Tiga hari ini aku sama Aki mulai ajarin Gi bobo lebih awal. Dulu dia jam 9 udah tidur. Kayaknya kami kelepasan sekarang jadi jam 11 malem baru tidur.
Menjadwal ulang tidur anak seumur Gyan itu super syusah. Harus sabar. Karna dia stress. Mau main tapi ngantuk. Ngantuk tapi masih mau main.
Salahnya kami sebelum2nya bawa gadget ke tempat tidur. Jadi mungkin di pikiran Gi, kalo Papa Mama masih urusan sama hp, berarti belum waktunya bobo.
Ga ada obrolan serius soal ini antara aku sama Aki, tapi tahu2 ngalir gitu aja. Jam 9 matiin lampu ruang tamu, ga bawa hp ke tempat tidur. Aku sama Aki jg temenin dia tidur. Kalau mau kerjain yang lain nunggu dia benar-benar lelap.
Hari pertama luar biasa nguras emosi karna Gi lari-lari di atas tempat tidur. Lempar badannya ke Papa Mamanya. Hadeehhh... remuk badan ini.
Tiap kali dia mau berdiri buat main, kami tarik. Begitu terus. Nangisnya ga karuan.
Tapi gimana yaaa. Harus tega. Mikirin kalau dia sudah besarnya.
Makin ke sini Gi mulai ngerti. Matiin lampu berarti bobo. Dia udah ga protes kayak kemarin.
Cuma bilang "Yahhh.." kalau lampu udah dimatiin.
Semoga Tuhan beri hikmat dan kesabaran buat aku dan Aki.
Banyak kesenangan kami yang harus dikorbankan "cuma" demi Gi bobo lebih awal. Tapi ini investasi masa depan buat Gi.
Aku sama Aki tipe yang bukan disiplin luar biasa dan benar-benar cambuk diri sendiri.
Tuhan beserta. Aminnn.
Lasma WA 08170878531 BBM 6Y4N63 LINE amsalfoje
Lucu deh,
Di saat saya ribut-ribut soal LGBT, tahu-tahu Tuhan tarik saya lagi untuk lebih banyak diskusi dengan Dia. Diskusi tentang Gyan. Tentang kerjaan saya di Oriflame.
Beberapa minggu ini saya tahu saya melakukan kesalahan dalam mengasuh Gyan. Katanya kan emosi seorang ibu mempengaruhi watak anak yaa. Aku lihat Gyan pemarah. Emosional. Aku bercermin pada dia.
Di saat saya ribut-ribut soal LGBT, tahu-tahu Tuhan tarik saya lagi untuk lebih banyak diskusi dengan Dia. Diskusi tentang Gyan. Tentang kerjaan saya di Oriflame.
Beberapa minggu ini saya tahu saya melakukan kesalahan dalam mengasuh Gyan. Katanya kan emosi seorang ibu mempengaruhi watak anak yaa. Aku lihat Gyan pemarah. Emosional. Aku bercermin pada dia.
Waktu kita memutuskan ikut Tuhan, percayalah Tuhan membawa pedang di tengah kita.
Kadang kita harus bertentangan dengan keluarga kita, kadang kita harus bertentangan dengan sahabat2 kita, tapi pedang itu sendiri akan lebih menusuk kita. Karna kita melawan kedagingan kita. Melawan kebiasan2 lama kita. Kita melawan pikiran2 lama kita. Kita melawan diri kita sendiri.
Sakitnya seperti tulang yang ditarik dari daging. Tapi janji Tuhan itu iya dan AMIn, Ia akan menyertai kita sampai pada akhir jaman.
Pertobatan kita bukan berarti kita 100% kebal dosa, kita masih bisa berdosa. Masih bisa jatuh. Tapi jiwa dan hati kita bukan manusia yang lama. Kita ga betah di lumpur yang sama. Kita ga betah melakukan dosa.
Jatuh? Jangan menyerah. Minta ampun sama Tuhan, minta kekuatan lagi. Minta pikiran dan perasaan yg dari Tuhan lagi.
Jika kita jatuh dan mengakui kita ga sanggup untuk sempurna lalu ingin menyerah, ingat! Itu bukan pikiran dari Tuhan.
Kita memang ga akan pernah bisa sempurna dari diri kita sendiri. Pegang lagi tangan Tuhan. Kejar lagi Kebenaran-Nya. Allah itu setia, Dia akan ampuni dosa kita yang sungguh2 bertobat dan mencari Dia.
Dia ga akan tolak buluh yang terkulai.
Kejatuhan kita pada masa2 pemurnian kita adalah bukti kita butuh Tuhan 100%.
Jangan pernah nyerah. Ikut Tuhan itu sakittt. Sangat sakiittt. Tapi anugrah, damai sejahtera, sukacita, kasih, dan keselamatan yang Tuhan berikan itu lebih berharga dari yang kita rasakan.
Jatuh. Ayo bangkit lagi. Jatuh ayoo bangkit lagi. Tuhan yang lihat hati kita akan menakar setiap air mata kita.
GBU
Saudaramu yang juga berdosa.
*****
Waktu nulis ini inget perjuangan awal2 ikut Tuhan. Jatuh bangun dalam dosa yang sama sampai jijik sama diri sendiri.
Sempet ninggalin Tuhan, tapi ga tahan. Mungkin itu yang dibilang ke mana pun kita pergi, kalau Tuhan udah tangkep kita, kita ga bisa lari dari kasih-Nya.
Dosa lama itu udah Tuhan tolong lepaskan. Butuh bertahun2. Cuma karna kasih karunia Tuhan yg terus meyakinkan aku buat ga nyerah. Buat bangkit. Lasma jatuh itu tanda kamu memang ga bisa hidup benar dari diri sendiri, begitu kata-Nya.
Sekarang, sudah menikah dan punya anak, jatuh bangun dalam dosa pikiran. Ga tunduk. Ga taat. Sulit mengampuni. Ada rasa dengki. Menginginkan hidup orang lain. Kemalasan. Dll
Jatuh bangun dalam hal yang sama. Berulang. Sampai jijik. Muak.
Tapi ga boleh nyerah. Ga boleh putus asa. Tuhan terus kasih harapan. Jangan nyerah. Jangan nyerah. Sekali pun hidup aku bikin aku punya alasan untuk jatuh aja sekalian. Tinggalin Tuhan aja sekalian. Tapi Tuhan bilang jangan nyerah. Jangan.
Ada aja Tuhan pakai buat aku balik lagi cari Firman-Nya. Ada aja Tuhan tarik lagi supaya aku bersukutu lagi dengan Dia.
Sama seperti dulu Tuhan ga nyerah dengan hidup aku. Hari ini pun begitu. Besok juga. Besoknya lagi juga. Sampai bener2 pulang ke Rumah Bapa.
Aku tahu kau bergumul dalam dagingmu
Aku tahu kau menjerit mencari tahu
Siapa aku?
Katamu
Mengapa aku begini?
Tiada henti kau mencari
Iya
Aku tahu duri itu
Yang menusuk-nusukmu
Menuduhmu setiap waktu
Bukan hanya kau kawan
Aku pun juga
Dengan cara yang berbeda
Duri itu pernah menusukku begitu lama
Jangan kawan
Jangan menyerah
Putar jalan
Jangan ke sana
Kemarilah
Kembali pada Bapa
Dia setia
Asal kita meminta
Dia akan beri agar kita bisa
Kemarilah kawan
Kembalilah
Aku pun pernah gagal
Gagal tinggal di dalam Dia
Tapi jangan menyerah kawan
Jangan
Dia setia
Lebih dari yang kita duga
Asalkan kita meminta
Dia akan jadikan kita bisa
Kemarilah kawan
Bersama Bapa
Dia setia
Dia mencinta
Kita yang berdosa
Dengan nyawa-Nya
Dia tebus dosa kita
Jika Dia tidak menyerah atas kita
Maka jangan kau menyerah
Mari kawan
Tinggal dalam Bapa
Putar jalanmu
Kembali pada Bapamu
Yang akan menjagamu
Bahkan dalam jatuh bangunmu
Aku tahu kau menjerit mencari tahu
Siapa aku?
Katamu
Mengapa aku begini?
Tiada henti kau mencari
Iya
Aku tahu duri itu
Yang menusuk-nusukmu
Menuduhmu setiap waktu
Bukan hanya kau kawan
Aku pun juga
Dengan cara yang berbeda
Duri itu pernah menusukku begitu lama
Jangan kawan
Jangan menyerah
Putar jalan
Jangan ke sana
Kemarilah
Kembali pada Bapa
Dia setia
Asal kita meminta
Dia akan beri agar kita bisa
Kemarilah kawan
Kembalilah
Aku pun pernah gagal
Gagal tinggal di dalam Dia
Tapi jangan menyerah kawan
Jangan
Dia setia
Lebih dari yang kita duga
Asalkan kita meminta
Dia akan jadikan kita bisa
Kemarilah kawan
Bersama Bapa
Dia setia
Dia mencinta
Kita yang berdosa
Dengan nyawa-Nya
Dia tebus dosa kita
Jika Dia tidak menyerah atas kita
Maka jangan kau menyerah
Mari kawan
Tinggal dalam Bapa
Putar jalanmu
Kembali pada Bapamu
Yang akan menjagamu
Bahkan dalam jatuh bangunmu
Hai perempuan
Hari ini apa yang kau lamunkan
Impianmukah
Impian menjadi seorang nyonya dari seorang tuan yang bersahaja
Atau impian menimang manusia kecil calon pemimpin bangsa
Saat dirimu bermimpi
Aku ingin membisikkanmu sesuatu
Bukan untuk menghancurkan mimpimu
Tapi untuk menyadarkanmu
Mimpimu itu tidak setinggi bintang dilangit
Mimpimu itu nyata
Karena itu
Kamu membutuhkan pengertian dan pengetahuan
Dibanding sekedar lamunan
Hai perempuan
Saat kamu merindukan sebuah bahtera pernikahan
Siapkah kamu merendahkan dirimu sampai di titik terendahmu
Melayani seorang pria asing yang membawamu pergi dari sarangmu yang nyaman?
Hai perempuan
Siapkah kamu bersabar pada setiap ego mereka yang disebut pria
Berlapang dada dengan ketidak pekaannya
Dan memberi kasih sempurna dalam setiap kelemahannya
Siapkah kamu hai perempuan??
Hai perempuan...
Jika kamu bermimpi mendapatkan seorang keturunan
Yang menyukakan hatimu dan mewarnai hatimu...
Siapkah kamu dengan hal-hal ini??
Kamu mulai tak nyaman dengan tubuhmu sendiri
Siapkah kamu dengan rasa sakit yang seperti seluruh tubuhmu diremukkan dalam 1 waktu
Siapkah kamu dengan bokong yang semakin lebar
Lemak yang menumpuk
Payudara yang mengendur
Vitalitas tubuh yang menurun??
Masih ada lagi hai perempuan
Jam tidurmu akan berkurang
Jika suamimu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan rumah
Itu artinya kamu harus punya 3 kepala
Satu untuk mengurus anak, 1 untuk mengurus rumah, 1 untuk mengurus suami
Hai perempuan
Mungkin kamu pikir aku menakutimu
Tidak, aku membangunkanmu
Supaya kamu bersiap
Supaya kamu belajar
Bangun dan kejarlah mimpimu membangun sebuah keluarga
Tapi ingat
Jangan kau bangun keluargamu dengan angan-angan
Jangan kau bangun keluargamu dengan dongeng-dongeng
Bangunlah keluargamu di atas Dasar yang Teguh
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kelemah lembutan, kebaikan, kesetiaan, penguasaan diri
Cinta yang membara itu akan mulai padam
Mulailah mengasihi
Engkau mulai akan merasa bosan
Bersukacitalah
Kepalamu penuh dengan kekuatiran
Mintalah damai sejahtera itu
Setiap saat kau mungkin ingin marah dan melenyapkan semua yang ada
Bersabarlah
Saat kau kecewa dan sulit memaafkan
bermurah hatilah
Akan ada saatnya keputusan suamimu tak kau sukai
Lembutkanlah hatimu, dengarkanlah dia
Mungkin dia tidak akan menolongmu atau memperhatikan kebutuhanmu
Jika kau menginginkan hal yang tak kau butuhkan sementara rumahmu membutuhkan makanan
Kuasailah dirim, tahanlah dagingmu, tak memilikinya tak akan membunuhmu
Jangan berhenti melayaninya, berbaik hatilah layani ia
dengan kesetiaan yang kau punya
Perempuan..
Suamimu memang raja di dalam rumahmu
Jika kau sudah mengerti maksudku
Mulailah berhenti berangan
Berlututlah
Berdoalah
Mintalah Sang Mempelai Pria Surgawi
Mengajarmu menjadi
Wanita terbaik
Yang akan seseorang miliki
Semoga beruntung
Hari ini apa yang kau lamunkan
Impianmukah
Impian menjadi seorang nyonya dari seorang tuan yang bersahaja
Atau impian menimang manusia kecil calon pemimpin bangsa
Saat dirimu bermimpi
Aku ingin membisikkanmu sesuatu
Bukan untuk menghancurkan mimpimu
Tapi untuk menyadarkanmu
Mimpimu itu tidak setinggi bintang dilangit
Mimpimu itu nyata
Karena itu
Kamu membutuhkan pengertian dan pengetahuan
Dibanding sekedar lamunan
Hai perempuan
Saat kamu merindukan sebuah bahtera pernikahan
Siapkah kamu merendahkan dirimu sampai di titik terendahmu
Melayani seorang pria asing yang membawamu pergi dari sarangmu yang nyaman?
Hai perempuan
Siapkah kamu bersabar pada setiap ego mereka yang disebut pria
Berlapang dada dengan ketidak pekaannya
Dan memberi kasih sempurna dalam setiap kelemahannya
Siapkah kamu hai perempuan??
Hai perempuan...
Jika kamu bermimpi mendapatkan seorang keturunan
Yang menyukakan hatimu dan mewarnai hatimu...
Siapkah kamu dengan hal-hal ini??
Kamu mulai tak nyaman dengan tubuhmu sendiri
Siapkah kamu dengan rasa sakit yang seperti seluruh tubuhmu diremukkan dalam 1 waktu
Siapkah kamu dengan bokong yang semakin lebar
Lemak yang menumpuk
Payudara yang mengendur
Vitalitas tubuh yang menurun??
Masih ada lagi hai perempuan
Jam tidurmu akan berkurang
Jika suamimu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan rumah
Itu artinya kamu harus punya 3 kepala
Satu untuk mengurus anak, 1 untuk mengurus rumah, 1 untuk mengurus suami
Hai perempuan
Mungkin kamu pikir aku menakutimu
Tidak, aku membangunkanmu
Supaya kamu bersiap
Supaya kamu belajar
Bangun dan kejarlah mimpimu membangun sebuah keluarga
Tapi ingat
Jangan kau bangun keluargamu dengan angan-angan
Jangan kau bangun keluargamu dengan dongeng-dongeng
Bangunlah keluargamu di atas Dasar yang Teguh
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kelemah lembutan, kebaikan, kesetiaan, penguasaan diri
Cinta yang membara itu akan mulai padam
Mulailah mengasihi
Engkau mulai akan merasa bosan
Bersukacitalah
Kepalamu penuh dengan kekuatiran
Mintalah damai sejahtera itu
Setiap saat kau mungkin ingin marah dan melenyapkan semua yang ada
Bersabarlah
Saat kau kecewa dan sulit memaafkan
bermurah hatilah
Akan ada saatnya keputusan suamimu tak kau sukai
Lembutkanlah hatimu, dengarkanlah dia
Mungkin dia tidak akan menolongmu atau memperhatikan kebutuhanmu
Jika kau menginginkan hal yang tak kau butuhkan sementara rumahmu membutuhkan makanan
Kuasailah dirim, tahanlah dagingmu, tak memilikinya tak akan membunuhmu
Jangan berhenti melayaninya, berbaik hatilah layani ia
dengan kesetiaan yang kau punya
Perempuan..
Suamimu memang raja di dalam rumahmu
Jika kau sudah mengerti maksudku
Mulailah berhenti berangan
Berlututlah
Berdoalah
Mintalah Sang Mempelai Pria Surgawi
Mengajarmu menjadi
Wanita terbaik
Yang akan seseorang miliki
Semoga beruntung
Blogging
Bodycare
Bola Mukjizat
Buku
Curhat
Iman Kristen
Kesehatan
MakeUp
MyFatherHasDone
MyLoveStory
Resep
Review Produk
Skincare
SuratUntukADik
Tips
artikel
cerpen
free download
friendship
ilustrasi
keluarga
kumpulan cerpen
kumpulan puisi
liburan
movie
parenting
perempuan
pranikah
printable
psikologi
tumbuh kembang anak
-
Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
-
Hi Gorgeous!! Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
-
Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
-
Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih. Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
-
Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
-
Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.


