Sebagai seorang introvert*, waktu mendapat kabar sekolah diliburkan dan kantor diberlakukan work from home (WFH), saya salah satu si introvert yang bergembira. Berati waktu saya di rumah akan lebih banyak. Saya tidak perlu keluar bertemu orang dan berbasa basi. Padahal selama ini juga memang jarang di luar. Sebagai ibu rumah tangga sebagian besar waktu saya tentu saja saya habiskan di rumah. Entah kenapa pemberlakuan WFH ini tetap membuat saya senang... saat itu.
Hai temans, sudah di bulan ke 4 di tahun 2020 saja nih. Gimana resolusinya? Sudah mulai dikejar? Atau belum disentuh sama sekali? Wakwakwak. Apa pun itu semangat terus untuk perubahan yang lebih baik ya.
Hi temans, kamu tahu kan sebulan ini dunia pecinta film sedang diguncang dengan adanya berita situs indoxxi akan sudah diblokir oleh pemerintah.
Rasanya masih belum terlambat ya kalau saya menuliskan ucapan syukur 2019 baru di hari ke 14 di tahun 2020. Padahal saya sudah memikirkannya dari akhir tahun 2019,tapi jiwa pengecut saya masih betah manahan tangan dan pikiran saya untuk bebas berkarya.
Kalau ngomongin 2019, sudah pasti tahun itu ga akan ada tanpa melewati tahun 2018...
Tahun 2018 buat saya tahun dimana Tuhan banyak mengajar saya dan Aki. Jadi ingat kalau dulu kakak pembina kami di Bimbingan Pra Nikah pernah bilang,
" Tema yang kalian tentukan pada saat pemberkatan nikah, tema itu yang akan banyak Tuhan kerjakan dalam keluarga kalian."
Waktu kami menikah, kami memakai tema " Iman, Pengharapan, Kasih" dan memang selama kami menikah tiga hal itu terus diproses. Walau sebenarnyaaa dalam iman Kristen ya memang tiga hal itu yang akan terus Tuhan godok sampai mati. Hehehhe. Tapi saat menjadikan 3 hal itu sebagai tema pemberkatan nikah kami, setiap ada masalah selalu teringat dan menguatkan lagi.
Lalu hal-hal signifikan apa saja yang mau saya catat dalam blog ini? Ini dia beberapa hal yang membuat saya diteguhkan setiap hari.
1. Lunas Hutang
![]() |
| Cr: Nikolay F. |
Sejujurnya, walaupun kami menikah tanpa meninggalkan hutang, tapi kekurang cakapan saya dan Aki mengatur keuangan cukup memporak porandakan keuangan kami. Sebenarnya pun kami bukan yang boros-boros amat. Hedon pun tidak, tapi memang banyak hal perintilan yang kami pikir ga masalah, ternyata bisa jadi masalah.
Kami sempat menggunakan kartu kredit dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Tentu saja denga melunasi hutang yang tersisa. Kami belajar menghidupi diri dengan gaji yang kami terima. Puji Tuhan, hutang kartu kredit sudah lunas.
Di awal tahun ini kami masih sempat memiliki hutang pembelian handphone secara kredit. Ini pun beli karena handphone benar-benar sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Parahnya handphone saya dan Aki rusak di waktu yang berdekatan.
Di sekitar bulan Oktober, akhirnya kami bisa melunasi pembayaran kredit handphone. Kami tidak punya hutang lagi selain KPR. Buat saya hal ini kemenangan besar. Heheheh. Setelah beberapa tahun sebelumnya berjuang melunasi semua tanggung jawab.
Puji Tuhan usaha sketsa wajah pun Tuhan lancarkan, bisa untuk menjadi tambahan dompet dapur kami.
Terkadang saya ngelus dada setiap Aki dan saya ingin pergi nonton atau kongkow, kami harus mikir berkali-kali, uang kami cukup atau tidak. Ada rasa bersalah terselip setiap kali melihat Aki juga harus menurunkan standar kesenangannya supaya kami bisa mencukupi hidup. Dia sudah bekerja keras selama sebulan penuh, tapi ga bisa menikmati hasil kerjanya sendiri dengan bebas...huksss.. Di sini binik cuma bisa berdoa supaya Tuhan lipat gandakan berkat untuk suamiku supaya dia bisa menikmati hasil keringatnya tanpa perlu banyak pertimbangan.
Yah, biar begitu toh masa-masa kejepit itu membawa kami pada pendewasaan. Bukan cuma bijak dalam menggunakan uang, tapi juga kerendahan hati dalam menerima bantuan.
Dalam kondisi-kondisi terjepit, ga jarang kami meminta bantuan, tapi ga jarang juga orang-orang terdekat kami memberikan berkat tanpa diminta. Harga diri ini teriris-iris, rasanya seperti tertuduh dengan tagline
"Lebih baik tangan di atas."
Maunya kami, kami yang bisa membantu orang lain
Maunya kami, kami yang menolong orang yang susah
Ga perlulah kami nerima bantuan..
Tapi Tuhan tegor...
Di gereja dulu kami diajarkan " Setia menerima, setia memberi." Kami terlalu fokus pada konsep memberi, seolah-olah memberi adalah tindakan yang paling baik. Kami lupa kalau setia menerima sama pentingnya untuk menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri pada pekerjaan tangan Tuhan.
Baca juga: Jangan Menikah Kalau...
Waktu saya dan Aki membicarakan hal ini, saya tertegun, ternyata saya dan Aki punya watak yang sama, punya harga diri yang tinggi. Sedangkan untuk bisa melihat kemuliaan Tuhan kita ga bisa mempertahankan harga diri yang ditakar lewat pikiran manusia.
Bersyukur lewat proses yang sudah kami lewati dan pastinya masih terus diproses. Gimana cara Tuhan prosesnya, akan kami lihat nanti.
2. Keputusan Gyan Tetap Di TK A
Sewaktu saya dan Aki memutuskan untuk membiarkan Gi tetap di TK A, sebenarnya ada ketakutan di dalam hati saya. Gimana kalau nanti Gi jadi minder? Gimana nanti kalau dia ga bisa gaul sama teman-temannya? Gimana kalau nanti dia merasa berbeda karena teman-teman sekelasnya sudah naik ke TK B.
Puji Tuhan, guru-guru Gi pintar menjelaskan pada anak-anak muridnya. Dengan cara yang menyenangkan Ibu Kepsek menjelaskan pada Gi, dia harus tetap di TK A karena kedua gurunya membutuhkan bantuannya di kelas. Dengan semangat pula Gi menerima tugas itu.
Baca juga: Mama Papa Harus Berani Sabar
Di pembagian rapot semester 1 kemarin, saya menjadi lega. Kedua guru Gi menjelaskan kalau keputusan saya dan Aki membiarkan Gi tetap di TK A sudah tepat. Gi lebih percaya diri, dia lebih tenang di kelas, lebih antusias mengerjakan tugas. Dari hasil observasi pun menunjukkan hasil yang baik. Di tahun sebelumnya Gi tidak mengisi jawaban semua pertanyaan tentang membaca, tahun ini dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.
3. Pekerjaan baru Aki
Karena satu dan lain hal, Aki akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor lama. Puji Tuhannya karena kantor lama sedang dalam perombakan besar-besaran, niat Aki buat resign ga pake sembunyi-sembunyi. Atasannya memberi dispensasi Aki keluar kantor untuk wawancara kerja.
Biar begitu, tetap saja ada kesulitan yang Aki lewati. Aki memasukan lamaran ke beberapa lowongan mulai dari website loker sampai info dari teman sejawat atau tawaran langsung, tapi sampai beberapa bulan belum juga ada panggilan. Sempat sampai menanyakan list gaji, tapi lagi-lagi ga keterima.
Beberapa kali liat wajah Aki yang bilang hasil wawancaranya ditolak lagi, bikin saya patah hati. Wawancara kerja sampai 10 kali dari yang ngarep sampai ya udahlah dijalanin aja, pastilah melelahkan. Saya sudah bersiap mencari lowongan kerja untuk kembali kerja kantoran kalau kalau Aki sampai tidak dapat kerja juga (itu saja belum tentu bisa segera dapet karena hiatsu yang panjang)
Baca juga: Keluar Dari Kotak Untuk Kotak Yang Baru
Syukurlah, di akhir tahun, Tuhan beri hadiah. Akhirnya Aki diterima bekerja di satu perusahaan. Walaupun harus bergeser dikit dari bidang pekerjaannya yang dulu, kami benar-benar mengucap syukur.
Aki meninggalkan kantor lama dengan baik dan membawa pelajaran yang membuatnya lebih dewasa sebagai seorang profesional.
4. Buah Manis Pernikahan
Ada teori yang bilang kalau 5 tahun pertama adalah masa bulan madu dan setelahnya kemungkinan krisis pernikahan. Beberapa hari lalu seorang artis menceritakan bahwa 5 tahun pernikahannya adalah siksaan dan setelahnya baru merasakan kenikmatan.
Waktu itu saya menonton wawancara itu bersama Aki dan langsung mengiyakan kata-kata artis tersebut. Aki langsung pause videonya dan kami ngobrol panjang lebar soal hal itu.
Iya, 5 tahun pertama adalah masa adaptasi yang menyiksa. Bukan cuma saya, tapi Aki juga walau dia ga bilang, tapi mukanya ngomong banyak. 😬😬😬
Di tahun ke 6 pernikahan kami baru benar-benar ngerti, ngedong apa itu satu hati, satu jiwa, satu pikiran. Seperti menemukan soulmate lagi dan lagi. Segala macama kata-kata romantis yang ada di drakor, saya baru mengerti maknanya di tahun ke 6 pernikahan. "Everything I'll do. I do it for you." semacam itu.
Bukan lagi soal kewajiban, istri harusnya begini, begitu, atau suami harusnya melakukan a atau b. Tapi lebih ke
"aku melakukan ini karena aku mengasihimu. Aku mau melakukan yang terbaik untukmu."
Siang teman-teman, hari ini hujan lagi, semoga ga pake banjir lagi. Sambil dengerin suara hujan dan jeda nyeterika, saya mau cerita tentang satu produk ini yang baru sebulan ini saya pakai. Setelah pencarian sekian lama, jodohku tertuju padanya.
Iya, tahun baru udah di depan mata
Biasanya orang-orang mulai bikin resolusi untuk tahun yang baru. Apakah resolusi ini adalah resolusi latahan? Ikut-ikutan atau sekedar trend? Ya kalau itu biar waktu yang menjawab. Mau ikut-ikutan atau ga bukan masalah.
Blogging
Bodycare
Bola Mukjizat
Buku
Curhat
Iman Kristen
Kesehatan
MakeUp
MyFatherHasDone
MyLoveStory
Resep
Review Produk
Skincare
SuratUntukADik
Tips
artikel
cerpen
free download
friendship
ilustrasi
keluarga
kumpulan cerpen
liburan
movie
parenting
perempuan
pranikah
printable
psikologi
tumbuh kembang anak
-
Hi Gorgeous!! Menulis sepertinya jadi hal yang sulit buat saya lakukan karena terlalu mempertimbangkan banyak hal. Selain tidak ...
-
Real Steel...tau judul film ini? Sudah pasti tahu. Film yang dibintangi oleh Hugh Jakcman dan bintanng cilik Dakota Goyo ini mence...
-
Come and Hug bercerita tentang Yoon Na-Moo dan Gil Nak-Woo yang bertemu pertama kali saat mereka remaja. Mereka saling jatuh cinta se...
-
Hi Gorgeous!! Happy weekend!! Udah lama ga bikin postingan review tentang produk kecantikan yaa. Nih, kali ini saya mau review...
-
Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
-
Hi Gorgeous! Hari ini agak mendung, semoga ga hujan karena saya harus jemur cucian hehehe. Ngomong-ngomong soal mendung...
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.









