amsaLFoje -A Long Life Learner-
StockSnap - Pixabay

Mazmur 46:11

“ Matenglah!! Dipecat deh gua!!” itulauh jeritan hati saya saat pertama mendengar kabar dari teman kerja saya kalau namanya sudah mendapat kesan jelek di mata beberapa orang tua murid karena kecerobohan saya.


Panik. Takut. Stress. Merasa bersalah. Merasa tertuduh. Tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya mau menangis. Sudah minta maaf pada teman saya tersebut, tapi toh tidak mengubah keadaan. Belum lagi 1 informasi yang tidak saya sampaikan dengan benar pada salah satu orang tua. Kalau saya tidak menyampaikan informasi ini, nama teman saya akan semakin bertambah jelek di mata orang tua plus kepercayaan orang tua murid tersebut pada sekolah akan berkurang.

Leher tegang, kepala pusing. Berkali-kali saya telepon orang tua murid itu, tapi yang ada telepon saya tidak tersambung sama sekali. Dari pagi sampai malam saya telepon dan rasanya mau meledak karena sulitnya orang tua murid ini dihubungi. Saya ingin bertanggung jawab dengan kesalahan saya, saya sudah siap terima apa pun akibat dari kesalahan saya, tapi semakin lama telepon tidak dijawab, semakin tegang urat leher dan kepala saya.

Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?? Tunjuk tangan!!

Seberapa sering kita menemukan diri kita berkubang dalam masalah yang kita hadapi? Kita ingin cepat-cepat menyelesaikan segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Kita selalu ingin cepat-cepat berpindah dari satu situasi ke situasi lain. Apalagi kalau situasi itu menekan kita.

Ingat saat kita masih SD? Kita ingin cepat-cepat menjadi SMP. Saat kita SMP ingin cepat-cepat SMA. Duduk di bangku SMA kita ingin cepat-cepat kuliah. Di saat kuliah, kita ingin cepat-cepat bekerja.  Jika kita tidak menyelesaikannya tepat waktu, berarti kita dalam masalah. Ada masalah berarti harus diselesaikan. Tapi untuk menyelesaikannya ternyata tidak semudah yang kita kira. Keadaan tidak 100 % ada dalam kontrol kita sendiri.

Dosen pembimbing yang sulit ditemui sedangkan waktu mengumpulkan skripsi sudah dekat. 

Sudah 3 bulan lebih kita tidak mendapat pekerjaan padahal teman-teman yang lain sudah bekerja. 

Pekerjaan yang kita ambil ternyata load kerjanya sangat menekan sedangkan banyak pelayanan yang harus kita selesaikan juga.

Orang tua kita ternyata punya kriteria khusus untuk calon mantunya, sedangkan kita sedang dekat dengan seseorang yang sangat berbeda jauh dari yang orang tua kita harapkan. 

Calon pasangan kita ternyata buka tipe hamba Tuhan yang suka berlama-lama berada di gereja sedangkan pasangan teman kita seorang hamba Tuhan yang rajin beribadah dan ikut pertemuan. 
Anak-anak kita ternyata sampai di usianya tidak bisa bicara dengan lancar sedangkan anak lain sudah bisa bicara dengan lancar.

Lalu kita mulai mencari-cari cara untuk mengatasinya. Kita mencari jalan keluar dengan cara ini dan itu. Kita mulai panik dan ketakutan.  Ini gara-gara dia! Dia sih ga bisa dibilangin! Mereka tidak mengerti saya! Apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan?? Bagaimana saya harus membereskan masalah ini?? Bagaimana nanti kalau situasi ini tidak berubah?? Bagaimana? Bagaimana??!


Panic attack…

Sayangnya kecenderungan kita dalam menyelesaikan masalah di kondisi yang panik adalah menambah rusak keadaan. Mungkin bukan orang lain, tapi diri kita sendiri juga. Kita mulai mudah marah, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri, stress, dan mulai sakit-sakitan karena terlalu banyak yang kita pikirkan. Kita merusak hidup kita sendiri.


Terus apa dong yang harus kita lakukan dalam keadaan panik? Dalam keadaan luar biasa kusut. Pengen keluar dari kotak sempit dimana kita berdiri sekarang? Ke kanan salah, ke kiri salah. Harus bagaimana?

Dalam Mazmur 46: 11 Tuhan berkata pada kita,


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"


Diamlah yang dimaksud pemazmur bisa bermakna ganda. Bisa supaya kita berhenti bicara, bisa berhenti melakukan sesuatu, bisa juga berhenti berpikir. Diam sejenak. Tuhan ingin kita diam sejenak di tengah-tengah keadaan yang luar biasa kacau. Untuk apa? Untuk sekedar mengingat satu hal…

Kita punya Allah yang besar. Kita punya Allah pencipta langit dan bumi. Kita punya Allah yang dapat menjungkir balikan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata.

Ketika kita tenang, kita bisa memandang wajah Tuhan. Ketika kita memandang wajah Tuhan, kita bisa terbuka pada Tuhan. Ketika kita terbuka pada Tuhan, kita dapat berdoa dan mengungkapkan isi hati dan pengharapan kita pada-Nya. Ketika kita berdoa, kita melibatkan Dia dalam perkara kita. Ketika kita melibatkan Dia dalam perkara kita, kita memiliki pegangan. Ketika kita memiliki pegangan yang pasti dan kuat di dalam hidup kita, yaitu Tuhan, tidak ada lagi yang perlu kita takutkan.

Benar bukan?Apalagi yang kita perlu takutkan? Karena kita tahu pasti, apa yang Tuhan lakukan bukanlah rancangan kecelakaan dalam hidup kita, tapi rancangan yang terbaik dan penuh dengan harapan.

Yang pasti itulah yang saya rasakan saat saya menghadapi masalah yang saya ceritakan di atas. Waktu saya ingat kata-kata sahabat saya untuk saya tenang supaya bisa berdoa, saya sadari, saya sedang mengaduk-aduk masalah saya dan membuatnya menjadi lebih berantakan. Tapi, waktu saya berdiam, berhenti melihat ke kanan atau ke kiri, mengambil waktu untuk memandang wajah Tuhan. Hanya wajah Tuhan. Tuhan memberikan pengharapan yang baru.
 
Tuhan tidak bilang masalah saya akan dilupakan, tapi Dia memberikan damai sejahtera yang tidak bisa saya temukan dengan cara saya sendiri. Dia mengubah hati saya dan menyiramnya dengan air hidup. Ada iman yang baru. Iman yang mengatakan, tidak apa-apa Tuhan saya dipecat, tapi pasti Tuhan akan beri saya kekuatan. Tidak apa-apa saya dimaki, tapi pasti saya bertahan bersama Engkau. Tugas saya hanyalah mempertanggung jawabkan kesalahan saya dan menerima setiap resikonya. Sisanya biar Tuhan yang atur. Apakah saya akan dipecat atau dimaki. Saya tidak takut. Saya tidak gentar lagi. 

Masalah saya selesai tidak? Selesai. Orang tua murid tersebut membatalkan kerja samanya. Puji Tuhannya, tidak ada acara pemecatan dan tidak ada acara mencaci maki. Malahan orang tua murid tersebut berterima kasih karena kami sudah berkata jujur.

Terkadang setiap mengingat hal ini saya ingin menangis karena malu. Sering sekali saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri dengan isi kepala yang seperti benang kusut, padahal di samping saya Tuhan sudah mengulurkan tangannya untuk membantu saya. Bukankah itu menunjukkan ketidak percayaan saya pada Tuhan?


Hari-hari ini apa sih yang kita kuatirkan? Pekerjaan? Skripsi? Pelayanan? Anak? Pasangan hidup? Keluarga? Atau mungkin semuanya?? Semua masalah tertumpuk jadi satu di dalam kepala dan rasanya kita ingin berteriak. Ingin cepat-cepat semua beres. Ingin cepat-cepat semua berakhir. Bahkan ingin berteriak, “ Tuhan, jauhkanlah cawan ini daripadaku!”

Berdiam dirilah. Mungkin hanya setengah jam. Mungkin hanya 1 jam. Berdiam di kaki Tuhan, memandang wajah-Nya dan mengingat Dia Allah yang hidup. Tinggikan Dia dan besarkan nama-Nya, maka jiwa & roh kita pun akan bangkit. Iman kita akan bangkit. Kekuatan kita akan bangkit. Tubuh kita mendapat kekuatan baru. Mata kita melihat lebih jauh. Maka saat itu kita akan mengerti arti dari, masalahku tidak lebih besar dari Allahku.


...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu… Yesaya 30: 15
.
Ditulis untuk Majalah Pearl 2013





















Yippiiii!! Akhirnya bikin giveaway lagiii.

Siapa yang ga suka hadiah?? Hayoo! Hayoo!! Pasti suka kan???

Bulan ini saya mau berbaik hati berbagi dengan teman-teman hadiah yang bikin teman-teman ga cuma cantik tapi juga pinter. Ada 2 buku Menikah Adalah Bunuh Diri (kalau stok habis diganti dengan buku lain) dan 2 lipstik The ONE (merk saya pilihin boleh pilih warna) untuk 2 orang peserta yang menang. Syaratnya apa saja buat dapet hadiah di atas??

1. Buat review 1 produk Oriflame yang paling kamu suka. Semakin informatif review kamu semakin besar kemungkinan kamu bisa menang.

2. Follow account Instagram @lasma_manullang @lasma_makeup dan @double_g230

3. Share foto kamu bareng produk yang kamu review ke IG dan FB dengan hashtag #lasmagiveaway dan mention salah satu account IG yang tadi sudah kamu follow

4. Cantumkan kalimat pernyataan "Review ini dibuat dalam rangka mengikuti giveaway amsalfoje (masukan link giveaway)"  di bawah review yang kamu buat

5. Setelah semua syarat di atas sudah dilakukan, jangan lupa comment DONE di postingan blog ini beserta link ke postingan kamu dan juga alamat IG kamu.

Gampang kan??

Ditunggu sampai hari Jumat, 25 November 2016  pukul 18.00 WIB.

Pengumuman pemenang akan diposting di blog ini yaaa. Hari Rabu, 30 November 2016 pukul 21.00 WIB

Masing-masing pemenang akan saya hubungi lewat IG. Kalau dalam 3 hari tidak ada balasan, saya cari pemenang lain.

Barang dikirim selambatnya 2 minggu setelah pengumuman pemenang.

1 syarat aja tidak terpenuhi dianggap gugur yaaa ;)

Goodluck !!


Kalau kita sedang berada dalam kondisi seperti "dirajam", masalah bertubi-tubi seperti lemparan batu tiada henti, bukan hal yang aneh kita jadi sulit bersukacita.

Masalah lebih sering mendatangkan kesedihan. Kesedihan seperti lubang hasil tancapan paku yang sulit dihilangkan. Apalagi jika lubang yang sama ditancapkan lagi dan lagi. Sukacita jadi terasa jauh. Seperti tidak ada cahayanya.

Lebih tidak enak lagi, entah kenapa kesedihan lebih bertahan lama daripada kebahagiaan. Saat mengingat kesedihan mood kita bisa berubah banyak. Saat mengingat kebahagiaan efeknya tidak sehebat itu.

Mungkin itulah kenapa kebahagiaan lebih mahal harganya. Menurut hukum ekobomi juga begitu kan? Makin banyak permintaan, harga juga naik. Hehehe

Ya tapi daripada mengeluhkan kebahagiaan yang tidak bertahan lama efeknya, toh ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengawetkannya. Momen-momen menggembirakan tidak bisa terulang dua kali kan?

Bersyukurlah kita yang hidup di jaman digital ini. Teknologi bukan lagi barang mahal. Kita bebas merekam momen-momen penting hanya dengan sentuhan jari. Bisa lewat video, foto, bahkan blog ini.

Memang sih kebiasaan ini mungkin akan dianggap pamer atau sok ngartis, tapi seperti di film Into The Wild bilang, kebahagiaan hanya ada saat dibagikan.

Coba cek lagi foto-foto dan video socmed kita, berapa sering kita akan tertawa dan tersenyum lagi melihatnya?? Sepertinya hampir semua orang akan tersenyum dan tertawa berkali-kali. Bahkan FB sampai membuat aplikasi On This Day.

Jadi, karena saya sedang mumet beberapa hari ini, saya mau menuliskan hal-hal yang membuat saya bahagia. Salah satunya perkembangan Gi. Melihat dia tumbuh dan kejutan-kejutan kecil dari kelakuannya seperti mood booster buat saya.

Memang Gi sudah seperti apa di usia 2 tahun 4 bulan??

Fisik

Bisa dibilang Gi anak yang chubby. Gemuk tapi ga gendut. Saya betah berlama-lama memeluk dia mungkin karna badannya yang gempal. Puji Tuhan makannya lancar. Semua yang saya berikan pasti dia makan walau kadang tidak habis. Minum susu pun kuat.

Paling bersyukur, beberapa bulan ini jauh dari RS atau Puskesmas. Padahal biasanya bisa sebulan sekali.

Gi tipe anak yang sangat aktif. Bisa dibilang cerdas secara kinestetik. Dia percaya diri dengan segala gerakan fisiknya. Melompat, berlari, memanjat, naik turun tangga, meniti, menendang bola, jungkir balik. Tidak jarang emak sama bapaknya yang kewalahan mengimbangi geraknya yang lincah.

Kadang kami pikir akan jadi hal yang bagus membawa dia ke kelas gymnastic hehhehee.

Bahasa

Gi bukan anak yang cepat lancar bicara. Tapi saat masuk usia 2 tahun perbendaharaan katanya semakin banyak. Setiap kata-kata baru yang dia ucapkan membuat emaknya terbelalak senang.

Gi lebih banyak membeo akhir-akhir ini. Sebelum-sebelumnya tidak mau membeo sama sekali. Puji Tuhan dengan membeo itu dia belajar bicara juga kan.

Kata-kata apa saja yang sering diucapkan Gi..
- ee (ee atau pipis)
- oma
- pung (opung)
- aki (papa)
- boboi (sendalnya gambar karakter boboboy)
- bobo
- aduhh (kalau ada kejadian yg dia tidak suka)
- yah jatuh (kalau ada barang jatuh, tivi tiba-tiba mati dll).
- nmum (minum)
- apa (kalau minta sesuatu)
- duduk
- oiii (kalau manggil orang)
- ayeyuya (haleluya)
- shaoom (shalom)
- sosana (hosana)
- uah (udah)
- shiii (oishii - jepang, enak)
- kee (oke)
- mam papa (maaf papa)
- isii (permisi)
- aasjijin (awas licin)
- no (jangan/ga mau)
- ajatu (apa tuh?)
- hayoo
- sisang (pisang)
- duku
- hjan (hujan)
- jijak (cicak)
- miauw, puss (kucing)
- tatu, ua, tita, mpat, ma, nam, juh, pan, lan

Emaknya suka dengerin dan ketawa kalau dia ngoceh-ngoceh. Kadang mengikuti anchor berita.

Gi juga sudah bisa menyanyikan beberapa lagu yang biasa saya nyanyikan.
- cicak2 di dinding
- Yesus kuundang
- Yesus sayang pada Gi
- Bapa kudatang padaMu
- Hatiku penuh nyanyian
- Hompila hompimpa
- Satu-satu Gyan sayang Mama
- Dan beberapa lagu Hi5

Sosial

Gi ini salah satu anak yang cuek. Dia mencari orang buat berteman, tapi ga nyari-nyari amat. Entah kenapa kalau sama anak yang takut sama dia, dia malah makin bikin nangis. Ga jarang waktu temannya nangis, dia malah mengikuti suara tangisan temannya (tepok jidad). Kalau anak yang melawan dia, dia bisa lebih akrab.

Gi terlihat lebih antusias saat bermain dengan anak-anak yang lebih besar. Ada anak lain lari-lari, ga pakai babibu dia tertawa dan ikutan berlari.

Sama orang dewasa Gi selalu berusaha membuat dirinya terlihat (ikut sanggar aja kayaknya nih). Tapi dia juga tidak langsung mau digendong atau diajak. Dia akan langsung akrab dengan orang-orang yang mengajaknya bermain (semua anak sepertinya begitu).

Gi juga sudah bisa salim dan bilang dadah secara rutin. Papanya pagi-pagi berangkat sudah langsung bilang " Da Papa." Kadang kalau sedang pura-pura mau pergi juga dadah ke emaknya sambil bawa kotak bekal papanya.

Keterampilan Harian

Gi sudah bisa pup di kamar mandi. Masih bilang ee untuk pipis dan pup. Tapi kalau dia minta duduk berarti beneran mau ee. Kadang dia juga lebih suka cebok sendiri. Emaknya bagian pembersihan terakhir.

Kalau makan snack Gi sudah buang sampah sendiri. Piring atau cangkirnya sudah kosong dia taruh di dapur sendiri (kalau lagi mau). Kadang bantu emaknya masukin baju ke mesin cuci atau bantu taruh baju ke ember buat di jemur. Mencet tombol mesin cuci juga dia antusias. Ngepel Gi sudah bisa sedikit2. Lebih kayak main sih sebenernya, tapi lumayan kebantu emaknya hehhehe.

Kalau emaknya selesai nyeterika, dia sering mau bantu. Emaknya biasanya kasih baju-baju dia aja. Memang sih berantakan, tapi ya gpp. Anaknya seneng.

Kalau main berantakan, mama minta beresin Gi udah nurut walau kadang masih ogah-ogahan. Masih perlu lebih disiplin lagi. Makin gede kan harus makin tanggung jawab dengan barang sendiri ya Gi.

Tidur siang dan tidur malam Puji Tuhan Gi sudah berubah banyak. Biasanya masih suka loncat2, nangis kalau diajak bobo. Sekarang, Gi matiin tv sendiri, naik ke tempat tidur tanpa perlu emaknya paksa.

Masih banyak perkembangan Gi yang lain. Tapi yang paling Mama suka dan ga mau itu berubah kalau Gi datang sama Mama, minta peluk, pangku kayak bayi koala, kita liat-liatan sambil mainin alis dan ketawa-ketawa.

Kadang Mama jengkel kalau Gi bobo di atas dada Mama. Berattt. Tapi Mama juga sukaaa. Selagi Mama bisa, pengen peluk kamu terussss. Kalau udah gede mana bisa lagi tidur di badan Mama kayak bayi koala. Hehehe.

Masih ada 8 bulan lagi sampai Gi usia 3 tahun. Bakal lebih banyak tingkah Gi yang bakal bikin Emaknya berbunga-bunga.

Huhuhuhu

Amsal 17:6 (TB)  Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.


Tadi pagi saya menggambar gambar di atas. Terlihat seperti apa? Tafsirkan masing-masing saja ya hehehe.

Beberapa hari ini saya merasa seperti dijerat dan diikat begitu ketat hingga tidak berdaya. Saya pikir masalahnya adalah keuangan. Tapi saat keuangan membaik, saya tetap merasakan jerat itu. Saya sulit mengucap syukur, sulit bersukacita, dada terasa engap. Sesak seperti ada yang mendorong ingin keluar.

Lalu beberapa menit yang lalu saya bertanya pada Mama kondisi Paman saya yang sedang sakit, tiba-tiba saya langsung merasakan kelepasan. Mewek dan mengucap syukur berkali-kali. Seketika jerat itu terasa lepas. Gumpalan di dada saya tumpah.

Ternyata itulah sumber kegundahan hati saya. Ternyata itulah pencuri damai sejahtera saya. Saya tidak tahu kalau saya sedang kuatir.

Beberapa hari lalu saya mendapat kabar kalau Paman saya masuk iCU karena serangan jantung. Respon saya datar dan memohon pada Tuhan kesembuhan beliau dalam doa. Tapi ternyata saya masih kuatir. Ada keinginan saya yang tidak bisa saya penuhi. Saya tidak bisa berada di sisi beliau, tidak bisa berada di dekat Bibi, Mama dan adik saya untuk memegang tangan mereka. Situasi seperti itu membuat saya frustasi.

Frustasi yang sama saat Opung saya wafat tanpa bisa temui lebih dulu. Frustasi yang sama saat Mama di rumah sendirian tidak ada teman. Saya frustasi, tapi tidak tahu.

Kadang-kadang kalau sudah begini saya jadi merasa bodoh. Saya sedih tidak jelas, marah tidak jelas. Waktu masalah membaik, saya baru sadar itu sumber masalah. Tapi saya sudah keburu berespon salah. Tidak jarang malah "ngambek" sama Tuhan.

Hal seperti ini tidak baik sudah pasti. Betapa sulitnya kita orang timur mengerti perasaan kita sendiri. Perasaan dan emosi yang tidak dikenali serta disalurkan dengan baik pasti akan merusak. Minimal merusak diri sendiri.

Semoga dengan kesadaran ini saya bisa belajar lebih mengelola emosi saya pribadi. Supaya Gi bisa lebih pintar mengelola dan mengekspresikan emosinya juga.

Menuliskan kejadian ini minimal menguatkan ingatan saya tentang rhem hari ini. Terima kasih pada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan situasi-situasi galau saya.

Saya malu pada-Nya. Malu dan bersyukur.

1 Petrus 4:7 (TB)  Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.




Awal bulan ini saya membeli 2 produk baru Oriflame. Bukan sekedar pengen tapi memang mau tahu kualitas produknya. Jadi, kalau ada downline atau pelanggan tanya saya bisa jelaskan.

Di grup sih sering ada yang cerita produknya, tapi penjelasan kota lebih akurat kalau pakai sendiri kan. Hehehhehe.

Untuk postingan kali ini saya mau review masker terbaru dari Love Nature - Oriflame. Produknya ada 3 ekstrak gandum, timun dan burdock. Saya pilih burdock untuk kulit berminyak.

Untuk kemasannya dalam bentuk sachet 10 ml. Setengah saja cukup buat aku pakai. Bisa dipakai 2 x buat saya pribadi.



Cara pakai dan keterangan lainnya bisa dilihat pada bagian belakang kemasan. Sedangkan keterangan kode barang dan bahannya tertulis pada stiker abu-abu yang tertempel di bagian depan.



Aroma masker ini seperti bunga. Cukup kuat. Mungkin seperti itu aroma burdock. Belum pernah nyium aroma aslinya. Saya cukup suka.


Gimana dengan teksturnya? Seperti masker lainnya. Lembut dan pekat. Waktu dipakai ada efek dinginnya.


Cara pakainya aplikasikan ke seluruh wajah lalu diamkan selama 10 menit dan bilas sampai bersih. Bisa pakai air biasa.



Hasilnya?? Mungkin karena saya lebih suka masker gel, saya kurang puas dengan hasil di kulit kalau disentuh. Tapi waktu bercermin dan foto baru kelihatan deh minyak diwajah benar-benar berkurang. Kalau pakai rutin hasilnya pasti lebih kelihatan.



Secara pribadi saya memang kurang suka maskeran. Hihihi. Kalau beli masker kemasan tube pasti tidak habis. Lebih suka masker yang seperti tisue ya (apa ya istilahnya) tapi lebih mahal.

Buat beli lagi saya perlu mikir lagi. Masih mau coba masker Love Nature yang Tea Tree hehhehehe. Penasaran juga dengan yang timun.
Liat nanti deehhh ;)



Nama produk: Love Nature Clay Mask
Bahan : AQUA, KAOLIN, BUTYLENE GLYCOL, BENTONITE, GLYCERIN, SODIUM CITRATE, XANTHAN GUM, PHENOXYETHANOL, IMIDAZOLIDINYL UREA, PARFUM, CITRIC ACID, METHYLPARABEN, HELIANTHUS ANNUUS SEED OIL, PROPYLPARABEN, ETHYLPARABEN, ARCTIUM LAPPA ROOT EXTRACT, CI 77891, CI 77491
Harga :    (cek diskonnya di sini)
Kelebihan: Praktis, aromanya wangi, benar-benar menuntaskan minyak di wajah.
Kekurangan: kurang puas tekstur kulit setelah pakai
Nilai: 3 dari 5
Repurchase? Maybe

Akhirnya bikin review produk satu inii. Padahal udah beberapa bulan pakai. Sempet cuti make karna ga ada duit buat beli. Di bulan september diskon. Beli langsung 1 set.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [CURHAT] Berhadapan Dengan Rasa Sakit
    Hi Gorgeous!!  Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [DRAMA] Come and Hug Me - Apakah Kejahatan Menjadi Warisan?
    Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
  • [KESEHATAN] Mood Swing PMS Yang Merusak
    Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
  • [REVIEW] Genius Bath Sabun Homemade Tanpa Parfum, Paraben, & SL
    Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates