Damai sejahtera yang Tuhan janjikan bukan semata-mata tentang kemakmuran.
Damai sejahtera adalah kondisi di mana kita tetap tenang, tetap memiliki iman, tetap mengasihi, tetap berharap walau
- kamu ga tahu mau makan apa besok
- keluargamu masih saling berteriak dan menyakiti
- orang-orang menghina kebodohanmu dan tak pernah menganggapmu
- kamu masih saja gagal untuk bisa lepas dari dosa masa lalu
- sakitmu ga sembuh-sembuh atau malah makin parah
- kamu gagal berkali-kali sementara orang seangkatanmu sudah melesat maju meninggalkanmu di belakang.
Damai sejahtera bicara tentang bernaung di bawah sayap Tuhan saat badai bisa menghempaskanmu jauh ...
Dan kamu cuma bisa mendapatkannya dengan tinggal di dalam Dia
Ga ada cara lain.
Apa pun keinginanmu, tentang pekerjaan, keluarga, rejeki, jodoh... Jangan berhenti menabur doa dan usaha. Mungkin kita menabur di tanah ini, tapi Tuhan memberi tuaian di tanah lain jauh dari yang kita pikirkan.
Misalnya: A Doain B jadi jodoh, taunya saat doa ada C yang mengamati dan mendoakan A dan saat itu Tuhan sedang merenda hubungan A dan C tanpa mereka sendiri sadari.
Yang pasti jangan batasi karya Tuhan, Tuhan memberi dan mengambil sekehendak hatiNya. Kita cuma wadah yang jadi alat, saat diisi harus berbagi dengan wadah lainnya.
Buka hatimuuu... Buka pikiranmuu.. Tuhan terlalu BESAR untuk kita mengerti.
#quotes #selfreminder #NyonyaDasterBahagia #ThankYouGod #GodGrace
Hari ini dapet pinjeman HP dari sohibku Rina. Puji Tuhan berkat kebaikannya, saya bisa pake HP dengan aplikasi yang maksimal walau nomor lama masih belum bisa dipindah.
Semoga dengan HP hibahan ini bisnisku lebih lancar. Blogging juga.
Btw, pepatah selalu bilang lebih baik tangan di atas, tapi satu tahun ini Tuhan ajarin aku untuk buka kepalan tanganku yang ada di bawah. Belajar menerima kebaikan orang lain karena Tuhan sedang ingin memberkatimu.
Denger2an sama Tuhan. Supaya kita selektif, mana yang kebaikan memang dari Tuhan dan mana kebaikan yang mungkin mendatangkan jerat.
Biarkan Tuhan menolong kita lewat tangan orang lain.
Selamat Tiduurr!!
Hi Dik, Kakak sudah baca suratmu yang terakhir. Kakak mengerti perasaanmu. Melakukan A tapi hatimu ingin melakukan B.
Udah lama ga isi blog. Kebanyakan nulis di FB sama IG. Hahahaha... Buat konsesn nulis panjang butuh waktu khusus yaaa. Ini Gyan juga lagi bobo.
Apa kabar temen-temen blog yang lain?? Aku liat rata-rata juga pada sibuk di socmed yang lain.
Kangen masa-masa bisa duduk tenang di depan komputer dengan hawa yang adem dan bisa nulis beberapa postingan dalam satu hari. Mungkin nanti kalau Gyan udah gedean. Waktu Mamanya sudah bisa punya Me Time lebih dari 15 menit.
Jadi inget postingan yang ditag soal penulis Kristen generasi baru.
Kalau di kita ada Cella ya. Gimana dengan yang lain? Echa udah nulis buku juga loohh. Aku cuka cerpen-cerpen Echa yang ga biasa kayak orangnya.
Proyek yang nulis kolaborasi pun akhirnya ga jadi-jadi. Hanya sebuah wacana. Hahahha.
Jadi pengen nulis dengan iman, disiplin yang aku bangun untuk jalanin Oriflame, semoga dibentuk supaya aku bisa disiplin menulis lagi. Mengejar mimpi bukan besok atau lusa. Tapi dimulai dari hari ini.
Semoga Tuhan beri kelimpahan hikmat. Supaya aku dan yang lainnya bisa terus menulis lagi, lagi dan lagi.
Aminn.