amsaLFoje -A Long Life Learner-

Aku save karna takut ilang  hahahha

Megi: Mpok nanya dunk,bocah2 pernah ga protes karena tiap hari diajak masak gitu?Gak bosankah mereka,kan aktivitas masak gitu2 aja (motong,ngupas,dll).Gimana caranya bikin mereka tetap berpartisipasi masak?Hehehe. Trus,kayak si YB pengen ngupasin telor trus ditolak,dia gak ngambekkah? Gimana caranya biar dia tetap mau ngerjain bagiannya? Sori,penasaran.

Ci Lia:

engga meg. mereka emang demen. mereka sll mau terlibat. dr kecil krn emang aku gada pmbantu mrk biasa bgt ikut aku ke dapur. dr msh blm bs apa2 yg kerjaannya cuma ngeberantakin containers, bawang merah, etc sampe akhirnya aku libatin dikit2.

anak2 mah semangatnya tinggi utk mbantu meg, cuma memang perlu dilatih dan dibiasakan. aku punya rule in the kitchen : you need to listen and obey mama if u want to help. kata favorite aku adalah " hands off.. hands off or you are out! " hihihi... pas mrk msh kecil kan suka mo nyolek inilah itulah, aku suka bilang "hands off" klo mrk gak taat, aku suruh duduk doang ngeliatin, ato ga i send them to the living room main dsana. Pasti nangis abis itu tp mrk tau klo mama serius klo mama blg hands off harus denger klo ga konsekuensinya ga bs have fun in the kitchen. Mrk klo abis bantu aku mrasa bangga meg, daddynya pulang suka cerita.. " i help mama, daddy. i did the chicken" etc. http://jurnalbermaindanbelajar.blogspot.com/2014/12/bantuin-mama-bikin-ayam.html

YB masih terus bljr buat taat sm mama. ngambek whining sbntr tp gak sampe tantrums, aku tep firm blg NO, nanti klo sudah 4yo kyk cici PB boleh. trus dia bilang OK.

Sebenarnya aku ngizinin mrk di dapur tujuan utamanya bukan buat mrk ngembangin motorik halus or bs helpful meg. I want them to work close with me so i can spendtime sm mrk, sambilan masak bs ngobrol2 dan yg utama... mrk harus blajar denger mama, taat sama mama. Krn dalam stiap hal kecil yg mrk kerjakan ada intruksi mama scr detail bagaimana melakukannya. they need to learn to see me how to do it, they need to try to do it according my instruction.

Megi:

Yuliana Stoltzfus awalnya aku baca cerita di blog tu nerimo2 aja, nah pas cerita sama laki, dia yang nanya2 penasaran, maklum sesama pernah jadi anak cowo, jadi dia heran, kok bisa anak2 taat gitu. Kalo aku yang cewe ma biasa aja, tapi karena dia bilang biasanya anak cowo bosenan trus ngabur kalo ga diturutin maunya (kayak YB), makanya jadi ikut penasaran diriku, hehehe. O, iya...kami juga heran, masih kecil gitu pegang gunting dan pisau ga papa kah mpok? Gak pernah ada 'kecelakaan kerja' kah? ^^ Trus, pernah gak sih mereka lebih milih main dibanding bantuin mamanya? Kalo gitu gimana?

Ci Lia:

anak2ku masih terus blajar bt btumbuh dlm ktaatan meg. they are not perfect and will never be, but they are growing, making progress. there is growth. smuanya tgantung HABITS meg, Habit is 10 fold of natures. charlotte mason blg education is discipline, is meant the discipline of habits formed definitely and thoughtfully, whether habits of mind or body. yg paling penting adalah sbg orgtua kita bljr training of the will. will kita sndr sbg orgtua hrs ditraining sblm kita training will anak. klo km mo baca lbh lanjut : https://simplycharlottemason.com/blog/habit-training-in-the-early-years-early-years-homeschooling-part-2/ and download free ebooksnya meg : The way of the will https://simplycharlottemason.com/store/the-way-of-the-will/ dan smooth and easy days : https://simplycharlottemason.com/store/smooth-easy-days-with-charlotte-mason/

sesuatu yg sudah dibiasakan, akan dilakukan dengan sangat mudah, effortless. Tapi untuk membuat suatu hal menjadi sebuah kebiasaan, itu yg butuh hard-work, ksungguhan dan kuasa kehendak. Di blog charlotte mason indonesia, kak ellen kristi nulis tentang 'kursus daya berkehendak' 11 postingan meg http://www.cmindonesia.com/arsip.html, bagus deh.

stp anak klo dilatih pasti bisa meg. kami sll observe dulu sbrapa taat ank tsb, sbrapa dia dengerin intruksi. ya, kami gak takut ksh anak2 gunting. tapi pisau so far baru RB doang yg boleh pake dan no 'accident' sampe skrg.

salah satu statement yg suamiku selalu ingetin anak2 adalah " homeschool and housechores are 2 important things, abis kalian lakuin itu kalian bebas mo ngapain " jadi mrk memang uda tau, skrg waktunya morning chores yah kudu bantu. skali lagi, itu namanya the power of habits meg.

Sebenernya masih banyak yang pengen ditanya. Tapi mau baca dan belajar lagi. Namanya ngajar anak2 pasti ada goalnya. Ci Lia punya goal biar anak-anaknya punya hati melayani, mandiri. Nah, Mama Gi mau Gyan jadi anak yang kayak gimana.

Tadi siang baca kesaksian Ci Fany yang menyentuh hati banget. Tentang orang yang sangat membantu dia di saat-saat sulit.

Sekarang ini banyak orang yang mengejar impian, tapi sedikit sekali yang menjadi fasilitator agar orang mencapai impiannya. Waktu baca cerita tentang Om Gunawan ini, saya langsung ingat kalimat yang sering saya dengar

"Hiduplah sebagaimana kita ingin diingat saat kita sudah meninggal."
"Apa yang ingin dituliskan di batu nisan tentang hidupmu, hiduplah seperti itu."

Sukses itu memang ga akan cukup buat diri sendiri. Orang yang memikirkan orang lainlah yang jalannya banyak dikuatkan dan dimudahkan Tuhan.
Kalau nyerah dikit karena masalah-masalah sepele, jangan-jangan kita sukses hanya untuk kepentingan kita sendiri.
*ngecek diri sendiri juga

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Amsal 22:4

Inilah kesaksian Ci Fany
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketika lagi berberes loteng rumah mami ketemu foto 10 tahun lalu dan di foto ini ada sosok yang luar biasa berpengaruh dalam hidup saya yaitu om Gunawan yang paling kanan.
Mungkin Passioners udah banyak yang tahu ya cerita om Gunawan ini dari Fany😄😄
Jadi om Gun ini adalah suami dari teman Papi saya tante Meysian. Ketika dulu ekonomi keluarga saya sedang sangat amat sulit sehingga terancam ga bisa bayar kuliah tiba2 ada telp dari tante Mey Sian kalau tante butuh mentor untuk anaknya kuliah akuntansi dan jadilah saya mentor privat anaknya yang juga junior saya di kampus. Ketika itu saya bisa mendapatkan tambahan uang 700 rb/ bulan hanya dari les privat akuntansi, jumlah yang sangat lumayan untuk mahasiswa semester 6 bahkan selalu dilebihin uang transport serta selalu tersedia kue2 enak setiap kali saya datang. Sehingga saya bisa menutup biaya kuliah dan kadang bisa membeli makanan enak untuk keluarga. Puji Tuhan saya ga jadi berhenti kuliah tapi malah mulai bisa memberi kepada orang tua saya ketika itu.
Saya belajar banyak hal dari keluarga om Gun ini yang ekonominya terbilang amat sangat mapan tapi hidupnya sangat bersahaja dan menghargai mahasiswi miskin seperti saya.
Ketika saya skripsi, Om Gun pula yang membantu mendapatkan akses ke salah satu perusahaan biskuit legendaris di Indonesia bahkan membantu mengantarkan saya ke Pabrik di luar Jakarta dengan mobil dan supir pribadinya serta membantu saya mendapatkan pekerjaan sebagai SPG di even PRJ untuk lebih mengenal produk dan sistem Perusahaannya. Lagi2 uang dari hasil SPGan itu bisa digunakan untuk membantu keluarga.
Om Gun yang mengajarkan saya untuk tidak pernah menyerah dan untuk tetap ulet untuk mencapai kesuksesan. Karena Om Gun pun berangkat ke Jakarta tanpa modal tapi berkat keuletan dan kerja kerasnya dimana siang dia bekerja dan malam berbisnis sampai ga pernah lihat matahari akhirnya bisa sukses dan mapan.
Om Gun ini sangat berwibawa, tegas dan galak tapi sangat dicintai anak buahnya. Di lapangan dia ga segan turun tangan kotor2 cek2 barang di display dan gudang dan menyapa pegawai yang laling rendah sekalipun dengan akrab.
Sampai saat terakhir hidupnya walaupun beliau mengidap kanker pita suara tapi beliau masih terus giat bekerja dengan berkomunikasi via tulisan. Benar2 etos kerja yang luar biasa.
Sekarang beliau telah beristirahat dengan tenang di surga.
Terimakasih Om Gun telah hadir dalam hidup saya dan memberi teladan dalam hidup saya untuk melakukan segala sesuatu dengan PASSION, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan mengajarkan para generasi muda untuk jangan malas dan tekun mengejar apa yang dicari karena hanya diri sendiri yang mampu merubah nasib diri sendiri dan tetaplah rendah hati dalam segala kesuksesan yang telah dicapai dan selalu mengandalkan Tuhan
Terimakasih Tuhan saya diijinkan mengenal sosok kepemimpinan yang luar biasa dalam diri om Gun
Walaupun beliau sudah tidak ada di dunia ini tapi ajaran dan teladan beliau akan selalu saya ingat dan bagikan pada generasi muda lainnya

Saya kan ada cerita kalau saya yakin tadinya kemungkinan 'isi' bulan kemaren dan ternyata ga jadi. Nah, hari ini lagi ga masuk karena ga enak badan. Bosen karena ga ngapa-ngapain, iseng-iseng cari tahu tentang fertilisasi. Pengen tahu biar bisa jaga badan dan jaga kesehatan. Ketemu pideo ini dan AMAZE banget sama cara Tuhan membentuk seseorang. Tadinya saya cuma 2 sel berbeda yang menyatu dan menjadi seperti saya dan kalau nanti saya punya anak, seperti itu juga mereka. Anak adalah bukti kesatuan daging orang tuanya.
Setiap masa itu ada keindahannya

Masa Single



Masa single itu masa paling merdekaaaa!!! Bisa nginep di kosan teman sepuasnya. Ngobrol dari A sampai Z,  cekakak cekikik, ngomongin cowo yang lagi ditaksir, mengira-ngira si A jadian sama B atau ga. Pulang pelayanan bisa malem-malem. Pergi ke sana kemari tanpa perlu lapor ke seseorang. Benar-benar Freedoommmm!! (gaya braveheart)

Hari ini salah satu dari adik menjawab pertanyaan yang saya berikan lewat jurnal mereka sebagai feedback dari jurnal mingguan mereka. Pertanyaan yang waktu itu saya berikan adaah apakah arti dari pria sejati?. Dia menjawab, pria sejati harus berani dan bijaksana.

I'm so proud with his answer. yang saya percaya, jawaban itu adalah jawaban dari hasil keyakinannya dan pasti akan mempengaruhi hidupnya. Saya berdoa untuk adik yang telah menjawab pertanyaan ini dan juga adik-adik lainnya, terutama yang pria, supaya mereka menjadi pria-pria sejati. Yang memimpin negara dengan gagah berani tapi tetap dengan hati yang lembut.



Oleh : Ubaydillah, AN
Jakarta, 10 Juni 2010

Mengetahui definsi pendidikan mungkin cukup kita ketahui sekali atau sekali-sekali. Tetapi, menyadari peranan kita sebagai pendidik, butuh kita perbarui setiap kali. Sebab, jika tidak, segera posisi kita bergeser, dari pencipta dalam proses pendidikan menjadi sekedar alat. Ini karena jiwa kita akan sulit mengembangkan proses-proses kreatif atau reflektif dengan hanya mengetahui saja, menjalani saja, atau mengetahui dan menjalani saja. Jiwa kita butuh digunakan untuk menyadari. Kesadaranlah yang mengubah tindakan. Mirip seperti ibadah, katakanlah sholat atau puasa. Mestinya, setiap kali mau melakukannya, butuh kesadaran baru. Sebab kalau tidak, jiwa dan raga kita hanya akan menjadi buruh kewajiban, bukan menjadi kreator proses pencerahan. Karena itu, orang shalat pun masih dibilang celaka bila jiwanya alpa.


Ramah...
Sudah sering dengar kata ini dong. Atau memang makanan sehari-hari? Setiap ke kanan atau ke kiri, orang akan bilang kita orang yang ramah. Bangga ga sih dibilang ramah sama semua orang?? Bangga donggg!!

Tapi ternyata oh ternyata, menjadi ramah itu bisa sulit buat beberapa orang. Apalagi kalau harus ramah pada supir angkot yang ngetem berjam-jam, atau ngebut sembarangan (dendam kesumat sama sopir angkot, dendam tapi butuh)..

Yang pasti ramah itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau untuk orang-orang sanguin mungkin bertindak ramah adalah hal yang mudah, tapi ternyataaa tidak gampang juga. Orang sanguin bisa ramah pada siapa saja, tapi belum tentu pada orang-orang yang mereka sebel banget.



Ramah yang bener itu ramah yang kayak gimana??


Titus 3 : 2
Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.


Ramah pada semua orangg booo!! Tidak ada kecualinya. Mau waitress kagak ada senyum-senyum acan, mau supir angkot ngoper sembarangan, atau kasir kerjanya lelet...Kita tetap harus ramah pada orang-orang tersebut...


Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 2 Korintus 13:5

Seorang teman mengirimkan ayat ini tadi dan saya membacanya dengan seksama. Entah kenapa tiba-tiba saya mendapat pengertian baru. Di saat saya baru saja berdebat dengan seorang blogger mengenai ajaran gereja.

Orang yang tidak mengerti kekristenan sejati pasti menganggap kristen itu cabul. Kenapa?? Karena di dunia barat sana gereja menghalalkan pernikahan homo, tidak melarang orang kumpul kebo dan freesex. Bahkan saya menuliskan hal ini dengan hati yang miris. Dan mereka mengatakan demikian dengan dalih karena orang Kristen dosanya ditebus. Jadi buat dosa berkali-kali juga tidak apa-apa.



Kita yang mengetri kebenaran sudah pasti tahu kalau semua pernyataan itu hanyalah pernyataan dari orang-orang yang tidak benar-benar mengerti arti Kekristenan. Tapi tentu saja bukan itu yang akan saya bahas tetapi tentang berbuat dosa berkali-kali.

Jujur punya jujur, saya adalah salah satu orang Kristen yang sering jatuh bangun dalam dosa. Apalagi dulu, saat saya masih terikat dosa wanita.



(3)
 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

(4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

(5) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 

(6) dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 

(7) dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.


2 Petrus 1 : 3-7
Pertama kali menerima ayat ini saya sempat terdiam dan ternganga. Saya menyadari satu hal, iman Kekristenan tidak sesimpel yang saya kira. Ternyata tidak mudah menyatakan iman kita, apa lagi dengan cara seradak seruduk.

Saya pernah menuliskan tentang iman saya pada Tuhan di salah satu postingan saya di tentang Cinta Yang Lebih Dalam kepada Tuhan. Di situ saya menuliskan tentang bagaimana saya merasakan Tuhan inginkan cinta yang dewasa dan bukan sekedar membara.




Real Steel...tau judul film ini? Sudah pasti tahu. Film yang dibintangi oleh Hugh Jakcman  dan bintanng cilik Dakota Goyo ini menceritakan tentang aksi robot-robot besar yang bertanding tinju layaknya manusia. Tapi tentu saja saya tidak akan membahas tentang robot-robot tersebut, tetapi tentang dua tokoh penting dalam cerita, Charlie Kenton (Jackman) dan Max (Goyo).

Charlie Kenton, seorang petarung rombot yang dulunya seorang petinju, memiliki karakter yang seenaknya, hidup semerawutan. Hidupnya berubah saat pengadilan memintanya datang untuk membahas tentang hak asuh anaknya Max. Karena ibunya meninggal, Max harus diberikan pada Charlie, ayahnya. Tapi tentu saja Charlie tidak mau karena akan sangat merepotkan, sementara itu bibi Max alias kakak dari ibunya ingin Max tinggal bersamanya.

Sampai akhirnya Charlie dan suami dari bibi Max membuat kesepakatan. Charlie akan memberikan Max pada mereka jika mereka memberi sejumlah uang dan suami dari bibi Max setuju. 

Max mendapatkan kesempatan untuk tinggal bersama Charlie selama sekitar 2 minggu dan selama 2 minggu tersebut Charlie dan Max mengalami berbagai petualangan lewat pertandinngan demi pertandingan bersama robot rongsokan mereka Atom.

Dan suatu hari mereka harus menghadapi masalah dan Charlie menyadari kalau dunia pertinjuan robot terlalu berbahaya untuk Max. Kehidupannya yang berantakan tidak akan memberikan hal terbaik untuk perkembangan MAx. Akhirnya Charlie memutuskan untuk memberikan Max kepada keluarga bibinya.
Max sangat marah karena Charlie sama sekali tidak mau mencoba memperjuangkan dirinya. Charlie terlihat seperti pecundang.

Menyerahkan Max ternyata tidak membuat Charlie merasa lebih baik. Charlie menyayangi Max dan menginginkan anak tersebut. Melihat Charlie yang tampak gelisah sejak kepergiaan Max, mengajaknya bicara dan mendukungnya agar mengambil Max lagi.

Di akhir cerita, Max dan Charlie kembali menikmati kemenangan mereka bersama Atom.


Jadi, apa makna dari film itu??
Ada satu kalimat yang sangat menggugah saya saat menonton film tersebut.

"I just want you to fight for me Dad!"

Saya cukup terenyuh saat Max mengeluarkan kalimat tersebut. Ia seperti memohon pada ayahnya agar ayahnya berjuang untuknya. Berjuang agar ia bisa tetap bersama dengan ayahnya, tapi akhirnya Max memandang ayahnya terlalu pengecut untuk berjuang mempertahankan dirinya.

Waktu mengingat kalimat itu, tiba-tiba tersirat dalam pikiran saya, " Who does want to fight for me?"...Siapa yang akan benar-benar berjuang hanya karena menginginkan saya? Siapa sih yang tidak diinginkan? Kalau kita merasakan tidak ada orang lagi yang menginginkan kita, pasti rasanya mau mati saja. Tertolak jungkir balik.

Saya bertanya seperti itu dan saya teringat orang tua saya, keluarga saya, saya teringat Aki, sahabat-sahabat ...Ya, mereka orang-orang yang menginginkan saya ada di sisi mereka dan mereka fight untuk hal yang terbaik buat saya..Tapi saya belum pernah benar-benar merasakan seorang pribadi mau berjuang sampai mengatakan " Kalau perlu saya mati buat dia!"...Tidak..

Sering tidak kita berpikir seperti itu? Atau mungkin pernah?? Berharap ada orang-orang yang mungkin menerobos kerumunan singa hanya untuk dapat menyelamatkan kita. Berkorban nyawa untuk kita. Menunjukkan betapa mereka menginginkan kita dalam hidup mereka.

Jesus did for us. Sejak semula Ia menginginkan kita. Setiap rencana yang Ia buat hanya karena Ia menginginkan kita. Tidak ada yang lebih memandang berharga diri kita selain Tuhan. Dia memberikan korban penebusan, Dia memberikan kehidupan yang kekal, Dia menjanjikan Kerajaan Allah...Semuanya hanya agar kita bisa bersama-sama dengan Dia.

Saya belum pernah menemukan satu pribadi pun di dunia ini yang mau turun dari tahtanya, menjadi orang miskin, memberikan dirinya jadi korban penyaliban...Dia tahu semua itu akan menyakitkan. Siapa yang tidak merasa sakit jika dihina? Siapa yang tidak mersa sakit jika diperlakukan tidak adil? Siapa yang tidak merasa sakit kalau harus dipisahkan dari pribadi yang paling dicintai?

Tapi Tuhan melakukannya...Mungkin kalau dia manusia biasa, kita akan bilang " Lo, tolol atau bego? Nekad banget sih??!! Buat apa manusia-manusia itu?!! Mengkhianati lo berkali-kali. Ciihhh..Lebih baik musnahkan saja mereka!"

Apakah cuma sampai di situ?? Tidak, Dia terus berjuang buat kita. Di kehidupan sehari-hari kita. Saat kita melakukan dosa, Dia tetap menginginkan kita. Di saat kita tidak mengacuhkan Dia, Dia tetap berjuang menanti kita. Dia tidak menyerah dengan kebodohan-kebodohan yang kita lakukan. Dia tidak menyerah untuk mengajar kita lewat masalah, teguran dan berbagai macam hal yang bisa Ia pakai untuk menegur kita. Kalau kita tidak mengerti apa yang menjadi mauNya (yaitu hal terbaik buat kita), pasti kita kena masalah terus, sampai kita mengerti apa yang ingin Tuhan ajarkan.
But He still fight for us, yesterday, today, tomorow and forever....He always looks at to you..Into your eyes...And everyday He always says "I will fight for you"

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 
Yohanes 3: 16





1 Tawarikh 14:11


Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos



Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Setiap orang selalu menginginkan keberhasilan dalam hidupnya, Dan, kunci untuk menggapai keberhasilan, misalnya dengan belajar tekun serta bekerja keras. Itu sajakah? Mari melihat pengalaman Daud dan mengamati apa yang menjadi kunci keberhasilannya.Baca renungan ini lebih lanjut di SINI



Raja Daud selalu bertanya pada Tuhan...Bertanya pada Tuhan bukan hanya tanda penundukan dirinya, tapi juga sebagai tanda cintanya pada Tuhan. 


Mari kita lupakan tentang Batman yang Wow dan bikin berdecak kagum sambil pegal leher, sekarang saya mau bahas film animasi yang ga kalah bikin hati diaduk-aduk BRAVE.

Yang sudah nonton film ini acung kaki!!



Mendengar berbeda dengan mendengarkan. Pernah dengar kalimat ini? Saya sering mendengar kalimat ini, terutama dari salah satu dosen psikologi pendidikan waktu jaman kuliah. Mendengar itu mungkin seperti menerima informasi hanya sepintas lalu, tapi mendengarkan berarti menerima informasi, menyimpannya, dan merenungkannya hingga informasi tersebut secara otomatis tersimpan dalam memori kita.

Di jaman itu dosen saya menerangkan bahwa kata 'mendengar' dalam huruf mandarin tersusun dari beberapa kata, yaitu hati, telinga, dan pikiran (kalau tidak salah) dan penjelasan dosen saya ini terngiang-ngiang di kepala saya sampai sekarang.
Aku memandang 2 sosok berpakaian putih dihadapanku sambil tersenyum senang. Akhirnya mereka bisa bersama-sama setelah sekian lama menjalin hubungan.


Mereka bukan malaikat. Mereka Cuma sepasang kekasih yang akhirnya mengikat janji sehidup semati dalam sebuah pernikahan.

Andita dan Tio, mereka berdua tampak seperti putri dan pangeran di negeri dongeng. Senyum mereka menunjukkan betapa bahagianya mereka, akhirnya mereka bisa menikah. Kedua keluarga besar juga menunjukkan hal yang sama. Melihat mereka tersenyum aku ikut tersenyum.

“ Gua curiga mereka menikah tiba-tiba. Padahal baru beberapa bulan yang lalu mereka bilang masih lama.”

Aku terpaku mendengar pembicaraan 2 gadis yang ada dibelakangku. Topik yang mereka bicarakan membuatku agak terusik.

“ Huss…Jangan berpikir yang tidak-tidak.”

Hari ini baca forum obrolan di weddingku.com lagi dan masih tetap menghela napas karena tercenung… Inikah dunia nyata???


Kalau ngeliat pemikiran orang dunia yang di luar komunitas dan gereja, suka pengen nangis dan miris. Saya anak perempuan yang aman berada di dalam rumah dan melihat keluar dari jendela… anak-anak perempuan lain sedang saling menyakiti atau menyakiti diri sendiri.. Mereka bertempur habis-habisan untuk melindungi diri dan mengenyangkan perut.. Padahal di rumah saya banyak makanan. Ah, ya Bapa saya sudah mengundang mereka masuk.. Tapi mereka pikir Bapa saya ada maunya. Mereka takut diperbudak setelah mereka makan dengan kenyang di rumah saya. Mereka menolak kenyamanan yang Bapa saya berikan dan lebih memilih hidup di luar, hidup dalam segala kejahatan. Entah mereka pelakunya, entah mereka korbannya…



Pernah debat agama??? Dulu saya sering melakukannya. Dari ketawa-ketawa sampai panas dingin. Mulai dari ladenin orang yang ga tau apa-apa sampai yang paling pintar karena menggunakan literatur ini dan itu.

Saya menang ga ya?? Ga tuh. Ga menang sama sekali. Yang ada saya gelisah dan mempertanyakan iman saya. Sempet goncang dan mempertanyakan Tuhan.

Hari ini saya nemuin web KISAH MUALLAF yang isinya kesaksian-kesaksian para muallaf mulai dari Atheis sampe Kristen. Kenapa saya kasih website ini? Karena agama sepupu kita yang paling gencar mengatakan keimanan dan kitab kita salah.
http://www.lovelovechina.com/wp-content/uploads/husband-wife-mother.jpg


Kemarin saya mampir ke forum weddingku.com dan baca-baca berapa topik tentang kehidupan rumah tangga (sekalian cari tahu kehidupan pernikahan itu kayak apa) dan saya SHOCKKKK!!

Kalo temen-temen baca pasti juga shock deh, ternyata masalah rumah tangga tuh banyak buangeeetttt. Sampai stress bacanya. Tapi di sini saya mau bahas salah satu masalah tentang hubungan menantu dan mertua/keluarga suami.

Dari daftar list topik masalah RT yang dibahas mayoritas adalah masalah mertua ... mulai dari " help, mertua gua bawel!!" atau " Mertua gua matre!!" atau "Berantem sama mertua.".... "saudara ipar gua males".. dll.

Saya sampai speechless baca semua masalah itu dan mikir " Berani ga ya gua merit??" karena memang buat merit masalah yang akan saya hadapi buat cuma antara saya dan suami, tapi juga keluarga. Bahkan mungkin keluarga besar...

Yang bikin sedih waktu baca tentang satu cewe mikir-mikir buat merit karena pacarnya minta dia bantu keuangan keluarga kalau seandainya mereka menikah. Si cewe nolak karena cowo merupakan tulang punggung keluarga yang berarti uang penghasilan si cewe buat bantu-bantu keluarga cowo juga. Sedangkan si cewe maunya uang dia uang dia dan uang cowo uang cowo... Waktu baca sedih banget sih. Ternyata pemikiran kayak gini masih ada...

Selama ini, waktu saya memikirkan mau menikah dengan Aki (bahkan jaman saya belum ngerti soal nikah) yaa yang di pikiran cuma ada... Kalau udah nikah berarti semua milik bersama. --Masalah suamiku masalah aku juga, keluarga suamiku keluargaku juga.. begitu juga sebaliknya.-- Kalau suami harus tanggung beban keluarganya, berarti saya juga ikut nanggung dan ga ada tuh acara bilang " Itu kan keluarga lo!"..

Bayangin kalau kita di posisi suami dibilang kayak gitu... Sakit banget ga sih??

Itu salah satu masalah ya..

Masalah yang lain ternyata banyak banget istri yang bilang mertua 'menghasut' suami biar ga dengerin isteri. Masalah kayak gini sebenarnya udah saya denger dan ngerti emang ada yang kayak gitu, tapi yang bikin sedih waktu si istri menanggapi dengan permusuhan juga, seolah mertua harus dijauhi dan dihindari. Sejauh mungkin dari mertuaaaa.. ada yang kasih nasehat begitu.

Memang sih rumah tangga ga boleh ada campur orang luar, termasuk orang tua.. Tapi kalau sampai berpikir mertua adalah sumber masalah, bukannya itu miris banget?? Gimana kalau mertua sakit? Siapa yang urus? Apalagi kalau suami adalah tulang punggung keluarga yang berarti bertanggung jawab ngurus orang tua juga.

Ah, gilaaa... Ngebayangin rumah tangga penuh permusuhan kayak gitu bikin mau nangis. Rumah harusnya tempat kita bisa pulang dan ngerasa tenang, bukannya bikin kita ngerasa di tolak dan dimusuhin. Siapa pun orang yang ada di dalam rumah harus dikasihi dan dijaga, diajar dan dinasehati.

Tapi mungkin saya bisa ngomong kayak gini karena saya belum berumah tangga. Sempet ngeri banget buat merit, tapi Tuhan kasih peneguhan kalau apa pun yang ada di depan sana, Tuhan ga mungkin tinggalin  keluarga saya dan pasti akan selalu kasih hikmat buat semua masalah.

Share ini juga mau bukain mata cewe-cewe yang baca tulisan saya ini. Pengen ajak semua yang dalam masa pra-nikah atau pun menanti PH buat buka hati bagi keluarga pasangan nanti. Bahkan sebelum keluarganya menjadi keluarga kita... Mungkin kita ga bisa jadi yang seperti mereka mau dan mereka ga bisa seperti yang kita mau, tapi minimal kita meletakkan mereka di hati kita supaya kita bisa mengasihi mereka bukan memusuhi dan kita juga menjadi anak-anak Tuhan yang membawa damai bukan permusuhan.

Wanita-wanitanya Tuhan pasti bisa begitu.. AMIIINN

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Yakobus 3:17


Salah satu buku yang mempengaruhi saya adalah buku Ketika Tuhan Berkata Lompat karangan J.R. Brigss.

Buku yang sebenarnya terlihat tidak terlalu menarik. Buku diskonan yang saya beli waktu saya masih kuliah di kampus. Judul itu menarik perhatian saya karena mengajarkan tentang keberanian untuk mengambil resiko dan buku ini berhasil mengubah paradigma saya dan mengubah hidup saya (tepatnya sih Tuhan ya).
BOSAN!!

Kata yang selalu tabu buat saya katakan. Hidup ini tidak pernah membosankan. Mau dijalanan macet, atau menunggu sampai berjam-jam... Ga ada alasan untuk berkata BOSAN.

Tapi beberapa hari ini saya merasa bosan. Bukan karena tidak ada kerjaan atau kurang hiburan, tapi karena saya kehilangan 'SASARAN'...

Akhir-akhir ini sudah malas melakukan yang terbaik. Sudah malas kasih effort yang lebih. Bawaannya mikirin kenyamanan sendiri, sampai saya menemukan bahwa EGO saya bertambah BESAR.

Saya pikir KENAPA???

Saya berusaha berkata-kata dengan hati-hati untuk kemuliaan Tuhan.
Saya berusaha melakukan segala sesuatu dengan hati-hati demi kemuliaan Tuhan
Melakukan ini dan itu demi kemuliaan Tuhan.

Tapi rasanya seperti dimasukan dalam kotak. Saya seperti punya sayap, tapi tidak bisa terbang.

Pertanyaan KENAPA itu bukannya saya tidak tahu jawabannya, tapi karena saya tidak mau menetapkan jawabannya. Apa jawabannya??

Seperti yang saya tulis di atas... saya butuh SASARAN.

Melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan?? Yup, SETUJU!! Tapi Tuhan juga ga kasih anak panah ke tangan kita untuk ditembakkan sembarangan. Yang harusnya kita pakai untuk menaklukan musuh jangan-jangan malah kita pakai untuk memanah burung supaya bisa kita panggang lalu dimakan.

Jaman saya masih kuliah dan berapi-api... Api itu terbakar karena saya menetapkan sasaran KELUARGA SAYA HARUS PULIH!! Puasa, doa, puasa ,doa.. rajin pulang, kesaksian sama Mama, tantang Mama buat terima Yesus secara pribadi bukan karena agama.. Yang biasanya tukang tidur, bangun lebih pagi dan rajin bantuin Mama. Kalau ada yang bikin salah, langsung mengampuni. Doain orang yang menyakiti saya supaya dia bertobat dan dipulihkan.. doa, puasa, doa puasa..

Di saat-saat itu juga saya fokus pada satu jiwa yaitu sahabat saya. Puasa, doa, puasa doa,...dia sih ga tau dipuasain. Bela-belain langsung dateng waktu dia ada masalah. Nginep di kosan dia, bantuin dia belajar. Kemana-mana bareng dia.. doa, puasa, doa, puasa,...Nangis sampai keluar dari hidung juga...

Dua hal di atas membuat saya berapi-api. Pengen lihat keluarga pulih, pengen lihat sahabat saya mengenal kebenaran. Waktu dua-duanya sudah dimenangkan... BLASSSSHH... saya seperti kehilangan arah.

Saya jadi orang yang bimbang dan dikendalikan apa kata orang....

Saya punya gambaran besar tentang mimpi untuk hidup saya, tapi saya lupa potongan-potongan puzzle untuk menyusun gambar itu pun perlu di cari. Potongan puzzle itu bukan bicara tentang apa yang saya lakukan, apa yang sudah saya hasilkan, apa yang sudah saya korbankan.. Potongan puzzle itu bicara tentang seberapa banyak saya menaruh hati saya pada apa yang sedang saya lakukan saat ini.

Saya tidak cuma ingin menabur, tapi saya juga ingin melihat hasil. Terkesan ambisius, tapi kalau saya tidak bicara seperti itu, saya hanya akan menjadi seorang medioker yang menunggu dan menunggu.

Saya ingin membangun mimpi lagi untuk tempat saya bekerja, pelayanan saya, orang-orang di sekeliling saya. Saya mungkin akan kecewa, tapi kalau Tuhan kasih iman untuk melihat sesuatu yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan lewat itu semua... Saya pasti tidak akan menyerah. Kecewa akan saya tinggalkan di belakang dan melakukan sebaik mungkin apa yang bisa saya lakukan.

Bosan??

Saya tidak bosan. Saya hanya butuh SASARAN. Hidup ini tidak pernah membosankan. Sungguh!!

Bertanya Pada Tuhan



1 Tawarikh 14:11

Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Setiap orang selalu menginginkan keberhasilan dalam hidupnya, Dan, kunci untuk menggapai keberhasilan, misalnya dengan belajar tekun serta bekerja keras. Itu sajakah? Mari melihat pengalaman Daud dan mengamati apa yang menjadi kunci keberhasilannya.Baca renungan ini lebih lanjut di SINI

Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates