EMPATI untuk jadi LAKON CERITA




Cerita punya cerita kesulitan seorang aktor aktris, pemain film atau pun teater, selain menghapalkan naskah adalah menghayati peran dengan dalam dan kuat.

Yup, keberhasilan seorang aktris diukur dari seberapa kuat kesan yang diberikan dari peran yang mereka mainkan. Entahkah itu peran kecil atau peran besar.

Yang jadi masalah, bagaimana kita bisa memberikan peran yang kuat jika kita sendiri tidak mengerti bagaimana mengkhayati peran si tokoh dalam cerita. Itulah kenapa latar belakang si tokoh dalam naskah perlu digambarkan juga untuk mengerti situasi yang dihadapi si tokoh dan karakter yang menentukan bagaimana si tokoh bereaksi terhadap situasi-situasi dalam hidupnya.


Di setiap peran-peran yang saya terima, drama serius ataupun parodi, kesulitan terbesar saya adalah menghayati peran. Sering kali saya masih membawa-bawa diri saya dalam tokoh-tokoh yang saya perankan. Di saat-saat seperti itu saya menemukan tokoh yang saya bawakan menjadi kurang kuat dan hanya sambil lalu saja dibenak penonton.

Jadi, apa masalahnya sampai saya tidak bisa memerankan tokoh dengan kuat?? EMPATI.

EMPATI yang kurang terhadap tokoh akan membuat kita memerankan tokoh yang kita bawakan seadanya, sedangkan dengan adanya EMPATI, kita jadi bisa mengerti apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilakukan tokoh tersebut. Mengetahui latar belakang dan karakter si tokoh akan sangat membantu EMPATI kita terhadap tokoh menjadi kuat.

Semakin sering kita membayangkan diri kita berada di posisi si tokoh, akan semakin kuat EMPATI yang kita rasakan. Setelah merasakan EMPATI tersebut yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menjadi cerminan  si tokoh supaya orang-orang bisa melihat, siapakah tokoh ini. Apa yang dia pikirkan, apa yang dirasakan. Kalau kita sudah kuat menguasai peran si tokoh, ekspresi dan gerak tubuh tanpa dialog pun sudah bisa menjelaskan apa karakter tokoh itu.

Pada kenyataannya praktek ini memang sulit. Latihan drama yang terus menurus dan rutin yang dapat membantu kemampuan ini berkembang. Yang pasti saat memerankan tokoh jangan pikirkan bagaimana kita harus memerankannya, tapi pikirkan tokoh itu sendiri.

Just for share yaaa... :D


0 Comments