amsaLFoje -A Long Life Learner-



Jangan jahat sama diri sendiri. Pikirkan yang baik-baik untuk diri sendiri. Pikirkan yang baik-baik tentang orang lain. Tuhan udah naik2kan dirimu supaya kamu jadi pemenang, tapi kamu malah injak-injak dirimu sendiri dengan pikiran2 jahat pada diri sendiri dan orang lain.

Hei!! Bangunn!! Jangan kau muntahkan kebaikan Tuhan dengan pikiran jahatmu!! Jangan menye2!! Ingat apa yang sudah Tuhan lakukan untukmu di masa lalu!! Sekarang mau kau bilang Tuhan itu ga mampu membantumu hanya karena semua mustahil di depan matamu?!

Buka matamu!! Ga perlu semua orang baik padamu asal Tuhan itu baik sama kau, semua yang jahat itu Tuhan buat baik buat kau!!

Bangun kau!! Jangan meratap kelamaan!! Gimana Tuhan mau bantu kau kalau kau tak mau dibantu!!? Sombong kali kauu!! Tugasmu cuma taat!! Ga usah kau pusingkan bagian Tuhan. Atau kau mau jadi tuhan?? Biar makin kacau hidupmu.

#selftalk #batakkali

Sumber pic: pixabay - Stevebidmead


Acung tangan seberapa sering kita ngomong kayak gini ke teman yang sedang bergumul, tapi pas doa, lupa sama sekali buat doain.

Hahahha... Sayyyaaa!! Tunjuk tangan paling tinggi deh saya..

Iya, ngomong "saya dukung doa yaa.." itu guampang buangeettt, tapi ngerjainnya susahhh buangetttt.

Tahun ini jadi tahun resolusi saya dalam berdoa. Berawal dari artikel tentang doa yang dibagikan adik saya, saya semakin sadar kalau ga ada dukungan yang paling kuat selain dukungan doa yang sungguh-sungguh untuk orang-orang yang kita kasihi.

Pas bener hari ini 2 sahabat saya bercerita tentang masalah mereka. Dulu, saya bisa panjang kasih nasehat ini itu. Iya, sekarang juga masih. Tapi sekarang lebih banyak mendorong mereka berdoa sungguh-sungguh. Bukan sekedar omongan, tapi benar-benar mendorong dalam hati.

Saya percaya, untuk memenangkan sebuah masalah, kita harus memenangkannya dahulu di dalam roh. Dulu... Dulu... Saya tahu akan hal ini, tapi ga mengimani sungguh-sungguh. Baru setelah mendapat artikel dari adik saya itu selaput mata saya seperti terbuka.

Berdoa bukan hanya sampai sesuatu terjadi, tapi juga supaya orang2 yang saya kasihi semakin kuat di dalam Tuhan, menemukan maksud Tuhan dalam hidupnya, menjadi lebih kokoh di dalam iman.

Kadang-kadang saya ciut mendengar cerita teman2 saya yang lebih berat dari masalah saya pribadi, omongan dan nasehat saya sepertinya ga akan cukup. Tapi lewat doa, saya tahu saya sedang mendukung mereka dengan lebih kuat dibanding dukungan apa pun.

Jadi, dari akhir tahun kemarin saya sedang mendisiplinkan diri untuk benar-benar membawa dalam doa, setiap orang yang meminta dukungan doa. Ga gampang, tapi patut diperjuangkan.... Saya sendiri pun lebih fokus pada karya Tuhan dalam hidup orang-orang sekeliling saya daripada masalah pribadi saya.

Berdoa dan berjaga-jagalah supaya kamu tidak jatuh dalam pencobaan....


Bicara soal besar, saya bukan bicara ukuran badan loh yaa. Badan saya sudah besar kok hihihi.

Besar yang saya maksud di sini adalah mempunyai nama besar, prestasi besar. Menjadi seseorang yang dihormati, diakui...

Benarkah harus demikian?? Selama ini saya diajarkan demikian. Orang-orang sukses pun mengajarkan demikian... Tapiii...

Hati saya bilang tidak. Tidak harus besar.

Kenapa? Karena kebaikan yang tidak diketahui sebenarnya lebih manis. Prestasi yang tidak diakui terkadang lebih menyenangkan tanpa beban.

Eh, padahal kadang kita pengen diakui, dihargai yaaa. Ada di dalam diri kita ingin menjadi orang besar juga. Ya, itu juga tidak salah. Jadilah orang besar, jika itu memang menjadi panggilan. Mempengaruhi banyak orang lewat tindakan dan kata-kata, karya, serta partisipasi.

Tapi...
Ingin menjadi kecil pun bukan kejahatan. Dari keinginan sederhana membuat orang lain bersukacita atau ingin melihat orang ingin lebih berhikmat atau ingin melihat orang yang lapar menjadi kenyang.

Hanya orang di depan mata, bukan seisi dunia.

Perbuatan yang mungkin orang pikir sebagai kebaikan, padahal kita hanya tergerak ingin melakukan. Kita tidak pernah memandangnya sebagai sebuah kebaikan, apalagi hal besar..

Kita hanya berpikir harus melakukannya. Kalau tidak, kita akan gelisah.

Ah, mungkin akan lebih baik lagi kalau kita adalah orang besar yang memiliki hati orang kecil. Memberi pengaruh baik pada banyak orang tapi tetap memiliki hati yanh sederhana...

Bisa??
Seperti itu pun bisa...
Bukan dosa 😊😊




Seminggu ini para emak-emak makin gelisah dengan berita-berita penculikan anak dan pedhopil. Tidak terkecuali saya.

Gimana ga. Pelaku-pelaku kejahatannya sekarang bukan cuma orang asing, tapi orang-orang yang kita percaya. Bahkan orang-orang tidak kita duga seperti keluarga sendiri.

Buat emak-emak kayak saya, pengen banget kurung anak di rumah. Ga usah main di luar deh. Liat tetangga cowo aja saya jadi mikir macam-macam.

Gelisah dan takut
Itu yang saya rasakan walau tidak terlalu kentara.

Saya juga memilih tidak menyebarkan berita seputar penculikan dan pedhopil karena merasa seperti sedang menularkan dan kegelisahaan saya pada ibu-ibu lain. Makin disebarkan saya makin cemas. Lagian makin disebar bukannya malah bikin orang terinspirasi meniru ya?? (mau gila bayanginnya)

Bagus dong ibu-ibu pada takut, jadi waspada.... Iya ga? Ga buat saya. Hahhaha
Tindakan yang berdasarkan ketakutan biasanya jadi irasional. Ga masuk akal. Bahkan cenderung ga sehat.

Lagipula ada ayat Tuhan bilang, kalau kita sempurna di dalam kasih, kita ga akan takut selain takut sama Tuhan.

Tapi benar kan?? Coba deh kalau mikirin soal kecelakaan dan kejahatan, mau seberapa panjang dan kuat tangan kita melindungi orang-orang yang kita kasihi khususnya anak kita? Sedangkan di rumah aja bisa ada kecelakaan. Di tempat yang kita pikir aman aja ternyata banyak kejahatan.
Terbatas banget. Emak kayak saya benar-benar ga berdaya melindungi anak saya sendiri.

Saya ga berdaya bukan berarti ga berusaha menjaga. Saya juga lebih ketat menemani anak saya main. Tapi, saya ingin sekali saat saya anak main, saya menemani bukan dengan ketakutan yang menghantui.

Solusinya akhirnya cuma 1. Melindunginya dengan doa. Memohon pada Bapa di Surga menjauhkan anak saya dari segala kejahatan, melindungi dia dari segala marabahaya dan mempertemukan dia dengan orang-orang baik. Ga ada yang lebih bisa melindungi Gi selain Bapanya di Surga.

Waktu teringat hal ini saya lebih plong. Menjaga Gi bermain dengan rasa percaya kalau Bapa menjaganya lebih baik dari yang saya lakukan.

Kecelakaan, kejahatan ada di mana-mana, tapi Bapa di Surga adalah tempat perlindungan yang lebig kuat dari itu semua. Kalau bukan Dia yang saya andalkan untuk menjaga Gi, siapa lagi?

😊😊😊😊


Hi jiwaku...

Jangan menunggu orang lain memberi apresiasi, beri apresiasi diri sendiri. Apalagi kalau tahu sekeliling memang lebih suka liat keburukanmu daripada hal2 baik yang sudah kamu lakukan.

Ambil dan pakai apa yang memang pantas kamu gunakan untuk membangkitkan semangatmu. Jangan berlama-lama merasa menjadi korban. Mengapa berbetah-betah mengasihani diri jika tidak mengubah keadaan? Sekalipun kamu memang korban dan orang pun ga perduli.

Mungkin kamu memang terbiasa dikritik, jarang dianggap sebagai pribadi, lebih seperti properti. Jangan berkubang di dalamnya. Kamu tahu untuk apa kamu dilahirkan dan diciptakan. Bukan jadi kotoran, tapi berlian.

Keluar dari situ dan bersinarlah. Kalau tidak ada yang berdiri di sisimu 100%, bukankah ada Penguasa Alam Semesta yang paling tahu DNAmu?

Jangan biarkan apa yang orang lakukan dan tidak lakukan membuatmu terpuruk, oh yaaa jatuhlah, tapi jatuhlah dalam pelukan Tuhan. Bukan ratapan tanpa ujung yang menghasilkan kebencian pada dunia.

Biarkan orang2 hidup dengan egonya dan kamu ambil bagianmu sepantasnya. Jangan membenci mereka karena nanti kamu seperti mereka. Mengampuni karena Tuhan katakan demikian.

Jangan biarkan luka itu menjeratmu ke tanah..
Kamu lebih kuat dari itu....
Ingatlah juga... Mereka yang menyakitimu adalah produk dari kegagalan manusia juga..
Jangan harapkan mereka jadi Tuhan yang sempurna...
Tapi perlakukan mereka seperti apa kamu ingin diperlakukan....
Untuk mereka dan untuk nama Tuhan dipermuliakan..

Tapi ingatt...jangan lupa mengambil yang menjadi bagianmu. Kamu pantas mendapatkannya dan kamu akan lihat pekerjaan tanganmu menjadi lebih baik dari sebelumnya.






Waktu tahu salah satu temen mulai olahraga di rumah, saya senang sekali. Kenapa begitu? Karena saya sangat merasakan manfaat dari olahraga.

Olahraga bisa dibilang membantu saya bertahan hidup *halah. Sebelumnya saya tidak sesehat seperti sekarang.

Semua berawal dari saya merasakan kaki kiri saya seperti ada yang salah di bagian pergelangan dan lutut. Sepertinya sih akumulasi dari saat saya masih bekerja harus naik turun tangga 4 lantai setiap hari (hampir 3 tahun). Waktu hamil jadi lebih kewalahan karena semua beban tertumpu di kaki. Di rumah pun tidak sofa (sempit boo),  tiap hari duduk berdiri untuk beraktifitas. Makin menjadilah kondisi kaki saya yang ga nyaman.

Pertengahan tahun lalu saya memutuskan untuk rutin berolahraga berharap bisa punya badan yang fit seperti saat masa kuliah,  sebelum bekerja. Awalnya sih hanya lari pagi biasa. Merasa segar iya,  fresh iya, tapi saya masih ga puas dengan kondisi kaki yang susah diajak jalan lama. Ga enak. Kayak mau patah.

Entah bagaimana,  Tuhan kasih hikmat buat saya menirukan gaya pemanasan pemain sepak bola. Mulai dari lari dengan lutut diangkat setingginya sampai menempel di dada,  lari mundur,  lari menyamping,  lari zig zag,  lari dengan kaki menendang ke belakang. Puji Tuhan banget!! Sekali itu aja,  kaki saya langsung pulih. Amazing!
Dari situ makin sadar diri untuk lebih serius olahraga.

Tahun kemarin saya juga mengalami gangguan mood yang cukup berat. Baca Firman udah,  berusaha mikir positif,  berusaha ambil Me Time,  tapi tetap saja mood ga berubah. Bisa sampai turun ke titik rendah banget sampai ngerasa ga mau hidup lagi. Mau cara apa lagi coba?

Lagi-lagi Tuhan ingetin buat olahraga. Badan yang lelah bisa jadi salah satu penyebab mood buruk. Apalagi salah satu manfaat olahraga mengeluarkan hormon adrenalin dan dopamine kan,  bagus buat naikin mood.

Ya udah saya nurut. Ga nyangka,  Tuhan emang penasehat ajaib, mood saya benar lebih baik. Pikiran lebih tenang dan ga gampang mendramatisir situasi. Energi yang biasanya dipake buat mikir berlebihan,  sekarang dipake buat olahraga.

Itulah kenapa saya selalu mendorong teman-teman saya buat olahraga. Bukan cuma soal manfaat secara fisik,  tapi juga mental.

Secara fisik sendiri saya sudah bisa melihat manfaat dan perkembangannya. Sekarang saya bisa memegang jari kaki dengan kaki lurus tanpa masalah.  Waktu awal-awal susah banget. Bokong yang dulu sangat dirasakan ada getar-getar lemak setiap berjalan, sudah tidak ada. Lemak perut juga mulai menyusut. Gendut masih,  tapi saya merasa lebih fit dan ga cuma sehat.

Oh iya,  dengan olahraga ga perlu susah-susah nahan lapar. Nafsu makan saya berkurang sendiri sejak saya olahraga. Biasanya mulut gatel mau ngunyah melulu.

Jadi, siapa pun yang baca tulisan saya ini,  saya dorong buat berolahraga. Olahraga apa pun itu.  Asal bukan olahraga mulut sama jempol aja.  Hahahha.

Namanya mau jadi nenek lincah, ya inilah investasi saya untuk masa tua.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [KESEHATAN] Mood Swing PMS Yang Merusak
    Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates