you've ever done?
Kayaknya nikah sama Aki. Akaka.. masih terheran2, tapi suatu anugrah juga. Akakkaka

Name one person you love the most, and one person you hate the most.
Gerry Adrianus Sewow (gile kayaknya gua cinta mati amat ama laki gua).
Kalo yg dibenci sih ga ada. Tiap mau benci sama orang udah keburu dikasih kaca sama Babe.

If we were a couple and we had a fight, how would you try to patch things up?
Jaga jarak beberapa menit, doa dan merenung dalam hati. Yang pasti ga boleh berenti ngomong dan ga boleh berenti menunjukkan kasih.

What is the funniest prank played on you or played by you?
Sohib ulang tahun dan ngajak temen2 komsel kasih hadiah snack yang lusinan. Beliin dia kacamata hitam n kaca juga. Trus nyuruh dia foto dgn semua hadiahnya. Huehehe

If given a choice, which animal would you want to be? Why?
Guguk!!

Who was your first crush? Did you ever tell him/her about your feeling?
Teman TK. Cuma liat2 aja.

Which is your most favorite place in this earth?
Rumahhh

If you were stranded on a lonely beach, what are the five things that you would want to have with you?

Handphone dan chargerannya, buku bacaan, kacamata item, tikar, bekal. :D

Ini ceritaku, bagaimana denganmu?? Hehehhe

Tuesday, July 01, 2014

Surat Terbuka Buat Pak Prabowo

Yang Terhormat Bapak Prabowo, Capres No. 1 Mungkin Bapak tidak akan pernah membaca surat ini. Tapi daripada saya membuat surat untuk Pak Jokowi, yang saya sendiri pun tidak mendukung beliau untuk nyapres tahun ini, lebih baik saya menulis surat ini buat Bapak. Saya ibu rumah tangga biasa Pak. Ibu yang akan segera melahirkan seorang putra bangsa juga. Yang punya banyak mimpi untuk putranya ini suatu saat bisa membawa perubahan walau pun hanya perubahan kecil untuk orang-orang sekelilingnya. Mimpi saya tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat anak saya bisa menjadi inspirasi untuk hidup orang lain. Dalam masa pilpres ini, saya sempat beberapa kali naik darah dengan kelakuan teman-teman saya, Pak. Bukan karena menjelek-jelekkan Pak Prabowo, tapi karena cara berpikir mereka dan kata-kata yang mereka keluarkan tentang negara ini. Pak, saya pendukung Bapak, tapi saya bukan pendukung fanatik atau cinta buta pada Bapak (Cinta buta saya hanya untuk Tuhan dan suami saya). Saya tahu isu-isu yang berkembang tentang Bapak, orang-orang bermasalah yang ada di belakang Bapak, dan banyak lagi kabar jelek tentang Bapak. Saya tidak menutup mata pada semua itu dan saya tidak tahu pasti kebenarannya. Saya mendukung Bapak hanya karena satu keyakinan, Bapak mencintai tanah air ini. Saya mendengar cerita dari orang tua saya bagaimana Bapak begitu menghormati negeri ini dan tidak ada berita lain yang bisa saya percaya selain perkataan orang tua saya sendiri. Tapi, ternyata cerita orang tua saya didukung dengan berita-berita lain yang kurang terkenal. Saya semakin diteguhkan dan percaya bahwa Bapak benar-benar mencintai negeri ini. Pak, orang banyak bilang Pak Prabowo begini dan begitu, tapi saya ini orang yang lebih percaya apa yang di depan mata saya Pak. Anda santun dan menghormati orang lain. Entahkah itu pencitraan atau bukan, saya tetap memandang itu sebagai keteladanan yang baik yang ingin saya dan anak saya contoh. Menghargai dan menghormati perbedaan. Omongan saya mulai ngalor ngidul, Pak. Saya tidak pintar berkata-kata, maklum saja ya Pak. Intinya dari surat saya ini, saya percaya orang yang mencintai negeri ini tidak akan melukai negeri ini juga. Kalau Bapak benar-benar jadi Presiden, saya tahu pemerintahan Bapak tidak akan sempurna, tapi saya memohon untuk Bapak benar-benar menjadi teladan bagi anak saya dalam mencintai tanah air dengan merangkul setiap lapisan masyarakat. Bekerjasama dengan partai oposisi atau pun orang-orang yang tidak sependapat dengan Bapak. Sejauh ini saya percaya Bapak bisa melakukannya. Kalau pun Bapak tidak jadi presiden juga, tetaplah jadi teladan untuk generasi kami ini Pak yang lebih banyak komentar daripada bertindak. Seperti yang Bapak katakan untuk menerima setiap keputusan rakyat dan akan tetap memajukan Indonesia dengan peternakan dan usaha Bapak. Jangan pernah berhenti jadi teladan untuk mencintai negeri ini, Pak. Ingatkan kami pendukungmu untuk tetap menghormati capres yang menang sama seperti Bapak selalu mengingatkan kami untuk menghormati kubu sebrang pada masa kampanye. Pak, saya bukan orang pintar, tapi saya bisa merasakan ketulusan Bapak mencintai negeri ini. Saya sebagai salah satu rakyat yang mendukung Bapak, sudah siap kecewa seandainya pemerintahan Bapak tidak seperti yang saya harapkan. Tapi, sekali lagi ini keyakinan saya Pak, saya merasakan ketulusan Bapak dan menginspirasi saya untuk mencintai tanah air ini apa pun keadaannya. Maju terus, Pak! Semoga akan lahir putra-putra bangsa yang benar-benar mencintai negeri ini sama seperti Bapak! Panjang umur sehat selalu, Pak. Tuhan memberkati. NB: Tuhan ga pernah bilang apakah Bapak adalah orang yang tepat atau tidak untuk memerintah bangsa ini, tapi Tuhan mengajarkan saya untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sisi dan menghormati setiap pemerintahan yang ada di negeri ini. Kalau pun ada hal buruk terjadi di tanah air ini, Dia hanya berjanji kalau Dia akan menjaga hidup saya dan orang-orang yang saya kasihi. Saya tidak takut nyawa habis Pak, saya hanya takut kalau semua orang lupa cara saling mengasihi dan mengampuni. ---- ini satu alasan lagi mengapa saya memilih Bapak.
amsaLFoje via Blogaway

Tuesday, June 17, 2014

Galau Gara-Gara Pilpres

Serius, hari ini tertekan. Tulang panggul lagi sakit dan ga bisa ngapa-ngapain dengan bebas. Udah berasa ga enak. Tau2 baca status kenalan share soal capres ga mau cipika cipiki. Saya sudah lihat beritanya pas bareng suami. Kami langsung muak luar biasa. Bukan karena memojokkan capres yang satu, tapi karena bagaimana berita itu disampaikan dengan cara yang tidak mendidik.
Waktu lihat status teman saya itu, saya sudah gerah. Waktu lihat status kk saya dikomentari dengan berita itu lagi, saya makin panas.
Orang ini dengan sengaja komentar untuk menyebarkan berita tersebut padahal status kakak saya tidak membahas hal tersebut.
Jujur, saya marah. Saya mulai balas komentarnya dengan tajam. Mungkin orang akan anggap saya membela capres A, tapi sebenarnya ada satu nilai yang saya pegang.

Dulu saya pernah ikut camp dan di sana saya diajarkan untuk tunduk dan taat pada komandan. Istilahnya kami dilatih untuk jadi pelayan Tuhan yang tangguh. Saya paling ingat nilai-nilai yang diajarkan. JANGAN BERASUMSI! Saat kita mengambil keputusan yang mempengaruhi orang banyak dengan asumsi, pasti berantakan. Bukan hanya saya saja yang dirugikan, tapi juga orang yang saya pimpin dan orang sekeliling saya.

Nilai ini saya bawa sampai sekarang. Dulu saat masih bekerja, saya memilih bertanya dan dikatakan bodoh daripada salah mengambil keputusan. Walaupun pekerjaan saya sepele. Saya hanya terngiang kakak pembina di camp saat itu. Hari ini kalau saya teledor, mungkin hanya selembar surat, tapi bisa memperlambat prosedur atau proses administrasi.

Teman yang share link ini pun pernah ikut camp yang sama. Jadi, ini bentuk protes saya. Sebelumnya juga ada beberapa orang yang saya kenal dan saya tahu dia harusnya beliau jadi teladan, melakukan hal yang sama. Menyebar link dengan kalimat yang tidak membangun.

Rasanya tuhh sesakk luar biasa waktu lihat hal ini. Mungkin saya yang terlalu serius, tapi beneran dehh, saya pribadi butuh teladan. Apalagi generasi di bawah saya. Kalo ingin generasi kita pintar, masa kita menyuapi mereka dengan bulat-bulat. Tidak diajarkan memakai hikmat dan pengetahuannya?? Ampuni aku Tuhan kalau aku ternyata begitu.

Saya jadi berkaca juga, apa saya sendiri tidak terlalu ekstrim dan keras berusaha meluruskan? Apa saya tidak berat sebelah? Apa saya terlalu bersungguh-sungguh seperti yang teman saya bilang dulu? Apa saya justru sedang menghakimi?

Hikss.. ya sudahlah ya. Saya hanya menyatakan apa yang menjadi keyakinan saya, balik-balik keputusan masing-masing orang mau bicara dengan cara apa atau seperti apa.

God bless Indonesia. God bless our nation. God bless Pak Wowo dkk & Pak Wiwi dkk.

Segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Amin.

Monday, June 16, 2014

Random June - 32 Weeks Gi

Huaaa, sudah berapa lama saya tidak menulis ya?? Sudah lama sekali ternyata. Eh, terakhir sih tanggal 2 Juni. Ya, belum lama-lama amatlah ya.

Bulan Juni ini bisa dibilang bulan PANAS. Bukan cuma karena sedang musim kemarau, tapi juga panas dan gerah dari efek kehamilan (elus-elus perut). Ditambah lagi adanya Pesta Demokrasi dan Piala Dunia. WOWWW. Kira-kira kalau dikalkulasi ke Celcius bisa berapa derajat ya?? Hahaaha...

By the way BUSWAY,

Monday, June 02, 2014

Masalah Pria

Hampir setahun nikah ini, udah mulai makin kelihatan jelek-jeleknya Aki. Waktu pacaraan sih udah, tapi udah  nikah kita bini jadi lebih cermat liat kekurangan suami.

Biar begitu, Babe tidak pernah berhenti buat mengingatkan kalau Aki itu tidak sempurna sama seperti saya yang tidak sempurna.  Kalau ada yang kurang berkenan, bicara dengan cara yang nyaman tanpa merusak hubungan dan menjatuhkan pihak lain.

Nah, mungkin bisa jadi pelajaran buat yang mau nikah.  Ada beberapa hal yang bisa jadi masukan.

1. Soal Quality Time

Kita cewe biasanya kalau quality time pengennya laki tuh bisa diajak ngobrol dari hati ke hati,  tapi kennyataannya..  Pulang kantor laki pasti malah cari hobinya.  Entah game,  browsing,  nonton, olahraga, atau yang lainnya.  Nah,  kita cewe bisa dianggurin dan ga didengerin karena mereka cuma fokus ke satu hal.  Solusinya? Ga ada salahnya kita join nikmatin hobinya.  Selain bisa quality time, kita perempuan jadi nambah pengetahuan pluss bisa jadi sahabat buat laki. Pokoknya jadi kloppp,  kayak sohiban :D

2. Masalah Boy always be boy

Perempuan jaman sekarang biasanya udah tahu deh sifat laki seperti apa.  Dari baca buku sampai ikut seminar atau pernah pacaran berkali-kali,  minimal tahu pria itu seperti apa.  Mereka bisa dewasa,  tapi langsung "menggila"  kalau bertemu teman-temannya. Nah,  kalau sudah nyaman dengan kita perempuan, kelakuan anak laki-lakinya akan makin kelihatan.  Mereka jadi manja dan ingin diperhatikan (memangnya cewe doang yang mau diperhatikan :p). Jangan kaget kalau melihat mereka seperti ini. Jangan frustasi.  Apalagi depresi. Percaya saja bahwa mereka masih memimpin kita perempuan.  Tidak usah terlalu menuntut mereka untuk dewasa 24 jam.  Serius,  kadang-kadang orang dewasa itu membosankan.  Malahan jiwa kekanakan itu masih perlu ada dalam seseorang supaya bisa menikmati  hidup.  Lagi pula, pria waktu sedang kekanakan selalu bisa membuat kita perempuan tertawa bukan? Jadi, nikmati saja.

3. Masalah pria Tidak Peka

Kebanyakan perempuan akan mengatakan kalau pria itu makhluk yang kurang peka. Itu karena kita perempuan selalu ingin dimengerti sedangkan pria tidak ngerti-ngerti  karena tidak diberi tahu.
Buat yang punya cita-cita menikah,  terimalah kenyataan kalau  pria memang kurang peka.  Bukan berarti kita biarkan saja ketidak pekaannya berakar,  tapi kita perempuan belajar mengerti supaya kalau pria tidak peka,  kita tidak perlu sakit hati.  Kalau kita tidak mau mengkomunikasikan isi hati kita,  jangan sakit hati kalau akhirnya pria gagal memenuhi keinginan kita.
Sebenarnya bukan pria saja yang tidak peka,  wanita juga sering tidak peka saat berpusat pada diri sendiri.  Karena hanya memikirkan kebutuhan diri, kita bisa mengabaikan kebutuban pria,  bahkan menghakimi atau menghukum mereka dengan berbagai jurus dan ilmu kekekekek... Jadi, balik-balik silahkan sebutkan kasih itu apa saja (sabar, murah hati, lemah lembut dst)

Ada lagi tidak ya.?  Segitu saja dulu.  Silahkan kalau ada yang mau menambahkan.  Hehehehe...

Kalau saya sendiri, sedang banyak bersyukur karena ternyata banyak sekali persamaan yang bisa kami temukan dan kerjakan bersama.  Seperti satu tim yang bersemangat memenangkan menyelesaikan dan memenangkan pertandingan. Sebentar lagi anggota kami bertambah satu.  Semoga Tuhan terus menyatukan hati kami di dalam iman,  pengharapan, kasih dan sukacita.  Aminnnn.


amsaLFoje via Blogaway

Friday, May 02, 2014

Random April

Udah berapa lama ini blog dianggurin ya?? Heheheh...

Akhir-akhir ini benar-benar SANGAT MALAS menulis. Mungkin karena kebanyakan nonton. Mungkin karena kebanyakan main game. Mungkin..mungkin..mungkin...Yahh banyak alasan.

Semangat menulis saya seperti tiba-tiba kendor. Niat tidak ada sama sekali. Inspirasi juga tidak ada. Oh, No!!

Kalau mau cerita sesuatu langsung berpikir, "Ah, penting ya buat ditulis?" Akakakka... Perlu memperbaiki mindset.

Sunday, April 06, 2014

Diary Kehamilan: Minggu 22

Selesai sarapan langsung nulis buat Gi. Begah euyyy... Kamu semakin besar, Gi dan setiap kali Mama selesai makan, Mama akan lebih mudah merasa begah. Itu karena rahim, tempat kamu sekarang, menekan organ pencernaan Mama. Mama informasikan suapaya kamu lebih tahu apa yang terjadi pada tubuh wanita hamil. Heheeheh..

Beberapa minggu ini Mama menghadapi problem emosi. Mungkin kamu merasakannya. Hampir setiap hari Mama punya alasan untuk menangis dan merasa tidak berharga. Sampai hari ini Mama masih merasakannya. Mama berdoa setiap pagi, baca firman setiap pagi, tapi pikiran sia-sia itu kadang masih menghantui Mama.

Yang perlu kamu tahu Gi, masalah merasa tidak berharga ini sudah lama Mama alami. Sejak kecil Mama memang sering merasa tertolak. Mama selalu berpikir harus menyenangkan orang lain supaya bisa diterima dan dikasihi. Harus jadi anak baik supaya Opung bangga dan tidak marah-marah. Mama menjadi anak baik-baik supaya dikasihi.

Sampai hari ini duri itu masih ada Gi, tapi bedanya sekarang Mama sudah mengerti mana yang kebenaran, mana yang perasaan saja. Bisa tahu dari mana? Firman Tuhan. Firman Tuhan yang bisa terus menjaga Mama supaya tidak dikuasai problem emosi Mama.

Penuduhan-penuduhan dan intimidasi sering menjadi serigala berbulu domba. Terkesan benar, tapi sebenarnya kita sedang digrogoti. Sukacita kita diambil, damai sejahtera kita direbut, iman kita seperti diinjak-injak dan mengerikannya semua TERASA benar.

Jika bulan karena Roh Kudus yang menjaga Mama, mungkin Mama akan jadi ibu-ibu bawel yang penuh drama dan histeris. Tapi, tidak. Dia selalu menjaga Mama untuk tetap memakai kacamata Firman.

Apa pun yang orang lain lakukan terhadap Mama, tidak akan mengurangi kenyataan bahwa Mama berharga. Bahwa Mama dikasihi orang-orang sekeliling Mama. Bahwa Tuhan mengasihi Mama.

Orang lain tidak bertindak seperti kita inginkan bukan berarti mereka tidak mengasihi kita. Situasi tidak seperti yang kita harapkan, bukan berarti Tuhan tidak peduli pada kita. Kita hanya perlu berbesar hati, bertoleransi dan menerima kenyataan bahwa tidak semua hal bisa selalu sesuai dengan keinginan dan idealisme kita.

Gi, kalau kamu bertanya kenapa Mama membicarakan hal ini, Mama hanya ingin kamu tahu... Keberhargaanmu bukan ditentukan dari penerimaan orang lain akan tindakanmu, keadaan fisikmu, prestasimu atau apa pun. Keberhargaanmu ada di tangan Tuhan dan nilaimu di mata-Nya tidak akan berubah sekalipun kamu tidak sempurna.

Kalau suatu saat kamu merasa rendah diri, ditolak, tidak berharga atau tidak dicintai..Ingatlah kalau kamu berharga, kamu dicintai, dan kamu tidak ditolak. Ingatlah kalau Tuhan Yesus sebagai pribadi yang menerimamu apa adanya, tidak pernah menolakmu.

Apa pun yang kamu rasakan dan pikirkan, datanglah pada-Nya. Dia akan membuka matamu dan membangkitkan semangatmu kembali.

Gi, Mama senang kamu semakin aktif di perut Mama. Setiap kamu bergerak, Mama pikir Mama akan buang angin. Hehehe.... Bertumbuhlah dengan baik ya, Nak. Siapkan dirimu untuk beberapa bulan lagi. Semoga Papa Mama bisa jadi orang tua terbaik bagimu.

Tuhan Yesus mengasihimu Gi, Papa Mama mengasihimu.


amsaLFoje via Blogaway

Monday, March 24, 2014

Kurusan Tanpa Diet

Beberapa hari ini liat Aki mulai kurusan. Hohoho..Puji Tuhan. Padahal fitnesnya sedang tidak teratur. Beberapa kali membicarakan hal ini dan kami mengambil kesimpulan kalau gaya hidup (makan) kami yang membuat Aki kurusan.

Jadi, dari dulu Mama mertua memang selalu membiasakan masak dengan garam yang minim, gula yang minim, banyak makan sayur, dan mengurangi daging. Kebiasaan ini juga dikarenakan Mama mertua ada darah tinggi dan mau tidak mau seluruh keluarga ikut terbawa karena beliau yanng masak... hehehe...
Aki banyak cerita tentang kebiasaan ini sejak kami pacaran. Dari situ saya tahu kalau Aki tidak suka makanan yang terlalu asin. Dia lebih memilih makanan yang enak karena banyaknya bumbu dan rempah-rempah daripada enak karena penyedap (garam dan MSG).

Wednesday, March 19, 2014

[Tags] Rendah Hati


Jaman saya masih kerja di TM, saya pernah mengalami moment tidak enak. Waktu itu saya sedang duduk, makan siang bersama beberapa staff TM. Seperti biasa, kami ngobrol sana dan sini. Mulai dari yang tidak penting sampai yang penting.

Akhirnya obrolan mengalir ke arah persiapan TMIS Cup yang sudah pasti semua orang bertanya kepada saya sebagai pembina OSIS bagaimana perkembangannya. Di tahun-tahun sebelum saya bekerja, biasanya euforianya sudah terasa, tapi saat itu tidak sama sekali. Teman-teman staff langsung bertanya, kenapa, ada apa, bintang tamu siapa. Bahkan mereka memanggil salah satu guru yang turut menjadi penanggung jawab acara ini.

Thursday, March 13, 2014

............

Tuhan adalah tempat penghiburanku
Tempat aku mengadu dan mengeluh

Dia mendengarkan amarahku
Dia menampung air mataku
Dia menghitung jerih lelahku

Dalam jalan gelap
Tak dibiarkan-Nya aku berjalan sendiri
Tak dibiarkan-Nya aku melangkah dalam sepi

Tuhan tempat aku berpulang
Di mana aku merasa aman
Dalam pelukan dan kasih-Nya

Tujuh puluh tahun usiaku
Dan jika aku kuat 80 tahun
Maka saat itu kunantikan Tuhanku
Untuk membawaku pulang
Ke rumah yang kekal


Tuesday, March 11, 2014

Perubahan Rutinitas Setelah Menikah

Setelah menikah, sudah pasti banyak perubahan yang kita alami. Betul apa betul?? Seperti rutinitas, tanggung jawab, bahkan karakter dan kondisi emosional kita.
Awal-awal bulan pernikahan saya dan Aki, saya tidak terlalu merasa kesulitan untuk soal rutinitas dan tanggung jawab. Karena dulu ngekos dan setelah menikah juga ngekos, tidak ada yang berubah banyak selain saya kudu masak untuk dua orang dan tidak kebablasan lembur.
Nah, yang lumayan terasa tentu saja perubahan karakter. Pulang kerja saya biasanya bisa teler. Tidak jarang Aki malah sudah duluan ada dibkosan karena saya terjebak macet. Kalau sudah begitu, mood saya bisa langsung drop. Antara merasa lelah, rasa bersalah, dan ingin diperhatikan.
Kalau sudah tidak tertahankan itu beban yang ada dibahu, ya saya bisa nangis bombay tidak jelas. Aki akhirnya cuma peluk dan usap-usap punggung saya sampai saya puas menangis. Puji Tuhannya bahasa kasih saya memang sentuhan, jadi Aki memang tidak perlu bicara banyak untuk membuat saya lega.
Tapi, masalah tertekan itu memang tidak bisa berlarut-larut. Saya berpikir kalau saya terus bekerja, suatu saat tekanan ini tidak akan saya bisa atasi dan bisa menjalar ke pertengkaran dengan Aki. Kenapa? Karena pada saya tertekan saya akan banyak menuntut. Bahkan rasa bersalah bisa berubah menjadi menyalahkan orang lain karena tidak bisa mengatasi masalahnya.
Akhirnya saya putuskan berhenti dan mencoba mencari pekerjaan lain yang tidak menguras tenaga, emosi, dan pikiran (apalagi habis wakti di jalan). Tapi, ya begitu, Babe keburu mermbentuk Gi di perut saya dan anehnya sampai hari ini tidak ada panggilam tes atau wawancara kerja dari lowongan-lowongan yang saya apply. Sepertinya memang harus berhenti totalll.
Setelah berhenti total, terbentuklah rutinitas baru. Sebenarnya tidak benar-benar rutinitas. Apalagi waktu sudah tinggal di kontrakkan. Kadang bisa tergantung kondisi fisik saya saat terbangun. Hahahaha...kalau sedang fit luar biasa, bisa beresin semua-semuanya. Tapi kalau sudah sedang merasa tidak enak badan, bisa hanya mengerjakan beberapa hal yang tidak terlalu berat.
Yang pasti rutinitas yang paling saya suka menunggu Aki pulang. Akakakak... Saya dan Aki jarang komunikasi selama jam kerja. Saya berusaha tidak mengganggu, tapi ada sesekali mengirimkan gambar-gambar cute. Apalagi kalau sedang rindu berat.
Load kerja Aki hampir setiap hari banyak dan biasanya kalau di depan pintu wajahnya sudah terlihat lelah. Pertanyaan yang akan saya tanyakan setiap hari, " Lapar tak? Mau makan?" .. Kalau Aki mau, langsung saya siapkan. Kalau, belum saya akan tunggu. Kalau saya lapar sekali, mau tidak mau makan duluan. (Sejak merit kalau makan sendirian, makan jadi sedikitt alias ga nafsu.. :( ..)
Setelah makan, saya akan biarkan Aki 'me time' sepuasnya. Entah browsing youtube, main game, atau browsing. Kalau dia main game atau browsing, saya akan sibuk baca atau browsing juga (setelah itu tukar-tukaran informasi...halahhhh).. Tapi paling seru ya browsing youtube sambil ketawa-ketawa tidak jelas. Dari youtube bisa nonton video dari OVJ, NigaHiga, How Act Like Indonesian, lagu tembang kenangan, liat video anjing (bisa piara anjing seperti mimpi di siang bolong), atau nonton info pengetahuan yang kita sedang tertarik. Itu nonton bisa sambil ketawa-ketawa dan tahu-tahu Aki bisa tarik tangan saya, minta punggungnya digarukin. Akakakak...
Lucunya, kebiasaan Aki minta digaruk ini bisa membuat saya mengantuk. Setiap saya menggaruk Aki, pasti saya langsung menguap. Agak aneh memang hehehe...
Sebelum menikah, saya pernah baca kalau pelukan dan sentuhan bisa meningkatkan sistem imun tubuh dan mengurangi stres. Waktu tahu itu, saya berjanji pada diri sendiri untuk sering-sering memeluk Aki kalau kami sudan menikah. Ya, komitmen ini tidak sulit dijalankan karena bahasa kasih saya sentuhan. Dalam kesempatan apa pun, saya sebisa mungkin menyentuh Aki. Entah mengusap punggung, wajah, atau memberika  pelukan gemas.
Sejak ada kebiasaan ini, saya jadi terbawa juga pada sahabat-sahabat dan keluarga saya. Pelukan, menyentuh, dan kecupan sayang (pada orang yang tepat) terasa menyenangkan. Tidak terasa kaku lagi. Kalau dulu, saya merasa tidak terlalu bebas melakukannya. Setiap melakukannya merasa berlimpah kasih sayang. Hahahaha...
Sekarang, kebiasaan itu masih berlanjut dan saya berusaha mengingatkan diri sendiri untuk melakukannya pada Aki. Bahkan kalau nanti Gi sudah lahir, saya tidak boleh berhenti melakukannya. Gi buah hati saya, tapi Aki adalah belahan jiwa saya. Gi suatu saat akan membangun keluarga sendiri, tapi saya dan Aki akan bersama sampai maut memisahkan. Karena itu, rutinitas kecil ini jangan sampai saya lupakan, rutinitas kecil untuk menunjukkan kalau dia teramat berarti buat saya (Amin ya Tuhannn).

amsaLFoje via Blogaway

Monday, March 10, 2014

Jualan Lagi..Ngga Pede

Huihh.. Pengeluaran rumah tangga bakal lebih banyak setelah Gi bakal lahir. Gaji Aki sih udah pasti naik, tapi saya sendiri ingin sekali membantu mendapatkan uang  tambahan. Terutama untuk mempersiapkan dana pendidikan atau apalah nantinya buat Gi atau mungkin akan ada adiknya nanti (eeeaa...bocah belum lahir udah ngomongin adik).

Thursday, March 06, 2014

Diari Kehhamilan 18 Minggu

Sudah 18 minggu loh, Nak! Minggu lalu waktu kita periksa ke dokter ternyata kamu seorang pria!!
Jadi, karena kami sudah menyiapkan namamu, kami akan memanggilmu Gi. Sama seperti Papa yang waktu kecil dipanggil Ge ^^.

Kami lihat perkembangan kamu lewat USG dan senang sekali karena kamu anak laki-laki yang sehat. Tuhan menepati janji ya, Nak? Walaupun Mama makan sederhana dan itu-itu saja, kamu tetap tumbuh sehat. Jangan lupa bilang terima kasih pada Tuhan ya, Gi.

Sayangnya berat badan Mama tidak bertambah. Sudah empat bulan, tapi berat Mama hanya naik 2 kg. Mama tidak tahu akan mempengaruhi apa nantinya, tapi sejauh ini Mama merasa sehat-sehat saja. Yah, walau sekarang perut Mama semakin buncit dan gerakan Mama semakin terbatas ^^.

Semakin dekat waktu kelahiranmu, Mama Papa juga mulai kuatir tentang biaya persalinan. Rumah sakit sudah kami tentukan dan sudah pasti Mama ingin melahirkan kamu dengan cara normal. Kalau bisa, Mama ingin langsung memberikan ASI padamu begitu kamu ada dalam pelukan Mama... Semoga Tuhan berkenan dengan impian Mama ini. Hehehe...

Soal biaya, yahh...selalu ada kekuatiran, Gi. Selalu ada. Uang dari mana dan bagaimana kalau nanti ada kebutuhan lebih? Tapi lagi-lagi Tuhan selalu katakan, jangan kuatirkan yang untuk esok hari. Kesusahan hari ini cukup hari ini. Percaya dan percaya!

Iya, Gi... Mama Papa bukan orang kaya secara harta, tapi kami punya iman dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus yang membuat kami menjadi merasa kaya. Kuatir selalu ada, tapi Tuhan mengajarkan kami untuk dikuasai iman dan harapan, bukan kekuatiran dan ketakutan (itulah yang membuat kami tetap bisa bersukacita ^^).

Gi, Mama ada rencana membantu keuangan keluarga dengan usaha kecil-kecilan. Sampai saat ini baru rencana. Jika Tuhan berkenan, maka semua jalan akan dibuka. Tentu saja Mama tetap mau fokus utama adalah melayani Papa dan mengurusmu sampai kau punya keluargamu sendiri nanti ^^.

Satu lagi, semoga nanti Mama bisa memberimu ASI sampai usia 2 tahun ya, Gi? Itu cita-cita Mama. Bukan cuma karena ingin berhemat, tapi juga supaya kamu mendapat nutrisi terbaik ^^. Tapi lagi-lagi, semuanya jika Tuhan berkenan, biar Tuhan yang atur jalan kita nanti akan kemana. Ok??

Masih beberapa bulan lagi, Gi. Nikmati masa-masamu di perut Mama, sementara Papa dan Mama puas-puasin pacaran tanpa pecah fokus. Hehehe... Doakan supaya Papa dan Mama terus mesra dan kayak orang pacaran yaakk... Mama sayang Papamu lohhh, Gi. Mama sudah janji pada diri sendiri untuk tidak menomor duakan dia kalau kamu sudah lahir. Papamu adalah belahan jiwa Mama, jadi...jangan cemburu yaaa... hahahaha...

Kami mengasihimu Gi. Tuhan Yesus mengasihimu. Kau adalah milik Tuham yang dititipkan pada kami, semoga kami bisa menjadi orang tua yang terbaik untukmu. Aminn.

amsaLFoje via Blogaway

Monday, March 03, 2014

Golput atau Tidak?

Tadi baru baca status teman FB yang mengajak Golput. Waktu beberapa bulan lalu juga baca kaskus yang penulis threadnya bilang tahun ini lebih milih jadi Golput.
Golput atau ga sebenarnya hak setiap orang, tapi sayang sekali kalau kita memilih golput. Kenapa? Saya sering berpikir satu tindakan kecil kita atau suara kita akan menentukan baik atau tidaknya negeri ini ke depannya. Seandainya karena satu suara golput akhirnya orang yang tidak tepat duduk di bangku kepemimpinan, bukankah sayang sekali? Apalagi kalau yang golput ratusan ribu orang.
Kalau mau bilang, kita pilih golput kemungkinan oranga yang salah kemungkinan besar akan terpilih. Kalau kita pakai suara kita, kemungkinan ada dua. Suara kita akan membantu terpilihnya orang yang tepat atau tetap dengan ada kemungkinan lain orang yang tidak tepat juga terpilih.
Tapi... Sekarang ini kan sudah ada website dari KPU yang menolong masyarakat untuk menilai dan mempelajari latar belakang para caleg. Kalau memang kita tidak ingin suara kita sia-sia, ya website ini harusnya kita manfaatkan. Dengan cari tahu latar belakang caleg, kita bisa jadi pemilih yang cerdas.
Kita juga bisa menilai kinerja caleg dari periode kepemimpinan tahun lalu. Kalau menurut kita buruk, ya jangan pilih dia lagi.
Jadi, pilih golput atau tidak itu terserah tiap orang. Tapi, jika kita ingin memajukan bangsa ini, kenapa kita harus golput dan tidak berani ambil resiko mempercayakan kepemimpinan di tangan orang-orang yang memang mau memimpin?
Jangan marah ya, tapi menurut saya golput itu seperti memilih kondisi aman supaya tidak kecewa. Giliran pemimpin yang terpilih tidak benar, golput bisa dengan bebas mengkritik dan membenarkan keputusan tidak memilih. Padahal orang yang golput menurut saya tidak berhak menuntut pada pemerintah. Kenapa? Karena mereka tidak memilih. Tidak ada satu pun pemimpin di pemerintahan yang mewakili golput. Mereka hanya mewakili orang-orang yang memilih mereka. Itu menurut saya...
Mau golput atau tidak? Terserah anda :D.
amsaLFoje via Blogaway

amsaLFoje via Blogaway

Thursday, February 27, 2014

Masak Itu-Itu Lagi

Hari ini makan malam sayur bayem dan tahu goreng lagi + tempe orek. Eeaaa... Ini menu yang hampir tiap hari saya masak. Yang saya bilang 'yang masak aja bosen, apalagi yang makan'. Tapi Aki baik dah, kagak ngeluh...tahu aja bininya ga terlalu bisa masak.
Waktu masih ngekos, menunya ini-ini juga. Lebih bosen daahhh...Impian buat kasih Aki gizi yang bae kayak terbenam *halah.
Sebenarnya kendalanya cuma satu, saya tidak bisa menyimpan banyak macam makanan dan bumbu sekaligus. Itu karena kami belum punya kulkas. Tiap belanja saya mikir juga kalau beli bumbu. Sering dipakai atau tidak? Tahan lama atau tidak? Kalau jawabannya tidak, ya tidak dibeli. :p
Setelah pindah kontrakan terasa lebih baik. Menu bisa agak berubah. Kadang saya hanya masak kentang goreng + nutrigel. Hahahah...tapi Aki doyan dan pencernaan dia juga ga terganggu. Perut Aki emang agak sensitif, dia ada mag, dan gampang mules kalau minum susu.
Pernah saya masak sayur asam dan ikan mujair. Itu makanan favorit saya, tapi waktu itu perut Aki ternyata sedang masalah. Ikannya juga banyak durinya. Ngerasa bersalah banget. Jadinya beli sate di luar. Kalau ga gitu, ga tau juga kalau satenya ternyata enak dan murah. Ahahaha...
Kemarin, saya tidak masak dan beli lauk di luar seasuai budged kalau saya belanja ke pasar. Enak sih, tapi asinnn bangettt. Kami sudah biasa makan dengan sedikit sekali garam, jadi kalau makan diluar dan rasanya keasinan atau banyak msg-nya, lidah langsung peka. Paling cuma komentar " Hmmm enak..Mecinnn."
Akhirnya balik lagi masak sendiri. Tadi ke pasar mikirin menu apa yang enak, tapi ga bikin perut Aki bermasalah. Sampai di pasar ngeblank. Kamus resep masakan saya masih sedikit sekali. T.T ... Kalau ada resep yang ok pun, ga berani coba karena bahannya yang jarang saya gunakan atau mahal.
Mikirin terus gimana caranya biar menunya tidak membosankan. Langsung ingat waktu itu kesaksian Ci Lia soal makanan. Di situ Ci Lia ada bilang kalau beliau biasanya bikin daftar menu 1 atau 2 minggu dan belanja seauai menu. Bisa bikin begitu juga kan ya. Bedanya, saya belanja tiap hari. Hahahha... *sekalian bumil olahraga.
Mungkin temen-temen juga punya resep enak, tapi mudah dengan hanya bahan-bahan dasar. Tentunya juga muyahhh....*teteuppp..

amsaLFoje via Blogaway

Wednesday, February 26, 2014

Bukan Kebanggaanmu

Aku menggenggam erat piala ditanganku dan memandang wajah lelah dihadapanku dengan memelas. Aku berharap ia melihat untuk sekali ini saja apa yang ada di tanganku. Merasakan apa yang aku rasakan. Kebanggaan.

Mulutnya masih terkunci. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menopang badannya dengan tongkat kayu berkepala elang. Matanya yang menunjukkan betapa ia telah melihat kejamnya dunia, memandangku lurus dan dingin.

" Eyang tidur duluan." Hanya itu yang ia ucapkan. Ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya.

Langkahnya yang begitu pelan sering kali membuatku datang padanya dengam segera, hanya untuk menuntunnya. Tapi kali ini tidak. Ditengah-tengah sesaknya napasku mendapatkan reaksi Eyang, aku tidak bersimpati pada ketidak berdayaannya.

Piala yang ada ditanganku tidak bisa membanggakannya. Piala yang kubanggakan tidak bisa menyenangkan hatinya. Ia ingin aku berhenti mencintai musik, tapi aku tidak bisa. Nyanyian hatiku tidak bisa kuhentikan.

Eyang, satu-satunya keluargaku, sampai hari ini pun aku masih seperti anakmu, tidak bisa berhenti mencintai musik. Maaf Eyang... aku tidak bisa jadi seperti yang Eyang mau.

Kuletakkan piala di tanganku di atas meja tamu. Esok pagi Eyang akan melihatnya dan terserah beliau akan diapakan simbol kebangganku itu.


amsaLFoje via Blogaway

Tuesday, February 25, 2014

Untuk Adik-Adikku: Hormati Mereka Yang Lebih Tua Darimu


 Hi, Dik!

Lama tidak menulis surat untukmu. Maaf kalau aku membalas terlalu lama. Semakin banyak yang harus aku pikirkan dan kerjakan. Tentu saja itu tidak bisa menjadi alasan untuk aku tetap selalu mendukungmu.
Di suratmu kemarin kau menceritakan tentang masalahmu dengan pemimpinmu. Pemimpin yang jauh lebih tua darimu. Memang kau tidak bermasalah secara tidak langsung tentangnya, tapi dari tulisan-tulisanmu, aku melihat bahwa kau memang kurang sependapat dengan pandangan-pandangannya.

[MARRIEGE] Beratnya Hidup Dalam Pernikahan




Mari kita hitung, sudah berapa lama saya menikah?? Enam bulan dan Tuhan sudah tunjukkan banyak sekali apa itu suka dan apa itu duka dalam pernikahan.  Sebelumnya saya pernah menulis tentang apa enaknya menikah, tapi kali ini saya akan membocorkan apa tidak enaknya menikah. Supaya yang mau nikah bisa berpikir ulang dan kalau masih tetap mau menikah bisa menyiapkan diri.

Jadi, setelah saya menikah, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Keputusan saya ini otomatis membuat kami memiliki pendapatan dari gaji Aki saja. Awalnya sih kami bisa melewatinya. Waktu kami tahu kami Tuhan beri kepercayaan untuk punya bocah, mau tidak mau kami harus pindah dan semuanya berawal dari kepindahan kami ke kontrakan.

Wednesday, February 19, 2014

Pembaca Yang Rakus???

Dulu saya pikir saya orang yang paling hobi baca (tertawakanlah akyuu..). Di keluarga memang saya yang paling banyak baca setelah itu adik saya yang paling bungsu. Di sekitar teman-teman saya, saya juga termasuk yang suka membaca. Tapi, waktu kenal beberapa teman blog dan lihat account goodreads mereka...OMG!! Gua cupu bangettt!! 

Apalagi waktu lihat account Dhieta dan Echa. Jadi, mikir " Gile, lo makan apaan sampe baca buku sebanyak itu?" Ahahahha....

Menghadapi Dunia Tanpa Amarah

Hari ini kita baca berita tentang pembunuhan, besok tentang korupsi, lusa tentang perang, tiga hari kemudian tentang perceraian, seminggu kemudian tentang penipuan. Sering kali kita disuguhi dengan berita-berita yang mengiris hati sampai pada akhirnya timbul amarah dalam hati kita. Kita yang menjadi penonton, terkadang bisa menjadi lebih marah daripada para korban.

Saya sendiri tekadang ingin menutup mata terhadap berita-berita seperti ini, tapi mau bagaimana? Ini bagian dari hidup kita. Terjadi di sekeliling kita. Dunia memang sudah menjadi jahat saat perintah Allah yang pertama kali diturunkan, dilanggar.

Monday, February 10, 2014

Saat Tidak Punya Kakak Rohani

Beberapa  hari lalu saya membaca postingan Fanny tentang pergumulan dia supaya dapat partner rohani dan Tuhan langsung jawab doa dia. Waktu baca kesaksian dia ini, yang ada di kepala saya adalah kakak rohani atau pembina. 

Jujur, saya ini orang yang masih bergumul soal pembina. Waktu pertama masuk ke Abbalove, saya punya pembina dan ternyata memang beliau tidak bisa concern 100% dengan hidup saya. Waktu saya jadi Pemimpin Kelompok Sel ada Pengawas Area yang bisa jadi pembina kita, itu pun akhirnya beliau harus pergi buat koas. Setelah itu ada lagi yang menggantikan dan akhirnya dia harus pindah ibadah Giliran saya di Bimbingan Pra Nikah, pembina saya tidak bisa selalu bersama istrinya.

Kenapa Pilih Aki??

Sebelum nikah, saya pernah bertanya pada diri sendiri. Kenapa saya kudu pilih Aki? Apa yang membuat saya sayang sama dia?? Dulu saya ga tahu jawabannya. Ahahahha... Cuma bisa bilang, nyaman dan nyambung.
Setelah saya renungkan saat sudah menikah, saya menemukan beberapa hal yang akhirnya membuat saya mau kena ‘jebakan’ Aki dengan sukarela.
Ooopsss... Tapi yang perlu saya luruskan dulu di sini, saya dan Aki membangun hubungan tidak ‘sekudus’ yang kelihatannya. Hubungan kami terbangun mengalir sama seperti orang normal kebanyakan, HANYA saja kami tetap melibatkan Tuhan dalam prosesnya.
Jadi, Aki itu, pada masa PDKT..

Saturday, February 01, 2014

Cara membuat cloth diaper

Selain makanan bergizi, si kecil yang belum genap berusia 4 tahun masih membutuhkan popok yang harus selalu dipakai selama 24 jam dalam sehari. Popok sekali pakai sering menjadi pilihan para ibu karena memang lebih praktis. Popok jenis ini memang tidak membuat Anda ribet, namun tahukah Anda bahwa popok dengan bahan plastik di dalamnya lebih bisa membuat kulit bayi teriritasi dan lecet? Cobalah untuk mengurangi intensitas penggunaan popok sekali pakai dengan menggunakan alternatif popok kain.

Popok kain juga banyak dijual di pasaran. Tapi, Anda pun bisa membuatpopok kain sendiri dengan menggunakan bahan-bahan kain yang ada di rumah. Membuat popok kain ini terbilang cukup mudah karena bentuknya yang simpel. Anda bisa menggunakan kain katun yang lembut dan kain handuk yang tipis. Siapkan juga beberapa pita dengan panjang kurang lebih 40 cm atau perekat kain. Lebarkan kain tersebut di atas meja potong dan buatlah pola seperti angka 8. Angka 8 memiliki sisi dan lebar yang sama. Untuk popok kain, buatlah sisi atas dari pola angka 8 tersebut lebih lebar hingga berukuran lebih besar dari lingkar pinggang si kecil. Jika dipandang sekilas, popok kain ini akan terlihat seperti corong. Buatlah beberapa helaipola karena 1 popok kain membutuhkan paling tidak 2 layer.

Setelah memotong kain sesuai dengan pola di atas, pasangkan masing-masing kain katun dengan kain handuk. Ingat, bagian yang dijahit adalah bagian dalam dari popok, jangan bagian luar. Posisikan kain yang bagus di bagian dalam menghadap ke potongan kain yang lain. Jahit sisi samping popok dan sisakan 15-20 cm agar memudahkan Anda untuk membalik kain tersebut. Setelah dibalik, jahit lagi bagian pinggir popok agar tidak melembung dan bergeser.

Setelah selesai menjahit semua popok kain, potong pita sepanjang 40 cm tadi menjadi 2 bagian. Jahit pita di sisi popok yang berukuran lebih lebar. Begitu pula di sisi yang lain. Buatlah kolong di sisi kain katun popok. Cara menggunakan popok ini adalah sisi yang lebih besar untuk bagian belakang dan sisi lebih kecil untuk bagian depan. Ikat pita di bagian depan dengan memasukkannya ke dalam kolong terlebih dahulu agar tidak mudah lepas. Jika Anda memilih perekat, jahit perekat pada bagian kanan dan kiri polapopok yang lebih lebar; jahit perekat ini pada kain handuk. Untuk bagian depannya, jahit perekat pada bagian depan di sisi kain katun. Popok kaindengan perekat memang lebih efisien untuk dipakai namun akan membuat popok terasa lebih kaku dan membuat si kecil sedikit tidak nyaman pada bagian perutnya.


amsaLFoje via Blogaway

Wednesday, January 29, 2014

[Iman Kristen] Logika Iman




Akhir-akhir ini sedang heboh berita artis muda Asmirandah pindah agama dari Islam ke Kristen. Saya tidak tahu kebenarannya dan tidak tahu juga apakah dia benar-benar terima Tuhan atau tidak, tapi berita ini memunculkan lagi perang antara saudara seayah beda ibu. Ishak dan Ismael.

Waktu baca komentar-komentar yang nyinyir, mengutuk dsb-nya, saya tidak terlalu peduli, tapi waktu mulai dibawa ke perdebatan soal iman, kitab palsu, kenapa Tuhan tidak menyelamatkan dirinya bla.bla.bla... Agak panas juga. Jadi inget jaman mahasiswa suka debat soal beginian. Sayangnya dasar literatur saya kurang. Baca Alkitab saja belum pernah seleai.

Tuesday, January 28, 2014

Diari Kehamilan: 12 Minggu

Dear GLMS,

Waktu cepat berlalu ya. Tidak terasa usiamu sudah 12 minggu. Tahu tidak? Buat Mama tetap terasa lama, pengen cepet-cepet gendong kamu. Tapi yaaa... Segala sesuatu indah pada waktunya. Lagian Mama masih mau manjain Papa kamu dulu.

Selama dari minggu ke 8 sampai 12 ini, perjuangannya makin bertambah ternyata. Mama makin sensitif dan makin susah makan. Bukan karena mual, tapi karena lidah Mama terasa hambar. Minum air putih saja malas sekali. Ya, kalo nanti kamu hamil (kalau kamu perempuan) atau punya istri sedang hamil ( kalau kamu laki-laki) tetap semangat ya, Nak. Jangan pernah ada keluhan keluar dari mulutmu. Mama juga begitu karena kamu adalah berkat yang Tuhan berikan. Yahh kalau mengeluh juga palingan sama Bapa di surga :D.

Wednesday, January 22, 2014

Review Buku Echa "The Letters"

Jadi teman-teman, saya akhirnya memenangkan sebuah kuis. Ha elaahh... (ga pernah menang soalnya). Dengan segala upaya dan daya mengotak atik blog Echa untuk menemukan jawaban dari kuis give away yang Echa buat. Ga ketemu jawabannya, tapi setelah Echa beri cluenya, tinggal googling dan jawaban saya benar!!

Emangnya dapet apa sampe niat banget buat menang?? Ini diaa!!

Kuisnya di SINI




Friday, January 17, 2014

Untuk Adik-Adikku: Jadilah Pengaruh Sebelum Kamu Memimpin



Goumbik - Pixabay


Hi, Dik!!
Sudah masuk 2014. Bagaimana refleksi pribadimu dan resolusi untuk tahun ini?? Apakah kamu membuat resolusi yang baru?? Jika ada, bagikan pada kakak ya. Siapa tahu kakak akan terinspirasi dari resolusimu. 

Kakak sendiri tidak membuat resolusi secara tertulis. Ya, mungkin kakak sudah harus mulai menuliskannya supaya tidak lupa. Resolusi kakak tidak akan banyak. Hanya berusaha menjadi istri yang lebih baik. Tentu saja kakak akan menuliskannya secara detail. Tapi, mungkin itu nanti saja (semoga aku tidak akan menundanya terlalu lama).

Friday, January 10, 2014

Video Pre-Wedding: Antara Seneng dan Miris Liat Pipi Chubby


Saya sudah pernah cerita kesaksian saya selama proses pembuatan video pre-wedding ini di Bola Mukjizat Yang Retak 4. Nah, yang mau tahu hasilnya (Dhieta sama Febe pasti sudah lihat) ada di sini.

Ini hasil kerja keras adik saya. Terima kasih banget sama dia yang sudah mau susah payah nyiapin semuanya. Buat temen-temen yang lagi persiapan buat nikah dan ingin membuat video pre-wedding, mungkin ini bisa jadi masukan atau contoh. Tergantung pasangan masing-masing sih.

Ngomong-ngomong di video ini saya kelihatan banget melarnya. Akakka... Apalagi yang waktu settingnya bukit. Huiihhh... Karena bahagia kali yaa.. EEaaaa... Aki juga lagi endut-endutnya tuh :p



Wednesday, January 08, 2014

Sekeranjang Besar Terima Kasihku Pada Tuhan Untuk 2013

Eh, udah 2014 yaaa... Selamat Tahun Baru!!! Pastinya udah pada banyak yang review tahun 2013 dan membuat resolusi 2014. Ya, saya mau ikutan dong dan ga mau ketinggaln *eeaaa..

Dari pada review saya lebih pengen bilang TERIMAS KASIH buat Bapaku di Surga Tercinta yang sudah kasih banyaaakkk kasih yang berlimpah untuk saya dan keluarga. Secara personal hati ini udah meluap-luap kayak orang mabuk. Hahahhaa....

Apa saja yang sudah Tuhan lakukan di tahun lalu??

Pertama sudah tentu pembentukan hati saya. Heheheh... Gimana Tuhan mengajarkan untuk saya mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah saya ambil (terutama soal pasangan hidup). Tuhan ajarkan kalau kasih itu tumbuh ga ada yang instan, semuanya dipupuk dan disirami. Makanya kasih harus selalu dipelihara.

Untuk Adik-Adikku: Bukan Tentang Kita Sendiri.

Hai Dik,

Apa kabarmu?? Bagaimana pelayananmu?? Kakak sudah menerima balasan suratmu dan kakak senang dengan responmu yang lemah lembut. Bukankah suatu hal yang menyenangkan bisa menjadi berkat bukan hanya di gereja, tetapi juga di rumah dan dimana pun kamu berada? J Kita sama-sama berjuang di dalam iman kita ya, Dik. Sama-sama belajar bertumbuh di dalam Tuhan J.

Ngomong-ngomong, di suratmu kau menulis tentang mimpi dan visimu lagi. Mungkin kau bingung karena sampai hari ini kau tidak tahu apa yang kau inginkan dan apa yang kau kejar. Tidak perlu merasa ciut, Adikku. Setiap orang diciptakan berbeda-beda. Ada yang diberi Tuhan melihat sesuatu dengan pandangan yang besar sehingga dia dianggap seorang yang visioner, tetapi ada juga orang yang memandang sesuatu dengan begitu detail dan cermat sehingga dia dianggap sebagai seorang yang praktis. Mana yang lebih baik?? Tidak ada yang lebih baik. Seorang yang visioner harus belajar untuk memiliki pandangan yang praktis agar bisa mencapai visinya dan seorang yang praktis harus belajar untuk melihat gambaran besar agar bisa melangkah lebih jauh.

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...