amsaLFoje -A Long Life Learner-
Eh, selama Pilpres ini (ih, masih soal Pilpresss??!!) saya banyak tulisa status-status yang minta tementemen FB saya menulis hal-hal yang baik. Mulai dari menggunakan kalimat yang tenang, sampai kalimat yang akhirnya lumayan 'ga asik' (sahabat saya sampai menegur akakkaka). Dari yang tadinya saya tenang saja, sampai jadi ikut-ikutan 'nyebelin' (apakah seperti itu? Saya merasa tertular virusnya hihihi). Dari yang tadinya saya abaikan, sampai saya unfollow beberapa teman yang saya sudah tidak tahan dengan kalimat-kalimat menjatuhkannya.

Mungkin kesannya saya merasa paling benar, tapi bener kan ya?? Kita harus menjaga perkataan kita? (cari teman). Selama ini kita selalu bikin hastag PrayForIndonesia, tapi kalau perkataan kita sendiri menjatuhkan tanah air kita dan lebih sering menceritakan 'dosa' orang lain, bukankah kita sedang menabur doa juga??
Perhelatan Pilpres 2014 sudah berakhir. Teeettt!!! Ternyata belum. Masih ada drama kelanjutannya. Yang sudah muak bersabar yaaa... Apalagi yang berperan kali ini Capres yang saya dukung. Jadi, pasti timeline FB saya juga bakal banyak bahas soal beliau lagi. Hehehhe...

Soal drama, bukan hanya kejadian kemarin yang bisa dikatakan drama demokrasi yang cukup mengguncang sekaligus membanggakan (negara  demokrasi mana yang bisa capresnya begitu?? Akakkaka.. *ngelesss), sebelumnya tanggal 9 Juli ada drama lain di rumah saya tercinta di Cilegon. 

Masih berhubungan dengan copras capres. Jadi begini ceritanya....

Tanggal 8 Juli 2014, saya dijemput orang tua supaya bisa pulang ke Cilegon dan melakukan pencoblosan Pilpres yang sangat kita nanti-nantikan. Tadinya beraaattt banget mau perginya. Yang dipikiran nanti Aki siapa yang ngurusin, nanti Aki makan apa, dan berjuta pikiran seorang istri yang kuatir soal penghidupan suaminya. Alesannya sih Aki tidak mau ditinggal, padahal saya yang tidak mau pisah. Akakkaka... 
Yang Terhormat Bapak Prabowo, Capres No. 1 Mungkin Bapak tidak akan pernah membaca surat ini. Tapi daripada saya membuat surat untuk Pak Jokowi, yang saya sendiri pun tidak mendukung beliau untuk nyapres tahun ini, lebih baik saya menulis surat ini buat Bapak. Saya ibu rumah tangga biasa Pak. Ibu yang akan segera melahirkan seorang putra bangsa juga. Yang punya banyak mimpi untuk putranya ini suatu saat bisa membawa perubahan walau pun hanya perubahan kecil untuk orang-orang sekelilingnya. Mimpi saya tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat anak saya bisa menjadi inspirasi untuk hidup orang lain. Dalam masa pilpres ini, saya sempat beberapa kali naik darah dengan kelakuan teman-teman saya, Pak. Bukan karena menjelek-jelekkan Pak Prabowo, tapi karena cara berpikir mereka dan kata-kata yang mereka keluarkan tentang negara ini. Pak, saya pendukung Bapak, tapi saya bukan pendukung fanatik atau cinta buta pada Bapak (Cinta buta saya hanya untuk Tuhan dan suami saya). Saya tahu isu-isu yang berkembang tentang Bapak, orang-orang bermasalah yang ada di belakang Bapak, dan banyak lagi kabar jelek tentang Bapak. Saya tidak menutup mata pada semua itu dan saya tidak tahu pasti kebenarannya. Saya mendukung Bapak hanya karena satu keyakinan, Bapak mencintai tanah air ini. Saya mendengar cerita dari orang tua saya bagaimana Bapak begitu menghormati negeri ini dan tidak ada berita lain yang bisa saya percaya selain perkataan orang tua saya sendiri. Tapi, ternyata cerita orang tua saya didukung dengan berita-berita lain yang kurang terkenal. Saya semakin diteguhkan dan percaya bahwa Bapak benar-benar mencintai negeri ini. Pak, orang banyak bilang Pak Prabowo begini dan begitu, tapi saya ini orang yang lebih percaya apa yang di depan mata saya Pak. Anda santun dan menghormati orang lain. Entahkah itu pencitraan atau bukan, saya tetap memandang itu sebagai keteladanan yang baik yang ingin saya dan anak saya contoh. Menghargai dan menghormati perbedaan. Omongan saya mulai ngalor ngidul, Pak. Saya tidak pintar berkata-kata, maklum saja ya Pak. Intinya dari surat saya ini, saya percaya orang yang mencintai negeri ini tidak akan melukai negeri ini juga. Kalau Bapak benar-benar jadi Presiden, saya tahu pemerintahan Bapak tidak akan sempurna, tapi saya memohon untuk Bapak benar-benar menjadi teladan bagi anak saya dalam mencintai tanah air dengan merangkul setiap lapisan masyarakat. Bekerjasama dengan partai oposisi atau pun orang-orang yang tidak sependapat dengan Bapak. Sejauh ini saya percaya Bapak bisa melakukannya. Kalau pun Bapak tidak jadi presiden juga, tetaplah jadi teladan untuk generasi kami ini Pak yang lebih banyak komentar daripada bertindak. Seperti yang Bapak katakan untuk menerima setiap keputusan rakyat dan akan tetap memajukan Indonesia dengan peternakan dan usaha Bapak. Jangan pernah berhenti jadi teladan untuk mencintai negeri ini, Pak. Ingatkan kami pendukungmu untuk tetap menghormati capres yang menang sama seperti Bapak selalu mengingatkan kami untuk menghormati kubu sebrang pada masa kampanye. Pak, saya bukan orang pintar, tapi saya bisa merasakan ketulusan Bapak mencintai negeri ini. Saya sebagai salah satu rakyat yang mendukung Bapak, sudah siap kecewa seandainya pemerintahan Bapak tidak seperti yang saya harapkan. Tapi, sekali lagi ini keyakinan saya Pak, saya merasakan ketulusan Bapak dan menginspirasi saya untuk mencintai tanah air ini apa pun keadaannya. Maju terus, Pak! Semoga akan lahir putra-putra bangsa yang benar-benar mencintai negeri ini sama seperti Bapak! Panjang umur sehat selalu, Pak. Tuhan memberkati. NB: Tuhan ga pernah bilang apakah Bapak adalah orang yang tepat atau tidak untuk memerintah bangsa ini, tapi Tuhan mengajarkan saya untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sisi dan menghormati setiap pemerintahan yang ada di negeri ini. Kalau pun ada hal buruk terjadi di tanah air ini, Dia hanya berjanji kalau Dia akan menjaga hidup saya dan orang-orang yang saya kasihi. Saya tidak takut nyawa habis Pak, saya hanya takut kalau semua orang lupa cara saling mengasihi dan mengampuni. ---- ini satu alasan lagi mengapa saya memilih Bapak.
amsaLFoje via Blogaway

Serius, hari ini tertekan. Tulang panggul lagi sakit dan ga bisa ngapa-ngapain dengan bebas. Udah berasa ga enak. Tau2 baca status kenalan share soal capres ga mau cipika cipiki. Saya sudah lihat beritanya pas bareng suami. Kami langsung muak luar biasa. Bukan karena memojokkan capres yang satu, tapi karena bagaimana berita itu disampaikan dengan cara yang tidak mendidik.
Waktu lihat status teman saya itu, saya sudah gerah. Waktu lihat status kk saya dikomentari dengan berita itu lagi, saya makin panas.
Orang ini dengan sengaja komentar untuk menyebarkan berita tersebut padahal status kakak saya tidak membahas hal tersebut.
Jujur, saya marah. Saya mulai balas komentarnya dengan tajam. Mungkin orang akan anggap saya membela capres A, tapi sebenarnya ada satu nilai yang saya pegang.

Dulu saya pernah ikut camp dan di sana saya diajarkan untuk tunduk dan taat pada komandan. Istilahnya kami dilatih untuk jadi pelayan Tuhan yang tangguh. Saya paling ingat nilai-nilai yang diajarkan. JANGAN BERASUMSI! Saat kita mengambil keputusan yang mempengaruhi orang banyak dengan asumsi, pasti berantakan. Bukan hanya saya saja yang dirugikan, tapi juga orang yang saya pimpin dan orang sekeliling saya.

Nilai ini saya bawa sampai sekarang. Dulu saat masih bekerja, saya memilih bertanya dan dikatakan bodoh daripada salah mengambil keputusan. Walaupun pekerjaan saya sepele. Saya hanya terngiang kakak pembina di camp saat itu. Hari ini kalau saya teledor, mungkin hanya selembar surat, tapi bisa memperlambat prosedur atau proses administrasi.

Teman yang share link ini pun pernah ikut camp yang sama. Jadi, ini bentuk protes saya. Sebelumnya juga ada beberapa orang yang saya kenal dan saya tahu dia harusnya beliau jadi teladan, melakukan hal yang sama. Menyebar link dengan kalimat yang tidak membangun.

Rasanya tuhh sesakk luar biasa waktu lihat hal ini. Mungkin saya yang terlalu serius, tapi beneran dehh, saya pribadi butuh teladan. Apalagi generasi di bawah saya. Kalo ingin generasi kita pintar, masa kita menyuapi mereka dengan bulat-bulat. Tidak diajarkan memakai hikmat dan pengetahuannya?? Ampuni aku Tuhan kalau aku ternyata begitu.

Saya jadi berkaca juga, apa saya sendiri tidak terlalu ekstrim dan keras berusaha meluruskan? Apa saya tidak berat sebelah? Apa saya terlalu bersungguh-sungguh seperti yang teman saya bilang dulu? Apa saya justru sedang menghakimi?

Hikss.. ya sudahlah ya. Saya hanya menyatakan apa yang menjadi keyakinan saya, balik-balik keputusan masing-masing orang mau bicara dengan cara apa atau seperti apa.

God bless Indonesia. God bless our nation. God bless Pak Wowo dkk & Pak Wiwi dkk.

Segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Amin.

Huaaa, sudah berapa lama saya tidak menulis ya?? Sudah lama sekali ternyata. Eh, terakhir sih tanggal 2 Juni. Ya, belum lama-lama amatlah ya.

Bulan Juni ini bisa dibilang bulan PANAS. Bukan cuma karena sedang musim kemarau, tapi juga panas dan gerah dari efek kehamilan (elus-elus perut). Ditambah lagi adanya Pesta Demokrasi dan Piala Dunia. WOWWW. Kira-kira kalau dikalkulasi ke Celcius bisa berapa derajat ya?? Hahaaha...

By the way BUSWAY,

Hampir setahun nikah ini, udah mulai makin kelihatan jelek-jeleknya Aki. Waktu pacaraan sih udah, tapi udah  nikah kita bini jadi lebih cermat liat kekurangan suami.

Biar begitu, Babe tidak pernah berhenti buat mengingatkan kalau Aki itu tidak sempurna sama seperti saya yang tidak sempurna.  Kalau ada yang kurang berkenan, bicara dengan cara yang nyaman tanpa merusak hubungan dan menjatuhkan pihak lain.

Nah, mungkin bisa jadi pelajaran buat yang mau nikah.  Ada beberapa hal yang bisa jadi masukan.

1. Soal Quality Time

Kita cewe biasanya kalau quality time pengennya laki tuh bisa diajak ngobrol dari hati ke hati,  tapi kennyataannya..  Pulang kantor laki pasti malah cari hobinya.  Entah game,  browsing,  nonton, olahraga, atau yang lainnya.  Nah,  kita cewe bisa dianggurin dan ga didengerin karena mereka cuma fokus ke satu hal.  Solusinya? Ga ada salahnya kita join nikmatin hobinya.  Selain bisa quality time, kita perempuan jadi nambah pengetahuan pluss bisa jadi sahabat buat laki. Pokoknya jadi kloppp,  kayak sohiban :D

2. Masalah Boy always be boy

Perempuan jaman sekarang biasanya udah tahu deh sifat laki seperti apa.  Dari baca buku sampai ikut seminar atau pernah pacaran berkali-kali,  minimal tahu pria itu seperti apa.  Mereka bisa dewasa,  tapi langsung "menggila"  kalau bertemu teman-temannya. Nah,  kalau sudah nyaman dengan kita perempuan, kelakuan anak laki-lakinya akan makin kelihatan.  Mereka jadi manja dan ingin diperhatikan (memangnya cewe doang yang mau diperhatikan :p). Jangan kaget kalau melihat mereka seperti ini. Jangan frustasi.  Apalagi depresi. Percaya saja bahwa mereka masih memimpin kita perempuan.  Tidak usah terlalu menuntut mereka untuk dewasa 24 jam.  Serius,  kadang-kadang orang dewasa itu membosankan.  Malahan jiwa kekanakan itu masih perlu ada dalam seseorang supaya bisa menikmati  hidup.  Lagi pula, pria waktu sedang kekanakan selalu bisa membuat kita perempuan tertawa bukan? Jadi, nikmati saja.

3. Masalah pria Tidak Peka

Kebanyakan perempuan akan mengatakan kalau pria itu makhluk yang kurang peka. Itu karena kita perempuan selalu ingin dimengerti sedangkan pria tidak ngerti-ngerti  karena tidak diberi tahu.
Buat yang punya cita-cita menikah,  terimalah kenyataan kalau  pria memang kurang peka.  Bukan berarti kita biarkan saja ketidak pekaannya berakar,  tapi kita perempuan belajar mengerti supaya kalau pria tidak peka,  kita tidak perlu sakit hati.  Kalau kita tidak mau mengkomunikasikan isi hati kita,  jangan sakit hati kalau akhirnya pria gagal memenuhi keinginan kita.
Sebenarnya bukan pria saja yang tidak peka,  wanita juga sering tidak peka saat berpusat pada diri sendiri.  Karena hanya memikirkan kebutuhan diri, kita bisa mengabaikan kebutuban pria,  bahkan menghakimi atau menghukum mereka dengan berbagai jurus dan ilmu kekekekek... Jadi, balik-balik silahkan sebutkan kasih itu apa saja (sabar, murah hati, lemah lembut dst)

Ada lagi tidak ya.?  Segitu saja dulu.  Silahkan kalau ada yang mau menambahkan.  Hehehehe...

Kalau saya sendiri, sedang banyak bersyukur karena ternyata banyak sekali persamaan yang bisa kami temukan dan kerjakan bersama.  Seperti satu tim yang bersemangat memenangkan menyelesaikan dan memenangkan pertandingan. Sebentar lagi anggota kami bertambah satu.  Semoga Tuhan terus menyatukan hati kami di dalam iman,  pengharapan, kasih dan sukacita.  Aminnnn.


amsaLFoje via Blogaway
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • [Kesaksian] Kemenangan Atas Wanita Berjubah Hitam
    Suamik cuma infoin kalau pulsa listrik harus ditambah dan dalam sekejap saya tersedot dalam pemikiran yang hampir membuat saya jadi ora...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • CURHATAN SI INTROVERT
    Baru-baru ini saya baca artikel tentang orang introvert yang waktu baca saya pengen teriak “ Itu gua bangeeeettt!!” Hahahhaha…. Sete...
  • Gandengan Tangan
    S ekalinya ngeblog langsung banyak yang diceritain neh.. Hehhehehe.. Secara kuota internet tau-tau habis gara-gara buka YouTube. Di ...
  • ISTRI Versus MERTUA
    http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca bera...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Support Me

Support Me
Traktir amsaLFoJe Amerikano supaya makin semangat nulis.

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Pengikut

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates