Dalam perjalan kita pulang
Ada jalan yang harus kita lewati
Deretan hutan gelap di kanan kiri
Sulit untuk tidak mengabaikannya,
Aku aku tahu itu tidak akan membahayakanku
Selama aku tidak masuk ke dalamnya
Perjalanan ini begitu jauh
Dari hutan itu sering terdengar suara-suara
Lihatlah jauh ke depan!!
Kau katakan lihatlah setapak demi setapak
Ada lagi suara berkata
Lihatlah ke atas!!
Kau katakan, lihatlah ke bawah
Supaya kakimu tidak terantuk batu
Bagaimana aku mengabaikan hutan di kanan kiriku?
Dari sana ada suara lolongan
Ada derap kaki
Ada bisikan-bisikan yang menusuk punggungku
Aku sulit tidak mengabaikannya
Maukah Kau menolongku??
Berbicaralah lebih keras di telingaku
Katakanlah banyak hal tentang diri-Mu
Supaya perjalananku hanya berpusat pada-Mu
Bukan hutan dan nyanyiannya yang menusuk dagingku
Bicaralah lebih keras
Supaya aku tetap memegang tangan-Mu
Saat kita sudah tiba di Rumah
Jika kita berputar-putar dalam rasa jenuh, kuatir, frustasi,
Mungkin itu karena menyenangkan hati Tuhan bukan lagi tujuan utama kita setiap tindakan kita.
Untuk membuat orang menjadi beragama Kristen itu gampang. Todong aja
pakai pisau atau pistol, paksa nikah kristen, bikin peraturan semua
orang harus beragama Kristen kayak jaman dulu.
Tapi apakah dengan
beragama Kristen otomatis jadi pengikut Kristus? Tuhan Yesus ga bilang
banyakin orang Kristen di dunia, tapi jadikan semua bangsa murid-Nya.
Murid Kristus bukan tentang kita pakai kalung salib, bukan cuma tentang
gereja tiap minggu, bukan cuma tentang baca Alkitab dari Kejadian
sampai Wahyu. Murid Kristus itu punya pikiran dan perasaan Kristus.
Kristus menerima orang dulu baru diajak bertobat, bukan disuruh bertobat
dulu baru diterima.
Jadi, apa motivasi kita hari ini mengabarkan tentang Kristus? Supaya orang jadi Kristen? Atau supaya orang mengalami Kristus?
Hal yang biasa dan wajar buat anak Tuhan punya kerinduan untuk bisa melayani di Rumah Tuhan, terutama bersama saudara seiman. Yang jadi masalah, saat kita mau, tapi kita tidak bisa.
Eh, ternyata banyak ya yang kayak begini. Bukan cuma saya yang ngalamin. Bahkan mereka yang single dan belum menikah.
Nah, yang sudah menikah apa kabar pelayanannya?? Saat sibuk mengurus anak karena mengurus sendiri dan banyak lagi kondisi yang membuat kaki tidak bisa melangkah.