amsaLFoje -A Long Life Learner-
Alice12-pixabay


Dua tahun ini, bisa dibilang tahun yang luar biasa tak terduga buat keluarga dari pihak saya. Banyak hal tidak terduga terjadi seperti bertubi-tubi. 

Melihat kedua orang tua saya tetap tenang menghadapi masalah merupakan sebuah mukjizat buat saya. Saya yang jauh dari mereka malah lebih emosional. Marah, kecewa, terluka. Bukan hanya pada situasi, tapi juga diri sendiri yang tidak bisa mengurangi beban mereka. 

Kami tidak ada yang sakit saja sepertinya sudah menjadi kabar baik buat mereka.


Setiap kali saya merenungkan yang kami alami, saya teringat saat kami dalam kondisi baik-baik saja. Masih ada masalah, tapi bukan sesuatu yang menggoncang kami begitu rupa. Dalam kondisi tenang itu, ada kebanggan di dalam diri saya. Seperti tunas kecil yang menyembul, berbahagia karena keluarga saya keluarga yang luar biasa. Takut akan Tuhan, orang tua saya diandalkan orang banyak serta dituakan. Nama anak-anaknya saja dikenal di mana-mana (ngartis).

Tapi kebanggan itu tidak hidup lama. Seolah Tuhan tidak mengijinkannya tumbuh lebih besar, Ia malah menginjak dan meremukkannya tak bersisa. Tembok-tembok dalam pikiran saya yang mungkin saya bangun telah lama tiba-tiba ambruk tanpa ampun.

Marah? Tidak. Orang tua saya tidak, tapi saya iya. Kecewa. Kenapa?? Pertanyaan favorit yang jawabannya baru Tuhan perlihatkan malam ini.

2 Korintus 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Ayat ini tiba-tiba timbul dalam hati saya.

Kadangg...

Saat kondisi kita baik-baik saja, kita begitu bangga dengan semuanya. Lupa kalau di dalamnya ada campur tangan Tuhan. Kita lupa ada kedaulatan mutlak yang dapat mengambil ketenangan itu kapan saja. Kita lupa kondisi baik-baik saja itu sebenarnya adalah hadiah, anugrah.


Tanpa sadar kita besar kepala. Mungkin tidak terlihat, tapi kalau kita minta Tuhan selidiki... Mungkin... ada kerikil-kerikil yang tidak kita sadari dapat membuat kita terpeleset dan jatuh.

Itulah mengapa, Ia meruntuhkan kebanggan saya pada keluarga. Bukan supaya saya tidak sayang keluarga, tapi supaya saya membangun sukacita saya atas keluarga saya dengan dasar yang benar.

Keruntuhan ini mengajarkan kami untuk memakai pikiran Kristus bukan manusia. Ia ingin kami membangun kebanggaan kami dengan dasar yang benar yaitu, kasih karunia di dalam Kristus. Bukan jabatan, harta, pengakuan, atau pun pujian yang ditulis di atas pasir.

Jadilah rendah hati.... itu yang Tuhan mau.













IMDB


Telat ga sih baru sekarang mau review film ini? Ga ada kata terlambatlah yaaa. Soalnya suka banget sama film "brutal" ini. 

DeadPool ini bukan cerita tentang kepahlawanan macam Avenger yaa. Ratingnya aja MATURE. Jadi, peringatan buat orang tua biar ga ada kasus #SaveIndonesia lagi gara-gara salah ajak anak-anak nonton film dewasa. Tontonlah film sesuai usia.

Film ini juga ga saya saranin buat mereka yang belum menikah. Kenapa? Ya udah tahulah kenapa. Hehehe...

Tapi buat yang sudah menikah, boleh deh nonton film ini. Makna filmnya dalem banget. Bikin api asmara pada suami membara kembali. Apa cobaaa... hahhahahha... *husss

Saya ga mau bikin spoiler. Inti cerita ini sih gimana caranya si pemeran utama Wade berusaha untuk pulih dari kanker supaya tetap bisa terus sama pacarnya. Tapi yang dia dapet malah kekuatan yang bikin dia bisa sembuh sendiri. Tentunya ada dampak buruk bagi dirinya sendiri. 

Ceritanya benar-benar jauh dari kepahlawanan karena DeadPool manusia super yang sebenarnya suka seenak jidadnya. Dia tidak peduli pada kebaikan atau kemanusiaan. Bahkan dia suka mengadu domba teman-temannya sendiri demi sebuah kesenangan. Ini kebiasaan buruk, tapi buat saya yang nonton tetap saja bikin terbahak-bahak. 

Tapi ini film asliii romantis banget. Bukan karena adegan romantisnya, tapi karena makna yang disampaikan. Si cowo lewat tindakannya seolah berkata "Apa pun akan aku lakukan untuk bersamamu." Si cewe sendiri memberi kesan, "Apa pun yang terjadi padamu, aku akan tetap bersamamu." Pokoknya jadi inget sama suami sendiri sepanjang film diputar. *lophelophe

Pesan lainnya, terkadang kita suka memakai cara sendiri untuk membahagiakan pasangan kita, padahal belum tentu itu yang dia mau. Kita berusaha melakukan ini itu buat pasangan, tapi ternyata dia hanya mau kita tidak jauh-jauh dari dia. Itu kenapa kita perlu belajar mendengar apa yang pasangan kita inginkan dan butuhkan.

Saya suka film ini selain karena Ryan Reynolds berakting bagus, jalan cerita romantis,  kita disuguhkan banyak jokingan dan adegan lucu yang segar. Di luar kata-kata kotor dan makian tentunya.

Lelucon yang digunakan rata-rata diambil dari film lain. Semacam pelesetan. Banyak dialog yang mengungkit-ungkit film lain yang bisa bikin kita terbahak. Buat pecinta film wajib nonton film ini. Dan ternyata si sutradara Tim Miller memberi kebebasan pada para aktornya untuk improvisasi akting dan adegan. 


Bocoran salah 1 adegan yang bikin ngakak


Puas banget nonton film ini. Di tengah maraknya film superhero, DeadPool memberi warna baru yang ga biasa. Santai, lucu, romantissss ( di luar kata-kata kotor dan makian-ditekankan lagi hahhaha). Di IMDB ratingnya 8,1. Bisa cek detailnya di sini

Saya sendiri memberi nilai 8 dari 10. Karena pengemasan filmnya yang menarik, ga biasa, akting yang bagus (terutama Vanessa... I saw love in her eyess... You did it girl!!). Nilai 2 sisanya gara-gara kata-kata kotor (gua tekankan lagi). Hahahhaha. Tapi itu memang karakter si tokoh. Mau gimana lagi??

Ngomong-ngomong gara-gara kostumnya, jadi agak ketuker sama Antman.

Tiga tahun jadi IRT bikin saya ngerti kenapa banyak IRT cukup rendah diri, ngerasa ga berharga, ga bahagia dengan hidupnya.

Bukan karna kurang bersyukur, bukan karna kurang iman. Tapi karena kadang para IRT ini kehilangan jati diri.

Punya mimpi banyak akhirnya dikubur atau ditunda demi memgabdikan diri buat keluarga. Sudah mengabdi begitu ga jarang pilihannya ga dapet dukungan dari orang terdekat. Udah ga dapet dukungan, karena pekerjaannya tiap hari hanya pekerjaan "biasa", mereka juga jarang dapet apresiasi.

Kadang IRT merasa kurang baik, kurang berusaha, kurang pintar, kurang cantik dan kurang lainnya. Badai di dalam dirinya bahkan dirinya sendiri pun belum tentu bisa menenangkan. Mau cari siapa? Suami yang pulang kantor dengan wajah lelah? Teman baik, tapi tidak mau masalah rumah tangga sampai keluar.

Seperti spageti, memang begitulah isi kepala IRT. Belum kalau ditambah masalah keuangan, ribut dengan keluarga pasangan, atau kondisi kesehatan yang kurang baik.

Ibu-ibu sering merasa seperti sendirian di tengah badai. Tadinya saya pikir itu ga wajar, waktu baca blog beberapa teman baru mengerti. Semuanya wajar.

Otak dan hati wanita memang sering terserang badai. Masalah sepele pun bisa membuat mereka menangis tersedu kalau lagi ga beres.

Saya bukan mau kasih saran atau nasihat, cuma mau kasih dukungan. Tetap semangat Mama, Bunda, Mami, Umi, Ibu. Mungkin kita lelah dengan setiap masalah yang kita pikul. Sudah seperti merangkak bahkan mungkin merayap. Mama, Bunda, Mami, Umi, Ibu ga sendirian. Kita merasakan yang sama. Kalau hari ini pengorbanan kita seperti tidak pernah cukup, roh kita seperti sudah kurus tiada berdaya, Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang akan memperhitungkannya. Apa yang kita korbankan tidak akan pernah sia-sia.
Bersukacitalah dan bergembiralah ^^.


Lipstick: Pure colour - Radiant Red
Sunglasses - pinjam punya gi


Huhuhu, siapa di sini IRT yang bau bawang?? Demen pakai daster? Rambut digelung ke atas, muka kusam berminyak hihihi...

Saya! Saya!! Bangga banget deehhh...
Tapi ga jarang IRT kayak saya juga pengen kelihatan gaya. Pengen kece. Pengen keliatan keren. Iya ga??

Sayangnya, kadang keinginan dan dompet tidak seiring sejalan. Apa daya, semua serba seadanya. Saya juga kalau ga jualan kosmetik mungkin ga bakal dandan. Disimpen duitnya baik-baik. Wakwakwak.
Ngenes bangetttt yaaa..

Weewewewew.... ternyata ga perlu sengenes itu juga kok. Buktinya ada tuh saudara saya yang gaya dan tetep modis. Modis, Modal Diskon. Yang dibeli ya barang diskonan. Hahhahah. Jadi ga perlu nangis kalau mau nyari kualitas bagus karena mikirin harganya pasti mahal.
Apalagi kayak saya ini. Suka males belanja. Karna tiap belanja, nemu barang yang disuka ehhhhhh harganya bikin nangis darah. Makanya ga terlalu antusias kalau diajak belanja fashion.

Dulu saya ga ngerti tuh belanja modis. Tapi saudara dan suami saya ternyata kalau belanja modal diskon banget. Mereka bisa dapet barang bagus dengan harga rendah.

Belajar dari situ kalau butuh apa-apa saya cari yang diskon. Hahhaha. 
Kayak dua bulan ini udah mikirin mau beli flatshoes tapi males banget belanja keluar. Nyoba ini itu melelahkan tahuuu. 
Udah diniatin dari jauh-jauh hari mau belanja online aja. 


Saya sendiri memang tipe yang lebih suka belanja online. Kenapa? Karena bisa liat tuh yang diskon-diskon dalam sekali sapuan mata aja. Ga perlu cek label harga, pas liat mahal langsung lepassss.... hahhaaha

Kalau belanja online bisa nyambil cari tips milih sepatu yang cocok buat kita kan abis itu banding-bandingin harga diskonnya. Pokoknya tinggal jempol yang kerja. Ga perlu pake pegel dan hemat ongkos. Ga perlu kejar-kejar Gi yang happy liat ruangan luas.

Tapiii, tetep yaaa kalau mau belanja online harus cari yang aman. Jangan yang abal-abal dan ga ada perlindungan konsumennya.

Kemarin-kemarin udah widow shopping di Zalora. Ada beberapa flatshoes dan wedges (lohhh kok), yang saya naksir. Hohoho.

Enaknya belanja di Zalora ini sih merknya udah kenal. Yang kemarin-kemarin sudah saya masukin ke keranjang merk standar yang sering saya pakai. Yongkie Komaladi. Udah percaya sama merk itu jadi ga ragu buat masukin keranjang.

Yang bikin happy, hahahha.... kabar gembira untuk kita semuaaa..
Ternyata ada diskon lebih dari 50% di tanggal 12 Desember di Zalora. Saya beruntung banget yaaaa (pasang alrm). Ya bukan saya doang sih.

Ternyata belanja online aja ada harinya. Untuk merayakan Hari Belanja Online Nasional itu, Zalora kasih diskon yang ga boleh dilewatin. Apalagi yang lagi cari baju Natal dan tahun baru wiiihhhh.
Ibu-ibu modis kayak saya udah pasti manfaatin momen Harbolnas ini. Kapan lagi kannn?? Mana tahu tadinya budget buat beli 1 sepatu bisa nambah 1 item lain. Ngarepppp pake bangettt.

Yang penting produknyan jelaslah. Bukan beli kucing dalam karung. Ga perlu desak-desakan dan senggol-senggolan sama orang juga. Yang penting koneksi internet lancar :D.

Masuk-masukin keranjang dulu ah produk incerannya. Mana tahu nanti diskonnya tambah bikin fly :D.

Kalau udah beli dan terima barangnya, pastinya nanti saya posting di bloggg ;)




If Jesus Never Born

Apakah sudah ada yang mendengar kidung-kidung Natal dinyanyikan?? Ga berasa udah mau akhir tahun yaaaa. Pasti udah pada sibuk persiapan ini itu buat perayaan Natal. Bayanginnya bikin kangen.

Ngomong-ngomong soal perayaan Natal, biasanya ga jauh-jauh dengan pertunjukan juga. Salah satunya drama. Iya kan? Iya kan? Siapa yang tahun ini ibadahnya ngadain drama??!! Unjuk tangannnn!!!!

Kalau sudah ngomongin drama saya selalu antusias. Beberapa tahun pelayanan di bidang drama banyak pelajaran yang saya dapat. Walau pun sudah ga pelayanan lagi, tetep pengen menjadi bagian dari pelayanan itu.

Jadi, membuat tips ini mungkin bisa membantu adik-adik yang mau membuat pertunjukan drama Natal atau drama lainnya yang berhubungan dengan ibadah gereja tapi bingung harus mulai dari mana. Dengan tips ini semoga bisa memberikan gambaran adik-adik, apa yang harus dilakukan.

If Jesus Never born
Saya sebagai oelayan Herodes dan Aki sebagai Herodes

Kalau yang udah lebih ekspert boleh deh baca postingan ini dan mungkin bisa nambahin poin-poin yang saya buat. Hehehehe.

Disimak yaaaa

1. Pastikan cerita sesuai tema
Jadi sebelum membuat naskah drama, pastikan dulu kita sudah tahu tema Natal yang diangkat. Ga cuma membantu kita lebih fokus tapi juga membantu membangun pesan natal lebih kuat disampaikan.


2. Pastikan kapan drama akan ditampilkan dan durasi

Kenapa harus tahu? Karena kadang-kadang ada drama yang ditampilkan sebagai pembuka kotbah dan ada juga yang ditampilkan setelah ibadah inti berakhir. Semacam penutup dan perayaan. Kalau drama yang ditampilkan ternyata adalah pembuka kotbah, kita harus lebih intens komunikasi dengan pembicara. Pesan apa yang ingin disampaikan si pembicara, si pembicara sendiri merasa lebih cocok dramanya seperti apa, dari cerita Alkitab atau keseharian saja.

Kadang malah ada pembicara yang sudah tahu yang dia mau dan ga perlu pakai ditanya, langsung menjelaskan. Ini malah lebih terbantu.

Sebagai murid Yesus. Entah siapa. Yang penting murid Yesus. hihihi. Gara2 kurang pemain cowo

Kalau tidak bisa komunikasi secara langsung dengan pembicara, minimal seksi acara atau EO ibadah.




Tanyakan sejelasnya apakah dramanya mau serius atau humor. Berapa lama waktu yang disediakan karna akan menentukan panjangnya naskah. Naskah yang pendek pastinya hanya butuh 2,3 pemain. Naskah yang panjang biasanya akan lebih banyak pemain, properti, dan alat pendukung.

Apa saja yang perlu ditekankan dalam drama? Misalnya penekanan pada rasa kekeluargaan atau rasa syukur atau mengampuni. Ada hal2 yang tidak boleh ditampilkankah? Misalnya tidak boleh ada pria yang kewanita2an atau bau-bau politik.

Kalau sudah tahu dicatat supaya saat kita membuat naskah lebih terarah.


3. Brain storming
Keluarkan semua ide yang dipunya di dalam tim. Tidak usah takut ide kita tidak terpakai karena kadang malahan ada ide yang dipakai hasil kombinasi beberapa pemikiran.

Jangan males mikir. Kalau mentok buka lagi alkitabnya, baca lagi tema dan pesan yang ingin disampaikan. Browsing dan baca buku juga bisa jadi alternatif. Amati juga peristiwa sehari-hari.

4. Buat draft sesegera mungkin
Namanya saja draft. Masih ide dasar. Ga perlu rapih-rapih amat. Tidak perlu menginginkan naskah yang sempurna di awal-awal. Yang penting kita tahu alur cerita dan penokohan dulu karen pada prakteknya naskah pasti akan banyak dirombak. Entah dikurangi atau ditambahkan.


5. Diskusikan naskah
Diskusikan lagi draft naskahnya untuk mematangkan naskah tersebut. Jika sudah ok, sampaikan pada EO atau pembicara. Jika mereka ok, bisa lanjut latihan.


6. Komitmen 
Kalau yang ini sudah masalah sikap ya. Seandainya kita sudah dipilih untuk menjadi bagian tim drama, berkomitmenlah untuk selalu datang latihan. Ini bukan cuma demi kelancaran persiapan, tapi juga sebagai sikap kalau kita serius mau melayani. Mau menyampaikan pesan Tuhan lewat drama. Bukan sekedar main drama.


7. Kesatuan hati
Ini hal yang paling sulit dibanguh. Apalagi kalau ada hal-hal yang tidak berkenan. Saya pernah menulis naskah dan akhirnya naskah saya tidak dipakai sama sekali. Gedeg, tapi Roh Kudus mengingatkan, pelayanan bukan tempat kita mengaktualisasikan diri. Pelayanan adalah tempat di mana kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan agar kasih dan anugrah Tuhan tersalurkan pada orang lain. Kita hanya pelayan. Titik. Pelayanan adalah suatu kehormatan bukan kebanggaan.

Che Ting. Menantu bawa chiong gara-gara shio buaya. hahahah

Jadikan pesan Tuhan tersampaikan dan tepat sasaran sebagai tujuan utama. Supaya kita bisa menganggap satu sama lain lebih penting.

8. Anggap penonton rumput yang bergoyang 
Baru pertama pelayanan drama dan grogi berat?? Anggaplah penonton rumput yang bergoyang. Hehehehe. Yang udah sering drama aja masih suka grogi.

Panggung itu daerah kekuasaanmu, sampaikan pesan Tuhan dengan lantang lewat peranmu. 

Tante Potti. Si Penggoda

Buat Tuhan tersenyum melihat pertunjukanmu dan 1 tim pelayananmu. Itu yang paling penting. 


Itu 7 tips dari saya. Kalau masih bingung cari tema drama natal, bisa intip cerpen buatan saya. Kalau mau buat naskah dari cerpen saya gpp. Hehehehe. Kepedean. Ga usah minta ijin. Saya menulis cerpen-cerpen itu karena terinspirasi dari naskah-naskah drama yang dibuat tim drama saya dulu.





Kami membuat naskah tentang bagaimana konflik batin Maria saat menerima kabar kehamilannya, tentang bagaimana kondisi murid-murid Yesus saat Yesus mati dan dikuburkan lalu bangkit pada hari yang ke 3, tentang Yusuf, tentang Abraham, dll.

Drama-drama itu tidak hanya memberi pesan pada jemaat, tapi pada saya juga. Sangat membekas.

Kangennn bangettt. Sebenernya lebih suka di belakang panggung juga. Bagian nulis naskah, properti, dan bantu makeup. Tapi karena sering kekurangan orang jadi harus ikut naik panggung juga walau cuma berdiri tanpa dialog jadi pelayan raja. Xixixixi.

Semangat buat persiapannyaaa!!! Segala kemuliaan hanya buat nama Tuhan!!







Councelling - pixabay

Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, mari kita melakukan sesuatu. Ambil secarik kertas dan alat tulis lalu mulailah menulis  hal-hal yang paling kita inginkan. Benar-benar paling kita inginkan yang mungkin kita doakan siang dan malam atau jika tidak kita mendapatkannya, kita mungkin ingin dunia berakhir saja.

Apakah itu kelulusan dari study kita? Pemulihan keluarga? Kesembuhan orang-orang yang kita cintai? Bebas dari hutang? Apa yang paling kita inginkan, tuliskanlah di kertas tersebut.

Oke, jika sudah menuliskannya, biarkan kertas itu berada di sisimu dan mari kita mulai membahas apa yang akan kita bahas. Saya akan mulai pembahasan ini dari beberapa cerita.

Cerita pertama, tentang saya yang pernah gagal dalam sidang skripsi. Sebuah hal yang memalukan dan menghancurkan hati saya. Sebelum sidang skripsi saya sudah membayangkan apa yang akan saya lakukan setelah sidang skripsi. Pekerjaan yang mapan, orang tua yang bangga pada saya, wisuda bersama teman-teman seangakatan. Tapi semua apa yang saya bayangkan hancur seketika saat dosen penguji saya menyatakan saya tidak lulus. Saya menangis di depan mereka. Saya bertanya-tanya pada Tuhan, apa yang salah?? Saya merasa Tuhan tidak adil. Sampai di akhir semester saya, saya selalu mendapat IPK yang baik. Teman-teman saya menganggap saya pintar, tapi kenapa saya malah tidak lulus? Saya sudah melayani Tuhan sampai kuliah saya terbengkalai. Apa yang salah? Kenapa Tuhan tidak bela saya?? Hancur hati dan sepertinya Tuhan sedang ‘memunggungi’ saya.

Pada kenyataannya, dari kegagalan saya ternyata Tuhan mengajarkan saya untuk melawan rasa takut gagal sekaligus menghancurkan setiap kesombongan saya. Di sidang yang kedua, sekalipun saya punya iman akan lulus, saat itu saya sudah siap untuk gagal yang kedua kali. Tuhan menguatkan dan meneguhkan hati saya untuk memiliki iman dan mengatakan “ Lulus atau tidak lulus, Kau tetap Allahku.” Apa pun keputusan Tuhan hari itu, saya akan tetap mengasihi Tuhan dan akan tetap ikut Dia. Hari itu titik di mana saya benar-benar mengerti apa artinya percaya kepada Tuhan.

Cerita yang lain adalah cerita dari kehidupan salah satu pembimbing rohani saya di Bimbingan Pra Nikah. Beliau orang yang sangat mencintai Tuhan dan sangat ingin memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Tentu saja sebagai pelayan Tuhan beliau berharap kehidupan keluarganya baik-baik saja. Tapi kenyataannya, tidak. Beliau harus bergumul dengan kondisi anaknya yang ‘unik’ yang orang katakan ‘bermasalah’ sementara ia sendiri mengatakannya sebagai cerdik. Satu hal yang terngiang-ngiang ditelinga saya saat beliau menguatkan kami anak-anak binaannya untuk terus berharap pada Tuhan. Tidak berhenti berdoa. Tidak berhenti berpengharapan. Tidak berhenti memiliki iman. Iman yang seperti apa? Iman yang di saat baik kita bersyukur, di saat buruk pun kita tetap bersyukur. Kata-katanya begitu menguatkan saya dan di situ saya semakin melihat bahwa beliau benar-benar mengasihi Tuhan dan berpengharapan pada Tuhan sekalipun beliau sendiri ciut dan takut akan masalahnya sendiri.

Dari dua cerita di atas apa yang sebenarnya ingin saya bagikan?? Apakah tentang pengharapan?? Lebih dari itu. Ini tentang sikap hati kita. Sikap hati kita saat berharap pada Tuhan dan meminta segala sesuatu yang kita inginkan.

Mari kita ingat-ingat sebentar, bagaimana selama ini cara kita berdoa dan meminta pada Tuhan? Apakah seperti yang saya lakukan dulu? Dengan penuh kegagahan dan kebanggan kita mengatakan, 

“ Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu untuk-Mu. Kau pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doaku, kan??” 

“ Bukankah Tuhan mengatakan akan membukakan pintu jika kita mengetuk dan akan memberi jika kita meminta??” 

“ Bukankah ada hukum tabur tuai? Aku sudah melakukan banyak hal baik sesuai dengan perintah Tuhan, aku melayani di gereja siang dan malam, sudah pasti Dia akan mendengar doaku dan memberikan apa yang aku inginkan.”

“ Tuhan berkata, asal kita meminta dan percaya, kita pasti akan menerima.”

Adakah kita pernah berpikir seperti itu? Sampai akhirnya kita menemukan bahwa kita tidak menerima apa pun atau malah lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. 

Keluarga kita semakin hancur, study kita tidak mengalami kemajuan, pekerjaan kita tidak menghasilkan hal yang berarti, pelayanan kita tidak membawa dampak dan perubahan. Padahal kita sudah berusaha melakukan bagian kita, kita sudah berdoa hingga berderai air mata, tapi kenapa malah yang kita terima malah lebih buruk. Apa memang orang Kristen harus selalu hidup susah?? Apakah Tuhan ingkar janji??

Bukankah hal yang mengecewakan jika akhirnya kita memilih ikut Kristus, tapi malahan hidup kita semakin sulit? Apa yang kita inginkan, yang katanya terjadi sesuai dengan imanmu, malahan terjadi sebaliknya, bukankah sangat mengecewakan?? Kenapa Tuhan tidak dipihak kita??

Pengharapan kita, iman kita rasanya jadi seperti angin yang berlalu begitu saja. Sia-sia. Doa-doa kita seperti menjadi bunyi yang kita teriakan lalu menghilang di telan udara dan kita mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan mengasihi saya? Apakah Tuhan mendengarkan doa saya? Mengapa begitu sulit untuk Tuhan melakukan apa yang saya harapkan? Doa saya tidak muluk-muluk. Doa saya bukan untuk saya sendiri, tapi untuk keluarga saya, untuk pelayanan, untuk pekerjaan yang semuanya akan mendatangkan kemuliaan Tuhan, tapi kenapa Tuhan tidak berpikir sama dengan saya??

Dari pengalaman kegagalan skripsi saya, saya mengerti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Kehidupan orang Kristen bukan hanya tentang doa yang terus menerus hingga berderai air mata. Bukan sekedar doa dan pengharapan yang akan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Tapi tentang hati kita kepada Tuhan. Tentang bagaimana kita menempatkan Tuhan di hati kita dan bagaimana kita memandang Dia sebagai bagian dari hidup kita.

Ada dua poin yang Tuhan ajarkan

Mengakui Kedaulatan Tuhan Dalam Hidup Kita
Ya, Dia mengangkat kita sebagai anak-Nya. Ya, Dia telah membebaskan kita dari budak dosa. Ya, kita sekarang adalah orang merdeka. Tapi kita perlu terus mengingat bahwa kedaulatan Tuhan atas hidup kita masih berlaku. Ia bisa memutar hidup kita ke kanan atau ke kiri seperti yang Ia mau. Ia bisa membuat kepala kita di kaki atau kaki di kepala tanpa perlu Ia meminta ijin dari kita. Dia Tuhan, Dia Raja. Dia bisa melakukan apa pun yang Ia mau. Dapatkan pemikiran kita membatasi apa yang akan Ia lakukan?? Dan jika kita mengatakan Yesus adalah Tuhan dan Raja dalam hidup kita, siapakah yang memerintah kehidupan kita? Kita sendiri? Pikiran kita sendiri? Keinginan kita sendiri? Idealisme kita sendiri? Standar-standar kita sendiri?? 


Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Roma 9:20

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Roma 16:18

Jangan pernah berhenti untuk mengingat bahwa kita adalah hamba, kita adalah debu yang tidak berarti apa-apa, tapi dengan perkenanan dan kasih karunia Tuhan, Ia mengangkat kita dan menjadikan kita mulia dan sempurna dimata-Nya. Bukan karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa yang telah Ia lakukan. Pikiran dan standar hidup kita tidak akan mampu membatasi kuasa-Nya.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Amsal 19:21


Percaya Akan Hati Tuhan

Kita mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup kita, kita mengakui kuasa-Nya dapat melakukan apa pun dalam hidup kita, tapi jika kita percaya hal itu saja, kita akan cenderung menjadi takut. Kita segan untuk meminta. Bagaimana kalau Tuhan tidak setuju? Bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkan doa kita karena Dia bisa menjawab Ya atau Tidak sekehendak hatinya. 

Jangan. Jangan berhenti hanya sampai mempercayai kedaulatan-Nya, tapi percayalah juga kepada hati-Nya. 


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7: 9-11

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Roma 11:29

Bapa bekerja tidak berhenti hanya untuk menunjukkan kedaulatan-Nya, tetapi juga kasih dan karunia-Nya. Jika kita menilik setiap janji yang Tuhan nyatakan dalam Firman-Nya, kita akan menemukan bagaimana hati Tuhan. Apa yang ada di kedalaman hati-Nya dan bagaimana Ia memandang kita. Di dalam Firman-Nya kita akan melihat hati Tuhan yang mengasihi kita lebih dari yang kita pikirkan. Jadi, apakah firman Tuhan berisi kebencian-kebencian Tuhan akan manusia? Bukankah firman Tuhan pernuh dengan pengampunan, penyertaan, kasih karunia dan belas kasihan Tuhan akan manusia. Lalu apakah pribadi yang mengasihi kita begitu dalam akan merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita?? Tidak bukan??

Dua hal ini, mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita membuat Tuhan bekerja dan berkarya dengan bebas dalam hidup kita. Mempercayai hati Tuhan membuat hati kita aman dan damai dalam firman-Nya karena kita tahu bahwa Bapa akan selalu memberi hal yang baik, bukan hal buruk sekalipun apa yang Dia berikan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. 

Yang terakhir, mari kita lihat apa yang telah kita tulis di atas kertas tadi. Bawalah setiap keinginan hati kita itu di bawah kaki salib Tuhan dengan doa yang pernah Tuhan Yesus ucapkan di saat-saat terberat-Nya.  Ia percaya sepenuhnya kepada Bapa dengan tidak takut-takut meminta, tetapi Ia juga dengan sepenuh hati menundukkan diri di bawah kedaulatan Bapa atas hidup-Nya. Biar kehendak Bapa yang terjadi.

Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 
Lukas 22:42

Ditulis untuk Majalah Pearl 2013











Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [KESEHATAN] Mood Swing PMS Yang Merusak
    Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates