amsaLFoje -A Long Life Learner-
Yooo..*lemess…

Udah lama banget rasanya ga nulis. Biasanya bisa tiap hari nulis, sekarang sebulan Cuma sekali. Hikss…Padahal blog ini benar-benar tempat ‘sampah’ dimana saya melampiaskan kebutuhan saya menumpahkan ribuan kata yang perlu saya keluarkan dari isi kepala saya.

Ngebullll…itu yang saya rasakan hari-hari ini.

Saking ngebulnya kata-kata saya juga jadi tidak terkendali. Pikiran saya negatif melulu. Dari pesimis sampe curigasion terus sama orang. Mulai dari marah-marah sampe putus asa karena capek marah-marah. Bawaannya mau nangis setiap kali ngerasa ga dibantu atau ditolong. Berasa ditinggal sendirian getooohh… (ternyata ada gadis kecil yang insecure di dalam diri saya …hueee..ga nyadar umurnya udah berapa)

Kemarin, waktu liburan Nyepi (Selamat Hari Nyepi!!).. ada pengambilan foto untuk video prewed di Gading Serpong. Janjian jam 10. Adik saya baru muncul jam 1an. Padahal saya dan Aki sudah sampai dari jam 11.

Belum lagi saya harus make up dan ini itu. Bawaan kesal karena rasanya semua berjalan begitu lambat, sedangkan waktu semakin habis. Sikap saya adik-adik dan kakak saya juga jadi tidak baik. Mungkin tanpa sadar saya sudah mengatakan ‘aduuhhh’ berkali-kali.

Malamnya, saat adik saya ingin mengambil rekaman video saya dan aki, dia tidak terlalu bisa menyampaikan pemikirannya dengan baik. Lagi-lagi saya marah dan sekalipun tidak serius, saya mengeluarkan kata-kata ‘Lo belum pernah ngerasain sol sepatu dilempar ya?’…Bukan kata-katanya yang menjadi masalah saya, tapi luapan emosi kesal saya yang saya sesali. Saya tidak sabar dan tidak tenang.

Bener-bener bad attitude…

Malu sama Tuhan. Saya segitu tidak tenangnya. Saya tahu saya sedang dalam titik yang rendah. Capek setengah mati. Berharap hari libur bisa dipakai buat istirahat, tapi malah harus foto prewed dan pelaksanaannya tidak sesuai jadwal dan benar-benar kurang persiapan.

Puji Tuhannya, waktu itu semua orang berusaha melakukan yang terbaik. Kakak yang cari pinjaman kartu supaya kami bisa masuk ke playground Summarecon. Karce yang selalu membantu memberi tisu dan membawa alat make up kemana-mana. Adik saya yang berusaha menghemat waktu juga. Orang tua saya juga datang, jadi kami ada tumpangan, padahal kami pikir, kami perlu sewa mobil. Biaya konsumsi juga jadi dibayarin padahal saya dan Aki sudah kuatir karena tabungan kami sudah tipis untuk bayar cicilan minggu lalu. Hahahhaha… Keponakan juga ikut ke lokasi, jadi bisa melihat tingkah mereka yang lucu.

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang Tuhan kasih dan seharusnya saya syukuri (baru ingat saat nulis neh… mewek dehhh)… Entah kenapa saat itu yang ada dipikiran saya hanya capek dan capek. Saya masih bisa hahaha hihihi. Tapi setiap kali ada hal yang tidak beres sedikit, intonasi bicara saya langsung naik. Mungkin orang lain tidak terlalu melihat kelelahan saya, tapi saya sendiri merasakannya seperti sudah pada titik ubun-ubun retak. Yang membuat saya kesal, saya seperti menyerah pada kedagingan saya hingga saya jadi terlalu reaktif pada orang. Nada bicara yang tinggi, sikap hati yang terus mengeluh, kata-kata keluhan dan tidak bersyukur. Benar-benar bersusah payah untuk tidak melampiaskan kondisi psikis saya yang kelelahan pada orang lain, tapi tetap saja kebablasan. Bahkan saya lupa berdoa pada Tuhan supaya melancarkan hari pemotretan kemarin. Berdoa sih..tapi sekilas. Hehehhe….


Lokasi dadakan. Solaria Giant Summarecon. Akakkaka...

Sampai sekarang masih capek. Bahkan kepala dan bahu sudah menunjukkan psikosomatis. Hari ini memutuskan untuk memanjakan diri sendiri dulu. Creambath or whatever. Cuma pengen berhenti memikirkan pekerjaan untuk sementara. Berhenti mikirin kekuatiran soal merit dan tetek bengeknya. Soal yang kalau pulang harus beresin ini itu dulu di kosan. Mikirin cucian dsb.

Terima kasih sama Tuhan yang masih jagain kesehatan saya sampai hari ini. Ditengah kelelahan seperti ini, saya tidak perlu merasakan sakit ini itu. Terlebih lagi Roh Kudus yang selalu mengingatkan firman..

Bersyukurlah dalam segala hal…

Pikirkanlah yang manis, yang mulia..

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia…

Banyak ayat-ayat yang Roh Kudus ingetin setiap kali udah mulai mau ‘muntahin’ kata-kata ga enak dan berbagai keluhan yang saya tahu pasti akan membebani orang lain juga.

Semoga besok bisa lebih semangat. Semoga creambathnya bikin otot-otot badan enakan. Hehheheh…



DP 1st trial exam tahun ini benar-benar luar biaasaaa… Saya banyak melakukan kesalahan. Bos saya juga, entah kenapa jadi ga konsen kayak biasanya. Beberapa hari emang sakit sih.

Dalam seminggu ini bener-bener seolah ga ada break. Saya usahakan datang lebih pagi biar bisa sarapan dengan tenang karena sebelum jam 7.30 saya sudah harus berada di tempat lain dan harus mulai awas. Jam 8.30 naik lagi ke lt. 4 siapin semua bahan ujian dan memastikan pengawas datang tepat waktu. Sebenarnya saya juga harus stanby di ruangan supaya kalau ada yang perlu ditanya di soal ujian, saya yang akan mencari guru mata pelajarannya.

Sudah memastikan pengawas ada dan soal ok2 saja. Turun ke perpustakan buat scan dokumen yang akan dikirim ke examiner IB. Kalau yang covernya doang sih oklah ya, tapi kalo yang semua tugas-tugasnya, sampe ngantuk-ngantuk ngerjainnya (temen kerja yang tiap liburan semester scan dokumen ratusan anak juga pasti ngantuknya lebih parah). Selesai scan, siapin buat exam besoknya dan lipetin lembar jawaban.

Anak-anak pulang sekolah, waktu jumat kudu meeting OSIS. Selesai meeting, masih siapin buat ujian besok biar ga dikejer-kejer.

Nah, hari ini saya ceroboh. Kemarin saya tidak mengingatkan Bapak yang biasa fotocopy lembar jawaban. Jadinya pagi-pagi pas tau ga ada lembar jawaban, saya sampai panik. Mau foto copy sendiri, mesinnya eror terus. Sedangkan jam 7.30 saya sudah harus turun dan stand by di pintu gerbang. Puji Tuhannya, si Pak tukang fotocopy datang dan langsung membantu.

Itu kerjaan rutin, tapi kadang-kadang ada perintilan tambahan. Ngawas kelas yang tidak ada gurunya, mencari murid yang perlu dipanggil, mencari guru yang sedang dicari, memastikan kertas buat print siswa tidak habis, bantu scan tugas anak-anak dsb.

Capeee?? Capee bangeeettt… apalagi waktu musim ujian seperti ini. Ga selalu selelah ini sih. Tapi ditengah-tengah kesibukan ini, dalam hati bersyukur kalau saya perempuan. Kalau di mapping, mungkin pekerjaan saya seperti bercabang-cabaaaaaaaangggg… Bukan konsen di satu hal. Yang berarti saya harus membagi pikiran saya ke beberapa bagian. Puji Tuhannya bisa dikerjakan dengan nyambil pekerjaan lain. Saya yakin, makhluk bernama pria, tidak bisa melakukannya (idung kembang kempis).

Yahhh..itulah kenapa saya stress waktu mendapat tugas baru. Saya seperti harus menambahkan cabang di lain di kepala saya, supaya tugas itu bisa saya kerjakan juga dengan baik.

Sempat stress juga waktu bayangin ntar udah nikah. Berarti banyak lagi yang harus saya pikirin. Beresin rumah, masak, dsb…Hueeee…Menenangkan diri dengan ‘kekuatiran hari ini cukuplah hari ini. Yang besok nanti saja.’

Di awal tahun saya kerja, load kerjanya sama persis dan saya stress luar biasa. Nangis-nangis dan jadi sensitif. Waktu itu bisa bertahan dengan pikiran, load seperti ini hanya sementara. Memang sementara sih karena musiman. Jadi saya tidak perlu merasa seperti orang tertindas.

Yang sekarang juga pasti sementara saja. Walau pun lebih stress karena mikirin persiapan pernikahan juga. Tapi kalau Tuhan bilang saya ga sanggup, saya ga akan bertahan juga sampai sekarang.



God bless me.



Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Pengkotbah 9:10




Hari ini tugas saya yang baru diumumkan ke seluruh guru secondary. Masih nyesek ternyata, tapi mulai bisa menerima. Prinsipnya Pray and Just do it.

Seharian ini kerjaan banyak karena harus nyiapin IB trial Exam for DP year 12. Dari pagis ampe sore pulang ga ada jeda. Bahkan ga makan siang ini juga. Belum lagi harus kirim Extandad  Extended Essay, scan covernya dsb.

Minggu depan juga ada ujian praktek buat kelas 9 yang otomatis harus bantuin bos saya yang satu lagi nyiapin ini itu. Ngebayanginnya kepala mau pecah. Minggu depan saya juga start tugas saya yang baru. Jadi polisi buat anak-anak yang telat. (sambil belajar peran galak).

“ Hidup itu ga adil.” Kata salah satu ketua OSIS yang pernah saya bina. Ia mengatakannya pada adik-adik juniornya yang akan menggantikan tugasnya. Entah kenapa kata-kata itu malah terngiang-ngiang di kepala saya, pembinanya.

Mungkin kalimat itu ada bagusnya kita pegang untuk membuat kita berbesar hati menerima hal-hal yang tidak kita sukai. Apalagi saat kita merasa tidak berdaya untuk mengubahnya.

Seperti hari ini, saat saya mendapat tugas tambahan di sekolah. Sejujurnya saya merasa ‘terhina’. Hati saya merasa ditusuk-tusuk dan merasa hidup ini ga adil.

Entah bagaimana perasaan terhina itu muncul lagi. Saya yang seorang S1 Psikologi harus mengerjakan yang tidak sesuai dengan titel saya. Bahkan sepertinya pekerjaan-pekerjaan saya ini tidak membutuhkan keahlian khusus.



Cowo yang kudu bayar ini itu.



Suatu hari saya pernah berdiskusi dengan salah satu sahabat sepelayanan. Kami berdiskusi tentang ‘pacaran’. Diskusi soal pacaran kan seru yaa dan obrolan pun mengalir sampai apda soal bayar membayar, kalau lagi ‘ngedate’. Yang tidak saya sangka, teman saya ini punya prinsip cowo harus selalu ngebayarin…. Ng…

Ok, itu bukan prinsip lama karena teman-teman masa SMA saya pun punya prinsip yang sama. Dari dulu pun saya merasa aneh dengan prinsip ini. Cowo yang bayarin makan, beliin ini itu.

Ada lagi cerita dari sahabat terdekat saya tentang investasi properti. Sahabat saya ingin sekali membeli rumah dan dia menceritakannya pada temannya. Temannya mengatakan untuk apa sahabat saya ini membeli rumah. Nanti malah keenakan suaminya. Itu ‘kan tugas suami.
Pieces Of Stories: Dia Unik dan Spesial:             Aku menarik napas dalam melihat Tio dan Andita, sepupuku, yang tampak sangat berbahagia dengan pernikahan mereka. Ya, akhir...
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates